Jakarta Pagi ini

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Tersadar di pagi buta… pikiran langsung mengingat dua wajah yang biasanya menghiasi bangun tidurku, MiRah dan ibunya,

Tak ada tangan kecil yang kerap memelukku erat serta memojokkanku hingga ke bibir tembok, tak ada suara sapu dan hentakan kursi yang dibersihkan hingga membuatku terjaga. Aku bangun di ketinggian Kota Jakarta.

Entah kali keberapa aku pernah menyambanginya, meski pada awalnya sudah tak ingin lagi untuk kembali, mengingat panas, macet dan hiruk pikuk kehidupan yang mengalir disini.

Selamat Pagi Jakarta…

“………………..”

Di kejauhan aku melihat denyut nadi yang mulai berdetak pelan, merambat hingga nanti akan berpacu melawan waktu…

“………………..”

Sesuai jadwal, kami akan memulai hari ini dengan bersua kawan lama di LKPP, Gedung Smesco jalan Gatot Subroto. Mas Nanang, Mas Arso dan pria pria yang tempo hari meramaikan Rakorbang di Sanur Paradise termasuk pula Pak Ikak Patriastomo tentu saja. Rencananya sih untuk memperkenalkan sistem SPSE kepada anggota baru tim Pengelola LPSE tahun 2012 sekalian mengulitinya hingga benar-benar paham sekembalinya ke Bali hari Jumat nanti.

Jadi gag sabar…

Ehm, musti mulai dari mana yah ?

Selamat Pagi Jakarta

Category : tentang PLeSiran

Gemuruh suara si burung besi saat menancapkan kaki-kakinya ke landasan pacu membuatku tersadar dari lamunan. Satu persatu wajah asing kupandangi dalam diam. Hati bersiap untuk menghadapi hari yang dipenuhi oleh asap dan kemacetan jalan raya. Kota yang paling aku benci untuk dikunjungi.

Jika bukan karena tugas, aku lebih suka berada di tanah kelahiranku. Tanah dimana aku masih bisa meluangkan waktu sejenak untuk bernafas. Sedangkan disini, waktu yang bergulir begitu cepat bakalan terasa mahal. Orang-orang berlalulalang seakan diburu oleh waktu, untuk mengejar ketertinggalannya atau bahkan menimbun lembar demi lembaran uang atau hanya sekedar bermimpi.

Deretan rumah kumuh berpadu dibawah kolong jembatan, satu hal yang sudah biasa aku lihat begitu turun dari bandara memasuki jalanan kota. Menyaksikan tayangan ulang seorang anak yang bermain riang dihamparan air sungai penuh sampah seolah mengingatkanku pada MiRah yang bersyukur masih bisa mandi dalam bak airnya yang sudah terlampau kecil.

Mobil-mobil mewah tampak melewati kami dengan angkuhnya. Tak ada tegur sapa yang hangat mengiringi langkah kaki disepanjang jalan. Disinilah tempat berkumpulnya para artis ibukota untuk mengadu nasib. Hingga tak sadar masih sempat menginjak mereka yang tak pernah mendapatkan kesempatan untuk berdiri. Seolah hari esok takkan pernah tiba.

Kendati hanya sebentar, waktu rasanya berjalan sangat lambat. Menyisakan satu kerinduan pada tawa canda si kecil dan pandangan lembut istriku.

Selamat pagi Kota Jakarta. Kita bertemu lagi…

 

Kembali ke Jakarta

2

Category : tentang KeseHaRian

Jakarta Macet… Kalo gak macet, bukan Jakarta namanya… Canda seorang teman ketika kami berkisah tentang Kota Jakarta yang kami kunjungi awal Maret lalu.

Minggu pagi sekitar pukul 11 siang, kami kembali ke Jakarta untuk mengikuti Kunjungan Kerja bersama beberapa atasan sekaligus berkoordinasi dan mencari pembelajaran lebih lanjut menindaklanuti keinginan untuk membentuk Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Kabupaten Badung. Adapun agendanya adalah menuju LPSE Jawa Barat yang pada saat Rapat Koordinasi (Rakor) kemarin didapuk sebagai LPSE terbaik sekaligus menuju Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), tempat kami pendidikan beberapa waktu lalu.

Atas bantuan pengawalan yang diberikan sedari Bandara ke Jakarta hingga ke Kota Bandung dan sebaliknya, kemacetan yang dahulu menjadi momok bagi kami tak lagi ditemui sepanjang perjalanan. Bunyi awal sirene yang menyerupai nada SmS kartun animasi Malaysia Upin dan Ipin mengawal perjalanan seakan tak pernah padam kendati hujan mengguyur hingga Kota Kembang. Sempat miris juga siy sebetulnya, setelah menyaksikan ratusan mata memandang kami disepanjang jalan yang dilewati.

Bandung yang dingin kami lalui hanya semalam saja. Kalau tidak salah kami menginap di Hotel Mutiara. Sebuah hotel kecil yang berada di jalan Kebun Kawung 60 Bandung tak jauh dari Hilton, sebuah hotel berbintang dimana beberapa atasan kami menginap. Kunjungan Kerja menuju kantor LPSE Jawa Barat pada Senin pagi yang berada di daerah Dago Atas kami capai tak sampai setengah jam dari lokasi hotel.

Pengawalan kembali kami rasakan ketika meluncur menuju Ibukota Jakarta yang sedianya menjadi tujuan berikut dari agenda Kunjungan kami. Melintasi ruas tol yang dahulu terasa begitu panjang dan lama, dapat dilalui dengan cepat berkat jalur khusus yang disediakan oleh pihak Jasa Marga. Keiistimewaan yang kami dapatkan ini sempat memicu pikiran nakal saya untuk berkhayal. Apa yang kira-kira bakalan terjadi seandainya dalam waktu yang bersamaan Ibukota Jakarta didatangi oleh rombongan dari daerah yang melakukan kunjungan kerja dan mendapatkan bantuan pengawalan seperti ini. Siapa yang didahulukan ?

Tak perlu menunggu waktu lama, Tuhan menjawab pertanyaan yang terlintas dalam benak saya.

Ketika kami melintas di Jalan Gatot Subroto, dari arah belakang terdengar nada yang sama dengan nada SmS milik Upin & Ipin tersebut. ToT ToooT… ToT ToooT… Rupanya seorang patwal bermotor Harley meminta Bus yang kami tumpangi untuk minggir dan memberi jalan pada kendaraan yang sepertinya milik pejabat militer. Maka pecahlah tawa kami semua ketika menyadari hal itu benar terjadi.

Kemacetan Ibukota Jakarta tak berlaku bagi kami. Tidak demikian halnya dengan orang lain.

Jakarta oh Jakarta

12

Category : tentang PLeSiran

Tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan satu tembang yang dapat menggambarkan perasaanku ketika menyusuri Kota Jakarta. Kota yang hampir ditiap titik ruas jalan terjadi kemacetan luar biasa, jauh lebih krodit ketimbang lalu lintas Kota Denpasar. Kota yang dipenuhi rompok rumah kumuh disana sini seakan yang namanya Rencana Tata Ruang Kota tak mampu mengungkung mereka satu persatu, tumbuh bagai rumput liar yang siap merambah setiap jengkal tanahnya. Begitu juga dengan pedagang emper kaki lima seakan tumpah ruah berusaha menjejalkan diri ditengah hiruk pikuknya keramaian Kota.

Iwan Fals, beberapa kali mengungkapkannya lewat lagu yang kurang lebih sudah mampu mewakili hati kecilku. Sambil bersenandung kunikmati pemandangan yang membuatku merasa sangat miris dengan keadaan mereka. Keadaan yang membuat perut lebih digunakan untuk berbicara ketimbang hati.

Angkutan umum berlomba dengan puluhan taksi menaikturunkan penumpang seenaknya, pejalan kaki yang berlarian dikejar waktu atau pedagang liar yang berusaha menghabiskan isi dagangannya, campur aduk dengan bunyi klakson dimana-mana serta hentakan atau hardikan beberapa preman berbaju kaos oblong hitam. Mendadak aku rindu dengan tanah kelahiranku.

Terhenyak menyaksikan seorang anak kecil yang dipukul ibunya lantaran berjoget kegirangan hanya agar anaknya duduk manis dan tidak merepotkannya meminta-minta,  atau malah tersenyum ketika melihat seorang pedagang (mungkin masih lajang) begitu antusias berbicara dengan lawan jenisnya yang juga pedagang di persimpangan dekat jalan tanjakan, membuatku merasa ingin segera pulang dan hadir ditengah gelak tawa putri kecilku serta hangatnya pelukan istri.

Jakarta rusuh ungkap sms seorang teman… kendati tidak mewakili image Kota Jakarta secara keseluruhan seperti halnya tahun 1998 silam, kabarnya para demonstran sampai disemprot water cannon oleh aparat atau riuhnya “anak-anak TK” di gedung perwakilan rakyat tak pelak makin membuatku begitu antipati berada disini.

Aku rindu tanah kelahiranku… rindu akan hangatnya lingkungan yang kendati berada dalam garis hidup yang pas-pasan, namun keramahan itu tetap ada.

Subuh di Tanah Abang Kota Jakarta

2

Category : tentang PLeSiran

…masih jam 5 pagi… suara itu terdengar bergumam gak jelas sedari tadi… sementara dinginnya ruangan kamar yang ber-ac ditambah dua buah lampu kamar yang tak dapat diredupkan intensitasnya memang sudah cukup untuk membuatku terjaga dari tidur berkali-kali, apalagi ditambah sliweran nyamuk yang sedari malam tadi tak henti berdengung… dan aku belum jua bisa memejamkan mata sedikitpun untuk beristirahat menghilangkan letih.

…masih jam 5 pagi… putri kecilku biasanya sudah mulai merengek minta susu, sementara ibunya sudah mulai membersihkan rumah… segelas kopi panas yang kuaduk dengan menggunakan bolpoin cukup mengingatkanku pada semua itu… jauh dari pandanganku pagi ini. Sepi…

…masih jam 5 pagi… memasuki hari kedua pendidikan e-Procurement di Kota Jakarta-gedung Smesco Indonesia lantai 17- bersyukur koneksi internet yang kugunakan masih dapat berfungsi dengan baik… aku masih berusaha untuk menikmati subuh di Tanah Abang…

…masih jam 5 pagi… dan suara itu masih tetap bergumam gak jelas sedari tadi…

Tuna Netra ?

Category : tentang DiRi SenDiri

Huayo tebak…
Ini Tuna Netra apa bukan ?

He.. ini ekspresi yang ditangkap secara iseng dengan kamera, saat kami berada didalam pesawat Adam Air setelah pindah pesawat, dan akhirnya pulang dengan slamat tiba di Bandara Ngurah Rai Tuban.

Ekspresi ini milik seorang rekan kerja, yang menjadi supir dari Kasubdin kami, dikenal dengan lagak lagunya yang aneh.
Pak Nyoman Sujana.
Huehehehe…

Pertama Kali : Adam Air Story

Category : tentang PLeSiran

Pas balik ke Bandara untuk pulang, sempat terjadi Insiden yang bisa dianggap bersyukur terjadi di darat.
Pesawat gagal take off.
Numpang Adam Air dengan nomor pesawat yang sama dengan yang hilang kemaren di Sulawesi, dan yang bikin hati semua teman bersyukur hari kemaren, adalah pilot yang membawa pesawat, sama dengan pilot yang hilang dengan pesawat Adam Air kemaren itu.RA Widodo.

Bersyukur saat mengantarkan kami, bisa mendarat dengan selamat di Bandara Ngurah Rai, walopun sempat dilakukan tukar pesawat, setelah keangkuhan Pramugari menyatakan kesalahan gagal take off, lantaran pintu belakang tidak tertutup dengan sempurna dan berkata bahwa penumpang yang turun dan batal terbang, tiketnya dinyatakan hangus….

Terima Kasih Pilot RA Widodo.
Telah mengantarkan kami dengan selamat tiba di Bali.
Dimanapun engkau kini berada, kuharap Tuhan tetap memberikan jalan yang terbaik untukmu…..

-Pande ; 3 Januari 2007 11.00 malem.

Pertama Kali : Duyung Story

Category : tentang PLeSiran

Lewat di areal ikan Duyung, menyaksikan manjanya ikan Duyung yang disusui dan diberi makan, membuat tergelitik dan geli, namun rasa sayangpun muncul…
Lewat di areal souvenir, sempat berkeinginan membeli boneka duyung yang membawa botol susu. Huehehehe… jadi teringat keponakanku yang masih kecil, blom bisa jalan, tapi kuatnya kalo udah mimik susu…

Pertama Kali : Sea World Story

Category : tentang PLeSiran

Sampai juga hari minggu pagi jalan-jalan ke Sea World, tempat tinggal Ikan dan binatang air di Jakarta. Huehehe…
Terpana pula saat melihat ikan air tawar yang panjangnya satu meter lebih, ikan Arapaima, teringat artikel di Intisari yang mengulas tentang ikan ini.
Sempat berpose pula lho didepannya…..

Pertama Kali : Lift Story

Category : tentang PLeSiran

Naek turun lift, walopun bukan untuk pertama kalinya mencoba, tapi kepala terasa puyeng dan bumi yang dipijak terasa gempa, jadi cerita lucu bagi aku pribadi.
Akhirnya nekat nyobaik naik turun lift di hari minggu pagi di Hotel Cikini depan TMII, dengan harapan bisa terbiasa dalam hitungan setengah jam.Hasilnya ?
Malahan berjalan dengan cara memegang tembok dan benda disekeliling areal karena kepala tambah puyeng dan tubuh makin terasa ingin terjatuh…
Huahaha….

Insiden kecil kembali terjadi.
5 orang terjebak dalam lift.
Panik tentu.
Karena didalam lift gak terdeteksi sinyal ha pe, dan tombol emergency gak ditanggapi dengan cepat.

Gara-garanya seorang temen, mungkin klewat senang, malahan loncat-loncat didalam lift yang bergerak, dan menyebabkan lift mati sebelum pintu terbuka.
Sial…..

Begitu kluar dari lift, jantung juga perasaan walo masih panik, tapi udah bisa senyum.
Wehehehe….

Pertama Kali : Terbang Story

Category : tentang PLeSiran

Ngliat foto ini, terlintas bayangan komik Harlem Beat, dimana beberapa anak dari tim basket Johnan diceritakan tumben naik pesawat dengan segala keluguan mereka.
Termasuk motret awan, yang udah jelas gak bakal kliatan apa-apa.
Huehehehe….