Akhir Tahun yang dinanti

2

Category : tentang Opini, tentang PeKerJaan

Tiba jua…
Hari yang paling dinanti dalam setahun terakhir…
Hari dimana kami harus menyiapkan semua pertanggungjawaban kegiatan yang bisa dikatakan terparah dalam sejarah saya menjalani rutinitas di Dinas Cipta Karya.
Hari dimana kami harus berpacu dengan waktu dan degup jantung tanpa henti untuk selalu mengingatkan rekanan pelaksana baik dalam penyelesaian fisik pekerjaan maupun administrasi dan kelengkapannya.
Hari dimana kami menerima banyak komplain, baik dari pimpinan, kolega sejawat hingga masyarakat yang kecewa lantaran jalan masuk ke lingkungan rumah mereka belum mendapatkan prioritas hingga tahun ini berakhir.
Ini memang tahun paling absurd bagi saya secara pribadi.

Tahun ini sepertinya merupakan tahun terbanyak saya mengeluh baik di halaman blog maupun timeline akun Twitter, tentang segala tekanan dan makian yang dialami tentu saja terbesar dari oknum DPRD tentang banyak hal yang pada intinya ya ndak jauh jauh dari urusan perut berbalut atas nama Rakyat. Klise benar…
Mengalami banyak tekanan tentu saja membuat saya nyaris kehilangan semangat. Rasanya memang tak nyaman untuk bekerja dengan baik dan benar lagi, setelah apa yang saya harapkan tak berjalan sesuai rencana.
Bahkan kekalutan perasaan cukup membuat saya emoh untuk dinas keluar kota, atau sekedar melawat ke negeri seberang bersama kawan kawan. Semua sudah tak elok lagi untuk dijalani.
Maka itu tahun ini saya pribadi memutuskan untuk tidak kemana mana lagi. Disamping dalam waktu dekat kami akan mengalami rotasi tempat bekerja, apakah akan berpisah satu sama lain ataukah masih akan tetap seperti ini nantinya.
Cukuplah saya melewatkan waktu pagi di dek lantai paling atas, berteman angin sepoi dan sinar matahari pagi, juga segelas kopi.
Jauh lebih nikmat rasanya bisa menikmati suasana dari sudut pandang yang berbeda.

Jika saja kelak saya diberikan cukup umur untuk menjalani hidup kedepannya, ingin sekali bisa mencapai 75 kali donor darah dimana hingga akhir tahun ini saya hanya bisa menyelesaikan hingga kali ke 52. Satu bentuk pengabdian saya kepada masyarakat dari diri sendiri.
Begitu pula melanjutkan aksi Yoga untuk menggantikan absennya rutinitas olahraga yang makin berkurang saya lakoni pasca musim berganti. Mengingat Gula Darah yang saya dapati melalui alat penguji rumahan, hampir selalu berada diatas angka 200 mg/dl meski asupan makan sudah berganti menjadi beras rendah kalori. Bahkan sempat melonjak hingga 320an mg/dl saat stress melanda yang kemudian membuat saya mencoba mengambil keputusan untuk melaksanakan Yoga.

dan di akhir tahun 2016 ini, saya bisa berharap mengajak liburan anak anak, istri dan orang tua, sekedar menyeberang lautan atau melintasi angkasa, dua tiga hari saja, sekedar menikmati hari bersama keluarga dan melepas anak anak dalam kolam renang yang mereka dambakan tiap harinya.
Entah akan bisa terwujud atau tidak…

Menyegarkan Pikiran

Category : tentang DiRi SenDiri

Ada kemiripan pola antara suasana hati yang dirasa oleh seorang diabetesi, pegawai negeri dengan tingkat kejenuhan yang tinggi dengan megap megap nya update postingan blog pandebaik.com akhir akhir ini.
Semua bersumber dari pikiran.

Ya, rasanya memang nyaris ndak ada pembaharuan dari rutinitas harian maupun aktifitas yang dilakoni sejauh ini.
Maka bisa jadi, penyegaran pikiran ini sangatlah penting dilakukan.

Ditemani teriakan the Exploited yang menjual album dengan Beat the Bastard bertahun silam, kaki mulai melangkah cepat di trotoar merah pinggiran GOR Lila Bhuana.
Sengaja menyasar panasnya matahari pagi, guna lebih memberi asupan oksigen yang lebih baik hari ini.

Tiga Putaran pun terlampaui. Satu percobaan dimana dari segi jarak tempuh kelihatannya lebih panjang dari Lapangan Puputan yang biasa dilakoni atau Lapangan Lumintang yang baru sekali dua dijajaki.
Banyak kenangan masa lalu yang muncul disini.

Setidaknya tembok pagar yang mengelilingi GOR Ngurah Rai, yang tampak diperbaharui hanyalah sisi barat dan utaranya saja. Sementara sisi timur dan selatan, bagian belakang masih tampak sama dengan apa yang kuingat dua puluh tahunan lalu. Saat jalan ini kulalui dengan langkah santai pulang dan berangkat sekolah ke SMPN 3 di timur sana. Tak banyak yang berubah, bathinku.
Termasuk Tembok GOR yang sudah tampak kusam, rusak meski masih bisa kokoh berdiri. Kelihatannya memang tak ada upaya perawatan lagi sejauh ini.

Aku jadi ingat seorang kawan lama, teman SD. Kalo tidak salah ia siswa pindahan saat menginjak di kelas 5. Namanya Helmi, anak Jakarta. Ia tinggal di bangunan yang tempo hari ditempati Bank Aken, utara jalan Supratman, depan gerbang utara GOR.
Anaknya periang, tapi belakangan aku dengar dia menipu banyak kawan di sekolahnya SMA. Kasian juga…

Melihat asrama polisi Brimob yang kini sedang direnovasi pun memberi ingatan baik dan buruk yang selalu membekas hingga kini.
Baik karena di sisi selatan asrama, kami memiliki kawan saat menginjak kelas 2 SMP, bermana Swi asal Buleleng, yang orang tuanya berdinas di lokasi tersebut. Lalu lalang perwira pun tampak biasa saat itu.
Ingatan Buruk karena dekat situ ada anak anak yang siap ngompasin siapa saja yang kedapatan lewat sendiri, termasuk aku yang saat itu mengorbankan topi diambil oleh salah satu dari mereka gegara tak mau mengikuti ancaman ybs.
Semua masih lekat terbayang.

Tapi ada bagusnya juga.
Bahwa pikiran bisa sedikit disegarkan, minimal selain menambah semangat untuk menjalani hari, terbersit beberapa ide menulis juga tadinya. Tentang banyak hal termasuk keluh kesah ini.

Semoga bisa lebih baik kedepannya.

MenSyukuri KeJenuhan

5

Category : tentang DiRi SenDiri

Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, hari-hari saya kini agaknya memang dijejali oleh kejenuhan yang tak mampu saya ungkapkan, mengapa bisa muncul dan apa yang harus saya lakukan untuk mengatasinya.

Biasanya kalo saat saya masih melajang dahulu, saat kejenuhan itu datang, saya bisa dengan segera meluncur kearah Utara menuju Bedugul dengan melewati barisah sawah nan hijau di daerah Abiansemal ke Taman Ayun, dengan motor Honda Tiger, tanpa teman sekalipun.

Kekangenan saya pada alam dan persawahan agaknya mampu menyirnakan rasa jenuh yang datang saat itu. Walaupun rute yang saya lewati itu sudah berkali-kali saya lalui, namun tetap saja berkendara memacu si ’silver Tiger’ mendatangkan kepuasan sendiri…. sesampainya di Danau Beratan, biasanya saya mampir dahulu di obyek wisata Pura yang belakangan saya ketahui bahwa disitu terdapat satu Pura Pande yang seharusnya secara rutin saya kunjungi.

Jikapun bukan kearah utara, saya pun memilih kearah Timur, Kintamani. Menuruni jalan di daerah Batur hingga menemukan sebuah Hotel yang menyediakan pemandian air panas, tak jauh dari lokasi air panas alami yang berada ditepi Danau Batur. Saya sendiri lupa nama hotel tersebut, Satu tempat dimana saya pernah terlibat dalam perencanaannya saat masih bekerja menjadi staf Konsultan Perencana Desain sebelum bom Bali I meledak.

Setelah menikah dan memiliki seorang putri, otomatis saya gak pernah punya waktu untuk melakukan touring sendirian seperti dahulu lagi. Jangankan touring lintas kabupaten, untuk meninggalkan mereka berdua (istri dan anak) guna mengikuti kuliah saja saya sering merasakan kangen yang teramat sangat, membuat saya ingin cepat-cepat sampai rumah usai perkuliahan.

Akhirnya beberapa hari ini saya meluangkan waktu dimalam hari, bertandang kesatu tempat dimana saya bisa melihat begitu banyak orang berkumpul, bersliweran sambil menikmati semangkuk makanan atau jajanan yang hangat. Ya, Pasar Malam Angsoka atau lebih familiarnya Pasar Kereneng.

Duduk disalah satu pedagang kaki lima, menyantap Angsle atau sekedar Soto Ayam Surabaya. Sambil bercengkrama dengan para pedagangnya, walaupun saya tak mengenalnya sekalipun. Satu hal yang memang saya sukai saat masih lajang dahulu. Saran ’don’t talk to stranger’ sepertinya tak berlaku untuk saya selama ini.

Dengan mengenal dan mengetahui latar belakang orang tersebut (biasanya yang saya ajak ngobrol adalah para orang tua yang barangkali sudah memiliki cucu, bisa dipastikan mereka memiliki cerita yang tak saya ketahui), lantas mencoba menyelami segala kesulitan dan kesusahannya, saya akan mampu mensyukuri keadaan yang saya dapatkan dan alami saat itu.

Mensyukuri saat-saat dimana saya didatangi oleh kejenuhan yang teramat sangat sekalipun, masih ada orang-orang yang mendapatkan hari-hari mereka jauh lebih buruk dari saya. Jauh lebih prihatin, jauh lebih nelangsa.

Jikapun saya masih memiliki uang lebih didompet, saya tak segan membayar apa yang saya santap bukan dengan uang pas. Sambil berbasa basi meminta mereka menyimpan kembaliannya. Siapa tahu besok-besok kalo saya sua mereka lagi pas gak punya uang, saya diperkenankan untuk ngebon. Hahahaha…. Ya enggak lah….

Biasanya setelah saya memberi sedikit rejeki yang saya miliki pada orang-orang tua yang tak saya kenal seperti mereka itulah, saya mendapatkan kepuasan dan energi, semangat untuk kembali pada hari-hari yang akan saya lalui lagi.

Ya, hari ini, saya merasakan kejenuhan itu perlahan sirna. Berganti dengan rasa syukur pada-NYA, atas segala rejeki yang dilimpahkan-NYA pada saya juga untuk kebersamaan saya dengan keluarga yang saya cintai.

Mensyukuri keadaan dimana saya ternyata masih jauh lebih beruntung dibandingkan mereka yang saya temui.

Salam dari PuSat KoTa DenPasar

> PanDe Baik memutuskan melanjutkan hari-hari dan rutinitas dengan penuh semangat dan energi positif sambil mendendangkan lagu-lagi Cinta dan mesra dari KLa Project….. <

TiTik JeNuh

6

Category : tentang DiRi SenDiri

Kali ini saya gak akan membahas soal teori kuliah, hanya karena satu judul posting diatas.

Jenuh. Yah, barangkali itulah yang saya rasakan dua minggu ini. Jenuh dengan rutinitas harian, jenuh menghadapi rutinitas kerja, termasuk salah satu diantaranya, jenuh nge-BLoG. Entah apa yang menyebabkan semua itu.

Setiap kali berhadapan dengan my lapie, sepertinya aktifitas yang bisa saya lakukan paling cuman konek dengan Starone, trus buka YM, FB, email dan BLoG tentunya. Sangat jarang sampe melakukan hal lain, seperti browsing ataupun nyobain berbisnis OL misalnya. Bahkan untuk mengetikkan keyword berbau pornografipun saya sudah gak minat. Hey, ada apa ini ?

Sepertinya gak cuman itu. Untuk mendengarkan musik yang nge-beatpun tumben gak ada niat sama sekali. Padahal biasanya jenis musik ini yang mampu kembalikan mood saya yang menghilang.

Bolak-balik kesana sini. Entah maunya apa.

Padahal sabtu kemaren, saya nyoba minjem beberapa games dalam keping dvd yang sekiranya mampu mengusir kebosanan hari-hari yang saya lalui. Driver yang mirip-mirip GTA, trus ada Quake 4 yang sekuel sebelumnya saya gemari itu, tetep saja kebosanan itu mengitari saya.

What’s wrong with me ?

Akhirnya saya mencoba mendengarkan satu album penuh milik Iwan Fals tahun 91 dahulu. Cikal yang didedikasikan untuk putrinya yang kedua itu. Satu persatu tembang yang melantun seakan cuman masuk kiri keluar kuping kanan. Gak satupun yang mampu meluluhkan kebingungan yang saya rasakan hari ini.

Mungkin sekali-kali saya harus keluar rumah kali ini. Hal yang gak pernah saya lakukan belakangan, lantaran Istri selalu menolak dengan alasan capek. Yah, gak nyalahin juga sih, Dinas dimana ia bekerja akhir tahun gini emang kerjaannya banyak banget. Dilemburin berhari-hari sepertinya blom habis juga.

Tapi kemana yah ?

Ketika Kejenuhan Melanda

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Ah, rasanya males banget seminggu ini.
Gak ada gairah apapun dalam keseharian.
Mungkin karena lelah pikiran lantaran beban lapangan, mungkin pula akibat tuntutan pekerjaan yang tak kunjung usai.

Ngebuka komputer hari ini tak lagi bersemangat.
Yang dicari juga bingung mau ngapain.
Mungkin karena gak ada games yang disuntikkan buat kepala mumet.
Mungkin juga gak ada tembang gres yang mampu segarkan suasana hati.

Liburan rasanya ngedongkol terus, tapi bukan karena kehilangan helm kmaren.
Bukan pula karena gak sempat pulang kampung ke rumah Istri.
Entah maunya apa.

Ah, mungkin udah saatnya mikirin Free Hosting yang didapet waktu lalu.
Bisa dimulai dengan mikirin apa yang jadi Titlenya nanti.

pandebaik.com rasanya kedengaran aneh, gak menjual.
Perlu dipertimbangkan hal lain yang mungkin bau-bau komersial ato gak nonjolin pribadi.
kudamerah.com mungkin ?
halah, entah apa nanti namanya, termasuk desain dan isipun belum terbayang.

Seharian ini akhirnya nyobain ngulik ‘Label’ isi posting yang gak terrangkum sejak awal ngeblog dulu.
Dengan jumlah 600an posting, bakalan banyak waktu dan biaya yang tersita kalo dikerjain dirumah. Gila.
Mungkin perlu maen ke warnet yang koneksinya adem dan lancar cuman buat ngisi Label dimasing-masing posting.
Entah kapan baru bisa terwujud.

Esok udah mulai Pelatihan lagi.
Ikutan sertifikasi buat jadi panitia Pengadaan Barang dan Jasa atau yang dikenal sebagai panitia Lelang. Peserta cuman 2 orang yang staf. Satu diantaranya golongannya paling minim. III a.
Sisanya udah menjabat semua, minimal udah golongan III d.
Walah, pengalaman ndak punya, mau ngejawab apa besok ?

Ngebaca buku ?
Argh, tebelnya aja udah bikin enegh.
Belum lagi tugas kuliah yang masing-masing punya buku cukup buat bantal tidur.
Wah, gak ada hiburan laen neh ?

Unek-unek hari ini gak pantes dibaca orang. Malu, ketahuan lemahnya.
Tapi karena Blog ini lahir buat media numpahin isi hati, yah mau apa lagi. Posting aja.