Pahit Manis Pedagang Bali

3

Category : tentang Opini

Tiba tiba jadi ingat tulisan seseorang disana tentang alasan mengapa ibu ibu rumah tangga lebih suka belanja di pedagang selat pasih, semeton Muslim ketimbang pedagang yang merupakan nyama braya Bali.
akhirnya saya mengalami juga…

Salah satunya karena mereka lebih mampu menjaga keramahan dan komunikasi yang baik dengan calon pelanggannya. Siapapun itu.

Sedang pedagang Bali, meski tidak semua, begitu naik sedikit pamornya di mata pelanggan, kadang kala menjadi arogan dan memandang sebelah mata konsumennya. Tak jarang sambil merenggut dalam memberi pelayanan yang seharusnya pembeli dapatkan.

Pengalaman adalah Guru yang Terbaik, kata orang. Maka apa yang dialami kemarin di depot jualan masakan china bali pojokan pasar malam Kereneng pun, menjadi pelabuhan kami yang terakhir kalinya. Ketimbang nantinya berimplikasi jauh mengingat isi kepala orang siapa tahu.
Jaman modern begini, masih ada kok orang yang menggunakan tenung demi menjalankan maksud hatinya.

Mungkin memang kami harus berpindah tempat lagi mencari alternatif tempat makan murah meriah dan enak. Toh masih banyak pilihan di sekitarnya, atau di luaran.

Iseng Pasar Senggol Kereneng

1

Category : tentang PLeSiran

Tumben dapet jeda hari kuliah, langsung aja disamber dengan nawarin ortu yang setelah si kecil lahir, makin jarang saja dapet jalan-jalan menikmati hobinya, makan. J

Tawaranpun diterima, dengan rute ke Pasar ‘Senggol’ Kereneng buat nyari masakan cina yang nangkring didekat pagar masuk lewat pojok barat. Kalo ndak salah namanya ‘Sari Sederhana’, plus menuhin keinginan Istri yang untuk sementara tinggal dirumah, jagain sikecil yang blom boleh ikutan (usianya yang blom 3 bulan), minta dibungkusin Soto Ayam Surabaya yang berada di sisi sebelah timur area pasar. Ternyata area pasar senggol banyak berubah, makin penuh oleh keberadaan para pedagang yang kalo minjem istilahne Dalang Cengblonk, liunan ‘wong kono’ dibanding ‘wong kene’. Apalagi rata-rata yang diperdagangkan ya barang elektronik murah, yang kualitasnya tentu jauh bila dibanding merk ternama. Efeknya ya paling terasa dikuping, digedor dengan musik geleng-geleng, hasil remix lagu Indonesia. Walopun jelang pulang baru diganti dengan alunan Bang Iwan Fals yang sejuk ditelinga. J

kereneng.jpg

Hanya saja ada satu yang kelihatannya tak berubah.

Tukang suling keliling, yang sedari masa pacaran dulu hingga kini sudah punya sikecil, alunan sulingnya masih tetep itu-itu aja. Nyanyian yang mengiringi pun masih itu-itu melulu. Bikin enegh saat menikmati makanan. L