Perubahan arus Lalin di areal Puspem Badung pk. 15.30 wita (jam pulang)

Category : tentang PeKerJaan

Mengacu kepada Surat dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Nomor 511.11/081/Hubkominfo tanggal 13 Januari 2011 perihal Informasi Perubahan Arus Lalu Lintas bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, berkaitan dengan mulai diberlakukannya absensi sidik jari yang efektif berlaku tanggal 5 Januari 2011, dan demi kelancaran lalu lintas di sekitar areal Puspem Bagung, diinformasikan bahwa :

Bagi Pegawai yang pulang menuju arah DENPASAR dan LUKLUK agar keluar areal PusPem melalu Gapura Utama (Gapura Utara) > Jalur Alternatif 1

Bagi Pegawai yang pulang menuju arah KWANJI DALUNG dan KEROBOKAN agar keluar areal PusPem melalu Gapura Selatan > Jalur Alternatif 2

Demikian disampaikan untuk dimaklumi.

Nyalakan Selalu Lampu Sepeda Motor Anda

47

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang Opini

Dua hari terakhir ini jajaran Dit Lantas Polda Bali mulai memberlakukan peraturan baru terkait usaha untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di Kota Denpasar. Peraturan ini mengacu kepada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 107 ayat 2 yang salah satu poinnya adalah menghimbau agar masyarakat yang menggunakan kendaraan sepeda motor menyalakan lampu kendaraan disiang hari. Jika tidak, bersiaplah untuk membayar denda sebesar 100 ribu rupiah.

Himbauan ini disampaikan melalui pamflet yang dipasang dan disebarkan diseantero jalan Kota Denpasar. Tak ketinggalan diantara para jajaran yang terlihat sedang mengatur laju lalu lintas, ada juga yang membawa papan kecil bertuliskan himbauan tersebut. Sebenarnya hal ini bukanlah hal baru bagi masyarakat Kota Denpasar. Beberapa waktu lalu sudah pernah dicoba dan diterapkan namun kemudian menghilang, mubazir kata orang.

Selain poin ‘menyalakan lampu kendaraan disiang hari, ada banyak lagi yang harus diperhatikan oleh pengendara antara lain ‘menyalakan lampu kendaraan dimalam hari, memiliki SIM/STNK, memasang plat kendaraan yang bagi saya pribadi sudah jelas dimengerti oleh masyarakat. Tapi ‘menyalakan lampu kendaraan disiang hari ?

Jujur saja saya kebingungan dengan peraturan ini sedari awal. Apa alasannya mengapa harus menyalakan lampu kendaraan disiang hari ? Mungkin bisa dilakukan sosialisasi kepada masyarakat baik itu pada tempat-tempat umum, media massa ataupun televisi. Tujuannya agar masyarakat mengerti dan memahami apa makna atau maksud dari ‘menyalakan lampu kendaraan disiang hari tersebut.

Apakah sebagai tanda bagi pengendara lain agar berhati-hati ketika menyeberang jalan, berpapasan pada laju kendaraan dua arah (bagaimana jika lalu lintas satu arah ???) ataukah ada alasan tertentu lainnya. Seberapa efektif pula hubungan ‘menyalakan lampu kendaraan disiang hari dengan penurunan angka kecelakaan, MENGINGAT perilaku para pengendara sepeda motor yang masih seenak perut mereka berperilaku dijalan raya.

Saya yakin banyak orang yang pernah mengalami hal yang barangkali pernah saya alami. Anak-anak yang sudah jelas secara visual seragam berada pada usia ‘dibawah umur standar kepemilikan SIM, berkeliaran dijalan raya dengan sepeda motor rilis terbaru, alasan para orang tua karena mereka tidak memiliki waktu untuk mengantar anaknya, bisa juga karena jauhnya jarak tempuh si anak dari rumah ke sekolah. Bukan rahasia lagi kalau didaerah pinggiran kota, begitu banyak anak-anak yang barangkali untuk menjejakkan kaki mereka di aspal sambil badan tetap berada diatas sepeda motor saja masih kesusahan namun dengan pongahnya ngebut dijalan raya.

Banyak pengendara yang tidak tahu, mana yang dinamakan jalur lambat kendaraan atau jalur cepat, sehingga kerap para pengendara sepeda motor berada ditengah-tengah jalan raya, menghalangi laju kendaraan yang ada dibelakangnya. Yang ketika ditegur malah balik marah-marah…

Ada juga yang bersikap ‘slonong asal, yang penting ada kesempatan tanpa melihat ada tidaknya kendaraan sekitar, langsung main potong jalur. Kadang sambil mengomel ketika sebuah kendaraan yang terlanjur melaju dengan kencang mendadak ngerem gara-gara aksi slonong asal. Tidak peduli dengan kedua spion yang menjulang dikedua sisi motor.

Masih banyak kok perilaku pengendara motor yang menurut saya malah memiliki kecenderungan lebih besar menciptakan kecelakaan ketimbang ‘menyalakan lampu kendaraan disiang hari. Pengendara motor yang nekat menyalip kendaraan lain dari sisi kiri, pengendara yang naik ke jalur trotoar pejalan kaki akibat terjebak macet, atau pengendara yang dengan cueknya berada pada jalur yang bukan peruntukkannya (arus lalu lintas dua arah).

Mungkin sebaiknya selain sosialisasi yang saya harapkan tadi, sebelum memberlakukan sebuah peraturan baru lalu lintas, dapat pula mempertmbangkan perilaku sosial pengendara saat ini. Jangan sampe apa yang sudah dimulai dengan anggaran biaya yang mahal, hanya ‘hangat-hangat tahi ayam’ dan kemudian menghilang (lagi)….

Kemacetan di Ruas Jalan Sulawesi

Category : tentang KeseHaRian

Sebelum mencapai Pasar Tradisional Badung, bagi yang datang dari arah timur, jalan terdekat untuk menuju lokasitentunya melewati Jalan Sulawesi dimana berkumpulnya para pedagang yang berjualan meubel dan kain, disepanjang jalan. Ada pemandangan menarik sekaligus menjengkelkan bagi yang melintas disitu dan mengendarai mobil, karena jalan sepanjang Sulawesi dari awal sampai akhir, kemacetan terjadi tak terhindarkan.

(….beh, fotonya gak muncul, ga bisa di-upload…. kenapa nih ? )

Yang paling awal menjadi tertuduh, tentu saja penataan parkir di sepanjang jalan Sulawesi. Dobel.

Jalan Sulawesi sudah ditempatkan larangan parkir bagi mobil, sehingga yang parkir disana tentu saja berderet sepeda motor berbagai jenis. Namun tetap saja ada mobil yang membandel. Deretan pedagang bermobil berjenis pick up, seakan antre menunggu giliran masuk ke areal pasar, dan menyisakan satu ruang memanjang yang hanya cukup dilewati satu buah mobil, sementara sepeda motor yang juga ingin melintas, harus pandai-pandai berzigzag menyelinap agar bisa cepat sampai di ujung jalan.

Ironisnya, diantara antrean tersebut, ada juga mobil-mobil pribadi yang diparkir, tanpa ada sopir-pengemudinya yang angkring disitu. Bisa saja milik pedagang yang ada disepanjang jalan atau familinya, bisa juga pembeli, yang kesemua kemungkinan pemilik tadi, dapet SIM dari nembak, minta tolong biro jasa, tanpa tau aturan lalu lintas dan parkir, barangkali. Tingal ngasi duit, trus foto, beres. Gak peduli dengan aturan-aturan yang ada.

Namun sekali lagi, pemandangan ini tak hanya terjadi di Jalan Sulawesi kok.
Jalan Gajah Mada juga begitu. Kemacetan tercipta dimana-mana, penyakit Kota Denpasar, kalau satu saja ruas jalan protokol ditutup atau terjadi kemacetan, artinya ruas jalan lainnya ya harus siap-siap juga dilanda macet.
Beh…