Waktu Paling Menyenangkan bareng Istri

9

Category : Cinta

Pulang kerja, usai mandi sore dan apabila segala pekerjaan yang sudah menjadi pembagian tanggung jawab berdua bareng Istri telah selesai dikerjakan, apalagi kalo gak kuliah, wah wah wah… merupakan satu waktu yang paling menyenangkan dalam hidup. Bisa berkumpul bareng keluarga kecil, minimal paling sering ya Istri dan si kecil Mirah.

Sekedar tukar pikiran, keluh kesah ataupun senda gurau, bercerita kejadian seharian tadi atau waktu yang telah lewat, hanya untuk mengetahui aktivitas apa saja sudah yang dilakukan, barangkali saja ada yang bisa dibantu dan dipecahkan agar esok bisa terselesaikan dengan baik.

Topik yang paling sering sih gak jauh-jauh dari tingkah polah si kecil selama ditinggalkan atau yang gak dilihat, sampe perilaku orang-orang seisi rumah yang saling bertentangan satu sama lainnya. Cape deeehh…

bareng-istri.jpg

Tapi yang paling dinanti tiap minggunya mungkin hanya bermanja-manja bareng Istri, hal yang makin jarang kami lakukan sejak kehadiran putri kecil kami. Dari mencet jerawat, saling bersihin kotoran telinga sambil rebahan dan dipangku hingga yang paling ditakuti adalah pencarian komedo. Ugh, apalagi kalo sudah mencapai sudut antara hidung dan kulit wajah, sakitnya.

Walopun begitu, tak jarang pula ending daripada kemesraan ini adalah…

Pengkhianatan pada Istri, Haruskah ?

2

Category : Cinta

Jika kita mau bercermin pada media cetak, layar televisi hingga tetangga maupun sanak saudara, seringkali terdengar oleh telinga perihal perselingkuhan si anu dengan si anu, padahal kedua belah pihak sudah memiliki pendamping hidup yang diputuskan saat menikah dahulu dihadapan puluhan orang sebagai saksi.

Alasan pertama yang paling sering terdengar adalah, ketidakmampuan sang pasangan untuk melayani si pelaku dalam hal adu syahwat yang kemudian dialihkan ke orang lain yang mau dan senasib. Ada juga yang menyatakan alasan, sebagai balas dendam lantaran si pasangan telah melakukannya lebih dahulu.

Berbicara dari sudut pandang seorang pria yang telah beristri, maka yang paling pertama terlontar sebelum nekat melakukan perselingkuhan hubungan dengan wanita lain adalah, mampukah kita mengkhianati Istri yang sekian lama telah mendampingi ?

Walaupun dengan alasan bahwa sang Istri sudah tak mampu lagi melayani syahwat suaminya mungkin lantaran capek bekerja, mengasuh anak hingga mengurus rumah tangga. Tegakah kita meninggalkan Istri yang setia mendampingi dari saat kita blom jadi apa-apa, hingga kini saat sudah memiliki segalanya malah enak-enakan dengan wanita lain ?

pgkhianatan.jpg

Pantaskan kita menelantarkan Istri yang sudah mengadu nyawanya untuk melahirkan putera puteri kita, demi sebuah kenikmatan sesaat dengan wanita simpanan yang siap menguras segala hal yang kita miliki dan capai selama ini ?