genangan air di jalan raya. Mengapa ?

Category : tentang KeseHaRian

Lama gawe di instansi yang bergerak khusus dalam pekerjaan jalan membuat sedikit tersentuh saat melewati salah satu ruas jalan di Kota Denpasar saat hujan yang empat hari belakangan mengguyur deras. Air yang menggenang di pinggir sisi kiri kanan jalan Suli, setelah perempatan Bank BI hingga perempatan jalan Sandat-Trijata,  benar-benar membuat tanda tanya, apa kiranya yang membuat ini terjadi.

Mengamati kondisi jalan dan daerah sekitarnya selama melintas, akhirnya dapat membuat satu kesimpulan awal yang barangkali mampu menjelaskan munculnya genangan air yang sedemikian banyak.

Pertama, secara ideal perencanaan sebuah jalan raya harus memperhitungkan kemiringan permukaan, selain memang tujuannya untuk mengalirkan air yang ada diareal jalan kearah pinggir atau sisi luar bidang jalan, juga untuk memberikan manuver bagi kendaraan yang melintas pada jalan tersebut. Ini pula mengapa pada hampir setiap tikungan, permukaan jalan dibuat miring. Tentu untuk memudahkan kendaraan yang bermanuver pada tikungan tersebut.

Kedua, berkaitan dengan kualitas permukaan jalan, baik dari segi bahan yang dipakai dan juga gelombang yang sedapat mungkin diminimalisir. Bahan berkaitan dengan pencegahan rembesan air masuk ke dalam struktur jalan, sehingga diharapkan cenderung mengalirkannya kedaerah yang lebih rendah. Permukaan yang sedapat mungkin tidak bergelombang selain mencegah genangan air pada titik tertentu, pula untuk memberikan rasa nyaman bagi pengendara yang melintas. Hal ini dapat diukur dengan alat-alat tertentu.

Ketiga, idealnya perencanaan jalan yaitu dukungan dari pendukung fasilitas jalan raya, seperti pengadaan saluran air di sisi kiri kanan jalan raya, dan juga lobang pembuangan yang dibuat dengan jarak tertentu pada sisi jalan yang sudah dibuatkan trotoar pejalan kaki.

kemiringan-jalan.jpg

Rupanya pada ruas jalan yang dilintasi tadi, hal inilah yang menjadi satu kekurangan dimana tidak adanya lobang pembuangan air disepanjang trotoar di sisi kiri kanan jalan yang sedianya mampu mengalirkan air ke saluran namun malahan menggenangkan air sehingga cenderung menyulitkan pengendara untuk melintas.

Ini terjadi karena pekerjaan pelapisan permukaan jalan yang dilakukan terakhir kali (entah kapan), menutup lobang pembuangan tadi tanpa dilakukannya perbaikan atau pencegahan. Satu kebiasaan dari pihak pelaksana yang selalu bekerja pada saat cuaca cerah. Melupakan faktor air yang ada dan melintas didaerah tersebut.

Selain hal tadi rupanya pada titik tertentu nyatanya daerah yang tergenang air tersebut merupakan titik terendah dari seluruh panjang ruas jalan, sehingga air yang mengalir berkumpul pada titik terendah tadi. Ini barangkali memang bisa diatasi dengan pembuatan lobang pembuangan atau pengalihan arus aliran air kesaluran terdekat (sungai misalnya). Bisa juga dengan peninggian jalan yang tentu memerlukan biaya konstruksi lumayan besar.

pengaspalan.jpg

Tentu saja kesimpulan awal ini boleh menjadi satu saran bagi dinas terkait (dalam hal ini PU Kota Denpasar) untuk segera memberikan penanganan pada ruas jalan Suli yang malam ini masih tergenang air setinggi lutut.  Namun tidak menutup pula penanganan bagi ruas jalan lainnya yang mengalami hal serupa. Semoga.