Ogoh-Ogoh Penggembira Kota Denpasar Tahun 2012

7

Category : tentang KeseHaRian

Berikut beberapa gambar Ogoh-Ogoh yang bisa dikatakan masuk dalam kategori ‘Penggembira’ alias tidak diikutsertakan dalam Lomba namun dibuat dengan nafas dan semangat yang sama (dan tentu saja tanpa beban), yang sempat diabadikan tanpa sengaja melakukan perburuan seperti gambar sebelumnya.

Ciri-ciri dari Ogoh-Ogoh ‘Penggembira ini adalah (1) dari segi siapa dibalik pembuatnya, biasanya sekumpulan keluarga yang ingin ikut berpartisipasi meramaikan atau sekedar ide dari para putra putri mereka, bisa juga oleh Sekaa Teruna Teruni yang ternyata gag masuk nominasi perlombaan, (2) dari segi penggarapan, tidak seapik yang diperlombakan meski masih bisa dikatakan cukup baik akan tetapi ada juga yang sekedar jadi atau sebisanya, (3) dari segi ide, beberapa mengambil penokohan yang bukan masuk dalam golongan Bhutakala atau Dewa Dewi, terpantau ada juga yang membuat Ogoh-Ogoh Scream, tengkorak, anak-anak, ipin upin, shincan dan lain sebagainya. Selain itu ada juga dilihat dari ukuran yang biasanya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa (meski ada juga yang monumental atau raksasa).

Namun jika dilihat dari segi ide dan konstruksi dasar yang dibangun, sebenarnya masih bisa diadu dalam sesi perlombaan. Hanya saja ya lantaran beberapa pertimbangan diatas, maka jadilah Ogoh-Ogoh yang telah dibuat dengan susah payah dan banyaknya biaya yang dihabiskan, hanya sebagai penggembira dan meramaikan Malam Pengerupukan yang diselenggarakan Sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

So, jangan terlalu dipikirkan bagus tidaknya, namun angkat jempol bagi mereka yang sudah berhasil menuangkan hasil karyanya dalam rupa Ogoh-Ogoh di Tahun 2012 ini.

Hati-hati selama di Perjalanan nanti malam, dan Selamat merayakan Tahun Baru Caka 1934. Salam dari Pusat Kota Denpasar.

Ogoh-Ogoh diseputaran Jalan Veteran (banjar Belaluan) dan Jalan Nangka

Ogoh-Ogoh diseputaran Jalan Suli dan Jalan Nangka (lagi)

Ogoh-Ogoh diseputaran Jalan Sarigading dan (lagi-lagi) Jalan Nangka

Ogoh-Ogoh diseputaran Jalan Nangka (waduh !!!)

KESIBUKAN BARU : Jalan LC Blok III & IV

Category : tentang PeKerJaan

Sembari menunggu diselesaikannya penanganan Banjir Dewi Sri tadi, juga dilakukan beberapa kegiatan yang sebelumnya ditunda.
Pembuatan jalan baru pada LC Subak Seminyak di Blok III yang berada ditimur jalan Kunti dan Blok IV yang berada ditimur jalan Taman-Mertanadi.Kondisi awal jalan ini masih berupa tanah kosong dan sawah.
Satu hal yang sama dengan kawasan Puspem beberapa tahun lalu. Bedanya tentu pada lingkungan sekitar yang sudah berupa bangunan dan jalan.
Ini pula yang menyebabkan nuansa pembuatan jalan baru tak sengeri saat pembuatan jalan di kawasan Puspem Badung waktu lalu.
Menerabas sawah dan lebatnya kawasan.

Jalan yang dibuat hanya mampu selebar 4-5 meter walopun areal yang disediakan selebar 8 meter. Ini karena masih harus dipotong untuk areal got atau drainase aliran air plus Senderan pasangan batu untuk mencegah larinya perkerasan mengingat dikanan kiri areal jalan masih berupa sawah lengkap dengan airnya.

Harapannya tentu bisa sebagai jalur alternatif pengalihan arus lalu lintas menuju kawasan Sunset Road dan tentunya untuk memberikan akses bagi masyarakat yang berada dikawasan LC tersebut.

Project Aseman-Pantai : Perencanaan

Category : tentang PeKerJaan

Seperti halnya tahun lalu Badung kembali mendapatkan dana bantuan Bencana Alam yang digunakan untuk memperbaiki infrastruktur menuju jalur-jalur wisata dan digunakan oleh masyarakat umum. Kali ini salah satunya mengambil lokasi di Desa Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara dikenal sebagai ruas jalan Aseman – Pantai, lantaran ujung akhir jalan ini memang berada di Pantai Berawa.

Walo akses masuk Pantai Berawa tak selebar Pantai Seseh yang ada disebelah baratnya, namun disini setiap harinya selalu dilewati oleh turis mancanegara yang sekedar ingin surfing maupun yang memang hidup dan memilih tinggal di kawasan ini.

Balik ke project akhir tahun, Aseman – Pantai yang mendapatkan alokasi dana 1,8 M meliputi beberapa pekerjaan vital diantaranya perbaikan pondasi jalan, senderan atau got yang retak hingga penghamparan hotmix sebagai pekerjaan major sepanjang kira-kira 4 kilo dari pertigaam Aseman Tibubeneng hingga Pantai Berawa.

NgTim 4 : Aspal dan Rumput

Category : tentang PeKerJaan

Jalan yang baik tentu dilihat dari segi kualitas pekerjaan yang dihasilkan.
Bagemana kalo jalan yang sudah diaspal lantas ditumbuhi rumput, padahal baru saja selesai dikerjakan ?

Heran deh.
Bisa2nya sang rekanan kontraktor berkilah ini lantaran kondisi lingkungan yang banyak rumputnya.
Walah… Gak memecahkan masalah. Asal kerja, asal dapet uang aja sepertinya.

Sama dengan jalan lingkungan di sekitar kantor pusat, dimana jalan yang dibuat dengan adanya jembatan baru ditengah2nya malah gak sejajar.
Ini tentu akan memicu kecelakaan bagi yang melintas tak tahu jika jalannya putus dijembatan lantas mengecil begitu aja.

Herannya lagi, sang rekanan berkilah, bagemana kalo dianggarkan lagi untuk pemasangan trotoar agar aman ?
Wah, kok begitu pak ? apa biar dapet kerjaan lagi ya ?

NgTim 3 : Jalan Pribadi

Category : tentang PeKerJaan

Lain lagi dengan ini. Seperti biasa para pejabat yang sudah duduk di kursi empuk seakan melupakan tujuan pembangunan dan seakan memaksakan kehendak agar apa yang diinginkan dapat tercapai demi mendukung lamanya sang pejabat duduk di kursi yang diinginkan.

Maka jalan pribadi depan rumahpun diaspal.
Hehe… Padahal itu jalan lingkungan namun harus diambil pekerjaannya oleh dinas yang seharusnya hanya mengerjakan jalan yang statusnya digolongkan sebagai jalan kabupaten.

Kasian banget Negeri ini.