(Tidak Lagi) Numpang Tenar di Koran Tokoh

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Masih ingat tulisan saya terkait aksi Numpang Tenar di media cetak Koran Tokoh awal tahun 2012 dulu ? rupanya obsesi ini gag bisa bertahan lama, bahkan sampai setahun pun tidak.

Awalnya sih memang menggebu, untuk tiap sekali punya mood menulis bisa melahirkan 2-3 tulisan untuk dikirim sekaligus. Sayangnya baik mood dan juga waktu untuk menulis rasanya secara perlahan menghilang dalam satu bulan terakhir ini. Apa sebab ?

Kelahiran Putri kedua. Diantara sejuta alasan pembenaran, barangkali hanya satu hal inilah yang paling kuat logikanya. Maklum, kehabisan energi untuk begadang tampaknya langsung memupus semua mood dan waktu untuk menulis. Jangankan untuk media Tokoh, untuk blog pun… jujur, baru hari jumat kemarin sempat meluangkan waktu buat nulis lagi. Itupun terakit isi masih gag fokus dan masih di seputaran pikiran.

Kesibukan. Entah mengapa akhir tahun begini yang namanya kesibukan jeg makin bertambah banyak. Sampai-sampai istri dan ibu sempat mengeluhkan hal yang sama. Saya bukannya meluangkan waktu lebih banyak bersama keluarga sepulang kantor, malah tenggelam dalam tugas. Hampir setiap malam sudah ada agenda yang menunggu.

Masih berkaitan dengan kesibukan diatas, sebagian diantaranya merupakan penugasan dan kerjaan kantor, sebagian lainnya lebih bersifat sosial. Apa mau dikata, semuanya membutuhkan konsentrasi yang tidak sedikit. Bahkan ada satu yang sebenarnya sudah menjadi prioritas namun hingga hari ini belum jua sempat dilakoni.

Baru menyerah saat dihubungi by sms oleh mbak Ratna Hidayati 26 November lalu pukul 9.40 malam. Tersadar jika saya tak lagi mampu memenuhi kuota kolom Tekno selama sebulan terakhir. Meski kadang saya merasa bersyukur bahwa masih ada yang bisa menggantikan tugas saya di kolom yang sama. Tapi apa daya, energi pasca kelahiran putri kami yang kedua memang beneran beda. Malu sih sebenarnya. Apalagi banyak kawan yang mengetahu hal ini baik secara langsung membaca Koran Tokoh hingga yang mendengar dan membacanya dari blog ini.

Yang paling merasa terpukul atas (Tidak Lagi) Numpang Tenarnya saya di Koran Tokoh adalah… anak. Ya, si MiRah GayatriDewi kini kerap mendorong saya untuk menulis lagi. Tentu saja dengan embel-embel menayangkan foto dirinya sebagai ilustrasi gambar. Meskipun ia sebenarnya tidak paham bahwa antara obyek foto selama ini gag ada hubungannya dengan isi tulisan, tapi apa sih yang bisa dibanggakan oleh seorang anak kecil selain bisa Masuk Koran ? :p

*fiuh, entah kapan saya bisa melakukannya lagi…

MiRah GayatriDewi dan Masuk Koran Tokoh

4

Category : tentang Buah Hati, tentang TeKnoLoGi

Kek… Ninik… Gek iyah Masuk Koran…!!!

Teriakannya yang kencang laksana petir tiba-tiba terdengar lantang di sore hari, sesaat setelah kedatangan kami dari kantor hari Senin lalu. MiRah GayatriDewi, putri kecil kami mendadak girang begitu melihat tiga foto dalam pose sama namun berbeda cerita di halaman belakang Koran Tokoh Edisi 16 April 2012. Ini kali kedua foto dirinya tampil di halaman media cetak lokal setelah edisi Bali Tribune beberapa waktu lalu.

Wajar saja ia heboh sebegitunya sambil bertanya ‘apa Gek iyah mau jadi Artis Pak ?’ gara-gara melihat foto Ayu Ting Ting di media Radar Bali beberapa hari terakhir. Satu cita-cita masa kecil MiRah yang barangkali kelak bakalan berubah seiring pertumbuhannya.

Namun Yang membuat hari Senin sore itu jadi semakin heboh adalah telepon dari beberapa famili kami yang menanyakan ‘mengapa bisa foto MiRah tampil di Tokoh ?’ sampe ‘mengapa menggunakan foto yang rambutnya berantakan ?’ hehehe…

Jujur saja saya pribadi tidak ada merencanakan hal-hal kayak gini secara khusus atau disengaja, mengingat salah satu kewajiban dalam menjalankan tugas sebagai seorang penulis yang dimintakan tolong oleh salah satu Redaktur Koran Tokoh demi mengisi kolom Tekno setiap minggunya ya memenuhi jumlah stok tulisan yang tentu layak tayang di media tersebut. Namun dalam beberapa kasus tulisan, memang agak susah untuk mencari ilustrasi sebagai pelengkap (kasihan pihak editor dan tata layoutnya :p ) atau bukti bahwa isi dari tulisan itu bisa dipertanggungjawabkan.

Contoh sederhana ya tulisan ‘Berimajinasi dengan Photo Frame’ itu. Mau tidak mau agar pihak editor bisa memahami maksud dan isi tulisan secara cepat, jika bisa ya hanya dengan melihat ilustrasinya saja. Maka dalam pengiriman draft tulisan tersebut sayapun menyertakan beberapa sample yang pernah saya lakukan dengan memanfaatkan MiRah sebagai si obyek foto.

Dengan penggunaan manipulasi foto sebagai ilustrasi sebuah tulisan, sebenarnya sudah bisa ditebak bahwa antara isi tulisan dengan obyek foto dalam ilustrasi sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali. Hanya kalo dilihat dari maksud penyajian fotonya barangkali ya dijamin nyambung. Hehehe…

Tapi siapa juga yang peduli dengan nyambung tidaknya isi tulisan dengan obyek foto jika yang melihat itu mengenal siapa MiRah, demikian halnya dengan putri kami yang centil itu. Yang ia tahu hanya ‘saya masuk koran loh…’ hehehe…