Laju Kencang Sepur Antarkan ku Pulang

Category : tentang PLeSiran

Ratusan bahkan ribuan rumah dan hamparan sawah kami lewati sejauh mata memandang, di tengah gerbong eksekutif Sepur Mutiara Timur dari Stasiun Gubeng Surabaya pagi tadi. Ini kali pertama saya naik kereta api setelah nyaris 40 tahun lamanya hanya bisa menyanyikannya.

Meski tak seindah cocot gabener yang dipenuhi pepohonan hijau dan kicauan burung, namun pengalaman ini mampu memberi kesan menarik atas jerih payah dan kerja keras kepala batu mantan menteri perhubungan mas Jonan, dan terjadi di era pak Presiden Jokowi. Salut banged.

Penampilan interior kereta api ini meski belum senyaman kelas Kereta Udara eh Pesawat Terbang maksud saya, namun dengan harga tiket yang nyaris setengah atau bahkan seperempatnya, kedua kaki saya yang jenjang mampu berselonjor tanpa harus terantuk sandaran kursi yang diduduki penumpang didepan.

Dari jadwal perjalanan yang sekiranya memakan waktu sekitaran enam jam lamanya, meski secara kecepatan laju tak sekencang kereta api sikansen miliknya Jepang, kalo ndak salah dari tadi ibu Pramugari Keretanya sudah menyapa kami sekitaran 5-6 kali tiap kali mampir ke Stasiun yang dilewati. Durasi kereta berhenti pun bisa beragam.
Semua dinikmati meski pantat sudah mulai terasa panas lantaran duduk diam sambil mantengin dua unduhan Baahubali filem Korea yang aksionnya sangat menawan serupa trilogi makhluk astral pecinta batu akik itu.

Jarak menuju rumah kelihatannya masih cukup jauh.
Waktu tidur siang pun jadi bertambah sekitar 9-10 kali lipatnya pasca mata kecapekan membaca komik, mendengar musik, mengarungi dunia maya hingga sekedar pencitraan di media sosial.
Kangen anak-anak, juga ibunya.
Kira-kira mereka lagi main kemana ya ?

Liburan ke Lintas Kota

Category : tentang PLeSiran

Cuaca hari ini di Jatim Park cukup bersahabat. Jauh lebih baik dari hawa dua mingguan terakhir, ungkap Mas Marzuki tour leader lokal yang menggantikan Mas Bagong. Melintasi kawasan edukatif yang lebih pantas dinikmati oleh anak-anak usia sekolah ini, mampu menghabiskan jatah jalan kaki harian saya hanya dalam waktu kurang dari dua jam. Cuma memang ndak direkomendasikan buat para usia lanjut yang kerap mengeluhkan sakit pada kaki saat berjalan jauh.

Demikian halnya Kota Malang. Proses check out dari Hotel Kartika Graha pagi tadi pun berjalan lancar. Lalu lintas jalanan tak semacet di Denpasar. Entah karena ini weekend atau masih hari sekolah, namun perbedaan yang ada amat sangat terasa.

Kota Batu dimana sejumlah wahana dan objek wisata berada rupanya hanya melingkupi tiga kecamatan saja. Dan kini sudah berstatus sebagai kota administratif dengan besaran pendapatan daerah cukup tinggi.
Jawa Timur Park Group selaku pengelola sebagian besar wahana sepertinya cukup jeli melihat peluang. Kawasan yang luas tidak akan mampu membayarkan pajak kepada daerah bila gak ditangani dengan baik.
Setelah Jatim Park 1 dan 2, versi 3 nya pun tampak sudah disiapkan dengan menu hidangan jaman dinosaurus. Gak sabar menanti saya ini.

Liburan ke Lintas Kota sedianya akan berakhir besok di Surabaya. Kami hanya singgah bermalam usai kunjungan sore ke museum Angkut, dan rencananya bakalan menjajal kenyamanan kereta api hingga ke Banyuwangi lanjut balik pulang. Rute yang cukup melelahkan sepertinya.

Tapi bukankah ini yang namanya Liburan ?
Jadi ya dinikmati saja semuanya ini.

Menikmati Malam di Jalanan Kota Batu

Category : tentang PLeSiran

Hari yang cukup cerah seharian ini. Meski hujan gerimis sempat menyambut kami saat masuk Kota Batu.
Perjalanan jadi menyenangkan dan melegakan.

Suasana malam di Kota Batu banyak berubah. Ada beragam venue hiburan baru yang dijumpai sepanjang jalan. Salah satunya ya BNS, Batu Night Spectaculer. Wahana bermain yang dibuka di malam hari, kalau tidak salah. Tempat asyik untuk mengajak anak-anak serta sebenarnya. Sayangnya diantara kami yang ikutan kali ini, tidak ada yang berani menjual jantung dan tekanan darahnya untuk semua tantangan yang ada. Padahal kebelet banget pengen nyobain. Cuma ndak seru kalo teriak sendirian. He…

Perjalanan dalam Bus Bali Radiance bekerja sama dengan travel Bali Daksina, bisa dikatakan sangat nyaman. Disamping mundurnya lima rekan kami yang sedianya ikut serta, memberikan banyak keleluasaan dalam menikmati kursi 40 seat. Istirahat jadi full, tanpa harus bersesak peluh dengan rekan disebelah. Hiburan yang ada pun bisa dinikmati dengan riang.
Bolehlah melupakan sejenak semua beban kerja yang pernah ada.

Menginap di Kota Malang, dengan jadwal yang terlewat jauh dari agenda. Dan pagi ini kami akan menikmati dua wahana hiburan lainnya yaitu Jatim Park dan Museum Angkut. Standar baku Kota Malang jaman Now.

Kalo kalian, liburan kemana kali ini ?

Libur Panjang Tanpa Liburan

2

Category : tentang KeseHaRian

Yeah, demikianlah adanya.
Padahal momen seperti minggu ini jarang-jarang bisa didapatkan. Cuma karena kesibukan baik pribadi maupun anak-anak, libur panjang kali ini nggak bisa dilewati dengan Liburan sekalipun.

Pertama ya terkait upacara pelebon staf kami yang meninggal beberapa waktu lalu, jatuh hari Sabtu siang. Praktis, dari Jumat sudah nggak ada rencana khusus terkait itu. Nyambung ke hari Minggu hingga Selasa, Mirah putri pertama kami ada agenda pengayaan di sekolahnya, Kumon Matematika dan Les pagi. Maka buyar sudah semuanya.

Saya sendiri masih dalam upaya menurunkan kadar gula darah yang sekitar dua minggu lalu sempat naik gila-gilaan, mencapai angka 468 mg/dl yang musti ditebus dengan puasa makanan enak. Syukurnya Sabtu pagi kemarin gula puasa sudah bisa turun ke angka cantik yang dipuja sebagian besar rakyat Indonesia. 212 mg/dl. Meski masih tergolong tinggi, tapi lumayanlah, sudah ada kemajuan.
Menu makan siang musti dialihkan ke sayuran tanpa nasi. Sementara sarapan pagi dan malam, beras rendah gula diganti pake beras hitam hasil pembagian di kantor. Lalu cemilan berubah menjadi ketela, dan kopi sachet menjadi teh atau kopi tanpa gula. Menyiksa tapi sudah nggak ada pilihan lain.

Libur panjang bukan berarti pula jadi makin banyak waktu luangnya. Gegara permainan Plants vs Zombie 2 rasanya semuanya jadi serba terbatas. Sudah masuk tahap adiktif, serupa dengan Subway Surf atau FaceBook beberapa waktu lalu. Menyita perhatian lantaran keasyikan.
Maka itu jangan heran pula kalo halaman ini jadi jarang update tulisan. Kalopun ada palingan ya keluh kesah saya yang gak ada faedahnya bagi kalian yang mampir dan membaca.

Kalo kalian, libur panjang ini sempat kemana saja ?

Liburannya Sudah Usai, Ndan

Category : tentang PeKerJaan

Tiba-tiba saja selera makan saya menguap entah kemana. Sementara nasi dan lauk yang pesan sudah dihidangkan di meja.
Fuck…
Stress pekerjaan di awal bulan Oktober ini rupanya sudah mulai melanda pikiran.

Sembilan bulan menikmati liburan tanpa beban dan tanggung jawab, banyak memberikan kesan bermakna pada keluarga. Kami jadi memiliki banyak waktu bersama sejauh ini, utamanya jika hari Jumat siang sudah menjelang, hingga minggu malam.
Tanpa gangguan telepon, keluhan hingga makian orang per orang. Juga tugas dadakan dari pimpinan maupun kawan di skpd lain.

Akan tetapi minggu ini, hingga bulan-bulan mendatang, sepertinya masa-masa indah Liburan bersama Keluarga bakalan Berakhir.
Ya, dan sudah dapat dipastikan Berakhir.
Mengingat pimpinan dimana saya bertugas, per Senin 2 Oktober lalu dititiptempatkan di lapas LP Kerobokan. Kaitan dengan kasus Senderan Tukad Mati yang ramai di media beberapa waktu lalu.

Mau tidak mau, suka tidak suka, konsekuensi dari semua itu, seluruh penugasan Beliau sebagai PPK dan Kepala Bidang Perumahan Rakyat dilimpahkan turun ke saya.
De Ja Vu..
Mirip kejadian tahun 2013 lalu. Namun bagusnya, saat ini saya dalam kondisi siap untuk menghadapi tantangan meskipun sedikit menyesali keadaan yang terjadi.

Jadi PPK lagi ?
OH NO !!!

Libur Panjang Kawan, Mau Kemana Kali Ini ?

2

Category : tentang PLeSiran

Hari Minggu kemarin, disela kelonan dengan Mutiara, bungsu kami yang galaknya minta ampun, sempat share beberapa postingan lama tentang Liburan. Yang dilakukan katakanlah dua tahun terakhir.
dan Malah baru menyadari kalo Liburan terakhir malah belum ada berselang enam bulan lalu. Ealah…

Tapi ya wajar saja. Karena dengan begitu banyaknya beban dan tekanan selama beraktifitas di Permukiman, saya membutuhkan tingkat refresh yang tinggi pula. Agar stress tak jadi berlanjut. Minimal selain menyegarkan pikiran, keluarga pun bisa berimbas nantinya.

Ada beberapa rencana lokasi tujuan yang tadinya atau malah sedari awal terdahulu ingin dijelajahi. Amed atau Kintamani misalnya. Dari yang berlokasi di pinggir pantai, hingga pinggiran danau, dipantau semua.
Namun kendala tetap saja ada.

Syarat utama kalo mau mengajak anak-anak Liburan, kolam private jadi pertimbangan. Cuma sayangnya ndak banyak venue menarik di dua lokasi tersebut menyediakan fasilitas itu.
Sementara ketika menemukan kolam private dengan fasilitas air panasnya, eh lokasi istirahat di bawah tenda camping. Aduh… Padahal sudah ngebet banget nyobain air panasnya Toya Bungkah.

Akan tetapi khawatirnya sih anak-anak belum sehat betul minggu ini.
Gek Ara yang paling pertama kena demam dan radang tenggorokan hari Minggu lalu. Berlanjut ke Gek Intan hari Kamisnya, saya kebagian hari Sabtu dan terakhir Gek Mirah hari minggu terakhir. Duuuhhh… penyakit keluarga memang ndak ada matinya. Ha…

Cuma kalo ndak dipaksa, kasian juga mereka libur panjang kok malah ngetem dirumah ? Minimal ngajak main kemana gitu, biar ada rame ramenya.

Nah kalian sendiri ada rencana kemana Liburan kali ini ?

Liburan Kekinian didukung SmartFren 4G, apps Traveloka, Go-Jek dan Google Maps

Category : tentang PLeSiran, tentang TeKnoLoGi

Gak perlu keluar banyak modal kalo hanya untuk liburan di kekinian.
Setidaknya itu yang saya yakini dua tahun belakangan.

Banyak informasi bisa didapatkan lewat ponsel smartphone yang kita punya. Apapun merek dan sistem operasinya.

Yang terpenting dari semua itu adalah akses internetnya.
Percuma punya akses internet mahal-mahal jika jaringannya lelet saat kita butuhkan.

Saya sendiri masih mengandalkan SmartFren 4G yang sepanjang pengujian terdahulu punya akses kenceng utamanya kalo lagi main ke desa-desa. Entah kenapa…
Untuk kebutuhan hunting lokasi tempat menginap, makan malam dan siang juga objek wisata plus informasi seputaran Ubud, ndak lebih dari 200 MB yang dihabiskan selama dua hari perjalanan.
Jadi kalo cuma punya paket dengan kuota 1 GB ya masih cukuplah kalo mau liburan kekinian kek gini.

Terlepas dari apapun merek ponsel dan sistem operasinya sebagaimana kalimat pembuka diatas, saya banyak terbantu dengan adanya aplikasi tambahan cemnya Traveloka.
Ini biasanya digunakan saat mencari ketersediaan tiket pesawat kalo mau terbang ke luar kota, atau akomodasi selama di tujuan mau ambil pilihan hotel yang mana.
Tentu saja kaitan dengan liburan kali ini, opsi terakhir inilah yang saya manfaatkan. Memilih tempat menginap di lokasi yang kita harapkan.
Hasilnya cukup kompetitif kok. Baik dari segi harga sewa per malam hingga fasilitas apa saja yang disediakan. Jangan lupa membaca review dari para pemanfaat jika ada.

Aplikasi berikutnya yang bermanfaat tentu saja Go-Jek.
Yang satu ini bermanfaat untuk hunting soal makanan. Baik variasi menu yang ditawarkan hingga ke soal harga.
Kalopun pihak hotel atau penginapan melarang pemesanan makanan dari luar, aplikasi ini bisa digunakan sebagai petunjuk pencarian lokasi saat hunting ke luar hotel. Jadi dijamin nda bakalan kebingungan lagi.
Sekedar saran sih, pilihan terdekat ya bisa dilihat dari urutannya. Posisi teratas tentu merupakan pilihan terdekat, bukan terenak. Hehehe…

Aplikasi terakhir yang besar manfaatnya ya tentu saja Google Maps.
Berguna untuk mencari informasi lokasi objek wisata terdekat penginapan, termasuk penginapannya sendiri lengkap dengan petunjuk arah yang dipandu gambar dan suara, juga informasi lain yang sekiranya dibutuhkan tanpa kita tahu lokasi pasti.
Minimal sekitar 80%nya akurat kok.
Sedang sisanya, ya bisa dikatakan ‘belum diUpdate saja perkembangannya.
Bisa dikatakan begitu gegara iseng mencari tempat main yang asyik untuk anak-anak dan mencoba mampir di salah satu venue area Pejeng, yang kami dapati hanyalah sebuah arena bermain yang tak terurus, lengang dan gersang. Bahkan papan namanya pun sudah lusuh dan berdebu. Tidak sesuai dengan info yang ada pada Google Maps.

Tapi secara keseluruhan, liburan kekinian sebetulnya nda lagi sulit untuk dilakukan atau direncanakan by phone.
Hanya dengan mengandalkan smartphone yang kalian pegang, saya jamin pilihan untuk bisa berlibur dengan lebih menyenangkan bisa didapat dengan mudah kok.
Sejauh mau belajar menggunakannya saja.
Sudah siap kan ?

Menikmati Liburan Sehari di Ubud

Category : tentang PLeSiran

Terhitung lama sebenarnya kami mendapat jatah libur di awal tahun. Kalo nda salah dari rahinan Pagerwesi hari Rabu lalu, kamis dan jumat terkait Siwaratri, Sabtunya Imlek dan Minggu.
Sayangnya Ibu kami, menolak diajak meninggalkan rumah lebih dari sehari. Alasannya nanti nda ada yang mebanten. Ealah…
Maka ya sempatnya menikmati liburan ya cuma sehari di Ubud kemarin, sebagaimana liburan-liburan sebelumnya.
Mungkin di pertengahan tahun ini si Ibu bakalan dipaksa ambil liburan panjang ke Kanada, tempat dimana cucu gantengnya tinggal. Pasti mau karena masih ada stok orang di rumah. Hehehe…

Meski begitu, menikmati Liburan sehari di Ubud nda lantas membuat kami berdiam diri seharian di villa Anulekha Resort, tempat menginap.
Dengan memanfaatkan ponsel smartphone kekinian, semua keknya bisa jauh lebih mudah untuk diakses.
Selama jaringan internetnya aman loh ya. Hehehe…

Tadinya objek wisata yang ingin dikunjungi adalah Kids World yang ada di Pejeng, Tampaksiring sana.
Sayangnya saat tiba di lokasi, venue ini tampak sangat mengenaskan dan tak terurus.
Agak khawatir melihat kondisinya, kami memilih balik kanan dan mampir ke Batuan, arena playground yang kalo nda salah ingat, sempat disambangi saat liburan dua tahun lalu.
Sulit juga nyari yang sejenis di seputaran Ubud.

Lain hal dengan Persoalan makan malam dan siang. Pilihannya banyak.
Main aja di sepanjang jalan Mas hingga Goa Gajah. Ada banyak variasi menu yang bisa ditemukan. Meski, secara harga ya jelas kelas turis.
Tapi ada juga yang terjangkau kantong.
Wajar siy, wong harga kontak lahan pinggir jalan di Ubud aja sudah berapa juta, jadi itungan balik modal dari harga jual makanan musti masuk akal kan ya ?

Soal Makan Malam, kami mencoba warung Gurihan Barbeque. Nemunya di… eh ada deh. Nanti diceritain. Nda seru kalo dibocorin di postingan ini.
Menunya banyak, cuma rata-rata ya dibakar. Jadi agak lama nunggunya.
Harganya tergolong terjangkau. Dari belasan hingga puluhan ribu per porsinya. Suasana warung juga masih menengah ke bawah. Jadi ya santai bawaannya.
Sedang makan siang, ambil porsi khas Bali, Lawar. Hehehe…

Untuk belanja singkat pun, nda susah susah amat kok.
Mini market betebaran di sekitar kami.
Atau mau yang agak merakyat ? Tinggal sambangi wilayah perempatan jalan besar, dijamin ada banyak pilihan disana.

Jadi ya nda ada beban pikiran lagi kalo cuma buat liburan gini di Ubud lah…