Monster Naoki Urasawa, Kelam dan Mencekam

Category : tentang InSPiRasi

Ada 70an episode yang tersimpan rapi di ponsel Hisense sedari awal tahun 2016 lalu. Hasil perburuan online. Sebuah anime menarik karya Naoki Urasawa. Baru terselesaikan sekitar 60an hingga hari ini. Rentang waktu yang lama.

Cerita tentang pelarian dokter Tenma, ahli bedah otak yang memulai karir cemerlangnya di sebuah rumah sakit wilayah Jerman. Tersandung gegara mengikuti kata hatinya yang tercabik lantaran sebelumnya hanya mengikuti perintah sang direktur. Sebuah cerita yang kelam dan mencekam melanjutkan kisahnya satu demi satu.

Ada banyak hal yang bisa dipetik.

Bagaimana sesungguhnya sebuah perjuangan untuk membuktikan ketidakbersalahannya dalam upaya pantang menyerah. Meskipun mengorbankan banyak nyawa orang-orang yang terlibat di sekelilingnya. Mengungkap sebuah misteri yang selama ini didengar dari kisah Jerman dari sudut pandang dunia.

Berat memang untuk bisa menyelesaikan semua kisahnya dalam sekali waktu. Minimal dengan membaca kisahnya dalam lembaran komik, tinggal mencocokkan alurnya saja saat menontonnya dalam bentuk goresan animasi.

Entah kapan saya bisa menyelesaikannya.

Menikmati Hasil Buruan

1

Category : tentang KeseHaRian

Akhir Desember tahun kemarin saya masih menyempatkan diri untuk bertransaksi di halaman belanja online TokoPedia untuk mencari beberapa film anime berseri yang saya ketahui ternyata ada bersubtitle Indonesia. Bukan bermaksud malas belajar bahasa asing, tapi lantaran bahasa ori-nya adalah Jepang. Didengar berapa kalipun ndak bakalan paham jalan ceritanya, meski sudah pernah baca cerita komik sampe tamat sekalipun.

Anime yang dimaksud itu ada Monster yang postingan terkait pernah ditulis di halaman blog ini, trus Dragon Ball 42 buku yang diblokir KPI itu, dan Detektif Q. Sayangnya Kindaici dan Kenji belum ditemukan. Coba kalo ada…

PanDe Baik 6

Nah ceritanya sedari awal tahun 2016 disela kerjaan kantor, saya mulai menontonnya satu persatu. Meskipun file dimaksud saya copy pula di perangkat ponsel, namun sepertinya lebih seru menonton anime series ini di layar pc yang lebih besar. Hemat batere. He… Selain itu ya alasan utamanya lantaran Teks atau Subtitle nya ndak mau terlihat/tampil kalo ditonton melalui layar ponsel. Entah kenapa.

Asyik juga loh. dan kalo nanti ada tambahan rejeki lagi, Jadi pengen berburu Anime lainnya. Semoga macam The Pitcher atau karyanya Mitsuru itu bisa nemu lagi di kiosannya TokoPedia. He…

Waktu Luang itu… Nonton Filem dan Baca Komik

1

Category : tentang KeseHaRian

Luang. Yah, dua aktifitas ini yang paling mendominasi saat saya mendapatkan waktu luang dari menunggui kendaraan dicuci, sela rapat, atau menanti istri turun dari ruang kerjanya. Meski tidak selalu.

Nonton filem ? Tetep. Terakhir yang ditonton ada the Blair Witch Project, filem horor yang berkisah perburuan cerita ‘urban legend’ dengan pengambilan gambar kamera video amatiran yang penuh goyang dan terkadang arah tak jelas. Penasaran saja sebenarnya. Sekedar ingin tahu.
Ini hanyalah satu diantara limapuluhan filem yang masih tersimpan rapi di eksternal card ponsel Note 3 lengkap beserta Indonesia Subtitle nya.

Baca Komik ? He… Harus. Masih ingat tulisan kemarin soal berburu komik digital ? Ternyata isinya lumayan juga. Jadi punya aktifitas tambahan selain berSosial Media, meski efeknya jadi menuh-menuhin space ponsel yang malah memberatkan tampilan saat dilihat melalui Gallery. Maklum, gak semua komik ini disusun dalam format digital pdf, tapi masih berupa gambar jpeg.
Terakhir masih suka baca GTO juga komik Chinmi versi awal, yang kini mungkin sudah susah didapat di Gramedia. Sisanya masih belum sempat dibaca, dan ada juga yang saya copikan di perangkat Hisense PureShot tempo hari.

Kalian ada yang mau ? Lumayan loh membunuh waktu luang…

Baca Komik yooo…

1

Category : tentang KeseHaRian

Ini hanyalah satu keinginan masa kecil yang tampaknya memang kurang bahagia… sehingga berselang dua puluh lima tahun kemudian baru kesampean hasrat dan keinginannya.
Baca Komik (jadul)…

Tempo hari pernah mengunduh dari halaman ZonaDjadoel yang saat itu ni alamat masih numpang di BlogSpot. Namun saat berpindah ke domain pribadi, ada beberapa aturan yang ditetapkan oleh pemilik halaman sebelum pengunjung diperbolehkan mengunduh koleksi komik jadul yang ada. Minimal Registrasi dan memberi Komentar. Sayangnya karena koleksi dilepas per judul buku, maka dibutuhkan ketelatenan untuk bisa mengunduh semuanya jadi satu folder tertentu.

Menginjak waktu satu dua bulan belakangan, sempat mulai lagi histerianya saat menyelesaikan bacaan berat karya Naoki Urasawa lewat Monster dan dokter bedah Tenma, berburu di beberapa halaman penyedia komik jadul berbasis BlogSpot dan WordPress, judul komik makin bertambah meski secara library masih belum ada yang baru dari apa yang pernah dibaca sebelumnya. Ada Shoot, Chinmi, Kenji dan Dragon Ball.

Komik PanDe Baik 0

Kata orang kalo memang jodoh ya gak bakalan kemana. Bersua di TokoPedia, halaman jualan online itu, saya menemukan satu penyedia yang menjual koleksi puluhan komik jadul dalam format digital, dikumpulkan dalam 6 keping DVD dengan harga yang cukup terjangkau. Maka jadilah pemesanan dilakukan per tanggal 9 November lalu dan baru tiba siang tadi. Meski lama, toh apa yang dinanti kelihatannya memang sudah sesuai harapan.

Ada 55 judul utama yang nantinya akan dibagi lagi menjadi sub spesifik dengan jumlah lebih banyak, menghabiskan ruang sebesar 16 GB. Masih cukup untuk disimpan dalam ponsel Hisense PureShot+ kemarin yang sudah berhasil disematkan eksternal card 64 GB. Ukuran segitu mah kecil. Dengan daftar sebagaimana terlampir pada gambar diatas.

Trus, kapan uji review dan kesan kesan nya ?
Mungkin bakalan saya share dihalaman ini dua tiga bulan kedepan atau bahkan lebih cepat. Karena menghabiskan bacaan komik sebanyak ini memang butuh waktu lama untuk bisa menikmatinya.
Kalian mau ?

(masih) berburu komik digital (ilegal)

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Lama gak menulis soal komik dalam bentuk digital, kali ini nemunya gak sengaja di situs jual beli online Tokopedia. Tapi sebelum itu mau cerita dikit lah soal perjalanannya.

Pasca perburuan komik digital terdahulu sebetulnya ya masih berlanjut hingga kini. Beberapa komik yang kemudian ditemukan lalu diunduh ada Monster miliknya Naoki Urasawa,  Shoot karya Tsukasa Oshikama dan kisah epik Dragon Ball yang mencapai 42 buku itu. Semua didapat dari sumber yang berbeda.

Tapi lama-lama capek juga sih ya kalo mau dapetin hasil yang lengkap. Musti unduh filenya satu persatu, menunggu beberapa saat, lalu menunggu lagi untuk pengunduhannya. Di-extract, trus dikumpulin jadi satu folder, copy paste… Baru deh bisa dinikmati.
Jadi makin panjang prosesnya jika hasil akhir pengunduhan ternyata dalam format gambar (jpeg), bukan buku digital atau eBook pdf. Musti dibuka pake aplikasi ES Explorer kalo mau berurutan jalan ceritanya.

Komik Digital

Nah, kelanjutannya masuk di Lazada yang saya pantau sepanjang jalan, sepertinya memang sulit ditemukan pedagang dengan jualan aneh macam ni. Maka saat nyasar ke lapak jualan dvd eBook di Tokopedia, rasanya senang gimana gitu. Seakan menemukan harta karun, langsung dipesan dan dibayar.

Bentuknya ya berupa dvd, berisikan sejumlah komik digital eBook pdf, dengan harga yang cukup terjangkau. Ada yang dipecah berdasarkan genre komiknya, ada juga yang sudah all in one. Tentu saya pilih yang ini aja sekalian. Maka langkah berikutnya ya harus menunggu pesanan datang dulu baru deh nanti bisa cerita lagi seperti apa rupa perburuan kali ini.

berHaHaHiHi dengan Golongan Darah O #2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang SKetSa

Lanjut dikit tentang Golongan Darah O dari buku komik karya Park Dong Sun yang masih asyik buat dikulik…

Darah O PanDe Baik 05

Kemampuan Mengingat ? *hmmm… tapi kerja sama dalam Tim ? Hehehe… *dasar individualis

Darah O PanDe Baik 03

Janji jam 3 Sore ? *mengulur waktu… dan baru terburu buru last minute. 🙂 *dasar… musti jadi lebih baik nih kedepannya…

Darah O PanDe Baik 02

Diibaratkan sebagai tokoh Jangbi ? *bersikap sopan pada atasan namun sekaligus mampu bersikap tegas kepada bawahan… betulkah begitu kawan-kawan staf ? 🙂 *nanti kalian kasi masukan ya…

Darah O PanDe Baik 01

Mudah terpengaruh… Mudah goyah… saat kritis… kesabarannya mulai membingungkan *hihihi…

Darah O PanDe Baik 04

…dan ? Saat menyetir ? Hehehe… bener bener parah nih si om Park *tau aja dia

berHaHaHiHi dengan Golongan Darah O

1

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang SKetSa

Ha… berikut beberapa kisah tentang Golongan Darah O… kira kira kaya apa yah ?

Darah O PanDe Baik 10

Bersemangat saat memiliki Tujuan… dan bakalan mengendur saat Tujuannya kabur :p

Darah O PanDe Baik 09

Ahli dalam bidang tertentu *uhuk *banyak ide dan…

Darah O PanDe Baik 08

Tidak mudah percaya dengan orang lain… tapi kalo sudah percaya ? Hohoho…

Darah O PanDe Baik 07

Paling lemah dalam mengendalikan Keinginan… tapi punya Keinginan paling Kuat :p

Darah O PanDe Baik 06

…dan …Realistis 🙂 *kalo lagi jatuh cinta, paling cepat mendidihnya :p *colek ibunya anak-anak

berHaHaHiHi dengan Golongan Darah

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang SKetSa

Tahukah kalian jika Golongan Darah O (milik saya), kalo ditempatkan ditengah ruangan tabiatnya suka menjelajah ruangan ? Atau kalo lagi diminta menilai penampilan seseorang, ia malah memiliki pendapat lain yang tentunya lain dari yang lainnya ? Hihihi…

rps20140805_082016

Kekonyolan tersebut dirangkum dalam satu buku karya om Park Dong Sun dalam tajuk Simple Thinking about Blood Type yang diterbitkan pertama kali tahun 2013.

Tahu ada karikatur beginian sih sudah lama sebetulnya. Kalo gag salah dari forum Kaskus yang diterusin ke akun socmed FB dan terakhir kalo gag salah nyariin edisi lainnya via mbah GooGLe. Tapi sudah jodoh kali, saya nemunya dalam bentuk buku pas nyariin novelnya om Hilman di Gramedia tempo hari dan langsung aja diembat tanpa pikir panjang lagi. Hasilnya, HaHaHiHi…

Iseng aja sih, hanya pengen tahu sudut pandang orang terhadap tabiat Golongan Darah O dan B (milik istri), yang bisa dijadiin bahan candaan. Meskipun didalamnya berisikan juga soal sisi positif semua golongan darah, tapi rasanya untuk yang satu ini yah cukup diingat saja. Just for Fun ceritanya.

Jadi ada 4 Golongan Darah yang terpantau dalam buku yaitu A, B, AB dan tentu saja O. Golongan Darah Biru dapat dipastikan tidak masuk dalam pembahasan di om om dari Korea ini. Ditelisik dari berbagai sudut pandang kondisi dan teori yang kalau tidak salah sih diambil dari hasil survey atau sample. Cukup bisa dipercaya tentunya, apalagi jika mau disandingkan dengan lembaga survey pilpres kemarin yang ditenggarai abal-abal itu.

rps20140805_082049

Sedikitnya ada tiga bab penting yang bisa dinikmati selama menjelajah isi buku. Sifat seseorang dari Golongan Darah, Hubungan Sosial antar Golongan Darah dan Cerita Seru diantara mereka. Sisanya pembaca bakalan disuguhi hasil coretan komik lain karya si penulis.

Dan saya yakin kalau kalian pun berkesempatan dengan buku Simple Thinking about Blood Type ini dalam waktu dekat, ya bisa ikutan berHaHaHiHi juga saat senggang.

Tapi jangan lupa yah untuk tetap berbagi Golongan Darah eh berbagi Darah maksudnya secara rutin tiga bulan sekali… ditunggu loh 🙂

No Friends No Games, Little Mice GAME OVER!!

Category : tentang SKetSa

Topik bahasan Muhammad Mice Misrad kali ini seperti mengabulkan harapan saya di masa lalu akan diceritakannya sejumlah permainan masa kecil yang lebih banyak dilakukan di luar rumah, yang tentunya amatlah menyenangkan. Membuat saya kangen pada sejumlah teman masa SD yang penuh cerita.

Kisah dimulai saat hujan mendera, dimana Mice teringat pada masa kecilnya yang jika berada dalam situasi seperti ini, ia langsung melepas baju dan celana, lalu berlari keluar rumah untuk bermain hujan. Hal yang sama, namun tidak sampai telanjang, kerap saya lakukan dengan berbagai alasan, agar disempatkan ‘mekocel-kocel’ diluaran.

Mice 3

Masa Senapan Kayu, mungkin bukanlah masuk di jaman saya dahulu. Namun untuk Pletokan, mungkin iya. Bahkan untuk bahan baku senjatanya, kami menggunakan buah jambu yang masih muda dan kecil untuk ditembakkan ke arah lawan. Kebetulan di halaman rumah kami jaman dulu, terdapat tiga pohon jambu berukuran jumbo yang siap mengotori tanah dibawahnya dengan ‘kampuak’ dan serpihan bunga serta daunnya.

Bola Gebok, permainan yang dilakukan secara berkelompok ini sebenarnya bisa dipadukan dengan petak umpet dimana tumpukan batu dijaga dengan baik agar tidak sampai diruntuhkan oleh kelompok lawan dengan lemparan bahkan tendangan dadakan. Dan biasanya kalopun ada salah satu anggota yang ngambek akibat ‘jadi’ terus menerus, barulah permainan bubar dengan sendirinya. He…

Ada lagi permainan Gelatik, yang kalau di masa kami lebih dikenal dengan nama Tak Til. Bermodalkan batang kayu pohon terdekat, dimainkan berdua atau lebih, dengan kemampuan yang semakin hari makin diasah kehebatannya memukul batang pendek hingga bisa jatuh lebih jauh. Baik di rumah maupun sekolah, ini adalah permainan yang amat sangat saya sukai saat waktu luang tiba.

Gundu atau Kelereng, pula merupakan salah satu permainan yang begitu digemari. Sayapun termasuk didalamnya. dan di Bali, nama permainan ini lebih dikenal dengan Guli. Mengandalkan sentilan jari tengah dan telunjuk dengan kekuatan yang jauh lebih baik ketimbang jari lainnya. Istilah-istilah yang disebutkan oleh Mice disini, benar-benar mirip dengan istilah yang kami gunakan dalam permainan Guli sehari-hari. Stik, Jus, Tipis hingga Stand untuk pose berdiri, terutama bagi pemain yang berada di posisi dekat tembok. Macam-macam Guli atau kelerengpun saya miliki, dari yang bening, bermotif warna hingga susu. Dari yang ukuran normal, kecil hingga jumbo. Dan tempat yang digunakan untuk menampung kelereng jaman itu ya kaleng biskuit Khong Guan seperti yang digambarkan di salah satu halamannya.

Mice 4

Ada lagi kalo gag salah main Gala, benteng, kartu remi, empat satu, cangkul, joker, atau Kik (yang ini untuk anak perempuan, dengan ikatan bunga jepun yang ditendang-tendang vertikal). Atau kwartet, dimana masa itu masih dipenuhi dengan gambar Megaloman atau Voltus 5… ah, masih banyak lagi yang rupanya belum sempat dibahas.

Yang Unik, tentu saja gambaran Profil Bocah era 70-80an yang diekspresikan ingusan, dekil, berkeringat dan borokan atau koreng, tentu berbeda jauh dengan profil anak masa kini, era tahun 2000an. Jujur saja, saat kecil memang ada beberapa kawan persis seperti gambaran tersebut, gag kebayang kalo anak seperti itu masih ada di jaman kekinian kota besar. Pasti jadi heboh deh. Hehehe…

Namun yang paling menggelitik dari semua kisah yang ada, saat bagaimana diceritakan akhir buku dicapai, yaitu saat sang anak yang mengeluhkan batere ipad yang sudah lobet (lowbatt), satu gambaran yang lumrah ditemui di era kekinian. Ya, anak tak lagi ramai bermain di luaran bersama kawannya, namun asyik dalam kesendirian gadget akibat tahun lahir di jaman layar sentuh. *menarik nafas panjang

Football’s Coming Home! by Mice

Category : tentang SKetSa

Lain Benny Rachmadi, lain pula sang kawan sekaligus rival, Muhammad Mice Misrad.

Mengambil tema asyik sepakbola, dalam rangka perhelatan tingkat dunia tempo hari, kartunis kelahiran Jakarta 23 Juli 1970 ini mencoba menerjunkan kisah sepenggal demi sepenggal gambaran masa kecil yang dapat ia ingat  disertai beberapa pengenalan istilah Komentator Bola yang dibukukan dalam satu jilid dua muka.

Mice 2

Dikisahkan tentang Mice kecil dikisaran tahun 1978 (tahun lahir saya nih), dimana saat itu yang namanya lahan hijau nan lapang masih banyak bertebaran di seantero kota Jakarta, lahan yang dipikirnya tak bertuan.

Sebagaimana kisah anak kecil jaman dahulu, sebelum lahan dimanfaatkan sebagai ajang tanding sepakbola, selalu didahului dengan aksi fantasi dunia anak, seperti misalkan silat kungfu. Atau bermain meriam bambu serta mendirikan tenda kardus dan sarung layaknya camping. Sayangnya, dalam kasus ini, tidak banyak kisah yang dapat dituangkan oleh Mice melalui goresan ringannya. Namun sedikit banyak bisa bercerita perihal bola plastik yang dibeli patungan Rp.25,- per orang (jaman itu), serta kisah unik yang terjadi didalamnya.

Lain cerita masa kecil, lain lagi kalo bercerita soal Kamus Istilah Komentator Bola. Untuk kasus yang satu ini sih, gag perlu pendapat banyak yah, mengingat yang namanya komentator biasanya sih jauh lebih pintar ngomongnya daripada prakteknya. Namanya juga komentator. Hehehe…

Jadi ceritanya si Mice lagi kepengen berbagi pemahaman akan berbagai istilah para Komentator Bola yang dianggap menggelikan di telinga kita, diantaranya Belanja Pemain, Pemain Pinjaman, Pemain Veteran, Penyerang yang Tajam, Bola Muntah hingga Diving atau Gantung Sepatu. Yakin banget bagi yang hobi mantengin bola, pasti tahu arti istilah yang sebenarnya, namun bagi Mice ya semacam dugaan pemahaman bagi awam, seperti saya misalnya. Hehehe…

Melanjutkan kisah Tiga Manula Benny Rachmadi (2)

Category : tentang SKetSa

Jika dalam perjalanan awal menyusuri jalur Pantura atau Pantai Utara berakhir di Trowulan Mojokerto, maka untuk melanjutkan kisah perburuan Tiga Manula dalam rangka menemukan Desa Tingal Wetan, kelahiran Waluyo, Liem dan Sanip memutuskan untuk menjelajahi jalur selatan Jawa sambil pulang ke Jakarta.

Buku seri kedua dari kisah perjalanan Tiga Manula dalam pencarian jati diri sang tokoh Waluyo, merupakan seri ketiga cerita yang sama yang pernah diluncurkan oleh Benny Rachmadi, kartunis jebolan studi Seni Rupa di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 1993. Dicetak pertama pada Desember 2013, berselang setahun dari seri pertama Tiga Manula jalan-jalan ke Pantura, memulai kisah lanjutannya dari wilayah Jombang yang kemudian mengingatkan mereka pada… Gombloh ? Atau Sutan Batoegana ? *ealah… Gus Dur om… hehehe…

Tiga Manula 2

Perjalanan selanjutnya pun masuk ke Blitar, mengunjungi kompleks Makam Bung Karno, presiden RI pertama serta biar komplit, lanjut ke Karanganyar, peristirahatan terakhir Pak Harto, presiden kedua RI yang berkuasa lebih dari 30 tahun lamanya. Tak lupa blusukan ke Kota Solo, tempat asal Calon Presiden RI tahun 2014 nanti. *uhuk

Seperti biasa, selain berbagi Tips terkait ke-khas-an masing-masing daerah yang dilewati, tidak lupa mencicipi kuliner daerah seperti Selat Solo, Bestik, Tengkleng dan Sate Kere, atau Kopi Areng yang jujur saja baru kali ini saya tahu. :p

Makin aneh lagi ketika masuk ke bahasan Sate Klathak dengan tusukan Jeruji sepeda, Jadah Tempe yang dimodif jadi Big Mac :p hingga Nasi Tutug Oncom khas Tasikmalaya.

Sedangkan objek wisata ada Alun-Alun selatan Keraton Jogyakarta, Candi Borobudur dengan salah satu stupa yang ‘mengabulkan harapan’, hingga Benteng Karang Bolong di Nusakambangan.

Tampaknya kisah yang ingin dibagi oleh Benny Rachmadi tak melulu soal kelucuan kartun, namun juga eksplorasi budaya dan melimpahruahnya kebhinekaan yang ada di negara kita. Patut diacungi jempol tentu saja.

Jadi, bagi kalian yang ingin tahu meski secara tidak langsung soal kuliner, objek wisata hingga hal-hal yang sekiranya unik ditemukan di seantero Pulau Jawa, dua buku Tiga Manula jalan-jalan ke Pantura dan Selatan Jawa bisa dijadikan pilihan asyik sembari terkikik. Selamat menikmati yah…