Dedikasi Penghargaan untuk Istri

Category : Cinta

Pelatihan JICA yang tercecer : View Bali Beach

Category : tentang iLMu tamBahan

Sebagai seorang lulusan Teknik Arsitektur, kata View bukanlah satu hal asing didengar.
View ato pandangan yang diberikan oleh satu objek bangunan saat ditempati, bisa jadi lebih banyak mengutamakan keindahan dan kebersihan dibanding kesemrawutan lingkungan.Grand Bali Beach pula menjadikan View sebagai daya tarik utama bagi para tamu yang menginap di hotel ini.

Jika dari luarnya, View terbesar adalah Hijaunya lingkungan dipenuhi tanaman hias dan pohon besar, serta padang rumput di areal Golf, menjadikan suasana yang sangat jauh lebih nyaman, bila dibandingkan dengan tempat pelatihan terdahulu di Sahid Kuta.
Lumayan memberikan kesejukan pikiran saat melintas disekeliling hotel.

Dari dalam, tentu view yang ditawarkan, cenderung kearah pantai, dimana pada pagi harinya bakalan terlihat Sunset- matahari terbit, saat fajar tiba.
Menjulangnya hotel di kawasan Pulau Bali ini juga memberikan kesan mendalam bagi seorang pegawai negeri, dimana tempat tugasnya hanya mengijinkan tinggi bangunan cuman max 4 lantai ato 15 meter dari permukaan tanah.

Semua view yang diberikan oleh Hotel Grand Bali Beach ini, bisa menjadikan satu daya tarik yang menjual saat dipromosikan nanti.
Sungguh satu Hotel Terbaik di Bali, yang memberikan kepuasan sekaligus kenyamanan
bagi pengunjungnya.

Inilah hal pertama dan terakhir yang terekam alam benak, betapa hijaunya lingkungan dapat menentramkan hati begitu dalam.
Ah andai saja Amrozy ato Imam Samudra dan kawan-kawan sebelum berkeinginan meledakkan Bom Kuta, mau menginap sebentar di hotel ini, mungkin saja hati mereka takkan mengobarkan api dendam lagi….

Pelatihan JICA yang tercecer : Kamar Tidur

Category : tentang iLMu tamBahan

Diruangan inilah segala daya upaya juga semangat perjuangan muncul.
Saat ada kekhawatiran bakalan gak cocok dengan teman sekamar selama Pelatihan, malah pupus sendirinya, berhubung teman sekamar lebih milih tetap nginep di Hotel depan lokasi Pelatihan.
Mungkin ini sebagai bentuk kesederhanaan seorang pimpinan.Ya, yang seharusnya menjadi teman sekamarku ternyata seorang epala Sub Din Bina Program di PU Sumbawa sana, walopun awalnya kcele, karena menganggap ni orang masih muda.

Dengan bodi yang mirip denganku, dengan peyut ndut, huehehehe….
Tapi punya selera humor yang tinggi.
Kerjaannya nyeletuk dan ngomentarin terus. Bikin suasana ruang belajar jadi adem. Hehehe….

Anyway, menempati kamar mewah sendirian jadi kenangan yang indah saat Pelatihan.
Karena bebas melakukan apasaja didalam kamar, layaknya kamar tidur pribadi.
Mau nyetel musik kras2, ato jingkrak2 sendirian, sampe nonton yang aneh-aneh di laptop hingga malem, gak ada yang protes.

Namun waktu terbanyak selain tidur, adalah berendam aer hangat di bathub kamar mandi.
Menikmati kemewahan orkay, dengan kantong cekak, jadi dioptimalkan saja pemakaiannya. Walo keseringan menolak dengan halus, kesediaan pramu tamu dalam membawakan barang2 saat berada di areal hotel.
Khawatir gak bisa ngasi tips.
Huehehehe….

Sebuah kamar mewah dengan panel tambahan disamping tempat tidur, untuk mengakses lampu hingga tv yang gak bisa idup, jadi selama 3 hari gak nonton tv, termasuk pula pendingin ac, yang ktemu cara pengaturannya setelah nginep hari ke-2. itupun baru ditanyakan pada Resepsionisnya.
Dasar Udik !
Wuahahaha….

Secara keseluruhan, kamar yang diberikan sangatlah nyaman untuk ditempati saat liburan ke Bali, sekaligus memberikan view pantai yang indah.
Namun letaknya yang berbeda 1 lantai, dari tempat pelatihan, membuat trauma make lift pun muncul. Mungkin bisa dilihat sebag musababnya di Posting bulan Januari, saat pertama kali Goes to Jakarta….

Akhirnya tangga darurat jadi solusi utama.
Walo sdikit capek, tapi gak mengubah rasa dan semangat pelatihan.

So Thanks again pada pihak Grand Bali Beach, serta pihak Puslitbang yang telah memilih hotel ini sebagai akomodasi Pelatihan.
Semoga akan ada pelatihan-pelatihan selanjutnya.

Pelatihan JICA (bagian 3) : PRESENTASI

Category : tentang iLMu tamBahan

Presentasi di hari ketiga pun akhirnya tiba.
Setelah bekerja dan menyelesaikan laporan hingga jam 11 baru bisa mandi, matapun masih terasa ngantuk, huehehe…
Bersyukur Bapak Gunturiyah dari Sumbawa mau menjadi presenter, yang jika dipaksakan dilakukan olehku sendiri, mungkin suasana presentasi menjadi kaku dan yakin banget, pasti keringetan.
Huehehehe….Masalah pertama muncul saat mencoba menampilkan hasil ke proyektor dinding, maklum gaptek.
Belum dapat mengaplikasikan laptop dengan baik.
Maklum, laptop pinjaman kantor. Huehehe…
Bersyukur kantor mau minjemin laptop, sangat berguna untuk gambar dan menyusun laporan.

Akhirnya setelah 2 sesi, presentasipun selesai, diakhiri dengan pengumuman 4 Peserta Terbaik yang satu diantaranya muncul namaku.
Wah, Surprise.
Biasanya gak lulus, kok ini tumben2an jadi Peserta Terbaik ke-2 ?
Huehehe…

Seharusnya Pak Gunturiyah itu yang menjadi salah satu Peserta Terbaik, karena baik visi maupun pengetahuannya bener2 jauh dari yang aku punya.
Anyway, Thanks to pak Gunturiyah, juga ketujuh orang anggota Kelompok 2 lainnya, yang memiliki peran pula untuk menyusun laporan dengan baik.
So, Thanks to Bapak Nazaruddin dari Kab. Bengkulu, Bapak Firman Wijaya dari Kab. Lombok Tengah, Bapak Rahman Djamil dari Kab. Lombok Timur, Bapak Amin Hamid dari Kab. Timor Tengah Utara-wuih, nyaris diluar negeri kan, pak ? Bapak Agoeng Nugroho dari kota Mataram-Selamat sudah menjadi salah satu Peserta Terbaik pula, Bapak I Dewa Gede Putra hartawan dari Kab. Gianyar, satu-satunya teman sedaerah dalam kelompok, serta Mateos Mbau dari Kab. Kupang.

Tak lupa juga Thanks to Bapak Wiwin Juni dari Kab. Jembrana, tempat Bapak Bupati Winasa memimpin, yang selama Pelatihan, lumayan membuat suasana cair dengan leluconnya. he…
Belajar terus Pak Wiwin, terutama program KAJI-nya, dan kalo sudah bisa ajari saya.
Huehehehe….

Tentunya yang terakhir untuk Para Instruktur, Pak Hikmat, Pak Dadang juga Ibu Greece serta IbuAyu dan Bapak Ibu Instruktur lainnya yang berbaik hati berbagi ilmu dengan kami selama Pelatihan, juga kehangatan mereka diluar kelas, saat waktu makan tiba.
He… sudah dapet Babi Gulingnya, Bapak Ibu ?

Piagam Penghargaan sebagai Peserta Terbaik, tentunya didedikasikan untuk Istriku Tersayang, Alit Ayu Kusumadewi, yang sangat tabah saat aku pelatihan, tentunya Terima Kasih pula untuk Cinta dan Kesetiaannya.
I LOVE U Alit.

Pelatihan JICA : Suasana

Category : tentang iLMu tamBahan

Pelatihan yang diadakan JICA di Grand Bali Beach sedari tanggal 13-15 Maret, diadakan dengan penuh dedikasi oleh para Instruktur, namun tidak dibarengi oleh semangat peserta untuk mengikuti Pelatihan tepat waktu. Kebanyakan Peserta datang setelah setengah sampe sejam sesudah jadwal yang ditentukan, alasannya ya karena ke Bali bukanlah untuk belajar tapi lebih dialokasikan waktunya untuk liburan, apalagi dengan waktu yang sempit.
Namun semuanya maklum.Ruang kelas pembelajaranpun sangat nyaman, dilengkapi mikropon disetiap 2-3 orang, dengan penataan membentuk huruf U. Yang membuat suasana belajar gak sesuai tujuan, ya karena yang hadir di Pelatihan cuman setengahnya. Tepatnya 19 orang, dari 40-an orang yang direncanakan.

Selain itu presentasipun didukung dengan alat yang oke, jadi nuansa yang didapatpun gak ngbosenin, gitu…..

Pelatihan JICA – Puslitbang

Category : tentang iLMu tamBahan

Mendengar kata JICA, kembali teringat akan pelatihan di hotel Sahid Kuta lalu. Kali ini Pelatihan akan dilakukan di hotel yang tak kalah okenya untuk dijajal kondisinya. Grand Bali Beach.
Mengambil tema Pelatihan Implementasi Pedoman dan Manual Perencanaan Prasarana Simpang Jalan Perkotaan, dilaksanakan selama 3 hari 2 malam, namun secara hitungan jam, bisa dibilang cuman 2 hari kurang.
Karena lebih banyak waktu untuk nunggu peserta datang dihari pertama, dan masih capek di perjalanan, trus di hari kedua, sesi belajar cuman beberapa jam, sisanya tugas kelompok, dan hari terakhir hanya presentasi saja.
Gak banyak hal yang bisa dilakukan, mungkin karena lokasi Pelatihan begitu dekat dengan rumah, sekitar 2 KM, mood untuk kluar kamarpun minim banget. Beda dengan teman-teman lain, yang milih plesiran ke kafe ato malah semalem suntuk di Mushola sebelah.

Grand Bali Beach sebagai akomodasi peserta, bener2 menunjukkan kualitasnya.
Pertama kali turun dari kendaraan, bisa dilihat megahnya gedung, karena berlantai lebih dari 4 kali ya ?
Di Bali, cuman ada 3 bangunan yang memiliki lantai diatas 4.
Bali Beach, yang jelas-jelas menjulang, Hotel Nikko, yang berdalih karena lokasi yang berbukit, padahal dikeruk hehehe… Terakhir pondok Wisata di Bedugul, yang memiliki 7 lantai yang diperlihatkan, entah basementnya.

Pelatihan kali ini bener-bener terasa keakrabannya, so, Trims untuk bali Beach untuk suasana belajar yang nyaman, juga teman-teman serta Instruktur yang terlibat.

Seminggu (akan) Pelatihan

Category : tentang iLMu tamBahan

Kembali mendapat kesempatan untuk Pelatihan dari instansi tempat  bekerja. Bareng 2 orang atasan, yang ngambil kelas berbeda.
Pembangunan Jembatan diwakili Pak Rai Semadi, mantas Kasubdin BinProg, dimana aku ditempatkan, kini jadi Kabag Pembangunan. Pemeliharaan Jalan, diwakili Pak Seraman dan saya tentu saja.

Yang bikin unik, ketiga orang yang dapet tugas Pelatihan, lulusan Arsitektur Unud, jadi agak gak nyambung dengan bidang Pelatihan yang didapat. Pak Rai seangkatan dengan Pak Gomudha, dosen Arsitektur Unud, yang dulu jadi Pembimbing Tugas Akhir dan punya spesialisasi Patung juga Proyek-proyek Prestisius, seperti Patung Dewa Ruci, Stadion Gianyar, Wings Internasional RS Sanglah, juga terakhir Puspem Badung.
Pak Seraman angkatan 1984, setahun lebih muda dari mantan atasanku dulu saat bekerja di Swasta, Pak Made Suweka. saya sendisri masuk angkatan 1995 dan baru selesai kuliah.
3 generasi lulusan Arsitektur Udayana.

Tapi sekali lagi, mungkin ini yang namanya  kesempatan agar bisa tahu lebih banyak untuk mendukung tempat bekerja saat ini.

******

Persiapanpun selesai, Istri yang berperan besar melakukan packing baju kemeja, celana, perlengkapan mandi sampe obat-obatan. Hasil akhirnya satu koper ukuran sedang, plus 1 tas kresek berisi sendal plus sepatu item. Rencananya berangkat bareng Istri terlebih dahulu, cuman bawa map yang biasa  dipake ngantor, berisi surat-surat untuk Pendaftaran nanti, sedangkan koper bakalan nyusul dibawa keluarga yang rupanya pengen tau lokasi Pelatihan, sekalian jalan-jalan ke Pantai Kuta.

Duuuh… piknik keluarga.

Perpisahan dengan Istri juga terasa berat dan sudah mulai terasa dari seminggu lalu, puncaknya kemarin malem, sampe nangis-nangisan. Hehehe… Kayak sinetron. Wong jauh-jauhan sehari aja bingung, apalagi pisah jauh selama seminggu ?

Ini semua jadi awal bagiku dan Istri untuk persiapan yang akan datang. Siapa tau lain kali Pelatihannya bakalan lama seperti adik Sepupu yang dapet tugas 6 bulan di Jakarta, sedari galungan kemarin belum selesai hingga hari ini.
Syukur dia masih bujangan.
Kalo aku ?
Ga ku ku…
Karena Istri juga tenaga Harian di Pemkab Badung, jadi gak bisa ikut serta.

Kalo kesempatan untuk belajar Pasca Sarjana datang, gimana dong ?