Mudah Kelola Akun Email dengan OutLook

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang belum kenal dengan istilah email gag ya ? atau yang kalau ditranslate ke bahasa Indonesia menjadi Sur-el ? Surat Elektronik ? hehehe… saya yakin setiap pengguna dunia maya, kenal betul istilah satu ini. Sayangnya belum semua paham betul bahwa sesungguhnya setiap pemilik email wajib mengelola alamat emailnya dengan baik, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada tiga alasan umum yang kerap dikemukakan oleh para pemilik email ketika saya tanyakan soal ‘kebisaaan memeriksa akun emailnya’. Tidak punya banyak waktu dan juga proses yang ribet untuk login (ini berlaku bagi mereka yang masih memeriksa akun email melalui browser pc), Tidak tahu caranya (kebanyakan mereka yang memanfaatkan FaceBook tanpa menyadari fungsi alamat email yang digunakan sebagai akun) dan Tidak mau tahu (bisaanya mereka ini sampai lupa password yang digunakan untuk membuka email). Padahal ada loh cara mudah untuk mengelola Email yang tidak ribet, tidak membutuhkan banyak waktu atau malahan biaya untuk koneksi internet.

Bagi mereka yang sudah bergelut lama dengan perangkat pintar BlackBerry dan menggunakan layanan RIM, saya yakin yang namanya fitur Push Email, bukan lagi hal yang asing terdengar. Pula bagi mereka yang masih betah menggunakan ponsel Java, bisa juga merasakan asyiknya fitur Push Email dengan memanfaatkan aplikasi Morange atau MoZat. Tapi bagaimana dengan mereka yang masih betah menggunakan PC rumahan ? apakah bisa juga merasakan hal yang sama ?

Secara umum memang ada banyak aplikasi gratisan yang dapat digunakan untuk mengelola email pada PC rumahan, bisaanya bergantung pada selera atau kebisaaan. Namun secara default sebuah PC rumahan yang berbasiskan Windows sebagai system operasinya, sudah menyediakan fasilitas Outlook Express yang berfungsi sama. Jikapun didalam PC yang Anda gunakan sudah terinstalasi paket Microsoft Office (baik yang resmi ataupun bajakan), bisa juga memanfaatkan salah satu aplikasi yang terintegrasi didalamnya, Microsoft Outlook.

Mengelola akun Email dengan menggunakan aplikasi Outlook Express ataupun Microsoft Outlook ini memiliki cara kerja yang kurang lebih sama dengan layanan fitur Push Email yang diberikan RIM selaku pengembang system operasi BlackBerry ataupun yang diberikan oleh aplikasi java Morange atau MoZat tadi. Semua email bakalan ditarik kedalam aplikasi Outlook ketika PC terhubung dengan dunia maya. Lamanya waktu yang dibutuhkan, bergantung pada besaran total email yang diterima, dibagi dengan rata-rata kecepatan koneksi. Untuk mudahnya dimengerti, katakanlah waktu yang dibutuhkan kisaran 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) menit untuk dapat menyelesaikan proses ‘penarikan email ini. Selanjutnya, jika koneksi yang digunakan masih terasa mahal untuk dilanjutkan, ya putuskan saja.

Email yang sudah selesai ditarik kedalam aplikasi Outlook ini, kemudian dapat dibaca, dinikmati hingga habis (jika email berisi banyak informasi penting yang harus dicermati dengan hati-hati), dibalas sesuai kebutuhan dan dikirim. Semua aktifitas ini dapat dilakukan secara Offline atau tanpa menggunakan koneksi internet. Jika sudah selesai, tinggal menyambungkan koneksi kembali, tunggu hingga semua email dinyatakan telah terkirim, lalu putuskan kembali koneksinya. Mudah bukan ?

Adapun kelebihan mengelola akun email dengan menggunakan aplikasi OutLook ini atau sejenisnya adalah, tidak membutuhkan Proses yang cenderung ribet serta berulang untuk login, melihat inbox (kotak masuk), tidak membutuhkan koneksi internet (yang cenderung terjadi penurunan kecepatan) yang lama, tidak membutuhkan waktu untuk menunggu (membuka satu persatu email, membacanya, kemudian menutup kemudian membuka dan membaca email lainnya), tidak terbatas pada satu akun email saja (bayangkan jika Anda memiliki dua akun atau lebih, dan membukanya secara online melalui browser PC), dan email balasan, dapat dikerjakan kapan saja (tidak harus online).

Sayangnya, cara ini ada pula kelemahan atau kekurangannya. Tidak dapat diterapkan bagi mereka yang menggunakan alamat email dengan domain atau embel-embel Yahoo (alamat yang masih umum digunakan untuk membuat akun email) serta membutuhkan proses input akun yang sedikit rumit dan tidak gampang dipahami oleh awam, namun masih bisa dipelajari kok.

Mengapa saya katakan tidak dapat diterapkan pada akun email Yahoo, karena proses yang digunakan memanfaatkan fitur POP3 atau IMAP yang tidak ditawarkan secara gratis oleh Yahoo. Berbeda dengan Gmail yang masih memberikan fasilitas penerusan email ini secara gratis untuk semua pengguna. Itu sebabnya, untuk membuat sebuah akun email gratisan, saya bisaanya lebih menyarankan rekan-rekan menggunakan alamat Gmail.

Lantas, bagaimana caranya untuk bisa mengelola akun email dengan memanfaatkan aplikasi Outlook ? tunggu di tulisan berikutnya ya…

ExpLorasi fitur MoRange by PanDe Baik bag-2

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya perihal ‘mengexplorasi fitur Morange’ yang pertama kemarin, kebetulan baru membahas soal Profil tampilan utama, pengaturan aplikasi Morange (setting), penambahan aplikasi dan pengaturannya pada layar utama Morange, fitur ‘Push Email’ ala Blackberry dan juga Web Browser built in. Jadi gak perlu tambahan browser lagi kalo make Morange.

…..dan berikut lanjutannya. Silahkan disimak….

***

Anda menyukai Chatting ? Morange-pun menyediakan fitur seperti Yahoo Messenger, ICQ, Google Talk atau MSN sebagai sarana ngobrol dengan account diluar Morange. Saya mengambil contoh salah satunya yaitu Yahoo Messenger (YM). Setelah melakukan login dengan memasukkan ID dan Password, saya dihadapkan pilihan yang sangat mirip dengan YM versi Windows. Dalam arti semua nama contact yang ada pada YM laptop, ditampilkan dengan baik. Jauh berbeda dengan aplikasi YM yang saya dapatkan dalam versi Windows Mobile pada PDA. Lengkap dengan status mereka, Offline, Online, Busy atau idle.


Setiap jawaban yang datang dari orang yang diajak Chatting, seperti halnya fitur ’Push Email’, ponsel atau handset akan bergetar dan bersuara seperti masuknya sms. Saat kembali kelayar utamapun, pada kolom Notification akan tertera status chat yang kita lakukan sebelumnya.

Sarana ngobrol ala Morange ada pada fitur ChatRoom. Disini kita bisa masuk pada ruang Chat yang telah disediakan, tinggal memilih yang mana diinginkan, dan…. langsung bergabung tanpa ada birokrasi segala macam.


Jika bosan dengan chatroom yang berlangsung, kita bisa memilih chatroom yang lain, yang ternyata ada juga loh yang berbau esek-esek. Huahahaha….. Untuk menghentikan ngobrol yang gak jelas pun kita diberikan opsi dan diakses melalui tombol Menu.

Selanjutnya fitur Message¸ kurang lebih sama dengan yang ada pada Facebook, dimana kita bisa mengirimkan pesan pada teman sesama pengguna Morange, yang berstatus offline.


Terlalu panjang ? oke, silahkan dibaca sedikit lagi dan akan saya persingkat. He…

Fitur tambahan lainnya adalah album foto, group list (daftar teman) dan jawilan (poke) yang memang semua ini sangat mirip dan familiar bagi mereka yang memiliki account di Facebook.


Tak cuma itu loh. Ada juga aplikasi tambahan lainnya yang memang mirip beneran dengan Facebook. Seperti Friend Test, dimana kita bisa membuat quiz tertentu untuk menguji seberapa jauh pengetahuan teman yang ada pada daftar kita terkait hal-hal tertentu. Sound familiar dengan Facebook bukan ?


Bedanya tentu saja Morange ini digunakan pada ponsel atau handset yang dapat dipakai kapanpun dan dimanapun. Secara Mobile ceritanya. Irit pulsa pula.

Hanya saja berhubung sarana yang dipakai itu adalah ponsel atau handset yang dikenal dengan lemotnya, khusus pada rilisan tanpa jeroan prosesor didalamnya, tampilan loading yang lama dan lelet kerap ditemui saat membuka fitur, halaman atau aplikasi baru. Hal ini tentu saja biasa terjadi pada ponsel, yang bahkan tergolong smartphone sekalipun.

So, siap jadi seorang Moranger ?

> Tulisan ini adalah tulisan terakhir yang PanDe Baik turunkan terkait Morange. Semoga saja berguna bagi rekan-rekan yang memerlukan, dan mohon maaf jika tulisan kali ini terlalu panjang dan membosankan untuk dinikmati. <

Satu lagi, tulisan ini sekaligus tulisan terakhir pada BLoG untuk saat ini, berhubung bakalan menyambut Tahun Baru Caka 1931.
Selamat melakukan brata Penyepian dan semoga Tuhan selalu memberikan yang Terbaik untuk kita semua.
Sampai jumpa usai Nyepi….

ExpLorasi fitur MoRange by PanDe Baik bag-1

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih tentang Morange. Aplikasi berbasis Java yang multifungsi sebagai alternatif solusi internetan dengan murah ala Blackberry.

Kalo pada tulisan-tulisan saya sebelumnya lebih banyak bercerita tentang pengetesan aplikasi Morange pada ponsel, tulisan kali ini saya porsikan untuk mengeksplorasi Morange lebih jauh. Tentu saja yang versi gratisan saja. Hahahaha…. dan berhubung hasilnya jadi panjang, maka tulisan ini saya bagi dua, agar tak malah membosankan nantinya.

***

Tampilan Pertama yang paling gampang dikenal pada Morange adalah Profile. Profile pada Morange rupanya gak jauh berbeda dengan Profile versi Facebook maupun Yahoo Messenger (selanjutnya dipake istilah YM). Profile ala Facebook, yang bisa menampilkan status personal, status sosial saat ini maupun yang ingin dicari. Profile ala YM menampilkan status Online, Offline, Busy maupun custom.


Profile pada Morange dilengkapi pula dengan Report tentang status Profile selama selang waktu pertama kali mendaftarkan account di Morange hingga terkini. Misalkan saja, berapa banyak status yang pernah dipublikasi, berapa jumlah foto yang kita upload atau berapa banyak komentar teman.

Sebelum melangkah pada fitur-fitur yang disediakan, kita bisa melakukan setting (pengaturan) terlebih dahulu untuk mengubah default Morange agar lebih sesuai dengan kehendak kita. Terdiri dari lima (5) settingan utama, General, Web, Homescreen, Email dan Chat.


Untuk General Setting, mengatur perihal koneksi internet, apakah memakai format html atau WAP, hal lain seperti besaran huruf, suara yang akan menandakan reaksi pada Morange entah itu email, chat ataupun lainnya termasuk pula getar (vibrate), serta pengaturan jam dan penggunaan kamera. Sedangkan WEB Setting, lebih mengutamakan pada gambar yang akan ditampilkan, terkait pada jumlah volume yang akan dihabiskan nanti. Makin bagus kualitas gambar yang ditampilkan, makin besar pula volume bytes yang dihabiskan. Begitu pula dengan ketiga pengaturan lainnya.

Pada tampilan utama Morange, terdapat list atau daftar aplikasi yang aktif atau paling sering digunakan nantinya. Pengaturan daftar aplikasi yang akan dipakai nantinya dapat diatur atau ditambahkan, misalkan saja dari daftar default yang ada, ditambahkan fitur aplikasi ICQ dan menghilangkan Google Talk.


Begitu pula yang tampil pada layar utamapun dapat pula diatur. Dari daftar aplikasi diatas, yang mana saja paling sering digunakan nantinya. Sisanya akan ditampilkan setelah memilih tanda panah paling kanan.


Berkaitan dengan fitur ‘Push Email’ fitur utama ala Blackberry, untuk menggunakannya, harus diatur terlebih dahulu account email yang dipakai. Tentu saja email tersebut harus mendukung fasilitas POP3 atau IMAP, seperti misalnya Gmail atau bahkan email yang saya pakai dari BLoG ini, pandebaik.com.


Setelah diatur, silahkan mencoba fitur ini dengan saling berkirim email dengan rekan, dimana daftar penerima email dapat diambil dari daftar Contact yang ada pada ponsel. Untuk melihat seberapa jauh prosesnya apakah telah dikirim atau belum, bisa dilihat pada daftar email (email list). Jikapun datang balasan ataupun setiap kali email masuk ke inbox, maka ponsel atau handset bakalan bersuara dan bergetar seperti layaknya penerimaan sms.

Web Browser merupakan fitur yang disediakan pula oleh Morange. Jadi gak usah menambahkan browser terpisah seperti Opera ataupun Firefox lagi untuk dapat mengakses blog ataupun mbah Google. Untuk melakukan pencarian (search) sebuah kata kuncipun disediakan pilihan, apakah akan dilakukan pada mesin pencari (search engine) Google, Yahoo atau lainnya.


Saat alamat atau situs tertentu ditampilkan, Morange menyediakan pula fitur Bookmark halaman, yang kemudian akan ditampilkan pada menu Favourite, mirip dengan PC Windows bukan ? Jadi gak perlu bersusah-susah lagi mengetikkan alamat yang pernah dikunjungi (yang pernah di-bookmark). Disini saya mencoba mengakses BLoG pribadi dan sukses.


Ohya, adapun fitur tambahan dalam Web Browser ini adalah sistem penggunaan Tab, apabila ingin membuka lebih dari satu halaman. Mirip dengan yang disediakan oleh Opera, Firefox maupun Google Chrome. Sekali lagi, gak usah menambahkan browser tambahan seperti ketiganya tersebut kok. He…

Eh, sebetulnya fitur yang ada pada Morange itu masih banyak loh, tapi dilanjutkan pada tulisan berikut saja yaa…. see you di tulisan bagian ke-2. He…

Push Email di Pocket PC tanpa Morange ? Gampang !

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih terkait dengan Morange. Satu Aplikasi yang memiliki fitur lengkap terintegrasi ala layanan Blackberry.

Bagi yang masih ingat dengan tulisan saya yang pertama, perihal percobaan yang saya lakukan untuk menggunakan aplikasi Morange pada PDA O2XDA Atom Black yang berbasiskan Pocket PC dan telah diupgrade ke Windows Mobile 6.1.

Satu kesimpulan yang dapat saya ungkapkan waktu itu adalah Morange tidak dapat digunakan sepenuhnya dengan baik pada sistem operasi Pocket PC. Ini karena kedua tombol softkey kiri dan kanan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk mengakses tombol ‘Menu’ dan ‘Back’ pada tampilan Morange.

Trus gimana dong kalo seumpamanya kita menginginkan fitur-fitur ala Blackberry, minimal ‘Push Email’ dapat terintegrasi pada PDA yang digunakan, tanpa harus menggunakan Morange ? Gampang….

Sebetulnya dalam kondisi default-pun Pocket PC sudah memiliki fitur ‘Push Email’ pada Messaging yang disediakan. Hanya saja memerlukan pengaturan lebih lanjut untuk dapat menggunakan fitur ‘Push Email’.

Buat account email terlebih dahulu pada Messaging, dengan cara ‘New email Account Setup’ pada Menu Messaging, atau menekan tombol ‘Menu’ > ‘Tools’ > ‘New Account’ dari layar tampilan Inbox Message. Selanjutnya tinggal mengisi kolom username, password, kode untuk fitur POP3 atau IMAP dan juga SMTP, sebagai sarana mengambil email yang masuk pada account ke PDA secara langsung.

Sebelum mencapai Finish, silahkan dicermati pada halaman untuk pilihan ‘Automatic Send/Receive’. Agar dapat menggunakan fitur ‘Push Email’, silahkan diubah pilihan default yang biasanya di-set pada pilihan ‘Manually’ ke pilihan sendiri. Mau dilakukan aktivitas pengecekan setiap 5 menit, 10 menit hingga sekali sehari.

Nah, apabila itu sudah dipilih dan Finish, maka tinggal menunggu reaksi dari PDA saja. Apabila PDA dalam kondisi aktif sebagai fungsi telepon/sms saja, bukan terkoneksi dengan internet, maka pada waktunya nanti sesuai pengaturan, PDA akan melakukan koneksi secara otomatis dan mengambil serta mengirimkan email.

Untuk memudahkan mengetahui adanya email yang diterima, dapat dilakukan dengan pengaturan nada tandanya. Caranya dengan melakukan Setting pada pengaturan ‘Sounds and Notification’. Silahkan diatur apakah disertai dengan getar atau tidak.

Apabila masih bersikeras ingin memakai Morange dengan pertimbangan banyak fitur yang disediakan dalam satu aplikasi, perlu diketahui bahwa fungsi Morange hanya sebatas penerimaan dan Viewer. Tidak hingga ke tahap pengiriman (Reply). So, khusus untuk fitur ‘Push Email’, satu-satunya cara untuk melakukan pengiriman balasan (Reply) adalah memanfaatkan multitasking, yaitu melakukan aktivitas dengan dua atau tiga aplikasi dalam waktu bersamaan.

Caranya, tinggal menekan tombol Start Menu dan memilih Messaging, khusus untuk melakukan pengiriman balasan (Reply). Untuk kembali ke tampilan Morange, tinggal menekan tombol silang (quit) pada tampilan Messaging. Bagaimana ? Mudah kan ?

> Tulisan ini adalah untuk yang ke-empat kalinya PanDe Baik menyinggung penggunaan aplikasi Morange, sebagai sarana membantu mobilitas yang berkaitan dengan internet, sebagaimana layaknya layanan Blackberry. Ohya, masih ada satu tulisan lagi terkait aplikasi berbasis java ini, yaitu perihal Eksplorasi Morange seperti yang dipinta rekan saya Budi Windhutama. Sekedar mengetahui lebih jauh, apa saja sih isi jeroan aplikasi Morange ini yang bisa kita manfaatkan ? ditunggu yaaaa…. <

Morange dengan IM3 pada Nokia S60 seri N73 ME (test ke-3) Murah Beneraaaaannn

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan aksi pengetesan aplikasi Morange yang ketiga kalinya sesuai janji, kali ini saya memakai handset ponsel Nokia GSM seri N73 Black atau dikenal dengan Music Edition, dan kartu IM3. Kebetulan alat yang saya pake melakukan test kali ini adalah satu dari tiga ponsel yang selalu dibawa Istri.

Kalo pada tulisan saya sebelumnya yang menggunakan kartu operator TelkomFlexy pada handset Nokia CDMA seri 6275i, tarif yang dikenakan terlalu mahal, sekitar Rp. 5,- per kilobyte pemakaian, itupun yang berlaku hanya satu paket sistem yaitu Volume Based saja. Sedang paket Time Based yang dikenai biaya Rp. 220,- per menit pakai hanya berlaku jika melakukan akses internet pada PC biasa dengan media ponsel digunakan sebagai modem.

Sebaliknya untuk IM3, tarif atau biaya yang dikenakan jauh lebih murah yaitu untuk paket Volume Based hanya Rp. 1,- per kilobyte pemakaian dan paket Time Based sekitar Rp. 75,- per menit pakai. Barangkali kalo mau dibandingkan dengan operator baru, macam AXIS, Smart ataupun 3, biaya atau tarif yang dikenakan oleh Indosat untuk IM3 masih tergolong mahal.

Hanya saja kalau dibandingkan dari segi sinyal dan kecepatan akses, bisa dikatakan jauh lebih memuaskan. Apalagi digunakan untuk internetan pada ponsel yang dikenal lemot (lemah otak) seperti halnya Nokia N73 ME yang saya pakai ini. Mungkin disebabkan oleh ketiadaan prosesor yang mumpuni seperti ponsel baru rilis terkini.

Tak jauh berbeda dengan hasil test yang saya lakukan sebelumnya, proses login, akses fitur-fitur yang ada didalamnya maupun saling berkirim email dapat dilakukan dengan baik.


Yang tak saya duga sebelumnya adalah saat mencoba meng-upload Avatar yang bisa berhasil dengan baik rupanya. Hanya saja untuk menampilkannya pada layar Morange, diperlukan persetujuan terlebih dahulu dari pihak moderator (Emma Yang). Sayangnya setelah lewat tiga haripun, saya belum mendapatkan konfirmasi perihal persetujuan penggunaan foto untuk Avatar. Ada yang bisa membantu barangkali ?


Walaupun hingga kini saya belum menemukan masalah yang berarti dalam beraktivitas dengan Morange via Nokia N73, kecuali ‘loading’ yang memakan waktu cukup lama. Sekitar 10-20 detik saat mencoba mengakses halaman demi halaman ataupun fitur yang ada didalamnya. Ini bisa dimaklumi, karena merupakan hal yang biasa dalam ponsel berkategori Smartphone, apalagi minim daya prosesor.


Satu hal kelebihan yang membedakan dengan hasil test terdahulu, dan patut dicatat adalah kemampuan ponsel dalam melakukan multitasking.

Yang dimaksud dengan multitasking adalah melakukan beberapa aktivitas secara bersamaan. Seperti misalnya saat mengakses Morange secara online, kita masih bisa untuk melakukan aksi telepon atau sms maupun mengambil gambar dengan kamera.


Caranya saat layar menampilkan aplikasi Morange, tinggal menekan tombol Menu untuk mengakses fitur lain dalam waktu bersamaan. Kenapa saya sarankan langsung menekan tombol Menu, bukan tombol Merah (pemutusan panggilan), karena jika tombol merah yang ditekan, maka secara otomatis, aplikasi Morange yang sedang berjalan akan berhenti secara permanen. Itu artinya, untuk mengakses Morange kembali diperlukan langkah sedari awal yaitu login.

Sebaliknya, dengan menekan tombol Menu kita bisa mengakses fitur lain seperti telepon, sms maupun kamera dengan baik. Untuk kembali pada layar Morange, tinggal menekan tombol Menu agak lama (sekitar 3-5 detik) untuk memunculkan ‘task manager’ atau tampilan aplikasi apa saja yang aktif saat itu. Morange-pun bisa diakses kembali tanpa harus login.

Ohya, tak lupa berikut saya lampirkan tabel perbandingan pemakaian Morange dengan bantuan operator IM3 dengan pengujian teradulu yang menggunakan TelkomFlexy. Perlu diketahui, bahwa untuk test kali ini, saya meluangkan waktu sekitar 40 menit untuk beraktivitas dengan Morange. Sekitar dua kali lipat lebih dibanding waktu yang saya gunakan saat memakai TelkomFlexy. So, berikut lampiran perbandingannya.

Murah bukan ?

Nah, dari ketiga pengujian penggunaan aplikasi Morange sebagai sarana ‘push email’ layaknya layanan Blackberry, paling ideal adalah dengan menggunakan ponsel yang memakai sistem operasi layaknya Nokia Symbian 60 seperti seri N73 ME yang saya pakai, atau Symbian 80 Nokia seri 9300 /9500 misalnya. Bisa juga memakai handset lain, dengan syarat memiliki fitur meminimize aplikasi Java Morange untuk melakukan sambungan telepon dan sms secara bersamaan.

Perihal Tarif atau biaya yang dikenakan, IM3 dapat menjadi pilihan murah tapi memuaskan saat ini (untuk keperluan internetan). Bisa juga sih sebetulnya menggunakan operator lain seperti AXIS, 3 atau Smart, tapi itu semua kembali ada kekuatan sinyal pada daerah setempat.

Oke deh, untuk pengujian penggunaan aplikasi Morange pada ponsel kali ini saya sudahi. Selanjutnya barangkali bakalan saya susul dengan ‘eksplorasi’ Morange, yang isinya kira-kira fitur apa saja yang ada dan dapat digunakan dalam ‘sebuah’ aplikasi cantik bernama ‘Morange’. Ini sekaligus sebagai jawaban atas permintaan rekan saya Budi Windhutama.

> Morange bagi PanDe Baik adalah salah satu alternatif solusi murah bagi mereka yang minim anggaran untuk membeli handset mahal Blackberry sekaligus berlangganan paket data bulanannya. Selain fitur utama ‘push email’, masih dalam satu aplikasi Morange, kita akan mendapatkan banyak fitur yang terintegrasi sekaligus. Katakanlah ‘Web Browser’, ‘Chat Room’, ‘Yahoo Messenger’, ‘ICQ’, ‘MSN’, termasuk juga fitur-fitur yang akrab dalam Facebook sekalipun. Tunggu tulisan saya selanjutnya yaaa… <

Morange dengan TelkomFlexy pada Nokia S40 seri 6275i (test ke-2)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya sebelumnya terkait Morange, aplikasi berbasis Java yang kemampuannya nyaris menyamai aplikasi Push Email milik Blackberry. Kenapa saya katakan ‘hanya’ nyaris ?

Karena Morange ternyata tidak kompatibel jika dipakai pada handset PDA jadul O2 XDA Atom Black seperti yang saya miliki dan pakai saat ini. Saya pribadi berani mengatakan ‘tidak kompatibel’ sebaliknya banyak situs web besar lainnya mengatakan bahwa Morange dapat berjalan dengan baik di semua tipe PocketPC. Bagi yang belum jelas silahkan kembali menyimak tulisan saya sebelumnya. He….

Nah, sesuai janji saya, berikut saya akan paparkan hasil test yang saya lakukan untuk kedua kalinya pada aplikasi Morange. Kali ini mencoba mengaplikasikannya pada handset ponsel Nokia yang memiliki jaringan CDMA yaitu Nokia 6275i. Ponsel yang saya pakai pribadi hingga kini.

Sebagai gambaran, ponsel ini bukanlah ponsel yang menggunakan sistem operasi Symbian yang bisa ditambahkan banyak aplikasi pihak ketiga, seperti halnya seri N atau seri E. Walau begitu ponsel ini dikategorikan sebagai ponsel Nokia S40. Ponsel yang hanya dapat ditambahkan aplikasi atau games yang berbasis Java saja. Ponsel sejenis yang terkenal pada jaringan GSM adalah seri 6300, 5300, 5310 dan 3120 classic yang telah mendukung 3G.

Ohya, perlu diketahui sebelumnya kalau operator yang saya pakai melakukan test kedua ini adalah Telkom Flexy.

Setelah mengkonfirmasi layanan lokal terkait TelkomFlexy baik itu cara koneksi internet via ponsel hingga tarif yang dikenakan untuk pemakaian. Jawabannya cukup mengejutkan bagi saya.

Untuk pemakaian internet dengan menggunakan ponsel (lewat mini browser), hanya ada satu tarif yang dikenakan. INGAT, HANYA SATU. Yaitu sistem Volume Based sekitar Rp 5,- per Kilobyte data yang dipakai. Sekitar lima kali lipat tarif yang dikenakan oleh operator Indosat untuk produk mereka baik IM3 dan Starone.

Sistem Time Based hanya akan berlaku apabila menggunakan ponsel sebagai modem untuk pemakaian internet pada PC. Itupun tarif yang dikenakan adalah Rp. 220,- per menitnya. Oke, bandingkan lagi dengan Indosat yang hanya memberikan tarif Rp. 75,- per menit pakai.

Lantaran sudah kepalang basah, sayapun nekat mencoba melakukan test kedua untuk penggunakan aplikasi Morange sebagai sarana ber-Push Email.

Untuk tahap awal, start hingga login gak ada bedanya dengan test Morange yang saya lakukan pada handset PDA O2 XDA Atom Black. Baru terasa perbedaannya yaitu saat menekan tombol ‘softkey’ kiri kanan yang dapat berfungsi dengan baik. Termasuk untuk mengakses pilihan getar, nada dsb pada ‘Setting’ serta saling berkirim email dengan rekan yang mengenalkan Morange pada saya, Budi Windhutama.

Seperti yang sudah saya perkirakan, pilihan ‘SEND’ saat akan melakukan pengiriman email berada pada tombol softkey kiri. Termasuk pilihan lainnya seperti Delete message misalnya.

Begitu pula dengan tombol softkey kanan yang berfungsi sebagai ‘BACK’ atau ‘CANCEL’ dapat berfungsi dengan baik. Sayapun dapat dengan mudah menggunakan Morange untuk menggantikan status saya hari ini serta mencoba melakukan upload foto untuk avatar dan gagal.

Sayangnya, permasalahanpun muncul.

Penggunaan aplikasi Java pada ponsel Nokia type S40 dengan seri 6275i ini, ternyata gak mampu melakukan multitasking semudah pemakaian Morange seperti yang saya katakan sebelumnya. Pasalnya, saat melakukan aksi internetan ini, kita gak bisa melakukan hal lain, seperti misalnya telpon atau sms. Karena begitu kita tekan tombol merah (yang biasanya langsung menuju layar paling depan –today-), untuk mengakses fitur telepon dan sms, aplikasi Morange langsung ditutup secara permanen. Tidak ada pilihan untuk me-minimize layar. Inilah kekurangan ponsel S40 yang saya katakan tadi tidak memiliki sistem operasi Symbian seperti halnya seri N atau E.

Percobaan saya lakukan dua kali. Pertama sekitar 10 menit pakai, sedangkan yang kedua sekitar 5 menit pakai. Dengan aktivitas masing-masing akan saya gambarkan pada tabel dibawah.

Nah, tiba saatnya melakukan cek saldo pulsa yang tersisa untuk pemakaian Morange dua tahap dengan operator Telkom Flexy.
Hasilnya sangat mencengangkan, berikut rinciannya :

Ealah…. Ternyata untuk dua tahap pengetesan yang saya lakukan dengan total pemakaian yang hanya 15 menit, saya menghabiskan pulsa sebesar Rp. 670,- untuk 6 email yang saya kirimkan dan 5 email yang saya terima plus upload avatar yang gagal. Bayangkan jika saya menggunakannya seharian seperti halnya rekan saya Budi misalnya. Berapa rupiah pulsa yang harus dihabiskan untuk itu ?

> PanDe Baik secara jujur mengatakan ketidakpuasan pemakaian aplikasi Morange dengan menggunakan koneksi TelkomFlexy pada handset ponsel Nokia S40 seri 6275i. Muahaaaalnya !!! Tapi bagaimana kalau dilakukan test ketiga sekaligus terakhir ? dengan menggunakan operator dan handset yang berbeda ? Silahkan ikuti terus lanjutannya…. <

Mengasah otak kala senggang dengan Ponsel

Category : tentang KHayaLan

Yang namanya ponsel minim pasti dimiliki oleh setiap orang yang ada dinegeri ini. Lantaran harga yang udah murah, tuntutan keseharian maupun sekedar gengsi.

Ponsel selain merupakan alat komunikasi, sharing dengan konco juga pacar saat jauh-jauhan, digunakan pula untuk hiburan baik mendengarkan musik, menonton video (porno of course), koleksi foto (pacar maupun diri sendiri-Narsis), dan juga bermain games.

Walopun tak semua ponsel dapat melakukan fitur hiburan tambahan diatas, tapi yang paling minim dijamin ada ya fitur Games-nya. Ragamnya beraneka (kebolak-balik, he…), dari games yang jadul (lantaran ponselnya masih layar dua warna alias item putih) maupun yang udah nyaman dimata (ponsel warna dan layar lega). Tapi memang gak semua games menarik untuk dimainkan saat senggang, jangan-jangan malah bikin otak tegang (asal jangan main games yang ada kata ‘strip-porn-girls-chick’ dll). He…

Dari sekian banyak games sebetulnya selain Brain Genius seperti yang pernah Penulis ceritakan sebelumnya, ada satu lagi games yang kalo boleh Penulis katakan sangat berguna kala senggang. Terutama di waktu-waktu menunggu.

Brain Juice. Games karya Digital Chocolate ini mengambil cerita mirip dengan Brain Games diatas, yaitu untuk mengasah otak juga mata, dan hasilnya selalu direkam untuk menunjukkan kemampuan olah pikir dan kecepatan tiap kali main games ini.

brain-juice.jpg

Games yang dikemas secara menarik dalam format Java (rata-rata ponsel warna pasti bisa mainin games ini), mengambil bentuk permainan warna, bentuk hingga ke angka. Tentu dengan tingkat sederhana saja, untuk mengukur seberapa tinggi ingatan juga kecepatan mata pemain.

Walopun games ini tergolong games mengasah otak, tapi tak melulu membosankan kok. Karena selain test Daily (bisa dicoba setiap hari dengan porsi kesulitan yang berbeda), ada juga menyediakan trainingnya dari tingkat kesulitan terendah tentunya sesuai keinginan. Untuk melatih pemain sebelum melakukan Test Daily tadi. Seru kan ?

Java Games

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Ha Pe dewasa ini sudah bukan barang mahal lagi bagi masyarakat lantaran harga dibawah limaratus ribuan pun ada. Ini tentu akan sangat terjangkau bagi mereka yang memiliki kantong cekak, tapi masih ingin ikut memiliki teknologi terkini dari sebuan benda telekomunikasi.Pada handset rentang harga baru dibawah limaratus ribuan, paling bersyukur dapet yang sudah mendukung Java yang tentunya kemampuannya hari ini hampir mirip namun belum menyamai tipe yang tergolong smartphone (dengan operating system).
Tapi kalo rela make yang second, deket2 kisaran ini ada juga yang tergolong smart dan cukup buat gaya, walo agak ketinggalan jaman. Yah paling gak dengan nambah2 seratus ribuan udah dapet yang kira-kira bisa dioprek lebih jauh.

Bicara Java pada ha pe, rasanya agak susah menemukan aplikasi serius demi membantu pekerjaan kantoran ataupun lainnya. Java pada ha pe hampir identik dengan games. Mungkin lantaran jenis inilah yang paling banyak disediakan lantaran murah dan mudah dalam pembuatannya.

Games dengan sistem Java pun sudah beragam jenis, hanya saja jangan berharap banyak dengan tampilannya akan menyerupaki game PC kluaran mutakhir ato paling gak dibanding dengan ha pe yang tergolong smartphone.

Secara pribadi, salah satu games yang paling menarik tentu saja yang berjenis mengasah otak, lumayan buat ngukur kemampuan akan memecahkan masalah yang ada.

Adapun yang paling populer saat ini ya Sudoku.
Permainan mengisi angka (yang paling familiar) dari 1 sampai 9 dengan aturan dalam baris mendatar maupun menurun tidak boleh ada angka yang sama. Demikian pula pada kotak kecil 3×3 grid berlaku hal yang sama. Jadi kotak 9×9 grid itu akan dianggap benar apabila tidak ada angka yang sama sesuai aturan tadi.
Terbagi atas tingkat kemampuan tentunya.

Yang pasti dikenal oleh orang-orang freak pc ditahun 90-an, Soko-Ban.
Permainan memindahkan box, maksimal 1 biji ke tempat yang diminta dengan memikirkan langkah-langkah agar semua box bisa menempati posisi yang diharapkan.
Tampilan gambar jaman purba inipun lantas diadaptasi agar mampu dimainkan pada ha pe berbagai tipe, termasuk Java hingga Pocket PC.

Kakuro, puzzle after Sudoku memang belum terlalu dikenal luas lantaran aturannya yang juga sedikit membingungkan untuk dimainkan. Namun atak ada salahnya jika dicoba.

Dari sekian macam games, ada pula yang menyediakan semua rupa games tadi tergabung dalam satu aplikasi Java, yakni Brain Genius. Buah karya dari Glu Mobile bisa dijadikan satu alternatif yang mengasyikkan bagi mereka yang menyukai ragam games diatas tadi.

Dikelompokkan menjadi 4 kategori, Visual, Memory, Calculation dan Logic. Pada masing-masing kategori ini tersedia masing-masing 4 macam ragam games ketangkasan otak yang kemudian akan digrafiskan setiap kali menyelesaikan latihan soal yang diberikan.

Adapun latihan yang diberikan akan berbeda dalam setiap harinya, dimulai dari tingkat mudah (easy) hingga sulit (genius). Pada hari yang sama, latihan hanya berlaku 1 kali saja dan bisa kembali dilakukan pada hari yang berbeda. Ini untuk mengetahui gambaran grafis perilaku otak.

Bukan berarti ragam lainnya gak bisa dimainkan pada hari yang sama, karena disediakan pula porsi latihan sendiri untuk sekedar menguji kemampuan pada ragam mana yang ingin dicoba.

Mungkin bagi sebagian orang yang menyukai games genre action, racing atopun simulasi pesawat, games jenis ini akan terasa membosankan. Namun bagi mereka yang ingin menyegarkan otak dengan cara sekolahan, berhitung, mengingat maupun logika, bolehlah Brain Genius ini menjadi satu pilihan terbaik.