Tengak Tengok : awak bes liu CCO to Yan

5

Category : tentang KuLiah

Akhirnya jumat sorepun tiba, bergegas bersiap diri untuk goes to campus, karena hari ini adalah saatnya ujian Toefl dilakukan. Minimal, datangnya musti ontime. Nyampe kampus, ternyata udah ada 6 biji kawan yang siap dengan joki plus trik menjawab, sedangkan penulis hanya berpasrah diri saja. Mau ngandelin siapa lagi kalo bukan diri sendiri. Suasana ujian Toefl berjalan hening, semua peserta terlihat serius mendengarkan section Listeningnya sambil berharap, bisa memberikan jawaban yang tepat. Walopun sempat terganggu oleh dering ponsel salah seorang peserta yang kliatannya emang rada ˜outer minds, namun secara keseluruhan, kerja sama tampaknya dinomorsatukan.

tt2.jpg

Mungkin karena keputusasaan akan waktu yang sempit, spare satu jam untuk menyelesaikan 100 biji soal test Reading da juga Structure. Awesome… Tapi di menit terakhir, si bli Wayan Bagus, kliatannya sedang mengoreksi beberapa jawaban test, cukup mengundang rasa penasaran rekan yang ada disekitarnya. Saking nyantepnya si bli Wayan, yang dikoreksi nyatanya bukan satu dua saja, tapi gak keitung “dasar didikan ITB, teliti dan bertujuan akhir ‘harus lulus’ membuat mangkel penulis ˜beh jeg liunan CCO-ne jawaban bli Wayan, ane ncen kaden katempa jani’ sambil kembali berpasrah pada-Nya.

tt1.jpg

Aduuuhh.. H2C-ne… Harap-harap Cemas, ˜madak apang lulus walopun nilaine nge-pres. Kwale sube siap masi yen maan kemungkinan terburuk.

NB : CCO itu istilah dalam kegiatan pemerintahan, perubahan beberapa pekerjaan dari kesepakatan dalam Kontrak. -Change Cost Order (Pekerjaan Tambah Kurang)

Maybe U Can Buy a Cotton Bud Before Final Test

5

Category : tentang KuLiah

Last friday night, our class toefl course have a Listening Conversation. Which one we have to listen what the tape says, and then try answer the question. At the first hour, the teacher has been tried to translate what the tape says, one by one until we can understand the meaning of. The Big problem, when last hour our Teacher tried gave us a Trial Test, which one He let the tape roll out until it finished. We have listening it carefully and write the right answer at the paper test.

It takes little bit of time, so what we can do, just listen and try to understand all of it without translate one by one like before we do. It’s about fifty question with different topic.

Just because our vocab is not much than what the tape says, the men who sat beside me has told me ‘Ha ? what it (the tape) says ? ‘ I Can’t Understand it… then I say ‘that’s mean you better than me. I don’t Understand anything what it says. Too Fast for me.

Before the class has ending this Conversation, the Teacher check all our answer and from fifty quaestion, I got twenty correct answer. Not Bad. But if it’s the Final Test, I’m sure I Can’t passed it. Be Jeg Sing Lulus Jani ne…

0805-002.jpg

So, when we out the class, my friend has say ‘Maybe U can buy a cotton bud for the Listening Conversation before we take the Final test next’. Hahaha… Huuuuh…. Maybe I need two-three times to take the final test, and hope I can pass it…

Are You Sure ?

Category : tentang KuLiah

Lain halnya dengan pembelajaran Structure pada tahap Toefl kali ini, rasanya berjalan agak lambat lantaran inilah yang paling menjadi momok bagi penulis, sebagai alasan utama gak pernah memposting dalam bahasa asing. Pada kondisi mana yang tergolong Tenses yang mana. Duuuhh…

Empat puluh soalpun lantas dijawab dengan pasrah, apalagi apa yang dikhawatirkan ya emang beneran ada. Kapan harus make ;have been; kapan make embel-embel -ing. Aduh !

Jadilah pembelajaran kali ini, kepala seakan dipenuhi pertanyaan serupa judul posting diatas sebelum memberikan jawaban atas contoh soal yang diberikan. Hasilnya ? dari sekian banyak soal yang ditawarkan, untuk mencapai angka dua puluh lima persennya pun tak mampu dicapai. Itu artinya, penulis masih guoblok banget di bidang Structure English. Gawat nih !

Makanya pas sabtu minggu kmaren, langsung aja kabur ke Gramedia di Hero Gatsu, buat nyari buku yang bisa mengajarkan Tenses dengan mudah dan cepat. Dapet dua biji, sambil berharap, semoga sempat dipelajari dan mampu melewati lobang jarum nanti. Huah, jadi was-was. L

Sok Tau deh !

Category : tentang KuLiah

Nyambung suasana pembelajaran Toefl waktu lalu, rupanya banyak pengalaman baru yang dialami sebagai penyegaran sebelum nantinya siap-siap ngejalanin kuliah semester tiga pasca. Gabungnya rekan satu angkatan dalam satu ruang belajar jadi tau bagaimana kebiasaan dan perilaku ntu masing-masing orang, dari yang emang seken serius sampe yang bener-bener cukup menghibur hati gundah gulana, khawatir gak lolos dari lobang jarum.

sok-tau-2.jpg

Berjalannya pembelajaran kali ini diwarnai sedikit keyakinan yang berlebihan dan sebagai akibatnya, rata-rata dari kata-kata yang dicoba translate ke bahasa Indonesia, malah meleset jauh. Itu sebabnya pula apa yang dimaksud dari satu dua contoh soal malahan gak match dengan maksudnya. So, kayak sok tau gitu deh. Eh, ini termasuk si penulis juga loh. Keseringan nyeletukin perkiraan artinya duluan, ternyata eh salah ya ? J

sok-tau-1.jpgÂ

Tapi seperti yang udah dikatakan tadi, bersyukur ada juga yang lumayan bikin suasana kali ini rada terhibur, gara-garanya salah satu rekan kuliah sekelas yang menurut pak Dosen dari translate namanya yaitu ‘Outer Space’ dan secara gak langsung ditangkap oleh penulis kata lain dari namanya tersebut ‘diluar nalar’. Hahahaha… Ni bapak seorang dosen Arsitektur di Undiknas sana, yang datengnya agak telat sehingga tertinggal satu part soal dan memicu Beliau ini untuk lebih pro aktif di part berikutnya. Sialnya, apa yang ia lakukan nyatanya gak tepat waktu, yaitu langsung menjawab dengan yakinnya

C pak…, padahal pertanyaan blom dilontarkan.

J seisi kelas jadi riuh tertawa lantaran si Bapak ngotot pada jawaban C tadi. Lha yang ditanyakan aja blom tau kok Pak ?

Fifty – Fifty

1

Category : tentang KuLiah

Continuing posting learning English the other day, senin tonight feel refreshed by phase ‘Reading, where competitor asked for mengertikan a short story one two paragraph, later try to reply question go together mentioned story. Looks like test of former Indonesian..

fifty-fifty-1.jpg

It’s atmosphere of course become more easy going, but just remain to be, serious storey;level mean all this competitor, mounting fast. Possible Merely this owner blog just is which still have time to shoot in between situation that require concentration and also the strong word exchequer..

fifty-fifty-3.jpg

Just only why title of the posting oppositely also ‘Fifty-Fifty’ cause of writer become remembered a nice film stared by Tom Hanks, The Terminal, where a devotee of Jazz of having a mind into the city New York, have to stay at airport of the town, because his old country is coup d’etat. Hence become he will do not want to learn Ianguage of asing-Inggris in a short time readly English-speaking a book that and compare with same book but have the Ianguage which he master, and use word ‘Fifty-Fifty’ (result of his finding in screen of tv news as possibility of he allowable urbanize New York.

fifty-fifty-2.jpg

Back To topic, word ‘Fifty-Fifty’ that also depicting ability of writer in replying so much question and in the end also have time to hope, just yeah hopefully fifty gratuity more few, test wait can be replied a correctness. Most the caw have enough properly to get away from needle hole.

cas cis cus ala Canggung

7

Category : tentang KuLiah

Masa libur kuliah pasca belumlah usai, namun nampaknya sebagian besar para mahasiswanya masih menyempatkan diri untuk mengikuti satu persyaratan khusus sebelum memasuki tahap berikut sekaligus yang paling ditunggu oleh setiap insan mahasiswa tingkat pasca tentu penyusunan Thesis.

Syarat yang telah ditentukan sejak awal pendaftaran kuliah, namun minimal sudah terpenuhi sebelum dilakukannya ujian Thesis nanti, yaitu kepemilikan sertifikasi berbahasa Inggris dengan baik dan benar ato dikenal dengan ToefL.

Hanya saja memang persyaratan yang telah ditentukan tadi jauh lebih ringan dari ke-saklek-an sifat persyaratan kuliah Pasca diluaran, dimana serifikasi itu harus ada dan dilampirkan saat pendaftaran. Lagipula harus masih berlaku saat ia diperlukan. Nah, kalo disini sih, walopun udah lewat sekian bulan masa berlakupun ndak masalah. J angin segar bagi mereka yang o’on dalam berbahasa asing.

Jadilah hari jumat malam kemaren merupakan hari pertama kuliah persiapan untuk testing ToefL, yang diikuti oleh sekitar limabelasan anggota dimana tanpaknya hanya sebagian kecil yang bisa dikategorikan mampu untuk melewati ujian nanti dengan baik, dan tentu saja angka sebagian kecil itu tidak termasuk saya didalamnya. J

Suasana cas cis cus (istilah umum kalo lagi ngomong English), terasa amat canggung saat dilafalkan, oleh masing-masing anggota kelas walopun kabarnya ujian ToefLnya nanti tak termasuk pada melafalkan kalimat dalam bahasa English tadi. Ini terlihat dari anggota yang duduk di barisan belakang, lebih sering ngoceh dan cekikikannya (sebagai bukti otentik, lihat pada grafis border merah) dibanding nuansa seriusnya begitu tau apa yang dikatakan atau diartikan, salah besar.

toefl-001.jpg

Tentu ini berbeda jauh dengan kategori sebagian kecil tadi yang terlihat amat sangat serius hingga salah satunya terlihat sampe tak sadar jika yang digigit adalah polpen (bukannya sosis) J.

toefl-000.jpg

Misalkan saja kata ‘Hood’. Apa yang pertama kali terlintas pada benak kira-kira ? ‘Robin Hood’ ? nah kira-kira apa arti kata Hood pada embel-embel si Robin tadi ? Robin yang baik hati ? Robin yang tinggal di hutan kayu ? SALAH BESAR. Hahahaha ‘Hood’ itu ternyata diartikan sebagai kap mobil.

Begitu juga saat ditanyakan, apa bahasa Inggrisnya mesin ketik ? Type Writer. Hmm.. benar. Trus kalo tukang ketik ? Typist. Hmm.. lagi-lagi bener. Nah, kalo memasak ? Cook-cooking. Wah, pinter… Kalo tukang masak ? Cookist. Ah, yang bener ? ada pula yang nyeletuk ‘Cooker’. Ah itu sih alat masak, Pak ! J bisa aja…

Ujian Copy Paste

2

Category : tentang KuLiah

Seperti biasa, menjelang berakhirnya semesteran kuliah Pasca, dilakukan beberapa kali ujian akhir semester yang rata-rata dilakoni tanpa menganut lagi paham sks (sistem kebut semalam), alias openbook. Hehe… sialnya kebiasaan buruk mahasiswa ini sudah diketahui oleh para pengajar sehingga mengambil pertanyaan yang walopun ada di buku musti jeli lantaran mirip satu sama lainnya. Jadilah dua setengah jam waktu ujian, dihabiskan untuk mencari kata-kata sama dengan soal ujian untuk disalin plek. Andaikan saja, bisa dicopy paste mungkin mendingan gitu daripada nulis banyak banget. Sampe empat halaman folio bolak balik.

ujian-copy-paste.jpg

Lucunya lagi ya perihal pencarian materi yang diujiankan tadi. Harus pandai-pandai dan sering membaca agar tau posisi yang diminta itu dimana. Namun lantaran yang namanya jadi mahasiswa saat usia sudah tak lagi muda, jadilah yang namanya buku sampe fotokopian materi dirumah cuman dijadikan bantal tidur aja. Gak pernah dibuka-buka. Makanya waktu sedemikian panjang habisnya cuman buat nyari jawaban soal ujian aja. J

Php dan SQL untuk nak lingsir ?

3

Category : tentang KuLiah

Nekat ikutan kuliah pasca ya harus nekat pula menanggung beban otak yang kadang udah sangat berlebihan dilihat dari materi yang disampaikan malah tak jarang gak ada hubungannya dengan pekerjaan sehari-hari. Yang paling kasihan ya para mahasiswa kaum lingsir Bapak-bapak dosen, yang kalo dak ikutan kuliah pasca, dapat dipastikan karirpun bakalan mentok. J

simi-lingsir.jpg

Jadilah grup bapak-bapak yang rata-rata kesehariannya ngurusin proyek, dibebankan dengan bahasa pemrograman, dengan memanfaatkan program tambahan macem Access, Php, SQL dan laen-laen untuk bisa diaplikasikan berkaitan dengan pekerjaan konstruksi dunia mereka. Tapi jangankan bisa, untuk memahami dan mengerti saja masih kalang kabut. Yang muda-muda aja masih kebingungan, apalagi mereka yah ?

KuLiah Box Office

Category : tentang KuLiah

Kalo film bioskop yang keren mah wajar disandangkan kata ‘Box Office’ ditiap penayangannya, identik dengan jumlah peminat-penonton yang membludak dan kursi yang disediakan selalu penuh. Bahkan di sudut tak nyaman sekalipun.

Trus KuLiah Box Office ? ya gak jauh beda sih, maksudnya.

Saat presentasi Tugas makul Manajemen Sumber Daya Manusia hari Senin lalu, yang datang sedari awal cuman dikit. Pikirannya sih, paling yang dapet prensentasi aja yang datang kuliah. Maka dari itu perkuliahan dilakukan diruang kelas biasa di lantai 1 gedung Pasca. Eh ternyata yang datang malah membludak. Jadilah saat kelompok Bapak-bapak dari kelompok Nim Ganjil yang presentasi lebih awal, ruang kelas tersebut dipenuhi peserta kuliah, tanpa ada kursi kosong satupun. Yah, bolehlah diartikan sebagai ‘begitu berminatnya para peserta kuliah akan materi yang disampaikan... J

kuliah-box-off-1.jpg

Sebaliknya saat para pemikir muda kelompok Nim Genap gantian presentasi, nuansa Box Office malah gak terjadi lagi. Ada tiga kursi peserta kuliah yang tidak dihuni. Kenapa ? apa bisa diartikan sebagai ‘ah, kalo para pemikir muda yang presentasi, biasanya ngebosenin, teori mulu tanpa diselingi humor basa basi...

kuliah-box-off-2.jpg

Tapi kalo mau ditelusuri bagemana bisa begitu, padahal gak ada peserta yang ‘walk out’ meninggalkan ruang kuliah, ternyata lantaran jumlah anggota kelompok yang dapet presentasi beda 3 orang. Kelompok Bapak-bapak berjumlah 6, sedang Para Pemikir Muda 9 orang. Jadi wajar aja pas giliran mereka, nuansa kuliahnya gak ‘Box Office’ lagi. J

Pengadilan ? sebaiknya sih dihindari…

4

Category : tentang KuLiah

Tumben semesteran ini ada kuliah tamu yang dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan perihal Alternatif Penyelesaian Sengketa diluar Badan Peradilan yang dikemukakan oleh salah seorang mantan pejabat Kajati Bali, sekaligus pula mantan wakil rakyat, Bapak I Made Suwinda SH, yang terakhir menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.

Kuliah yang dimulai sekitar jam setengah enam sore di aula lantai empat auditorium Univ.Udayana, berlangsung mengasyikkan lantaran apa yang disampaikan tidak terpaku pada text book melainkan pengalaman Beliau saat memimpin lembaga peradilan untuk penyelesaian sengketa. Sampai-sampai laptop yang sengaja dibawa untuk menjajal keberadaan wifi di lantai tersebut, tak kesampean tergunakan.

Ternyata dari sekian pemaparan yang diberikan oleh Beliau, ada satu hal yang paling penting untuk diingat oleh siapapun yang akan mengalami suatu sengketa. ‘sebaiknya menghindari penyelesaian melalui proses pengadilan’ dimana kalah menang sama saja jadi arang, atau ‘sebisa mungkin menghindari yang namanya terlibat dengan para penegak hukum, aparat kepolisian, pengacara dan hakim’.

Keunikan pendapat Beliau ini bukan tanpa alasan, tetapi lebih banyak mengacu pada proses selama pengadilan itu berlangsung. Membuang waktu sia-sia, membuang tenaga tak jarang hingga memicu stress dan tentunya membuang uang untuk membayar pengacara de el el.

Yang terakhir tentu ‘Jangan sampai mengorbankan Lembu hanya untuk memenangkan Kucing...

Ini untuk menyoroti pertikaian dalam keluarga masyarakat Bali terkaitan pembagian tanah warisan, agar memikirkan kembali keinginan untuk menyelesaikannya lewat pengadilan. Apabila dari segi ekonomisnya, pengeluaran untuk biaya pengadilan, pengacara de el el akan jauh lebih besar bila dibanding nilai tanah itu sendiri.

Untuk itulah ada Alternatif Penyelesaian Sengketa diluar Pengadilan, seperti dimulai dari paling sederhana yaitu Negosiasi (perundingan dua pihak bersengketa tanpa keterlibatan orang ketiga), apabila mentok, dilanjutkan dengan Mediasi (perundingan dengan menunjuk seorang Mediator yang disetujui kedua pihak dan berpengalaman dibidang obyek sengketa), dan terakhir ada Arbitrase (dimana penyelesaian oleh seorang Arbiter/Arbitrator yang hanya ada beberapa orang saja di Indonesia ini).

Dua penyelesaian terakhir kabarnya sudah diterapkan di belahan negara barat, yang memiliki karakter khas paling disukai masyarakat yaitu proses yang sederhana sehingga cepat bisa diselesaikan serta biaya yang jauh lebih murah. Namun yang terpenting adalah penyelesaian yang mengutamakan prinsip ‘win-win solution’ -adil bagi kedua pihak yang bersengketa.

Mengingat nilai tambah yang diberikan oleh Alternatif Penyelesaian Sengketa tadi, Bapak I Made Suwinda SH sempat pula memberikan sedikit pertimbangan untuk memasukkan klausul dalam perjanjian Kontrak saat mengadakan perjanjian kerja sama, perihal penyelesaian sengketa yang apabila terjadi kemudian hari, disepakati untuk diselesaikan dengan cara Mediasi atau Arbitrase.

Hmmm.. tumben nih materi kuliahnya sampe tampil di Blog.

J yang mengherankan, rasa2nya aku jadi tau asal usul nama si kecil Anton jr. -Bani…. 🙂

Gak jadi deh

Category : tentang KHayaLan

Seharian kmaren kayaknya sial banget deh. Dari sua rekan Blogger yang cuman sak bentar plus nyamperin Bli Wayan Gendo yang udah susah2 meluangkan waktunya buat ktemuan usai dari Jakarta, eh malah nangkring sbentar cuman buat mamerin laptop baru yang gak berhasil mengkoneksi wifi di Warung Kopi Renon.

Nekat nyoba koneksi Star One di lokasi yang sama pun tak berhasil dengan baik, akhirnya kabur ke pak Dosen untuk nglanjutin tugas yang sedianya dipresentasikan malam itu.

Namun sayangnya, tugas yang diharapkan berjalan sesuai rencana ternyata malahan jadi kacau, lantaran seorang rekan dalam kelompok tak menyelesaikan tugasnya dengan baik, ato kalopun boleh dibilang ya ancur2an…. Ini lantaran copian materi yang diberikan per masing2 orang dikatakan terlalu banyak dalam waktu yang sempit (2 mingguan lho), hanya bisa dibuat 2 sub bab aja, sisanya berupa hasil scan (dalam format jpeg) yang dipaste dalam bentuk image kedalam file tugas format Ms.Word. Jadi bisa dibayangkan, satu file tugas miliknya, mencapai besaran 44 MB, sedangkan hasil gabungan lima rekan lainnya, hanyalah berukuran 1 MB saja.

Atas hal ini, tugas pun diubah formatnya dengan batas waktu sempit, hingga terpaksa seorang rekan yang juga seorang dosen pada jurusan yang sama, menghubungi dosen pengajar yang juga rekannya sendiri, untuk bersedia menunggu hingga tugas ini selesai dijilid.

Eh, begitu nyampe kampus, tak satupun ruang kuliah bisa dipakai lantaran terkunci dengan rapat, padahal sudah konfirmasi sebelumnya bakalan ada kelas kuliah sabtu malam… Alhasil, seharian ini, hampir semua aktivtas gak terlaksana dengan baik. Sial…