Babi GuLing SapiSial

2

Category : tentang PLeSiran

Nama makanan diatas bukanlah paduan dua daging yang dikemas dalam satu sajian Babi Guling, tapi cuman diplesetkan sedikit lantaran pesanan khusus -Spesial maksudnya-.

Mungkin karena sudah takdirnya sajian Babi Guling mendarah daging dalam setiap insan umat Hindu Bali, saat ditawarkan untuk makan siang sebelum meluncur ke lokasi kegiatan yang akan diperiksa, maka sajian ini pula yang menjadi pilihan utama. Mungkin ini pula menjadi penyebab mengapa lama-lama wajah dan penampilan (terutama bagian perut) saya malah mirip Babi Guling. Huehehe… Ndut !

Menyasar lokasi daerah Mambal, yang dahulunya bertempat di sisi timur jalan tepat pertigaan jalan utara Pasar Mambal, yang kalo kearah utara tembusannya ke Bongkasa, sedang kearah Barat nembus ke daerah Penarungan-Abiansemal. Kini berlokasi sedikit keutara, masih pada jalan yang sama, dibarat jalan.

Sebetulnya dari sajiannya sih gak beda jauh dengan lainnya, ini dilihat saat rekan yang paling pertama memesan paket Reguler -biasa- he…. nah, saat rekan berikutnya memesan, dia minta yang spesial. Maksudnya gak pake daging jeroan (khawatir asam urat kali ya), dan diganti pake Kulit Guling yang kriek uenak gitu loh.

Maka, saya pun jadi ikutan latah memesan sajian Bagi GuLing SapiSial (sajian yang lebih khusus lagi), berisikan nasi putih, lawar merah dan sedikit daging basah plus segunung Kulit GuLing. Wah wah wah…. rekan lain jadi iri dan langsung saja menukar pesananannya sama dengan saya. Huahahaha….

Tentu istilah SapiSial disini gak bakalan dimengerti oleh penjualnya jika ada rekan yang usai membaca posting ini langsung meluncur ke TKP buat nyobain sajian unik ini. Karena istilah ini cuman bisa-bisanya saya dan rekan-rekan yang ikutan waktu itu aja. He…

BurGer ? Yummy…

1

Category : tentang PLeSiran

Boleh dikatakan kalo roti isi irisan daging satu ini udah jadi favorit sejak masa kecil dahulu. Masih teringat jelas rutinitas melahap burger tiap dua minggu sekali made in Toko Asia (waktu masih berlokasi di depan rumah makan Mie Jakarta jalan Veteran), dibeli dari sisihan uang saku yang dikumpulin tiap harinya. Waktu itu (masa SMP 1990an) harganya tergolong mahal 4 ribuan, seharga komiknya Tiger Wong kalo ndak salah. He…

Hobi makan burger sebetulnya berawal dari kiriman seorang famili ortu yang membuka Restoran Mini di Kuta sana. Beliau ini secara rutin ngirimin cemilan makanan yang biasa disantap turis-turis, tentu merupakan makanan yang aneh bagi ortu waktu itu. Kalo ndak salah ada Sandwich isi telor mata sapi, isi keju dan tentunya Burger. Makanan aneh ini rupanya membuat saya jatuh cinta (didukung pula oleh embel-embel makanan ala barat yang bagi seorang anak kecil seperti saya waktu itu, ngerasa top banget bisa makan makanannya Mac Gyver, he….)

Burger baru jadi familiar terdengar setelah Gerai Mc Donalds menjualnya dengan harga PaHe 5 ribu saja, namun seringkali yang didapat adalah Burger yang PaHe juga, tanpa sayur, tomat maupun mayonaisenya… kadang sangat mengecewakan bagi saya, tapi dimana lagi bisa ngedapetin Burger dengan harga segitu ? Apalagi kalo inget-inget paket Big Mac dibanderol 20 ribuan kalo ndak salah. Harga mahal bagi kantong saya tentunya.

Lebih familiar lagi saat Burger dijual keliling dengan brand Top Burger. Harganya murah dikit dibanding milik McD, dan penampilannya juga gak jauh beda. He…. Begitu pula dengan Burger kering kerontang plus Sambal sachet Kokita yang dijual di toko-toko roti. Lama-lama males juga dengan penampilan Burger hemat yang segitu-gitu aja.

Setelah bekerja dan menghasilkan uang sendiri, keinginan buat menikmati roti ini timbul gara-gara kepincut Klenger Burger yang memberikan kenikmatan sebuah Burger (lengkap dengan irisan daging yang uenak, sayur, tomat dan Mayonaise hangatnya). Harganya dua kali lipat dibanding PaHe tadi. Gak ketinggalan Gerai Kebab Turki pun menyediakan Burger dengan harga yang lebih bersaing, dan secara pribadi, belum bisa ngalahin enaknya si Kelenger tadi.

Nah, ceritanya sehari usai upacara Otonan putri kami Selasa lalu, aku diminta mengantar ortu ke rumah duka seorang famili di daerah Pagan (perempatan jalan WR Supratman-Ratna-Plawa). Dengan tujuan awalnya buat nyari info kursus mengemudi yang kata si pemilik via telpon sebelumnya berada di dekat Circle K (kebetulan disebelah timur lokasi rumah duka). Eh, mata ini gak sengaja menangkap sebuah warung mini yang menawarkan Burger Double seharga 6 ribu saja. Wah, hasrat buat nyobain Burger jadi muncul lagi.

alo dibandingkan dengan Kelenger Burger, ya jelas kalah jauh. Tapi kalo mau dibandingkan dengan BurGer PaHe milik McD ataupun Top Burger ? Jelas jauh lebih memuaskan. Ini lantaran selain dua iris daging, ada juga sayuran segar, tomat dan mayonaise hangatnya. Walopun berbeda jauh dengan gambar Double Burger dalam Menu yang mereka berikan. Beda tebal daging (tentu saja, wong seharga 6 ribu), juga gak ada irisan Keju Kraftnya.

Setidaknya cukuplah dibanding Burger darurat made in sendiri, yang kalo lagi bokek tapi pengen makan burger, akhirnya nekat ngebeli sekaleng Mayonaise dioles pada roti tawar diisi saos ABC plus pengganti irisan daging dipakelah SoZis. Huahahaha….

Murah Meriah Masakan China

2

Category : tentang PLeSiran

Setelah jatuh cinta dengan masakan China di Depot Rama beberapa waktu lalu, kali ini nyobain Nasi Goreng Sosisnya Warung 67 di pertigaan pertemuan Jalan Nangka – Sandat, tepatnya sebelah barat Warung Rujak yang terkenal itu.

Sebetulnya menu NasGor sosis ini sudah familiar sejak masa SMA dulu, karena kakak cewek berlangganan disitu. Baru setelah punya hobi berburu tempat makan, jadi tau lokasi aselinya. Ternyata dekat rumah.

Dengan harga yang tergolong murah dan tentu saja lumayan enak, plus porsi besar, jadilah ni Warung salah satu alternatif tempat makan pilihan, utamanya kalo lagi nyekolahin motor buat ganti oli juga nyuci yang letak bengkelnya bersebelahan dengan warung 67 ini.

Yummy…

Kembali ke Rumah…

Category : tentang PLeSiran

Pagi yang menyejukkan.
Sangat tepat menggambarkan nuansa akhir liburan yang sudah memasuki Pelabuhan Gilimanuk setelah seharian berkutat dengan belanjaan yang tak kunjung memuaskan mata dan dompet para ibu pengabdi negara ini.Pedasnya Ayam Betutu ala Men Tempeh lumayan membuat aksi balas dendam lantaran makanan yang disajikan selama liburan tak satupun pas dilidah nak bali aseli.
Mewah memang bener. Tapi rasanya sama saja dengan makanan yang disajikan setiap saat upacara resepsi pernikahan.

Uenaknya Sambel Matah cukup menggoyang lidah untuk menghabiskan seekor ayam yang sudah menunggu dijambal oleh 3-4 orang.
Wah, uenake…..
Sama seperti saat makan malam terakhir yang menyajikan Soto Ayam Surabaya plus Mie Goreng khas Jawa Timurannya Pasar Kreneng, kering dan ditaburi daging ayam serta cabe ijo.

Sehabis menyantap sarapan pagi, hiduppun disambut oleh hamparan hijaunya sawah dan pepohonan, cukup membuat kami menarik nafas lega.
Tiba jua kami dirumah…

Gelek-gelek

Category : tentang DiRi SenDiri

Seharian ngetim, ngcek kegiatan diakhir tahun anggaran 2007, memang melelahkan sekaligus menyenangkan.Melelahkan karena harus rela berpanas-panas didalam mobil dinas seharian dari jam 9 pagi hingga 4 sore. Itupun dengan rute yang berbeda tiap bertugas. Tergantung daerah yang akan dituju. Jadi sekalian memperluas pengetahun tentang ruang lingkup wilayah di Kabupaten Badung.

Kok bisa panas2an ?
Yah, namanya juga staf, harus mau mendapatkan mobil yang udah layak ganti, sedangkan para pejabat malah seenaknya mendapatkan mobil baru gres.
Trus mobil dinas lama kok gak dihibahkan ke staf, Pak ?
Dibawa kemana ?

Menyenangkan karena artinya seharian pula bisa jalan-jalan menikmati deretan kegiatan yang berbagai jenis, dari penataan taman rumah dinas Bupati yang oke banget dengan dana yang wah tentunya, hingga jalan-jalan kepesisir pantai melihat bangunan pengawas penyelamat pantai.
Plus makan siang gratis yang bisa dipilih sesuai kesepakatan bersama.

Sialnya uenaknya makan siang gak terasa dilidah lantaran sudah bertekad melakukan puasa makan daging apabila istri berhasil mengandung setelah satu setengah tahun mandeg. Dan ini berlaku hingga istri melahirkan nanti.

So, apabila makan siang disepakati untuk menikmati segarnya daging kambing di sebelah timur patung kuda bandara Ngurah Rai Tuban, maka ‘batun salake kanggoang gelek-gelek ningalin sate kambinge…

ngeWarung yooookkk

Category : tentang PeKerJaan

Seperti pula posting sebelumnya tentang tempat jajan bagi mereka yang fanatik menu khas Bali, didekat kegiatan pengaspalan tepatnya jalan utama menuju lokasi kegiatan, ada juga satu warung kecil yang hanya buka kalo lagi gak ada kegiatan menyama beraya ataupun rahinan tertentu.Ngewarung di Desa Kerobokan tepatnya dari lampu merah di perempatan jalan Kuta – Kerobokan menuju Tanah Lot, kearah barat pada jembatan pertama dipasar bagian utara jalan.
Tempatnya mojok di sisi barat daya areal parkir, jadi bakalan kelihatan kalo lagi melintas dijalan utama yang sedianya baru diaspal.

Seperti halnya tempat jajan murah di Pasar Badung pada posting tempo lalu, disini tak kalah menunya dari rujak yang punya kekhasan buah disisir dengan tipis sehingga uenak buat dinikmati.
Beh gelek-gelek paosne nok…

Ada jula sajian lain dari kolak, daluman , bulung tipat, de el el plus camilan lain yang rasanya gak kalah dengan di Pasar Badung. Hanya saja ini disajikan disatu tempat, sendirian oleh seorang ibu kurus berkulit putih dan senyum yang selalu mengembang.

Pembelinya beragam dari anak kecil hingga dewasa. Uniknya lagi, lantaran banyak anak-anak sampai remaja tanggung yang belanja, rata-rata pasti meminta uang kembalian, si Ibu kerjasama dengan tukang parkir pasar setempat untuk menukar uang receh secara berkala.

Warung Subak Peguyangan

4

Category : tentang PLeSiran


Bertambah lagi tempat makan yang menyediakan aneka hewan laut dan ayam, tentunya dengan rasa yang uenak banget ! Warung Subak yang berlokasi di Peguyangan, tepatnya dari pertigaan Jalan Nangka Utara kearah barat menuju Jalan A.Yani, melewati Rumah Makan Mina yang kebetulan juga menyediakan spesial ikan, kurang lebih dua ratus meter di kiri jalan.

Warung Subak dari segi tempat, bolehlah disamakan dengan kelas Warung Pesinggahan Renon, karena baik suasana penataan serta penampilan bangunan tak jauh beda.
Hanya saja, nuansa ‘subak’ lebih terasa karena berada di areal persawahan.

Dari segi harga, ternyata jauh lebih mahal. Terbagi atas beberapa paket yang harganya diatas 20rb perpaket untuk masakan laut, dan 15rb untuk ayam.
Ini tergantung lagi pada tingkat pendapatan masing2. kalo kelas yang sudah menjabat, mungkin masih tergolong murah. Tapi kalo bagi staf bawahan kelas kroco, makan sekali cuman mesen 2 paket harganya udah 80rb, lumayan menguras dompet dong.

Dari segi rasa, wah jangan ditanya deh.
Uenak banget !
Apalagi saat mencoba rasa penasaran akan sate cumi-cumi juga kerang bakar. Yummy, jadi pengen makan lagi nih…

Tapi harga yang mahal akhirnya terbayar oleh porsi yang disediakan, lantaran jumbo size, jadi satu paket masih cukup untuk dinikmati berdua.

Dengan begitu, harga masakanpun sama persis dengan yang lain kan ?