Berkenalan dengan iPhone 4 CDMA

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Pasca iPhone 4 CDMA saya bayarkan, langkah pertama yang dilakukan adalah melihat isi App Store yang ada dalam perangkat, dan ternyata memang benar mengarah pada halaman Store milik Apple lengkap dengan berbagai kategorinya.

Langkah kedua tentu saja mencoba membuat akun Apple ID yang rupanya kini meniadakan opsi ‘None’ pada pilihan Kartu Kredit meski sudah mengubah pasar aplikasi dari Indonesia ke US, lantaran untuk melakukan Update dan penambahan, ponsel masih meminta akun Apple ID pemilik lama berkali-kali. Maka setelah mengalami kegagalan untuk kesekian kalinya, sayapun mencoba meminta tolong pada kakak yang kini berada di Canada untuk membuatkan satu akun Apple ID hanya untuk mengunduh aplikasi secara Free.

image

Langkah ketiga, tentu menginstalasi aplikasi iTunes di laptop, lalu membuka dan mencoba melakukan copy beberapa file musik, foto dan video. Semua sukses kecuali langkah keempat yang ingin saya lakukan segera yaitu Hard Reset.

Yang dimaksud Hard Reset disini adalah menghapus semua konten yang ada dalam perangkat, serta memformat ulang kembali sistem operasinya. Setelah berkali-kali gagal menerapkan sesuai saran banyak penulis di halaman pencarian Google, saran dari salah satu kawan pengguna iPhone rupanya sangat manjur. Masuk dari iTunes, lakukan Backup/Restore lalu pilih New iPhone. Voila, semua jadi fresh from the oven :p

Langkah kelima, tentu saja memindahkan kontak dari perangkat jadul yang saya miliki sejak lama, Motoroal Q9c yang masih menggunakan sistem operasi Windows Mobile 5 yang rupanya mengalami error berulang kali saat melakukan sycronize dengan perangkat laptop. Bisa jadi ini terjadi lantaran saya sudah menggunakan Windows 8 sebagai OS di laptop, yang bisa jadi tidak lagi kompatibel dengan perangkat.

Terakhir, sayapun mencoba mengunduh beberapa aplikasi dan games yang dibutuhkan, dengan menggunakan akun Apple ID yang telah selesai dibuat, dan mengujinya. Siiipp… semua sudah, tinggal Sync Contact itu saja berarti.

Lalu, pengen tau bagaimana pendapat saya tentang perangkat berbasis iOS iPhone 4 CDMA 16 GB, terutama bila dibandingkan dengan Android ? tunggu di posting selanjutya :p

Bersua dengan iPhone 4 CDMA

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebetulnya sih gag pernah terpikirkan kalo satu saat nanti saya akan pernah jua memegang perangkat ternama besutan Apple yang dirilis tahun 2011 lalu, iPhone 4. Lantaran secara pribadi perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7+ sudah lebih dari cukup dan bersyukur masih berfungsi dengan baik sejak pembelian hingga kini. Siapa sangka, kali ini saya bisa juga memiliki sebuah perangkat berbasis iOS meski dalam frekuensi CDMA. Ya, CDMA.

Santai saja, bathin saya saat menelusuri satu persatu iklan yang tampil dihalaman aplikasi berniaga.com dan tokobagus, mengingat perangkat yang saya inginkan hingga bulan kedua pemakaian tak jua muncul dalam daftar. Saya pribadi saat itu sedang berangan-angan mencari perangkat Audiovox PPC 6600 CDMA yang punya wajah serupa dengan O2 XDA IIs (kalo gag salah sih ini namanya), ponsel jadul berlayar sentuh, dengan sistem operasi Windows Mobile 2003 SE (Second Edition), dan bergerak di jaringan CDMA. Atau minimal perangkat lain namun bersistem sama. Mengapa ngebet dengan sistem tersebut dan bukan BlackBerry seperti yang banyak tersebar di kedua toko online tersebut, ya karena kangen dengan masa-masa lalu. Dan Meskipun jadul, harapan saya sih Cuma satu. Baterenya masih awet :p

Dari masa-masa penantian, sebetulnya nemu beberapa. Diantaranya milik brand HTC yang terpantau pemiliknya cukup dekat dari rumah dan sempat beberapa kali sms-an, dan ada juga yang menawarkan ponsel Palm Pixi berbasis WebOS, sistem operasi yang batal diusung oleh brand HP untuk melanjutkan pemasaran seri smartphone mereka. Semuanya berbasis CDMA. Namun sayangnya, saat saya tanyakan, rata-rata mereka masih bingung apakah nomor Flexy seperti yang kini masih tetap saya gunakan, bisa disuntik/inject ke ponsel milik mereka tersebut ? hal ini pula yang membuat saya kembali pikir-pikir.

Kalo memang jodoh ya gag bakalan kemana.

Merasa tertarik dengan iklan dari seorang penjual di halaman berniaga, menawarkan iPhone 4 CDMA 32 GB seharga 2 jutaan, sayapun mencoba mengontaknya, namun sayang, perangkat sudah laku lebih dulu. Saat diyakinkan kapan iklan itu muncul, ya memang sudah sejak lama atau hitungan minggu. Pantas saja…

iPhone 4 CDMA PanDe Baik

Maka sayapun iseng-iseng menitipkan satu perangkat lagi, yang berukuran sedikit lebih kecil storagenya, dengan harapan, soal harga pun bisa didapat sedikit lebih murah. Dan akhirnya, penantian lama pun berbuah manis. Saya mendapatkan perangkat iPhone 4 CDMA 16 GB dengan harga yang lumayan terjangkau.

Namun bukan berarti saya tidak memiliki perasaan was-was dengan penawaran murahnya harga yang diberikan, lantaran beberapa tahun lalu sempat pula menemui kasus penipuan pada atasan dan saudara saya yang diming-imingi perangkat iPhone berharga murah.

Nah, trus bagaimana cerita lanjutannya ? tunggu di posting berikutnya

Memburu Ilmu di Forum dan Komunitas Gadget

Category : tentang TeKnoLoGi

Apa yang terlintas di benak Kawan saat mengalami kesulitan dengan perangkat ponsel atau gadget baik untuk sekedar operasional dan mendukung aktifitas atau mengeksplorasinya lebih jauh ? bertanya pada Expert yang lebih mampu menggunakan ? atau lebih suka mencari tahu sendiri dengan mencoba dan mencoba ? Namun jika tak ingin repot memahami lebih jauh atau kesulitan menemukan ahlinya, mungkin saran kami untuk mencari referensi ilmu melalui halaman forum atau komunitas dunia maya, bisa dijadikan satu alternatif. Mau tau pilihannya ?

Kaskus.co.id. Merupakan halaman forum atau komunitas dunia maya yang boleh dikatakan terbesar di Indonesia. Lahir dan besar di tangan tiga pemuda Indonesia bernama Andrew Darwis, Ronald Stephanus dan Budi Dharmawan pada November 1999 yang hingga kini telah mengumpulkan anggota sebanyak 4,6 juta Kaskuser (istilah atau sebutan bagi pengguna Kaskus). Mengambil asal kata dari Kasak Kusuk, Kaskus setidaknya memiliki 46 kategori yang dapat dikunjungi dimana untuk kasus Gadget dan ponsel dapat ditemukan pada kategori Handphone & PDA. Didalam kategori ini tersedia 5 sub kategori meliputi bahasan tentang Android, BlackBerry Corner, PDA & PDA Phone, Mobile Phone serta Operator CDMA & GSM. Bagi kawan yang masih menggunakan ponsel merek Nokia, bahasan bisa ditemukan dalam kategori induk yang terpisah. Dalam berinteraksi dengan antar Kaskuser, ada banyak istilah yang barangkali bisa dipahami terlebih dahulu agar tak kebingungan. Agan/Aganwati misalkan, mengambil kata Juragan digunakan untuk saling menyapa antar pengguna. Cendol atau Bata Merah merupakan poin untuk Reputasi Bagus atau Buruknya seorang pengguna atas Trit (istilah lain dari Thread) atau info yang dilontarkan. Saking banyaknya Trit atau bahasan yang ada, untuk lebih memudahkan pencarian terhadap permasalahan atau bahasan yang ingin diketahui, silahkan masuk terlebih dahulu ke forum yang dimaksud lalu lakukan pencarian pada kolom yang telah disediakan. Terpantau bahasan dari cara penggunaan, pengembangan hingga jual belipun tersedia disini.

XDA Developers. Merupakan salah satu forum berskala internasional yang bergerak dalam bidang pengembangan aplikasi dan sistem operasi teknologi mobile. Berdiri pada tahun 2003, Xda-Developers memulai forum dengan diskusi seputaran masalah yang terjadi pada sistem operasi (ROM) Windows Mobile yang saat itu sedang booming lewat perangkat O2, T-Mobile, Dopod, Orange dan lainnya. Saat pengembangan sistem operasi ini diputuskan untuk dihentikan oleh Microsoft pada tahun 2010 lalu, topik kemudian mulai merambah ke perangkat yang mendukung sistem operasi Android, Bada (Samsung), WesOS (HP), Windows Phone 7 dan yang terkini, Windows 8. Selain pengembangan sistem operasi, di Forum Xda-Developers tersedia pula topik lain seputaran aplikasi, asesoris hingga review perangkat. Lantaran skala internasional tadi, maka beberapa nama brand global yang dapat ditemukan dalam Forum Xda-Developers ini mencakup HP, Samsung, HTC, Sony, Motorola, LG, Acer, Asus dan juga Toshiba.

Tabloid Pulsa. Berbeda dengan dua forum diatas, untuk yang satu ini berawal dari sebuah Tabloid atau media cetak yang bergerak dalam bidang teknologi mobile komunikasi. Setelah mencapai tiras tertinggi diantara sejumlah tabloid sejenis lainnya di indonesia, serta melihat antusiasme dari para pembacanya, Tabloid pulsa pun mulai merambah ke dunia online dan tentu saja Forum. Dalam halaman mereka topik dibagi berdasarkan sistem operasi yang kini banyak dipergunakan, diantaranya Android, Symbian, iOS, BlackBerry, Windows Phone dan Java. Tak lupa sesi khusus TabletPC. Selain itu terdapat pula forum Jual Beli serta beberapa Berita atau Rumor Terbaru. Berhubung Forum masih menjadi satu halaman dengan Tabloid versi onlinenya, maka tersedia pula halaman Toko Online yang dikenal dengan nama P-Store, yang menyediakan beragam kebutuhan mobile phone seperti yang disebutkan diatas, pc, kamera dan video untuk kebutuhan fotografi serta asesoris pendukung lainnya. Selain itu terdapat pula halaman Compare untuk membandingkan dua hingga tingga perangkat yang ingin dijadikan sebagai alternatif pilihan, plus spesifikasi dan harga jual terkininya.

TeknoUp. Serupa dengan Forum milik Tabloid Pulsa, TeknoUp merupakan salah satu halaman yang pada awalnya rajin berbagi informasi seputar teknologi mobile phone baik terkait isu terkini, review hingga penjabaran spesifikasi. Bedanya, jika Tabloid Pulsa bergerak secara nyata dalam bentuk media cetak, TeknoUp bergerak hanya di dunia maya. Kesamaan lain antara TeknoUp dengan Tabloid Pulsa versi online adalah halaman yang masih menjadi satu antara Forum, halaman informasi serta Toko Online yang kredibilitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Apabila dibutuhkan, Kawan dapat berinteraksi lebih jauh dengan admin TeknoUp lewat jalur akun Twitter untuk mendapatkan tanggapan sesegera mungkin.

Diluar empat forum atau komunitas dunia maya yang bergerak di bidang teknologi komunikasi seperti rekomendasi diatas, masih ada beberapa Forum atau Komunitas baik skala Internasional maupun lokal Indonesia, yang barangkali bisa dijadikan alternatif lain namun jauh lebih mengkhusus ke satu brand ataupun os yang dipergunakan. Misalkan saja Android ID dan Android Indonesia untuk forum atau komunitas pengguna Android di Indonesia, mac.web.id untuk pengguna iOS (iPhone dan iPad), serta Forum BlackBerry atau Berryindo untuk pengguna BlackBerry.

Jadi, jika Kawan merasa kebingungan dengan hal-hal yang bersifat teknis terkait pengoperasian perangkat telekomunikasi yang sedang digunakan, sementara tidak ada narasumber yang bisa ditanyakan secara langsung, beberapa forum dan komunitas dunia maya yang kami rekomendasikan diatas, dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan pertama.

Berbagi Koneksi lewat Jaringan Wifi

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapatkan layanan paket data yang bersifat Unlimited tanpa adanya penambahan beban biaya saat Kuota terlewati dengan harga yang terjangkau, bisa dikatakan sudah sangat sulit ditemukan belakangan ini. Kalaupun ada, bisa jadi alternatif operator yang tersedia pun sangat terbatas, mengingat ada banyak faktor yang membuatnya mampu untuk dapat digunakan dengan baik. Sayang, tidak semua paket layanan data tersebut dapat dijangkau secara nilai oleh kebanyakan orang, sehingga tips kali ini kami bagi kepada Kawan semua, tentang Bagaimana cara untuk berbagi koneksi melalui Wifi dengan memanfaatkan satu layanan paket data saja.

Mengapa satu ? karena untuk mendapatkan satu layanan paket data yang bersifat Unlimited secara memuaskan semua pihak biasanya harus ditebus dengan nilai yang tidak sedikit. Maka saran kami berikutnya sebelum memulai tips adalah melakukan patungan biaya antar beberapa kawan untuk dapat menutupi biaya langganan bulanan yang dikenai oleh provider yang kelak digunakan. Seberapa besar biayanya ? tentu Kawan yang nanti lebih tahu, baik berdasarkan penjelasan dari website resmi masing-masing operator ataupun rekomendasi dari kawan lain yang telah lebih dulu mencobanya.

Lantas, apa saja yang dibutuhkan untuk dapat Berbagi Koneksi lewat jaringan Wifi ? semua kembali pada jenis perangkat yang kawan Gunakan. Apakah itu berupa modem router, mobile ponsel, smartphone ataupun tabletpc atau barangkali perangkat PC atau Notebook sekalipun. Semua memiliki jenis pengaturan yang berbeda satu sama lain, demikian halnya dengan kemampuan.

Pesatnya kemajuan teknologi di dunia telekomunikasi merupakan faktor utama mengapa hal seperti ini sudah bisa dilakukan. Bahkan bisa dikatakan bahwa tips ini telah dapat dilakukan satu dua tahun lalu berkat inovasi dari salah satu sistem operasi yang kini mulai mendominasi dunia.

Bila kawan memiliki sebuah perangkat modem router yang kini telah banyak dapat ditemukan di pasaran, barangkali akan jauh lebih mudah mengingat tidak banyak persyaratan yang dibutuhkan untuk dapat membagi koneksi lewat jaringan wifi ke banyak pengguna. Cukup menggunakan satu kartu yang telah diaktifkan layanan paket data Unlimitednya, Kawan tinggal melakukan pengaturan dengan berbagai kesepakatan antar pengguna yang kelak memanfaatkannya. Apakah akan ada pemberlakuan privacy atau input kode password tertentu yang diganti secara berkala agar tidak sembarang orang dapat menggunakannya, atau halaman atau aktifitas yang boleh dilakukan atau tidak diakses demi menjaga batasan kuota pemakaian wajar. Untuk harga modem Router sejenis ini bisa didapatkan dari kisaran 300ribuan hingga 1,7 juta rupiah bergantung pada merek dan kemampuannya.

Lain lagi jika perangkat yang Kawan gunakan ini merupakan perangkat mobile ponsel yang dari ragamnya memang mengadopsi berbagai sistem operasi. Persyaratan utama selain adanya dukungan koneksi jaringan wifi yang dimiliki secara built in pada perangkat serta kartu tadi, Kawan pula harus menyiapkan berbagai upaya dari aplikasi maupun upgrade versi sistem operasi, yang sedianya dapat mendukung perangkat untuk melakukan kemampuan seperti yang kami maksudkan.

Untuk yang mensyaratkan penggunaan aplikasi, datang dari ponsel Nokia yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60 atau versi Belle dan Anna, yaitu menggunakan bantuan aplikasi JoikuSpot. Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, gratis dengan kemampuan yang terbatas dan berbayar.

Sedang bagi perangkat mobile ponsel yang mensyaratkan proses Upgrade, datang dari perangkat BlackBerry yang mensyaratkan sistem operasi versi 7.1 dengan fitur yang dikenal dengan istilah Mobile Hotspot, serta perangkat ternama iPhone/iPad yang mensyaratkan proses upgrade ke iOS versi 4.3 untuk dapat menemukan fitur Personal Hotspot pada menu Pengaturan. Jikapun para pengguna produk Apple tidak mampu melakukan proses Upgrade perangkat lantaran ketidaktersediaan versi terkini dari sistem operasi yang digunakan, Kawan dapat memanfaatkan bantuan aplikasi MyWi dengan tambahan perangkat kabel data atau Bluetooth.

Sedangkan bagi perangkat mobile phone yang memang sudah mengadopsi fitur berbagi koneksi melalui jaringan Wifi ini, datang dari sistem operasi Windows Phone baik versi 7, 7,5 dan yang terkini 8, dengan menggunakan istilah Internet Sharing. Ada juga perangkat ponsel maupun tabletpc yang berbasiskan Android, sudah bisa melakukan kemampuan ini sejak dirilisnya sistem operasi versi 2.2 Froyo dua tahun lalu. Adapun istilah yang digunakan dalam perangkat ini adalah Tethering dan dapat ditemukan dalam menu Pengaturan Wireless.

Berbeda dengan kemampuan pengaturan lanjutan yang dapat dilakukan oleh modem Router seperti yang kami sebutkan diatas, untuk sesi pengaturan yang dapat dilakukan pada perangkat mobile phone ini hanyalah fitur Privacy atau input kode keamanan serta persetujuan bagi perangkat mana saja yang diperbolehkan mengakses jaringan seperti yang terdapat dalam perangkat Android milik brand asal Korea Selatan, HTC.

Perangkat terakhir yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi Berbagi Koneksi lewat wifi adalah PC ataupun Notebook yang memang mutlak harus memiliki kemampuan koneksi Wifi built in. Sedang sarana yang dapat digunakan untuk membagi koneksi ke banyak pengguna adalah pemnfaatan aplikasi mobile hotspot, dimana salah satu yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Connectify. Seperti halnya dua jenis perangkat sebelumnya, Pengaturan Privacy merupakan hal yang mutlak dilakukan saat proses instalasi selesai. Dimana proses ini akan diikutsertakan dalam tutorial awal langkah penggunaan aplikasi Connectify. Lantas bagaimana dengan sumber koneksinya ? apakah dengan menggunakan kartu sim card dari operator ? tentu tidak, karena sangat jarang bisa ditemukan perangkat pc ataupun notebook yang memiliki slot sim card secara khusus langsung dalam bodi perangkat. sehingga alternatif yang dapat ditawarkan disini adalah Modem usb biasa atau mobile ponsel non smartphone (yang biasanya disebut dengan istilah feature phone) yang telah diubah kemampuannya sebagai modem dengan bantuan kabel data atau bluetooth.

Tips berbagi koneksi melalui jaringan wifi kali ini, bisa menjadi solusi praktis bagi sebagian orang yang menginginkan ketersediaan jaringan internet mumpuni lewat satu perangkat dengan biaya langganan bulanan yang dapat dikumpulkan secara kolektif.

Menyibak Perseteruan iPhone (Apple) VS Android (Samsung)

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Perang paten pertama di dunia.

Tak salah memang jika satu media online menyatakan demikian melihat pada perseteruan Apple melawan Samsung (ditambah nama lain seperti HTC dan Motorola) seakan tiada habisnya. Perang Paten yang dilancarkan oleh kedua belah pihak pada pengadilan di berbagai negara menyasar klaim pelanggaran yang dilakukan pihak lawan terkait rilis perangkat ponsel dan TabletPC masing-masing. Sebagian diantaranya menyatakan memenangkan pihak Apple sebagai produsen dari semua produk berbasis iOs mencakup iPhone, iPad dan iPod, sebagian lainnya memenangkan pihak lawan yang merupakan garda depan pengguna sistem operasi Android.

Sudah lama Steve Jobs mengungkapkan kebenciannya terhadap rilis resmi sistem operasi Android yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, lantaran diklaim mencuri dan mencontek ide atau konsep dari perangkat iPhone, perangkat fenomenal yang dikenal publik pada tahun 2007 silam. Bahkan Steve kabarnya siap melakukan perang nuklir untuk memenuhi ambisinya menghancurkan Android.

Diantara produsen perangkat pintar berbasis si Robot Hijau, Samsung dikenal loyal dan rajin merilis perangkat berbagai spesifikasi mengambil semua lini pasar konsumen. Tidak heran jika penjualan Samsung pada akhirnya mampu melampaui semua brand ternama lainnya termasuk Nokia dan BlackBerry. Sayangnya, bibit perseteruan Samsung dengan pihak Apple mulai dilancarkan seiring merilis perangkat Galaxy series yang rata-rata meniru bahkan ada pula yang menyerupai bentukan ponsel iPhone dan tabletpc iPad. Tidak lupa bagi yang gemar menyambangi portal berbagi Video, kami yakin mengetahui iklan yang dirilis saat Samsung mengeluarkan seri Galaxy S II dan Note. Dengan ide serupa, Samsung berusaha mematahkan antrean pengguna yang berbaris rapi di depan Apple Store.

Selain penjiplakan desain perangkat dan sistem operasi Android versi 2.x, Apple melancarkan pula klaim penggunaan paten layar sentuh yang mampu mengakomodir sentuhan jari (bukan stylus seperti halnya perangkat pintar era Windows Mobile), bentukan icon serta sinkronisasi perangkat untuk mentransfer musik dan file lainnya dari komputer pribadi ke smartphone dan tabletpc.

Di lain pihak, Samsung pun mencoba melancarkan pelanggaran hak paten atas beberapa teknologi seperti koneksi 3G dan wireless yang pula diadopsi oleh Apple, ditambah klaim teknologi milik HTC dan Motorola yang kini telah diakuisisi oleh Google.

Tidak kurang dari 25 produk smartphone dan tabletpc milik Samsung yang diklaim memanfaatkan aspek-aspek teknologi paten yang dimiliki Apple, diantaranya Galaxy Ace, Galaxy S, Galaxy S II, Galaxy Tab, Galaxy Tab 10.1, Galaxy Nexus dan varian lainnya yang beredar di sejumlah negara. Meski rata-rata yang diklaim merupakan perangkat lama yang kini telah berstatus diskontinyu, kabarnya dalam waktu dekat perangkat terkini yang baru saja dirilis seperti Samsung Galaxy S III dan Note series bakalan masuk daftar perangkat yang dituntut oleh Apple untuk dihentikan penjualannya.

Seakan tak mau kalah, Samsung pun menuntut balik beberapa perangkat yang dirilis oleh Apple mencakup iPhone 3GS, iPhone 4, iPad dan iPad 2. Sama halnya seperti yang dilakukan Apple, dalam waktu dekat Samsung pun sedang berancang-ancang menyasar perangkat iPhone 5 dan iPad 3.

Pengadilan Tinggi San Jose, Caifornia Amerika Serikat awal September lalu menyatakan bahwa Samsung telah melanggar paten dari produk milik Apple. Dari keputusan ini pihak Samsung dikenai denda dan membayar royalty kepada Apple sebesar US$1,51 miliar, lebih kecil dari jumlah yang dituntut oleh Apple yaitu $2,5 miliar. Hasil ini berbeda dengan keputusan pengadilan di kandang Samsung, Korea Selatan dimana baik pihak Samsung dan Apple sama-sama dianggap melanggar paten dan keduanya harus membayar denda. Samsung dikenai denda 25 juta Won sedangkan Apple 40 juta Won. Demikian halnya dengan Pengadilan Distrik Tokyo, menolak gugatan paten Apple dan menyatakan Samsung tidak melanggar paten teknologi perangkat mobile dan sinkronisasi komputer milik Apple.

Meski yang disasar oleh Apple adalah brand besar Samsung, namun sistem operasi Android tetap menjadi prioritas utama. Itu sebabnya, kekalahan Samsung di pengadilan Amerika Serikat cukup membuat beberapa nama lainnya seperti HTC, Sony, Motorola ataupun Acer sedang berupaya untuk merilis Update atau Android yang telah dimodifikasi untuk menghindari tuntutan Apple terkait pelanggaran hak paten tersebut. Ini dilakukan lantaran HTC pernah mengalami hal serupa dan lolos di pasar Amerika Serikat dengan merilis perangkat Android memanfaatkan User Interface HTC Sense.

Selain dampak negatif yang diakibatkan oleh putusan yang dijatuhkan oleh pengadilan Amerika Serikat pada Samsung, ada juga dampak positif yang kelak bakalan dirasakan oleh pengguna ponsel Android di semua lini. Yaitu kepastian untuk mendapatkan Update atau Upgrade versi sistem operasi baik ke versi 4.0 Ice Cream Sandwich ataupun 4.1 Jelly Bean. Ini karena pelanggaran hak kekayaan intelektual yang dipakai di Android, hanya berlaku untuk versi sistem operasi Android yang lebih lawas (versi 2.x).

Meski saling berseteru soal pelanggaran hak paten, hal ini tidak merusak hubungan bisnis di antara keduanya. Apple masih menjadi pelanggan terbesar Samsung. Begitupun Samsung, yang masih melayani pembuatan komponen penting untuk perangkat mobile Apple. Perusahaan asal Korea Selatan ini dipercaya membuat chip prosesor, chip DRAM, memori NAND yang bersaing dengan brand Toshiba, sedang pembuatan layar datar untuk iPhone dan iPad, Samsung harus bersaing ketat dengan LG. Lantaran keduanya tak ingin mengambil risiko dalam hal pembuatan komponen, kabarnya kontrak bisnis tetap menjadi isu terpisah dengan litigasi yang sedang berlangsung.

Adanya perseteruan antara kedua pihak terkait pelanggaran hak paten, namun disisi lain kontrak bisnis tetap berjalan, tak salah apabila banyak pihak yang mengatakan bahwa ini adalah sebuah bisnis yang baik. Karena efek dari perseteruan diatas adalah makin berlombanya konsumen untuk membeli perangkat yang masuk dalam daftar tuntutan sebelum penjualannya kelak benar-benar dihentikan. Lantas bagaimana kelanjutannya ? kita lihat saja sejauh mana isu ini akan bergulir.

Waspadai Gadget Tiruan

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Seorang Kawan tampak sumringah lantaran ia baru saja membeli sebuah ponsel Android berlayar 5” Samsung Galaxy Note dengan harga murah, 2,5 juta saja. Sayangnya kegembiraan itu tidak berlangsung lama saat kami memberitahukannya bahwa ponsel yang baru saja ia beli tersebut bukan rilis resmi milik Samsung, melainkan tiruan. Ponsel Replika.

Tentu saja kawan kami tersebut kaget bukan main, lantaran menurut si penjual ponsel yang ia bawa kini, memang benar bahwa perangkat yang berbekal dengan stylus pada back cover merupakan ponsel asli milik Samsung. Merasa belum percaya dengan apa yang kami katakan, iapun meminta kami membuktikannya.

Untuk melakukan pembuktian bahwa perangkat ponsel merupakan barang tiruan, replika atau yang disebut dengan istilah KW sebenarnya perkara mudah, itu jika yang ditiru mengambil brand BlackBerry ataupun iPhone. Sayang tidak demikian halnya dengan Android. Lantaran secara desain dan penampilan menu dapat dibuat dengan sama persis, mengingat sistem operasi yang digunakan dapat diperoleh dengan mudah.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan fisik. Baik secara tampilan luar mencakup desain depan dan back cover yang biasanya dihiasi dengan tulisan dari brand aslinya, maupun fisik dalam apabila memungkinkan untuk membuka chasing atau baterai. Perangkat original biasanya selalu menyertakan nama brand mereka baik pada tampilan depan perangkat, back cover, mesin hingga baterai. Kenali juga perilaku atau ciri khas dari perangkat. Misalkan perangkat iPhone tidak pernah membekali stylus ataupun baterai terpisah dalam paket penjualan. Demikian halnya letak tulisan BlackBerry apakah berada diatas layar atau dibawahnya.

Langkah kedua, lakukan pemeriksaan spesifikasi. Untuk mengetahui spec original perangkat yang diinginkan, manfaatkan alamat gsmarena.com, sebuah halaman yang dikenal rajin melakukan review untuk setiap perangkat ponsel dan tabletpc branded. Bisa juga melalui buyers guide yang ada dalam setiap tabloid ponsel tanah air. Sandingkan perihal besaran prosesor, internal storage, memory ram hingga wajah tampilan homescreen dan versi OS yang diadopsi jika ada. Untuk memeriksa isi jeroan ponsel bisa menggunakan bantuan aplikasi semacam System Information atau memeriksanya secara langsung pada opsi Pengaturan dan Task Manager. Selain spesifikasi secara umum, pemeriksaan dapat pula dilakukan pada besaran lensa kamera yang digunakan. Biasanya perilaku ponsel tiruan bisa diketahui lewat besaran kamera depan yang memiliki resolusi setara dengan kamera belakang.

Langkah terakhir adalah memeriksa keberadaan aplikasi yang merupakan bawaan khas dari perangkat. Misalkan untuk ponsel BlackBerry, cari dan buka aplikasi BlackBerry Messenger dan App World-nya. Untuk ponsel iPhone bisa memeriksa keberadaan iTunes, app Store, FaceTime atau iMessage yang kini telah hadir di perangkat terbaru. Sedang Android, bisa berupa Samsung Apps, HTC Likes atau MotoSpeak pada ponsel Motorola. Dalam kasus Samsung Galaxy Note diatas, tidak kami temukan aplikasi bawaan seperti Mini Diary, S-Memo, S Planner dan S Choice yang merupakan ciri khas ponsel tersebut.

Apabila terdapat perbedaan yang signifikan dari ketiga langkah diatas, maka hampir bisa dipastikan bahwa perangkat yang dicurigai memang benar merupakan ponsel tiruan, replika atau KW. Jikapun belum merasa yakin benar, perangkat dapat dibawa secara langsung ke Service Centre terdekat untuk mendapatkan pengakuan keasliannya.

Perangkat ponsel tiruan atau yang kerap disebut dengan replika atau KW ini, ada dan sudah dapat ditemukan di masyarakat dengan harga yang jauh lebih murah dari perangkat asli yang ditirunya. Rata-rata kisaran harga jual untuk ponsel semacam ini adalah sekitar 750ribu hingga 2,5 juta tergantung dari kualitas dan kemiripannya. Sedang untuk usaha penjualan, biasanya dilakukan secara door to door atau digerai-gerai kecil.

Salah satu usaha pertama yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mencurigai tingkat keaslian perangkat ponsel yang dijual adalah persoalan harga. Apabila seorang konsumen ingin membandingkan harga jual sebuah perangkat ponsel ataupun tabletpc dari gerai satu ke gerai lainnya atau secara langsung dari distributor resmi, perbedaan harga biasanya hanya terpaut di kisaran 25ribu hingga 250ribuan, bergantung pada paket penjualan yang ditawarkan. Sedangkan untuk ponsel tiruan kerap ditawarkan hingga setengah harga dari harga aslinya.

Jika kawan mendapatkan penawaran semacam ini, ada tiga kemungkinan yang biasanya terjadi. Pertama, ponsel yang dijual merupakan replika atau tiruan. Kedua merupakan perangkat Black Market atau perangkat tanpa cukai. Dan ketiga, percobaan penipuan transaksi online. Adapun jenis ponsel yang disasar oleh perangkat tiruan, replika atau KW adalah perangkat yang masuk dalam golongan high-end, terkini atau terbaru, dengan harga jual 4 hingga 6 jutaan.

Apabila Kawan bersikukuh ingin membeli sebuah perangkat tiruan, replika atau KW dan sudah mengetahui statusnya sejak awal dengan dalih harga murah namun bisa bergaya tanpa peduli kemampuan perangkat, barangkali bukan lagi menjadi sebuah masalah. Namun apabila setelah penggunaan jangka lama Kawan baru mengetahui status ponsel merupakan tiruan, replika atau KW padahal saat pembelian si penjual mengklaim barang tersebut asli dari pabrikan tertentu merek branded, hal ini bisa saja dituntut secara hukum. Maka pikirkan sebelum memutuskan untuk membelinya.

Tentang Perseteruan Apple vs Samsung

2

Category : tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Steve Jobs berang. Google mencuri idenya dengan mewujudkan sistem operasi Android. Maka perangpun dimulai.

Perseteruan Apple vs Samsung yang mempersoalkan banyak hal mulai pelanggaran hak paten terkait desain ponsel dan tablet berlayar lebar (hampir memenuhi layar dan minim tombol), sentuhan layar dengan memanfaatkan jari hingga beberapa operasional yang memang diakui atau tidak, Apple lah yang terlebih dulu mempublikasikan ke publik lewat iPhone tahun 2007 lalu. Meskipun secara ide, itu bukanlah original milik Apple.

Samsung di tahun pra rilis iPhone bisa dikatakan ‘tinggal menunggu waktu. Beberapa peruntungannya lewat rilis ponsel menggunakan sistem operasi Symbian dan Windows Mobile bisa dikatakan jauh dari harapan. Demikian halnya dengan desain yang hampir tak pernah merilis perangkat spektakuler layaknya kini. Konsep tiruan langsung bisa ditebak pasca dipublikasikannya iPhone, dan Samsung secara perlahan satu persatu merilis perangkat yang bisa dikatakan menyerupai hingga akhirnya menyamai.

Memang ungkapan hakim yang menangani kasus perseteruan ini bisa dibenarkan, bahwa Konsumen tidak akan kebingungan memilih mana produk Apple demi melihat desain milik Samsung seperti yang dipermasalahkan oleh pihak Apple, dan tablet Samsung (Galaxy Tab 1rst) tak sekeren iPad (generasi pertama). Namun tetap saja meniru desain yang sudah dipatenkan, tak dapat dibenarkan. Tapi kenapa justru Samsung ? jika yang dipermasalahkan oleh Steve Jobs justru pada sistem operasi yang digunakan alias Android ?

Bisa jadi lantaran dua iklan Samsung yang secara terang-terangan melakukan konfrontasi terhadap ponsel milik iPhone. Bagi yang pernah menyaksikan iklan yang saya maksud, dijamin maklum dengan tuntutan Apple. Kalo gag salah waktu rilis Samsung Galaxy S II dan Samsung Galaxy Note. Dua iklan yang sebenarnya punya nafas sama, yaitu menyasar pada antrean pembelian perangkat iPhone.

Pukulan telak lalu dilayangkan oleh Apple dan disetujui oleh Pengadilan Amerika. Samsung harus membayar sejumlah nilai pada Apple atas sejumlah pelanggaran meliputi desain hingga operasional perangkat seperti yang disebutkan diatas.

Meskipun Samsung dinyatakan menang di pengadilan Korea Selatan tempat asal Samsung dikembangkan, namun kemenangan Apple di pengadilan Amerika kini mulai membuat ketar ketir para produsen perangkat ponsel pintar dan tabletpc yang memanfaatkan sistem operasi sama. Android. Mau tidak mau Google sebagai pengembang utama diharuskan turun tangan membackup Samsung kelak.

Perseteruan dua klan besar di jagad teknologi komunikasi, dibarengi pula dengan perseteruan fanboy atau pengguna masing-masing perangkat. Bukan rahasia lagi jika pengguna Apple dan Samsung juga Android saling ledek, hina dan caci maki di setiap pemberitaan yang diturunkan baik media online hingga forum kenamaan. Apakah harus seperti itu ?

Bagi saya tentu saja salah besar.

Sebagai pengguna, selayaknya yang bisa dilakukan adalah menggunakan dan mengeksplorasi hingga nantinya menyebarkan dan menyerahkan pilihannya pada kawan lainnya. Jika pilihan jatuh pada perangkat yang berbeda dengan yang kita pegang, itu sepenuhnya merupakan pilihan yang bersangkutan atas semua alternatif pilihan yang diberikan. Jangan sampai hubungan pertemanan jadi renggang hanya karena perbedaan perangkat yang dimiliki.

Apple memiliki Ekslusifitas OS dan perangkat. Ponsel yang dirilis bisa dikatakan hanya satu setiap tahunnya. Itupun dirilis hanya menggunakan nama besar Apple. Berbeda dengan sang penjiplak, Android, maju lewat banyak nama, banyak spesifikasi dan banyak pilihan harga. Secara tidak langsung membuatnya tampak jauh lebih pasaran. Namun banyaknya pilihan inilah yang kemudian mengakibatkan Android tampak jauh lebih menarik untuk dicoba bagi sebagian besar pengguna ponsel tanah air. Mengingat belum banyak yang mampu menyisihkan budget minimal 5 jutaan untuk sebuah ponsel. Demikian halnya saya.

Jika saja Apple mau merilis ponsel OS terkini mereka dengan harga yang lebih logis, barangkali akan banyak pengguna Android dan juga ponsel lain berpaling. Tak lupa sistem penjualan aplikasi yang jauh lebih dipermudah. Oke, tidak sampai gratis, namun bisa dilakukan tanpa harus membeli voucher lewat Kaskus yang memang diperuntukkan bagi pasar US misalnya. Karena hal inilah yang kemudian memicu dilakukannya JailBreak dan menghancurkan garansi yang dimiliki.

Apple punya ide, Samsung dan Android punya Market. Andai saja keduanya bisa dipadu, tentua akan lebih indah rasanya. Namun bisnis tak bisa diperlakukan demikian. Tanpa persaingan tentu takkan ada warna. Itu yang diyakini Samsung lewat inovasi-inovasi baru yang berusaha dilahirkan dalam setiap perangkatnya. Namun tetap penjiplak harus digilas, yakin Apple. Agar tak semudah itu hak cipta kekayaan intelektual ditiru begitu saja.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik seharusnya dari perseteruan Apple vs Samsung, dan itu bukan perseteruan saudara sebangsa.

Tips Pembuatan akun Apple ID

Category : tentang TeKnoLoGi

Untuk dapat mengoptimalkan perangkat besutan Apple baik iPad maupun iPhone, seperti halnya ponsel pintar lain dari Android, BlackBerry, Windows Phone bahkan Symbian dibutuhkan beberapa utility, aplikasi ataupun sarana hiburan tambahan yang kesemuanya itu dapat dicari dan diunduh secara resmi lewat Market atau Application Store di masing-masing perangkat. Agar bisa melakukannya dibutuhkan sebuah user akun yang memberikan syarat dan ketentuan berbeda untuk masing-masing jenis sistem operasi tadi. Sebagian ditawarkan secara gratis, sebagian lainnya dapat digunakan setelah pengguna membelinya sesuai nominal harga yang ditetapkan.

Apabila beberapa perangkat pintar seperti Android, BlackBerry ataupun Symbian sudah mampu memotong pulsa pengguna secara langsung untuk dapat melakukan pembelian aplikasi atau games yang diinginkan, tidak demikian halnya dengan user akun pada perangkat pintar milik Apple. Berdasarkan pendapat sejumlah Kawan Tokoh yang sudah mengalaminya, rupanya ada dua cara pembayaran atau pembelian yang bisa dilakukan. Namun tetap kedua cara tersebut membutuhkan pembuatan satu user akun yang dikenal dengan nama Apple ID.

Setidaknya ada tiga cara yang bisa dicoba untuk membuat akun Apple ID. Pertama melalui halaman web resmi milik Apple, kedua dilakukan melalui Aplikasi iTunes, sebuah aplikasi pc suite bagi perangkat Apple untuk melakukan sinkronisasi data ke pc/notebook yang dapat diunduh dari halaman yang sama, dan ketiga dari perangkatnya secara langsung. Prosesnyapun tergolong cukup gampang.

Proses pembuatan dimulai dari memilih nama Negara dimana pengguna tinggal, kemudian memasukkan alamat email yang nantinya akan digunakan sebagai username akun Apple ID, password, secret question untuk berjaga-jaga apabila pengguna melupakan password yang digunakannya. Langkah ketiga adalah memasukkan cara pembayaran, serta data pribadi dari nama, tanggal lahir, tempat tinggal serta nomor ponsel. Jika langkah ini dapat diselesaikan dengan baik, sistem akan meminta pengguna untuk memverifikasi akun melalui email yang dikirimkan lewat alamat diatas. Akun Apple IDpun siap digunakan.

Namun yang perlu dicermati dari langkah diatas adalah pada opsi ‘cara pembayarannya. Apabila Kawan Tokoh hanya melakukan pengunduhan aplikasi ataupun games yang ditawarkan secara gratis dari daftar App Store, silahkan pilih ‘Tidak Ada’ atau ‘None’. Sedangkan apabila kawan Tokoh ingin melakukan pembelian aplikasi ataupun games, dapat memilih cara pembayaran dengan menggunakan Kartu Kredit dari Visa, MasterCard, Amex dan Discover atau menggunakan iTunes Gift Card, semacam kartu voucher dengan menginputkan kode yang terdapat dalam kartu tersebut.

Nah, permasalahannya adalah ternyata iTunes Gift Card tersebut tidak diperjualbelikan secara bebas di Indonesia. Setidaknya demikian info yang kami dapatkan dari sebuah tempat penjualan perangkat Apple di seputaran Denpasar. Adapun bisa didapat dengan melakukan pembelian lewat forum dunia maya seperti Kaskus atau beberapa akun Twitter yang dapat dipercaya. Tips yang kedua terkait pemanfaatan iTunes Card ini adalah kesesuaian Nama Negara dengan tempat asal pembelian iTunes Card sedapat mungkin bisa disamakan. Itu sebabnya beberapa Kawan Tokoh menyarankan untuk menggunakan Negara United States sebagai pilihan pertama saat pembuatan akun Apple ID mengingat iTunes Card yang didapatkan dari forum ataupun akun Twitter tadi rata-rata berasal dari negara yang sama. Apabila tidak sama, bisa jadi proses input kode iTunes Card menyatakan ‘Invalid Code’ seperti yang kami alami tempo hari.

Adapun fungsi lain daripada pemanfaatan akun Apple ID selain pengunduhan aplikasi seperti yang disebutkan diatas adalah untuk melakukan registrasi penggunakan iMessage, aplikasi Messenger atau chat yang hanya dapat digunakan ke sesama pengguna iOS, sistem operasi perangkat pintar milik Apple, juga penggunaan FaceTime, aplikasi telekonference atau yang dikenal dengan chat video call dengan memanfaatkan kamera depan.
Semoga saja Tips kali ini bisa berguna pula bagi Kawan semua.