Berbagi Koneksi lewat Jaringan Wifi

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapatkan layanan paket data yang bersifat Unlimited tanpa adanya penambahan beban biaya saat Kuota terlewati dengan harga yang terjangkau, bisa dikatakan sudah sangat sulit ditemukan belakangan ini. Kalaupun ada, bisa jadi alternatif operator yang tersedia pun sangat terbatas, mengingat ada banyak faktor yang membuatnya mampu untuk dapat digunakan dengan baik. Sayang, tidak semua paket layanan data tersebut dapat dijangkau secara nilai oleh kebanyakan orang, sehingga tips kali ini kami bagi kepada Kawan semua, tentang Bagaimana cara untuk berbagi koneksi melalui Wifi dengan memanfaatkan satu layanan paket data saja.

Mengapa satu ? karena untuk mendapatkan satu layanan paket data yang bersifat Unlimited secara memuaskan semua pihak biasanya harus ditebus dengan nilai yang tidak sedikit. Maka saran kami berikutnya sebelum memulai tips adalah melakukan patungan biaya antar beberapa kawan untuk dapat menutupi biaya langganan bulanan yang dikenai oleh provider yang kelak digunakan. Seberapa besar biayanya ? tentu Kawan yang nanti lebih tahu, baik berdasarkan penjelasan dari website resmi masing-masing operator ataupun rekomendasi dari kawan lain yang telah lebih dulu mencobanya.

Lantas, apa saja yang dibutuhkan untuk dapat Berbagi Koneksi lewat jaringan Wifi ? semua kembali pada jenis perangkat yang kawan Gunakan. Apakah itu berupa modem router, mobile ponsel, smartphone ataupun tabletpc atau barangkali perangkat PC atau Notebook sekalipun. Semua memiliki jenis pengaturan yang berbeda satu sama lain, demikian halnya dengan kemampuan.

Pesatnya kemajuan teknologi di dunia telekomunikasi merupakan faktor utama mengapa hal seperti ini sudah bisa dilakukan. Bahkan bisa dikatakan bahwa tips ini telah dapat dilakukan satu dua tahun lalu berkat inovasi dari salah satu sistem operasi yang kini mulai mendominasi dunia.

Bila kawan memiliki sebuah perangkat modem router yang kini telah banyak dapat ditemukan di pasaran, barangkali akan jauh lebih mudah mengingat tidak banyak persyaratan yang dibutuhkan untuk dapat membagi koneksi lewat jaringan wifi ke banyak pengguna. Cukup menggunakan satu kartu yang telah diaktifkan layanan paket data Unlimitednya, Kawan tinggal melakukan pengaturan dengan berbagai kesepakatan antar pengguna yang kelak memanfaatkannya. Apakah akan ada pemberlakuan privacy atau input kode password tertentu yang diganti secara berkala agar tidak sembarang orang dapat menggunakannya, atau halaman atau aktifitas yang boleh dilakukan atau tidak diakses demi menjaga batasan kuota pemakaian wajar. Untuk harga modem Router sejenis ini bisa didapatkan dari kisaran 300ribuan hingga 1,7 juta rupiah bergantung pada merek dan kemampuannya.

Lain lagi jika perangkat yang Kawan gunakan ini merupakan perangkat mobile ponsel yang dari ragamnya memang mengadopsi berbagai sistem operasi. Persyaratan utama selain adanya dukungan koneksi jaringan wifi yang dimiliki secara built in pada perangkat serta kartu tadi, Kawan pula harus menyiapkan berbagai upaya dari aplikasi maupun upgrade versi sistem operasi, yang sedianya dapat mendukung perangkat untuk melakukan kemampuan seperti yang kami maksudkan.

Untuk yang mensyaratkan penggunaan aplikasi, datang dari ponsel Nokia yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60 atau versi Belle dan Anna, yaitu menggunakan bantuan aplikasi JoikuSpot. Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, gratis dengan kemampuan yang terbatas dan berbayar.

Sedang bagi perangkat mobile ponsel yang mensyaratkan proses Upgrade, datang dari perangkat BlackBerry yang mensyaratkan sistem operasi versi 7.1 dengan fitur yang dikenal dengan istilah Mobile Hotspot, serta perangkat ternama iPhone/iPad yang mensyaratkan proses upgrade ke iOS versi 4.3 untuk dapat menemukan fitur Personal Hotspot pada menu Pengaturan. Jikapun para pengguna produk Apple tidak mampu melakukan proses Upgrade perangkat lantaran ketidaktersediaan versi terkini dari sistem operasi yang digunakan, Kawan dapat memanfaatkan bantuan aplikasi MyWi dengan tambahan perangkat kabel data atau Bluetooth.

Sedangkan bagi perangkat mobile phone yang memang sudah mengadopsi fitur berbagi koneksi melalui jaringan Wifi ini, datang dari sistem operasi Windows Phone baik versi 7, 7,5 dan yang terkini 8, dengan menggunakan istilah Internet Sharing. Ada juga perangkat ponsel maupun tabletpc yang berbasiskan Android, sudah bisa melakukan kemampuan ini sejak dirilisnya sistem operasi versi 2.2 Froyo dua tahun lalu. Adapun istilah yang digunakan dalam perangkat ini adalah Tethering dan dapat ditemukan dalam menu Pengaturan Wireless.

Berbeda dengan kemampuan pengaturan lanjutan yang dapat dilakukan oleh modem Router seperti yang kami sebutkan diatas, untuk sesi pengaturan yang dapat dilakukan pada perangkat mobile phone ini hanyalah fitur Privacy atau input kode keamanan serta persetujuan bagi perangkat mana saja yang diperbolehkan mengakses jaringan seperti yang terdapat dalam perangkat Android milik brand asal Korea Selatan, HTC.

Perangkat terakhir yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi Berbagi Koneksi lewat wifi adalah PC ataupun Notebook yang memang mutlak harus memiliki kemampuan koneksi Wifi built in. Sedang sarana yang dapat digunakan untuk membagi koneksi ke banyak pengguna adalah pemnfaatan aplikasi mobile hotspot, dimana salah satu yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Connectify. Seperti halnya dua jenis perangkat sebelumnya, Pengaturan Privacy merupakan hal yang mutlak dilakukan saat proses instalasi selesai. Dimana proses ini akan diikutsertakan dalam tutorial awal langkah penggunaan aplikasi Connectify. Lantas bagaimana dengan sumber koneksinya ? apakah dengan menggunakan kartu sim card dari operator ? tentu tidak, karena sangat jarang bisa ditemukan perangkat pc ataupun notebook yang memiliki slot sim card secara khusus langsung dalam bodi perangkat. sehingga alternatif yang dapat ditawarkan disini adalah Modem usb biasa atau mobile ponsel non smartphone (yang biasanya disebut dengan istilah feature phone) yang telah diubah kemampuannya sebagai modem dengan bantuan kabel data atau bluetooth.

Tips berbagi koneksi melalui jaringan wifi kali ini, bisa menjadi solusi praktis bagi sebagian orang yang menginginkan ketersediaan jaringan internet mumpuni lewat satu perangkat dengan biaya langganan bulanan yang dapat dikumpulkan secara kolektif.

Menyibak Perseteruan iPhone (Apple) VS Android (Samsung)

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Perang paten pertama di dunia.

Tak salah memang jika satu media online menyatakan demikian melihat pada perseteruan Apple melawan Samsung (ditambah nama lain seperti HTC dan Motorola) seakan tiada habisnya. Perang Paten yang dilancarkan oleh kedua belah pihak pada pengadilan di berbagai negara menyasar klaim pelanggaran yang dilakukan pihak lawan terkait rilis perangkat ponsel dan TabletPC masing-masing. Sebagian diantaranya menyatakan memenangkan pihak Apple sebagai produsen dari semua produk berbasis iOs mencakup iPhone, iPad dan iPod, sebagian lainnya memenangkan pihak lawan yang merupakan garda depan pengguna sistem operasi Android.

Sudah lama Steve Jobs mengungkapkan kebenciannya terhadap rilis resmi sistem operasi Android yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, lantaran diklaim mencuri dan mencontek ide atau konsep dari perangkat iPhone, perangkat fenomenal yang dikenal publik pada tahun 2007 silam. Bahkan Steve kabarnya siap melakukan perang nuklir untuk memenuhi ambisinya menghancurkan Android.

Diantara produsen perangkat pintar berbasis si Robot Hijau, Samsung dikenal loyal dan rajin merilis perangkat berbagai spesifikasi mengambil semua lini pasar konsumen. Tidak heran jika penjualan Samsung pada akhirnya mampu melampaui semua brand ternama lainnya termasuk Nokia dan BlackBerry. Sayangnya, bibit perseteruan Samsung dengan pihak Apple mulai dilancarkan seiring merilis perangkat Galaxy series yang rata-rata meniru bahkan ada pula yang menyerupai bentukan ponsel iPhone dan tabletpc iPad. Tidak lupa bagi yang gemar menyambangi portal berbagi Video, kami yakin mengetahui iklan yang dirilis saat Samsung mengeluarkan seri Galaxy S II dan Note. Dengan ide serupa, Samsung berusaha mematahkan antrean pengguna yang berbaris rapi di depan Apple Store.

Selain penjiplakan desain perangkat dan sistem operasi Android versi 2.x, Apple melancarkan pula klaim penggunaan paten layar sentuh yang mampu mengakomodir sentuhan jari (bukan stylus seperti halnya perangkat pintar era Windows Mobile), bentukan icon serta sinkronisasi perangkat untuk mentransfer musik dan file lainnya dari komputer pribadi ke smartphone dan tabletpc.

Di lain pihak, Samsung pun mencoba melancarkan pelanggaran hak paten atas beberapa teknologi seperti koneksi 3G dan wireless yang pula diadopsi oleh Apple, ditambah klaim teknologi milik HTC dan Motorola yang kini telah diakuisisi oleh Google.

Tidak kurang dari 25 produk smartphone dan tabletpc milik Samsung yang diklaim memanfaatkan aspek-aspek teknologi paten yang dimiliki Apple, diantaranya Galaxy Ace, Galaxy S, Galaxy S II, Galaxy Tab, Galaxy Tab 10.1, Galaxy Nexus dan varian lainnya yang beredar di sejumlah negara. Meski rata-rata yang diklaim merupakan perangkat lama yang kini telah berstatus diskontinyu, kabarnya dalam waktu dekat perangkat terkini yang baru saja dirilis seperti Samsung Galaxy S III dan Note series bakalan masuk daftar perangkat yang dituntut oleh Apple untuk dihentikan penjualannya.

Seakan tak mau kalah, Samsung pun menuntut balik beberapa perangkat yang dirilis oleh Apple mencakup iPhone 3GS, iPhone 4, iPad dan iPad 2. Sama halnya seperti yang dilakukan Apple, dalam waktu dekat Samsung pun sedang berancang-ancang menyasar perangkat iPhone 5 dan iPad 3.

Pengadilan Tinggi San Jose, Caifornia Amerika Serikat awal September lalu menyatakan bahwa Samsung telah melanggar paten dari produk milik Apple. Dari keputusan ini pihak Samsung dikenai denda dan membayar royalty kepada Apple sebesar US$1,51 miliar, lebih kecil dari jumlah yang dituntut oleh Apple yaitu $2,5 miliar. Hasil ini berbeda dengan keputusan pengadilan di kandang Samsung, Korea Selatan dimana baik pihak Samsung dan Apple sama-sama dianggap melanggar paten dan keduanya harus membayar denda. Samsung dikenai denda 25 juta Won sedangkan Apple 40 juta Won. Demikian halnya dengan Pengadilan Distrik Tokyo, menolak gugatan paten Apple dan menyatakan Samsung tidak melanggar paten teknologi perangkat mobile dan sinkronisasi komputer milik Apple.

Meski yang disasar oleh Apple adalah brand besar Samsung, namun sistem operasi Android tetap menjadi prioritas utama. Itu sebabnya, kekalahan Samsung di pengadilan Amerika Serikat cukup membuat beberapa nama lainnya seperti HTC, Sony, Motorola ataupun Acer sedang berupaya untuk merilis Update atau Android yang telah dimodifikasi untuk menghindari tuntutan Apple terkait pelanggaran hak paten tersebut. Ini dilakukan lantaran HTC pernah mengalami hal serupa dan lolos di pasar Amerika Serikat dengan merilis perangkat Android memanfaatkan User Interface HTC Sense.

Selain dampak negatif yang diakibatkan oleh putusan yang dijatuhkan oleh pengadilan Amerika Serikat pada Samsung, ada juga dampak positif yang kelak bakalan dirasakan oleh pengguna ponsel Android di semua lini. Yaitu kepastian untuk mendapatkan Update atau Upgrade versi sistem operasi baik ke versi 4.0 Ice Cream Sandwich ataupun 4.1 Jelly Bean. Ini karena pelanggaran hak kekayaan intelektual yang dipakai di Android, hanya berlaku untuk versi sistem operasi Android yang lebih lawas (versi 2.x).

Meski saling berseteru soal pelanggaran hak paten, hal ini tidak merusak hubungan bisnis di antara keduanya. Apple masih menjadi pelanggan terbesar Samsung. Begitupun Samsung, yang masih melayani pembuatan komponen penting untuk perangkat mobile Apple. Perusahaan asal Korea Selatan ini dipercaya membuat chip prosesor, chip DRAM, memori NAND yang bersaing dengan brand Toshiba, sedang pembuatan layar datar untuk iPhone dan iPad, Samsung harus bersaing ketat dengan LG. Lantaran keduanya tak ingin mengambil risiko dalam hal pembuatan komponen, kabarnya kontrak bisnis tetap menjadi isu terpisah dengan litigasi yang sedang berlangsung.

Adanya perseteruan antara kedua pihak terkait pelanggaran hak paten, namun disisi lain kontrak bisnis tetap berjalan, tak salah apabila banyak pihak yang mengatakan bahwa ini adalah sebuah bisnis yang baik. Karena efek dari perseteruan diatas adalah makin berlombanya konsumen untuk membeli perangkat yang masuk dalam daftar tuntutan sebelum penjualannya kelak benar-benar dihentikan. Lantas bagaimana kelanjutannya ? kita lihat saja sejauh mana isu ini akan bergulir.

Waspadai Gadget Tiruan

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Seorang Kawan tampak sumringah lantaran ia baru saja membeli sebuah ponsel Android berlayar 5” Samsung Galaxy Note dengan harga murah, 2,5 juta saja. Sayangnya kegembiraan itu tidak berlangsung lama saat kami memberitahukannya bahwa ponsel yang baru saja ia beli tersebut bukan rilis resmi milik Samsung, melainkan tiruan. Ponsel Replika.

Tentu saja kawan kami tersebut kaget bukan main, lantaran menurut si penjual ponsel yang ia bawa kini, memang benar bahwa perangkat yang berbekal dengan stylus pada back cover merupakan ponsel asli milik Samsung. Merasa belum percaya dengan apa yang kami katakan, iapun meminta kami membuktikannya.

Untuk melakukan pembuktian bahwa perangkat ponsel merupakan barang tiruan, replika atau yang disebut dengan istilah KW sebenarnya perkara mudah, itu jika yang ditiru mengambil brand BlackBerry ataupun iPhone. Sayang tidak demikian halnya dengan Android. Lantaran secara desain dan penampilan menu dapat dibuat dengan sama persis, mengingat sistem operasi yang digunakan dapat diperoleh dengan mudah.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan fisik. Baik secara tampilan luar mencakup desain depan dan back cover yang biasanya dihiasi dengan tulisan dari brand aslinya, maupun fisik dalam apabila memungkinkan untuk membuka chasing atau baterai. Perangkat original biasanya selalu menyertakan nama brand mereka baik pada tampilan depan perangkat, back cover, mesin hingga baterai. Kenali juga perilaku atau ciri khas dari perangkat. Misalkan perangkat iPhone tidak pernah membekali stylus ataupun baterai terpisah dalam paket penjualan. Demikian halnya letak tulisan BlackBerry apakah berada diatas layar atau dibawahnya.

Langkah kedua, lakukan pemeriksaan spesifikasi. Untuk mengetahui spec original perangkat yang diinginkan, manfaatkan alamat gsmarena.com, sebuah halaman yang dikenal rajin melakukan review untuk setiap perangkat ponsel dan tabletpc branded. Bisa juga melalui buyers guide yang ada dalam setiap tabloid ponsel tanah air. Sandingkan perihal besaran prosesor, internal storage, memory ram hingga wajah tampilan homescreen dan versi OS yang diadopsi jika ada. Untuk memeriksa isi jeroan ponsel bisa menggunakan bantuan aplikasi semacam System Information atau memeriksanya secara langsung pada opsi Pengaturan dan Task Manager. Selain spesifikasi secara umum, pemeriksaan dapat pula dilakukan pada besaran lensa kamera yang digunakan. Biasanya perilaku ponsel tiruan bisa diketahui lewat besaran kamera depan yang memiliki resolusi setara dengan kamera belakang.

Langkah terakhir adalah memeriksa keberadaan aplikasi yang merupakan bawaan khas dari perangkat. Misalkan untuk ponsel BlackBerry, cari dan buka aplikasi BlackBerry Messenger dan App World-nya. Untuk ponsel iPhone bisa memeriksa keberadaan iTunes, app Store, FaceTime atau iMessage yang kini telah hadir di perangkat terbaru. Sedang Android, bisa berupa Samsung Apps, HTC Likes atau MotoSpeak pada ponsel Motorola. Dalam kasus Samsung Galaxy Note diatas, tidak kami temukan aplikasi bawaan seperti Mini Diary, S-Memo, S Planner dan S Choice yang merupakan ciri khas ponsel tersebut.

Apabila terdapat perbedaan yang signifikan dari ketiga langkah diatas, maka hampir bisa dipastikan bahwa perangkat yang dicurigai memang benar merupakan ponsel tiruan, replika atau KW. Jikapun belum merasa yakin benar, perangkat dapat dibawa secara langsung ke Service Centre terdekat untuk mendapatkan pengakuan keasliannya.

Perangkat ponsel tiruan atau yang kerap disebut dengan replika atau KW ini, ada dan sudah dapat ditemukan di masyarakat dengan harga yang jauh lebih murah dari perangkat asli yang ditirunya. Rata-rata kisaran harga jual untuk ponsel semacam ini adalah sekitar 750ribu hingga 2,5 juta tergantung dari kualitas dan kemiripannya. Sedang untuk usaha penjualan, biasanya dilakukan secara door to door atau digerai-gerai kecil.

Salah satu usaha pertama yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mencurigai tingkat keaslian perangkat ponsel yang dijual adalah persoalan harga. Apabila seorang konsumen ingin membandingkan harga jual sebuah perangkat ponsel ataupun tabletpc dari gerai satu ke gerai lainnya atau secara langsung dari distributor resmi, perbedaan harga biasanya hanya terpaut di kisaran 25ribu hingga 250ribuan, bergantung pada paket penjualan yang ditawarkan. Sedangkan untuk ponsel tiruan kerap ditawarkan hingga setengah harga dari harga aslinya.

Jika kawan mendapatkan penawaran semacam ini, ada tiga kemungkinan yang biasanya terjadi. Pertama, ponsel yang dijual merupakan replika atau tiruan. Kedua merupakan perangkat Black Market atau perangkat tanpa cukai. Dan ketiga, percobaan penipuan transaksi online. Adapun jenis ponsel yang disasar oleh perangkat tiruan, replika atau KW adalah perangkat yang masuk dalam golongan high-end, terkini atau terbaru, dengan harga jual 4 hingga 6 jutaan.

Apabila Kawan bersikukuh ingin membeli sebuah perangkat tiruan, replika atau KW dan sudah mengetahui statusnya sejak awal dengan dalih harga murah namun bisa bergaya tanpa peduli kemampuan perangkat, barangkali bukan lagi menjadi sebuah masalah. Namun apabila setelah penggunaan jangka lama Kawan baru mengetahui status ponsel merupakan tiruan, replika atau KW padahal saat pembelian si penjual mengklaim barang tersebut asli dari pabrikan tertentu merek branded, hal ini bisa saja dituntut secara hukum. Maka pikirkan sebelum memutuskan untuk membelinya.

Tentang Perseteruan Apple vs Samsung

2

Category : tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Steve Jobs berang. Google mencuri idenya dengan mewujudkan sistem operasi Android. Maka perangpun dimulai.

Perseteruan Apple vs Samsung yang mempersoalkan banyak hal mulai pelanggaran hak paten terkait desain ponsel dan tablet berlayar lebar (hampir memenuhi layar dan minim tombol), sentuhan layar dengan memanfaatkan jari hingga beberapa operasional yang memang diakui atau tidak, Apple lah yang terlebih dulu mempublikasikan ke publik lewat iPhone tahun 2007 lalu. Meskipun secara ide, itu bukanlah original milik Apple.

Samsung di tahun pra rilis iPhone bisa dikatakan ‘tinggal menunggu waktu. Beberapa peruntungannya lewat rilis ponsel menggunakan sistem operasi Symbian dan Windows Mobile bisa dikatakan jauh dari harapan. Demikian halnya dengan desain yang hampir tak pernah merilis perangkat spektakuler layaknya kini. Konsep tiruan langsung bisa ditebak pasca dipublikasikannya iPhone, dan Samsung secara perlahan satu persatu merilis perangkat yang bisa dikatakan menyerupai hingga akhirnya menyamai.

Memang ungkapan hakim yang menangani kasus perseteruan ini bisa dibenarkan, bahwa Konsumen tidak akan kebingungan memilih mana produk Apple demi melihat desain milik Samsung seperti yang dipermasalahkan oleh pihak Apple, dan tablet Samsung (Galaxy Tab 1rst) tak sekeren iPad (generasi pertama). Namun tetap saja meniru desain yang sudah dipatenkan, tak dapat dibenarkan. Tapi kenapa justru Samsung ? jika yang dipermasalahkan oleh Steve Jobs justru pada sistem operasi yang digunakan alias Android ?

Bisa jadi lantaran dua iklan Samsung yang secara terang-terangan melakukan konfrontasi terhadap ponsel milik iPhone. Bagi yang pernah menyaksikan iklan yang saya maksud, dijamin maklum dengan tuntutan Apple. Kalo gag salah waktu rilis Samsung Galaxy S II dan Samsung Galaxy Note. Dua iklan yang sebenarnya punya nafas sama, yaitu menyasar pada antrean pembelian perangkat iPhone.

Pukulan telak lalu dilayangkan oleh Apple dan disetujui oleh Pengadilan Amerika. Samsung harus membayar sejumlah nilai pada Apple atas sejumlah pelanggaran meliputi desain hingga operasional perangkat seperti yang disebutkan diatas.

Meskipun Samsung dinyatakan menang di pengadilan Korea Selatan tempat asal Samsung dikembangkan, namun kemenangan Apple di pengadilan Amerika kini mulai membuat ketar ketir para produsen perangkat ponsel pintar dan tabletpc yang memanfaatkan sistem operasi sama. Android. Mau tidak mau Google sebagai pengembang utama diharuskan turun tangan membackup Samsung kelak.

Perseteruan dua klan besar di jagad teknologi komunikasi, dibarengi pula dengan perseteruan fanboy atau pengguna masing-masing perangkat. Bukan rahasia lagi jika pengguna Apple dan Samsung juga Android saling ledek, hina dan caci maki di setiap pemberitaan yang diturunkan baik media online hingga forum kenamaan. Apakah harus seperti itu ?

Bagi saya tentu saja salah besar.

Sebagai pengguna, selayaknya yang bisa dilakukan adalah menggunakan dan mengeksplorasi hingga nantinya menyebarkan dan menyerahkan pilihannya pada kawan lainnya. Jika pilihan jatuh pada perangkat yang berbeda dengan yang kita pegang, itu sepenuhnya merupakan pilihan yang bersangkutan atas semua alternatif pilihan yang diberikan. Jangan sampai hubungan pertemanan jadi renggang hanya karena perbedaan perangkat yang dimiliki.

Apple memiliki Ekslusifitas OS dan perangkat. Ponsel yang dirilis bisa dikatakan hanya satu setiap tahunnya. Itupun dirilis hanya menggunakan nama besar Apple. Berbeda dengan sang penjiplak, Android, maju lewat banyak nama, banyak spesifikasi dan banyak pilihan harga. Secara tidak langsung membuatnya tampak jauh lebih pasaran. Namun banyaknya pilihan inilah yang kemudian mengakibatkan Android tampak jauh lebih menarik untuk dicoba bagi sebagian besar pengguna ponsel tanah air. Mengingat belum banyak yang mampu menyisihkan budget minimal 5 jutaan untuk sebuah ponsel. Demikian halnya saya.

Jika saja Apple mau merilis ponsel OS terkini mereka dengan harga yang lebih logis, barangkali akan banyak pengguna Android dan juga ponsel lain berpaling. Tak lupa sistem penjualan aplikasi yang jauh lebih dipermudah. Oke, tidak sampai gratis, namun bisa dilakukan tanpa harus membeli voucher lewat Kaskus yang memang diperuntukkan bagi pasar US misalnya. Karena hal inilah yang kemudian memicu dilakukannya JailBreak dan menghancurkan garansi yang dimiliki.

Apple punya ide, Samsung dan Android punya Market. Andai saja keduanya bisa dipadu, tentua akan lebih indah rasanya. Namun bisnis tak bisa diperlakukan demikian. Tanpa persaingan tentu takkan ada warna. Itu yang diyakini Samsung lewat inovasi-inovasi baru yang berusaha dilahirkan dalam setiap perangkatnya. Namun tetap penjiplak harus digilas, yakin Apple. Agar tak semudah itu hak cipta kekayaan intelektual ditiru begitu saja.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik seharusnya dari perseteruan Apple vs Samsung, dan itu bukan perseteruan saudara sebangsa.

Tips Pembuatan akun Apple ID

Category : tentang TeKnoLoGi

Untuk dapat mengoptimalkan perangkat besutan Apple baik iPad maupun iPhone, seperti halnya ponsel pintar lain dari Android, BlackBerry, Windows Phone bahkan Symbian dibutuhkan beberapa utility, aplikasi ataupun sarana hiburan tambahan yang kesemuanya itu dapat dicari dan diunduh secara resmi lewat Market atau Application Store di masing-masing perangkat. Agar bisa melakukannya dibutuhkan sebuah user akun yang memberikan syarat dan ketentuan berbeda untuk masing-masing jenis sistem operasi tadi. Sebagian ditawarkan secara gratis, sebagian lainnya dapat digunakan setelah pengguna membelinya sesuai nominal harga yang ditetapkan.

Apabila beberapa perangkat pintar seperti Android, BlackBerry ataupun Symbian sudah mampu memotong pulsa pengguna secara langsung untuk dapat melakukan pembelian aplikasi atau games yang diinginkan, tidak demikian halnya dengan user akun pada perangkat pintar milik Apple. Berdasarkan pendapat sejumlah Kawan Tokoh yang sudah mengalaminya, rupanya ada dua cara pembayaran atau pembelian yang bisa dilakukan. Namun tetap kedua cara tersebut membutuhkan pembuatan satu user akun yang dikenal dengan nama Apple ID.

Setidaknya ada tiga cara yang bisa dicoba untuk membuat akun Apple ID. Pertama melalui halaman web resmi milik Apple, kedua dilakukan melalui Aplikasi iTunes, sebuah aplikasi pc suite bagi perangkat Apple untuk melakukan sinkronisasi data ke pc/notebook yang dapat diunduh dari halaman yang sama, dan ketiga dari perangkatnya secara langsung. Prosesnyapun tergolong cukup gampang.

Proses pembuatan dimulai dari memilih nama Negara dimana pengguna tinggal, kemudian memasukkan alamat email yang nantinya akan digunakan sebagai username akun Apple ID, password, secret question untuk berjaga-jaga apabila pengguna melupakan password yang digunakannya. Langkah ketiga adalah memasukkan cara pembayaran, serta data pribadi dari nama, tanggal lahir, tempat tinggal serta nomor ponsel. Jika langkah ini dapat diselesaikan dengan baik, sistem akan meminta pengguna untuk memverifikasi akun melalui email yang dikirimkan lewat alamat diatas. Akun Apple IDpun siap digunakan.

Namun yang perlu dicermati dari langkah diatas adalah pada opsi ‘cara pembayarannya. Apabila Kawan Tokoh hanya melakukan pengunduhan aplikasi ataupun games yang ditawarkan secara gratis dari daftar App Store, silahkan pilih ‘Tidak Ada’ atau ‘None’. Sedangkan apabila kawan Tokoh ingin melakukan pembelian aplikasi ataupun games, dapat memilih cara pembayaran dengan menggunakan Kartu Kredit dari Visa, MasterCard, Amex dan Discover atau menggunakan iTunes Gift Card, semacam kartu voucher dengan menginputkan kode yang terdapat dalam kartu tersebut.

Nah, permasalahannya adalah ternyata iTunes Gift Card tersebut tidak diperjualbelikan secara bebas di Indonesia. Setidaknya demikian info yang kami dapatkan dari sebuah tempat penjualan perangkat Apple di seputaran Denpasar. Adapun bisa didapat dengan melakukan pembelian lewat forum dunia maya seperti Kaskus atau beberapa akun Twitter yang dapat dipercaya. Tips yang kedua terkait pemanfaatan iTunes Card ini adalah kesesuaian Nama Negara dengan tempat asal pembelian iTunes Card sedapat mungkin bisa disamakan. Itu sebabnya beberapa Kawan Tokoh menyarankan untuk menggunakan Negara United States sebagai pilihan pertama saat pembuatan akun Apple ID mengingat iTunes Card yang didapatkan dari forum ataupun akun Twitter tadi rata-rata berasal dari negara yang sama. Apabila tidak sama, bisa jadi proses input kode iTunes Card menyatakan ‘Invalid Code’ seperti yang kami alami tempo hari.

Adapun fungsi lain daripada pemanfaatan akun Apple ID selain pengunduhan aplikasi seperti yang disebutkan diatas adalah untuk melakukan registrasi penggunakan iMessage, aplikasi Messenger atau chat yang hanya dapat digunakan ke sesama pengguna iOS, sistem operasi perangkat pintar milik Apple, juga penggunaan FaceTime, aplikasi telekonference atau yang dikenal dengan chat video call dengan memanfaatkan kamera depan.
Semoga saja Tips kali ini bisa berguna pula bagi Kawan semua.

Uji Coba Simulatornya Sebelum Membeli

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Terkadang bagi sebagian orang, ketersediaan budget tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan akan sebuah ponsel sebagai alat berkomunikasi. Ada juga yang barangkali terlalu memikirkan ‘apakah kelak perangkat yang akan dipilih mampu digunakan atau termanfaatkan dengan baik atau tidak. Jika Rekan Tokoh masih merasa ragu seperti itu, yuk coba dulu Simulatornya sebelum memutuskan untuk membeli.

Simulator yang dimaksud disini adalah Aplikasi yang dapat dijalankan melalui perangkat PC/NoteBook, untuk memberikan pengenalan awal kepada pengguna khususnya yang bergerak dalam bidang pengembangan mobile application tentang apa dan bagaimana cara kerja sebuah perangkat ponsel. Sejauh ini keberadaan aplikasi Simulator baru tersedia pada ponsel yang berjenis Smartphone dengan ciri penggunaan OS atau Sistem Operasi tertentu. Ukuran installer sebuah aplikasi Simulator ini biasanya berkisar antara dari 50 MB hingga 300an MB. Tergantung pada jenis Sistem operasinya dan juga tahun rilisnya.

Untuk perangkat Symbian yang digawangi Nokia, meski kini sudah tergolong jarang dirilis kembali namun beberapa perangkat ponsel tipe S40nya masih bisa dijumpai di pasaran. Rata-rata perangkat ini mengandalkan layar sentuh dilengkapi dengan keypad 3×4. Untuk dapat mempelajari isinya lebih jauh Kawan Tokoh bisa mengunduh aplikasi Simulatornya di alamat Nokia Developers. Aplikasi ini terbagi atas tipe sistem operasi yang dirilis dari S40 untuk Nokia type keypad numerik, S60 untuk Nokia smartphone, dan S80 untuk Nokia Communicator, serta versinya masing-masing.

Dibandingkan Symbian, ketersediaan ragam Simulator untuk perangkat BlackBerry jauh lebih banyak, bergantung pada versi sistem operasi yang dirilis dan juga seri ponsel yang ingin dicoba. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi BlackBerry pada bagian Support. Untuk sistem operasi versi terakhir, ukuran Installernya cukup besar kisaran 180 MB hingga 220 MB. Yang unik dalam pemanfaatan aplikasi Simulator ini adalah kemampuannya yang setara dengan perangkat sesungguhnya meski minus BlackBerry Messenger. Setidaknya Kawan Tokoh bisa memanfaatkannya untuk melakukan Update Status untuk memunculkan tulisan ‘update via BlackBerry’ di bagian bawah status update hingga mencoba satu persatu aplikasi yang terdapat dalam App World.

Lantas ada Android, sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Google, raksasa mesin pencari dengan sifat yang terbuka atau Open Source. Berbeda dengan aplikasi Simulator yang lainnya yang berdiri sendiri sesuai seri ponsel ataupun versi sistem operasinya, khusus Android menggunakan satu kesatuan aplikasi untuk semua versi dan seri ponsel. Hanya saja pemilahannya baru dilakukan saat pengguna menjalankan aplikasi Simulator tersebut. Sedikit lebih merepotkan, apabila pengunduhan Simulator lain dilakukan terlebih dahulu baru diinstalasi secara offline, tidak demikian halnya dengan Simulator Android yang proses instalasinya mutlak dilakukan secara online. Ada dua jenis Simulator yang ditawarkan, pertama, aplikasi yang berjalan di perangkat pc/notebook seperti yang disebutkan tadi, dan kedua aplikasi yang berlaku sebagai sistem operasi yang dapat dijalankan secara mandiri melalui proses booting. Untuk yang terakhir ini, file instalasi dapat disimpan dalam bentuk cd atau flash disk.

Setelah Microsoft memutuskan untuk menutup riset dan pengembangan bagi sistem operasi Windows Mobile lama mereka yang sebetulnya masih bisa dicoba juga Simulatornya, kini mereka mencoba hadir kembali dengan tampilan dan kinerja yang menggoda lewat Windows Phone versi 7.5 Mango. Serupa dengan Simulator Android yang mengharuskan proses instalasi secara online, untuk aplikasi Simulator yang dikembangkan oleh Microsoft pun demikian pula adanya. Ukuran installernya tergolong kecil, sekitar 3,4 MB saja. Namun untuk mampu menggunakannya, Microsoft mensyaratkan spesifikasi perangkat pc/notebook yang cukup besar yakni ketersediaan space untuk hasil instalasi sebesar 4 GB, penggunaan 3 GB Memory RAM serta versi sistem operasi minimal Vista atau Windows 7. Paket Instalasi ini sudah termasuk dengan aplikasi Microsoft Visual Studio yang menjadi syarat utama menjalankan Simulatornya.

Terakhir ada iOS buatan Apple yang dikenal lewat perangkat iPhone dan iPad-nya. Jika perangkat pc/notebook yang Kawan Tokoh gunakan masih mengadopsi sistem operasi Windows, maka bersiaplah untuk kecewa lantaran aplikasi Simulator untuk perangkat pintar ini hanya tersedia dalam sistem operasi Mac.
Jikapun Kawan Tokoh menemukan beberapa aplikasi Simulator iOS yang mampu dijalankan pada sistem operasi Windows, sepengetahuan kami rata-rata masih merupakan sebuah aplikasi simulasi tampilannya saja, baik yang difungsikan hanya untuk melihat perpindahan menu atau tampilan halaman web yang disajikan lewat layar perangkat.

Sebenarnya masih banyak jenis aplikasi Simulator yang dapat dicoba untuk melakukan pengujian perangkat ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya seperti Bada yang dikembangkan oleh Samsung atau WebOS yang dikembangkan oleh Palm lalu diakuisisi oleh HP. Sayangnya perangkat-perangkat tersebut tampaknya tak lagi dirilis oleh vendor terkait atas dasar tidak berhasil dari segi komersial.

Augmented Reality, berFantasi lewat Kamera dan layar Ponsel

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah merasakan aplikasi Dragonfly besutan Samsung yang tempo hari sempat kami bagi informasinya di halaman ini ? aplikasi berburu Capung Virtual yang kabarnya hanya tersedia di perangkat Android Galaxy series namun ternyata masih bisa dipergunakan di vendor lain. Atau aplikasi Google Goggles, yang mampu membantu pengguna mencarikan info lebih banyak hanya dengan cara mengarahkan lensa kamera pada satu objek yang ingin diketahui apa dan bagaimananya ?

Augmented Reality atau yang kerap disebut dengan singkatan AR merupakan sebuah gambar pencitraan digital dalam layar elektronik, yang tampak nyata karena bersatu dengan lingkungan sekitar yang tertampil dalam layar. Tidak seperti pencitraan maya yang menggantikan seluruh lingkungan nyata, AR hanya sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan tersebut dengan benda dua ataupun tiga dimensi.

Adapun benda-benda yang tampil dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality ini difungsikan sebagai alat untuk menyajikan informasi yang dapat membantu pengguna berinteraksi atau melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan lingkungan nyatanya.

Pada awal pengembangannya, teknologi ini lebih banyak digunakan dalam bidang kesehatan, militer serta industri, yang kini sudah banyak pula diterapkan dalam berbagai jenis aplikasi atau permainan dengan memanfaatkan kamera dan layar ponsel. Beberapa diantaranya dapat dinikmati di beberapa perangkat yang mengadopsi OS atau sistem operasi iOS serta Android. Katakanlah seperti aplikasi Nearest Wiki yang tersedia di App Store milik Apple, berfungsi sama seperti aplikasi Google Goggles diatas. Atau Star Walk yang mampu menyajikan rasi bintang dengan cara menghadapkan layar iPhone ke langit secara real time.

Bahkan ada juga beberapa aplikasi yang mengawinkan teknologi Augmented Reality ini dengan lokasi atau tempat berdasarkan pemanfaatan fitur GPS untuk menampilkan titik-titik di sekitar dalam radius tertentu. Hal ini kemudian memungkinkan pengembang aplikasi untuk membuat fitur pemberian arah serta menyuarakannya kepada pengguna dalam tampilan layar.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam memanfaatkan aplikasi ataupun permainan yang mengadopsi teknologi Augmented Reality di perangkat ponsel genggam ini adalah kebutuhan akan koneksi data yang dipergunakan dalam perangkat, untuk dapat menyajikan objek virtual dengan baik dan tanpa lag.

Kabar terakhir, pemanfaatan teknologi Augmented Reality ini telah diadopsi pula oleh raksasa mesin pencari Google dalam sebuah perangkat kacamata yang canggih dan futuristik. Dikontrol dengan suara, kacamata Google yang disebut sebagai Project Glass ini mampu melakukan pencarian informasi secara online, berkirim email hingga video chat dengan sesama penggunanya. Dan dengan memanfaatkan lattitude, kacamata ini dapat pula digunakan untuk mengetahui lokasi pengguna dan keadaan cuaca setempat.

Meski diragukan kemampuannya oleh banyak pihak, namun penampilan pertama penggunaan kacamata dengan konsep ini dilakukan oleh Sergey Brin, salah satu pendiri Google ketika menghadiri acara amal di San Francisco awal April lalu. Bukan tidak mungkin dalam satu dua tahun kedepan, teknologi berbasis Augmented Reality ini akan banyak dirilis ke masyarakat global dalam berbagai bentuk perangkat pintar.

iPhone 4S Desain Tetap Kinerja Melesat

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Meski agak terlambat untuk melakukan Review pada perangkat hasil kembangan Apple beberapa saat setelah kepergian sang Godfather Steve Jobs, tetap saja kami merasa beruntung bisa memegangnya secara langsung selama tiga hari pengujian atas pinjaman seorang teman. Mau tahu gambarannya ?

Secara kasat mata apalagi saat ponsel berada dalam kondisi off, rasanya kami kesulitan untuk membedakan antara perangkat iPhone 4S yang kini berada dalam genggaman dengan perangkat rilis sebelumnya iPhone 4 yang dikaruniai gelar sebagai desain ponsel terbaik itu. Hingga tidak salah jika kami mengatakan seperti halnya judul diatas. Namun, walaupun terlihat sama persis secara desain, kabarnya kali ini permasalahan antenna yang dahulu sempat menuai kritikan tajam dari para pengguna dan pesaingnya pada perangkat iPhone 4, sudah tak lagi ditemukan.

Di saat perangkat pesaingnya sudah berlomba-lomba untuk menyajikan layar super besar dan lebar, iPhone 4S masih mengandalkan besaran layar 3,5 inchi dengan 16 juta warna plus Retina Display, perbedaan itu baru terlihat saat iPhone 4S dinyalakan. Jika dibanding pendahulunya, layar yang disajikan kali ini jauh lebih jernih dan nyaman bagi mata pengguna. Demikian halnya dengan resolusi yang dibekali sedikit lebih besar sekitar 640×960 pixel.

Sayangnya saat ditilik dari tampilan User Interface, rasanya belum ada pengembangan yang berarti sejak rilis awal iPhone terdahulu. Terkecuali penggunaan sistem notifikasi yang bagi pengamatan kami mengadopsi cara kerja Android dengan menyapu taksbar disisi atas layar ke arah bawah. Hal ini jauh lebih memudahkan pengguna untuk melihat info pembaharuan pada perangkat.

Anggapan iPhone (dan juga iPad) yang pelit akan resolusi kamera agaknya patut dihapus kali ini. Dengan memanfaatkan besaran lensa 8 Mega Pixel dan led flash, iPhone 4S kini tampil lebih percaya diri dan siap untuk bersaing dengan perangkat lain yang sudah lebih dulu mengadopsinya. Disisi lain, lensa ini memiliki kemampuan untuk melakukan perekaman video High Definition 1080p 30 fps. Sedang untuk memenuhi kebutuhan akan video call dimana dalam perangkat ini disebut dengan istilah Facetime, iPhone 4S telah menyelipkan kamera sekunder ukuran VGA di sisi depan perangkat.

Untuk urusan kinerja, iPhone 4S nyatanya memberikan bukti yang jauh lebih baik ketimbang pendahulunya. Prosesor dua inti 1 GHz siap dipadukan dengan besaran memory RAM 512 MB plus internal storage 16/32/64 GB. Hal ini membuat pengguna dapat memanfaatkan perangkat untuk melakukan berbagai aktifitas tanpa adanya hambatan yang berarti. Untuk mengujinya, kami sempatkan mencoba beberapa games yang sekiranya membutuhkan grafis tingkat tinggi.

Bicara iPhone 4S rasanya belum lengkap jika belum melirik aplikasi handalannya kali ini, SIRI. SIRI merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan sebuah perangkat ponsel pintar berbasis iOS mengubah fungsinya menjadi sebuah perangkat Intelligent Personal Assistant yang memberikan kuasa kepada pengguna untuk melakukan atau menyelesaikan satu kegiatan dengan cara bertanya kepada perangkat yang mengadopsi teknologi ini. Namun Khusus untuk yang satu ini, Koran Tokoh bahkan sempat menurunkan bahasan soal perlu tidaknya SIRI bagi pengguna di Indonesia beberapa waktu lalu. Jadi silahkan buka kembali arsip terdahulu yah.

Selain SIRI, ada juga fitur iCloud, sebuah layanan penyimpanan data di awan yang dapat diunggah dan diunduh dengan cara online atau terhubung ke dunia maya. Bagi setiap pengguna iPhone 4S diberikan opsi gratis penggunaan space sebesar 5 GB. Menurut pendapat beberapa Rekan Tokoh yang memang sudah memanfaatkan fitur ini sejak awal, rata-rata mensyukuri adanya fasilitas iCloud pada perangkat ponsel mereka. Lantaran sejak menggunakan iCloud, tak ada lagi yang namanya ‘ketinggalan data dirumah, di flash disk bahkan Notebook.

Tak ketinggalan fitur iBookStore, sebuah aplikasi e-Reader untuk buku-buku dalam format digital yang disajikan dalam sebuah tampilan rak kayu. Buku-buku tersebut tersedia dalam jumlah ribuan baik berbayar atau yang dapat diunduh dan dibaca secara gratis. syukurnya, untuk dapat memperbaharui koleksi buku yang dapat dimiliki oleh pengguna tersedia cara importing file melalui sinkronisasi aplikasi iTunes atau mengunduhnya langsung dari jendela Browser.

Ngomong-ngomong soal Browser, iPhone 4S masih menggunakan Safari sebagai andalannya dalam menjelajah dunia maya. Sayangnya, browser bawaan ini tidak mendukung flash player seperti halnya para pesaingnya, namun telah mendukung format HTML5 yang diyakini jauh-jauh hari oleh almarhum Steve Jobs bakalan menggantikan keberadaan flash player tadi cepat atau lambat.

Dan seperti biasa, untuk mendukung kinerja iPhone 4S yang kini sudah jauh lebih baik dan sejumlah fitur penting yang mampu dijalankan, Apple memberikan peningkatan kapasitas dan daya tahan batere Li-po sebesar 1432 mAh. Dalam tiga hari pengujian kami, daya tahan batere ini dapat berlangsung hingga 1,5 hari dalam batas pemakaian normal (berkat ketiadaan dukungan flash player yang mampu menyedot daya tahan jauh lebih banyak), dan dua kali Charge dalam sehari untuk penggunaan secara terus menerus. Apalagi jika aktifitas pengguna memiliki kesamaan dengan perilaku kami, bermain games HD.

Saatnya Berburu Ponsel Smartphone Branded Murah

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Entah ada hubungannya atau tidak, gempuran ponsel murah berbasis Android yang diluncurkan baik oleh vendor global ataupun lokal sepertinya mulai berimbas pada harga tawar perangkat ponsel pintar yang sebelumnya dirilis oleh vendor besar secara perlahan mulai turun ke harga wajar. Penurunan ini bisa jadi tidak disadari oleh kalangan yang begitu tergoda dengan iming-iming ‘bonus’ dari sebuah perangkat berbasis Android. Padahal dalam rentang kisaran harga yang sama, secara kemampuan tentu ponsel-ponsel pintar ini tak kalah awal dengan besutan si robot hijau. Hanya saja secara trend barangkali nama mereka sudah mulai memudar.

Namun bagi Rekan yang punya budget terbatas namun tak ingin ikut-ikutan latah memilih perangkat Android, yuk intip beberapa smartphone lainnya yang pantas diburu kali ini.

Blackberry. Sebagai perangkat yang masih menjadi nomor satu paling dicari di Indonesia lantaran kemampuan BBM-nya, harga tawar ponsel baru Blackberry tampaknya sudah mulai terjangkau bagi kantong konsumen. Katakan saja seri Gemini yang bertengger di angka 1,6 juta atau versi cdma-nya yang dibanderol hanya 1,3 juta saja serta 3G atau Curve 9300 yang rupanya sudah menurun ke 2,4 juta. Sedang yang menginginkan OS versi 7 terkini, bisa melirik seri 9360 dan 9380 yang berada di kisaran 3 juta.

iPhone. Meski vendor ini meledak lewat seri iPhone 4-nya, seri terdahulu rupanya masih diburu para loyalisnya yang ingin tahu seberapa jauh mengasyikkannya perangkat besutan Apple dengan harga yang wajar. iPhone 3GS lah jawabannya. Harga tawar yang sudah menurun hingga angka 3,5 juta tampaknya sangat sayang untuk dilewatkan. Demikian pula dengan fitur-fitur yang masih dapat dikembangkan lagi kemampuannya secara optimal.

Motorola. Dibandingkan dua brand diatas tadi, rilis ponsel smartphone dari Motorola ini tergolong jauh lebih dulu. Tak heran apabila secara OS atau sistem operasi yang disematkan sudah termasuk jadul apabila dibandingkan dengan yang hadir saat ini. Meski begitu, distributor Motorola tampaknya masih tetap mempertahankan keberadaan dua seri mereka Q9 dan Q8 cdma, yang mengadopsi Windows Mobile 6.1 dengan harga jual dibawah sejuta. Tawaran yang menarik bukan ?

Nokia. Di lini pasar Smartphone, Nokia masih menjadi Raja yang memegang penjualan tertinggi seri ini di seluruh dunia. Satu alasan paling telak adalah, Nokia sudah menjual seri Smartphone jauh sebelum vendor lain melakukannya, termasuk Android sekalipun. Terhitung tahun 2010/2011 Nokia jualah yang paling rajin menggelontor pasar dengan ponsel berlayar sentuh dan mengadopsi multi series OS Symbian. Aksi turun harga pun termasuk salah satu strategi mereka untuk tetap bisa Survive ditengan gempuran Android. Silahkan Rekan coba melirik seri C6, C6–01 atau C7 yang turun hingga angka 2 juta rupiah atau E6 yang mengadopsi papan ketik qwerty dan N8 di kisaran 3 juta rupiah saja. Jikapun itu masih tergolong mahal, bisa melirik ponsel murah berlayar sentuh mereka yang ada dikisaran harga bawah sejuta.

Samsung. Sebelum berkolaborasi dengan Android, Samsung merupakan salah satu vendor yang tergolong rajin merilis ponsel berbasis Windows Mobile. Peruntungan mereka di masa itupun bisa dikatakan sangat besar mengingat teknologi yang disematkan dalam tiap rilis ponsel tergolong mumpuni apabila disandingkan para pesaingnya. Seri Omnia yang diluncurkan tahun 2008-2010 bisa menjadi pilihan yang masih layak untuk diburu. Jikapun menginginkan rilis lebih baru lagi, Rekan bisa melirik seri Wave yang mengadopsi OS Bada, sebuah sistem operasi yang secara khusus dikembangkan Samsung saat ini. Adapun kisaran harga yang ditawarkan berada dalam rentang 1,5 hingga 2,5 juta rupiah.

Sony Ericsson. Brand yang kabarnya sebentar lagi bakalan pecah kongsi ini, seperti halnya Nokia merupakan salah satu vendor besar yang rajin merilis ponsel pintar dijamannya. Adapun OS yang dipilih untuk melanggengkan usahanya saat itu adalah Symbian dan Windows Mobile. Di pasar menengah, Sony Ericsson masih menyediakan beberapa seri Vivas dengan harga tawar dua jutaan. Sedang di pasar bawah, seri Aspen tampaknya masih menarik untuk dilirik. Ponsel berpapan ketik qwerty ini dibanderol dibawah sejuta rupiah. Sangat menarik mengingat OS yang disematkan sudah Windows Mobile 6.5, versi terakhir yang dikembangkan oleh Microsoft sebelum berganti nama menjadi Windows Phone.

Harga kisaran rata-rata 2 hingga 3 juta rupiah, kami masih anggap wajar untuk bisa menebus barisan ponsel Smartphone branded yang siap diburu mengingat dalam rentang yang sama, konsumen sudah bisa mendapatkan beberapa seri ponsel berbasis Android kelas menengah. Paling tidak, ketimbang ikut-ikutan latah memilih ponsel yang tergolong boros daya batere, kenapa tidak mencoba alternatif lainnya ?

Pilih BlackBerry, iPhone, Symbian atau Android ?

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Awal Tahun Baru 2012 merupakan momen tepat bagi pengguna ponsel di tanah air terutama yang berkeinginan untuk mengganti ponsel lama ke tipe ponsel pintar yang notabene pada akhir tahun 2011 beberapa vendor ternama sudah memulai genderang perangnya masing-masing. BlackBerry v.7.0, iPhone lewat iOS v.5, Symbian ^3 Anna dan Belle serta Android. Sistem Operasi adalah satu syarat mutlak dalam memilih sebuah perangkat telekomunikasi pintar. Sebelum memutuskan untuk memilih, kami coba perkenalkan satu persatu sebagai bahan pertimbangan.

BlackBerry. Sebagai perangkat yang masih menjadi incaran bagi sebagian besar pengguna ponsel di tanah air, Research In Motion (RIM) kini datang dengan membawa rilis versi OS terbaru 7.0. Mereka menawarkan fitur NFC (Near Field Communication) yang memungkinkan penggunanya untuk bertukar data atau melakukan transaksi antar ponsel dengan hanya mendekatkannya saja. Selain itu ada peningkatan performa browser yang lebih baik ketimbang pendahulunya. Juga tampilan depan (HomeScreen) dan Menu yang jauh lebih dinamis dan berwana. Peningkatan lain dilakukan pula pada besaran Prosesor yang digunakan ditambah memory dan juga RAM, sehingga harapannya tentu saja BlackBerry tidak lagi menjadi perangkat ponsel pintar yang lemot dalam beraktifitas. Beberapa ponsel rilis BlackBerry yang dapat dijadikan sebagai pilihan yaitu BlackBerry Bold 9900, 9850 Monaco dan Bold 9790.

iPhone. Berbarengan dengan momen kepergian Steve Jobs sang Founding Father’s, Apple meluncurkan perangkat terkini mereka yang diberi nama iPhone 4S. Meski masih menggunakan desain lama, iPhone terkini mengusung Teknologi voice recognition bernama SIRI, dimana pengguna dihadapkan pada perangkat yang mampu melakukan perintah hanya dengan menggunakan suara, menjawab hingga memberikan alternatif saran untuk setiap pertanyaan yang diajukan. Terkait pengiriman email, informasi tempat kuliner, arus lalu lintas hingga yang remeh-remeh untuk sekedar mengujinya. Selain itu ada juga iMessage, Messenger antar pengguna iPhone, yang diluncurkan untuk bersaing dengan BlackBerry Messenger. Sedang bagi pengguna yang ingin menjajal teknologi Cloud (storage di dunia maya), box.net menyediakan 50GB online storage bagi semua pengguna iPhone secara Cuma-Cuma.

Symbian. Pada Tahun 2011 Symbian tampaknya pula harus mengakui kekalahan OS yang mereka banggakan selama lima tahun terakhir. Beberapa versi OS yang dikembangkan dibawah bendera Symbian tak lagi dilanjutkan, termasuk MeeGo yang dahulu sempat digadang-gadangi sebagai pengganti. Kini dengan meliris versi ^3, Anna dan Belle, Symbian yang hanya melakukan kerjasama dengan Nokia tampak pede dengan merilis beberapa ponsel berlayar sentuh dengan tawaran harga yang terjangkau. Selain aksesibilitas Menu yang lebih gegas, pengguna diberikan keleluasaan untuk melakukan kustomisasi tampilan depan HomeScreen sesuai keinginan. Selain itu ada juga penambahan jumlah halaman depan yang dapat dimanfaatkan sesuai kategori. Beberapa ponsel yang dapat dijadikan pilihan adalah Nokia X7, Nokia E6, Nokia 500 dan Nokia 700.

Android. Invasi si robot hijau hasil kembangan Google tampaknya makin tak terbendung. Setelah merangsek pasar ponsel saat merilis versi 2.3 GingerBread, kini Android sedang bersiap menggantikannya dengan rilis 4.0 ber-code name Ice Cream Sandwich. Sedang versi 3.0 HoneyComb masih tetap diperuntukkan bagi perangkat Tablet. Berbeda dengan OS lainnya yang identik dengan satu nama Vendor, Android tampil ke publik diusung oleh beragam vendor ternama seperti Samsung, LG, HTC, Sony Ericsson atau Motorola hingga vendor lokal Nexian, IMO, Huawei atau ZTE. Lantaran diusung beragam vendor, Android pun kemudian ditawarkan dengan beragam harga dan tentu beragam kemampuan. Semua itu untuk memberikan banyak pilihan bagi para calon pengguna dari yang sekedar hanya ingin mencoba dan belajar menggunakannya hingga tingkat Expert yang membutuhkan spesifikasi tinggi untuk berakfitas. Salah satu kebanggaan perangkat Android adalah kemampuannya untuk melakukan Tethering atau berbagi koneksi wifi dengan perangkat lainnya. Namun dengan mengusung input layar sentuh dan kemampuan yang mutlak mensyaratkan online untuk mengoptimalkan fungsi perangkat, salah satu kekurangan yang kerap dikeluhkan oleh pengguna Android adalah borosnya daya batere yang dibutuhkan untuk aktifitas harian.

Selain sistem operasi yang telah disebutkan diatas, ada juga alternatif lain OS Windows Phone 8 yang masih dalam tahap pengembangan. Mengingat versi terdahulu 6.5 dan 7.5 yang kabarnya dengan terpaksa dihentikan lantaran kurang mampu bersaing dengan yang lain.

Untuk memilih satu dari empat sistem operasi OS diatas, selain kebutuhan ada juga ketersediaan Budget sebaiknya dipertimbangkan. Apabila boleh kami sarankan, silahkan coba pilihan kelas menengah agar kelak tak menyesal dengan besaran dana yang dikeluarkan atau terbatasnya kemampuan yang dapat dilakukan.

(PanDe Baik)
Artikel ini sempat pula tayang di Media Koran Tokoh edisi Minggu pertama Januari Tahun 2012

Viber, Gag semua Android dan iOS Suka

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah mencoba untuk menggunakan Viber Kawan ? well, bagi yang belum tahu apa dan bagaimananya, baca tulisan Viber sebelumnya yah.

Melanjutkan aksi ViberRator di blog www.pandebaik.com, kali ini saya ingin berbagi sejumlah informasi tambahan terkait penggunaan Viber sebagai salah satu alternatif sarana komunikasi jarak jauh yang tentu saja murah.

Seperti yang saya katakan diatas, bahwa Viber akan jauh lebih bermanfaat untuk melakukan komunikasi Voice jarak jauh, terutama bagi Kawan yang memiliki kerabat ataupun kenalan dan juga relasi bisnis jauh diluar negeri. Yang notabene, seumpama komunikasi dilakukan lewat ponsel GSM biasa ataupun interlokal barangkali jatuh biayanya  akan lebih mahal. Lantas bagaimana dengan Rekan sekantor misalkan ? selama masih bisa menggunakan jaringan antar operator, mengapa tidak ? jauh lebih mudah bukan ?

Sejak awal Viber memang sudah diwanti-wanti bahwa akan mampu berjalan dengan baik saat ponsel atau perangkat berada dalam jaringan <minimal> 3G atau Wifi. Lantas bagaimana dengan yang tak mampu menjangkaunya ? pada layar ponsel akan tertera peringatan ‘Poor Network’ alias jaringan data yang lemah sehingga baik kapasitas suara, kejernihan dan kecepatan sampainyapun tidak jauh berbeda saat saya menguji Voice Call milik akun Yahoo Messenger beberapa waktu lalu. Terputus-putus dan lag beberapa detik.

Seperti halnya Whatsapp, Viber bisa juga difungsikan sebagai sarana Messenger aliat Chat secara Free antar pengguna Viber. Uniknya, pemberitahuan balasan sekaligus sarana untuk membalas percakapan, tampil pula di halaman utama sebagai pop-up. Hal ini tentu jauh lebih memudahkan pengguna dalam berinteraksi satu sama lain. Meski demikian, hingga hari ini saya tak jua menemukan cara untuk membuat Group Chat seperti halnya Whatsapp untuk berinteraksi antar sesama pengguna Viber dalam jumlah banyak.

Terkait kompabilitas, sejauh tulisan terdahulu murni menyebutkan hanya untuk perangkat Android dan iOS dalam hal ini iPhone. Artinya, untuk perangkat berbasis os BlackBerry ataupun Symbian ya silahkan untuk menunggu Antrean selanjutnya. Tapi tahukah kawan bahwa ternyata tidak semua Android dan iOS kompatibel untuk bisa menggunakan Viber dengan baik dan benar ?

Terpantau seorang kawan Androiders yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan aplikasi Viber di Android Market senin pagi lalu. Hal yang sama ia temukan pula saat mengakses halaman resmi Viber dan berniat mengunduhnya. Padahal sebagai informasi, ponsel yang ia gunakan adalah Sony Ericsson eXperia Mini Pro yang sudah mengadopsi Android 2.3 GingerBread. Salah satu alternatif solusi yang dapat saya tawarkan saat itu adalah mengirimkannya file installer Viber melalui jalur email dan memintanya untuk menginstalasi secara manual. Hasilnya mantap. Viber bisa digunakan dengan baik. Bagi Kawan yang mengalami hal yang sama, saya sudah siapkan file installernya di 4Shared untuk jaga-jaga. Unduh disana yah…

Terpantau pula pada iPhone 3G milik seorang teman yang rupanya mentok di proses Verifikasi Kode sebagai upaya Registrasi Viber di perangkat yang akan digunakan. Padahal aplikasi sudah berhasil dicangkokkan. Lain lagi dengan perangkat iPhone 3GS milik seorang kerabat yang rupanya pasca instalasi Viber, terjadi malfungsi virtual keypad saat akan mengetikkan kalimat yang membuat huruf tertekan dua kali dari yang seharusnya. Ada yang mengalami ?

Meski demikian, pada percobaan saya yang kedua kalinya untuk menghubungi kakak di Ottawa Canada sana sepanjang perjalanan menuju kawasan Munggu hari Sabtu siang lalu (pasca publikasi tulisan), percakapan terjadi selama setengah jam lamanya dengan kualitas suara yang jernih dan jelas. Ini wajar adanya mengingat jaringan yang saya dapatkan selama komunikasi berlangsung adalah HSDPA alias 3,5 G. Jadi, sudah sepatutnya saya berTerima Kasih pula pada operator XL :p

Masih ragu untuk mencoba ?