Jalanan Kota Senin Pagi

Category : tentang KHayaLan

Keringat masih menetes saat kendaraan mulai laju mundur dari halaman rumah. Isak tangis Intan, putri kedua kami masih terdengar seraya meminta Bapaknya untuk mau mengantarkannya main ke alun-alun. Hampir setiap pagi di hari kerja ia sedih ditinggal Bapak, namun akan kembali ceria saat sudah tak melihatnya lagi. Begitulah anak-anak.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7.51, masih tetap maju dua puluh menit dari yang seharusnya. Jalanan Kota Denpasarpun mulai dilalui satu persatu.

Lantunan suara Bang Iwan yang dikumpulkan minggu lalu satu persatu kalah jauh diterpa angin semilir yang masuk lewat jendela mobil. Sengaja kubuka untuk dapat menghirup sejuknya pagi dan nikmati panasnya sinar matahari. Namun awan di beberapa tempat sempat halangi kesenanganku disela lalu lalang ramainya arus.

Banyak hal penting yang terlintas di benakku, namun kuabaikan demi hari-hariku nanti. Biarlah waktu yang akan mengingatkannya kembali. Penat jika kuladeni itu semua dalam sempitnya waktu yang dimiliki.

Wajah manis Gek Ara mulai membayang

Anak cantik ini kelihatannya senang saat kudendangkan kisah Bang Iwan sampai tertidur dalam pangkuan, sempat kewalahan juga semalam akibat panasnya hawa yang tak tertahankan.

Kotaku tak sejuk lagi

Gerbang Puspem Badung mulai tampak dari kejauhan. Rutinitas pun mulai menanti untuk diselesaikan. Dan aku harus siap menghadapinya.

Intermezo Sore

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KHayaLan, tentang PeKerJaan

Terkadang saya suka heran… dan bingung…
akan kekuatan, ketabahan dan kecerdasan seorang Pimpinan ditengah tekanan dan Intervensi seperti ini.

Saya yang notabene seorang laki laki saja sempat merasa lelah dan penat akan situasi kerja yang hadir dalam dua tahun terakhir. Situasi yang penuh dengan masalah sosial, kepentingan dan caci maki. Juga Ancaman.
Bahkan sempat pula terlintas untuk mundur dari tugas yang dibebankan dan memilih untuk bersikap EGP pada pekerjaan. Jelas hati kecil gak bakalan bisa melakukannya. Meski sebentar…

Tapi Bandingkan dengan Beliau yang sudah bertahun-tahun mengalami dan melewati tantangan, juga cobaan dan masalah baik yang datang dari luar, maupun bawahan.
Rasanya tiap kali masalah itu muncul, selalu saja Beliau hadir memberikan pencerahan dan semangat. Lewat telepon, pesan sms hingga secara langsung.

Jika kondisinya sudah seperti ini, biasanya saya akan berbaring sambil bercanda dengan si putri nakal, sedikit bisa melupakan semua beban yang ada. Namun Apakah Beliau juga melakukan hal serupa ? Atau ada hal-hal lain yang bisa ditiru sebagai bekal hidup nanti ?

Meski banyak yang mencibir…
Tapi saya Bangga punya Pimpinan seperti Ibu Kadis…

Umur Kita ada pada-NYA

Category : tentang KeseHaRian

Cerita Istriku kali ini, sangat menyedihkan. Hanya karena mencret dan muntah, seorang anak dari Cleaning Service di kantornya meninggal dunia. Padahal ia baru kelas satu SMP. Dehidrasi pikirku.

Musibah yang menimpa saudaraku Dego di Gulingan Tengah pun tak kalah membuat dadaku sesak. Istrinya meninggal awal Januari lalu. Diagnosanya adalah Tumor Kelenjar Getah Bening, dimana masa ia dirawat hanya satu setengah bulan saja di rumah sakit. Padahal ia baru saja menjadi Ibu. Putra Pertama. Belum setahun mereka menikah.

Salah seorang staf di kantor pun memiliki cerita serupa. Kematian suaminya hanya karena panas badan yang tinggi, datang silih berganti. Tidak lama, namun membuatku menarik nafas.

Membaca berita di media terkait kecelakaan Air Asia beberapa waktu lalu, mengingatkanku pada gadis yang kini ditinggal mati ayah ibunya, juga kakak dan adiknya. Meskipun nilai asuransi yang kelak ia terima sangat besar, namun jika pilihan itu masih ada, siapapun akan mengambil pilihan yang sama.

Aku hanya bisa terdiam dan memejamkan mata. Sambil berupaya menempatkan diri pada posisi itu. Bagaimana jika aku yang divonis Tuhan untuk menghadapi cobaan itu ? Apa yang harus dilakukan sejak kini ? Menyayangi mereka yang masih ada ?

Entahlah…

Umur Manusia memang ada di Tangan Tuhan, dan aku yakin satu saat nanti pasti kan datang. Entah apakah aku yang akan ditinggalkan, atau aku yang akan meninggalkan. Tapi jikapun boleh aku memohon pada-NYA, berikan aku kesempatan lebih panjang untuk bisa membahagiakan orang orang yang aku sayangi, juga yang menyayangi aku.

www.pandebaik.com Numpang Tenar di Koran Tokoh

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Entah kapan pastinya ketika satu saat saya di-Private Message lewat akun FaceBook oleh mbak Ratna Hidayati, seorang senior di dunia jurnalisme sejak masa SMA yang kini bernaung bersama Koran Tokoh, sebuah media Bacaan Wanita dan Keluarga yang kalo tidak salah sih sudah berskala Nasional. Lewat pesan tersebut mbak Ratna mengabarkan tentang rencana diadakannya kolom atau halaman Gadget/Teknologi di media yang ia kelola atas permintaan pembaca, sekaligus meminta untuk bantu-bantu nulis di beberapa edisi pertama. Tentu saja saya langsung mengiyakannya tanpa berpikir terlalu lama.

Lama kemudian tak berkabar, di awal Desember lalu Mbak Ratna kembali mengontak untuk minta rekomendasi memilihkan perangkat Tablet Android antara ukuran 8,9” atau 7”. Saat momen tersebut saya kembali menanyakan kepastian permintaan bantuan untuk menulis di Koran Tokoh apakah masih berlaku atau tidak. Jawabnya tentu dan mbak Ratna memberikan tenggat waktu, batas akhir empat buah tulisan yang rencananya bakalan naik per Januari Tahun 2012. Soal topik, belum ada ketentuan pasti namun diharapkan tentang isu atau hal-hal yang menjadi Trend di awal tahun.

Meskipun saat itu (hingga hari ini) saya belum menerima perjanjian kontrak secara resmi, namun adanya sebuah tawaran untuk menulis hal yang saya sukai di sebuah media cetak umum dan berskala Nasional pula, siapa sih yang mau melewatkannya ?

Bisa jadi lantaran melencengnya tema tulisan di blog www.pandebaik.com sepanjang Tahun 2011 lalu menjadi salah satu bahan pertimbangan mbak Ratna untuk menghubungi saya, yang jujur saja lebih banyak terfokus soal kemajuan dan perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi. Gara-gara Android tentu.

Numpang tenar di Koran Tokoh

Jadilah ini kabar baik pertama saya di awal tahun 2012 yang kemudian sekaligus (entah ada hubungannya atau tidak) melonjakkan traffic kunjungan Blog www.pandebaik.com menjadi rata-rata nyaris 1K page views setiap harinya. Padahal sebelumnya, dengan jumlah pengunjung hingga hingga 400an page views per hari saja sudah sangat bersyukur dan merasa beruntung meski masih juga minim komentar. He…

Lucunya, saya pribadi malah baru tahu kalo tulisan pertama di Koran Tokoh sudah naik cetak saat seorang rekan kantor berkabar lewat komentar di status FaceBook. Merasa kaget, sayapun bergegas ke ruangan atasan yang sepengetahuan saya memang berlangganan Koran Tokoh sebagai sisipan tambahan dari media cetak Bali Post.

Hasilnya, sebuah tulisan ‘Pilih BlackBerry, iPhone, Symbian atau Android?’ menjadi tulisan pertama yang menghiasi halaman 20 Koran Tokoh edisi Januari. Hingga saat ini kalau tidak salah sudah 5 (lima) tulisan yang diturunkan dalam setiap edisinya di halaman 20. Menjadi 5 (lima) tulisan lantaran pada edisi 676, dua minggu lalu menurunkan 2 (dua) tulisan secara bersamaan, tentang Pemahaman perangkat TabletPC dan Review Samsung Galaxy Tab 7 Plus. Kalau tidak salah Edisi Terakhir 678, menurunkan tulisan tentang Application Market yang ada hampir di semua ponsel pintar.

Dilihat dari struktur kalimat pembukanya, terlihat beberapa editing dilakukan seperti kebiasaan yang dilakukan Anton Muhajir, senior saya di Bali Blogger saat saya mencoba numpang tenar di halaman BaleBengong.net tiga empat tahun lalu.

Rasanya bangga bukan main demi melihat nama (Pande Baik) tertera jelas di akhir tulisan tersebut. Kebanggaan ini kurang lebih sama saat tulisan pertama hasil kolaborasi Wartawan Sekolah naik cetak di tabloid remaja masa sekolahan Wiyata Mandala tahun 93/94 lalu.

Itu sebabnya, saya pun kemudian berusaha meluangkan waktu secara khusus untuk menuangkan beberapa ide yang hadir dikepala dalam misinya menulis kembali di Koran Tokoh dan berharap edisi Numpang Tenar di Koran Tokohnya masih bisa diperpanjang lagi. :p

Mimpi Tak Terbeli

2

Category : tentang KHayaLan

Iseng nganter Bapak nyari triplek buat memperbaiki plafond yang dah jebol lantaran air hujan merembes lewat atap di sebuah toko bangunan, mata langsung tertuju pada indahnya material atap serta lantai yang menawarkan beragam tekstur dan warna. Ada yang mirip kayu hingga batu.

tegel.jpg

Hanya saja pikiran langsung berandai-andai, kapan yah bisa ngerenovasi rumah biar bisa berpenampilan gres seperti ini ? wah wah wah… kalo ngandelin gaji bulanan ya gak bakalan pernah cukup. Mungkin memang harus ikut-ikutan perilaku para Jaksa yang ditangkep tempo hari, ngelobi ‘Hello Ayin’. Hanya saja, gimana caranya biar gak ketahuan KPK ? Ha ha ha… ini masalah yang jauh lebih besar lagi…

Bagaimana Jika ?

Category : tentang KHayaLan

Khayalan tentang mendapatkan uang seratus juta tiba-tiba terkabul dengan sedemikian gampangnya ?Lima Puluh Juta akan kuberikan pada fakir miskin dan janda tua, seperti yang tercantum dalam UUD 1945, karena mereka yang seharusnya dilindungi oleh Negara malah gak tersentuh sama sekali oleh tangan penguasa….

Lima Puluh Juta lagi akan kuberikan pada anak-anak jalanan, agar mereka bisa merasakan nikmatnya makan 3 kali sehari dengan lauk pauk yang berbeda tiap harinya.

Akhir kata, akan kuminta pada mereka semua, untuk mendoakan agar khayalanku tentang mendapatkan uang seratus milyar bisa terkabul dengan sedemikian gampangnya juga.

Huahahaha……