Kemacetan di Ruas Jalan Sulawesi

Category : tentang KeseHaRian

Sebelum mencapai Pasar Tradisional Badung, bagi yang datang dari arah timur, jalan terdekat untuk menuju lokasitentunya melewati Jalan Sulawesi dimana berkumpulnya para pedagang yang berjualan meubel dan kain, disepanjang jalan. Ada pemandangan menarik sekaligus menjengkelkan bagi yang melintas disitu dan mengendarai mobil, karena jalan sepanjang Sulawesi dari awal sampai akhir, kemacetan terjadi tak terhindarkan.

(….beh, fotonya gak muncul, ga bisa di-upload…. kenapa nih ? )

Yang paling awal menjadi tertuduh, tentu saja penataan parkir di sepanjang jalan Sulawesi. Dobel.

Jalan Sulawesi sudah ditempatkan larangan parkir bagi mobil, sehingga yang parkir disana tentu saja berderet sepeda motor berbagai jenis. Namun tetap saja ada mobil yang membandel. Deretan pedagang bermobil berjenis pick up, seakan antre menunggu giliran masuk ke areal pasar, dan menyisakan satu ruang memanjang yang hanya cukup dilewati satu buah mobil, sementara sepeda motor yang juga ingin melintas, harus pandai-pandai berzigzag menyelinap agar bisa cepat sampai di ujung jalan.

Ironisnya, diantara antrean tersebut, ada juga mobil-mobil pribadi yang diparkir, tanpa ada sopir-pengemudinya yang angkring disitu. Bisa saja milik pedagang yang ada disepanjang jalan atau familinya, bisa juga pembeli, yang kesemua kemungkinan pemilik tadi, dapet SIM dari nembak, minta tolong biro jasa, tanpa tau aturan lalu lintas dan parkir, barangkali. Tingal ngasi duit, trus foto, beres. Gak peduli dengan aturan-aturan yang ada.

Namun sekali lagi, pemandangan ini tak hanya terjadi di Jalan Sulawesi kok.
Jalan Gajah Mada juga begitu. Kemacetan tercipta dimana-mana, penyakit Kota Denpasar, kalau satu saja ruas jalan protokol ditutup atau terjadi kemacetan, artinya ruas jalan lainnya ya harus siap-siap juga dilanda macet.
Beh…