Pertama Kali : Gunung Salak Story

Category : tentang PLeSiran

Kesejukan baru terasa saat perjalanan memasuki areal Gunung Salak, dimana kabarnya berdiri sebuah Pura yang kondisinya sama sekali blom pernah kudengar.
Namun rasa syukur kembali muncul begitu melintasi kawasan yang gak jauh berbeda dengan tempat kelahiran kami….Pura Gunung Salak.
Sampai pada malam hari, diiringi hujan gerimis, kami memulai persembahyangan bersama dengan khidmat dan penuh rasa syukur, bisa sampai dengan selamat.
Hingga akhirnya kami terpana dengan bentuk yang menyerupai Candi Prambanan, berdampingan dengan Padmasana, begitu besar dan monumental dibandingkan bangunan sekitarnya.

Inilah buah karya seniorku terdahulu, dimana selama setahun sempat gabung bareng mereka, menangani tempat-tempat ibadah Umat Hindu di berbagai pelosok tanah Jawa.

Sempat berkeinginan untuk tidak meninggalkan areal Pura, demi tujuan berikutnya kembali ke Jakarta…..

Pertama Kali : Jakarta oh Jakarta Story

Category : tentang PLeSiran

Adek spupu sempat menganjurkan, berhubung ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Kota Jakarta, biar lebih dramatis, begitu turun dari pesawat, langsung bersujud, nyembah-nyembah bersyukur bisa nyampe Jakarta.
Dasar anak-anak !Awal melintasi Bandara, mata masih terpana dengan luasnya areal Soekarno Hatta, tentu pula dengan gembiranya bisa ngliat secara langsung kendaraan aneh khas Bandara seperti yang sering ditemukan di permainan GTA Vice City.
Ugh, bener-bener udik !

Tapi begitu memasuki Tol dan mencapai ke pinggiran Jakarta, mata sempat terasa pedih, perut mual dan hati begitu bergemuruh melihat kesenjangan yang begitu tampak jelas didepan mata.
Sampe-sampe beberapa dari kami bergumam, masih lebih baik nasib kami hidup dan tinggal di Bali….

Melintasi Tol berikutnya, aku pribadi lebih milih memejamkan mata saat melihat padatnya Kota Jakarta, miskinnya orang-orang yang berada di kolong jembatan, kumuhnya lingkungan dan seabrek ketidakpuasan dan kekecewaan akan Kota Jakarta yang katanya begitu gemerlap, hingga banyak orang rela berpindah dari Desanya tempat ia lahir dan besar.

Mata juga hati ini sempat sejuk saat melintasi secuil Pura, tempat ibadah Umat Hindu, namun lebih memilih untuk tidur dalam Bus, daripada tersiksa menyaksikan ketimpangan yang ada….

Jakarta oh Jakarta…
Bersyukur rasanya bisa hidup di Bali, penuh dengan kesejukan dan ramahnya lingkungan kami….

Pertama Kali : Bandara Story

Category : tentang PLeSiran

Yang namanya takdir gak bisa ditentukan. Buktinya saat usia menginjak seperempat abad lebih dikit, baru ngrasain yang namanya ruang tunggu Bandara Ngurah Rai.
Dasar udik, kata adik spupuku.Tapi yang udah kebayang sebelumnya tentu saja masalah daya beli yang gak ksampean diareal ruang tunggu sebelum take off.
Mahalnya….

Temen punya pengalaman unik.
Merasa uang bukan masalah, kawan kami Gus Ar, gak mau beli-beli cemilan diluar areal bandara, alias sudah disiapkan sehari sebelumnya.
Lebih milih sarapan pagi di Bandara.
Hasilnya semangkok bakso seharga 50 ribu plus sepiring nasi goreng dengan harga sama.
Melongo….

Huahahaha….
Walo sedikit menghibur hati dengan mengatakan baksonya juga nasgor yang dimakan emang enak, tapi yang namanya dompet udah jelas keberatan kehilangan duit sebesar itu. Padahal gaji bulanannya cuman 5 kali pengeluarannya saat itu.
Duuuh…..