Rekaman Lensa Train of Trainer Tim Pengelola LPSE Badung 2012

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

…berikut beberapa Rekaman Lensa kegiatan Train of Trainer (TOT) di LKPP Jakarta, Gedung Smesco UKM Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan bagi Tim Pengelola LPSE Badung tahun 2012…

Pembukaan Kegiatan Train of Trainer sekaligus Pemaparan awal terkait LPSE oleh Pak Patria

Suasana pembelajaran di hari pertama, gambaran umum LPSE dan pelaku yang terkait didalamnya.

Diskusi Tim Pengelola LPSE Badung saat Coffee Break, di sela pembelajaran berlangsung…

Dua Pimpinan kami yang baru, ibu Ida Ayu Yutri Indahgustari, SE., MM. (kanan) Kabag Perlengkapan dan Asset Daerah serta ibu G.A.N.Rima Kusumadewi, SE., MSi (kiri) selaku Ketua LPSE Badung Tahun 2012.

Tiga Pilar generasi muda LPSE Badung yang memberi banyak keceriaan dan cerita lucu di sela pembelajaran… *tetap SEMANGAT !!!

Keakraban Tim Pengelola LPSE Badung, pagi 24 Februari 2012… semoga bisa tetap terjaga.

Berbagi informasi dengan Rekan LPSE dari Trenggalek, Halmahera serta Sumatera Barat…

Penutupan TOT oleh Pak Patria dan Mas Nanang pk. 14.30 WIB.

Penyerahan Sertifikat TOT bagi Tim Pengelola LPSE Badung yang diterima oleh Ibu kabag selaku Koordinator Harian…

Tim Pengelola LPSE Badung tahun 2012 berfoto dengan Tim LKPP Jakarta yang telah banyak memberikan inspirasi dan bimbingan sejak pertama kali kami melawat ke LKPP

…dan berikut Oleh-oleh dari LKPP Jakarta untuk www.pandebaik.com, yang telah berkesempatan tampil sebagai Pembicara dalam Rakor

Foto-foto lainnya dapat dilihat di album milik rekan kami, Wayan Adi Sudiatmika di alamat berikut

Menanti Tim LPSE Formasi 2012 Siap Beraksi

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Jika boleh saya ibaratkan, bahwa aktifitas kami Tim Pengelola LPSE yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Badung Januari lalu sudah mulai menampakkan gigi susunya hari ini. Jujur, apa yang saya harapkan ketika didaulat sebagai Sekretaris LPSE Badung menggantikan Pak Made Sudarsana beberapa waktu agaknya pelan-pelan merangkak sesuai harapan.

Train of Trainer yang kami usulkan untuk delapan orang Tim Pengelola LPSE yang baru, selain menjadi modal awal atau satu pendidikan dasar bagi mereka, pula kami gunakan untuk mengakrabkan suasana kerja yang selama ini masih agak kaku lantaran ada ewuh pakewuhnya. Kini, kami mulai bisa memahami karakter mereka satu demi satu walau belum secara mendalam. Paling tidak yang namanya keakraban untuk berdiskusi sudah mampu diciptakan.

Sedang bagi saya pribadi tentu saja minimal ada keberanian untuk berbicara secara langsung dengan mereka tanpa ada rasa sungkan lagi serta harapan agar semangat belajar dan keingintahuan itu tetap dapat dipupuk sejak dini.

Ngomong-ngomong soal aktifitas kami selama dua hari ini bisa dikatakan hampir didominasi dengan cuci otak terkait pemahaman aplikasi SPSE, agar setidaknya nanti saat kami kembali bertugas di LPSE Badung, mampu mengisi waktu luang untuk memperdalam ilmu bahkan mencoba untuk menularkannya kepada para Rekanan Penyedia yang datang maupun mengatasi kesulitan yang dialami oleh Rekan Panitia ULP selama proses Pengadaan.

Di sela pembelajaran, bersyukur kami masih sempat berbagi cerita dengan LPSE daerah lainnya seperti Sumatera Barat, Halmahera dan juga Trenggalek, sharing informasi terkait bagaimana perjalanan kami terdahulu saat membentuk LPSE Badung, tips dan trik yang kami temukan dalam perjalanan menggunakan aplikasi ataupun hal-hal Teknis yang tidak kami dapatkan saat pendidikan di LKPP Jakarta.

(Foto diambil oleh Wayan Adi Sudiatmika, Kamis 23 Februari 2012 di Ruang 1701, TOT LPSE Badung, LKPP Jakarta)

Fiuh… ternyata menjadi seorang Sekretaris LPSE yang baik dan benar itu melelahkan jua. Pantas saja jika Pak Made Sudarsana, senior kami di LPSE formasi 2010/2011 dahulu kerap tampak berpikir dengan kerasnya disela kegiatan yang kami lakukan. Banyak hal yang harus dipikirkan rupanya.

Berat Badan bahkan sempat Turun hingga 4 Kg selama posisi ini saya emban, namun entah akan naik berapa Kilogram lagi sekembalinya kami ke tanah asal Jumat malam ini, mengingat selama berada di Jakarta bisa dikatakan soal makan jauh lebih teratur ketimbang saat beraktifitas di kantor.

Jelang hari terakhir pendidikan rupanya Tuhan memang berkenan untuk berkehendak sesuai dengan harapan kami. Pertama bahwa tujuan dilakukannya TOT, minimal sudah dipenuhi. Kedua soal keakraban pun sudah mulai mencair meski jadi agak aneh berada dilingkungan anak muda (meski saya pribadi tergolong masih muda juga, hehehe…) dan ketiga, beberapa masukan pula pertanyaan yang kami ajukan di hari pertama pendidikan sudah diakomodir dalam Aplikasi SPSE yang baru dan setidaknya kesulitan yang kami dapatkan dua minggu terakhir kelak akan dapat diatasi sesuai harapan.

…waktu sudah menunjukkan pukul 00.05 Wita… saatnya untuk berkemas dan tidur… sebab malam nanti, kami akan kembali menuju tanah asal dan siap untuk beraksi…

Hari Pertama TOT yang mendebarkan

2

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Barangkali inilah sesi pembelajaran atau biasa kami sebut dengan istilah TOT Train of Trainer, yang kelak bakalan selalu saya kenang sebagai yang terbaik. Meskipun lawatan kami di beberapa waktu lalu bersama Tim Pengelola LPSE formasi awal sangatlah menggelitik hati…

Bisa jadi lantaran dalam kesempatan terdahulu saya masih berada di posisi nerimo jadi, tinggal jalan dan mengikuti apa yang sudah diatur oleh Sekretaris LPSE Bapak Made Sudarsana, seorang senior dan guru yang begitu saya hormati, dari pemesanan tiket pesawat, pengaturan bagasi, transportasi menuju lokasi pembelajaran hingga urusan makan malampun dihandle dengan baik. Sebaliknya, kini saya sendiri mau tidak mau ya ikut turun mengurusi hal itu. Walaupun belum sampai pada tahap menangani semua, minimal ada inisiatif untuk ingin tahu, belajar dan melakukannya.

Posisi terkini sebagai Sekretaris LPSE Badung sesuai dengan Surat Keputusan Bupati yang dikeluarkan awal Desember Tahun 2011 lalu tentu saja mendatangkan banyak beban pikiran bagi saya pribadi. Jujur, hingga dua minggu pertama saya masih kerap menghubungi Pak Made untuk memohon informasi, trik dan Tips secara personal. Tiba-tiba saja saya merasa ‘waduh, kerjaan saya apa saja yah ?’ ‘mau ambil porsi yang mana ?’ ‘kira-kira mampu gag yah?’ hingga hal hal yang ‘nanti kalo pas lagi di Jakarta, gemana dong ?’. pokoknya gag ada satu haripun yang terlepas dari pikiran dengan aman dan tentram.

Rencana TOT ini pula sebenarnya sempat membuat pikiran tak nyaman. Malah bisa dikatakan bahwa berat badan mendadak turun 4 Kg sejak awal ide dicetuskan beberapa saat jelang Donor darah hari sabtu lalu. Sedari permohonan, pengunduran jadwal hingga berusaha mendapatkan jawaban sesuai tenggat waktu yang disediakan sungguh merupakan satu pengalaman unik yang barangkali patut saya syukuri sejak awal. Benar-benar satu kisah yang barangkali tidak akan saya dapat jika masih nerimo jadi, kayak dulu.

Bersyukur juga bahwa berkah yang saya terima saat Rakorbang LPSE di Sanur Paradise beberapa waktu lalu, sempat mendekatkan hubungan dengan beberapa komandannya LPSE hingga malah tak percaya jika ternyata Pak Ikak Patriastomo masih mengingat gegap gempita Nonton Bareng Final Sepakbola yang memanfaatkan TV Tuner yang saya bawa. Maka jadilah pertemuan kami siang tadi di lantai 7 Gedung LKPP Smesco Jakarta membawa kesan tersendiri bahwa pada akhirnya bisa jua bertemu muka dengan Beliau secara langsung dalam kesempatan pribadi.

Tidak hanya itu, sesuai Misi kami sejak awal untuk membawa dua puluhan pertanyaan terkait Proses inputting data oleh Admin Agency, permasalahan yang terjadi dan dialami oleh Panitia/ULP hingga soal Agregasi, Black list dari Verifikator rupanya secara langsung ditanggapi khusus oleh Bapak Nanang dan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama. Beberapa diantara pertanyaan tersebut rupanya telah diakomodir dalam Aplikasi SPSE versi berikutnya dan beberapa lainnya lagi malah menjadi bahan diskusi untuk dibahas lebih lanjut.

Maka jadilah waktu berjalan begitu cepat dan menegangkan tentu saja. Jujur, ini merupakan satu pengalaman yang mendebarkan bagi saya pribadi.

Tentu masih banyak kisah lain lagi yang terjadi seharian ini yang seharusnya mampu saya ceritakan disini. Namun karena pagi sudah menjelang, dan mata sudah mulai mengantuk, dengan terpaksa disudahi dulu. Tapi yang namanya pikiran tetaplah menerawang jauh…

Kira-kira, Pembelajaran Rabu ini pengalaman apa lagi yah yang bakalan saya dapatkan ?

Jakarta Pagi ini

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Tersadar di pagi buta… pikiran langsung mengingat dua wajah yang biasanya menghiasi bangun tidurku, MiRah dan ibunya,

Tak ada tangan kecil yang kerap memelukku erat serta memojokkanku hingga ke bibir tembok, tak ada suara sapu dan hentakan kursi yang dibersihkan hingga membuatku terjaga. Aku bangun di ketinggian Kota Jakarta.

Entah kali keberapa aku pernah menyambanginya, meski pada awalnya sudah tak ingin lagi untuk kembali, mengingat panas, macet dan hiruk pikuk kehidupan yang mengalir disini.

Selamat Pagi Jakarta…

“………………..”

Di kejauhan aku melihat denyut nadi yang mulai berdetak pelan, merambat hingga nanti akan berpacu melawan waktu…

“………………..”

Sesuai jadwal, kami akan memulai hari ini dengan bersua kawan lama di LKPP, Gedung Smesco jalan Gatot Subroto. Mas Nanang, Mas Arso dan pria pria yang tempo hari meramaikan Rakorbang di Sanur Paradise termasuk pula Pak Ikak Patriastomo tentu saja. Rencananya sih untuk memperkenalkan sistem SPSE kepada anggota baru tim Pengelola LPSE tahun 2012 sekalian mengulitinya hingga benar-benar paham sekembalinya ke Bali hari Jumat nanti.

Jadi gag sabar…

Ehm, musti mulai dari mana yah ?

Selamat dan Sukses Rakornas LPSE ke-7 di Sanur Paradise Bali

2

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

…akun Twitter @LPSEBadung 20 Oktober 2011, yang disampaikan langsung dari Lokasi rencana pelaksanaan Rakornas.

“Sore ini kami bersama”LPSE Prop.Bali dan Kota Denpasar menghadiri undangan Pertemuan Koordinasi ke-7 dari LKPP Jakarta”

“Adapun Agenda hari ini adalah pemaparan Rencana dan persiapan Rakornas ke-7 LPSE yang sedianya dilaksanakan di Bali”

“Rakornas ke-7 LPSE Nasional ini akan diselenggarakan pada tanggal 21-23 November 2011 dgn Tema “Bersatu Mengawal Pengadaan Bebas Korupsi”

“Untuk Panitia Pelaksana nantinya akan dipimpin oleh Tim e-Proc LKPP dan dibantu oleh Tim LPSE Prop.Bali, Kota Denpasar dan @LPSEBadung”

“Lokasi Kegiatan #RakornasLPSE sedianya dilaksanakan di Sanur Paradise Plaza Hotel bekerja sama dengan Grand Bali Beach”

“Peserta Rakor dapat melakukan Registrasi Online di halaman LPSE Nasional hingga 1 November 2011”

“Dari @LPSEBadung mengirimkan 8 orang wakil dari Tim generasi pertama dan kedua”

“Masih berkaitan dengan #RakornasLPSE pd tgl 20 November nanti rencananya akan diadakan AP e-GP Conference di Hotel Intercontinental Jimbaran”

“Adapun AP e-GP Yang dimaksud adalah Asia Pasific Regional electronic Goverment Procurement Conference

“Tujuan dilaksanakannya AP e-GP Conference ini adalah percepatan Pengadaan Barang Jasa yang Transparan dan Akuntabel

“Utk #RakornasLPSE sedianya akan dibuka pada tgl 21 November 2011 siang. Sebagai pembicara pertama oleh Wamen PPN Lukita D Tuwo”

“Dibandingkan #RakornasLPSE sebelumnya, kali ini akan ada Paparan e-Proc dari Negara lain -Korea Selatan dan Philipina-“

“Pada hari kedua, Diskusi dipecah menjadi 3 Topik Bahasan, salah satunya terkait Agregasi Data dan Infrastruktur”

“Dalam rangka #RakornasLPSE, LKPP memberikan kesempatan kepada LPSE di seluruh Indonesia utk penyusunan Paper terkait Tema yang diangkat”

…akun Twitter @LPSEBadung 21 Oktober 2011, yang disampaikan langsung dari Lokasi rencana pelaksanaan Rakornas.

“Selamat Pagi rekan @LPSEBadung, hari ini adalah session kedua Rapat Persiapan Panitia Rakor LPSE Nasional di Paradise Plaza Hotel”

“Session kedua, LKPP memperkenalkan halaman web penyelenggaraan #RakornasLPSE yang dapat diakses melalui alamat rakor.eproc.lkpp.go.id

“Di Halaman web #RakornasLPSE, peserta dapat memperoleh semua info Kegiatan sekaligus mendaftar secara Online”

“Selain itu hlmn web #RakornasLPSE dilengkapi pula dgn Agenda Kegiatan, unduhan materi& Peta lokasi agar Peserta memiliki gambaran sejak dini”

“Rapat Bersama Panitia Pusat dan Lokal Persiapan Rakor LPSE Nasional sesi ke-2 ditutup secara resmi oleh Tim LKPP Pusat”

…akun Twitter @LPSEBadung 03 November 2011, yang disampaikan langsung dari kantor @LPSEBadung di Mangupura Praja Mandala.

“Selamat Pagi Rekan @LPSEBadung, Selamat beraktifitas hari ini, jangan lupa sarapan dan tetap berlaku jujur”

“Dalam beberapa hari kedepan, @LPSEBadung bersama Kota Denpasar dan Prov.Bali akan turut serta mensukseskan Rakornas LPSE ke-7”

“Adapun Rakornas LPSE ke-7 akan diselenggarakan di hotel Sanur Paradise bekerja sama dengan Grand Bali Beach, 21 s/d 23 November 2011”

“Dengan mengusung Tema “Bersatu Mengawal Pengadaan Bebas Korupsi” Rakornas LPSE ke-7 mengundang seluruh LPSE yang telah berdiri se-Indonesia”

“Untuk Sebaran LPSE di seluruh Indonesia dapat dilihat pada halaman berikut maps.google.com/maps/ms?vpsrc=…

“Bersamaan dengan Rakornas LPSE ke-7 akan diselenggarakan pula Asia Pacific Regional E-GP Conferrence di Hotel Intercontinental Jimbaran-Bali”

“LKPP akan menetapkan 100 Koordinator LPSE yang turut serta dalam Rakornas LPSE ke-7 untuk hadir pada Asia Pacific Regional E-GP Conferrence

“Kehadiran 100 Koordinator LPSE sbg apresiasi atas keberhasilan dlm mengimplementasikan pengadaan scr elektronik di instansinya masing-masing”

“Untuk Registrasi dan Info lebih lanjut terkait Rakornas LPSE ke-7 silahkan akses halaman rakor.eproc.lkpp.go.id

“dari 3 hari Agenda Kerja Rakornas LPSE ke-7 kali ini, Materi Utama akan diberikan pada hari ke-2 dengan pemaparan 9 materi pilihan”

“Adapun 9 Materi pilihan Rakornas LPSE ke-7 tersebut akan dibagi menjadi 3 kelas dalam 3 sesi pertemuan”

“Bagi Rekan @LPSEBadung yang ingin mengetahui materi Unduhan, dapat diakses pula dari halaman yang sama di rakor.eproc.lkpp.go.id

“Count Down Menuju Rakornas LPSE ke-7 di Hotel Sanur Paradise terhitung 18 Hari 4 jam 11 menit dan 6 detik :p”

“Untuk informasi lebih lanjut terkait LPSE dan info Pengadaan lainnya, silahkan mampir ke halaman blog LPSE di lpse.blogdetik.com

Persiapan menuju LPSE Badung

19

Category : tentang iLMu tamBahan

Setelah sempat tertunda beberapa pekan, serta mengalami gangguan pada sistem operasi yang disuntikkan pada server, akhirnya halaman web LPSE Badung dinyatakan telah siap mengudara pada 11 Oktober 2010 pk. 17.40 wita. Bagi yang ingin tahu lebih awal, silahkan main ke halaman lpse.badungkab.go.id. Belum ada informasi apa-apa sih, tapi kelak halaman ini akan menyajikan informasi terkait paket-paket kegiatan yang dilelangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Badung, tentu saja yang masuk dalam ranah LPSE.

Sekedar mengingatkan bahwa LPSE atau Lembaga Pengadaan Secara Elektronik merupakan sebuah unit yang dibentuk oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk melayani proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara elektronik. LPSE ini sedianya akan menggunakan sistem aplikasi e-Procurement, sebuah sistem aplikasi pengadaan yang dikembangkan oleh LKPP, bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya. Adapun Ide untuk menerapkan e-Procurement di Indonesia sudah dimulai saat dikeluarkannya Inpres No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government.

Dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No.54 Tahun 2010 yang kelak bakalan menggantikan Keputusan Presiden No.80 Tahun 2003 secara resmi per 1 Januari 2011 nanti, masih tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pada Bab XIII Pasal 106 telah diatur pula terkait Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik dari ketentuan umum, lingkup hingga portal pengadaannya. Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Badung sendiri, terkait Implementasi e-Procurement telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Badung No.27 Tahun 2010 dan resmi diundangkan pada tanggal 7 Juni 2010. Adapun tujuannya adalah untuk memberikan kepastian hukum dan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, persaingan sehat dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah di Daerah dalam hal ini Kabupaten Badung.

Dalam prosesnya nanti untuk menuju peluncuran LPSE Badung secara resmi, masih banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan selaku Pengelola. Diantaranya adalah penyiapan gedung yang akan ditempati dan digunakan sebagai operasional LPSE, pembenahan ruang latihan serta administrasi hingga mengkoneksikan jaringan agar nantinya dapat digunakan baik untuk kepentingan pelatihan dan pelelangan.

Disamping itu, kami juga harus mampu memecahkan masalah terkait minimnya sumber daya yang dimiliki untuk dapat menjalankan sistem Pengadaan Secara Elektronik sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut bisa jadi dalam beberapa pekan kedepan, pelatihan adalah kegiatan yang menjadi fokus utama kami, mengingat baik PPK (Pejabat Pemegang Komitmen), Panitia dan Penyedia Barang/Jasa merupakan pelaku utama yang sangat berperan dalam proses Pelelangan ini kelak.

Hanya saja, memang harus saya akui bahwa untuk memulai sebuah impian yang mulia, dibutuhkan setidaknya dukungan dari semua pihak yang terkait didalamnya. Doakan saja agar kami bisa melakukannya dengan baik.

Hari Pertama Rakor LPSE Nasional

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Tampaknya saya mulai terbiasa dengan kegiatan baru seperti ini. Bangun di pagi buta, menyiapkan diri dan memasukkan beberapa perlengkapan kedalam tas kecil yang sedari kemarin malam sudah disiapkan oleh Istri dan berangkat menuju tempat tinggal seorang atasan untuk segera menuju airport Bandara Ngurah Rai.

Ini adalah kali kedua saya diberi kesempatan untuk dinas keluar daerah bersama rekan-rekan dari Pembangunan, jika yang pertama lalu dalam rangka Pendidikan LPSE kali ini untuk mengikuti Rapat Koordinasi LPSE Nasional sekaligus pengenalan InaProc serta mempersiapkan langkah selanjutnya bagi Pemerintah Daerah. Sedianya kami akan berada di Jakarta selama dua hari saja sesuai jadwal yang diberikan dan segera kembali begitu selesai kegiatan.

Rapat Koordinasi LPSE Nasional ke-4 (empat) yang diselenggarakan oleh LKPP ini dilaksanakan di Hotel Mercure Convention Centre Jakarta Utara, sebuah hotel yang letaknya dipinggir pantai Taman Impian Jaya Ancol. Bersyukur kali ini kami menginap ditempat yang sama sehingga tidak akan ada waktu yang terbuang akibat terjebak kemacetan Kota Jakarta untuk mengakses lokasi Rakor. Hanya beda lantai.

Peserta Rapat Koordinasi LPSE Nasional diikuti oleh seluruh lembaga LPSE yang ada di Indonesia, ditambah yang masih dalam tahap penjajagan hingga yang sama sekali belum pernah menyentuh sistem pengadaan barang dan jasa secara online ini. Maka bisa ditebak bahwa ini adalah ajang untuk saling berbagi rasa, berbagi pengalaman antara daerah atau provinsi satu dengan lainnya, demi mencapai satu harapan mulia di tahun mendatang.

Seperti halnya saat Pendidikan LPSE beberapa waktu lalu kami kemudian dibagi perkelas sesuai peran yang kami emban masing-masing, untuk diberikan pembekalan materi dan workshop, demikian pula adanya dengan Rakor LPSE ini. Masing-masing akan dibebankan satu tanggung jawab pasca pemaparan umum yang dilakukan pada hari pertama, yaitu E-Audit untuk peran Trainer, Kemitraan untuk peran Koordinator dan Inaproc untuk peran Administrator. Tiga peran inilah yang diundang kali ini untuk hadir dan ikut serta dalam setiap sesi yang telah dijadwalkan.

Jalan kami masih panjang, demikian hal yang terlintas dibenak saya sedari pagi tadi. Masih banyak hal yang harus dilakukan dalam mempersiapkan LPSE yang solid, entah itu terkait infrastruktur, anggaran yang akan digunakan, regulasi atau dasar hukum hingga personil yang nantinya akan berperan penuh sebagai relawan dimasa awal pembentukan LPSE. Kendati demikian, ini adalah tugas mulia yang wajib saya emban dan sudah sepantasnyalah saya memberikan hasil yang terbaik nantinya minimal ketika kami kembali ke daerah.

Satu hal yang tidak disangka adalah disini kami bersua orang-orang yang rupanya memiliki kedekatan satu sama lain, entah itu kedekatan lantaran pernah pendidikan LPSE bareng beberapa waktu lalu, sama-sama menempuh studi pasca sarjana hingga yang rupanya masih teman sekolah SMA hingga yang ada hubungan saudara. Wah, jadi rame deh pembicaraannya pasca Rakor.

Untuk saat ini tidak banyak yang bisa saya ceritakan, karena secara garis besar sebelumnya sudah pernah saya ungkapkan dalam satu tulisan khusus mengenai LPSE. Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik. Mungkin nanti, sepulang saya dari sini…

e-Procurement Inovasi Pelayanan Publik Sektor Pengadaan berbasis Teknologi Informasi

20

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang InSPiRasi

Pemanfaatan Teknologi Informasi sebenarnya bukan hal baru lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini. Banyak perubahan yang terjadi, rata-rata bahkan mampu menghadirkan inovasi-inovasi baru yang berpeluang besar dan berpengaruh diberbagai sektor kehidupan manusia.

Katakanlah pada sektor Telekomunikasi, dimana kini orang tak lagi diharuskan berhadapan atau bahkan membutuhkan sebuah perangkat pc hanya untuk mengakses dunia maya. Demikian pula pada sektor Perbankan, orang tak mesti datang dan antre didepan kasir hanya untuk menarik atau mentransfer sejumlah uang. Tujuannya hanya satu, untuk kemudahan yang dapat dirasakan oleh sebagian besar manusia dalam beraktifitas.

Maka tak heran apabila pemanfaatan Teknologi Informasi ini diharapkan pula mampu menghadirkan inovasi baru di sektor Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah terkait dengan buruknya kualitas pelayanan publik. Bahkan belakangan masyarakat memberikan kritikan pedas dan menciptakan sebuah jargon “kalau bisa dibuat susah mengapa musti dibuat mudah”. Diharapkan inovasi itu nanti dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

e-Procurement menurut Wikipedia adalah sebuah model aplikasi elektronik yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, yang berusaha mengatur transaksi bisnis melalui teknologi komputer, di mana proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara online.

Ide untuk menerapkan e-Procurement di Indonesia sebenarnya sudah dimulai saat dikeluarkannya Inpres No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government dimana dalam Lampiran I disebutkan bahwa e-Procurement dapat dimanfaatkan oleh setiap situs pemerintah. Terkait Pelaksanaan e-Procurement ini disebutkan pula dalam Keppres No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksaan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah tepatnya pada Lampiran I Bab IV Huruf D. Dalam perkembangannya sebagai penanggung jawab diberikan kepada Kementrian PPN/Bappenas.

LKPP atau Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada akhirnya dibentuk setelah Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Perpres No. 106 Tahun 2007 yang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyusun dan merumuskan strategi serta penentuan kebijakan dan standar prosedur pengadaan barang/jasa pemerintah termasuk pembinaan sumber daya manusia. LKPP juga diberi tugas untuk mengembangkan sistem informasi serta melakukan pengawasan penyelenggaraan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.

Menindaklanjuti tugas tersebut LKPP kemudian membentuk LPSE atau Lembaga Pengadaan Secara Elektronik, sebuah unit yang melayani proses pengadaan barang/jasa pemerintah  yang dilaksanakan secara elektronik. LPSE ini sedianya akan menggunakan sistem aplikasi e-Procurement, sebuah sistem aplikasi pengadaan yang dikembangkan oleh LKPP yang bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya. Selain sebagai pengelola sistem e-Procurement, LPSE juga berfungsi untuk menyediakan pelatihan, akses internet dan bantuan teknis dalam mengoperasikan sistem e-Procurement kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/Panitia serta penyedia barang/jasa, serta melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap penyedia barang/jasa.

Hingga bulan Desember 2009 tercatat sebanyak 34 LPSE yang tersebar di 19 provinsi dan melayani 47 instansi di Indonesia. Termasuk diantaranya LPSE Provinsi Bali dan LPSE Kota Denpasar. Terkait Pendidikan yang dilakukan beberapa waktu lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung mengirimkan 10 orang tenaga yang dianggap mampu menguasai bidang pengadaan barang/jasa pemerintah serta Teknologi Informasi. Salah satu tenaga tersebut adalah pemilik BLoG ini, PanDe Baik.

Sistem aplikasi e-Procurement yang dimaksud dapat diakses melalui alamat resmi milik LPSE yang dalam perkembangannya menggandeng Lembaga Sandi Negara atau Lemsaneg untuk menangani masalah Keamanan Data yang ada didalamnya. Lemsaneg ini menciptakan sebuah aplikasi bernama Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) yang terintegrasi dengan server di setiap LPSE.

Berbicara sistem aplikasi saat ini tentunya dalam implementasinya nanti masih banyak kekurangan yang akan ditemukan seperti halnya sistem aplikasi lainnya. Bahkan perusahaan raksasa sekelas Microsoft pun masih banyak menyisakan celah keamanan pada sistem operasi Windows yang mereka ciptakan. Untuk itu merupakan tugas kita bersama untuk menyempurnakannya demi sebuah tujuan mulia.

Dukungan antar komunitas keahlian tertentu diluar lembaga Pemerintah adalah hal yang barangkali memang ditunggu-tunggu. Tidak ada salahnya bukan, apabila kita ingin mengubah jargon yang tercipta dibenak masyarakat saat ini menjadi “kalau bisa dibuat mudah mengapa musti dibuat susah”.

Semoga saja.

* sebagian besar isi tulisan diatas dikutip dari buku Implementasi e-Procurement sebagai Inovasi Pelayanan Publik, LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

PanDe Baik : bersyukur pada saat Thesis tahun kmaren, sempat pula melahirkan www.binamargabadung.com yang merupakan satu usaha untuk mempublikasikan data jalan raya milik Pemerintah Daerah Kabupaten Badung yang secara kebetulan memiliki nafas yang sama dengan sistem aplikasi e-Procurement diatas.

Hari Terakhir Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE

12

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PLeSiran

Ada cerita unik disela proses penyampaian pembelajaran berlangsung tadi siang. Seorang Rekan dari Ende, Pak Ebby, yang secara kebetulan berada disebelah saya meminta agar saya berkenan memberikannya kontak dan dituliskan di buku Notes pemberian LKPP-LPSE. Secara iseng, saya menuliskan pula informasi tambahan selain nomor ponsel yaitu email, alamat BLoG dan akun profile FaceBook.

Pada saat Pak Ebby membaca alamat BLoG yang saya cantumkan, pelan Beliau mengatakan bahwa ‘rasanya pernah mengakses alamat ini hari kemarin. Kalo gak salah yang tulisannya tentang Hari Pertama Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE yang ada kata-kata ‘meninggalkan istri dan anak’ itu…

Sayapun tertawa ‘wah si Bapak sudah sempat mengakses toh ?’ rupanya oleh mesin pencari alamat di dunia maya memberikan hasil pencarian terkait pengalaman LPSE yang salah satunya ya tulisan saya itu. Beliau makin heran ketika membaca detail tulisan, ada menyebutkan salah satu daerah asal Peserta Pendidikan yaitu dari Ende. ‘wah, jangan-jangan si pemilik BLoG ini masih Peserta juga’ bathinnya. Hehehe…

Setelah letih seharian berhadapan dengan bahasa gaib (meminjam istilah seorang Rekan kerja yang dijejalkan langkah instalasi Linux Debian) yang merupakan materi terakhir dari proses Pendidikan e-Procurement oleh LKPP-LPSE, kami masih dipaksa untuk menunggu kedatangan satu dari dua mobil jemputan hingga waktu menunjukkan pukul 7 malam waktu setempat. Jengkel lantaran itu, kami akhirnya memutuskan untuk meluncur mencari lokasi makan malam.

Rekan kami, Pak Gung Suryanegara yang masa mudanya sempat malang melintang di Kota Jakarta menyarankan menu SeaFood di emperan seputaran Pasar Benhill yang terkenal murah namun memiliki ‘taste’ yang mewah. Maka jadilah kendaraan yang penumpangnya berhimpitan sesak satu sama lain diharuskan berpasrah diri kembali merayap dikemacetan jalan Kota Jakarta. Bersyukur dua senior kami, Pak Made Sudarsana dan juga Pak Gung ‘Bobby’ Rahmadi mampu mencairkan situasi dengan cerita mereka yang sangat menggelikan.

Setelah menanti kurang lebih 15 (lima belas) menit di Santiago SeaFood yang telah dipenuhi banyak orang dan tentu saja lengkap dengan pelayannya, kami disuguhkan menu 4 (empat) paket besar yang sebenarnya diperuntukkan bagi 12 (dua belas) orang untuk disantap dan dihabiskan tentu saja. Lantaran pak sopir tidak mau bergabung makan malam bersama kami, jadilah hamparan makanan yang dihidangkan dirasakan sangat berlebih. Bayangkan saja (perlu fotonya Kawan ? Hehehe… ), terdapat sekurangnya dua piring kerang bakar, empat porsi kepiting besar, udang, ikan laut, cumi tepung, otak-otak dan plecing ditambah 10 (sepuluh) air kobokan. Makan malam yang huebat, bathin saya.

Usai Pembantaian hewan air tersebut, sebenarnya masih ada keinginan untuk ikut bergabung dengan 3 (tiga) Rekan kami yang memutuskan untuk menghabiskan malam terakhir di Kota Jakarta ini, namun lantaran kondisi sudah mulai terasa menurun ditambah nyeri kepala, saya dan rekan lainnya memutuskan untuk tetap tinggal di hotel dan beristirahat.

…aaaahhh… lega rasanya… Selamat Tidur, Kawan…

Hari Ketiga Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Bisa jadi lantaran istirahat malam tadi sudah mulai terasa lebih dari cukup, sayapun terbangun di pagi hari dengan perasaan segar kendati tengkuk kiri sedikit nyeri, yah… satu hal yang biasa.

Tidak demikian dengan perubahan rencana diskusi yang sedianya dilakukan malam tadi, di sela sarapan pagi atasan kami mulai membagi tugas dan bertukar pikiran terkait pendidikan yang telah dilakukan selama 2 (dua) hari kemarin. Saya sendiri akhirnya ditunjuk sebagai Administrator (dalam sistem e-Procurement disebut Admin Agency) bersama seorang senior dari Dinas Perhubungan yang hingga kini masih secara rutin meng-update berita di portal resmi milik Pemda Badung.

Berkaitan dengan penugasan ini, maka untuk hari ketiga Pendidikan e-Procurement yang bekerja sama dengan LKPP – LPSE Pusat, salah satu dari kami didaulat untuk ikut serta menengok keberadaan LPSE Daerah yang direkomendasikan oleh Pusat, yaitu Jawa Barat, sedangkan satunya lagi tetap mengikuti Pendidikan seperti biasa.

LPSE Jawa Barat ini kami capai kurang lebih sekitar 2 (dua) jam perjalanan . Berlokasi disebuah kawasan perumahan yang bagi kami cukup asri mirip-mirip kawasan Taman Wisata Bedugul, lengkap dengan sejuknya suasana khas Kota Bandung. Kalo gak salah di kawasan Resort Dago Pakar.

Setelah berdiskusi sedikit terkait dengan pembentukan LPSE di daerah  sebagai bahan penjajagan kelak, kami diajak berkeliling gedung untuk melihat Ruang Server yang nantinya bakalan digunakan sebagai tempat penyimpanan sistem dan data lengkap dengan kriteria khusus berdasarkan pengalaman yang didapat, demikian pula Ruang Bidding, Help Desk dan Training bagi Penyedia Barang dan Jasa.

Dari pemaparan yang kami dapatkan, rupanya masih ada beberapa hal yang masih perlu untuk diketahui terkait dasar hukum yang akan digunakan untuk membentuk LPSE di daerah kami. Untuk itu pihak LPSE Jawa Barat memberikan bimbingan untuk menghubungi pihak yang lebih berkompeten dalam menjawab dan menguasai hal tersebut. Maka meluncurlah kami ke Gedung Sate di Pusat Kota Bandung, sebelum akhirnya bertolak kembali ke Jakarta.

Secara pribadi saya kagum pada beberapa atasan yang ikut serta menjajagi keberadaan LPSE Jawa Barat ini. Banyak hal yang dapat dipelajari dari mereka, dari pandangan, tukar pendapat hingga diskusi dalam kendaraan pun dilakukan sepanjang perjalanan. Walopun terkait dengan proses Pendidikan ini saya harus melewatkan salah satu materi yang tak kalah penting, namun sepertinya masih dapat saya pelajari lewat Buku Panduan (Manual) Sistem saat kembali ke daerah nanti.

Seperti halnya kemarin malam, kami akhirnya sampai di Hotel sekitar pukul 9 waktu setempat, tentu saja dengan kondisi yang sudah mulai kendor, lantaran perjalanan panjang dan melelahkan sepanjang Tol, namun tetap harapan saya secara pribadi, esok harus lebih baik lagi. Jadi tentu saja saya harus ber-Terima Kasih kepada Tuhan untuk hari ketiga ini…

Hari Kedua Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE

2

Category : tentang iLMu tamBahan

Ada satu hal yang selalu memenuhi kepala selama proses Pendidikan e-Procurement ini berlangsung, apakah ketika kami kembali ke daerah usai pendidikan akan mampu menerapkannya sesuai harapan ataukah hanya menjadi sesuatu hal yang mubazir seperti pendidikan atau pelatihan yang dilakukan sebelumnya ?

Memahami satu persatu makna yang terkandung dalam setiap sesi pendidikan semakin menguatkan keyakinan kami bahwa sebuah proses Pengadaan Barang dan Jasa akan mampu menekan atau meminimalkan segala tekanan atau kompromi yang selama ini selalu menghias dalam setiap langkah yang dilakukan oleh Panitia Pengadaan. Membuka peluang bagi banyak Penyedia Jasa dalam hal ini Rekanan Konsultan atau Kontraktor yang ingin bersaing atau berkompetisi secara sehat.

Memang harus diakui jika sistem ini masih tergolong baru dan belum sempurna untuk dilepas sedemikian rupa menggantikan Proses Pengadaan Barang dan Jasa sepenuhnya yang selama ini dipenuhi oleh intrik politik atau jalan tikus -meminjam istilah seorang Rekan- namun ada rasa optimisme dari sebagian besar Peserta untuk mengedepankan Transparansi Proses dan Efisiensi Biaya serta Waktu.

Selama seharian tadi cukup banyak masukan yang dapat kami kemukakan dalam rangka membantu pengembangan aplikasi nantinya, dengan memadukan pengalaman juga permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi secara nyata maupun teknis proses operasional dari sistem aplikasi ini. Sehingga ruang kelas Pendidikan tak ubahnya suasana Gedung DPR atau Perwakilan Rakyat yang dihujani Interupsi, namun bersyukur tingkat toleransi kami masih jauh lebih baik. Hehehe…

Secara proses Pendidikan saya bersyukur bisa dipandu oleh rekan-rekan Pengajar dari LPSE-LKPP yang dengan sabar melayani banyak pertanyaan kami dan penuh konsentrasi mampu menyelesaikan satu persatu persoalan yang kami kemukakan. Sungguh, memasuki Hari Kedua dari proses  Pendidikan e-Procurement ini sama sekali tidak membuat mata mengantuk sedikitpun.

Kendati begitu, saya pribadi bersyukur juga dengan adanya koneksi Wireless yang disediakan dan dapat digunakan secara free, hingga disela penjelasan ataupun rehat, kami tetap bisa terhubung dengan dunia luar melalui beberapa portal berita ternama, terutama terkait pandangan terakhir Pansus Century hingga bentrok demonstrasi yang terjadi di dekat lokasi Pendidikan kami.

Jelang akhir proses Pendidikan hari kedua ini saya cukup dikejutkan oleh tugas yang barangkali nantinya mau tidak mau harus saya emban sepulangnya kami dari sini. Apa itu ? nanti saya ceritakan deh…