Catatan Hari Ini, Tugas Tambahan di Jakarta

Category : tentang KeseHaRian, tentang PLeSiran

Hari ini saya terbangun sekitar pukul empat pagi. Jam biologis di Bali.

Masih belum tersadarkan berada jauh dari anak istri. Perlu mengingat sebentar untuk beringsut mengambil selimut. dan tertidur lagi.
Harusnya kali ini saya bisa mengambil libur sejenak.

Agenda rakor Dinas Perumahan kemarin berlangsung hingga malam. Seharian.
Sesuai perkiraan.

Meski demikian, nda berani ambil resiko juga, saya memilih memesan tiket pesawat lebih awal, hari ini pukul 17.50 setempat.
Maka jadilah hari ini menunggu hingga jam check out hotel tiba.

Akan tetapi mumpung lagi lowong, saya ditugaskan pimpinan untuk membawa Surat dari Bupati Badung ke Kementrian Keuangan dan juga Bappenas terkait permohonan pengalihan anggaran DAK Bidang Perumahan untuk menangani Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Badung yang berada di wilayah Utara.
So, keknya saya musti siap siap lebih awal agar perjalanan hari ini tak sampai siang.

Saatnya mencoba UberX lagi…

Catatan Hari Ini, Rakor Dinas Perumahan Seluruh Indonesia

Category : tentang PLeSiran

Nyaris tak ada hal penting yang saya catatkan di halaman ini berkaitan aktifitas selama berada di Jakarta, dari kemarin malam.
Baik kenikmatan perjalanan, proses berlangsungnya acara, atau isi diskusi.
Seakan terlupakan oleh pengalaman menjajal Uber.

Namun bisa jadi semua tak terarsipkan sebagaimana biasanya, lantaran keberangkatan kali ini harus mendampingi pimpinan yang memiliki kedisiplinan tinggi dalam beraktifitas, utamanya soal waktu.
Ini sedikit tidaknya mengakibatkan agenda yang ada jadi terasa serius meski harus diakui, sangat menyenangkan.

Maka ya dimaklumilah apabila halaman ini jadi tak terUpdate untuk sementara waktu.
Yang ada hanyalah kantuk luar binasa selama rapat koordinasi berjalan, atau saat jam istirahat begini.

Mohon ijin untuk molor dulu ya kawan…

GA415 tujuan Jakarta

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Perjalanan kali ini bisa dikatakan saya lakoni tanpa beban.

Tapi meskipun ada, ya ndak sebesar perjalanan terakhir. Atau segalau kisah kemarin.
Ada hanya lantaran saya berangkat mendampingi Pimpinan yang merasa penting untuk bisa ikut serta lantaran pertemuan kali ini di Kementrian PU dan Perumahan Rakyat, ada kaitannya dengan opd baru yang dibentuk akhir tahun 2016 lalu.
Selebihnya ya biasa saja.

Mengambil perjalanan sehari sebelum jadwal acara, bertujuan agar kami tak perlu berkejaran dengan waktu untuk bisa menghadiri pembukaan rapat koordinasi terkait penyediaan perumahan di auditorium kementrian jalan Pattimura, sebagai hal sebelumnya.
Saya sendiri akan mengambil trip hingga selesai acara dan langsung balik malam harinya, sementara pimpinan mengambil pesawat pagi mengingat ada agenda khusus yang dilakukan terkait pemeriksaan BPKP.

Maka dilakonilah perjalanan ini kembali.

Lebih Santai
Seperti yang dikatakan diatas, perjalanan ini nyaris tanpa beban. Mengingat secara penugasan, kini saya tak lagi dibebani tanggung jawab sebagai PPK, tak satupun, baik untuk paket kegiatan Jalan Lingkungan yang dulu dilakoni, maupun kaitan dengan Perumahan, dinas penugasan kini.
Maka untuk agenda berangkat pun sepertinya tak seberat dulu. Hanya kepikiran dengan si kecil Ara yang biasanya saya temani tidurnya di malam hari, begitupun kesibukan keluarga jelang rahinan Tumpek Landep, sabtu besok.

Online dan Online
Semua transaksi yang dijalani selama 3 hari kedepan, dilakukan dengan memanfaatkan kemudahan Online.
Di jaman begini, ya harus nekat mencoba atau bahkan menggantikannya secara permanen, dari pemesanan tiket pesawat, booking hotel, hingga transportasi pengantaran.
Online dan Online.
Bersyukur bisa berada di era kekinian dimana koneksi internet sudah tidak lagi mahal untuk ditebus pakai.
dan ini adalah kali pertama pengalaman saya memanfaatkan kemajuan teknologi yang sebenarnya sudah lama dikenal.

Gangguan Mata
Sayangnya, aksi kali ini malah sedikit terganggu oleh kondisi mata yang belum jua membaik. Padahal sudah nyaris seminggu saya lakoni.
Mata merah, bengkak dan berair.
Belakangan malah bertambah banyak volume cairan yang keluar dari kelopak mata. Menyebabkan kantung mata penuh dengan bayangan bayangan semu yang menyulitkan jarak pandang.
Entah apa karena memang harus demikian prosedur kesembuhannya ataukah ada kaitannya dengan Diabetes yang saya derita selama ini ?

Tapi apapun itu, saya berharap ada banyak pengetahuan baru yang bisa didapatkan selama tiga hari kedepan ini.
Bisa ikut di doakan ya Kawan kawan…

Dari Balkon Kamar 804 Harris Hotel Tebet Jakarta

Category : tentang PLeSiran

Terbangun saat waktu menunjukkan pukul 4 pagi. Saya langsung teringat bahwa ini waktu Jakarta. Duh… Terbiasa bangun pagi pukul 5 di Bali keknya malah terbawa kesini.
Sudah nda bisa tidur lagi…

Langit Jakarta masih gelap.
Sayapun memilih tiduran sambil melihat semua timeline yang terlewati semalam. Keknya kemarin ketiduran saat jam belum larut. Selain kecapaian lantaran sakit kepala, pening di sepanjang perjalanan, mual pun sempat mendera. Ya kek biasa, sayapun nyari pijat refleksi yang bisa fokus uyeguyeg kepala. Hasilnya lumayan. Cuma mata keknya jadi perih. Entah kenapa…

Sembari mengemasi semua bawaan, air mandipun dikucurkan. Di kamar pengganti ini rupanya ada bathubnya. Jadi bisa rileks dari semalam. Mandi pagi dilakoni kek biasanya. Cuma belum ada gangguan perut dari kemarin pagi. Musti sarapan susu atau buah keknya bentar di lobby.

Jakarta Bersih.
Saya suka melihatnya dari jendela balkon.
Meski disana sini masih ada pembangunan flyover, tapi kekumuhan yang enam tahun lalu kerap saya jumpai tiap kali Dinas ke Jakarta keknya sudah nda ada lagi kini. Mungkin masih ada saja di tempat lain, tapi sudah jauh lebih baik.

Hari ini saya lagi nda mood buat makan besar. Hanya mencomot beberapa biji kacang merah dan tomat dengan salad, juga sejumput bihun, brokoli, ikan dan mayonaise sebagai sarapan pagi. Sisanya dua gelas susu dan jus pepaya. Semoga bentar bisa setor pagi…

QG 153, Harris 523 dan 804

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Tadinya saya berencana bisa melawat ke Jakarta untuk bisa melihat semua kemajuan yang sudah dihasilkan pada masa kepemimpinan Gubernur ‘Penista Agama’ Ahok dengan cara liburan bersama, dengan harapan bisa lebih santai dan menikmatinya.
Terakhir dinas terkait Kotaku, keknya aksi tersebut ndak maksimal bisa saya lakukan. Kalo ndak salah waktu itu proses pembahasan materi berlangsung hingga sesi malam. Jadi, ndak sempat kemana-mana.

Pagi ini saya sudah nongkrong di depan counter check-ins pesawat Citilink, kode penerbangan QG 153. Agenda berangkat berkaitan dengan upaya pemanfaatan dana DAK Bidang Perumahan dan pembahasan Draft Ranperda RP3KP Kabupaten Badung, mendampingi dua pimpinan.

Dari beberapa barang bawaan, rupanya saya kelupaan kacamata item minus yang biasanya saya selipkan untuk be’gaya saat luang di tujuan, dan sendal big size yang lupa dimasukkan saat mengganti tas ransel agar lebih ringan digendong. Ya sudahlah… Toh ini perjalanan hanya sehari. Harapan saya tadinya bisa membawa ‘bekal’ sedikit lebih ringan lagi.

Waktu menunjukkan pukul 8.45 WIB saat pesawat mendarat di bandara Halim Perdanakusuma. Meleset sekitar 25 menitan dari jadwal yang tertera pada boarding pass. Ini karena saat keberangkatan tadi, maskapai menyatakan penundaan lantaran agenda terbang terlampau ramai.

Setelah sarapan pagi di Soto Kudus Blok M, kamipun tiba di Kementrian PUPR dan diterima oleh Bapak Budiono, Koordinator Bidang Permukiman yang memandu proses diskusi terkait rancangan Peraturan Daerah RP3KP Kabupaten Badung yang menurut Beliau, merupakan generasi pertama yang berupaya menyusun pasca amanat undang-undang. Sementara Kementrian PUPR sendiri baru akan memprioritaskan bimbingan terkait penyusunan RP3KP pada Tahun 2017 mendatang. Ealah…
Meski demikian, agenda yang sedianya kami bagi menjadi dua sesi, akhirnya terjawab pula pada sesi yang sama dengan mendatangkan narasumber tambahan dari lantai 5 Kementrian, berkaitan dana DAK Bidang Perumahan.

Untuk menginap, awalnya pimpinan menjatuhkan pilihan di Harris Hotel Tebet, dan sudah melakukan proses booking. Entah bagaimana ceritanya selama 1,5 jam, Beliau berupaya mencari alternatif hotel lain dan hasilnya rata-rata menyatakan fullybooked. Maka ya kembali ke pasal 1. He…

Pengalaman Pertama sekaligus lucu campur kaget, saya alami ketika mendapati Kamar 523 sudah terisi orang, lengkap dengan barang bawaan dan interior yang masih berantakan. Eits… Untung ada mas CS yang lagi bersihin kamar sebelah. Setelah dijelaskan permasalahannya, saya dirujuk ke kamar King’s Size disertai permintaan maaf dari pihak Hotel.
Kamar ini jauh lebih besar ketimbang kamar di awal tadi.

Maka disinilah saya melewati malam penatnya Ibu Kota Jakarta, pasca mual dan pening yang dialami sepanjang perjalanan tadi. Setelah menelan sebutir promaag dan Neuralgin, keknya saya masih perlu pijat refleksi malam ini…

Jakarta Pagi ini

Category : tentang Opini, tentang PLeSiran

Empat hari tiga malam, rasanya sudah cukup lama saya disini, namun nyaris tak kemana mana lantaran males aja keluar hotel. Jauh lebih nyaman berada di kamar 560 dan beristirahat panjang. Satu hal yang tak kan bisa saya dapatkan dalam beberapa bulan ke depan.

Jakarta jauh lebih baik saya lihat. Bersih dan sudah mulai tertata. Semoga pola hidup dan perilaku masyarakatnya bisa mengikuti. Rasanya perjuangan pak Ahok sudah mulai terlihat. Namun tetap saja ada sisi negatif yang selalu dapat diungkap oleh mereka yang berseberangan jalan. Masyarakat yang manja, kurangnya inisiatif untuk bergotong royong, hanya mengandalkan jasa tenaga Tim PPSU, jadi bahan diskusi hangat kami kemarin. Pun soal relokasi di Kalijodo yang infonya kini memunculkan kafe remang remang di sekitar Rusun. Beneran gak ya ?

Sementara itu, di beberapa ruas jalan yang kami lintasi kemarin, tepatnya di Jakarta Selatan, masih banyak titik titik kumuh terlihat dan belum tersentuh penataan dari tangan Pak Gub. Entah apakah karena kewenangan yang tak boleh menjangkau sampai kesitu, ataukah masih menunggu giliran ? Entah ya…
Begitu juga di Jakarta Utara, ungkap pemandu meja kami saat sesi diskusi kemarin sembari menunjukkan beberapa rekaman lensa kekumuhan. Wilayah dimana mantan walikota pak Rustam memimpin ini, saya lihat sama saja kondisinya dengan JakSel tadi. Semoga bisa lebih baik lagi kedepannya.

Saat diskusi menyinggung ke topik RPTRA, program pak Ahok yang diselipkan pak Cucun pemandu meja 7, bahwa pak Gub sedang berupaya membuat ruang sosial bersama masyarakat di setiap kelurahan dengan memanfaatkan lahan negara yang ada, seperti tempat bermain, ruang baca dan interaksi lainnya, langsung mengingatkan saya pada aksi #5kmAhok yang rutin dipublikasi kawan Twitter saya, mas @hariadhi. Bangga banget bisa memamerkan beberapa rekaman foto pada kawan semeja bundar besar terkait realita kemajuan yang dibuat pak Ahok ini.
Satu hal yang tidak pernah mereka amati di akun sosial FaceBook yang getol dilihat pada layar ponsel selama berjalannya sesi diskusi.

Jakarta Pagi ini

Bakalan kangen dengan Jakarta.
Berharap Jakarta bakalan berlanjut dengan era pak Ahok sekali lagi, dan besar pula harapan terselesaikannya konsep transportasi umum macam busway, MRT dan lainnya agar tingkat kemacetan di Ibukota dapat lebih ditekan untuk kenyamanan bersama.
Jika ini berhasil, tentu akan menjadi pilot project, percontohan bagi kota sak-Indonesia lainnya, utamanya di Denpasar Bali, kota kelahiran yang kini tak pelak dilanda macet parah pula. Cuma ya, model pimpinannya juga harus diganti setipe dengan visi misi pak Gub Ahok, Basuki Tjahaya Purnama.

Tumben saya bisa bilang Kangen.
Padahal di kunjungan sebelumnya dan tentu saja catatan harian sebelumnya, males banget kalo sudah ngomongin Jakarta. He…