Kantor Pos : Apa masih punya Gigi ?

Category : tentang KeseHaRian

Tergetilik rasanya saat berkesempatan maen ke Terminal Mengwi yang sampe saat ini pengerjaannya masih mangkrak. Proyek dengan budget dan Perencanaannya yang begitu matang, malah gak dapet prioritas, kasian banget ngliat bangunannya.
Tapi yang lebih bikin tergelitik lagi, ada bangunan Kantor Pos di lahan sebelah timurnya, baru dibangun, dan cukup besar.Sempat terlintas, apa Kantor Pos masih punya gigi ya, di jaman teknologi sekarang ?

Kalo dulu, Pos lebih banyak digunakan untuk bersurat, terutama bagi yang masih pacaran jarak jauh, atau pisah dengan keluarganya. Sekarang, cukup lewat email, lebih cepat dan jauh lebih murah juga efisien.
Kalo mau lebih singkat lagi, toh ada sms. Apalagi yang namanya MMS juga teknologi 3G juga bakalan tiba, duuh… jarak rasanya gak berarti.

Kantor Pos pun makin menggeliat saat Telegram Indah baru-baru diperkenalkan. Aku sempat menikmatinya, karena murah, cuman 500 rupiah, untuk mengucapkan Selamat natal atau Lebaran dan Galungan kepada teman.
Namun lagi-lagi teknologi mengalahkannya.

Pak Pos pun mungkin sekarang terlihat makin jarang bersliweran di jalan.
Aktifitas Pos, lebih sering untuk mengantarkan laporan rekening, asuransi, maupun penipuan masyarakat yang berhak mendapatkan hadiah setelah membeli barang tertentu.

Kirim Wesel, mungkin ini yang masih bertahan hingga kini.
Sedangkan untuk kirim barang, mungkin lewat jasa, barang kita lbih dijamin keamanannya, apalagi ada kesediaan untuk penggantian jika terjadi apa-apa dijalan.

Perangko juga makin langka kita temui, atau mungkin karena musim koleksi perangko gak serame dulu ya ?

Jadi, salut juga untuk Kantor Pos yang hingga kini masih mencoba eksis ditengah arus teknologi yang begitu besar.