Melanjutkan kisah Tiga Manula Benny Rachmadi

Category : tentang SKetSa

Masih ingat cerita kocak Tiga Manula Waluyo, Sanip dan Liem si juragan tajir yang beruntung bisa jalan-jalan ke Singapura, pasca banjir keuntungan dagangan tablet ? Kini mereka kembali lagi lewat kisah jalan-jalan ke Pantura atau jalur Pantai Utara. Bagi yang kerap mudik, saya yakin pasti tau dan pernah menyambanginya.

Adalah Waluyo, salah satu dari tiga Tokoh Manula yang menjadi peran utama selama perjalanan, merasa kangen dengan desa kelahirannya Tingal Wetan dan memilih untuk rendeman di dalam sebuah sumur. Merasa kasihan, si juragan Liem lalu berupaya untuk mengantarkan si Waluyo mudik ke desa asal, yang rupanya kelupaan kalo Tingal Wetan itu ada dimana. Maka diusulkanlah untuk menyusuri Jalur Pantura atau Pantai Utara dengan harapan, Waluyo bisa mengingat kembali dimana Desa kelahiran Tingal Wetan berada.

Seperti biasa, Benny Rachmadi sang kartunis mengawali kisah dengan memberikan beberapa Tips ringan terkait persiapan perjalanan. Termasuk rute pertama yang dikunjungi dari Cikampek.

Tiga Manula 1

Berkarya dan Berkarya.

Kurang lebih begitu yang dapat saya gambarkan untuk seorang Benny Rachmadi, kartunis kelahiran Samarinda 23 Agustus 1969 silam. Setidaknya kemampuannya terus terasah dari seri komik strip di mingguan Kompas, ke bentuk buku dengan berbagai topik nakal. Diantaranya yang pernah dikisahkan dalam blog ini ada 100 Peristiwa yang Bisa Menimpa Anda, 100 Tokoh yang mewarnai Jakarta, dobel kisah Dari Presiden ke Presiden, atau Lost in Bali jilid 1 dan 2 yang merupakan tandem bareng Mice sang rekan termasuk kisah Tiga Manula seri pertama, Jalan-Jalan ke Singapura.

Seperti halnya tulisan seorang blogger atau kolumnis yang merasa sudah jatuh cinta pada dunianya, tak semua karya kemudian bisa memuaskan hasrat para penggemarnya, demikian halnya saya akan karya Tiga Manula lanjutan kali ini. Namun demikian, apa yang tergambar saya yakini memang benar adanya, yang kemudian seakan menampar wajah sendiri. Jadi antara ngakak, senyum simpul hingga miris sendiri, dapat timbul begitu saja tergantung dari sudut pandang orang yang menikmatinya. Tapi mengingat tujuan diluncurkannya buku Tiga Manula ini adalah untuk bersenang-senang atau menertawai diri sendiri, jadi ya dinikmati saja apa adanya.

Saat melalui beberapa rute perjalanan, selain Tips ada juga diberikan beberapa jenis kuliner yang kurang lebih bisa diartikan sebagai hal yang patut dicoba dari ke-khas-an dari daerah tersebut, bisa juga ‘iklan sponsor’ yang dipesan. Hehehe… jadi ya tergantung dari sudut pandang tadi. Katakanlah Nasi Jamblang Cirebon, Kupat Glabed ‘Ibu Inah’ Brebes, Rawon Kalkulator atau Nasi Gandul kota Pati.

Tiga Manula 3

Uniknya, ada juga ke-khas-an lain yang coba ditunjukkan dalam cerita seperti Batik Mega Mendung Cirebon, Ikan Dewa objek wisata Cibulan Jawa Barat, 67 Toilet Bersih Tegal, Batik Tulis Pekalongan, hingga Kakek Misterius Alas Roban. Semua diramu dengan ciri kartun Mas Benny yang menggelitik.

Cerita Tiga Manula jalan-jalan ke Pantura yang diterbitkan pertama pada November 2012 ini secara tidak sengaja (atau memang sengaja), dilahirkan di era kekinian dimana salah satu ‘petunjuk’ penting yang dapat dilihat secara jelas adalah sosok kendaraan yang digunakan, Honda CRV edisi terakhir, lengkap dengan wajah baru dan buritan belakang yang bengkok. Meskipun bisa jadi beberapa ide dan penuangannya sempat dibuat jauh sebelumnya. Jadi tergolong anyar-lah untuk dinikmati.

Great Teacher Onizuka – eBook asyik 21 tahun keatas

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya kesampean juga niatnya nih… membaca tuntas komik Djadoel GTO alias Great Teacher Onizuka hingga buku ke-25…
Berawal dari rasa penasaran akan koleksi komik GTO milik sepupu yang kalo gag salah hanya ‘berakhir’ hingga seri 20/21, kelihatannya memiliki masalah makin pelik dan sulit dipahami gegara bolongnya seri di akhir belasan. Dan setelah mengubek-ubek seisi dunia maya dan tidak menemukan edisi berBahasa Nasional, maka seperti biasanya, Torrents menjadi akhir dari semua solusi… Done, ketemu… meski dalam bahasa English.
Dan kalian tahu ? usaha donlot gak kurang dari 1 GB pun memang worth it dengan hasilnya. Semua edisi lengkap, meski untuk bisa menggabungkannya agar enak dibaca, perlu sedikit trick khusus. Apalagi media bacanya juga gag kalah asyik, tablet Android. Hehehe…
Sudah menjadi kebiasaan kalo semua koleksi eBook dari yang Djadoel, berbau pornoaksi hingga teknologi terkini dikumpulkan dan dimaintenance secara berkala di perangkat TabletPC Android agar tidak menuh-menuhin bungkusnya *eh sdcardnya, sehingga sesaat sebelum tidur ataupun sedang menunggu dan senggang, inilah yang jadi pelampiasan membunuh waktu. Jikapun sudah merasa gag dibutuhkan lagi, tinggal pindah ke laptop, burning ke dvd cakram, lalu hapus permanen. Gampang kan ?
Balik ke GTO, saya yakin bagi penggemar komik manga Jepang, sudah tau apa isinya, kisah maupun ciri khasnya.
Sebagai salah satu komik remaja menuju dewasa, hal paling sering yang ditemui adalah cewe seksi, berbalut rok mini, cd bahkan di edisi English beberapa malah gag dibumbui gambar kotak-kotak atau dikaburkan. Hehehe… jadi makin nikmat saat membacanya. Sudah gitu dihiasi pula dengan perkelahian dan pertempuran yang berdarah-darah, bahasa slengean yang… yah, gag usah dilanjutin deh… pokoknya kalian musti baca.
Kisahnya ya seputar dunia sekolahan yang dalam hal ini penuh intrik khas anak sekolah, yang sedikit sadis mengingat misinya adalah menghancurkan para guru dan integritas mereka dengan segala cara, tujuannya agar mereka di’hajar’ sehingga memiliki alasan untuk melaporkan tindakan pada orang tua ataupun komite.
Onizuka, tepatnya Eikichi Onizuka adalah bintang utamanya, seorang pemuda khas anak jalanan, dalam arti sebenarnya, memutuskan untuk menjadi seorang guru, hanya karena tergiur dengan hadirnya cewe cewe bening dan seksi sebagai murid sekolahan level smp-sma. Harapannya tentu sederhana, bisa dekat bahkan ‘mendapatkan’ salah satunya untuk sarapan pagi. *uhuk yah, begitulah maksudnya :p
Uniknya, meski Onizuka adalah produk jalanan, namun berkat integritasnya yang jujur *uhuk mampu mendatangkan hasil yang baik, walaupun secara proses harus melalui hal-hal sulit, kocak hingga menyakitkan. Well, termasuk kepentingan para murid yang ingin mengerjai guru mereka.
Membaca satu persatu seri buku GTO, sedikit banyak bakalan mengingatkan kita pada masa-masa sekolah SMP hingga SMA yang memang memiliki sejuta kenangan, baik kenakalan remaja, kisah cinta hingga guyonan sesama teman. Dan sayapun yakin, banyak diantara kalian yang kangen masa-masa itu bahkan jikapun bisa, ingin rasanya memutar balik waktu untuk bisa mengulanginya dengan cara yang sedikit lebih santai…
Satu-satunya hal yang paling sulit dalam menikmati 25 seri edisi komik GTO adalah persoalan Bahasa English yang tidak sepenuhnya dapat saya pahami, mengingat secara gambar rupanya jauh lebih menarik untuk ditelaah oleh mata, ketimbang membaca dan mengerti kalimat yang diucapkan. Barangkali kelak kalopun ada waktu, kalimat ini bakalan saya pahami sambil mengingat kembali alur ceritanya.
Untuk sementara, biarlah demikian adanya…
Bagi kalian yang berminat mengcopy-nya, bawakan saja Flash Disk yang tersisa barang 1,5 GB ke saya. Jangan lupa dari segi usia minimal ya 21 tahun lah, biar gag terpengaruh akan edannya moral yang dituangkan dalam gambar. *uhuk

Hunting Manga lanjutin Ngomik

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Oke, judul diatas mungkin agak aneh… Tapi yah, ini kan blog pribadi, boleh dong kalo sekali-kali bikin judul posting yang suka-suka ? Hehehe…

Tadinya saya pikir pengalaman berburu eBook barisan komik yang masuk kategori Manga (bukan mangga) bakalan mentok sampe situ. Kangen baca edisinya Adachi Mitsuru yang bercerita di perenang Rough, atau hantu jail Q and A, juga seri baseball H2, Touch juga Cross Game… Beh, kalo sudah ngomongin ini, rasanya cuma bisa senyum-senyum aja deh di pojokan… Oh,iya, gag lupa ada si hiu Jinbe dan Adventure Boys. Sedang komik manga edisi lain yang pengen dihunting ya lumayan banyak juga… Tipe Shoot,,Harlem Beat, Chinmi hingga the Pitcher masih masuk hitungan buat diburu. *ini usia boleh tua, tapi kegemaran masih anak-anak… Yah, ngimbangi hobi baca PlayBoy dan PentHouse kan masih boleh yah ? Hehehe…

Meski begitu, dulu pernah juga nemu komiknya Dragon Ball dan Kungfu Kenji edisi lengkap, bahasa indonesia pula… Plus komiknya Tiger Wong dan Tapak Sakti. Wiiihh… Kalo sudah ngomongin semua ini, gag ada matinya dah… Trus ? Solusinya gimana ? He… Gag sengaja sebetulnya sih… Awalnya nemu halaman anymanga dan manga-nya Indonesia, yang mutlak bisa dibaca secara online, satu persatu gitu. Tapi ya repot kan kalo dilakoni ? Maka elmu kanuragan jadul pun dicoba lagi.

Adalah aplikasi Http web site copier, aplikasi berbasis windows pc/notebook, punya kemampuan buat mengcopy seluruh content sebuah halaman web (termasuk blog), sehingga dapat disimpan dan dibaca dimanapun secara offline tanpa koneksi internet. Akan tetapi ini bisa dilakukan, selama link atau tautan maupun content gambar dll masih berada di satu tempat (server), gag nuju-nuju ke tempat lain macam ziddu, mediafire dll.

Dulu sempat sukses dicobain donlot halaman blog pribadi www.pandebaik.com juga miliknya Dokter Basuki Pramana, yang cerita-ceritanya kerap bikin kangen.

So… Aksi pun dimulai. Hasilnya lumayan. Dari beberapa hasil perburuan, komik yang sempat saya sebutkan diatas tadi rata-rata bisa didapat dengan sukses, meski beberapa gambar diantaranya hadir dalam bentuk yang tidak dapat dilihat, namun keseluruhan sangat memuaskan. Bahkan saat mengunduh halaman web dari yang versi Indonesia, ditemukan juga dua tiga edisi dari belasan judul komik manga yang ada di halaman tersebut, ikutan tersedot sebagai pelengkap. Makanya bisa nemu komik macam Shincan, Kariage Kun, Conan atau City Hunter. Surprise kan ?

Komik

Namun, saat semua file tersebut dipindah ke layar tablet, efeknya cukup terasa. Fitur Gallery yang biasanya mulus dibuka, kini cukup mengenaskan, karena membutuhkan waktu lama untuk merefresh data hingga selesai. Bagaimana tidak ? Terpantau jumlah file gambar yang tercopy ke handhelds sekitar 10ribuan file untuk belasan judul komik. Itu sebabnya, untuk sementara, tablet tersebut dengan terpaksa dinonaktifkan dulu penggunaan aplikasi yang berkaitan dengan Gallery seperti Instagram, Photo Editor atau email, lantaran lambatnya proses pembukaan file tadi.

Asyik juga sebenarnya. Saya jadi suka ngabisin waktu menunggu dan jelang tidur buat baca-baca komik lama, serta menuliskan pengalamannya sebagai bahan blog *uhuk *sambil menyelam minum kopi… Dan tak lupa menyulap tabletpc jadi sedikit lebih berguna.

Dan berhubung koleksinya kini sudah makin banyak, ada yang mau mengcopynya kedalam bentuk disc ?

Merapal eBook, Membunuh Waktu

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Tempo lalu saya sempat menulis beberapa posting terkait eBook, terkait apa bagaimananya, pula cara mencarinya. Entah itu lewat jalur resmi ataukah ilegal atau Torrents. Kini, jauh setelahnya ingin rasanya membagi lagi koleksi eBook yang kini sedang dan senang saya baca, di perangkat tabletpc sebagai pembunuh waktu.

eBook pertama, ada miliknya detik. Tepatnya, Mingguan Detik. Sesuai namanya, edisi ini biasanya turun setiap sabtu siang/sore, yang dirilis hanya dalam format digital saja, mengingat edisi cetak kini tampaknya kurang diminati. Kabarnya sih, perilisan Mingguan Detik ini, terinspirasi dari koran cetak versinya Harry Potter, yang meski hadir dalam versi print Out, namun gambar yang hadir dapat bergerak layaknya video, sehingga jika boleh disebutkan, Mingguan Detik ini sudah layaknya terbitan Multimedia, dimana pembacanya dapat menikmati sajian berita jauh lebih baik dan lebih berwarna dari edisi cetak/digital biasa. Terkait edisi mingguan ini, selalu saya ikuti dengan mengunduhnya langsung lewat tablet, atau lewat pc yang kemudian dibaca lewat tablet. Kontennya cukup beragam, mirip-mirip Intisari lah…

Masih dari Detik, eBook berikutnya yang wajib ada setiap minggunya adalah Male Magazine. Sesuai namanya, majalah digital ini lebih difokuskan pada kebutuhan Pria, dimana isinya mirip majalah Popular, namun dibalut lebih modern dan trendy. Lengkap dengan fashion, hobby dan dunia pria metropolitan. Saya pribadi sih biasanya mengikuti liputan khususnya yang memang menurun kan topik yang tidak biasa, panas, syur dan tentu menghebohkan. Dilengkapi dengan edisi wawancara khusus dengan beberapa wanita idaman pria dibalut pose seksi yang saya yakin, walaupun belum sevulgar PentHouse ataupun seEksotik PlayBoy, setidaknya bisa bikin mata para anggota FPI mendelik serta mampu menuntut si Tim Redaksi untuk menutup edisi mendatang. Hehehe…

eBook PanDe Baik

eBook ketiga, adalah komik. Ya, komik… Kalian tidak salah baca tentu saja. Untuk source-nya ada beragam, salah satu yang saya favoritkan adalah Zona Djadoel yang siap menghadiahkan pengunjungnya dengan barisan komik tempo doeloe sesuai namanya, dari Tintin, Trigan, Storm, Arad Maya, Agen Polisi 212, Steven Sterk, Deni Manusia Ikan, Pak Janggut, Boy Action dan masih banyak lagi. Tentu ini bakalan pas banget bagi kalian yang seumuran saya dimana dibesarkan pada jaman komik-komik tersebut membumi.

Masih dari masa Djadoel, eBook berikutnya adalah Novel. Ya, Novel. Saya dapatkan beberapa diantaranya dari halaman pupuyaya dimana tersedia berbagai novel jaman doeloe, seperti miliknya NH Dini, Mira W, Gola Gong hingga Hilman yang beken itu. Saya pribadi sangat tertarik dengan serial Balada si Roy yang kerap hadir tiap minggu di halaman tengah majalah Hai saat remaja, hingga hadirnya Cafe Blue milik Hilman, Bapaknya Lupus. :p

Terakhir adalah eBook… Android tentu saja.

Untuk yang satu ini, source-nya cukup banyak, namun rata-rata berasal dari Torrents, gudangnya majalah luar negeri. Yup, eBook yang terakhir ini bergenre majalah, bukan buku. Jadi isinya tentu saja soal liputan terkini, review, tips hingga pendalaman materi yang jujur saja banyak yang tidak saya dapatkan dari majalah lokal. So… Sangat menarik tentu. Dan itu semua menjadi modal utama bagi saya untuk belajar dan tau lebih jauh soal Android dan teknologi yang dibenamkan padanya, terutama dalam berbagi pengetahuan di Twitter maupun blog. Tidak ada salahnya bukan ?

Semua eBook tadi kerap dirapal sebagai barisan mantra yang seandainya bisa diingat ya syukur, terlupakan pun tak masalah, toh semua masih tersimpan rapi didalam memory Galaxy Tab, teman setia pembunuh waktu. Ada yang mau ikutan ?

Menikmati MONSTER by URASAWA Naoki

14

Category : tentang KHayaLan

…memerlukan waktu luang dan pikiran yang fokus untuk bisa menikmati sebuah karya dari seorang Urasawa Naoki, MONSTER. Aku tidak bohong…

Sebuah libur yang panjang dimana aku tak lagi memiliki sebuah kewajiban untuk menguras pikiran demi sebuah Tesis, kuputuskan untuk mencoba menikmati satu karya komik Jepang yang isinya sangat berat bagi nalar. Monster adalah salah satu komik yang bisa dikatakan kutinggalkan begitu saja agar bisa tetap terkonsentrasi pada pilihanku setahun lalu… dan kini sudah kuselesaikan semuanya.

Cerita tentang seorang dokter ahli bedah otak dari Jepang bernama dr.Tenma yang berada dalam posisi bimbang apakah mengikuti saran seorang Direktur Rumah Sakit di Jerman tempat ia bekerja untuk memilih-milih pasien yang akan disembuhkan ataukah tetap bersikap idealis berusaha menyelamatkan nyawa sesuai keyakinannya tanpa memandang siapa dan apa latar belakangnya. Ironis memang, karena apa yang tergambar pada awal cerita adalah gambaran kenyataan yang ada.

Ketika seorang bocah laki-laki tertembak dibagian kepalanya masuk Rumah sakit terlebih dahulu dan telah siap untuk dioperasi, datang pasien lain seorang walikota yang berada dalam kondisi yang membutuhkan penanganan sama. Mana yang harus dipilih ? mendahulukan si bocah yang dayang lebih dulu ? ataukah meninggalkan sang bocah dan beralih ke si walikota yang notabene, seandainya dapat disembuhkan, bukan hanya ketenaran saja yang didapat oleh pihak Rumah Sakit namun bisa lebih dari itu.

Tenma yang sebelumnya berhadapan pada sebuah pengalaman sama pun akhirnya bimbang, diharuskan memilih yang mana harus diprioritaskan. Sayang, keputusan yang diambilnya ternyata malah membuat ia terpuruk dalam satu kondisi dimana ia tak lagi memiliki subuah harapan akan masa depan cerah. Tenma menolak perintah sang Direktur untuk mendahulukan sang Walikota.

Dalam keputusasaan akan akibat yang didapat dari sebuah pengambilan keputusan, Tenma berkeluhkesah dihadapan sang bocah yang berhasil ia selamatkan yang kemudian membawa Tenma pada sebuah situasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Monster adalah sebuah karya komik yang jujur saja sangat kental dengan nuansa kegelapan pikiran, kekhawatiran akan sebuah masa depan dan keinginan untuk segera lepas dari semua beban, rindu akan keindahan hidup. Saya sendiri pun mengalaminya. Entah karena terlalu menghayati isi cerita…

Namun yang paling saya herankan usai menyantap habis 18 seri komik ini adalah ide dan pemikiran yang dituangkan dalam sebuah alur cerita yang panjang dan menegangkan sungguh menakjubkan. Cerita yang dikaitkan dengan eksperimen untuk melestarikan satu ras unggul dan membunuh mereka yang dianggap bukan orang-orang pilihan mengingatkan saya pada sejarah bangsa Jerman, dimana saat kepemimpinan Hitler, hal itu dilakukan untuk mewujudkan kualitas manusia yang lebih baik.

Menikmati Monster buah karya Urasawa Naoki ini tak ubahnya seperti menikmati karya fenomenal Harry Potter tiga seri terakhir yang juga pebuh dengan nuansa kegelapan dan putus asa. Satu karya yang patut saya rekomendasikan untuk wajib Anda baca. Namun sekali lagi seperti yang telah saya ungkapkan diawal tulisan, luangkan waktu secara khusus dan fokuskan pikiran Anda dan bersiaplah untuk melihat Pemandangan Terakhir…

Yo Tsu Ba and ! by Kiyohiko Azuma

2

Category : tentang KeseHaRian

Setelah komik karya Adachi Mitsuru, ada satu lagi komik yang saya sukai. He… kaya’ anak kecil aja… Yo Tsu Ba and ! karya Kiyohiko Azuma.
YotSuBa
Komik ini saya pinjam dari sepupu yang ternyata dapat dari meminjam juga ke sepupu lainnya. He… tapi begitu tahu asyiknya jalan cerita dan kualitas gambar yang bagus, si sepupu saya ini malah berinisiatif membelinya sendiri.

Ceritanya tentang keseharian Yotsuba, anak kecil yang dipungut oleh seorang pria saat ia berada di luar negeri. Pria ini berprofesi sebagai penulis ditemani oleh seorang raksasa bernama Jumbo. Uniknya karakter Jumbo ini ternyata malah gak jauh beda dengan karakter saya. He… itupun jadi geli sendiri setelah diberitahu oleh kedua sepupu saya tersebut.
JumBo
Tinggi besar, saking tingginya malah disangkain raksasa. Apalagi karakter Jumbo ini senang menemani si Yotsuba bermain. Berkacamata dan sedikit jenggot. qiqiqiqiqiqi….

Ceritanya sederhana saja. Keseharian yang dilakoni oleh Yotsuba bersama ‘Ayahnya’. Dari kepindahannya ke kota, bersua banyak hal baru diantaranya tetangga yang terdiri dari seorang ibu dengan 3 putrinya, bercerita tentang penggunaan AC dan pengaruhnya terhadap Global Warming, berkunjung ke supermarket, hingga menangkap Tonggeret (sejenis kumbang).
Tonggeret
Gak usah susah-susah untuk memahami jalan ceritanya. Karena gak jauh beda dengan keseharian kita. Apalagi bagi mereka yang kini sedang dikaruniai akan kehadiran seorang anak, saya jamin satu dua cerita di komik ini bakalan kalian alami kelak.

Mengingat saya memiliki seorang putri yang lucu dan nakal, saat membaca komik dan menyimak kelakuan unik si Yotsuba, selalu saja saya terbayang-bayang akan wajah imut si malaikat kecil… Yah, sambil juga membayangkan, apa kelak ia akan seceria Yotsuba dalam kesehariannya nanti ya ?

Satu pesan moral yang dapat saya tangkap dari komik Yo Tsu Ba and ! karya Kiyohiko Azuma ini adalah berusaha untuk lebih memahami dunia si kecil, karena di usianya itulah ia akan belajar tentang adanya kita sebagai orang tua dan pengaruh lingkungannya kelak.

He…

Kenapa harus Komik ?

4

Category : tentang KeseHaRian

Pada beberapa tulisan saya, satu dua kali sempat terlontar bahwa komik adalah buku yang saya baca dan tekuni dalam berbagai waktu dan kesempatan. Terutama ya saat menunggu…
Kenapa Harus Komik 1
Ini jelas saja mengundang pertanyaan beberapa teman, yang menganggap lucu, lantaran untuk faktor usia saya yang sudah berkepala tiga, status menikah plus putri kecil yang lucu, ditambah bodi yang tinggi besar, rasanya janggal jika saya masih menjadikan komik sebagai pembunuh waktu luang.

Memang saya akui, bahwa sebenarnya komik bukanlah satu-satunya media yang saya baca dalam keseharian. Kalo untuk berita aktual dirumah ya ada Jawa Pos plus Radar Bali, sedangkan di kantor itu ada Bali Post dan Denpos. Selain itu ada juga media bulanan yang rutin saya beli, berisikan banyak pengetahuan tentang seluk beluk dunia yang jarang saya ketahui… Ya, Intisari.

Belum lagi tabloid dan majalah yang berkaitan dengan gadget serta ponsel, menjadi bahan bacaan saat saya bertapa di kamar mandi, pagi maupun sore harinya. Dari PuLsa, SMS, BestPhone, T3, Gadget, Digicom, Info Komputer, PC Media, CHIP, tergantung isi topik yang dimunculkan.

Tak lupa buku-buku untuk menumbuhkan semangat seperti Chicken Soup dan yang berbau psikologis pun saya lahap…. Tapi memang, Komik itu selalu ada. Hanya saja lebih mengkhusus ke produk Elex Media.

Pertama kali saya mengenal komik Elex Media, kalo gag salah sekitar kelas 1 SMA, diracuni oleh rekan sekelas saya saat itu, Bayu Sutha dengan Dragon Ball dan Doraemon. He… Makin lama saya makin mengenal yang namanya Kungfu Boy, Shoot, Natane hingga Kariage Kun dari adik-adik sepupu yang memiliki hobi mengoleksi komik tersebut.
Kenapa Harus Komik 2
Bagi saya pribadi, komik-komik tersebut sebenarnya bukan hanya untuk konsumsi usia anak-anak. Ada juga yang lebih pantas dibaca untuk usia dewasa seperti Shincan atau di Detektif Porno yang tempo hari sempat difilmkan dan dibintangi si jago kungfu Jackie Chan. Saya lupa apa judulnya. Ada juga GTO Great Teacher Onizuka. Kacau abisss pokoknya.

Walau begitu, bukan berarti semua komik itu lantas gag mendidik pembacanya. Ada juga komik yang memaksa kita untuk ikutan terlibat didalamnya. Katakanlah komik yang bersetting detektif seperti Kindaichi atau Sherlock Holmes. Kenapa bukan Conan, karena saya sendiri kadang gag terlalu suka akan cerita komik yang diulur-ulur. Sama halnya dengan Sinetron Indonesia. Hehehe…

Terlepas dari itu semua, komik sebenarnya bisa juga menjadi inspirasi. Seperti halnya tulisan saya kali ini. Hwahahaha…

Menikmati Waktu Menunggu bersama Adachi Mitsuru

18

Category : tentang KeseHaRian

Menunggu adalah hal yang paling membosankan. Apalagi yang ditunggu itu adalah hari yang bakalan menentukan masa depan berikutnya… He… Kalo dibiarkan bisa-bisa malahan memicu stress berkepanjangan…

Waktu ujian awal dahulu, sekitar pertengahan Maret 2009, komik strip Benny & Mice-lah yang menjadi pelampiasan. Dengan ide cerita yang menyegarkan pula kekacauan yang mengocok perut, bisa dikatakan sangat berguna bagi saya yang dilanda Nervous dan ketegangan.

Kali ini pun begitu…

Masih dalam bentuk komik, kali ini yang menjadi sasaran untuk pelampiasan waktu menunggu adalah karya Adachi Mitsuru, komik produksi Elex Media. Sebenarnya ini bukan tulisan saya yang pertama terkait buah karya Adachi loh…
Rough cover
Yang paling menarik perhatian saya, bahkan sampai dibaca berulang-ulang adalah “ROUGH”. Cerita tentang permusuhan dua kubu pembuat kue Jepang, keluarga Yamato dan keluarga Ninomiya, berlangsung hingga generasi ketiga. Sedangkan dua komik lainnya “CROSS GAME” dan “TOUCH” belum sampai membuat saya tergila-gila bahkan niat banget mendonlot komik versi digitalnya dalam bahasa Inggris tentu saja –aslinya bahasa Jepang yang ditranslate ke Inggris-.
Rough
Apalagi saat tau kalo cerita berakhir pada buku ke-12…

* * *

He… Sengaja tulisan kali ini digantung tanpa cerita dan pemaparan yang jelas. Biar penasaran. Hihihihi….