Merasakan Dinginnya Pagi di Yogyakarta

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Waktu masih menunjukkan pukul 7.50 pagi waktu Bali saat burung besi Garuda Airways GA 251 menapakkan cakarnya di landasan Adisucipto Yogyakarta, tepat waktu dari apa yang telah diperkirakan sebelumnya.

Dikejauhan satu dua kendaraan berlalu lalang menghampiri setiap manusia yang tampak sudah tak sabar melakukan aktifitasnya hari ini. Dering nada pembuka ponsel mulai bersahutan terdengar menyapa setiap sapa yang ada di ujung sana. Mengabarkan keselamatan yang kami pinta sejak dini hari tadi.

Tak membutuhkan waktu lama hingga kami menjejakkan kaki di halaman depan Sheraton Yogyakarta, lokasi kali ini rupanya sangat dekat dengan parkiran pesawat yg terhenti dengan sempurnanya. Bau rumput yang diterpa embun seakan belum jua menyadarkanku dari dinginnya pagi di Yogyakarta.

Rupanya Kami datang jauh lebih pagi dari jadwal yang seharusnya ditentukan, namun itu semua lantaran tiada pilihan lain ketimbang menanti senja, maka jadilah kaki ini mulai berjalan mengelilingi area hotel untuk sekedar melihat sejauh mana esok bisa menggerakkan badan demi melanjutkan pola kehidupan yang baru.

Satu persatu tomat merah kuhabiskan, bekal dari ibu yang setia membelikanku setiap pagi di pasar dekat rumah, ‘hanya ini yang bisa aku beri untuk kesehatanmu Nak’ ucapnya. Mungkin hanya bisa bertahan untuk hari ini saja…

Menghadirkan satu Tim lengkap LPSE Badung di agenda Rapat Koordinasi Teknis LPSE yang diselenggarakan LKPP kali ini tentu bukannya tanpa alasan. Pembaharuan sistem dan aplikasi yang sudah mencapai rilis 4 membuat kami sedikit khawatir dengan perubahan pola kerja dan cara, sehingga merasa perlu dipahami oleh semua bidang, minimal satu dari setiap bidangnya.

Selama tiga hari kedepan, kami akan berada di sunyinya pagi Sheraton Yogya, tempat yang sejuk layaknya rumah, berdampingan dengan penduduk yang tak menunjukkan perbedaan kulturalnya. Jadi tak merasa jika ini Yogayakarta.

image

Banyak hal baru yang kulihat disini, dari candi Selamat Datang yang menyerupai bentuk Prambanan lengkap dengan ornamen khas bersejarahnya, ukiran yang menghiasi setiap sudut ruangan dan juga putusnya struktur atap membuat pikiran sedikit bertanya, apa maksudnya?

Terakhir melewatkan malam di Malioboro pertengahan tahun 1995, rangkaian Studi Tour yang kami lakoni beberapa saat sebelum perpisahan masa SMA, mengingatkanku pada banyak teman lama yang baru bulan lalu bisa berkumpul kembali di pernikahan kawan.

Entah apa yang akan kami kenang kali ini…

Merasakan Dinginnya Pagi di Yogyakarta

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Waktu masih menunjukkan pukul 7.50 pagi waktu Bali saat burung besi Garuda Airways GA 251 menapakkan cakarnya di landasan Adisucipto Yogyakarta, tepat waktu dari apa yang telah diperkirakan sebelumnya.

Dikejauhan satu dua kendaraan berlalu lalang menghampiri setiap manusia yang tampak sudah tak sabar melakukan aktifitasnya hari ini. Dering nada pembuka ponsel mulai bersahutan terdengar menyapa setiap sapa yang ada di ujung sana. Mengabarkan keselamatan yang kami pinta sejak dini hari tadi.

Tak membutuhkan waktu lama hingga kami menjejakkan kaki di halaman depan Sheraton Yogyakarta, lokasi kali ini rupanya sangat dekat dengan parkiran pesawat yg terhenti dengan sempurnanya. Bau rumput yang diterpa embun seakan belum jua menyadarkanku dari dinginnya pagi di Yogyakarta.

Rupanya Kami datang jauh lebih pagi dari jadwal yang seharusnya ditentukan, namun itu semua lantaran tiada pilihan lain ketimbang menanti senja, maka jadilah kaki ini mulai berjalan mengelilingi area hotel untuk sekedar melihat sejauh mana esok bisa menggerakkan badan demi melanjutkan pola kehidupan yang baru.

Satu persatu tomat merah kuhabiskan, bekal dari ibu yang setia membelikanku setiap pagi di pasar dekat rumah, ‘hanya ini yang bisa aku beri untuk kesehatanmu Nak’ ucapnya. Mungkin hanya bisa bertahan untuk hari ini saja…

Menghadirkan satu Tim lengkap LPSE Badung di agenda Rapat Koordinasi Teknis LPSE yang diselenggarakan LKPP kali ini tentu bukannya tanpa alasan. Pembaharuan sistem dan aplikasi yang sudah mencapai rilis 4 membuat kami sedikit khawatir dengan perubahan pola kerja dan cara, sehingga merasa perlu dipahami oleh semua bidang, minimal satu dari setiap bidangnya.

Selama tiga hari kedepan, kami akan berada di sunyinya pagi Sheraton Yogya, tempat yang sejuk layaknya rumah, berdampingan dengan penduduk yang tak menunjukkan perbedaan kulturalnya. Jadi tak merasa jika ini Yogayakarta.

Banyak hal baru yang kulihat disini, dari candi Selamat Datang yang menyerupai bentuk Prambanan lengkap dengan ornamen khas bersejarahnya, ukiran yang menghiasi setiap sudut ruangan dan juga putusnya struktur atap membuat pikiran sedikit bertanya, apa maksudnya?

Terakhir melewatkan malam di Malioboro pertengahan tahun 1995, rangkaian Studi Tour yang kami lakoni beberapa saat sebelum perpisahan masa SMA, mengingatkanku pada banyak teman lama yang baru bulan lalu bisa berkumpul kembali di pernikahan kawan.

Entah apa yang akan kami kenang kali ini…

Menunggu UpGrade SPSE 3.5 bagi LPSE Badung

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Jika saja boleh dikatakan tentang keberadaan kami LPSE Badung di gedung LKPP Jakarta merupakan salah satu LPSE yang paling cerewet dalam menyampaikan keluhan atau memberikan masukan atas kekurangan-kekurangan Sistem SPSE selama dua tahun ini, barangkali ada benarnya juga. Kunjungan kami sedari tanggal 21 s/d 24 Februari lalu selain untuk melakukan Train of Trainer bagi delapan Anggota baru Tim Pengelola LPSE Tahun 2012, adalah untuk menjaga silaturahmi dan pula penyampaian keluhan serta masukan tadi untuk yang kesekian kalinya. Sampai-sampai kami harus memohon maaf terlebih dahulu kepada para pimpinan disana, agar tak kenal lelah menerima kami baik per telepon, email atau datang langsung pada mereka.

Namun apa yang kami sampaikan baik keluhan atau masukan bukanlah hanya merupakan satu alasan klise agar kami bisa melakukan plesiran ke Jakarta seperti hal berita Detik tempo hari. Tidak kurang ada dua puluh poin yang harus kami sampaikan secara langsung, lantaran jika disampaikan per telepon ataupun email, latar belakang mengapa bisa terjadi permasalahan tersebut barangkali malah bisa blunder, tak dapat dipahami dengan baik. Terbukti, beberapa poin dari pertanyaan kami tersebut kelak akan diakomodir dalam waktu dekat, dan beberapa lainnya akan menjadi bahan pembahasan serta diskusi di LKPP.

Adapun beberapa diantaranya menyasar pada sistem kerja yang dilakukan oleh Admin Agency, posisi dimana saya bertugas terdahulu yang kemudian melakukan satu perubahan besar dari yang dahulunya melibatkan Panitia Pengadaan, kini berganti nama menjadi Unit Layanan Pengadaan. Sudah demikian, terdapat beberapa Bugs yang sangat mengganggu terkait paket lelang e-Proc yang telah diinputkan sejak awal, atau celah keamanan yang mampu kami lakukan untuk membobol Sistem SPSE dari Internal LPSE.

Lain lagi jika permasalahan itu datang dari sudut pandang Panitia atau yang kini disebut dengan ULP tadi. Diantaranya keberadaan PPK yang dahulu sempat tampil di Sistem SPSE kami harapkan bisa tampil kembali di sistem terkini untuk memantau paket Lelang yang diembannya selama berjalannya proses. Demikian pula opsi tambahan apabila terjadi keputusan Lelang Ulang. Pula persoalan Notifikasi atau Pengingat bagi para Panitia Pengadaan/Pokja dalam beraktifitas di halamannya masing-masing. Permasalahan-permasalahan ini ada yang merupakan masukan dari Rekan-rekan ULP yang dahulunya merupakan bagian dari Tim Pengelola LPSE Badung periode 2010/2011 dan juga hasil diskusi atas semua keluhan yang disampaikan kepada kami.

Disamping itu, ada pula terkait Agregasi yang diperuntukkan bagi para Penyedia atau Rekanan LPSE yang menjadi opsi paling besar untuk dipertanyakan mengingat kami, Tim Pengelola LPSE Badung generasi pertama belum mendapatkan suntikan pengetahuan saat sistem di-UpGrade setahun lalu. Baik masa waktu yang dibutuhkan ataupun bagaimana ekses yang ditimbulkan nantinya. Masih di ranah penyedia atau Rekanan LPSE, status Black List yang diperuntukkan bagi yang mbalelo pun kami pertanyakan. Harapannya tentu saja kelak gag akan ada Rekanan atau Penyedia yang berani ‘bermain’ atau ‘mengatur’ lelang seperti halnya proses Konvensional.

Selama empat hari pembelajaran bagi delapan anggota Tim kami yang baru, nyaris tidak ada perubahan ataupun pembaharuan sistem dalam SPSE versi terkini 3.2.5, seperti yang telah digunakan LPSE Badung sejak 10 Februari 2012 lalu. Meski demikian, satu teknologi yang patut kami syukuri rupanya ditanamkan pada jendela Administrator LPSE yang disebut dengan Smart Report. Teknologi ini kelak akan sangat membantu kami dalam membuat laporan pada pimpinan secara cepat, singkat dan tepat terkait sejumlah Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang diumumkan melalui halaman LPSE Badung, baik dari segi jumlah, efisiensi biaya yang mampu direkam hingga prosentase Rekanan atau Penyedia Lokal yang turut serta terlibat didalamnya.

Namun di hari ketiga pembelajaran, kami mendapatkan suntikan pengetahuan yang kelak bakalan tampil di Sistem SPSE versi 3.5 menyusul beberapa masukan dan keluhan yang kami sampaikan sebelumnya. Salah satu diantaranya adalah opsi atau fitur yang diberikan bagi Panitia Pengadaan atau yang kini di sebut dengan ULP ataupun Kelompok Kerja/Pokja, untuk melihat Reporting dari keseluruhan cara kerja mereka terkait ‘Siapa mengerjakan Apa’ dalam Paket Pengadaan yang ditangani. Opsi ataupun Fitur ini selain berfungsi untuk mengontrol siapa saja yang aktif dalam penanganan Paket Lelang tersebut (sekaligus melihat siapa yang tidak bekerja :p) dan siapa saja yang melakukan perubahan atas apa yang telah disusun sebelumnya. Terkait hal terakhir, bisa dikatakan bakalan mengakomodir permasalahan yang kami alami tempo hari, tepatnya saat Ketua Pokja tidak mengetahui siapa yang mengubah Jadwal Pengadaan yang telah disusun bahkan sempat pula menduga terjadi lantaran kesalahan sistem. Semoga kedepan saat Reporting ini sudah bisa diakses, semua pertanyaan dan dugaan bakalan bisa jelas terungkap.

Selain itu ada juga penambahan Field atau Kolom baru di jendela Panitia Pengadaan saat mereka mulai menyusun paket Lelang. Field tersebut adalah ‘siapa PPK yang memerintahkan dilelangkannya paket pengadaan tersebut dan Nomor Surat Permohonan yang diajukan’. Terkait ‘Siapa PPKnya, tentu bakalan menyambung pada permasalahan atau masukan yang dijelaskan diatas. Minimal nantinya PPK bisa memantau dan mempelajari proses lelang yang diajukan ke ULP lebih awal, sebelum menerbitkan SPPBJ diakhir Pelelangan.

Ohya, ada juga aktor baru yang kelak akan terlibat dalam Sistem SPSE ini. Namanya Auditor.

Auditor merupakan pelaku yang kelak ditugaskan untuk memeriksa proses Pengadaan sejak awal disusun hingga selesai dilaksanakan. Auditor ini bergerak diluar anggota Tim LPSE lainnya, yang ditunjuk berdasarkan Surat Tugas dari lembaga yang memerintahkannya. Surat Tugas inilah yang kelak menjadi Dasar aktifitas yang bersangkutan di Sistem SPSE LPSE terkait. Hubungan langsung seorang Auditor akan menyasar pada Administrator LPSE yang akan memberikan kuasa penuh sesuai Surat Tugas, baik pemberian UserID dan password serta seberapa jauh seorang Auditor melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah paket Pelelangan. Adapun jendela yang nantinya tampil bagi seorang Auditor kurang lebih sama dengan jendela Panitia Pengadaan ditambah opsi atau fitur tambahan Reporting tadi. Namun mengingat Tugas seorang Auditor adalah memeriksa Proses Pengadaan, tentu saja kelak dibutuhkan pula Seritifikasi bagi yang bersangkutan sebelum melaksanakan tugasnya.

Kira-kira begitu deh penggambaran yang mampu saya berikan terkait proses TOT, pembelajaran dan juga harapan kami akan pembaharuan Sistem SPSE nantinya. Trus kapan yah versi 3.5 itu bisa mulai digunakan ? :p

Rekaman Lensa Train of Trainer Tim Pengelola LPSE Badung 2012

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

…berikut beberapa Rekaman Lensa kegiatan Train of Trainer (TOT) di LKPP Jakarta, Gedung Smesco UKM Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan bagi Tim Pengelola LPSE Badung tahun 2012…

Pembukaan Kegiatan Train of Trainer sekaligus Pemaparan awal terkait LPSE oleh Pak Patria

Suasana pembelajaran di hari pertama, gambaran umum LPSE dan pelaku yang terkait didalamnya.

Diskusi Tim Pengelola LPSE Badung saat Coffee Break, di sela pembelajaran berlangsung…

Dua Pimpinan kami yang baru, ibu Ida Ayu Yutri Indahgustari, SE., MM. (kanan) Kabag Perlengkapan dan Asset Daerah serta ibu G.A.N.Rima Kusumadewi, SE., MSi (kiri) selaku Ketua LPSE Badung Tahun 2012.

Tiga Pilar generasi muda LPSE Badung yang memberi banyak keceriaan dan cerita lucu di sela pembelajaran… *tetap SEMANGAT !!!

Keakraban Tim Pengelola LPSE Badung, pagi 24 Februari 2012… semoga bisa tetap terjaga.

Berbagi informasi dengan Rekan LPSE dari Trenggalek, Halmahera serta Sumatera Barat…

Penutupan TOT oleh Pak Patria dan Mas Nanang pk. 14.30 WIB.

Penyerahan Sertifikat TOT bagi Tim Pengelola LPSE Badung yang diterima oleh Ibu kabag selaku Koordinator Harian…

Tim Pengelola LPSE Badung tahun 2012 berfoto dengan Tim LKPP Jakarta yang telah banyak memberikan inspirasi dan bimbingan sejak pertama kali kami melawat ke LKPP

…dan berikut Oleh-oleh dari LKPP Jakarta untuk www.pandebaik.com, yang telah berkesempatan tampil sebagai Pembicara dalam Rakor

Foto-foto lainnya dapat dilihat di album milik rekan kami, Wayan Adi Sudiatmika di alamat berikut

Menanti Tim LPSE Formasi 2012 Siap Beraksi

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Jika boleh saya ibaratkan, bahwa aktifitas kami Tim Pengelola LPSE yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Badung Januari lalu sudah mulai menampakkan gigi susunya hari ini. Jujur, apa yang saya harapkan ketika didaulat sebagai Sekretaris LPSE Badung menggantikan Pak Made Sudarsana beberapa waktu agaknya pelan-pelan merangkak sesuai harapan.

Train of Trainer yang kami usulkan untuk delapan orang Tim Pengelola LPSE yang baru, selain menjadi modal awal atau satu pendidikan dasar bagi mereka, pula kami gunakan untuk mengakrabkan suasana kerja yang selama ini masih agak kaku lantaran ada ewuh pakewuhnya. Kini, kami mulai bisa memahami karakter mereka satu demi satu walau belum secara mendalam. Paling tidak yang namanya keakraban untuk berdiskusi sudah mampu diciptakan.

Sedang bagi saya pribadi tentu saja minimal ada keberanian untuk berbicara secara langsung dengan mereka tanpa ada rasa sungkan lagi serta harapan agar semangat belajar dan keingintahuan itu tetap dapat dipupuk sejak dini.

Ngomong-ngomong soal aktifitas kami selama dua hari ini bisa dikatakan hampir didominasi dengan cuci otak terkait pemahaman aplikasi SPSE, agar setidaknya nanti saat kami kembali bertugas di LPSE Badung, mampu mengisi waktu luang untuk memperdalam ilmu bahkan mencoba untuk menularkannya kepada para Rekanan Penyedia yang datang maupun mengatasi kesulitan yang dialami oleh Rekan Panitia ULP selama proses Pengadaan.

Di sela pembelajaran, bersyukur kami masih sempat berbagi cerita dengan LPSE daerah lainnya seperti Sumatera Barat, Halmahera dan juga Trenggalek, sharing informasi terkait bagaimana perjalanan kami terdahulu saat membentuk LPSE Badung, tips dan trik yang kami temukan dalam perjalanan menggunakan aplikasi ataupun hal-hal Teknis yang tidak kami dapatkan saat pendidikan di LKPP Jakarta.

(Foto diambil oleh Wayan Adi Sudiatmika, Kamis 23 Februari 2012 di Ruang 1701, TOT LPSE Badung, LKPP Jakarta)

Fiuh… ternyata menjadi seorang Sekretaris LPSE yang baik dan benar itu melelahkan jua. Pantas saja jika Pak Made Sudarsana, senior kami di LPSE formasi 2010/2011 dahulu kerap tampak berpikir dengan kerasnya disela kegiatan yang kami lakukan. Banyak hal yang harus dipikirkan rupanya.

Berat Badan bahkan sempat Turun hingga 4 Kg selama posisi ini saya emban, namun entah akan naik berapa Kilogram lagi sekembalinya kami ke tanah asal Jumat malam ini, mengingat selama berada di Jakarta bisa dikatakan soal makan jauh lebih teratur ketimbang saat beraktifitas di kantor.

Jelang hari terakhir pendidikan rupanya Tuhan memang berkenan untuk berkehendak sesuai dengan harapan kami. Pertama bahwa tujuan dilakukannya TOT, minimal sudah dipenuhi. Kedua soal keakraban pun sudah mulai mencair meski jadi agak aneh berada dilingkungan anak muda (meski saya pribadi tergolong masih muda juga, hehehe…) dan ketiga, beberapa masukan pula pertanyaan yang kami ajukan di hari pertama pendidikan sudah diakomodir dalam Aplikasi SPSE yang baru dan setidaknya kesulitan yang kami dapatkan dua minggu terakhir kelak akan dapat diatasi sesuai harapan.

…waktu sudah menunjukkan pukul 00.05 Wita… saatnya untuk berkemas dan tidur… sebab malam nanti, kami akan kembali menuju tanah asal dan siap untuk beraksi…

Hari Pertama TOT yang mendebarkan

2

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Barangkali inilah sesi pembelajaran atau biasa kami sebut dengan istilah TOT Train of Trainer, yang kelak bakalan selalu saya kenang sebagai yang terbaik. Meskipun lawatan kami di beberapa waktu lalu bersama Tim Pengelola LPSE formasi awal sangatlah menggelitik hati…

Bisa jadi lantaran dalam kesempatan terdahulu saya masih berada di posisi nerimo jadi, tinggal jalan dan mengikuti apa yang sudah diatur oleh Sekretaris LPSE Bapak Made Sudarsana, seorang senior dan guru yang begitu saya hormati, dari pemesanan tiket pesawat, pengaturan bagasi, transportasi menuju lokasi pembelajaran hingga urusan makan malampun dihandle dengan baik. Sebaliknya, kini saya sendiri mau tidak mau ya ikut turun mengurusi hal itu. Walaupun belum sampai pada tahap menangani semua, minimal ada inisiatif untuk ingin tahu, belajar dan melakukannya.

Posisi terkini sebagai Sekretaris LPSE Badung sesuai dengan Surat Keputusan Bupati yang dikeluarkan awal Desember Tahun 2011 lalu tentu saja mendatangkan banyak beban pikiran bagi saya pribadi. Jujur, hingga dua minggu pertama saya masih kerap menghubungi Pak Made untuk memohon informasi, trik dan Tips secara personal. Tiba-tiba saja saya merasa ‘waduh, kerjaan saya apa saja yah ?’ ‘mau ambil porsi yang mana ?’ ‘kira-kira mampu gag yah?’ hingga hal hal yang ‘nanti kalo pas lagi di Jakarta, gemana dong ?’. pokoknya gag ada satu haripun yang terlepas dari pikiran dengan aman dan tentram.

Rencana TOT ini pula sebenarnya sempat membuat pikiran tak nyaman. Malah bisa dikatakan bahwa berat badan mendadak turun 4 Kg sejak awal ide dicetuskan beberapa saat jelang Donor darah hari sabtu lalu. Sedari permohonan, pengunduran jadwal hingga berusaha mendapatkan jawaban sesuai tenggat waktu yang disediakan sungguh merupakan satu pengalaman unik yang barangkali patut saya syukuri sejak awal. Benar-benar satu kisah yang barangkali tidak akan saya dapat jika masih nerimo jadi, kayak dulu.

Bersyukur juga bahwa berkah yang saya terima saat Rakorbang LPSE di Sanur Paradise beberapa waktu lalu, sempat mendekatkan hubungan dengan beberapa komandannya LPSE hingga malah tak percaya jika ternyata Pak Ikak Patriastomo masih mengingat gegap gempita Nonton Bareng Final Sepakbola yang memanfaatkan TV Tuner yang saya bawa. Maka jadilah pertemuan kami siang tadi di lantai 7 Gedung LKPP Smesco Jakarta membawa kesan tersendiri bahwa pada akhirnya bisa jua bertemu muka dengan Beliau secara langsung dalam kesempatan pribadi.

Tidak hanya itu, sesuai Misi kami sejak awal untuk membawa dua puluhan pertanyaan terkait Proses inputting data oleh Admin Agency, permasalahan yang terjadi dan dialami oleh Panitia/ULP hingga soal Agregasi, Black list dari Verifikator rupanya secara langsung ditanggapi khusus oleh Bapak Nanang dan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama. Beberapa diantara pertanyaan tersebut rupanya telah diakomodir dalam Aplikasi SPSE versi berikutnya dan beberapa lainnya lagi malah menjadi bahan diskusi untuk dibahas lebih lanjut.

Maka jadilah waktu berjalan begitu cepat dan menegangkan tentu saja. Jujur, ini merupakan satu pengalaman yang mendebarkan bagi saya pribadi.

Tentu masih banyak kisah lain lagi yang terjadi seharian ini yang seharusnya mampu saya ceritakan disini. Namun karena pagi sudah menjelang, dan mata sudah mulai mengantuk, dengan terpaksa disudahi dulu. Tapi yang namanya pikiran tetaplah menerawang jauh…

Kira-kira, Pembelajaran Rabu ini pengalaman apa lagi yah yang bakalan saya dapatkan ?

Jakarta Pagi ini

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Tersadar di pagi buta… pikiran langsung mengingat dua wajah yang biasanya menghiasi bangun tidurku, MiRah dan ibunya,

Tak ada tangan kecil yang kerap memelukku erat serta memojokkanku hingga ke bibir tembok, tak ada suara sapu dan hentakan kursi yang dibersihkan hingga membuatku terjaga. Aku bangun di ketinggian Kota Jakarta.

Entah kali keberapa aku pernah menyambanginya, meski pada awalnya sudah tak ingin lagi untuk kembali, mengingat panas, macet dan hiruk pikuk kehidupan yang mengalir disini.

Selamat Pagi Jakarta…

“………………..”

Di kejauhan aku melihat denyut nadi yang mulai berdetak pelan, merambat hingga nanti akan berpacu melawan waktu…

“………………..”

Sesuai jadwal, kami akan memulai hari ini dengan bersua kawan lama di LKPP, Gedung Smesco jalan Gatot Subroto. Mas Nanang, Mas Arso dan pria pria yang tempo hari meramaikan Rakorbang di Sanur Paradise termasuk pula Pak Ikak Patriastomo tentu saja. Rencananya sih untuk memperkenalkan sistem SPSE kepada anggota baru tim Pengelola LPSE tahun 2012 sekalian mengulitinya hingga benar-benar paham sekembalinya ke Bali hari Jumat nanti.

Jadi gag sabar…

Ehm, musti mulai dari mana yah ?

Selamat dan Sukses Rakornas LPSE ke-7 di Sanur Paradise Bali

2

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

…akun Twitter @LPSEBadung 20 Oktober 2011, yang disampaikan langsung dari Lokasi rencana pelaksanaan Rakornas.

“Sore ini kami bersama”LPSE Prop.Bali dan Kota Denpasar menghadiri undangan Pertemuan Koordinasi ke-7 dari LKPP Jakarta”

“Adapun Agenda hari ini adalah pemaparan Rencana dan persiapan Rakornas ke-7 LPSE yang sedianya dilaksanakan di Bali”

“Rakornas ke-7 LPSE Nasional ini akan diselenggarakan pada tanggal 21-23 November 2011 dgn Tema “Bersatu Mengawal Pengadaan Bebas Korupsi”

“Untuk Panitia Pelaksana nantinya akan dipimpin oleh Tim e-Proc LKPP dan dibantu oleh Tim LPSE Prop.Bali, Kota Denpasar dan @LPSEBadung”

“Lokasi Kegiatan #RakornasLPSE sedianya dilaksanakan di Sanur Paradise Plaza Hotel bekerja sama dengan Grand Bali Beach”

“Peserta Rakor dapat melakukan Registrasi Online di halaman LPSE Nasional hingga 1 November 2011”

“Dari @LPSEBadung mengirimkan 8 orang wakil dari Tim generasi pertama dan kedua”

“Masih berkaitan dengan #RakornasLPSE pd tgl 20 November nanti rencananya akan diadakan AP e-GP Conference di Hotel Intercontinental Jimbaran”

“Adapun AP e-GP Yang dimaksud adalah Asia Pasific Regional electronic Goverment Procurement Conference

“Tujuan dilaksanakannya AP e-GP Conference ini adalah percepatan Pengadaan Barang Jasa yang Transparan dan Akuntabel

“Utk #RakornasLPSE sedianya akan dibuka pada tgl 21 November 2011 siang. Sebagai pembicara pertama oleh Wamen PPN Lukita D Tuwo”

“Dibandingkan #RakornasLPSE sebelumnya, kali ini akan ada Paparan e-Proc dari Negara lain -Korea Selatan dan Philipina-“

“Pada hari kedua, Diskusi dipecah menjadi 3 Topik Bahasan, salah satunya terkait Agregasi Data dan Infrastruktur”

“Dalam rangka #RakornasLPSE, LKPP memberikan kesempatan kepada LPSE di seluruh Indonesia utk penyusunan Paper terkait Tema yang diangkat”

…akun Twitter @LPSEBadung 21 Oktober 2011, yang disampaikan langsung dari Lokasi rencana pelaksanaan Rakornas.

“Selamat Pagi rekan @LPSEBadung, hari ini adalah session kedua Rapat Persiapan Panitia Rakor LPSE Nasional di Paradise Plaza Hotel”

“Session kedua, LKPP memperkenalkan halaman web penyelenggaraan #RakornasLPSE yang dapat diakses melalui alamat rakor.eproc.lkpp.go.id

“Di Halaman web #RakornasLPSE, peserta dapat memperoleh semua info Kegiatan sekaligus mendaftar secara Online”

“Selain itu hlmn web #RakornasLPSE dilengkapi pula dgn Agenda Kegiatan, unduhan materi& Peta lokasi agar Peserta memiliki gambaran sejak dini”

“Rapat Bersama Panitia Pusat dan Lokal Persiapan Rakor LPSE Nasional sesi ke-2 ditutup secara resmi oleh Tim LKPP Pusat”

…akun Twitter @LPSEBadung 03 November 2011, yang disampaikan langsung dari kantor @LPSEBadung di Mangupura Praja Mandala.

“Selamat Pagi Rekan @LPSEBadung, Selamat beraktifitas hari ini, jangan lupa sarapan dan tetap berlaku jujur”

“Dalam beberapa hari kedepan, @LPSEBadung bersama Kota Denpasar dan Prov.Bali akan turut serta mensukseskan Rakornas LPSE ke-7”

“Adapun Rakornas LPSE ke-7 akan diselenggarakan di hotel Sanur Paradise bekerja sama dengan Grand Bali Beach, 21 s/d 23 November 2011”

“Dengan mengusung Tema “Bersatu Mengawal Pengadaan Bebas Korupsi” Rakornas LPSE ke-7 mengundang seluruh LPSE yang telah berdiri se-Indonesia”

“Untuk Sebaran LPSE di seluruh Indonesia dapat dilihat pada halaman berikut maps.google.com/maps/ms?vpsrc=…

“Bersamaan dengan Rakornas LPSE ke-7 akan diselenggarakan pula Asia Pacific Regional E-GP Conferrence di Hotel Intercontinental Jimbaran-Bali”

“LKPP akan menetapkan 100 Koordinator LPSE yang turut serta dalam Rakornas LPSE ke-7 untuk hadir pada Asia Pacific Regional E-GP Conferrence

“Kehadiran 100 Koordinator LPSE sbg apresiasi atas keberhasilan dlm mengimplementasikan pengadaan scr elektronik di instansinya masing-masing”

“Untuk Registrasi dan Info lebih lanjut terkait Rakornas LPSE ke-7 silahkan akses halaman rakor.eproc.lkpp.go.id

“dari 3 hari Agenda Kerja Rakornas LPSE ke-7 kali ini, Materi Utama akan diberikan pada hari ke-2 dengan pemaparan 9 materi pilihan”

“Adapun 9 Materi pilihan Rakornas LPSE ke-7 tersebut akan dibagi menjadi 3 kelas dalam 3 sesi pertemuan”

“Bagi Rekan @LPSEBadung yang ingin mengetahui materi Unduhan, dapat diakses pula dari halaman yang sama di rakor.eproc.lkpp.go.id

“Count Down Menuju Rakornas LPSE ke-7 di Hotel Sanur Paradise terhitung 18 Hari 4 jam 11 menit dan 6 detik :p”

“Untuk informasi lebih lanjut terkait LPSE dan info Pengadaan lainnya, silahkan mampir ke halaman blog LPSE di lpse.blogdetik.com