20 to 40

11

Category : tentang KeseHaRian

Untuk menempuh jarak sejauh 9 sampai 10 km di pagi hari diperlukan waktu sekitar rata-rata setengah jam, kurang lebih begitu analisa saya tempo hari dalam tulisan ‘Jalan Panjang menuju Puspem Badung’. Itu artinya secara matematis kecepatan rata-rata kendaraan bermotor yang saya pacu adalah minimal 20 km/jam. Satu kecepatan yang barangkali jarang saya lakukan saat muda dahulu.

Kini, kenyataannya memang demikian. Tipe pengendara yang biasanya dialamatkan teman pada saya adalah ‘alon-alon asal klakon’ -biar lambat asal selamat- kata orang. Untuk berangkat kerja paling banter kecepatan motor saya pacu hingga 40 km/jam itupun jika jalanan tergolong lancar. Sedangkan jika lengang, kecepatan 60 km/jam baru bisa dicapai, itupun hanya terjadi di beberapa titik.

Bisa jadi kecepatan laju kendaraan motor yang saya gunakan terkena imbas laju kendaraan roda empat yang kerap saya lakoni lima tahun terakhir. Ya baru setelah menikah saya mulai merasakan ada perubahan laju kendaraan dari yang biasanya ngawur, zig zag dan gak terlalu peduli dengan keselamatan, berubah jadi kalem setenang sapi yang melewati ruas jalan seramai Teuku Umar barat sekalipun. Mungkin karena setelah menikah itu yang namanya nyawa mutlak dibagi dua bahkan tiga ataupun lebih. bergantung pada situasi dan kondisi keluarga. Satu untuk diri sendiri, sisanya untuk istri, anak hingga orang tua.

Bisa juga lantaran sejauh ini belum ada jadwal mendesak yang harus saya kejar setiap pagi berangkat kerja (kendatipun terlambat) ataupun sore sepulang kerja. Posisi sebagai seorang PNS yang biasa-biasa saja merupakan salah satu penyebabnya. Mengambil pekerjaan semampunya tanpa memaksa diri atau menargetkan sebuah jabatan misalnya. Hehehe…

Membiasakan diri dengan laju kecepatan kendaraan bermotor 20 km/jam hingga 40 km/jam selain bertujuan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain, pula menjaga kemungkinan terjadinya kecelakaan dengan tingkat kerusakan dan luka berat. Disamping itu ya melatih kesabaran serta emosi yang barangkali hingga kini masih kerap melonjak secara mendadak. Bagaimana dengan Anda ?