Politik Santun ‘DPR’ dalam Kartun Mice Misrad

1

Category : tentang InSPiRasi

Berikut beberapa gambar goresan kartun karya Muhammad Mice Misrad dalam buku ‘Politik Santun dalam Kartun’ tentang kisah anggota Dewan kita yang Terhormat DPR.

*

*

*

*

*

*

*

*

Politik Santun ‘Presiden’ dalam Kartun Mice Misrad

Category : tentang InSPiRasi

Berikut beberapa gambar goresan kartun karya Muhammad Mice Misrad dalam buku ‘Politik Santun dalam Kartun’ tentang kisah pak Presiden BeYe.

*

*

*

*

*

*

*

*

Politik Santun dalam Kartun Mice Misrad

Category : tentang InSPiRasi

MIRIS

Barangkali satu kata diatas sudah cukup kuat untuk menggambarkan perasaan saya saat membuka lebar demi lembar halaman buku ‘Politik Santun dalam Kartun’ yang digoreskan oleh Muhammad Mice Misrad, sebuah kumpulan kisah karut marutnya Indonesia secara menggelitik namun tetap unik dan menarik. Halah…

Demi memberi apresiasi kepada Mice Misrad dari duo Benny & Mice yang tampaknya cukup produktif dalam merilis buku kumpulan kartun, kelihatannya Satu Minggu ini blog www.pandebaik.com bakalan berisikan beberapa gambar hasil comotan buku ‘Politik Santun dalam Kartun’ yang saya anggap pantas mewakili dan patut untuk dikenang serta dipertanyakan kembali.

Cover Depan (atas) dan Belakang (bawah)

Dan seperti halnya tulisan ataupun berita media, goresan kartun karya Mice Misrad pun merupakan satu catatan sejarah yang patut dibanggakan keberadaannya, minimal mampu mengingatkan kita sebagai masyarakat Indonesia akan segala topik hangat partai politik dan pemerintahannya yang menurut saya pribadi sangat mengecewakan. Bagi yang rajin mengikuti perkembangan lewat media cetak ataupun televisi, saya yakin gag akan membutuhkan waktu lama untuk memahami maksud hati yang tertuang dalam goresan tersebut.

Penasaran ? tunggu mulai besok yah

Menertawai Benny Rachmadi dengan 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda

6

Category : tentang InSPiRasi, tentang SKetSa

Lama tak menjumpai coretan kartun Benny & Mice, membuat kangen dengan guyonan khas mereka berdua. Kalo gag salah terakhir itu ada Lost in Bali 2. Sempat pula mengisi kuisioner yang dilepas lewat akun FaceBook kalo gag salah, dimana satu pertanyaannya yang saya ingat adalah ‘kartun siapa yang lebih menarik untuk dibaca ? Benny ? Mice ? atau Benny & Mice ?

Saat itu tentu saya memilih kedua karakter bisa kembali tampil dalam satu buku. Karena memang mereka hadir saling melengkapi. Untuk Joke-nya pun jadi lebih terasa nikmatnya. Sayangnya, hingga kini belum ada rilis terbaru dari mereka. Sembari menunggu, buku coretan terbaru dari Benny Rachmadi salah satu dari duo Benny & Mice, bolehlah ditertawai lebih dulu. Isinya cukup aktual untuk kondisi negeri ini. Apalagi ketika menemukan salah satu kartun aGan DPR yang keasyikan dengan Gadget terbarunya saat Sidang Dewan untuk menonton Video Porno beberapa waktu lalu, di halaman belakang.

100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda. Dibuka dengan adegan si tukang bajaj yang biasanya tampil dalam hampir setiap goresannya Benny Rachmadi, memperingatkan sekelompok orang dari politisi, cewe’Gaol, atau tipikal orang kebanyakan akan Banyaknya Peristiwa Nahas bakalan terjadi pada mereka (termasuk kita semua dan si kartunis tentu saja).

Beberapa peristiwa nahas itu antara lain, Diajak Ngobrol oleh Bule tapi gag ngerti bahasa Inggris padahal yang bersangkutan menggunakan baju kaos bertuliskan English, kebelet di tempat umum yang ketika menemukan surganya malah berbau, kotor dan minim cantelan, tertipu pedagang vcd maksud hati membeli Bilm Ferjuangan eh malah berisikan SpongeBob, membeli barang yang sama dengan harga berbeda lantaran terlalu ngebet dengan embel-embel BM, ditawari sms utang atau bagi-bagi uang gratis hingga dikorek om Uya Kuya.

Dari 100 Peristiwa (ternyata memang beneran 100) Yang Bisa Menimpa Anda, lebih banyak mengisahkan situasi kondisi Kota Jakarta, tempat tinggal dan mengadu nasib si kartunis, sehingga topik terkait Banjir, Busway, kemacetan hingga digoda banci (termasuk pengalaman pribadi saya saat mampir di jalanan jakarta), lebih banyak menghiasi buku yang dicetak pertama bulan Mei 2011 kemarin. Mungkin jika boleh ditambahkan embel-embel (di Jakarta) bisa jadi akan sangat mengena semua pembaca yang membacanya mengingat jalur Busway adanya Cuma di kota Jakarta kalo tidak salah.

Tapi memang ada beberapa Peristiwa dari 100 Yang Bisa Menimpa Anda ini malah beneran bisa terjadi pada setiap makhluk Tuhan di muka bumi. Termasuk diantaranya terjebak PaMer PaHa alias Padat Merayap tanPa Harapan alias Macet, masuk tipi (tidak sengaja) syukur-syukur dalam laporan media yang positif, atau saat Berusaha meraih sisa makanan yang nyempil disela gigi belakang bagian atas secara ‘manual’ lantaran kehabisan tusuk gigi. Hehehe…

Yah, pada akhirnya menurut kartunis kelahiran Samarinda 23 Agustus 1969 ini sih, Cuma ingin mengingatkan supaya kita semua lebih berhati-hati dalam berperilaku, waspada akan 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda dimana saja.

Pingu si Pinguin animasi Boneka Pertama MiRah GayatriDewi

6

Category : tentang Buah Hati

Menginjak usia satu bulan, MiRah GayatriDewi putri kecil kami diharuskan berpisah sementara dengan ibunya yang dinyatakan positif terjangkit Demam Berdarah. Kurang lebih selama 9 (sembilan) hari lamanya, kami harus menahan rindu terhadap buah hati yang baru saja mengisi hari-hari penuh tangis bayi. Untuk menebus rasa bersalah karena kami tinggalkan dan titipkan pada kakek neneknya, kami membelikan MiRah sebuah boneka kecil yang kebetulan dijual di Koperasi Kamadhuk RS Sanglah. Boneka itu kami beri nama Pingu.

Pingu si Pinguin, satu nama yang begitu saja terlintas di kepala ketika boneka ini kami putuskan untuk menjadi teman bobo MiRah yang akan menjaganya selama kami jauh. Bukan tanpa alasan nama itu kami berikan. Entah mengapa kami langsung teringat pada animasi Pingu yang dahulu pernah sesekali menghiasi layar televisi sebagai bagian dari sebuah iklan komersial air conditioner.

Animasi Pingu yang rupanya telah diproduksi sejak tahun 1986 untuk TV Switzerland ini mengisahkan tentang satu keluarga burung pinguin yang tinggal dalam sebuah Iglo di kutub selatan (sebenarnya Iglo berada di Antartika Kutub Utara) dan ceritanya difokuskan pada Pingu dan rekannya Robbie si anjing laut. Tidak lupa diceritakan pula tentang kehidupan keluarganya ditambah kehadiran Pinga si adik kecil. Dari pola cerita dan animasinya, Pingu mengingatkan saya pula dengan satu animasi anak Postman Pat, cerita tentang aktifitas seorang tukang pos dengan mobil kotak merah yang ditemani teman kecilnya, si kucing.

Sayangnya dibutuhkan kemampuan lebih untuk memahami cerita yang dikisahkan dalam masing-masing episodenya. Jelas-jelas tidak menggunakan bahasa universal atau bahasa negara manapun. Sehingga untuk bisa dinikmati oleh anak-anak usia balita, sangat diperlukan pendampingan orang tua untuk menjelaskan satu demi satu scene yang berjalan. Kabarnya bahasa yang dipergunakan dalam animasi ini disebut sebagai bahasa Pinguin.

Beberapa Video animasi Pingu saya temukan berkat jasa salah satu penyedia portal video terbesar YouTube disela Pelatihan terkait LPSE di Propinsi beberapa waktu lalu. Ada sekitar 42 episode yang saya unduh dari 105 yang diklaim dihasilkan selama masa produksi. Salah satu yang kemudian menjadi favorit MiRah adalah episode ‘Bedtime Shadow’ yang menceritakan kisah Pingu dan adiknya Pinga beradu kepintaran membuat bayangan dengan tangan didepan tembok sesaat sebelum tidur. Jika Pingu membuat kapal laut khas anak-anak, pinga jauh lebih pintar dan membuat bayangan kapal layar (walaupun sesungguhnya bayangan itu mustahil dilakukan dengan mengandalkan tangan). Demikian pula saat pingu membuat bayangannya Robbie si anjing laut, pinga mampu menyajikannya lebih mendetail. Puncaknya ketika Pingu membuat bayangan Bapak mereka, maka saat giliran Pinga muncullah bayangan sang Bapak lengkap dengan gaya marah-marahnya. Meski akhirnya menyadari bahwa itu adalah siluet sang Bapak, bukan hasil ‘karya’ Pinga, ending story dibuat begitu manis. Bapak, Pingu dan Pinga akhirnya tertidur dalam satu ranjang kecil yang sebenarnya merupakan ranjang milik Pingu…

Pingu si Pinguin bisa menjadi salah satu alternatif tambahan tontonan bagi si kecil, selain animasi Upin & Ipin yang mendidik ala negara tetangga Malaysia dan juga si beruang Bernard. Cobain deh…

Kesialan Bernard Bear Kegembiraannya MiRah GayatriDewi

3

Category : tentang InSPiRasi

Tulisan akhir Agustus yang sempat tertunda lantaran aksi mbolosnya Pak Dewan Wakil Rakyat kita itu. Sebetulnya pengen nulis lagi terkait aksi coretannya Om Pong Harjatmo ‘jujur Adil Tegas’ di atap Gedung DPR, tapi khawatir malah bakalan menimbulkan reaksi tidak baik dari berbagai kalangan. So, mendingan balik lagi ke tema yang gak jelas. Seperti biasanya… :p Maaf.

* * *

Lagi-lagi berkat jasa YouTube. Melalui portal video inilah saya pertama kali mengenal tokoh kartun animasi Bernard Bear, Bernard si Beruang saat berusaha mencarikan tayangan kartun yang layak (baca:pantas) ditonton oleh anak seusia MiRah. Kalau tidak salah sekitaran akhir tahun 2009 lalu, saat yang sama dimana getol-getolnya mengunduh film animasi pendek milik PiXar.

Pada awalnya MiRah kecil (saya tayangkan di layar tipi saat usianya setahun dalam format vcd) takut menonton kartun Bernard Bear lantaran ‘kesialan’ yang hampir selalu dialami saat beraktifitas. Ketika berolahraga, ber-ice climbing atau ber-gantole. Sebaliknya Mirah lebih memilih Geries Game, cerita tentang seorang kakek yang bermain Catur buah karya PiXar.

MiRah baru mulai menyukai Bernard setelah perlahan saya katakan bahwa Bernard Bear itu mirip Bapaknya lantaran memiliki perut gendut yang sama. Itu sebabnya, setiap kali ia menonton video Bernard, MiRah selalu berteriak ‘Bapak… Bapak…’. Kata pertama yang (paling mudah) ia ucapkan. Perlahan MiRah mulai menyukai video Bernard dan kerap meminta kami memutarkannya di layar tipi.

Bernard Bear sebenarnya punya nama lain untuk pangsa pasar Asia Pasifik, Backkom. Itu sebabnya beberapa video yang saya unduh saat itu ada yang menggunakan nama Backkom ada juga yang menggunakan nama Bernard. Dalam videonya yang rata-rata berdurasi pendek tersebut, Bernard jarang terlihat beruntung dengan aksinya. Dari yang terantuk peralatan olahraga, jatuh dari tebing salju, terbakar dibawah pohon kelapa hingga diterbangkan pesawat saat berusaha bermain gantole. Sayangnya dari sekian banyak yang saya unduh, tak satupun berisikan tokoh kartun pendukung lainnya seperti Lloyd dan Eva penguins, Zack  si kadal, Goliat chihuahua, bayi Tyler, si anjing Pilot, Pokey dan Santa Claus.

Animasi produksi Korea ini jujur saja akhirnya saya favoritkan juga sebagai tayangannya MiRah selain Upin & Ipin produksi negeri jiran Malaysia. Selain lucu dan menggemaskan, tampilan animasinya juga halus dan jalan ceritanya mudah dipahami oleh anak-anak meskipun sebagai orang tua, tetap harus mendampingi mereka untuk menjelaskannya.

Bersyukur stasiun televisi swasta TPI (entah mulai kapan) menjadikan Bernard Bear sebagai salah satu program mereka selain Upin & Ipin. Daripada meracuni putra putri dengan tayangan SHITnetron dan infoTAIment, bukankah lebih baik menonton Bernard Bear bareng-bareng ?

si Kodok Jorok Bego Melongo…

Category : tentang SKetSa

edisi SKETSA : Gung Rai Bawa

1

Category : tentang SKetSa

Ini sih emang belum jadi dan tak dilanjutkan hingga apik plus komentar si gondrong bau itu.
Salah satu dari 13 orang-orang Ganjil yang sudah menjadi tingkat senior disalah satu perguruan tinggi swasta yang sudah terkenal akan image biaya dan level mahasiswanya.Punya hobi becanda hingga mencari setrum saat kuliah pasca dengan duduk dibarisan belakang, agar lebih mudah melihat para gadis muda peserta kuliah saat ngantuk mulai menjalar.
Hehehe…

Senyum selalu ada di bibir yang ada kumis diatasnya itu, satu ciri khas dari seorang kakek yang selalu ramah pabila bersua cucunya.