7 Langkah Persiapan menuju Penyusunan Tesis

1

Category : tentang KuLiah

Bagi sebagian besar mahasiswa Pasca Sarjana di angkatan saya bisa dikatakan Tesis merupakan momok paling memberatkan ketimbang tugas-tugas kuliah pada semester sebelumnya. Hal ini saya katakan demikian karena hingga batas akhir semester keempat kemarin, hanya 3 (tiga) orang saja yang mampu lolos dari 28 (dua puluh delapan) orang mahasiswa yang terdaftar dalam satu angkatan.

Kenapa sangat memberatkan, mengingat waktu yang dimiliki oleh setiap mahasiswa setiap harinya ga’cukup diprioritaskan hanya untuk memikirkan Tesis saja. Bagi yang memiliki pekerjaan utama, ya harus tetap konsisten pada pekerjaannya agar dapur tetap ngebul dan ada biaya spp untuk kuliah semesteran berikutnya. Bagi yang sudah berkeluarga tentu saja memerlukan waktu luang untuk bisa menjalani kehidupan berkeluarga yang baik. Kondisi ini sangat jauh berbeda dibandingkan dengan saat penyusunan Skripsi, dimana rata-rata yang bersangkutan berada dalam posisi lajang, masih merupakan tanggungan kedua ortunya  apalagi kalo blom punya pacar, wah wah wah… dijamin punya waktu luang yang leluasa untuk mengerjakannya. Saya sendiri memerlukan waktu setidaknya sekitar 3,5 bulan efektif pengerjaan dari total 8 bulan yang saya lalui.

Dalam perjalanan saya menuju Tesis sedari awal tahun untuk mengantisipasi minimnya waktu yang dimiliki, ada 7 (tujuh) langkah yang wajib diperhatikan sebelum bertekad mengambil momok paling berat dalam sejarah perkuliahan pasca sarjana ini. Hehehe…

Pertama, penentuan topik atau tema yang diambil. Sebisa mungkin mengambil masalah-masalah yang ada disekitar kita. Baik keseharian, pekerjaan ataupun lingkungan. Nantinya ini akan terkait erat dengan sejauh mana jangkauan yang bisa kita capai untuk dapat memahami dan mengerti jalan cerita dari tema atau topik yang diambil. Jangan sampai mengambil tema atau topik idealis, dengan studi kasus yang hanya ada diluar kota, atau hanya mengatasnamakan gengsi… ga mau kalah dengan teman lain.

Kedua, pahami kemampuan diri sendiri. Yang paling tahu tentang tindak tanduk dan kebiasaan anda adalah diri anda sendiri. Kalo merasa ga mampu menguasai sesuatu hal yang baru dalam waktu singkat, ya jangan sekali-sekali membenturkan kondisi tersebut demi sebuah cita-cita. Hindari atau limpahkan ke orang lain yang jauh lebih mampu apabila hal tersebut tidak dapat dihindari. Utamakan hal yang kita kuasai dahulu.

Ketiga, cari bahan sebanyak mungkin. Era Teknologi Informasi akan banyak membantu kita untuk kegiatan ini. Lakukan browsing terkait hal-hal yang nantinya akan dibahas dalam dokumen Tesis, baik istilah, pengertian, apa dan bagaimananya, kelebihan kekurangan hingga topik yang memiliki relasi dengan bahan tersebut. Apabila dari beberapa search engine yang ada belum juga memuaskan, silahkan hunting ke toko buku yang ada disekitaran kita dahulu. Ga’usah jauh-jauh nekat keluar daerah hanya untuk mencari referensi, karena rata-rata yang didapat bukannya referensi tetapi oleh-oleh. Hwahahaha….

01 Bahan Tesis

Keempat, catat ide yang terlintas dalam media apapun (kertas, agenda, ponsel, pda) dan kembangkan kedalam bentuk tulisan saat kita sudah berada didepan laptop atau PC. Ga’ada ruginya melakukan hal itu, kali aja tulisan itu bakalan berguna dalam pengembangan ide nantinya.

Kelima, print out semua bahan (yang penting dan berkaitan langsung) dan ide tulisan tadi, satukan kedalam map yang mudah dibawa kemana saja. Biasanya saat memiliki waktu luang, entah itu sambil menunggu, bengong atau sedang berada diluar jangkauan pc atau laptop, bahan dan tulisan tadi dapat direkap menjadi satu kesatuan untuk mendukung tema atau topik yang dipilih.

Keenam, selalu mengulang kegiatan sedari poin ketiga sampe kelima. Bahkan sampe saat terakhir jelang ujian sementara dokumen sudah disebarkan, saya tetap menerapkan hal tersebut. Hal-hal baru yang kemudian saya dapatkan, selalu saya ungkap saat ujian berlangsung. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi dosen penguji.

Poin langkah kelima adalah hal yang paling sering saya lakukan. Membahasakan satu pemikiran, langkah yang diambil maupun penerapannya kedalam bentuk tulisan adalah tantangan paling berat dan membutuhkan waktu lama ketimbang hal lainnya seperti mengumpulkan, menyusun, menganalisis dan merekap ide. Biasanya hasil yang telah di-print out akan saya baca berulang-ulang atau diberikan kepada teman untuk ikut memeriksa apakah pola pikir yang saya maksudkan dapat diterima atau malah masih membingungkan untuk dicerna. Mengingat dokumen yang saya hasilkan nanti akan dibaca oleh berbagai tipe orang dengan tingkat kemampuan dan pemahaman yang berbeda.

Ketujuh, DIY -Do It Yourself- selalu berusaha untuk mengerjakan dan memahami segala sesuatunya dengan kemampuan diri sendiri. Seandainya pun berada dalam posisi mentok, ga’ada salahnya untuk bertanya atau melimpahkannya kepada yang lebih mampu namun tetap dalam posisi mengontrol. Jangan sampe apa yang dihasilkan, tidak kita ketahui maksud dan maknanya.

Jika sudah begitu, apapun nantinya yang dipertanyakan oleh orang lain, dosen penguji sekalipun, saya yakin akan dapat kita tangkap dan berikan solusinya. Selamat Berjuang yah…

Sebuah Kisah Awal tentang Penyusunan Tesis

6

Category : tentang KuLiah

Ada beberapa perbedaan mendasar yang saya lakukan pada saat mengambil langkah-langkah awal untuk penyusunan Skripsi dengan penyusunan Tesis. Bisa dikatakan kalo dulu saat saya melakukan persiapan penyusunan Skripsi, perbandingan antara penggunaan kemajuan teknologi informasi dengan cara konvensional bisa dikatakan berkisar 75:25. Sebaliknya saat persiapan penyusunan Tesis malah perbedaan jauh lebih ekstrem, berkisar 95:5. Kenapa saya katakan begitu ?

Kalo ndak salah untuk penyusunan skripsi dahulu itu, saya mengambil tema Pengembangan Kantor Jasa Taksi yang kemudian mengharuskan saya bolak-balik melakukan survey data ke beberapa kantor jasa Taksi yang ada di Kota Denpasar antara lain Blue Bird (taksi biru), Pan Wirthi (taksi hijau), Komotra (taksi merah marun) dan dua lainnya yang saya lupa namanya, taksi oranye dan taksi putih. Untuk mencari referensi pustaka pendukung saya bolak balik menuju Perpustakaan Daerah yang ada di jalan Teuku Umar dan juga Perpustakaan Kabupaten Badung di depan Pasar Kereneng.

00 Tesis

Sebaliknya untuk penyusunan Tesis kali ini yang mengambil tema Sistem Informasi bisa dikatakan satu-satunya pustaka cetak yang saya ambil sebagai referensi adalah miliknya Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi. Sisanya saya ambil dari dunia maya dan terbanyak berasal dari Wikipedia. Untuk pencarian data ya ga’kmana-mana… cukup mengambil dan mensurvey secara intern kantor saja. Wong studi kasusnya instansi sendiri kok. Hehehe…

Ilustrasi yang digunakan pada dokumen Tesispun ga’seperti ilustrasi yang digunakan pada dokumen Skripsi, dimana dahulu itu saya musti menggoreskan garis tangan pada sebuah lembar kertas kosong trus dipindai (scan) dan di-edit melalui PC. Kini saya bisa mengandalkan kumpulan clip-art, wallpaper yang betebaran di dunia maya hingga screenshot tampilan aplikasi, baik via laptop, teman baru saya begitu mulai sekolah lagi atw via ponsel Symbian Nokia N73 sebagai penguji aplikasi.

Bisa dikatakan penggunaan teknologi informasi yang makin berkembang sangat banyak membantu saya mempermudah dan mempercepat  waktu pengerjaan. Tak lagi harus menunggu pulang kerumah untuk bisa melanjutkan apa yang terlintas dikepala terkait ide penulisan isi Tesis selanjutnya. Diantara benda berteknologi yang saya miliki barangkali hampir semuanya tergunakan. Laptop, pda, ponsel, kamdig, usb modem, flashdisk, scanner dan tentu saja printer.

Secara keseluruhan, proses penyusunan Tesis jauh lebih mudah dan lancar ketimbang Skripsi. Mungkin lantaran ga’banyak waktu yang saya habiskan untuk bolak balik survey pengadaan data dan materi, ga’terlalu banyak biaya yang ga’perlu dan juga ga’banyak waktu yang terbuang hanya untuk menanti nyampe rumah baru bisa melanjutkan kerja. Kali ini dimanapun ada waktu luang, dijamin saya ga’lepas dari yang namanya Tesis.

Secara pribadi ini bisa saya maklumi. Karena seperti yang saya katakan sebelumnya, untuk melanjutkan sekolah ke tingkat ini saya musti merelakan gaji tiap bulan dipotong minimal 25% untuk mencicil pinjaman yang saya lakukan di BPD selama 4 tahun, yang artinya hari ini masih tersisa waktu pengembalian selama 2 tahun kedepan. Yang lebih memperparah kondisi keuangan adalah kehamilan Istri dan kelahiran si Kecil yang tidak saya perhitungkan saat melakukan pinjaman. Kalau saja Beliau ga’berkenan memberikan sedikit rejeki pada hamba-Nya ini, barangkali jumlah pinjaman yang saya ambil ga’bakalan cukup sampai selesai kuliah…

Yang paling saya syukuri dari proses penyusunan Tesis adalah ide selalu datang saat saya sedang tidak berada didepan laptop. Bisa pada saat saya berkendara, berada di keramaian hingga saat duduk bertapa di kloset. Hehehe… Biasanya kalo sudah begitu, ide selalu saya catat pada ponsel untuk kemudian dituangkan kedalam bentuk tulisan saat referensinya sudah lengkap. Ga’jauh beda dengan ide penulisa BLoG.

Ohya, ngomong-ngomong soal BLoG ternyata ga’ada ruginya kok kita belajar nge-BLoG. Manfaat terbesar yang saya dapatkan adalah kata-kata yang hampir selalu mengalir tiap kali saya berusaha menuangkan ide kedalam bentuk tulisan. Namun lantaran hobi nge-BLoG yang jauh lebih besar, tak pelak gaya bahasa yang saya gunakan pada penulisan ilmiah sekelas Tesis jadinya ga’jauh beda dengan gaya bahasa saya nge-BLoG. Hal ini berakibat pada nilai minus yang saya dapatkan untuk penilaian tata bahasa dan penulisan ilmiah. Hwahahaha…

Hobi nge-BLoG pada akhirnya juga merambah ke penyusunan Tesis yang saya lakukan. Tak hanya gaya bahasanya tapi juga output-nya. Sistem Informasi yang saya buat memiliki basis WordPress, salah satu BLoG engine yang paling oke bagi saya. Hal ini membuat saya ga’begitu banyak belajar terkait pembuatan dan penggunaan Sistem Informasi yang dimaksud, kecuali pada bahasa pemrograman yang digunakan, sepenuhnya saya serahkan kepada rekan-rekan di Bali Orange Community. Demikian pula saat pengujian, hampir seluruhnya mampu saya explorasikan baik secara lisan maupun tulisan.

Yah, sebagai kisah awal, penyusunan Tesis yang saya lakukan cukup menyenangkan kok. Hehehe…

BeBan itu bernama TheSis

3

Category : tentang DiRi SenDiri

Memasuki bulan keempat pasca ujian Proposal yang saya ajukan tempo hari, tampaknya belum jua ada tanda-tanda Thesis ini bakalan terselesaikan. Padahal target saya untuk dapat merampungkan tugas terakhir sebagai kewajiban selaku mahasiswa Pasca Sarjana di Teknik Sipil Universitas Udayana, kalo bisa ya akhir tahun ini.

Saya masih ingat dahulu, sebelum semesteran ganjil berakhir, saya begitu optimis bisa melalui perjuangan ini dengan baik. Mengingat pada masa lalu di perkuliahan S1, semangat itu begitu tinggi untuk bisa menyelesaikan Skripsi. Yah, mungkin saja lantaran situasi yang jauh berbeda (dulu itu masih teruna jomblo dan gak punya banyak “tantangan”), kini saya baru menyadari bahwa yang namanya menyelesaikan Thesis itu gak gampang.

Tantangan yang paling berat harus saya hadapi adalah keberadaan si kecil putri kami, Mirah Gayatridewi. Kelucuan dan gelak tawanya yang menggoda membuat saya malahan ingin lebih berlama-lama berada disampingnya. Memantau perkembangannya yang menakjubkan dan menjawab sapaan khas-nya pada saya…. “Bapaaaaaaaakkkk…” Fasih dan panjaaaang…

Paling klise tentu saja berkaitan dengan pekerjaan utama saya. Walaupun kata orang PNS itu kebanyakan waktu buat keluyuran, nyari short time atw yang paling gres malah gemar facebook-an, jujur saja, kadang saya sampe kelabakan dengan rutinitas saya sebagai seorang PNS. Dipercayai sebagai salah seorang anggota Tim Monitoring yang memiliki tugas memeriksa kemajuan pekerjaan pada tahun anggaran 2009 plus 2008 lalu. Tugas tersebut dibarengi dengan pemeriksaan lapangan secara rutin setiap 2 minggu sekali.

Masalahnya masing-masing Tim harus mengawasi 2 kecamatan (saya kebagian area Kecamatan Kuta Utara –Kerobokan, Canggu, Petitenget- dan Kecamatan Kuta Selatan –Jimbaran, Pecatu, Tanjung Benoa). Dimana untuk masing-masing kecamatan terdapat 5-6 kegiatan yang harus diperiksa. Dari segi administrasi, kemajuan fisik hingga mutu dan kualitasnya.

Itu semua belum termasuk tugas-tugas lain seperti perencanaan pada area yang telah ditentukan.

So, bisa dikatakan sepulang kerja, waktu dirumah itu jadi sangat berharga untuk diluangkan bersama anak dan Istri. Praktis waktu untuk bisa menyelesaikan Thesis itu gak banyak. Apalagi saya merupakan tipe mahasiswa yang gak bisa nyambi bikin Thesis sambil melakukan aktivitas lain. Musti konsentrasi penuh dan bergantung pada mood. Halah….

Mengapa saya begitu terbebani oleh yang namanya Thesis ?

sim

Karena Thesis merupakan solusi terakhir yang harus saya selesaikan untuk bisa menyelesaikan perkuliahan Pasca Sarjana ini.

Karena topik Thesis yang saya ambil, sama sekali baru sehingga sangat sulit mencari acuan (baca:contekan isi dan teori serta pola pikir).

Karena untuk bisa menyelesaikan Thesis ini membutuhkan bantuan dari para pakar bahasa pemrograman (dibantu oleh TIM Bali Orange –tempat Hosting BLoG saya ini) dan untuk itu memerlukan biaya tambahan sebagai penghargaan jasa dan ilmu yang mereka miliki.

Karena (seperti yang sering saya ceritakan sebelumnya) untuk perkuliahan ini saya musti merelakan SK PNS digadaikan ke Bank setempat, kompensasi pinjaman biaya kuliah. Jangan sampai bayar SPP lagi deh….

Arrgghhh… berharap bangeds bisa menyelesaikannya dengan baik…..

Gaya KuLiah anak Pasca

5

Category : tentang KuLiah

Yang namanya anak kuliah biasanya diidentikkan dengan laki-laki yang berpakaian rapi, biasanya kemeja (kecuali anak Teknik) plus celana kain dan tentu sepatu, entah kets ataupun resmi. Begitu pula dengan yang wanita dewasa (dijamin kalo udah kuliah usianya udah diatas 17 taun), pakaian sopan dengan sepatu hak atau wanita usai tamat bangku sma ya tetep cuek pake sepatu kets. Ohya, biasanya wangi parfumpun semerbak campur aduk saat berada di ruang kuliah (lagi-lagi kecuali Anak Teknik –he… pengalaman pribadi).

Makin tinggi jenjang pendidikannya, biasanya diikuti pula dengan pola berpenampilan yang mencerminkan kedewasaan. Tapi ini ternyata tidak berlaku pada suasana kuliah di Program Pasca Sarjana Teknik Sipil Udayana. Bagaimana bisa saya katakan begitu ?

Kalo mau dilihat pada posting-posting terdahulu, yang laki-laki (baca: bapak-bapak dengan perut ndut) tetap berpenampilan rapih dengan kemeja yang dimasukkan plus celana kain atau malah dibiarkan gombrong plus celana jeans. Sepatu entah pake kets ataupun nuansa resmi, yang penting tetep rapi dan kesannya menghormati nuansa kuliah.

Yang wanita ? hmm.. hmm.. hmm.. penampilan gaul, tak jarang pake baju yang sempit sesak dan berlengan gantung (mungkin baju adiknya yang dipake berhubung sudah disetrika 🙂 ), celana jeans ala Britney yang menampilkan pemandangan c* secara akurat dan jelas, atau malah gaya baju hamil padahal waktu itu masih gadis (belum nikah), eh ternyata beneran hamil.

Ada juga yang pake pakaian berkesan mengundang mata memandang secara terpaksa atau tidak. Wong diundang kan harus ngeliatin. He… Satu hal yang pasti yaitu SendaL yang tak kalah gaul nan cantik. Menampakkan betis mulus para wanita sehingga tak heran jika para laki-laki (baca: Bapak-Bapak yang rajin mengupdate koleksi 3gp) berlomba-lomba duduk dibarisan belakang, dengan alasan ‘nyari setrum’. Huehehe… biar gak ngantuk.


Hmm.. SendaL. Saya malah agak surprise waktu menyadari, eh ternyata makhluk yang bernama wanita itu tetep dengan cueknya make sendal selama perkuliahan dari sejak semester awal hingga kini. Apakah akan tetap mereka lakoni hingga ujian seminar sampe wisuda kali ya ?

Terlepas dari gaya anak kuliah di Program Pasca Sarjana, asumsi saya rata-rata dalam hatinya barangkali berpikir, ’yang penting isi otaknya’, tapi jangan sampe melupakan penampilan. Hehehe….

Snif.. Snif.. Aku Mencium Bau keTidakBeresan

Category : tentang KuLiah

Perasaan aneh ini muncul begitu saja, saat presentasi tugas kelompok pada mata kuliah Manajemen Resiko. Wajar sih, lantaran pengalaman pribadi beberapa waktu lalu saat satu kelompok bareng ’the Master of Puppets eh Master of Technology’ Bang Esa Gustafelaser yang rada aneh dan ‘out of my mind’.

Kini bersatu dengan sang ‘Master of Architechture’ seorang Dosen Pengajar dilingkungan Undiknas yang dikenal Te O Pe saat perkuliahan sedari semester awal.

Kalo Bang Esa itu boleh dibilang MasTer dalam bidang Teknologi namun minim Pengalaman Lapangan (still banyak omong, padahal rata-rata isinya malah keluar jalur), sedangkan kawannya Bapak Antriksa, Bapak Luar Angkasa ini gaptek di bidang Teknologi tapi aseli Te O Pe kalo ngomongin pengalaman. Apalagi kalo berkaitan dengan Proyek Rumah Sakit Puri Raharja. Sayangnya si Bapak juga banyak omong, rada menjelimet sampe-sampe ngak ngerti apa yang diomongin. Nah lo…. ini pendapat saya pribadi loh ya. Jujur malah.

Bau ketidakberesan muncul saat kedua maskot dari kelas Ganjil (baca: kelas yang berisikan orang-orang dengan perilaku penuh keganjilan) melakukan presentasi ’Identifikasi Resiko pada Perencanaan Jalan Tol’ yang melintasi kabupaten di Bali.

Ternyata dugaan saya benar adanya. Selain redaksinya aneh, karena bukan mengungkapkan kemungkinan permasalahan yang terjadi tapi hanya inti pekerjaan alias poin-poin pentingnya saja, jelas menimbulkan banyak pertanyaan ’loh emang ada yang salah dengan poin tersebut ?’

Yang bikin tambah rame suasana kelas, ya identifikasi resiko yang diungkap adalah rata-rata yang dapat terjadi pada tahap pelaksanaan proyek. Padahal judul topik sudah jelas yaitu Perencanaan. Maka jadilah satu pertanyaan saat dikatakan ’resiko suara mesin yang bising’. Emang mesin apaan ? mesin laptop apa mesin printer ?

Ahahaha…. ada-ada aja kedua maskot kami ini, beneran bikin ger-ger-an kuliah selasa lalu…..

Kuliah lagi Hayoooo Semangat lagi

4

Category : tentang KuLiah

Hari ini adalah hari pertama kuliah yang dilakoni usai liburan kmaren. Sebetulnya bukan yang pertama, karena hari Selasa kemaren seharusnya jadwal pertama kuliah. Tapi gak diambil berhubung upacara Pengabenan Nenek yang makan waktu hingga malam dan lebatnya guyuran hujan diseantero Kota Denpasar.

Kuliah pertama ini digunakan untuk mempresentasikan tugas meringkas hasil terjemahan buku Real Estate Development, karya Mike E. Miles, Richard L. Haney Jr dan Gayle Berens. Buku berbahasa Inggris yang tebalnya kira-kira setengah bantal tidur ini dibagi rata ke beberapa kelompok untuk kemudian hasil akhirnya digabungkan lagi.

Hanya saja beban pikiran untuk kuliah kali ini sudah muncul dari pagi tadi, berhubung tugas yang dikerjakan berkelompok ini belum jua selesai. Sempat optimis juga saat mendengar bahwa ni tugas ternyata sudah dihandel oleh seorang teman yang gape men-translate bahasa asing. Itu kata pak Dosen yang ngajar lho ya…

Beberapa jam sebelum kuliah, sedikit surprais juga saat dikabarkan kalo si teman ini memilih kabur dengan alasan pulang kampung dan gak hadir kuliah. Tentunya tugaspun diserahkan pada kami.

Ternyata eh ternyata, tugas yang katanya ia buat dari Senin kemaren (dengan gaya pede lagi), itu cuman copy paste dari bahan yang udah aku scan dan translate seminggu lalu dengan bantuan Program Transtool. Tau sendiri kan, hasil terjemahan Transtool kayak apa ? Kacau abbiiizzzz… walaupun sudah di-edit sedikit pada bagian yang make tanda […]. Tapi hasilnya kentara banget kalo gak ada yang direvisi.

Coba dicerna apa maksud kalimat ini :

‘Tidak ada waktu untuk stop program untuk satu tahun untuk tidak mulai bekerja suatu lawsuit-at paling sedikit tanpa mengakibatkan sakit keuangan agung’

Yang merupakan terjemahan dari kalimat berikut :

‘There is no time to stop the program for a year to engage in a lawsuit at least not without incurring great financial pain’

Kacau bener Men…

Yang ternyata jauh lebih lucu lagi, pas ngliatin isi CD yang dititipkan dengan terjemahan apa adanya tadi. Dari penampilan awalnya sih keren banget. Ada Autorun dari ProGram ‘Microsoft Office Powerpoint Viewer’ yang langsung menuju ke file Presentasi Tugas. Wah sempat sedikit kagum dengan kinerja sang teman, masih sempat-sempatnya ngebikin presentasi dengan Power Point.

Tapi apa yang terjadi ? File Powerpoint dimaksud cuman berisikan cover tugas dan tulisan Menu, tanpa ada isi kelanjutannya lagi. Boro-boro terjemahan dan ringkasan tugas. Karena waktu di-cek, eh beneran yang dibuat cuman tampilan cover dan Menu tok hingga selesai. Tanpa ada hiperlink menuju file tertentu. Duuuhh… apa maunya sih temanku satu ini ?

Fiuh, Untung gak jadi ikutan presentasi tadi. Coba kalo nekat ? Mau dibawa kemana muka ini ????? Dasar !

Akhirnya Rehat juga

13

Category : tentang DiRi SenDiri

Segala beban rasanya numplek jadi satu saat pengajuan Proposal Thesis sudah didepan mata. Hari-hari yang dijalani jadi terasa kalut dan bingung, serta ada rasa khawatir bakal tertinggal jauh dari rekan kuliah lain, yang yakin banget sudah punya ancer-ancer mau ngambil topik apa buat Thesis mereka nanti.

Dibumbui pula oleh rasa was-was, apakah nanti bakalan bisa melewati tahapan ini dengan baik atau tidak ya ? tapi dimulai saja belum, bagaimana mau mengkhayalkan sesuatu yang blom dilakukan ?

Kamis sore saat menunggu perkuliahan perdana mata kuliah Metode Penelitian dimulai, rasa-rasanya ingin lari dari semua hal ini untuk mendapatkan satu hal yang paling penting dari semua beban itu. Mood.

Sulitnya mendapatkan mood yang tepat untuk memulai, apa yang ingin dibuat dan langkah apa selanjutnya seakan tumpah saat perkuliahan dimulai. Membuat daftar list apa saja yang harus dihentikan sementara dan rencana apa saja yang bakalan ikut tertunda, membuat yang namanya Mood itu tadi pelan tapi pasti muncul ke permukaan, melancarkan gerakan tangan untuk menggambarkan Thesis apa yang diinginkan.

Jangan takut salah, dan jangan menunda untuk mulai. Dua hal diatas yang dapat dipetik dari hasil perkuliahan kali ini… Keputusan apapun yang akan diambil, toh akan ada konsekuensi yang harus dihadapi.

Bertekad besar untuk segera memulai melukiskan ide dalam bentuk tulisan, rasanya makin mendesak, seiring langkah untuk mengambil keputusan…

Rehat nge-BLoG.

rehat.jpg

Satu keputusan yang barangkali tergolong sangat berat secara pribadi. Karena media BLoG sudah menjadi satu bagian terpenting dalam keseharian dan rutinitas, untuk menumpahkan semua perjalanan dalam sebuah cerita. Apalagi sebulan terakhir, sempat melahirkan tiga buah BLoG yang isinya mengkhusus kearah hobby pribadi, tentu dengan kemasan yang pantas untuk diajukan ke Google Adsense atau sejenisnya.

BLoG tentang si Buah Hati yang kian hari kian lucu dan menggemaskan, seakan tak ingin terlewatkan seharipun tanpa menggendong dan bersendagurau dengannya. Dilengkapi dengan tips untuk perjalanan malaikat kecil ini tentunya. Lengkapnya ada disini.

BLoG tentang Ponsel yang sejauh ini baru pada tahap Story, Timeline maupun Evolution Design saja, belum pada Review per ponsel, sedianya menampung minat pribadi pada teknologi bergerak yang belakangan makin maju dan makin banyak saja petarung yang ikutan didalamnya, silahkan dipantengin disini.

BLoG terakhir jauh lebih spesifik, hanya memposting Lirik Lagu yang sudah dikoleksi sampe saat ini, meliputi berbagai macam Genre musik juga Artis Namun sejauh ini baru menampilkan lirik-lirik lagu yang disukai saja dan berkembang pada yang menjadi Inspirasi dalam keseharian, bisa dilihat disini.

Ketiga BLoG tadi yang dibuat sedianya untuk mengisi kekosongan saat ide yang diharapkan tertuang pada BLoG utama lagi mentok, namun sebaliknya malahan makin banyak saja ide yang tertunda lantaran blom sempat dituangkan dengan segera dalam BLoG ini, akhirnya terantuk jua pada Keputusan ini.

Memang, aktifitas untuk merampungkan Thesis toh tak akan mengambil porsi waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sehingga masih ada rasa optimis tetap bakalan bisa nge-BLoG namun dengan rentang waktu yang tak lagi mengamuk setiap harinya. Yah, berharap saja aktifitas rutin ini tak akan berhenti ditengah jalan.

Hanya saja, keputusan harus tetap diambil. Segera untuk Rehat nge-BLoG dan memulai langkah baru menyusun Proposal Thesis. Doakan saja bisa Berhasil…

See ya Next Time

Where’s my Mood for my TheSiS ?

1

Category : tentang KuLiah, tentang SKetSa

ccl-mood.jpg

…terbang tinggi…