Penutupan Diklat PIM IV Angkatan V Kabupaten Badung

Category : tentang KuLiah, tentang PeKerJaan

Berakhir sudah seluruh rangkaian Diklat PIM IV Angkatan V Kabupaten Badung yang dilaksanakan per awal Mei 2014 lalu hingga Penutupan 25 September pagi. Lega…

Penutupan 01

Lega karena secara kesibukan, berlalu sudah satu kegiatan yang lumayan menyita waktu dan pikiran selama lima bulan terakhir meskipun tugas yang dibuat gag susah susah banget, lantaran hobi nulis bisa nolong semua itu. Tapi tetep yang namanya perasaan ya sedikit lebih baik lah…

Tapi ngomong-ngomong, sebelum ditutup rupanya ada satu oleh-oleh dari para Widyaiswara yang saya terima sebagai bayaran atas kerja keras dan ketekunan selama lima bulan pembelajaran di Badan Diklat. Yaitu ganjaran Prestasi Istimewa peringkat V, dari 30 peserta yang mengikuti Diklat PIM IV kali ini. Kaget tentu saja…

Penutupan 02

Jadi Terima Kasih saya ucapkan untuk semua Widyaiswara antara lain Pak Sedana Yoga selaku Coach atau Pembimbing selama lima bulan ini, Pak Nyoman Sukamara selaku penguji pada Seminar BT2, Ibu Luh Pani sebagai penguji pada Seminar RPP, Ibu Anny yang mengingatkan saya akan kecerobohan, ketidaktelitian dan keterburu-buruan saya selama ini, sempat nyengir juga kalo inget inget sesi tersebut, dan Bunda Dhamanik yang selalu memberi semangat. Pak Partha, Dokter (duh lupa namanya) almarhum yang mengajarkan saya untuk selalu Romantis pada istri, dan lainnya… Terima Kasih banyak. Tidak lupa untuk jajaran di Badan Diklat atas tempat tidur yang nyaman selama pembelajaran, ibu-ibu di ruang makan yang setia menunggui kami hingga sore dan malam hari, juga Atasan sekaligus Mentor, Ibu Arinda atas masukan dan petunjuknya, Ibu Dessy untuk Semangatnya, Istri dan dua putri atas support penuh dan hiburannya… Terakhir tentu saja Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk anugerah-Nya.

Penutupan 07

dan Sebagai wujud syukur atas semua pemberian itu, usai Penutupan Diklat, sayapun memutuskan untuk membagi sekantong darah pada yang membutuhkan, Donor Darah yang ke-43 kalinya, di PMI RS Sanglah. Semoga semua ini kelak mendatangkan Kebaikan untuk kita semua. Salam Hangat dari Pusat Kota Denpasar.

Ujian Seminar Laboratorium Kepemimpinan Instansional

Category : tentang KuLiah

Akhirnya… sampai juga kami semua di sesi Ujian Seminar Laboratorium Kepemimpinan Instansional, pada hari Selasa 23 September 2014, di ruang belajar Cempaka Badan Diklat Provinsi Bali. Dan berikut beberapa rekaman lensa dari Kelompok 2, yang dikawal oleh Coach Bp. I Made Sedana Yoga, ST., MSi dan Penguji Bapak N Sukamara, CES.

Pertama dari Ibu Rai Sukarini, Kepala Sub Bagian Keuangan Badan Pelayanan dan Perijinan Terpadu.

RPP 01

Kedua, dari Bapak Ida Bagus Caniscahyana, Kepala Sub Bagian Umum locus yang sama.

RPP 02

Ketiga ada Bu Putu Nugraheni, Kepala Sub Bagian Humas Sekretariat DPRD.

RPP 03

Keempat ada Gus Tole atau Adi Wiryantara, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Terminal Type A Mengwi, dari Dinas Perhubungan dan Informatika. Disambung oleh Ida Bagus Sudiyadnya, Kepala UPT Lalu Lintas dan Angkutan Badung Selatan, locus yang sama.

RPP 04

Berikutnya Bapak Kadek Prastikanala, Kepala Seksi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana RSUD Badung.

RPP 06

Peserta keTujuh ada Pak Ketut Nadu Kepala Bagian Operasional Dinas Kebakaran. Lanjut Pak Ketut Mudja, Kasubag TU pada UPT Dinas Kebakaran Badung Utara.

RPP-07

Jeda Makan Siang, sesi kedua peserta selanjutnya ada www.pandebaik.com aka Pande Nyoman Artawibawa, Kepala Seksi Permukiman Dinas Cipta Karya dengan Pengendalian Data Teknis Jalan Lingkungan.

RPP 09

Dan Terakhir sebagai penutup sesi Ujian dari Kelompok 2 ada Bapak Wayan Adi Sudiatmika, Kepala Sub Bidang Sarana dan Prasarana Wilayah Bappeda Litbang.

RPP 10

Well, demikian rekaman lensa yang dapat disampaikan untuk hari ini, semoga esok bisa memberikan hasil yang baik.

Sedikit Cerita dibalik Pelatihan Teknisi Laboratorium Kebinamargaan

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Satu persatu kendaraan bisa dilewati sejak pukul setengah delapan pagi tadi, namun wajah Politeknik Negeri Bali tak jua kunjung tampak didepan mata. Setengah jam sudah perjalanan tampaknya mulai membuat mata lelah dan mengantuk. Perlu dua tiga kali penghentian ditepi jalan untuk sekedar minum atau meregangkan badan. Sebuah rutinitas baru yang kali ini harus dilakoni kembali.

Bersyukur keputusan untuk mengendarai Scorpio Merah hadir sejak awal dimulainya Pelatihan. Ide untuk ditemani Kijang Grand 88 sudah dimentahkan lebih dulu lantaran merasa kapok dengan kemacetan yang biasanya terjadi di banyak titik persimpangan jalan dari Kota Denpasar menuju Politeknik Negeri Bali.

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, mahasiswa yang tadinya meramaikan kantin pelataran halaman pinggir kampus tampak sudah mulai lengang dan beranjak ke ruang kelas. Kamipun bersiap memulai aktifitas Pelatihan Teknisi Laboratorium Kebinamargaandi Laboratorium Jurusan Sipil. Pak Komang Sudiarta, pak Putu Suka Ardana dan pak Gusti Bagus Suadnyana yang sejak awal secara intens membagi ilmunya dengan sabar, sudah siap sedia dengan beberapa benda uji dan peralatan material.

Lima hari menjelajah jalanan Kota Denpasar menuju Bukit Jimbaran rasanya sepadan dengan sejumlah pengalaman baru yang kami dapatkan dari Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali, namun tetap saja masih merasa kurang. Rasa ini saya pribadi alami lantaran secara kualitas, sangat disayangkan apabila waktu kemudian malahan membatasi ruang gerak kebutuhan kami akan ilmu dan pengalaman baru, yang harapannya tentu saja bisa kembali dilakukan kelak atau dalam waktu dekat.

Masker dan debu kemudian menjadi teman kerja setia selama pembelajaran. Bau aspal dan butiran abu batu yang menghiasi meja kerja tampaknya sudah tak lagi membebani pikiran. Dalam kepala yang ada hanyalah rasa penasaran, apa lagi yang akan kami kerjakan selanjutnya ?

Agregat, Aspal Beton, Abu Batu, TCE merupakan beberapa benda yang bisa dikenali secara langsung selama masa pembelajaran. Satu hal yang baru bagi saya pribadi, namun bisa jadi tidak demikian halnya dengan sembilan kawan peserta lainnya.

Duplo, Rothluchs, Los Angelos dan Marshall tak lagi menjadi sebuah istilah yang membingungkan, setidaknya dalam lima enam tahun terakhir pasca pelatihan yang sama dilakoni di Hotel Sahid namun lebih mengarah pada teori tanpa terjun langsung untuk dikerjakan.

Bersyukur suasana pembelajaran yang kami alami sepanjang lima hari berlangsung serius tapi santai. Canda tawa tetap mengalir dengan tema berbeda setiap harinya, membuat kami tampak segar hingga pelatihan berakhir. Namun yang terpenting adalah rasa perkawanan yang makin dekat serta kerjasama yang terjalinpun bisa makin solid.

Matahari masih belum turun ke ufuk barat saat kami mulai meninggalkan parkiran depan Politeknik Negeri Bali ini. Secara perlahan roda motor mulai menyusuri jalan turunan kampus menuju persimpangan Ungasan Uluwatu. Masih belum lepas lelah yang ada sejak pagi tadi membuat pikiran rasanya ingin cepat-cepat melewati lautan kendaraan yang padat merayap. Maka zigzag pun merupakan satu-satunya pilihan.

Pelatihan Teknisi Laboratorium Kebinamargaan di Politeknik Negeri Bali

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Matahari Pagi sudah naik di penghujung timur, biasanya saat seperti ini saya sudah mulai berjemur di balkon gedung kantor sambil membaca berita lewat Detik ataupun Twitter melalui media tablet… Namun seminggu kemarin, rutinitas itu tak bisa dilakukan lagi. Di waktu yang sama, saya masih duduk ditemani segelas kopi hitam ditemani koran pagi atau tayangan televisi di ruang tamu rumah, melewati menit kesepuluh barulah mulai berangkat menuju Politeknik Negeri Bali di Jimbaran.

Pelatihan Teknisi Laboratorium Kebinamargaan, kerjasama Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung dengan BSK Diklat Politeknik Negeri Bali pun kembali dilakoni…

Kegiatan yang digagas lantaran minimnya pengetahuan kami selaku abdi negara yang secara rutin melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap sekian banyak pembangunan, peningkatan ataupun pemeliharaan fisik jalan raya, seakan-akan memberi peluang ‘lahan bermain’ bagi para Rekanan yang nakal. Untuk itulah pembelajaran yang dilaksanakan selama lima hari kerja terakhir mencoba memperkenalkan pada kami, mana komposisi campuran Agregat dan juga Aspal yang baik untuk dikerjakan dan mana komposisi yang tidak disarankan untuk tetap dipaksa digunakan.

Beberapa langkah pembuatan benda uji untuk komposisi aspal codename AC-BC dan AC-WC diberikan secara bertahap, termasuk bagaimana cara pengujian dan membaca hasilnya. Dengan dasar pendidikan yang memang belum pernah menyentuh bidang laboratorium dan material jalan raya, lumayan banyak membuat kesulitan dari pemahaman istilah, langkah kerja, nama alat hingga pencatatan. Ini tentu berbeda dengan lima Rekan kami dari sepuluh yang hadir setiap harinya, yang sudah tergolong senior dalam pengalaman serupa. Maka jadilah mereka ini instruktur tambahan bagi saya pribadi untuk bisa memahami materi lebih baik lagi.

Salah satu yang kemudian patut saya syukuri selama proses pembelajaran adalah teknologi yang disematkan dalam perangkat Tablet Samsung Galaxy Tab 7+ ini. Beberapa fitur penting seperti memo, kalculator, kamera hingga spreadsheet selalu tergunakan untuk memudahkan pekerjaan yang memang sedikit sulit dengan beragam instrumen yang berbeda dalam sekali waktu. Meski ada sedikit kekhawatiran akan kehabisan daya ditengah pemanfaatannya.

Dari lima hari pembelajaran, ada banyak pekerjaan rumah yang harusnya bisa kami sekesaikan. Sayangnya, seperti pendapat pak Komang Sudiarta -Ketua Tim Laboratorium Jurusan Sipil Politeknik Negeri Bali, bahwa waktu yang diberikan masih sangat kurang jika ingin mengetahui bagaimana prosedur hingga hasil dan pemahaman analisanya secara mendetail. Hanya saja secara mood peserta bisa dikatakan sempat menurun di hari keempat, bisa jadi lantaran lelah bolak balik didera kemacetan yang dialami pagi dan sore, lelah mengerjakan hal yang sama secara konstan, atau bahkan bukan bidang yang kerap digeluti. Perlu pengulangan aktifitas serupa agar bisa terbiasa nantinya.

Dalam membantu usaha pembelajaran dan berbagi ilmu, pak Komang Sudiarta ini dibantu pula oleh dua rekannya, pak Putu Suka Ardana dan pak Gusti Bagus Suadnyana. Maka sudah sewajarnyalah jika kami kemudian menghaturkan banyak Terima Kasih atas semua pendampingan, talenta dan pengetahuan yang telah diberikan selama lima hari terakhir hingga kami bisa menyelesaikan beberapa tugas sesuai tiga modul yang dibekali sejak awal.

Meski secara hasil yang diharapkan ada beberapa koefisien yang dianggap melenceng, namun secara cara kerja, apa yang telah disampaikan dapat kami terima dengan baik. Sehingga untuk itu pula, kami berharap banyak kedepannya nanti bisa diselenggarakan kembali pelatihan-pelatihan dengan model workshop seperti ini (tidak hanya terpaku pada teori) yang barangkali bisa lebih menukik pada studi kasus yang pernah dialami dalam kondisi lapangan atau nyata sebenarnya.

Akhir kata, saya mewakili teman-teman Peserta mengucapkan Terima Kasih pula pada Ibu Ir. Putu Hermawati, MT selaku Ketua BSK Diklat Politeknik Negeri Bali, Bapak Ir. I Wayan Sugawa selaku Kabid Pendataan dan Evaluasi serta tiga atasan kami yang setia mengunjungi dan berdiskusi dari pak Gung Rai Sudiartha, ibu Gung Mas Aries Sujati dan pak Nyoman Sukarata. Demikian pula untuk tiga instruktur kami, pak I Komang Sudiarta, ST., MT, pak I Putu Suka Ardana, ST dan pak Gusti Bagus Suadnyana. Tak lupa semua teman-teman yang telah mendukung kerjasama yang baik selama pembelajaran berlangsung.