Uji Coba Simulatornya Sebelum Membeli

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Terkadang bagi sebagian orang, ketersediaan budget tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan akan sebuah ponsel sebagai alat berkomunikasi. Ada juga yang barangkali terlalu memikirkan ‘apakah kelak perangkat yang akan dipilih mampu digunakan atau termanfaatkan dengan baik atau tidak. Jika Rekan Tokoh masih merasa ragu seperti itu, yuk coba dulu Simulatornya sebelum memutuskan untuk membeli.

Simulator yang dimaksud disini adalah Aplikasi yang dapat dijalankan melalui perangkat PC/NoteBook, untuk memberikan pengenalan awal kepada pengguna khususnya yang bergerak dalam bidang pengembangan mobile application tentang apa dan bagaimana cara kerja sebuah perangkat ponsel. Sejauh ini keberadaan aplikasi Simulator baru tersedia pada ponsel yang berjenis Smartphone dengan ciri penggunaan OS atau Sistem Operasi tertentu. Ukuran installer sebuah aplikasi Simulator ini biasanya berkisar antara dari 50 MB hingga 300an MB. Tergantung pada jenis Sistem operasinya dan juga tahun rilisnya.

Untuk perangkat Symbian yang digawangi Nokia, meski kini sudah tergolong jarang dirilis kembali namun beberapa perangkat ponsel tipe S40nya masih bisa dijumpai di pasaran. Rata-rata perangkat ini mengandalkan layar sentuh dilengkapi dengan keypad 3×4. Untuk dapat mempelajari isinya lebih jauh Kawan Tokoh bisa mengunduh aplikasi Simulatornya di alamat Nokia Developers. Aplikasi ini terbagi atas tipe sistem operasi yang dirilis dari S40 untuk Nokia type keypad numerik, S60 untuk Nokia smartphone, dan S80 untuk Nokia Communicator, serta versinya masing-masing.

Dibandingkan Symbian, ketersediaan ragam Simulator untuk perangkat BlackBerry jauh lebih banyak, bergantung pada versi sistem operasi yang dirilis dan juga seri ponsel yang ingin dicoba. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi BlackBerry pada bagian Support. Untuk sistem operasi versi terakhir, ukuran Installernya cukup besar kisaran 180 MB hingga 220 MB. Yang unik dalam pemanfaatan aplikasi Simulator ini adalah kemampuannya yang setara dengan perangkat sesungguhnya meski minus BlackBerry Messenger. Setidaknya Kawan Tokoh bisa memanfaatkannya untuk melakukan Update Status untuk memunculkan tulisan ‘update via BlackBerry’ di bagian bawah status update hingga mencoba satu persatu aplikasi yang terdapat dalam App World.

Lantas ada Android, sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Google, raksasa mesin pencari dengan sifat yang terbuka atau Open Source. Berbeda dengan aplikasi Simulator yang lainnya yang berdiri sendiri sesuai seri ponsel ataupun versi sistem operasinya, khusus Android menggunakan satu kesatuan aplikasi untuk semua versi dan seri ponsel. Hanya saja pemilahannya baru dilakukan saat pengguna menjalankan aplikasi Simulator tersebut. Sedikit lebih merepotkan, apabila pengunduhan Simulator lain dilakukan terlebih dahulu baru diinstalasi secara offline, tidak demikian halnya dengan Simulator Android yang proses instalasinya mutlak dilakukan secara online. Ada dua jenis Simulator yang ditawarkan, pertama, aplikasi yang berjalan di perangkat pc/notebook seperti yang disebutkan tadi, dan kedua aplikasi yang berlaku sebagai sistem operasi yang dapat dijalankan secara mandiri melalui proses booting. Untuk yang terakhir ini, file instalasi dapat disimpan dalam bentuk cd atau flash disk.

Setelah Microsoft memutuskan untuk menutup riset dan pengembangan bagi sistem operasi Windows Mobile lama mereka yang sebetulnya masih bisa dicoba juga Simulatornya, kini mereka mencoba hadir kembali dengan tampilan dan kinerja yang menggoda lewat Windows Phone versi 7.5 Mango. Serupa dengan Simulator Android yang mengharuskan proses instalasi secara online, untuk aplikasi Simulator yang dikembangkan oleh Microsoft pun demikian pula adanya. Ukuran installernya tergolong kecil, sekitar 3,4 MB saja. Namun untuk mampu menggunakannya, Microsoft mensyaratkan spesifikasi perangkat pc/notebook yang cukup besar yakni ketersediaan space untuk hasil instalasi sebesar 4 GB, penggunaan 3 GB Memory RAM serta versi sistem operasi minimal Vista atau Windows 7. Paket Instalasi ini sudah termasuk dengan aplikasi Microsoft Visual Studio yang menjadi syarat utama menjalankan Simulatornya.

Terakhir ada iOS buatan Apple yang dikenal lewat perangkat iPhone dan iPad-nya. Jika perangkat pc/notebook yang Kawan Tokoh gunakan masih mengadopsi sistem operasi Windows, maka bersiaplah untuk kecewa lantaran aplikasi Simulator untuk perangkat pintar ini hanya tersedia dalam sistem operasi Mac.
Jikapun Kawan Tokoh menemukan beberapa aplikasi Simulator iOS yang mampu dijalankan pada sistem operasi Windows, sepengetahuan kami rata-rata masih merupakan sebuah aplikasi simulasi tampilannya saja, baik yang difungsikan hanya untuk melihat perpindahan menu atau tampilan halaman web yang disajikan lewat layar perangkat.

Sebenarnya masih banyak jenis aplikasi Simulator yang dapat dicoba untuk melakukan pengujian perangkat ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya seperti Bada yang dikembangkan oleh Samsung atau WebOS yang dikembangkan oleh Palm lalu diakuisisi oleh HP. Sayangnya perangkat-perangkat tersebut tampaknya tak lagi dirilis oleh vendor terkait atas dasar tidak berhasil dari segi komersial.

Augmented Reality, berFantasi lewat Kamera dan layar Ponsel

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah merasakan aplikasi Dragonfly besutan Samsung yang tempo hari sempat kami bagi informasinya di halaman ini ? aplikasi berburu Capung Virtual yang kabarnya hanya tersedia di perangkat Android Galaxy series namun ternyata masih bisa dipergunakan di vendor lain. Atau aplikasi Google Goggles, yang mampu membantu pengguna mencarikan info lebih banyak hanya dengan cara mengarahkan lensa kamera pada satu objek yang ingin diketahui apa dan bagaimananya ?

Augmented Reality atau yang kerap disebut dengan singkatan AR merupakan sebuah gambar pencitraan digital dalam layar elektronik, yang tampak nyata karena bersatu dengan lingkungan sekitar yang tertampil dalam layar. Tidak seperti pencitraan maya yang menggantikan seluruh lingkungan nyata, AR hanya sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan tersebut dengan benda dua ataupun tiga dimensi.

Adapun benda-benda yang tampil dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality ini difungsikan sebagai alat untuk menyajikan informasi yang dapat membantu pengguna berinteraksi atau melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan lingkungan nyatanya.

Pada awal pengembangannya, teknologi ini lebih banyak digunakan dalam bidang kesehatan, militer serta industri, yang kini sudah banyak pula diterapkan dalam berbagai jenis aplikasi atau permainan dengan memanfaatkan kamera dan layar ponsel. Beberapa diantaranya dapat dinikmati di beberapa perangkat yang mengadopsi OS atau sistem operasi iOS serta Android. Katakanlah seperti aplikasi Nearest Wiki yang tersedia di App Store milik Apple, berfungsi sama seperti aplikasi Google Goggles diatas. Atau Star Walk yang mampu menyajikan rasi bintang dengan cara menghadapkan layar iPhone ke langit secara real time.

Bahkan ada juga beberapa aplikasi yang mengawinkan teknologi Augmented Reality ini dengan lokasi atau tempat berdasarkan pemanfaatan fitur GPS untuk menampilkan titik-titik di sekitar dalam radius tertentu. Hal ini kemudian memungkinkan pengembang aplikasi untuk membuat fitur pemberian arah serta menyuarakannya kepada pengguna dalam tampilan layar.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam memanfaatkan aplikasi ataupun permainan yang mengadopsi teknologi Augmented Reality di perangkat ponsel genggam ini adalah kebutuhan akan koneksi data yang dipergunakan dalam perangkat, untuk dapat menyajikan objek virtual dengan baik dan tanpa lag.

Kabar terakhir, pemanfaatan teknologi Augmented Reality ini telah diadopsi pula oleh raksasa mesin pencari Google dalam sebuah perangkat kacamata yang canggih dan futuristik. Dikontrol dengan suara, kacamata Google yang disebut sebagai Project Glass ini mampu melakukan pencarian informasi secara online, berkirim email hingga video chat dengan sesama penggunanya. Dan dengan memanfaatkan lattitude, kacamata ini dapat pula digunakan untuk mengetahui lokasi pengguna dan keadaan cuaca setempat.

Meski diragukan kemampuannya oleh banyak pihak, namun penampilan pertama penggunaan kacamata dengan konsep ini dilakukan oleh Sergey Brin, salah satu pendiri Google ketika menghadiri acara amal di San Francisco awal April lalu. Bukan tidak mungkin dalam satu dua tahun kedepan, teknologi berbasis Augmented Reality ini akan banyak dirilis ke masyarakat global dalam berbagai bentuk perangkat pintar.

iPhone 4S Desain Tetap Kinerja Melesat

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Meski agak terlambat untuk melakukan Review pada perangkat hasil kembangan Apple beberapa saat setelah kepergian sang Godfather Steve Jobs, tetap saja kami merasa beruntung bisa memegangnya secara langsung selama tiga hari pengujian atas pinjaman seorang teman. Mau tahu gambarannya ?

Secara kasat mata apalagi saat ponsel berada dalam kondisi off, rasanya kami kesulitan untuk membedakan antara perangkat iPhone 4S yang kini berada dalam genggaman dengan perangkat rilis sebelumnya iPhone 4 yang dikaruniai gelar sebagai desain ponsel terbaik itu. Hingga tidak salah jika kami mengatakan seperti halnya judul diatas. Namun, walaupun terlihat sama persis secara desain, kabarnya kali ini permasalahan antenna yang dahulu sempat menuai kritikan tajam dari para pengguna dan pesaingnya pada perangkat iPhone 4, sudah tak lagi ditemukan.

Di saat perangkat pesaingnya sudah berlomba-lomba untuk menyajikan layar super besar dan lebar, iPhone 4S masih mengandalkan besaran layar 3,5 inchi dengan 16 juta warna plus Retina Display, perbedaan itu baru terlihat saat iPhone 4S dinyalakan. Jika dibanding pendahulunya, layar yang disajikan kali ini jauh lebih jernih dan nyaman bagi mata pengguna. Demikian halnya dengan resolusi yang dibekali sedikit lebih besar sekitar 640×960 pixel.

Sayangnya saat ditilik dari tampilan User Interface, rasanya belum ada pengembangan yang berarti sejak rilis awal iPhone terdahulu. Terkecuali penggunaan sistem notifikasi yang bagi pengamatan kami mengadopsi cara kerja Android dengan menyapu taksbar disisi atas layar ke arah bawah. Hal ini jauh lebih memudahkan pengguna untuk melihat info pembaharuan pada perangkat.

Anggapan iPhone (dan juga iPad) yang pelit akan resolusi kamera agaknya patut dihapus kali ini. Dengan memanfaatkan besaran lensa 8 Mega Pixel dan led flash, iPhone 4S kini tampil lebih percaya diri dan siap untuk bersaing dengan perangkat lain yang sudah lebih dulu mengadopsinya. Disisi lain, lensa ini memiliki kemampuan untuk melakukan perekaman video High Definition 1080p 30 fps. Sedang untuk memenuhi kebutuhan akan video call dimana dalam perangkat ini disebut dengan istilah Facetime, iPhone 4S telah menyelipkan kamera sekunder ukuran VGA di sisi depan perangkat.

Untuk urusan kinerja, iPhone 4S nyatanya memberikan bukti yang jauh lebih baik ketimbang pendahulunya. Prosesor dua inti 1 GHz siap dipadukan dengan besaran memory RAM 512 MB plus internal storage 16/32/64 GB. Hal ini membuat pengguna dapat memanfaatkan perangkat untuk melakukan berbagai aktifitas tanpa adanya hambatan yang berarti. Untuk mengujinya, kami sempatkan mencoba beberapa games yang sekiranya membutuhkan grafis tingkat tinggi.

Bicara iPhone 4S rasanya belum lengkap jika belum melirik aplikasi handalannya kali ini, SIRI. SIRI merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan sebuah perangkat ponsel pintar berbasis iOS mengubah fungsinya menjadi sebuah perangkat Intelligent Personal Assistant yang memberikan kuasa kepada pengguna untuk melakukan atau menyelesaikan satu kegiatan dengan cara bertanya kepada perangkat yang mengadopsi teknologi ini. Namun Khusus untuk yang satu ini, Koran Tokoh bahkan sempat menurunkan bahasan soal perlu tidaknya SIRI bagi pengguna di Indonesia beberapa waktu lalu. Jadi silahkan buka kembali arsip terdahulu yah.

Selain SIRI, ada juga fitur iCloud, sebuah layanan penyimpanan data di awan yang dapat diunggah dan diunduh dengan cara online atau terhubung ke dunia maya. Bagi setiap pengguna iPhone 4S diberikan opsi gratis penggunaan space sebesar 5 GB. Menurut pendapat beberapa Rekan Tokoh yang memang sudah memanfaatkan fitur ini sejak awal, rata-rata mensyukuri adanya fasilitas iCloud pada perangkat ponsel mereka. Lantaran sejak menggunakan iCloud, tak ada lagi yang namanya ‘ketinggalan data dirumah, di flash disk bahkan Notebook.

Tak ketinggalan fitur iBookStore, sebuah aplikasi e-Reader untuk buku-buku dalam format digital yang disajikan dalam sebuah tampilan rak kayu. Buku-buku tersebut tersedia dalam jumlah ribuan baik berbayar atau yang dapat diunduh dan dibaca secara gratis. syukurnya, untuk dapat memperbaharui koleksi buku yang dapat dimiliki oleh pengguna tersedia cara importing file melalui sinkronisasi aplikasi iTunes atau mengunduhnya langsung dari jendela Browser.

Ngomong-ngomong soal Browser, iPhone 4S masih menggunakan Safari sebagai andalannya dalam menjelajah dunia maya. Sayangnya, browser bawaan ini tidak mendukung flash player seperti halnya para pesaingnya, namun telah mendukung format HTML5 yang diyakini jauh-jauh hari oleh almarhum Steve Jobs bakalan menggantikan keberadaan flash player tadi cepat atau lambat.

Dan seperti biasa, untuk mendukung kinerja iPhone 4S yang kini sudah jauh lebih baik dan sejumlah fitur penting yang mampu dijalankan, Apple memberikan peningkatan kapasitas dan daya tahan batere Li-po sebesar 1432 mAh. Dalam tiga hari pengujian kami, daya tahan batere ini dapat berlangsung hingga 1,5 hari dalam batas pemakaian normal (berkat ketiadaan dukungan flash player yang mampu menyedot daya tahan jauh lebih banyak), dan dua kali Charge dalam sehari untuk penggunaan secara terus menerus. Apalagi jika aktifitas pengguna memiliki kesamaan dengan perilaku kami, bermain games HD.

Saatnya Berburu Ponsel Smartphone Branded Murah

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Entah ada hubungannya atau tidak, gempuran ponsel murah berbasis Android yang diluncurkan baik oleh vendor global ataupun lokal sepertinya mulai berimbas pada harga tawar perangkat ponsel pintar yang sebelumnya dirilis oleh vendor besar secara perlahan mulai turun ke harga wajar. Penurunan ini bisa jadi tidak disadari oleh kalangan yang begitu tergoda dengan iming-iming ‘bonus’ dari sebuah perangkat berbasis Android. Padahal dalam rentang kisaran harga yang sama, secara kemampuan tentu ponsel-ponsel pintar ini tak kalah awal dengan besutan si robot hijau. Hanya saja secara trend barangkali nama mereka sudah mulai memudar.

Namun bagi Rekan yang punya budget terbatas namun tak ingin ikut-ikutan latah memilih perangkat Android, yuk intip beberapa smartphone lainnya yang pantas diburu kali ini.

Blackberry. Sebagai perangkat yang masih menjadi nomor satu paling dicari di Indonesia lantaran kemampuan BBM-nya, harga tawar ponsel baru Blackberry tampaknya sudah mulai terjangkau bagi kantong konsumen. Katakan saja seri Gemini yang bertengger di angka 1,6 juta atau versi cdma-nya yang dibanderol hanya 1,3 juta saja serta 3G atau Curve 9300 yang rupanya sudah menurun ke 2,4 juta. Sedang yang menginginkan OS versi 7 terkini, bisa melirik seri 9360 dan 9380 yang berada di kisaran 3 juta.

iPhone. Meski vendor ini meledak lewat seri iPhone 4-nya, seri terdahulu rupanya masih diburu para loyalisnya yang ingin tahu seberapa jauh mengasyikkannya perangkat besutan Apple dengan harga yang wajar. iPhone 3GS lah jawabannya. Harga tawar yang sudah menurun hingga angka 3,5 juta tampaknya sangat sayang untuk dilewatkan. Demikian pula dengan fitur-fitur yang masih dapat dikembangkan lagi kemampuannya secara optimal.

Motorola. Dibandingkan dua brand diatas tadi, rilis ponsel smartphone dari Motorola ini tergolong jauh lebih dulu. Tak heran apabila secara OS atau sistem operasi yang disematkan sudah termasuk jadul apabila dibandingkan dengan yang hadir saat ini. Meski begitu, distributor Motorola tampaknya masih tetap mempertahankan keberadaan dua seri mereka Q9 dan Q8 cdma, yang mengadopsi Windows Mobile 6.1 dengan harga jual dibawah sejuta. Tawaran yang menarik bukan ?

Nokia. Di lini pasar Smartphone, Nokia masih menjadi Raja yang memegang penjualan tertinggi seri ini di seluruh dunia. Satu alasan paling telak adalah, Nokia sudah menjual seri Smartphone jauh sebelum vendor lain melakukannya, termasuk Android sekalipun. Terhitung tahun 2010/2011 Nokia jualah yang paling rajin menggelontor pasar dengan ponsel berlayar sentuh dan mengadopsi multi series OS Symbian. Aksi turun harga pun termasuk salah satu strategi mereka untuk tetap bisa Survive ditengan gempuran Android. Silahkan Rekan coba melirik seri C6, C6–01 atau C7 yang turun hingga angka 2 juta rupiah atau E6 yang mengadopsi papan ketik qwerty dan N8 di kisaran 3 juta rupiah saja. Jikapun itu masih tergolong mahal, bisa melirik ponsel murah berlayar sentuh mereka yang ada dikisaran harga bawah sejuta.

Samsung. Sebelum berkolaborasi dengan Android, Samsung merupakan salah satu vendor yang tergolong rajin merilis ponsel berbasis Windows Mobile. Peruntungan mereka di masa itupun bisa dikatakan sangat besar mengingat teknologi yang disematkan dalam tiap rilis ponsel tergolong mumpuni apabila disandingkan para pesaingnya. Seri Omnia yang diluncurkan tahun 2008-2010 bisa menjadi pilihan yang masih layak untuk diburu. Jikapun menginginkan rilis lebih baru lagi, Rekan bisa melirik seri Wave yang mengadopsi OS Bada, sebuah sistem operasi yang secara khusus dikembangkan Samsung saat ini. Adapun kisaran harga yang ditawarkan berada dalam rentang 1,5 hingga 2,5 juta rupiah.

Sony Ericsson. Brand yang kabarnya sebentar lagi bakalan pecah kongsi ini, seperti halnya Nokia merupakan salah satu vendor besar yang rajin merilis ponsel pintar dijamannya. Adapun OS yang dipilih untuk melanggengkan usahanya saat itu adalah Symbian dan Windows Mobile. Di pasar menengah, Sony Ericsson masih menyediakan beberapa seri Vivas dengan harga tawar dua jutaan. Sedang di pasar bawah, seri Aspen tampaknya masih menarik untuk dilirik. Ponsel berpapan ketik qwerty ini dibanderol dibawah sejuta rupiah. Sangat menarik mengingat OS yang disematkan sudah Windows Mobile 6.5, versi terakhir yang dikembangkan oleh Microsoft sebelum berganti nama menjadi Windows Phone.

Harga kisaran rata-rata 2 hingga 3 juta rupiah, kami masih anggap wajar untuk bisa menebus barisan ponsel Smartphone branded yang siap diburu mengingat dalam rentang yang sama, konsumen sudah bisa mendapatkan beberapa seri ponsel berbasis Android kelas menengah. Paling tidak, ketimbang ikut-ikutan latah memilih ponsel yang tergolong boros daya batere, kenapa tidak mencoba alternatif lainnya ?

Pilih BlackBerry, iPhone, Symbian atau Android ?

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Awal Tahun Baru 2012 merupakan momen tepat bagi pengguna ponsel di tanah air terutama yang berkeinginan untuk mengganti ponsel lama ke tipe ponsel pintar yang notabene pada akhir tahun 2011 beberapa vendor ternama sudah memulai genderang perangnya masing-masing. BlackBerry v.7.0, iPhone lewat iOS v.5, Symbian ^3 Anna dan Belle serta Android. Sistem Operasi adalah satu syarat mutlak dalam memilih sebuah perangkat telekomunikasi pintar. Sebelum memutuskan untuk memilih, kami coba perkenalkan satu persatu sebagai bahan pertimbangan.

BlackBerry. Sebagai perangkat yang masih menjadi incaran bagi sebagian besar pengguna ponsel di tanah air, Research In Motion (RIM) kini datang dengan membawa rilis versi OS terbaru 7.0. Mereka menawarkan fitur NFC (Near Field Communication) yang memungkinkan penggunanya untuk bertukar data atau melakukan transaksi antar ponsel dengan hanya mendekatkannya saja. Selain itu ada peningkatan performa browser yang lebih baik ketimbang pendahulunya. Juga tampilan depan (HomeScreen) dan Menu yang jauh lebih dinamis dan berwana. Peningkatan lain dilakukan pula pada besaran Prosesor yang digunakan ditambah memory dan juga RAM, sehingga harapannya tentu saja BlackBerry tidak lagi menjadi perangkat ponsel pintar yang lemot dalam beraktifitas. Beberapa ponsel rilis BlackBerry yang dapat dijadikan sebagai pilihan yaitu BlackBerry Bold 9900, 9850 Monaco dan Bold 9790.

iPhone. Berbarengan dengan momen kepergian Steve Jobs sang Founding Father’s, Apple meluncurkan perangkat terkini mereka yang diberi nama iPhone 4S. Meski masih menggunakan desain lama, iPhone terkini mengusung Teknologi voice recognition bernama SIRI, dimana pengguna dihadapkan pada perangkat yang mampu melakukan perintah hanya dengan menggunakan suara, menjawab hingga memberikan alternatif saran untuk setiap pertanyaan yang diajukan. Terkait pengiriman email, informasi tempat kuliner, arus lalu lintas hingga yang remeh-remeh untuk sekedar mengujinya. Selain itu ada juga iMessage, Messenger antar pengguna iPhone, yang diluncurkan untuk bersaing dengan BlackBerry Messenger. Sedang bagi pengguna yang ingin menjajal teknologi Cloud (storage di dunia maya), box.net menyediakan 50GB online storage bagi semua pengguna iPhone secara Cuma-Cuma.

Symbian. Pada Tahun 2011 Symbian tampaknya pula harus mengakui kekalahan OS yang mereka banggakan selama lima tahun terakhir. Beberapa versi OS yang dikembangkan dibawah bendera Symbian tak lagi dilanjutkan, termasuk MeeGo yang dahulu sempat digadang-gadangi sebagai pengganti. Kini dengan meliris versi ^3, Anna dan Belle, Symbian yang hanya melakukan kerjasama dengan Nokia tampak pede dengan merilis beberapa ponsel berlayar sentuh dengan tawaran harga yang terjangkau. Selain aksesibilitas Menu yang lebih gegas, pengguna diberikan keleluasaan untuk melakukan kustomisasi tampilan depan HomeScreen sesuai keinginan. Selain itu ada juga penambahan jumlah halaman depan yang dapat dimanfaatkan sesuai kategori. Beberapa ponsel yang dapat dijadikan pilihan adalah Nokia X7, Nokia E6, Nokia 500 dan Nokia 700.

Android. Invasi si robot hijau hasil kembangan Google tampaknya makin tak terbendung. Setelah merangsek pasar ponsel saat merilis versi 2.3 GingerBread, kini Android sedang bersiap menggantikannya dengan rilis 4.0 ber-code name Ice Cream Sandwich. Sedang versi 3.0 HoneyComb masih tetap diperuntukkan bagi perangkat Tablet. Berbeda dengan OS lainnya yang identik dengan satu nama Vendor, Android tampil ke publik diusung oleh beragam vendor ternama seperti Samsung, LG, HTC, Sony Ericsson atau Motorola hingga vendor lokal Nexian, IMO, Huawei atau ZTE. Lantaran diusung beragam vendor, Android pun kemudian ditawarkan dengan beragam harga dan tentu beragam kemampuan. Semua itu untuk memberikan banyak pilihan bagi para calon pengguna dari yang sekedar hanya ingin mencoba dan belajar menggunakannya hingga tingkat Expert yang membutuhkan spesifikasi tinggi untuk berakfitas. Salah satu kebanggaan perangkat Android adalah kemampuannya untuk melakukan Tethering atau berbagi koneksi wifi dengan perangkat lainnya. Namun dengan mengusung input layar sentuh dan kemampuan yang mutlak mensyaratkan online untuk mengoptimalkan fungsi perangkat, salah satu kekurangan yang kerap dikeluhkan oleh pengguna Android adalah borosnya daya batere yang dibutuhkan untuk aktifitas harian.

Selain sistem operasi yang telah disebutkan diatas, ada juga alternatif lain OS Windows Phone 8 yang masih dalam tahap pengembangan. Mengingat versi terdahulu 6.5 dan 7.5 yang kabarnya dengan terpaksa dihentikan lantaran kurang mampu bersaing dengan yang lain.

Untuk memilih satu dari empat sistem operasi OS diatas, selain kebutuhan ada juga ketersediaan Budget sebaiknya dipertimbangkan. Apabila boleh kami sarankan, silahkan coba pilihan kelas menengah agar kelak tak menyesal dengan besaran dana yang dikeluarkan atau terbatasnya kemampuan yang dapat dilakukan.

(PanDe Baik)
Artikel ini sempat pula tayang di Media Koran Tokoh edisi Minggu pertama Januari Tahun 2012

Viber, Gag semua Android dan iOS Suka

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah mencoba untuk menggunakan Viber Kawan ? well, bagi yang belum tahu apa dan bagaimananya, baca tulisan Viber sebelumnya yah.

Melanjutkan aksi ViberRator di blog www.pandebaik.com, kali ini saya ingin berbagi sejumlah informasi tambahan terkait penggunaan Viber sebagai salah satu alternatif sarana komunikasi jarak jauh yang tentu saja murah.

Seperti yang saya katakan diatas, bahwa Viber akan jauh lebih bermanfaat untuk melakukan komunikasi Voice jarak jauh, terutama bagi Kawan yang memiliki kerabat ataupun kenalan dan juga relasi bisnis jauh diluar negeri. Yang notabene, seumpama komunikasi dilakukan lewat ponsel GSM biasa ataupun interlokal barangkali jatuh biayanya  akan lebih mahal. Lantas bagaimana dengan Rekan sekantor misalkan ? selama masih bisa menggunakan jaringan antar operator, mengapa tidak ? jauh lebih mudah bukan ?

Sejak awal Viber memang sudah diwanti-wanti bahwa akan mampu berjalan dengan baik saat ponsel atau perangkat berada dalam jaringan <minimal> 3G atau Wifi. Lantas bagaimana dengan yang tak mampu menjangkaunya ? pada layar ponsel akan tertera peringatan ‘Poor Network’ alias jaringan data yang lemah sehingga baik kapasitas suara, kejernihan dan kecepatan sampainyapun tidak jauh berbeda saat saya menguji Voice Call milik akun Yahoo Messenger beberapa waktu lalu. Terputus-putus dan lag beberapa detik.

Seperti halnya Whatsapp, Viber bisa juga difungsikan sebagai sarana Messenger aliat Chat secara Free antar pengguna Viber. Uniknya, pemberitahuan balasan sekaligus sarana untuk membalas percakapan, tampil pula di halaman utama sebagai pop-up. Hal ini tentu jauh lebih memudahkan pengguna dalam berinteraksi satu sama lain. Meski demikian, hingga hari ini saya tak jua menemukan cara untuk membuat Group Chat seperti halnya Whatsapp untuk berinteraksi antar sesama pengguna Viber dalam jumlah banyak.

Terkait kompabilitas, sejauh tulisan terdahulu murni menyebutkan hanya untuk perangkat Android dan iOS dalam hal ini iPhone. Artinya, untuk perangkat berbasis os BlackBerry ataupun Symbian ya silahkan untuk menunggu Antrean selanjutnya. Tapi tahukah kawan bahwa ternyata tidak semua Android dan iOS kompatibel untuk bisa menggunakan Viber dengan baik dan benar ?

Terpantau seorang kawan Androiders yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan aplikasi Viber di Android Market senin pagi lalu. Hal yang sama ia temukan pula saat mengakses halaman resmi Viber dan berniat mengunduhnya. Padahal sebagai informasi, ponsel yang ia gunakan adalah Sony Ericsson eXperia Mini Pro yang sudah mengadopsi Android 2.3 GingerBread. Salah satu alternatif solusi yang dapat saya tawarkan saat itu adalah mengirimkannya file installer Viber melalui jalur email dan memintanya untuk menginstalasi secara manual. Hasilnya mantap. Viber bisa digunakan dengan baik. Bagi Kawan yang mengalami hal yang sama, saya sudah siapkan file installernya di 4Shared untuk jaga-jaga. Unduh disana yah…

Terpantau pula pada iPhone 3G milik seorang teman yang rupanya mentok di proses Verifikasi Kode sebagai upaya Registrasi Viber di perangkat yang akan digunakan. Padahal aplikasi sudah berhasil dicangkokkan. Lain lagi dengan perangkat iPhone 3GS milik seorang kerabat yang rupanya pasca instalasi Viber, terjadi malfungsi virtual keypad saat akan mengetikkan kalimat yang membuat huruf tertekan dua kali dari yang seharusnya. Ada yang mengalami ?

Meski demikian, pada percobaan saya yang kedua kalinya untuk menghubungi kakak di Ottawa Canada sana sepanjang perjalanan menuju kawasan Munggu hari Sabtu siang lalu (pasca publikasi tulisan), percakapan terjadi selama setengah jam lamanya dengan kualitas suara yang jernih dan jelas. Ini wajar adanya mengingat jaringan yang saya dapatkan selama komunikasi berlangsung adalah HSDPA alias 3,5 G. Jadi, sudah sepatutnya saya berTerima Kasih pula pada operator XL :p

Masih ragu untuk mencoba ?

Trik membuat User Akun AppleID tanpa Kartu Kredit

8

Category : tentang TeKnoLoGi

iPhone bisa jadi masih menjadi ponsel dewa bagi pegawai negeri sekelas kami, itu sebabnya keberadaan ponsel terlaris sepanjang masa ini masih tergolong jarang dimiliki oleh sebagian besar rekan kantor dilingkungan kami. Kalopun ketemu, maka akan lebih jarang lagi yang kemudian mampu memanfaatkan segudang kemampuan yang dimiliki serta dioptimalkan untuk mendukung pekerjaan yang mereka lakoni. Ada yang mencoba membuktikannya lewat Survey ?

Seperti halnya ponsel pintar lain seperti Android, BlackBerry ataupun Symbian, untuk dapat mengoptimalkan perangkat dibutuhkan beberapa utility, aplikasi ataupun sarana hiburan tambahan yang kesemuanya itu dapat dicari dan diunduh secara resmi lewat Market atau App Store masing-masing. Dan untuk bisa melakukannya mutlak dibutuhkan sebuah user akun yang memberikan syarat dan ketentuan berbeda untuk masing-masing jenis sistem operasi.

iPhone, yang jika diakses melalui layar ponsel, satu-satunya hal yang kemudian menjadi penghambat proses pembuatan akun AppleID baru adalah Kartu Kredit atau PayPal. Hal ini disebabkan karena belum semua pengguna iPhone saya yakin mengenal transaksi jual beli secara online dengan baik. Ini bisa dimaklumi lantaran rata-rata aplikasi dan juga permainan yang ada di ruang Application Store milik Apple memiliki status Berbayar.

Lantas bagaimana caranya apabila pengguna iPhone hanya ingin mencari dan mengunduh Utility, aplikasi atau permainan yang berstatus Free to Use ? alias Gratis ?

Bisa kok. Caranya masih sama, namun dengan memanfaatkan media NoteBook atau PC.

Yang dibutuhkan untuk bisa melakukan ‘Trik membuat akun AppleID tanpa Kartu Kredit atau PayPal’hanyalah aplikasi iTunes yang bisa didapatkan melalui alamat resmi Apple dan Koneksi Internet. File sebesar 77,4 MB ini harus diinstalasi terlebih dahulu pada perangkat NoteBook/PC lalu kemudian dijalankan secara online.

Akses kolom iTunes Store yang terdapat pada sidebar kiri halaman utama aplikasi lalu pilih Menu App Store. Ketika halaman telah menampilkan barisan aplikasi dan permainan yang tersedia di Menu App Store, pilih salah satu yang berstatus Free to Use.

Sebelum pengunduhan dilakukan, secara default aplikasi akan meminta Pengguna untuk memasukkan user akun AppleID yang telah dimiliki atau memberikan opsi tambahan pembuatan baru apabila pengguna belum memilikinya. Pilih saja opsi kedua untuk melanjutkan.

Silahkan masukkan data dan kelengkapan yang dibutuhkan untuk membuat User Akun AppleID yang baru meliputi alamat email, password yang diinginkan, pertanyaan rahasia (jika pengguna melupakan passwordnya kelak) dan tanggal lahir, lalu lanjutkan prosesnya.

Nah, dipengisian kedua inilah pengguna dapat memilih untuk memanfaatkan pilihan ‘None’ pada bagian media pembayaran dan melanjutkan proses hingga selesai. Jika sudah, iTunes akan mengirimkan email ke alamat yang sebelumnya dimasukkan sebagai kelanjutan proses Verifikasi akun.

User Akun AppleID yang telah selesai diVerifikasi secara online, secara langsung dapat digunakan pada aplikasi iTunes baik melalui media Ponsel ataupun NoteBook/PC. Hanya saja pemanfataannya dibatasi untuk aplikasi atau permainan yang berstatus Free to Use.

Yang perlu diketahui disini bahwa untuk tata cara pengisian Password (saat pembuatan user akun AppleID), membutuhkan minimal delapan digit kombinasi angka dan huruf yang mengandung minimal  1 huruf kecil, 1 huruf kapital dan 1 angka. Misalkan saja ‘PanDeBaik2011’.

Trik kali ini saya temukan ketika beberapa rekan kantor yang secara kebetulan memiliki perangkat iPhone dan juga iPad mengalami kesulitan untuk mengunduh aplikasi dan juga permainan yang mereka inginkan dari App Store. Kendalanya selalu sama, mentok di media pembayaran kartu kredit atau PayPal yang tak mereka miliki.

Semoga saja Trik kali ini bisa berguna pula bagi kawan semua.

Update Status via FaceBook for Android, Mau ?

14

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya topik bahasan semacam ini sudah kali ke sekian saya tuliskan lewat blog. Baik itu Update Status via HaPe Pinjaman, via ponsel mahal atau via BlackBerry yang memanfaatkan aplikasi StatusVia atau Simulator resmi perangkat BlackBerry Torch. Sayangnya, untuk pemanfaatan aplikasi StatusVia buah karya si Oky ternyata sudah tak dapat ditemukan lagi lewat alamat link yang sama. Setelah ditelusuri lewat bantuan Mbah Google, ada dua alamat yang menyediakan aplikasi StatusVia (salah satunya bisa jadi milik si Oky) yang sekiranya dapat digunakan melalui perangkat PC/NoteBook dengan langkah persiapan mutlak menghubungkannya terlebih dahulu dengan akun jejaring sosial FaceBook.

Ternyata keinginan untuk bergaya Update Status melalui perangkat ponsel Mahal tak hanya menjangkiti pengguna pc/notebook yang tidak memiliki perangkat terkini tersebut, tapi juga pengguna Android yang dikenal dengan sebutan Androiders. Entah mengapa setiap kali mereka melakukan Update Status melalui aplikasi FaceBook for Android, yang terlihat dilayar pc/notebook ataupun layar ponsel pengguna lain tetap saja menampilkan via Mobile Web. Gag keren, ungkap mereka.

Bisa jadi perubahan status “Update Status via FaceBook for Android” terjadi sebagai kelanjutan perseteruan pihak Google (sebagai induk semang sistem operasi Android) yang baru saja mengembangkan jejaring sosial Google+ dengan pihak pengembang FaceBook sebagai saingan utamanya.

Lantas, bagaimana dong caranya agar status “Update Status via FaceBook for Android” yang dilakukan oleh para Androiders, tetap bisa tampil sempurna sesuai harapan dilayar pc/notebook ataupun layar ponsel pengguna lain ?

Gunakan saja aplikasi FB Freaky Updater

Serupa dengan pola aplikasi StatusVia yang dikembangkan untuk perangkat pc/notebook diatas, aplikasi FB Freaky Updater pun berjalan dengan pola aplikasi yang sama. Untuk bisa menjalankannya, Androiders mutlak menghubungkan aplikasi FB Freaky Updater dengan akun jejaring sosial FaceBook terlebih dahulu. Aplikasi ini bisa didapatkan melalui Android Market secara Gratis.

Aplikasi FB Freaky Updater yang saya instalasi di perangkat Android Samsung Galaxy ACE, secara default menyediakan beberapa Update Status Via yang bisa dipilih atau digunakan. Diantaranya, via Facebook for Android (lengkap dengan icon robot ijo-nya), Android 5.0 on Nokia 5110 (Nokia Pisang), Apple iPhone 4 ½, FaceBook Palm, FaceBook for BlackBerry, HTC Sensation milik Sinta dan Jojo Keong Racun, hingga iPhone 5 Rakitan Glodok.

Disamping beberapa pilihan yang bisa dicoba atau digunakan diatas, Pengguna juga diijinkan untuk membuat aplikasi Via ‘made in sendiri’ dengan bantuan aplikasi FB Freaky Updater. Modalnya hanya satu yaitu API Key/Application ID yang bisa didapatkan saat mendaftar/membuat baru aplikasi di jejaring sosial FaceBook Developers. Untuk langkah dan bagaimana cara mendapatkan API Key, bisa dilihat di tulisan lama saya terkait Aplikasi StatusVia Ponsel Mahal yah.

Nah, masih mengeluh karena gag bisa menampilkan status “Update Status via FaceBook for Android” ? be Creative ya…