Pilih-Pilih Ponsel Android High-End Premium (5 juta-an ke-Atas)

Category : tentang KHayaLan

Kategori teratas dari Pilihan Ponsel Android dengan kisaran harga 5 juta keatas, saya punya pilihan level High-End alias Premium yang biasanya juga merupakan ponsel Flagship dari masing-masing brand. Best of the Best of the Best-nya.

Untuk spesifikasinya, ya gag usah ditanya lagi deh. Rata-rata sudah menggunakaan prosesor Quad bahkan Octa Core atau Delapan Inti, RAM 3 GB yang terbesar sejauh ini, Internal Memory ada pada besaran maksimal 32 GB, dan resolusi Kamera yang mumpuni. Ditambah beragam kemampuan tambahan yang menjadi jualan dan andalan bagi calon pembelinya.

Saingan semua alternatif di level High-End ini cuma satu. IPhone. Mengingat secara kisaran harga, hanya ponsel berbasis iOS ini saja yang ditawarkan di pasar Indonesia dengan kisaran harga tersebut. Jadi, pilihan boleh jadi makin lebar. Sedang Lumia series dari Nokia, boleh saja dikesampingkan dahulu mengingat masih banyak fitur didalamnya yang dibatasi untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Entah nanti kalau versi Windows Phone-nya mencapai versi 10 yah.

Oke, apa saja pilihannya ? Yuk kita lirik…

Sony menyajikan seri Xperia Z2, yang meskipun sudah merilis penggantinya yang baru yaitu Z3, namun secara spesifikasi yang tidak meningkat terlalu jauh rasanya Z2 masih jadi Best Price untuk ponsel besutan Jepang ini. Spesifikasinya tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 yang diperkenalkan pada kuartal ketiga tahun 2013 lalu. Sama halnya dengan Sony, seri pembaharuan Note 4 sebetulnya sudah hadir saat ini, namun dengan harga yang nyaris menyamai sepeda motor, rasanya sih Note 3 masih pantas untuk dipilih. Apalagi secara rupa dan spesifikasi tidak terlalu jauh signifikan perbedaannya.

HTC menyajikan seri One M8 yang diperkenalkan setahun lalu dengan spesifikasi standar diatas dengan sedikit pertimbangan minus yaitu terkait kapasitas batere yang hanya 2600 mAh saja. Memiliki Dual Camera depan Ultra Pixel dan 5 MP kamera depan untuk menyalurkan hobi Selfie bagi para loyalis sejatinya. Satu lagi pertimbangan yang mungkin agak berat dijadikan rekomendasi yaitu soal harga yang lebih tinggi lagi dari Samsung Galaxy Note 4. Fiuuuh…

LG menyajikan seri G3 versi 4G LTE, satu-satunya pilihan dijalur frekuensi terbaru. Ada sih pilihan lainnya yang lebih unik seperti seri G Flex yang punya layar melengkung, namun secara spesifikasi tampaknya G3 4G ini memiliki pilihan yang jauh lebih baik.

Lenovo menyajikan seri Vibe Z2 Pro dengan spesifikasi serupa standar diatas namun dengan kapasitas batere setara TabletPC, 4000 mAh.

Oppo menyajikan seri Find 7 dengan spesifikasi sesuai standar diatas. Namun jangan salah dengan namanya, layar yang dijual bukanlah 7″ namun hanya 5,5″ saja. He…

Untuk brand lainnya, terpantau tidak merilis ponsel Android di kisaran harga ini. Resiko besar mungkin anggapan mereka.

Dari beberapa alternatif yang disampaikan diatas, barangkali hanya LG G3 4G saja yang menarik untuk dipinang mengingat secara frekuensi jaringan yang dimiliki sepertinya kelak akan menjadi standar menarik bagi pengguna Android yang menginginkan akses Internet kecepatan tinggi guna mendukung kinerja dan produktifitas mereka. Namun bukan tidak mungkin, beberapa nama besar macam Samsung atau Sony sedang menyiapkan ponsel andalan mereka di jaringan yang sama untuk berkompetisi lebih jauh lagi.
Kalian siap ?

Pilih-Pilih Ponsel Android Level Menengah (3,5 hingga 5 juta-an)

Category : tentang KHayaLan

Masuk dalam kategori Level Menengah, Tips memilih ponsel Android dengan rentang harga di kisaran 3,5 hingga 5 juta-an rupiah, memiliki alternatif jauh lebih kompetitif, baik spek maupun keunggulan yang ditawarkan. Beberapa diantaranya malah merupakan ponsel Flagship yang setahun lalu ditawarkan dengan harga fenomenal.

Spesifikasi yang umum pada kategori ini biasanya memiliki besaran RAM 2 GB, prosesor Quad Core, 16 GB Internal Storage dan layar lebar. Apa saja pilihannya ? Yuk kita tengok…

Sony menyajikan seri Xperia Z Ultra yang diperkenalkan bulan September 2013 lalu, salah satu ponsel Flagship yang memiliki spek sebagaimana diatas plus layar 6,4″. Lebih mirip TabletPC Android sebetulnya.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 Neo N7500 yang memiliki spesifikasi menengah yaitu RAM 2 GB, prosesor Enam inti dan pengurangan lebar layar dari sang kakak, hanya sekitaran 5,25″ saja.

HTC menyajikan seri Desire 816 dengan spesifikasi dibawah rata-rata diatas, yaitu RAM 1,5 GB, 8 GB Internal Memory, layar 5,5″ dan prosesor Quad Core 1,6 GHz. Perkiraan saya sih seri 816 bakalan jadi spek terendah yang ada dalam kategori ini.

LG menyajikan seri G2 yang juga merupakan salah satu ponsel Flagship di akhir tahun 2013 lalu. Dengan spesifikasi RAM 2 GB, 16 GB Internal Memory, prosesor 2,2 GHz, layar 5,2″ dan daya batere 3000 mAh. Kalau tidak salah sih ya, dalam seri ini diperkenalkan juga teknologi ketuk layar untuk mengaktifkan ponsel.

Oppo menyajikan seri N1 Mini yang dikenal dengan teknologi kamera putarnya yang mampu memfungsikannya sebagai dua kamera, depan dan belakang untuk mendukung kebutuhan Selfie pengguna. Spesifikasinya masih setara diatas namun dengan kapasitas batere yang cukup terbatas. Meski bukan ponsel pertama yang mengadopsi teknologi kamera putar (dulu ada ponsel Samsung yang punya fitur serupa), namun untuk saat ini N1 merupakan satu-satunya ponsel Android papan menengah yang mengadopsi teknologi ini.

Asus menyajikan seri Padfone S dengan spesifikasi serupa diatas, namun dengan besaran Internal Storage yang menggoda iman, 32 GB. Lumayan lega untuk menyimpan banyak video didalamnya.

Huawei menyajikan seri Ascend P7 dengan spesifikasi yang pula tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

dan untuk brand Lenovo, Acer juga Xiaomi kalau tidak salah belum mempunyai pilihan pada rentang harga ini.

Untuk pilihan terbaik ada dua alternatif yang bisa dipertimbangkan, pertama Sony Xperia Z Ultra dengan layar lebarnya demi kenyamanan beraktifitas dan menonton video, dan Samsung Galaxy Note 3 Neo dengan teknologi Stylus tambahan built in untuk membantu aktifitas kerja bagi pekerja yang produktif.

Secara brand, keduanya punya jaminan mutu tentu saja.

Pilih-Pilih Ponsel Android Standar Minimal (2 hingga 3,5 juta-an)

2

Category : tentang KHayaLan

Pada kategori pertama ini, saya akan pilihkan beberapa Rekomendasi dari berbagai merek ponsel yang ada, namun lebih mengerucut pada pemain branded. Seperti Samsung, Sony, LG, HTC, Lenovo, Oppo, Asus, Acer dan Huawei. Apa saja itu ? Yuk kita mulai.

Untuk ponsel Android pada rentang harga 2 hingga 3,5 juta-an dengan kategori Standar Minimal RAM 1 GB adalah sebagai berikut :

Samsung menyajikan seri Galaxy Grand II dengan spesifikasi RAM 1,5 GB, prosesor Quad Core 1,3 GHz layar 5,2″ dan kapasitas batere 3000 mAh.

Sony menyajikan seri Xperia T2 Ultra Dual dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Quad Core 1,4 GHz layar 6″ dan kapasitas batere 3000 mAh.

HTC menyajikan seri Desire 616 dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Octa Core 1,4 dan layar 5″. Sayangnya hanya 2, yaitu Internal Storage tergolong Mini alias 4 GB, sangat riskan meski terdapat eksternal memory dan batere masih menggunakan kapasitas 2000 mAh.

LG menyajikan seri G3 Stylus dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Quad Core 1,3 GHz, layar 5,5″ dan kapasitas batere 3000 mAh. Nilai plusnya ada pada bonus stylus yang diberikan, namun jenis dan fungsinya tidak sama dengan Stylus yang ada pada seri Note-nya Samsung ataupun HTC terdahulu. Pun demikian dengan penempatan stylus yang tidak built in pada ponsel.

Lenovo menyajikan seri Vibe X2 dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Quad Core 2,0 GHz, Internal Storage lumayan menggoda 32 GB dan masih pula bisa ditambahkan dengan eksternal memory, layar 5 inchi namun daya batere yang masih standar, 2300 mAh.

Asus menyajikan seri Zenfone 6 dengan RAM 2 GB, layar lebar 6″ dan Internal Storage yang lega 16 GB plus kapasitas batere 3300 mAh, yang sayangnya secara prosesor masih menggunakan Dual Core 1,6 GHz.

Acer menyajikan seri Liquid E700 dengan RAM 2 GB, Internal Memory 16 GB dan prosesor Quad Core 1,2 GHz, Layar 5″ dan batere 3000 mAh.

Huawei menyajikan seri Honor 3X dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Quad Core 1,7 GHz, layar 5,5″ dan batere 3200 mAh.

Oppo sendiri kalo tidak salah gag ada melepas seri di kisaran ini, namun diluar semua brand tadi ada satu alternatif ponsel Android lagi yang belakangan lagi Booming. Yaitu…

Xiaomi Redmi Note dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Octa Core 1,7 GHz, layar 5,5″ dan batere 3200 mAh. Menggiurkan bukan ?

Nah, dari beberapa alternatif ponsel Android diatas dengan rentang harga 2 hingga 3,5 juta-an rupiah, kategori Standar Minimal penggunaan, yang paling menarik dilirik tentu saja Xiaomi Redmi Note yang katanya lagi sih, patut disandingkan dengan ponsel mumpuni bernama iPhone. Namun yang kemudian menjadi pertanyaan selanjutnya adalah soal Layanan Purna Jualnya.

Jika kalian yakin dengan kualitas dan layanannya, kenapa musti ragu ?

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Atas

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Berbeda dengan dua tulisan sebelumnya yang menyasar pangsa pasar level Pemula dan Menengah, untuk kisaran papan atas agaknya sulit dalam menentukan pilihan, karena disini sasaran yang dituju memang berbeda segmen. Namun karena topik masih menggunakan istilah ‘Best Buy’, sudah tentu yang namanya persoalan harga tetap menjadi pertimbangan utama.

Namun apabila angka 7 jutaan keatas masih terlalu mahal untuk disandingkan dengan sebuah perangkat ponsel yang notabene memiliki fungsi utama bertelepon dan sms, barangkali pilihan yang ada jadi lebih mengerucut. Meski ada juga beberapa vendor yang memilih untuk menjual ponsel seri flagship mereka (istilah yang digunakan untuk menyebut perangkat termutakhir dari vendor branded), dengan harga dibawah rentang tersebut.

Misalkan pilihan pertama, lagi-lagi Samsung lewat perangkat Galaxy Note II yang menyajikan spesifikasi standar ponsel Android mahal mencakup kecepatan prosesor Quad Core atau empat inti 1,6 GHz, 2 GB RAM, 16 GB Internal Storage dan lebar diagonal layar 5,5 inchi. Plus daya tahan batere 3.100 mAh, cukup untuk bertahan hidup selama 1,5 hingga 2 hari dalam pemakaian normal. Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh seri yang satu ini adalah dukungan Pen Stylus dimana layar yang digunakan merupakan hasil kerjasama dengan pihak pengembang hardware desain grafis Wakom.

Pilihan kedua datang dari Sony Xperia Z (entah seri apa yang kelak digunakan untuk mengungguli kemampuan pendahulunya ini) yang menawarkan kemampuan daya tahan outdoor seperti debu, air dan goncangan atau jatuh, serta resolusi kamera mumpuni 13 MegaPixel. Ditambah dukungan akan permainan sekelas Playstation, konsol games ternama milik Sony.

Pilihan ketiga datang dari LG Nexus 4 miliknya yang memang secara khusus dikembangkan bersama Google namun berharga paling terjangkau dari semua alternatif pilihan yang sudah dan kelak akan saya sebut sebagai pilihan ponsel Android papan atas. Meski berharga paling murah diantara semua, untuk spesifikasi hardware bisa dikatakan setara Galaxy Note II miliknya Samsung.

Pilihan terakhir datang dari HTC One + yang memiliki harga jual setara Sony Xperia Z namun memiliki spesifikasi sedikit dibawah standar tadi, yaitu pada opsi besaran RAM yang hanya 1 GB saja. Sedangkan opsi 2 GB, hanya mampir pada seri HTC One yang dibanderol di kisaaran 7,5 juta rupiah. Wiiihh… Namun positifnya, secara internal Storage merupakan yang terbesar dari semua seri, yaitu 64 GB taanpa dukungan eksternal memory lagi.

Sedangkan alternatif pilihan yang datang dari vendor lokal adalah Oppo Find 5 yang memiliki spesifikasi dan harga jual setara LG Nexus 4. Sisanya, gag ada lagi.

So, dari tiga pemaparan yang sudah saya sampaikan sebelumnya, kira-kira mau menyasar pilihan yang mana ?

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Menengah

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan sebelumnya yang mencoba untuk memberikan rekomendasi perangkat ponsel Android Best Buy, berikut saya ambil untuk level kelas Menengah dengan kisaran harga 1,5 hingga 3,5 jutaan.

Pada rentang harga ini, spesifikasi yang barangkali bisa ditawarkan sejauh ini adalah besaran prosesor Dual Core 1 GHz, RAM 1 GB dan 8 GB Internal Storage. Selebihnya bisa jadi dimensi lebar diagonal layar 4 inchi, kamera 5 MP dan kapasitas batere 1.800 mAh. Cukup untuk bertahan seharian penuh dalam kondisi pemakaian normal.

Pilihan pertama, bisa dilihat dari milik Samsung Galaxy Grand I9082 yang menawarkan besaran layar 5 inchi, prosesor Dual Core 1,2 GHz, 1 GB RAM dan 8 GB Intetnal Storage, plus kapasitas batere 2.100 mAh. Khusus untuk pasar Indonesia, seri Grand diluncurkan dalam versi Duos atau Dual Sim card GSM-GSM, yang kabarnya merupakan versi murah bentukan Galaxy Note II yang fenomenal itu.

Pilihan kedua datang dari Sony Xperia L, dengan kemampuan setara Samsung Galaxy Grand, namun berlayar sedikit lebih kecil meski masih diatas standar diatas, 4,3 inchi. Plus kapasitas daya batere 1.750 mAh. Untuk harga jual, Sony berada dibawah angka 3 juta rupiah.

Pilihan ketiga datang dari HTC One SC, salah satu varian dari One series, yang ditawarkan dengan dual jaringan, CDMA (3G) dan GSM (2G) dengan spesifikasi sedikit dibawah standar, yaitu pada item Internal Storage yang hanya sebesar 4 GB saja. Dan Serupa dengan spesifikasi tersebut, alternatif kedua pada pilihan ketiga ini datang dari miliknya LG lewat Optimus L9 dengan tambahan lebar layar 4,7 inchi plus daya batere diatas 2.000 mAh.

Sedangkan alternatif pilihan yang datang dari vendor lain diluar empat nama diatas, ada Oppo Find Way, Huawei Ascend P1, Lenovo S890 dan Acer Liquid E2. Dimana rata-rata memiliki spesifikasi serupa perangkat milik LG Optimus L9, terkecuali yang disebutkan terakhir sudah mengadopsi prosesor Quad Core dengan harga jual yang cukup terjangkau.

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Pemula

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Mumpung hasrat nulis lagi seger, setelah mendapat libur beberapa hari akhir pekan lalu, minggu ini saya turunkan tiga tulisan sekaligus yang menyasar pada perburuan ponsel Android di tiga level pemakai, Pemula, Menengah dan papan Atas. Mengingat bulan ini beberapa veendor sepertinya sudah melepas para jagoan mereka untuk bersanding satu sama lain memperebutkan kue penjualan di akhir tahun 2013.

Untuk Tulisan Pertama, saya turun di level Pemula terlebih dulu.

Pada level Pemula, persoalan harga saya pilah antara sejutaan hingga satu setengah juta rupiah. Di level ini biasanya para vendor terutamanya branded, menurunkan beberapa rilis versi murah milik mereka, dimana spesifikasi yang diandalkan masih mengadopsi besaran prosesor 800 MHz, 512 MB RAM dan 4 GB Internal Storage. Kalopun ada yang masih berada di bawah spek tersebut, mending segera singkirkan dari daftar deh.

Pilihan pertama dari Samsung sang pemimpin pasar, bisa diwakilkan oleh Samsung Galaxy Young seri S6310 yang dibanderol sekitar 1,2 juta. Kemampuannya termasuk lebih dari standar speek seperti yang saya sebut diatas tadi. Yaitu prosesor 1 GHz, 768 MB RAM. Sisanya, tergolong sama, pun demikian halnya dengan besaran dan resolusi layar.

Pilihan kedua yang bisa dilirik adalah Sony Xperia E yang mengadopsi kecepatan prosesor 1 GHz dan 512 MB RAM. Sedikit kelebihan yang bisa diandalkan oleh Sony pada seri ini adalah besaran daya batere 1.500 mAh, lumayan tahan untuk seharian, kurang tapi, serta dukungan kamera yang memang dikenal dengan fiturnya yang oke.

Sedang terakhir, pilihan berasal dari LG Optimus L3 II, dengan kekuatan yang setara perangkat milik Sony namun lebih terjangkau seperti halnya Samsung. Satu-satunya kelebihan yang dimiliki adalah adanya opsi dukungan Dual Sim yang berselisih harga sekitar 100ribuan dengan versi single.

Sebagai pilihan alternatif di rentang ini, terdapat nama dari vendor lokal seperti Lenovo A800 dan Acer Liquid Z120 dengan spesifikasi dan harga setara LG.

Lantas bagaimana dengan nama besar HTC ? sebagaimana yang diketahui sebelumnya, sangat jarang bisa ditemukan perangkat HTC yang diluncurkan dengan harga murah sejutaan, meski menyasar pangsa pasar level Pemula. Jadi untuk yang satu ini, boleh diabaikan, kecuali kalo mau berburu second hand yang rata-rata berasal dari generasi pendahulu.

LG Nexus 4, Nexus series setengah hati

Category : tentang TeKnoLoGi

Hmmm… Tadi sempat pegang”Nexus 4, ponsel flagship lanjutan Google yang kali ini dilansir oleh LG… Keren…
Lantaran bawa”nama Nexus, seri 4 kali ini dirilis dengan pasokan prosesor Quad Core 1,5 GHz plus RAM 2 GB. Wiiihh…

Dengan besaran spek seperti itu, LG Nexus 4 bakalan bersaing dengan Samsung Galaxy S III dan Note II yang punya wajah mirip”pula

Eh iya, soal wajah Nexus 4 kali ini sebenarnya gag jauh”beda dengan Nexus series sebelumnya. Hanya kaget kalo nyinggung soal LG-nya :p *Perasaan LG baru kali ini rilis wajah yang membulat, biasanya kaku dan persegi… Serupa Motorola deh…

Akan tetapi Nexus 4 kali ini bagi saya sih masih tergolong nanggung pas ngomong soal Storage dan Batere… Tau sendiri #Android kaya’apa. Soal Storage, kabarnya LG Nexus 4 dilepas dalam 2 versi, 8 GB dan 16 GB… Tergolong minim, apalagi sampe minus Ext.Storage… Padahal Bayangan awal, Nexus 4 bakalan dibekali Storage paling minim 32 GB… Nanggung kalo mau nyimpen”film gituh *uhuk

Persoalan Batere juga, masih nanggung… Hanya disematkan daya 2.100 mAh… Padahal ini Quad Core loh… Sandingkan dengan yang lain… Ponsel #Android saat ini kalo gag salah sudah ada yang hadir dengan daya batere 3300 mAh (Motorola) dan 4000an loh… Sempat pula bayangannya, bahwa Nexus bisa standby iNet hingga 3-4 harian dengan aktifitas normal, 2 hari dengan aktifitas padat…

Mengingat nama Nexus itu, harusnya mampu bikin keder seri yang lain… Ingat pas Nexus One hadir ? Julukannya ‘superphone… Saat itu ponsel”yang rilis masih bau BB, pake keypad qwerty… Kalopun ada #Android, prosesor masih rata”600 MHz, sdg Nexus One 1 GHz… Layar lebar Nexus One juga bikin keder yang lain, harusnya sih yang sekarang pun sama… Minimal 5,5″ inchi lah… Kan lagi trend ? :p

LG Nexus 4 PanDe Baik

LG Nexus 4 bawa OS Jelly Bean versi 4.2… Kabarnya sih ini yang pertama bawa OS versi tsb. JB yang lain rata”masih berkutat di versi 4.1.2. Entah apa perbedaannya, namun kalo urusan Update, tentu Nexus series menjadi Prioritas Pertama dari Google. Wong seri HTC Dream #Android pertama saja kabarnya dapat Update versi ICS kok :p *padahal yang lain blom tentu dapat

Nexus 4 kali ini dibesut oleh LG… Sedang sebelumnya sempat diberi kesempatan pada HTC dan Samsung, demikian halnya Asus utk versi 7″. Jadi, kalo dari vendor versi Branded, tinggal nunggu gilirannya Sony dan Motorola… Kira”mau dapet Nexus seri yang mana :p Samsung sendiri memborong 2 seri Nexus versi ponsel kalo gag salah… Sedang Tablet, ambil 1 versi yg 10″…

Bagi kalian yg masih betah dengan ponsel #Android Dual Core kebawah, selama masih memuaskan, mending pikir”dulu sebelum milih LG Nexus 4 :p

Custom ROM Samsung Galaxy Ace : PRADA UI 3.0

Category : tentang TeKnoLoGi

Selain The Myth #2, Custom Rom berikut merupakan pilihan yang barangkali bisa saya rekomendasikan untuk dicoba diinstalasikan pada perangkat Samsung Galaxy Ace yang kawan gunakan. PRADA UI 3.0.

Mengambil User Interface perangkat Android LG Prada 3.0 P940 yang dirilis bulan Desember 2011 lalu, tampilan menu serta homescreen didominasi dengan lis icon berwarna putih serta latar belakang hitam gelap. Tampilan ini sama persis dengan tampilan LG Prada sejak awal kemunculannya pada Januari 2007 melalui seri KE850, Prada pertama.

Seperti halnya ponsel tersebut, Custom Rom kali ini mengadopsi basis yang sama, OS Android versi 2.3 GingerBread yang telah dimodifikasi ke Cyanogen Mod 7.2. Dengan demikian secara kecepatan akses hampir tidak ditemui lag atau jeda saat penggunaan maupun operasionalnya lebih jauh. Sekedar informasi bahwa pasca instalasi, Prada UI 3.0 menyisakan space internal storage sebesar 117 MB dari 178 MB yang tersedia.

Dalam aplikasi bawaan, terdapat setidaknya lima aplikasi tambahan diluar icon SuperUser yang menandakan perangkat telah di-Root oleh sistem. Adapun aplikasi tersebut antara lain DSP Manager yang berfungsi sebagai menu pengaturan suara pada headset, speaker maupun Bluetooth A2DP, File Manager yang memerlukan instalasi Open Intens tambahan dari Market untuk mendukung multi extensions pada perangkat, Prada UI fitur untuk mengganti tampilan Wallpaper, Theme Chooser untuk melakukan penggantian Theme atau Tema, dan Torch, pengalihfungsi perangkat menjadi sebuah senter.

Dalam menu Pengaturan, pengguna dapat menemukan Cyanogen Mod Setting untuk melakukan pengaturan perangkat lebih lanjut dari display, interface, lockscreen hingga performance perangkat. selain itu tersedia pula opsi untuk menonaktifkan fungsi Lockscreen dan pemindahan status bar ke sisi bawah perangkat layaknya layar Tablet Android.

Hampir tidak kami temukan adanya kelemahan atau kekurangan yang berarti pada operasional perangkat termasuk opsi penggunaan kamera dan juga Tethering Portable Hotspot, yang sempat tidak berfungsi secara normal dengan memanfaatkan Custom Rom sebelumnya.

Ponsel ber-Layar Sentuh Murah ? Yummy

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Di Awal Tahun 2000-an, ponsel berlayar sentuh selalu identik dengan harga yang mahal serta teknologi yang terdepan. Kendati saat itu belum banyak ditemukan perangkat ponsel yang mengadopsi Teknologi ini, namun ada beberapa Brand ternama sudah mencoba merilisnya dengan berbagai tawaran menarik.

Katakanlah HP Jornada. Bagi yang mengikuti Trend PDA atau Personal Digital Asisstant saat itu saya yakin pasti pernah melihat rupa atau minimal mendengar nama yang satu ini. Awal mula Sebuah perangkat konvergensi yang selain berfungsi utama sebagai Buku Agenda secara digital, disuntikkan pula kemampuan Voice Call untuk membantu para penggunanya beraktifitas bisnis dengan koleganya.

Teknologi layar sentuh makin jauh berkembang ketika sistem operasi Windows Mobile memasuki masa jayanya. Memegang sebuah perangkat sejenis di jaman itu rasanya benar-benar  mirip dengan memegang sebuah BlackBerry Torch atau sebuah TabletPC di masa kini. Selalu menjadi perhatian orang yang memang penasaran dengan kemampuan dan penampilannya.

Kini berselang satu dekade, tampaknya teknologi layar sentuh masih menjadi Favorit bagi sebagian besar brand atau merek ponsel untuk tetap diadopsi. Bedanya, untuk bisa membeli sebuah perangkat tak lagi memerlukan biaya tinggi lantaran dari segi jeroan dan sistem operasi tak membutuhkan spesifikasi yang tinggi.

Jika untuk sebuah brand global ternama harga yang harus ditebus masih berada di atas kisaran harga 1 Juta, maka untuk beberapa brand lokal masalah harga sudah bisa ditebus dengan kisaran 400 s/d 500 ribuan saja. Menarik bukan ?

Mengingat rentang harga yang bisa dikatakan sangat terjangkau, maka untuk urusan isipun sudah seharusnya bisa dimaklumi. Akan banyak keterbatasan kemampuan yang sedianya tidak dapat dilakukan pada sebuah perangkat layar sentuh kebanyakan. Dari jenis layar Resitif yang mutlak membutuhkan sentuhan alat bantu Stylus, tingkat kepekaan area sentuh menuju Menu ataupun fitur tertentu, kedalaman warna yang mengakibatkan tampilan gambar pada layar jauh lebih rendah ataupun tingkat kecerdasan perangkat untuk melakukan aktifitas multitasking penggunanya.

Lantas Varian apa saja yang bisa ditawarkan pada pengguna untuk barisan ponsel berlayar sentuh murah ? berikut daftarnya.

LG Cookies Series. Ponsel yang menyasar segmen anak muda ini sebenarnya sudah dikenal sejak lama oleh pasar, buktinya ada beberapa rilis seri yang berbeda dari keluarga ini. Syarat utamanya Cuma satu. Mampu terhubung dengan jalur Social Media seperti FaceBook, Twitter ataupun sekedar Chatting. Beberapa diantaranya sudah mendukung koneksi data Wifi sehingga jauh lebih memudahkan penggunanya dalam mengakses dunia maya. Harga yang ditawarkannya pun beragam. Dari kisaran 750 hingga 900 ribuan.

Samsung Genoa, Samsung Champ dan Samsung Corby Series. Seperti halnya LG, Samsung merupakan salah saru vendor ternama yang masih setia menggelontorkan pasar dengan ponsel layar sentuh murah, untuk menyasar segmen tertentu. Genoa Series misalnya. dengan mengandalkan User Interface khas milik Samsung TouchUI, Geno tampil dengan teknologi yang dahulu hanya mampu ditemukan pada ponsel dari brand lokal, yaitu TV Analog. Berbeda lagi dengan Champ Series yang sudah mengadopsi koneksi data Wifi dan salah satunya bahkan mengadopsi konsel Dual Mode GSM. Demikian halnya dengan Corby Series yang lebih menyasar kaum Social Media dengan tampilan khasnya yang nyaris menyerupai HomeScreen milik perangkat Android. Kisaran harga yang musti ditebuspun kisaran 900ribuan saja.

Nexian Series. Nama Nexian bisa dikatakan sebagai salah satu pemain lama yang berhasil dan masih bertahan hingga kini. Di tahun 2011, Nexian tampaknya makin pede merilis seri layar sentuh mereka. Nexian G857 Snap, G868 Tap, G868 Tap Music, G860 Cappucino, G889 Princess dan G065 Champion merupakan jajaran ter-Gres yang coba ditawarkan pada publik. Dengan rentang harga 500 s/d 850 ribuan, jelas saja ini sangat menggiurkan. Apalagi koneksi data Wifi sudah menjadi senjata utama jualannya.

IMO Series. Mengingat nama brand satu ini, saya pribadi bakalan langsung teringat dengan Form tampilan ponsel yang kerap ‘meniru’ desain ponsel papan atas. Katakanlah seri B9800 yang mengadopsi bentukan BlackBerry Torch, atau B9200 yang serupa Nokia C7. Terkini yang dirilis adalah bentukan yang menyerupai PSP, perangkat Gamers milik Sony dan ditawarkan dengan harga 600ribu saja. Spesifikasi di tiap perangkat ponsel layar sentuhnya nyaris sama satu dengan lainnya. Dual Mode, TV Tuner, Koneksi Data dan Memory tambahan merupakan hal yang sangat lumrah untuk diadopsi.

SkyBee Touch. Mengambil rupa Samsung Champ series, SkyBee tampaknya tak mau ketinggalan dalam merilis ponsel murah berlayar sentuh. Dengan penawaran harga yang hanya 475 ribu saja, SkyBee Touch sudah dapat dibawa pulang oleh pengguna. Menawarkan konsel Dual Mode, TV Tuner dan tentu saja iming-iming terhubung dengan berbagai akun Social Media, SkyBee Touch diharapkan mampu mengambil hati sebagian kecil segmen anak muda.

Cross Mobile PD100T. Dari segi Jualan dan spesifikasi tampaknya Cross tak jauh beda dengan perangkat SkyBee. Hanya saja dari segi desain, Cross lebih mudah dikenali lantaran bentukannya yang menyerupai salah satu perangkat ponsel Android ternama. Mungkin itu sebabnya, harga jual ponsel Cross inipun sedikit lebih mahal ketimbang rivalnya.

Polytron PG 2000T. Ini ponsel atau perangkat multimedia ? hehehe… Di Negeri ini nama Polytron memang identik dengan perangkat multimedia. Namanya bahkan sudah dikenal jauh sebelum teknologi ponsel mulai familiar di tanah air. Sayangnya, tidak banyak gebrakan yang diluncurkan untuk seri ponsel terbaru mereka. Malah bisa dikatakan dengan harga jual yang memang terjangkau, secara spesifikasi dan kemampuan tidak jauh berbeda dengan perangkat lokal.

Jika memang yang namanya Budget amat sangat terbatas namun hasrat begitu menggube untuk mencoba nikmatnya ponsel berlayar sentuh, tak ada salahnya untuk mencoba salah satu dari sekian varian diatas.

Melirik Varian TabletPC Lokal nan Murah

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejauh pengamatan pribadi, saya pikir kehebohan yang diciptakan oleh kehadiran perangkat TabletPC ditengah-tengah masyarakat kita tahun 2011 ini, tampaknya belum menjadi sebuah kebutuhan penting untuk mendukung beberapa pekerjaan, ataupun menggantikan fungsi sebuah NetBook, namun masih baru sebatas pemuas rasa penasaran saja.

Tingginya harga sebuah TabletPC yang musti ditebus untuk bisa menjajal kemampuan perangkat dengan baik, masih menjadi beban dan pertanyaan bagi mereka yang tergolong penasaran namun ingin tersebut. Saya salah satunya. Hehehe…

Jika Rekan sependapat, mungkin tulisan berikut masih bisa disimak hingga selesai sebagai salah satu referensi tambahan sebelum memutuskan untuk ‘membeli sebuah perangkat tabletPC yang berkelas’.

Dengan budget dibawah 3 juta rupiah, sebuah perangkat TabletPC akan jauh lebih terasa terjangkau oleh sebagian besar penduduk negeri ini. Sayangnya, di rentang harga tersebut, tak satupun TabletPC yang hadir, datang dari Brand atau merek Global ternama. Masih didominasi nama-nama lokal dengan kemampuan yang tergolong lokal pula. Jadi ya dimaklumi saja.

Seperti halnya tulisan Melirik ponsel Android Murah beberapa waktu lalu, tiga hal yang mutlak diketahui sebelum mulai memilih saya rasa akan sama saja. Sistem Operasi Android 2.2 Froyo, keberadaan Koneksi Data WLan atau Wifi selain 3G dan juga keterbatasan kecepatan prosesor yang disertakan. Apa saja pilihannya ? Yuk kita mulai.

Huawei Ideos S7. Datang dengan kisaran harga 2,7 Juta, Huawei saya rasa patut menjadi 1rst rekomendasi yang bisa dijadikan pilihan untuk mencicipi Android murah dikelasnya. Dengan kemampuan prosesor sebesar 1 GHz dan juga fungsi Voice Call (telepon), saya yakin Huawei bakalan menyedot perhatian besar dibanding yang lain. Sayangnya, Meski layar yang digunakan tergolong lebar, Huawei masih menggunakan type Resitif yang artinya pengguna diwajibkan menggunakan Stylus tambahan untuk membantu akses selama beraktifitas.

Tabulet Troy. Sedikit lebih murah, Tabulet menawarkan spesifikasi jeroan yang tidak jauh berbeda dengan Huawei. Prosesor ARM Cortex A9 1 GHz dan Storage internal 4 GB serta mengadopsi memory 512 MB, tampaknya sudah cukup mapan untuk kinerja sebuah perangkat TabletPC. Dengan dimensi layar dan juga daya tahan batere yang nyaris sama dengan Samsung Galaxy Tab, tampaknya perangkat yang satu ini bisa menjadi rekomendasi kedua yang memungkinkan untuk dipilih.

ZTE Light Tab. Dengan harga yang pas 3 Juta rupiah ini, secara kemampuan jeroan prosesor ternyata lebih rendah ketimbang Huawei Ideos. Berbekal memori 512 RAM/ROM sebagai penyimpanan utama, ZTE Light Tab siap memanjakan penggunanya dengan memberikan kapasitas daya yang lebih besar ketimbang rivalnya. 3.400 mAh.

Amethys Pad LX-100. Amethys Bisa dikatakan brand yang tergolong baru di negeri ini. Dengan tawaran harga sekitar 2,5 juta rupiah, paket penjualan tabletPC satu ini tergolong paling menarik. Selain menyertakan tas/case khusus, terdapat pula keyboard tambahan yang dapat digunakan sebagai media input perangkat. Tidak hanya itu, disekeliling bodinya terdapat dua port tambahan diluar Charger dan slot kartu memory, seperti miniUSB, miniHDMI , yang mampu membantu perangkat Amethys tersambung dengan perangkat lainnya.

Archos 7.0 Internet Tablet. Dikenal sebelumnya sebagai produsen perangkat Multimedia, Archos sepertinya mencoba peruntungan baru dengan bermain di arena TabletPC. Dibandingkan dengan semua varian yang tampil disini, spesifikasi yang ditawarkan Archos bisa jadi sangat menggiurkan. Selain prosesor ARM Cortex A8 1 GHz, Archos 7.0 didukung pula dengan Graphic Accelerator 3D OpenGL yang membuatnya mampu memainkan beberapa Game HD tertentu. Sayangnya, ketiadaan slot SimCard bakalan memaksa penggunanya untuk selalu mencari keberadaan perangkat Wifi terdekat agar selalu mampu terhubung ke dunia maya.

ti-Pad Justin. TabletPC besutan brand lokal ti-Phone ini ditawarkan dengan harga 2,25 Juta saja. ti-Pad  siap memberikan pelayanan Plus selain yang telah ditawarkan oleh Android dengan Marketnya. Ti-Phone Internet Service atau TIS mencakup layanan T-Market, T-Mail, T-Book, T-Messenger dan Opera Mini.

Tekram Tablet. Dibanding Rekan sejawatnya diatas, kisaran harga yang ditawarkan oleh Tekram jauh lebih menarik ketimbang lainnya. 1,65 Juta saja. Sayangnya, dalam dunia elektronik dan juga Gadget, pendapat ada harga ada kualitas tampaknya masih dapat dibenarkan. Meski telah didukung oleh Adobe Flash player 10.1, Tekram datang dengan mengandalkan layar Resitif yang artinya masih memerlukan bantuan Stylus untuk dapat berinteraksi pada layar dan menu, begitu juga kecepatan prosesor yang terbatas.

Diluar beberapa Varian yang ditawarkan diatas, sebenarnya ada beberapa varian lain lagi yang bisa menjadi pilihan seperti DTC Dpad G150 yang dibanderol 1,5 Juta atau Tabulet Mech seharga 2,1 Juta. Sayangnya kedua perangkat tersebut masih mengadopsi sistem operasi Android 2.1 Eclair yang artinya, beberapa kelebihan yang sekiranya hanya terdapat pada Android 2.2 Froyo keatas, tak akan dapat ditemui di perangkat tersebut. Contohnya Tethering atau portable hotspot, atau pemilahan storage untuk aplikasi dan games.

TabletPC lokal nan murah memang menggoda untuk dicoba. Jika memang masih penasaran, salah satu dari varian diatas bisa dijadikan pilihan kok.

Masih Ragu mencoba ? Yuk Lirik Android Murah

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Dalam tulisan 10 Pertimbangan Bagaimana Memilih Perangkat Android yang Tepat sesuai Kebutuhan beberapa waktu lalu, Brand atau Merek merupakan salah satu yang saya ajukan untuk dipertimbangkan. Namun biasanya, makin berkelas Brand atau Merek yang diinginkan, makin mahal pula harga yang harus ditebus untuk bisa membawanya pulang. Lantas bagaimana jika masih ada keraguan untuk mencobanya ? jangan sampai, sudah susah payah membelinya dengan harga mahal namun masih belum mampu memuaskan hasrat untuk memiliki sebuah ponsel pintar yang memang mengerti keinginan penggunanya. Untuk itu, yuk kita lirik ponsel Android Murah.

Murah yang saya maksudkan disini sebaiknya dibatasi kisaran 1 juta hingga 1,5 juta rupiah saja. Karena jika dibatasi lebih rendah, saya yakin bakalan sudah menemukan barang barunya dan kalo lebih dari 1,5 juta rupiah kok rasanya berat yah ? hehehe…

Namun sebelum mulai melirik varian ponsel Android murah ada baiknya dipahami dahulu fitur apa saja yang dapat diperoleh dengan kisaran harga tersebut ?

Pertama, Sistem Operasi. Dalam rentang harga tersebut, pengguna sudah dapat memiliki ponsel Android dengan rilis 2.2 atau penamaan Froyo yang artinya secara kemampuan sudah mampu bersaing dengan sekian banyak ponsel pintar lain yang memiliki harga diatasnya.

Kedua dari segi Koneksi Data, tidak saja mengandalkan 3G tapi juga WLan atau yang dikenal dengan istilah WiFi pun dijamin sudah disediakan pula untuk menunjang aktifitas di dunia maya. Selain itu, dengan dukungan Sistem Operasi Android 2.2 diatas, koneksi data inipun mampu dibagi dengan rekan lainnya melalui fitur Tethering atau Portable Hotspot.

Ketiga, maksimum kecepatan Prosesor yang disertakan oleh masing-masing Vendor hanya sampai 600 MHz saja. Yang artinya, bisa jadi bakalan terjadi sedikit lag atau jeda saat mengakses aplikasi ataupun Games yang sudah terinstall didalam ponsel. Keterbatasan inilah yang sepatutnya mampu dimaklumi oleh setiap pengguna agar tidak menuntut terlalu jauh kemampuan ponsel Android murah.

Dari ketiga hal yang sedianya bisa didapatkan dalam sebuah ponsel Android murah diatas, bisa saya rekomendasikan beberapa varian ponsel sebagai pilihan.

Samsung Galaxy Mini. Ponsel yang berasal dari salah satu brand ternama ini, merupakan pilihan pertama yang dapat saya rekomendasikan untuk dipilih. Dengan kemampuan yang mengadopsi ketiga hal diatas, Samsung Galaxy Mini bakalan terasa murah lantaran harga yang ditawarkan pas 1,5 Juta rupiah. Selain itu, kabarnya dalam waktu dekat, Samsung bakalan memberikan Upgrade Sistem Operasi Android 2.3 GingerBread bagi seluruh keluarga Galaxy. Sayangnya, dalam paket penjualannya, kabel data yang menjadi andalan untuk aktifitas Upgrade ini tidak disertakan.

LG Optimus Me. Dengan kemampuan dan spesifikasi yang sama dengan Galaxy Mini, LG Optimus Me ditawarkan dengan kisaran harga yang sedikit lebih murah. Sayangnya, tak seperti Samsung, pihak LG hingga hari ini belum jelas apakah akan memberikan Upgrade Sistem Operasi Android 2.3 GingerBread dalam waktu dekat atau tidak.

Nexian A891 Ultra Journey dan Nexian A892 Cosmic Journey. Dalam dunia Android, brand Nexian bisa jadi merupakan pemain lama. Masih ingat dengan rilis pertama mereka Nexian A890 Journey terdahulu ? yang mengandalkan kamera 5 MP sebagai jualannya ? fenomenal bukan ? nah, untuk kali ini, ada dua varian yang bisa dilirik sebagai pilihan. Memiliki spesifikasi dan harga tawar yang sama, Nexian tampaknya harus menurunkan kemampuan kamera yang di besut menjadi VGA saja. Sangat disayangkan.

Ivio DE38 Icon. Sama-sama berasal dari brand lokal, Ivio menawarkan konsep Dual Mode seperti halnya ponsel lokal lainnya dengan prosesor Dual Core yang tergolong sangat terbatas. 460 MHz dan 280 MHz. Jadi jangan coba-coba bandingkan kinerjanya dengan ponsel berprosesor Dual Core 1 GHz lainnya yah. Adapun kisaran Harga yang harus ditebus nyaris sama dengan ponsel LG diatas.

Noxx NV-58 Terminator. Secara spesifikasi prosesor, ponsel Noxx mengadopsi jeroan yang sama dengan Ivio, Dual Core. Sayangnya sim card yang didukung hanya satu saja. Itu sebabnya, harga yang ditawarkannya pun sedikit lebih murah. Sekitar 1,3 juta saja.

BlueBerry Mi320. Meski datang dari Brand lokal, ponsel BlueBerry seri Mi320 ini tidak datang dengan konsel Dual Mode ataupun penambahan fitur TV Tuner. Dengan begitu, secara harga yang harus ditebus tentu saja mampu turun jauh lebih murah dari yang lainnya. Hanya sekitar 1,1 Juta saja. Menarik bukan ?

Dengan ketersediaan Budget yang minim, beberapa ponsel Android murahpun masih bisa dijadikan pilihan untuk sekedar sebagai kelinci percobaan bagi Rekan-rekan yang masih ragu untuk berpindah pada Android. Meski begitu, dari segi kemampuan tentu mereka semua masih berani untuk diadu kok. Gak percaya ? Coba saja…