Liburan ndak Sesuai Harapan

Category : tentang PLeSiran

Rasanya masih kurang sebenarnya.
Liburan cuma sehari.
Itupun waktu yang sebetulnya ingin santai dilalui, malah diburu ndak jelas. Padahal harapan ingin mengenalkan suasana baru sambil jalan tapi jadinya kok malah emosi ndak karuan.
Ini kali pertama dan terakhir deh mengajak keluarga melenggang begini. Jadi ndak sreg menjalani liburan.

Yah, mungkin karena terbiasa nyaman akan satu hal sehingga pilihan ya ditetapkan itu itu saja sasarannya. Padahal jenuhnya minta ampun.
Sesekali ambil rute baru boleh dong sebetulnya.
Cuma ya karena semua gak sepaham, harapan pun jadi tinggal harapan.
Maka gegara emosi sesaat rusak liburan seharian. Ini bawaan kok mengeluh aja perasaan.

Tapi sudahlah.
Setelah ngebut dari Sidan Gianyar sampe ke Batuan, lalu mencoba ikhlas menerima kenyataan bahwa ini memang habbit keluarga yang harus diterima, akhirnya jalan pulangpun dilalui so and so lagi.

Liburan sehari kok ya ndak sesuai harapan…

Besok ya mau ndak mau, suka ndak suka, ya musti balik lagi pada kesibukan dan rutinitas. Yang hampir selalu bikin galau dan penat…

Liburan

Category : tentang PLeSiran

Jenuh dengan pekerjaan, Jenuh dengan rutinitas, sepertinya saya memang perlu liburan bersama keluarga. Karena liburan asyik sendiri atau bersama rekan sejawat sudah terlalu mainstream.

Ide dadakan selalu lebih jelas tujuannya, ketimbang yang direncanakan jauh jauh hari. Jadi meskipun pekan ini ada waktu libur sehari lebih panjang dari biasanya, keputusan itu baru diambil sabtu pagi kemarin.

Modal nekat

Berbekal nomor kontak private villa terdahulu, penginapan pun dipesan tanpa konsultasi lagi.
Setelah itu, cari rute makan malam di seputaran lokasi, lantaran tahun lalu sempat kelabakan, dan terakhir hunting obyek wisata kunjungan esok harinya.

E G P

Ah ya, sekali ini saja, saya musti bisa tinggalkan semua, kewajiban, tugas, tanggung jawab, lari dari kenyataan dan menenggelamkan diri dalam liburan.
Persetan dengan Jalan Lingkungan.
Persetan dengan anggota Dewan.
Pikiran sudah terkontaminasi begitu jauh setahun ini.
Harus dibersihkan sekali kali.

Quality Time

Lama ndak bersantai dengan anak anak. Kali ini nyebur ke kolam air tawar, yang setahun lalu cuma diisi kamk bertiga. Kali ini berenam. Termasuk Ibunya anak anak dan tentu saja bayi kami Ara. Tambah Prasta, ponakan dari almarhum kakak. Ini pertama kalinya ia ikut liburan bersama kami.

Jauh dari rutinitas.
Jauh dari kebisingan.
Jauh dari segala beban yang ada.

Meski sebentar lagi, ya harus kembali pada kenyataan yang sebenarnya.

Mau Liburan 3H2D ke Bali Menyenangkan dan Terjangkau? Baca Tips nya Disini

Category : tentang PLeSiran

Siapa bilang kalau mau liburan ke Bali butuh waktu panjang dan budget yang menguras dompet ?

Sekarang Kalian ndak perlu khawatir lagi, karena sekarang kita kupas tuntas semuanya, mulai dari transportasi, penginapan, tempat wisata, restoran, dan aktifitas yang dapat dilakukan selama liburan di Bali. Ditambah lagi, Kalian dapat belanja online hemat perlengkapan yang diperlukan selama liburan di Bali seperti bikini, kamera, tongkat selfie atau koper jalan-jalan dengan menggunakan voucher diskon atau kupon eksklusif yang disediakan oleh website online coupon, seperti Saleduck.

Nah sudah pada ndak sabar kan untuk cari tahu bagaimana liburan murah ke Bali ini bisa menyenangkan akhir pekan Kalian, yuk mari disimak baik-baik.

Persiapan Transportasi, Penginapan, Tempat Makan dan Tempat Hiburan
Untuk persiapan perjalanan ke Bali, baiknya dilakukan minimal 1 bulan sebelumnya supaya lebih matang dan murah.

? Pertama, cari promo dan kursi gratis tiket pesawat ke Bali. Biasanya maskapai AirAsia, Lion Air atau Citilink paling banyak mengadakan promo ini, tetapi jangan salah loh Kalian juga bisa naik pesawat Garuda Indonesia yang memberikan full board service dengan harga cukup terjangkau ke Bali mulai dari harga pp dibawah 1 jutaan

? Kedua, lakukan reservasi secara online untuk penginapan di Bali. Kenapa ndak cari langsung saja pas sampai di Bali ? Nah, kebanyakan hotel akomodasi akan memberikan harga normal untuk walk in customer, supaya mengirit waktu. Mending reservasi online dulu untuk mendapatkan penginapan terbaik yang sesuai dengan budget dan lokasi strategis. Ada beberapa hotel dibawah Rp 300.000,- yang cocok bagi semua kalangan dan berlokasi startegis di Kuta, seperti The Oasis atau Tune Hotel.

? Ketiga, cari jasa transportasi yang ingin digunakan selama di Bali. Kalau Kalian suka berpetualang dengan motor, di Bali Kalian dapat menemukan berbagai rental motor dengan harga murah mulai dari Rp 100.000 per hari, atau booking sewa mobil online yang dapat Kalian temukan disini, mulai dari harga Rp 200.000.

? Keempat, cari tahu restoran yang menyajikan makanan dan tempat oleh-oleh khas Bali dengan harga lokal. Beberapa rekomendasi makanan khas Bali yang harus Kalian coba, seperti Nasi Jinggo mulai harga Rp 3.000, Ayam Betutu Men Tempeh mulai harga Rp 30.000, atau Babi Guling Warung Ibu Oka mulai harga Rp 45.000

? Yang terakhir nih, mulai deh beli tiket masuk untuk tempat wisata di Bali secara online karena ini akan sangat menguntungkan, selain Kalian dapat menemukan diskon potongan hingga 50% yang cuma diberikan kalau beli online, Kalian juga ndak perlu capek-capek untuk mengantri atau was-was kalau kehabisan tiket masuk. Banyak tempat wisata yang menarik di Bali, seperti Bali Safari dan Marine Park, Waterboom Bali, dan Bali Bird Park.

Hari Pertama
Bisa jadi Kalian tiba di Bali sekitar siang menjelang sore atau bahkan malam hari, nah supaya bisa langsung menikmati landmark dari Pulau Bali, langsung saja deh kita pergi ke arah barat daya yaitu Tanah Lot. Perjalanan sekitar 30 menit hingga 1 jam dari Kuta. Disini Kalian dapat menikmati pemandangan sunset yang menakjubkan dan Pura ditengah lautan, jika Kalian beruntung tidak ada salahnya untuk coba menyebrangi lautan menuju pura tersebut. Harga tiket masuk sekitar Rp 7.500 – Rp 10.000/ orang.

Tanah Lot PanDeBaik

Pastinya akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Bermanja ria di Pantai Kuta bisa menjadi opsi kedua jika tidak sempat untuk ke Tanah Lot. Banyak hal yang dapat dilakukan disini, mulai dari bermain air di sepanjang pesisir pantai, jalan-jalan di Discovery Mall, window shopping dan beli cenderamata di gerai lokal di sepanjang Jl. Raya Kuta atau Matahari Kuta Square.

Pastikan pada malam hari Kalian bersiap untuk mengunjungi Jl. Legian, karena kehidupan malam disini selalui ramai dipenuhi oleh orang bule yang party di bar dan kafe. Selain itu, jangan lupa untuk menyempatkan diri berfoto di Tugu Peringatan Bom Bali.

Opsi yang lain, Kalian dapat juga mengunjungi Hard Rock Cafe di Jalan Pantai Kuta, Party dengan para DJ terbaik dunia di Potato Head, atau menikmati keindahan malam Pantai Kuta di Ku De Ta. Jika Kalian memilih untuk mendapatkan pengalaman ber-party di 3 tempat oke di Bali, siapkan minimal Rp 200.000 di dompet Kalian.

Hari Kedua
Nah siapkan energi, kaki, dan kamera Kalian, karena di hari ini Kalian akan mengumpulkan berbagai pengalaman menakjubkan yang akan menjadi magnet untuk Kalian kembali ke sini. Pastikan bangun di pagi hari dan langsung menuju arah timur laut Pulau Bali. Melihat megahnya Pura Besakih yang merupakan salah satu pura Agama Hindu terbesar di Bali (Tiket masuk sekitar Rp 15.000/ orang), makan siang di Kintamani dengan pemandangan Danau dan Gunung Batur dengan hawa sejuk (banyak restoran dengan harga kisaran Rp 50.000 – Rp 100.000), menikmati suasana romantis di Pura Ulun Danu Batur (Tiket masuk Rp 7.500 – Rp 10.000/ orang), mampir untuk mencuci beberapa bagian tubuh untuk membuang segala yang buruk di Pura Air Suci umat Bali Hindu Tirta Empul – Tampak Siring (Tiket masuk sekitar Rp 15.000/ orang), menyempatkan diri untuk mengenal kebudayaan Bali dan hutan monyet di kawasan seni Ubud (Tiket masuk sekitar Rp 30.000- Rp 40.000/ orang), lalu jangan lupa untuk berbelanja pakaian dan oleh-oleh khas Bali murah di Pasar Sukawati, seperti daster khas Bali dengan harga 30.000 atau sandal jepit dengan hiasan bunga kamboja dengan harga Rp 20.000.

Macan panDe Baik

Saat malam, ketika badan sudah lelah tetapi semangat tetap terjaga, nah aktifitas yang paling tepat adalah habiskan malam terakhir Kalian dengan program Night Safari di Bali Safari Marine Park (Tiket masuk sekitar Rp 350.000 – Rp 500.000/ orang). Dijamin pengalaman hari ini sangat melelahkan tapi tak terbayarkan.

Hari Ketiga
Oh No. Sudah harus pulang lagi nih. Baiklah jangan bersedih dulu, karena bangun di pagi hari dan langsung menuju ke daerah selatan Bali pasti akan membuat hari terakhir Kalian jadi lebih istimewa. Langsung menuju Uluwatu yang merupakan selatan dari Pulau Bali dan destinasi surfing terbaik ke 4 di dunia (Tiket masuk sekitar Rp 20.000/ orang). Berjarak sekitar 13 km dari Pura Luhur Uluwatu, sempatkan untuk berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, dimana Kalian dapat melihat patung raksasa dari Dewa Wisnu setinggi 75 meter (Tiket masuk sekitar Rp 50.000 – Rp 60.000/ orang).

Jimbaran PanDe Baik

Dan yang terakhir, makan di pinggir Pantai Jimbaran juga akan menjadi pilihan yang sangat menyenangkan sambil menunggu jadwal penerbangan Kalian, dimana Kalian dapat menjangkau Bandara Ngurah Rai International Airport hanya dalam waktu 30 menit (Harga makan sekitar Rp 50.000/ orang).

(Guest Article)

Menunggu GA 412

Category : Cinta, tentang PLeSiran

GA 412 @IndonesiaGaruda jadwal 19.30 WIB akhirnya berangkat sekitar pk. 23.30 WIB. Tiba perkiraan 02.10 Wita dari rencana 22.55 Wita ? 4 jam

Garuda Indonesia PanDe Baik 1

Yup. 4 jam Delay.

Ini kali pertama sepengetahuan saya pengalaman terbang bersama Garuda Indonesia, bisa delay selama itu.
Tapi penundaan penerbangan ini gak sendiri kok. Lion Air, terlepas dari image yang mereka punya, termasuk yang mengalami penundaan sama dengan Garuda. Setidaknya itu yang diungkap bapak sebelah saya berdiri saat memeriksa kembali layar monitor pantauan terbang di terminal Kedatangan Domestik sekitar pukul 01 dini hari tadi.

Informasinya sih penundaan diakibatkan karena perubahan cuaca di tujuan alias Bali. Memang benar, sedari tiba di Bandara Ngurah Rai tadi, angin terasa lebih kencang bertiup, bahkan pepohonan pun bergerak tak biasanya.

Saya belum kebayang bagaimana ekspresi Mirah, putri pertama saya yang ikut dalam penerbangan GA 412 mengingat ini kali pertama pengalamannya terbang di angkasa.

Garuda Indonesia PanDe Baik 0

Capek ya ?
Jelas.

Tapi rasa capek yang ada rasanya langsung hilang begitu istri menghubungi sekitar pukul 02.20 tadi. Masih menunggu bagasi katanya.
Ya sudah… Tinggal pulang aja berarti.

Hmmm… Sepertinya ada yang bakalan terlambat ngantor hari ini.
Hanya dapat tidur selama sejam saja. Itupun ndak nyenyak dan ndak nyaman…

Nikmati Liburan Akhir Pekan, Berburu Hotel lewat Traveloka

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

Dua tahun terakhir rasanya saya lebih suka melewatkan waktu libur di akhir pekan dengan cara menginap di obyek wisata tertentu atau penginapan terdekat dari lokasi wisata yang beken dikenal dekat dekat rumah. Tentu dengan mengajak anak-anak serta, ikut dalam misi liburan, refreshing suasana dan menebus rasa bersalah karena hingga kini, saya belum pernah mengajak keluarga berwisata ke luar daerah, di sela perjalanan dinas yang saya lakukan selama ini.
Sebagaimana yang sering dilakukan oleh ratusan PNS di luar sana.

Maka Bedugul, Ubud, hingga obyek wisata Air Panas Penebel pun coba dilakoni satu persatu.

Meski tidak di setiap akhir pekan, berhubung terkendala agenda, biaya dan juga kesempatan, namun minimal momen tertentu kami upayakan bisa dimanfaatkan dengan baik.
Libur panjang, Lebaran atau Libur sekolah, coba disempatkan sekali dua untuk bersantai sejenak dua hari satu malam tanpa beban.
Membunuh ponsel dan menikmati Quality Time bersama keluarga.

Adalah Traveloka. Satu diantara banyak pilihan aplikasi yang saya manfaatkan untuk mencari tahu hotel atau penginapan yang ada di sekitaran lokasi atau obyek wisata yang ingin kami kunjungi.
Dengan memasukkan tujuan destinasi juga waktu menginap, Traveloka akan memberikan sejumlah hasil berdasarkan tingkat kepopuleran review dari mereka yang sebelumnya pernah memanfaatkan aplikasi untuk melakukan hal serupa.
Bila dibutuhkan, tersedia beberapa pilihan filter lanjutan diantaranya kisaran biaya, fasilitas yang diharapkan ada, hingga nilai review atau kelas dan bintangnya.
Cukup memuaskan kok hasilnya.

Namun untuk langkah pemesanan hotel, saya lebih suka menghubungi nomor kontaknya langsung ketimbang memesannya lewat aplikasi Traveloka. Secara harga biasanya dapat lebih murah lewat negosiasi, pula info fasilitas bisa lebih akurat didapat. Karena dalam versi web terkadang semua hal tersebut jarang diUpdate sesuai kondisi terbaru. Termasuk soal ketersediaan kamar.
Untuk dapat melakukannya, kita bisa memanfaatkan halaman Google, mencari tahu nomor kontak berdasar nama hotel atau penginapan yang dituju. Termasuk peta lokasi yang dapat dihubungkan dengan Maps milik Google agar tidak tersesat saat waktu keberangkatan tiba.

Ada beragam kesan dan tips yang saya dapatkan kemudian. Setelah berproses dan menikmati hasil buruan sendiri.
Bahwa untuk kebutuhan refreshing suasana, kelak kami akan memilih akomodasi terdekat dari obyek wisata yang diinginkan. Agar bisa lebih pagi mencapai lokasi tanpa macet dan halanga lainnya.
Sedangkan untuk kebutuhan bersantai, kami akan memilih paket yang menyediakan fasilitas kamar double atau family room, atau satu villa dengan menyertakan kedua orang tua ikut serta. Secara tenaga mereka bisa dimanfaatkan juga untuk menjaga anak-anak disela aktifitas di lokasi. Hehehe…

Liburannya Masih (terasa) Kurang

Category : tentang Opini

Alarm berdering keras sedang mata masih merasakan kantuk, pagi sekitar pukul 4.45 wita. Masih kebingungan dengan suara notifikasi yang berubah-ubah pada pengaturan ponsel Hisense yang kini mulai menggantikan keberadaan ponsel Note 3 secara permanen.

Liburan sudah habis.

Meskipun masa Cuti Lebaran yang diberikan cukup lama, seminggu tepatnya, namun rasa-rasanya Liburan ini masih (terasa) kurang. Gegara dipenuhi kegiatan adat dari pernikahan sepupu hingga rahinan Tumpek Landep. Baru hari Minggu kemarin saja saya dan istri juga anak-anak bisa melewatkan waktu di luar rumah. Capeknya luar binasa.

Tapi ada juga sisi positifnya. Kami jadi ndak perlu mengajukan ijin atau permisi di hari kerja. Meskipun ijin atau permisi di hari kerja bagi sebagian besar PNS sangat nikmat. Berleha-leha di luar kantor tapi tetap terima gaji. Ups…

Biarpun begitu, hari ini jadi agak berbeda. Lantaran Intan putri kedua kami, mulai masuk sekolah PG di hari pertama. Rencananya sih bakalan disekolahin dua hari sekali. Biar dia ndak bosan dengan rutinitas baru, selain ndak merepotkan kakek neneknya yang berencana mengantarkannya pulang pergi ke TK banjar Tainsiat. Maka itu pagi-pagi tadi ia dibangunkan untuk mandi dan sarapan lebih awal. Nanti deh cerita tentang dia dilanjutkan.

Jalanan Kota Denpasar masih terasa lengang. Saya pribadi ndak ada mengingatkan kawan-kawan seruangan untuk ngantor tepat waktu. Sepertinya sih masih nuansa liburan. Jadi santai sehari rasanya boleh-boleh saja. Meski gaji tetap saja berjalan penuh. Hehehe…

Nulisin cerita hari inipun dilakukan di meja kerja. Mumpung belum ada kerjaan yang bisa diambil, atau sedikit menunda pekerjaan yang dibawa kerumah kemarin. Ingin menikmati liburan sedikit lebih panjang. Karena yang kemarin itu masih saja (terasa) kurang.

Liburan Sehari di ESPA Yeh Panas Penebel

1

Category : tentang PLeSiran

Awalnya kami berpikir bahwa ESPA Yeh Panas Penebel ini adalah sebuah resort di kawasan Penebel dekat obyek wisata Air Panas yang pernah kami kunjungi sekitar 2-3 tahun yang lalu. Memiliki kolam tersendiri, yang dapat kami nikmati bersama anak-anak, kapanpun kami mau.

Lewat Jauh

Ketika kendaraan memasuki Desa Wongaya Gede, dimana destinasi tercapai pada peta Google Maps, sesuai pencarian kami terkait Restoran Yeh Panes Penatahan, rupanya perjalanan lewat jauh dari tujuan.
Kaget juga pas kontak ‘pemilik hotel’nya yang mengatakan bahwa lokasi ESPA berada di jembatan pertama saat turun dari jalur utama.
Aduh ! Jangan-jangan…

Ya.
Jangan-jangan…

dan memang benar kelihatannya bahwa lokasi ESPA yang dimaksud adalah sama dengan lokasi obyek wisata Air panas yang pernah kami kunjungi itu.
Ealah…
Padahal tadinya sudah pede abis bahwa lokasi liburan bakalan jauh dari objek dimaksud. He…

Cukup Mahal

Untuk sebuah penginapan dengan harga 600ribu plus 150rb untuk sebuah extrabed tambahan, kelihatannya dari sudut pandang kami, nilai tersebut cukup mahal saat melihat langsung kondisi penginapan dimaksud.

ESPA PanDe Baik 1

Sebuah kamar unit dengan kamar mandi dan balkon depan dengan kondisi bangunan yang sudah tua meski baru selesai direnovasi menurut info pengelolanya, tanpa fasilitas tambahan pemanas air, dengan kondisi AC juga kulkas yang tak lagi dingin. Rasanya memang tak sebanding dengan apa yang kami bayangkan.
Lantaran dengan nilai yang sama, kami bisa mendapatkan fasilitas yang jauh lebih baik di penginapan awal liburan tempo hari, Mangosteen Ubud.

Fasilitas

Dalam paket tersebut sebenarnya sudah termasuk Makan Pagi dan fasilitas Kolam Air Panas pribadi, diluar lingkungan kamar atau terpisah, selama 1 jam per harinya.
Apabila ingin berendam di kolam umum, bisa sepuasnya. Standar pelayanan hotel tentu saja.

Untuk melakukan panggilan Room Service, kami kontak nomor pengelola melalui ponsel lantaran tidak ada fasilitas telepon di dalam kamar.
Satu masukan lagi tentu saja.

Ukuran bed cukup besar. Cukup untuk si Ibu dan dua anak. Sulung tidur di extrabed sedang si Bapak di kursi panjang. Syukur aja sudah terbiasa tidur dalam kondisi apapun. He…
Cuma mungkin lantaran lampu balkon yang terang, kami selalu beranggapan saat terbangun, hari sudah pagi dan gak sabaran buat nyemplung kolam lagi.
Tapi nyatanya waktu masih menunjukkan pukul 11.49 malam. Widiiih… malam yang panjang kelihatannya.

Anak-anak nyenyak juga tidurnya.
Kami terbangun lagi sekitar pukul 5.30 pagi dimana matahari disini masih malu untuk menampakkan diri.
Tampaknya kami memang satu-satunya tamu yang menginap di areal ini.

Menu Makanan

Untuk Dinner, menunya standar sih.
Dengan harga yang 1,5 atau 2 kali lipat harga pasaran. Tidak ditanggung dalam paket.
Bisa dimaklumi kok.
dan dengan rasa yang standar pula.

Tapi ya mau gimana lagi ?
Karena di sekitar sini tampaknya ndak ada pilihan lain, kecuali mau turun ke Kota Tabanan yang jarak dan medannya cukup gelap terpantau. Beda dengan Ubud.
Bahkan Gojek pun nyerah saat dilihat dalam menu Food-nya. Hehehe…

Gojek ESPA

Jadi ya dinikmati saja.

Cuma yang kasihan ya anak-anak.
Mereka pesan Spagetti, ternyata hambar. Ndak ada rasanya. He…

Menu Makan Pagi, macemnya ndak jauh beda. Ditambah kopi dan Juice Semangka. Yah, cukup membuat anak-anak senang menemukan yang dingin-dingin sejauh ini.

Air Panas

Ada tiga klasifikasi fasilitas air panas yang bisa ditemukan disini.
Air panas di kolam umum. Bisa dinikmati kapanpun kami mau. Baik yang berukuran besar maupun kecil.
Trus ada Air panas di kolam pribadi areal depan. Modelnya sama, cuma arealnya tertutup dinding masif. Lingkupnya lebih kecil. Bisa dinikmati dalam hitungan jam sesuai pesanan.
Ketiga, Air panas di kolam pribadi tapi ada fasilitas bubble nya. Jadi bergelembung semacam jacuzzi gitu. Kami bisa menikmatinya gratis selama sejam.

ESPA PanDe Baik

Air Panas di Penebel ini sedikit kotor jika dibandingkan dengan objek wisata Air Panas di Kintamani atau Banjar Buleleng. Mungkin karena pengelolanya terbatas dan lingkungannya masih alam hijau.
Lumayan bikin gatel anak-anak.
Baju kaos singlet putih yang saya gunakan juga berubah warna dalam sekali nyemplung. Jadi kuning. Hehehe…

Asri

Secara saya pribadi sih, tempatnya asyik.
Lingkungannya hijau dan asri.
Nikmat kalo nginepnya disini berduaan dengan pacar. Eh… Istri maksudnya.
Kalo dengan anak-anak, apalagi tiga pcs, sepertinya amat sangat terasa repotnya. Jadi ndak ada santai-santainya.

Akses masuk ke ESPA Yeh panes, cukup gampang dikenal. Cuma jalan aspalnya memang membutuhkan kendaraan yang… yang ya gitu deh. Khas jalanan di Tabanan. Tapi ukuran Avanza masih bisa lewat kok.

Akses menuju kamarpun sebenarnya ndak jauh. Cuma karena lokasinya diatas saja, jadi terasa nanjaknya. Naik naik tangganya. Pas dicobain bolak balik tiga kali ambil pasokan ke mobil, terasa juga nafasnya.

Cuma karena berada di alam terbuka, efeknya jadi banyak nyamuk dan binatang kecil bersliweran saat tidur ataupun bersantai saat luang.

Pokoknya Liburan

Terlepas dari kurang lebihnya cerita diatas, kali ini pokoknya temanya ya harus liburan. Karena besok kelihatannya bakalan makin banyak tugas dan kerjaan menunggu di kantor.
Jadi, bye bye dulu deh.
Saya mau nikmati liburan dulu ya.
Kalian asik asik aja dulu disitu.

EGP ya EGP lah sudah…

Liburan

Category : tentang PLeSiran

Aha… membaca kata Liburan, pasti lah yang terbayang adalah istirahat panjang, nginep dimana, main kemana, atau apa gitu… yang pasti ya identiknya Santai… atau Plesiran…

Liburan…
Ya, Liburan.

Ini sebenarnya lagi mau balas dendam karena liburan panjang kemarin, waktu pribadi saya tersita banyak ulian meladeni draft Temuan BPK. Sementara kawan lain pada asik asik Liburan bareng keluarga, jauh dari rumah, jauh dari kantor, dan sudah tentu jauh dari Kerjaan.

Maka hari ini, tanpa ba bi bu, saya memutuskan untuk Liburan.
Ke tempat yang jauh dari gangguan sinyal, desa pelosok di Tabanan sana, dan cukup mengandalkan satu jaringan kartu berkekuatan 4G LTE sebagai backup.
Gak salah memang.
Sementara jaringan utama yang saya gunakan sudah blank, kabur entah kemana, si SmartFren ini masih bisa ambil jatah 4 MBan, masih lumayan buat streaming YouTube bagi tiga perangkat lainnya.

Tabanan…
Yup. Ini lagi nekat ambil jalur ke arah barat. Iseng aja. Tanpa rencana matang.
Berbekal keinginan mengabulkan permintaan si Intan yang berkali-kali meminta kami agar main lagi ke Yeh Panas, maka dilakukanlah pencarian lewat Traveloka dan Google untuk memastikan info lanjutannya.

Maka jadilah kami disini, menginap semalam, menikmati malam minggu tanpa beban, dan gangguan telepon dari orang kantor.

EGP ya EGP sudah…