Note 5… Migrasi ndak ya ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Minggu pagi baca eBook hasil unduhan di aplikasi S Lime, rasanya mengkeret saat menemukan artikel review salah satu ponsel flagship milik Samsung bertajuk Note, seri terkini dari yang pernah ada dan hadir dalam balutan material logam. Mantap pastinya.

Tapi sebelum itu, pas kapan seorang senior di dunia birokrasi sempat chat malam-malam membanggakan handset iPhone 6 yang baru dibelinya dan mengaku tak ingin lagi berpindah ke lain merek alias menekankan Android itu… so last years.
He… Intinya Beliau ini sangat puas dengan performa dan kehandalan Apple series yang di-Mak Erot-kan ukurannya, dan berusaha mematahkan semua kebanggaan saya akan Note 3 yang hingga kini masih dipake untuk segala aktifitas. Ya, segala aktifitas.

Bisa dikatakan sejak pegang Note 3, Galaxy series milik Samsung yang tempo hari harga awalnya tembus di angka 7 jutaan ini, nyaris menggantikan semua aktifitas yang biasanya saya lakoni saat senggang. Kini, laptop hanya disentuh saat diperlukan untuk menyusun Laporan atau Karya Tulis yang jumlahnya berlembar-lembar. Sedang jika hanya berupa Notulen bahkan tulisan Blog, bisa diselesaikan dengan aplikasi Evernote. Tabletpc 7 inchi yang dahulu menemani, kini sudah dihibahkan sepenuhnya pada anak.
Sudah cukup puas dengan layar lebar Note series ini.

Sedang dari Performa sebetulnya sudah sangat memuaskan untuk ukuran sejauh ini. Yang namanya Lag ya biasalah, macam tubuh manusia, gak seterusnya bisa berfungsi maksimal. Cuma perlu dimaklumi saja, sisanya masih mantap kok.

Note 7 PanDeBaik

Samsung Galaxy Note 5. Punya spesifikasi yang mirip dengan kedua kakaknya terdahulu. Note 3 dan Note 4. Hanya kali ini ada penambahan space RAM jadi 4 GB. Tapi sejauh sistem Android masih sama, rasanya tetap saja memory yang tersisa gak sampai 1 GB. Infonya sih nanti di OS versi baru, bakalan diubah pola pikirnya.

Sedangkan iPhone ? Hingga saat ini mungkin masih belum aja. Saya masih mencintai pola pikir ‘Copy Paste’ yang dahulu pernah diingatkan pengguna Apple untuk ditinggalkan. Sayangnya lingkungan dimana saya hidup dan tinggal, belum semua memiliki dan menggunakan perangkat yang setara atau serupa.
Masih ada yang betah menggunakan ponsel Jadul dengan konektivitas Bluetooth saja sebagai sambungan. Akan susah bertukar file jika kita menggunakan Apple yang murni mengandalkan jaringan Internet. Tapi yah… kembali pada kebutuhan dan kepentingan sih sebenarnya.

Jadi kalo saat ini ada yang menawarkan untuk Migrasi dari Note 3 ke Note 5, rasanya eman membuang uang sedemikian banyak, toh secara kebutuhan belum perlu sejauh itu. Akan tetapi kalo ada yang mau menawarkannya gratis…
Ya…
Siapa sih yang bisa menolaknya ?
He…

Criminal Case, temukan petunjuk pelaku kejahatan

Category : tentang TeKnoLoGi

Kemungkinan pertama adalah mencurigai orang terdekat atau yang kedua, mencurigai orang yang tak mungkin dicurigai

Kalimat itu selalu terngiang saat membaca atau menemukan sebuah kisah kasus pembunuhan yang kalau tidak salah saya dengar dari salah satu petinggi kepolisian atau bisa jadi saat membolak balik komik manga jepang Kindaichi atau Conan. Ah, saya terlalu banyak mengkhayal rupanya.

Tapi eh benar loh, karena dari 20-an kasus yang saya temui dan tangani selama ini, para tersangka yang terbukti melakukan kejahatan dengan mengumpulkan lima petunjuk per kasusnya, memang mengarah pada orang terdekat atau orang yang kelihatannya tidak bersalah.

Setidaknya begitu alur cerita Criminal Case, permainan mobile yang saya mainkan lewat layar ponsel sejak mulai merasa bosan dengan Paradise Island atau Plants vs Zombie 2. Tersedia dalam dua platform baik iOS maupun Android. He… jadi jangan ditanggapi serius yah.

Criminal Case Pande Baik 1

Criminal Case itu singkatnya sebuah permainan apa yah kalo disebut kategorinya ? puzzle mungkin, yang pola permainannya adalah menemukan petunjuk serta kumpulan benda yang disebutkan dalam sebuah list, dari 7, 9, 12 hingga 60an pieces setiap stage nya, yang dibayar dengan sejumlah kecil uang dan progress bersatuan xp. Uang yang dikumpulkan dapat digunakan untuk membeli karakter tokoh yang dimainkan, ekspresi wajah, fashion hingga asesorisnya. Jadi pemain bisa berkhayal sedikit mau jadi seganteng apa atau secantik siapa. Sedang progress akan menaikkan level satu tingkat secara periodik untuk mendapatkan bonus tenaga atau poin, sebagai syarat memainkan stage dalam setiap kasusnya. Sudah begitu ada progress dalam bentuk bintang yang hadir maksimal 5 buah di setiap lokasi kejadian, untuk membuka dan mencari lebih jauh petunjuk yang ditemukan. Kurang lebihnya begitu.

Dalam satu kali permainan, tersedia sebanyak 110 energi atau poin yang bisa digunakan, dengan rincian 20 poin energi di setiap kali stage dimainkan. Sehingga setiap kali permainan dimulai, pemain hanya bisa menggunakannya untuk lima kali stage saja dan menyisakan 10 poin tanpa mampu dilanjutkan kembali. Poin akan bertambah saat petunjuk berhasil ditindaklanjuti.

Oke, gambaran awamnya begitu.

Criminal Case Pande Baik 3

Namun setelah sekian kali memainkan Criminal Case di perangkat iPhone 4 cdma yang kini beralih fungsi menjadi iPod, ada beberapa tips yang bisa dibagi untuk kalian kalopun berminat ikut memainkannya kali ini.

Satu, buatlah akun kedua masing-masing sosial media untuk diinputkan dalam permainan semacam ini agar tak mengganggu timeline kalian dimata kawan sejawat. Karena update tindakan selalu dipostingkan di halaman profile kita setiap kali dimainkan. Akan mengganggu kalo timeline kawan sejawat dipenuhi notifikasi tampilan game yang kita mainkan. Saya sendiri membuat akun Made Dwi, nama sederhana dan mudah diingat, khusus untuk memainkan games sejenis. Jadi kalo menemukannya di jejaring FaceBook dan Twitter, jangan pangling liat foto profilnya yah. Kalo kalian pemain juga, silahkan di add. Hehehe…

Dua, bertemanlah dengan pengguna permainan yang sama. Peran mereka nanti akan sangat berguna dalam menambah bonus yang didapat, baik berupa tambahan 1-2 energi yang dapat dimanfaatkan saat kepepet, atau kartu remi yang dapat ditukar dengan bonus lainnya. Fungsi teman dalam permainan juga bisa mempercepat akses ke kasus berikutnya tanpa harus menunggu waktu tiga hari kedepan setiap kali menyelesaikan satu kasus.

Tiga, gunakan dua atau tiga lebih perangkat jika mampu untuk menambah kesempatan bermain, mengingat terbatasnya kemampuan permainan setiap kali dimainkan. Maksimum 5 kali saja dalam kasus normal. Masih ingat tulisan sebelumnya yang kebanyakan gadget itu ? saya menginstalasi games yang sama di empat perangkat Android lainnya setelah tahu games Criminal Case telah tersedia di Google Play Store. Jika sudah, masukkan akun sosial media yang sama dalam setiap perangkat, sehingga dalam sekali waktu bermain, ada penambahan 5 kali kesempatan sesuai jumlah perangkat yang diinstalasi. Memang ribet, tapi nikmati saja. Mosok kalah dengan berita hoax cewek china yang memainkan 50 akun permainan Clash of Clan itu ?

Empat, perhatikan sisa energi atau poin yang ada dalam setiap permainan. Jika tersisa sekitar 10 poin, bisa memanfaatkan bonus harian yang diberikan setiap kali memulai permainan, dengan wujud minuman botol 50 poin energi. Artinya ada tiga kali tambahan kesempatan bermain nantinya. Sedangkan jika sisa energi mepet mepet kuota persyaratan minimal memainkan games, bisa melirik notifikasi bonus dari daftar teman yang ada. Syukur-syukur ada beberapa poin tambahan yang dikirim oleh beberapa kawan yang dimiliki.

Lima, banyaknya petunjuk yang ditemukan juga bisa menjadi alternatif tambahan poin energi, kisaran 1-8 untuk permainan biasa (tersedia 9 poin dalam kondisi penuh), dan 1-18 poin untuk permainan tambahan (Elite Mode). Semakin banyak poin yang didapat, bonus progress xp dan uang juga makin banyak didapat.

Enam, fokus dan mainkan Criminal Case saat Happy Hours yang menawarkan bonus bonus tertentu, 2 kali xp, full hints, 2 kali bonus bintang atau 2 kali uang. Lamanya Happy Hours biasanya berlangsung selama 1-3 jam lamanya. Penambahan jumlah gadget akan sangat menguntungkan ketika Happy Hours diberikan.

Tujuh, secara default permainan berjalan sesuai settingan bahasa yang digunakan perangkat. Mengingat ponsel yang saya pergunakan menggunakan English pada pengaturannya, nama-nama benda dan juga alur kisahnya tentu disampaikan dalam bahasa Inggris juga. Bagus untuk belajar sebenarnya, juga belajar mengingat. Namun seandainya persoalan English menjadi hambatan besar, nama benda disa ditranslate ke Indonesia dengan mengubah menu Pengaturan Ponsel. Bisa jadi lebih memudahkan, bisa juga jadi membingungkan lantaran kata translatenya agak aneh. Misalkan Hangman (boneka yang digantung pada leher), diartikan sebagai Algojo. Jadi bingung nyari wajah Algojo yang seram namun diarahkan ke wajah boneka culun itu.

Criminal Case Pande Baik 2

Delapan, ingatan manusia biasanya agak terbatas jika digunakan secara berkala. Maka selesaikanlah lima bintang yang ada dalam setiap lokasi kejadian, karena nama benda yang dicari cenderung berulang, sehingga tidak membingungkan saat mencoba peruntungan di setiap stagenya.

Sembilan, poin energi akan bertambah 1 poin untuk tiap menit yang dilalui. Rasanya begitu. Jadi interval permainan yang bisa dilakukan baiknya sih setiap dua jam sekali agar tidak mengganggu waktu kerja, tidur maupun bercengkrama dengan keluarga. Waktu tersebut untuk memenuhi kembali kuota maksimal energi sebanyak 110 poin.

Sepuluh, terkait penggunaan banyak perangkat untuk memainkan satu akun sosial media, dibutuhkan restart ulang permainan apabila saat berhasil melakukan login, jumlah akhir progress yang didapat pada perangkat sebelumnya tidak sesuai. Cek pada progress xp atau jumlah bintang yang didapat. Agar permainan yang dilakukan tidak mubazir lagi kemajuannya.

Oke deh, ini posting terakhir saya minggu ini rasanya. Selamat menjalankan liburan panjang, Selamat merayakan Galungan bersama Keluarga dan selamat Mudik Lebaran juga bagi kalian semeton Muslim.

Kebanyakan Gadget

Category : tentang TeKnoLoGi

– Samsung Galaxy Note 3
– Samsung Galaxy Note 3 Neo *hibah dari aplikasi Pantau
– iPhone 4 CDMA *masih pake nomor Flexy tapi keseringan AirPlane Mode
– Modem Connex M1
– Modem Andromax 4G M2P
– Power Bank Samsung 50K mAh

Itu semua perangkat yang kini selalu hadir dalam tas pinggang cokelat, diselempang lantaran makin berat. Tapi kalopun secara rute gak butuh daya baterai lama, Power Bank biasanya ditinggal di rumah.

– Samsung Galaxy Note 2 – milik istri
– Samsung Galaxy Tab 7 Plus – baba nya Intan
– Samsung Galaxy Tab 3V – baba nya mbojek iYah
– Nokia Lumia 520 – ponsel kakek
– Nokia X – ponsel nenek

Yang ini barisan perangkat yang harus di charge ulang tiap malamnya, agar esok pagi bisa dipergunakan secara maksimal oleh masing masing pemiliknya. Sementara sisa colokan yang ada dalam jangkauan terdekat hanya ada 5. Sehingga yang sering mengalah adalah iPhone, modem, Nokia dan Baba-nya mbojek lantaran jarang dipakai.

Urusan kelistrikan sih sudah jadi kewajiban saya sehari-hari. Dari awal dulu. Tapi kini masih mending karena MP3 player sudah gak difungsikan lagi. Yang menjadi masalah terbesar kini adalah biaya internet bulanannya saja. Mengingat secara rumah, sudah ada wifi routernya Telkom Speedy dengan biaya 75ribu sebulan, akses Unlimited dengan kecepatan terbatas up to 512 KBps, ditambah Axis Pro Unlimited 50ribu di kali dua perangkat. Sementara Paket Indosat di Galaxy Note Neo, hanya seperlunya apabila sedang berada di luar kota, dimana jaringan Axis tidak mampu menjangkaunya. Paket yang diambil seharga 29ribu sebulan. Kini malah nambah dua calon lagi untuk dua Modem SmartFren yang sepertinya bakalan diisi ulang apabila mendesak sekali. Mengingat yang saya lihat masa berlaku paket internet atau sisa kuota data yang ada di kedua modem tersebut, masih cukup lama bisa dinikmati. Sedang perangkat lain, mutlak non aktif langganan paket data, hanya disambungkan bilamana perlu pada koneksi yang disebutkan tadi.

Kebanyakan Gadget. Itu yang saya rasakan. Padahal beberapa waktu lalu, pikiran sudah cukup tenang seiring aksi Deactivate akun FaceBook, dan dihibahkannya ponsel AccessGo 4E pada kakak ipar. Eh kok malah dapat hadiah lagi yang jauh lebih banyak.

Inginnya nanti mau dihibahkan lagi pada yang memerlukan. Sementara ini baru terlaksana satu saja, modem M2P yang satunya lagi, jadi ada dua modem yang diberikan oleh SmartFren, dipindahtangani ke Sloka Institute, induk Bale Bengong dan komunitas Bali Blogger Community. Ketimbang Mubazir, tidak tergunakan.

Sedang Note 3 Neo, inginnya tak balikin ke Developernya, mengingat secara aplikasi kini sudah mampu dijalankan di Note 3 yang saya miliki.

Rasanya satu Gadget itu sudah pas. Dan kalopun mendesak, ada tambahan Modem Connex M1 rasanya lebih dari cukup. Buat jaga-jaga saat kekurangan sinyal jaringan internet, atau kekurangan daya baterai mengingat modem tipe ini punya fungsi tambahannya juga.

Duuuhhh… Kebanyakan Gadget kok malah bingung ya ?

Tuntaskan Clear Vision, Tyler Smith Tembak Mati 19 orang

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Moncong senapan laras panjang itu secara diam-diam mengikuti gerak gerik sasarannya, yang sedang asyik membaca buku di lantai 1 sebuah apartemen, dan sesuai pesanan, pelatukpun ditarik… DOR ! Sasaran mati dengan kepala bersimbah darah ditembus peluru tajam. dan mediapun mengisahkan satu cerita dari sembilan belas penembakan yang terjadi berturut-turut.

Sebuah email datang dalam akun C-Mail milik Tyler Smith, memohon maaf atas kesalahan informasi yang ia terima. Dan untuk kesempatan kedua, sasaranpun telah ditetapkan. Dengan bayaran $ 3.000 pelatukpun dieksekusi kembali.

Clear Vision, sebuah games atau permainan yang secara tidak sengaja saya unduh di perangkat iPhone 4 CDMA berbasis iOS 6.0 mensyaratkan umur 17 tahun ke atas bagi penggunanya yang serius berkeinginan melanjutkan kisah. dan alurpun berganti begitu cepat, terutama jika kalian paham memainkannya.

Clear Vision PanDeBaik 02

Tidak dibutuhkan banyak latihan untuk dapat mengokang senapan laras panjang yang harus dibeli dari sebuah toko senjata dalam kota. Mencari kepala sasaran, ketahui jaraknya dan perhatikan arah anginnya. Jika sudah, tarik pelatuk dan DOR ! Bayaranpun diterima sesuai pesanan.

Mengikuti alur ceritanya, sesungguhnya membuat saya merinding mengingat dari 19 misi yang dijalankan semuanya berakhir tragis dengan darah yang muncrat terkena tembakan senapan laras panjang. Memposisikan diri sebagai pembunuh sebenarnya tidak hanya sekali ini dimainkan, sebelumnya ada GTA, Wolfenstein dan banyak games bergenre FPS lainnya. Namun, baru satu ini yang membutuhkan ketelitian, kesabaran dan saat peluru ditembakkan, ada rasa galau saat cerita tepat sasaran. Mih…

Dari 19 misi yang didapat lewat surat dan email, hanya satu yang meleset sehingga tingkat keakuratan tembakan mencapai 95 % secara keseluruhan. Misi tersebut dapat diulang apabila target sasaran bukanlah sesuai pesanan. Jadi ya belajar sambil membunuh *uhuk kalopun tepat, syukur… kalopun meleset ya diulangi kembali 🙂

Yang menjadi tantangan selain perhitungan jarak dan arah angin tersebut, ada juga beberapa clue atau petunjuk yang barangkali harus dipahami mengingat sosok karakter yang dimainkan oleh orang per orang dalam Clear Vision hanya garis hitam tebal, tanpa wajah dan ciri lain yang membedakan. Namun bisa ditebak dari perilaku dan gerak gerik yang dilakukan sesuai petunjuk pemesanan.

Clear Vision PanDeBaik 01

Oke, bagi yang penasaran silahkan meluncur ke Apple Store, sedangkan yang gag tertarik… nanti saya coba reviewkan beberapa games lainnya yang sekiranya pula bisa dijadikan pilihan. See ya.

By the way, games yang sama juga tersedia di perangkat Android.

Pertanyaan Awal Tahun, pilih iPhone, Android, BlackBerry atau Windows Phone ?

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika jeli, tahun 2013 yang lalu bisa dikatakan tahun percobaan peruntungan bagi sebagian besar perangkat berteknologi komunikasi berbasis sistem operasi smartphone, dalam melepas teknologi terkini mereka masing-masing serta sebagai ajang pembuktian perangkat mana yang kini lebih digjaya dalam hal kemampuan untuk beraktifitas.

iPhone, lewat iOS 7 besutan Apple. Satu brand dengan satu jualan. Yang meskipun pada awal kemunculan sempat mengkritik sang rival dari Korea, kini tampaknya ikutan beralih mengikuti keinginan pasar dengaan memanfaatkan material plastik untuk menekan ongkos produksi (yang secara harga masih juga tergolong mahal jika dibanding kompteitor lainnya), serta mengubah ukuran layar sedikit lebih panjang (dengan lebar tetap). Namun meskipun dibanderol mahal, tetap saja iPhone disuka. Bahkan memiliki fanboy diehard tersendiri secara ekslusif. Jika dibandinggkan dengan kemampuan kompetitor, diatas kertas memang bisa dikatakan ketinggalan zaman, namun pada prakteknya dengan ukuran yang ketinggalan zaman ini masih bisa bersaing secara kecepatan bahkan sedikit melebihi secara kemampuan untuk mengeksekusi permainan ataupun aplikasi yang sama, tanpa jeda dan crash. Dan dengan adanya satu jualan, menyebabkan para developer aplikasi maupun games begitu loyal lantaran tidak membutuhkan banyak penyesuaian perangkat untuk setiap peembaharuan versi yang dirilis. Demikian pula update OS secara resmi, dapat digunakan untuk semua perangkat sejenis.

Android. Ada banyak nama yang ditawarkan disini. Dari sang raja asal Korea, Samsung dan saingannya yaitu LG, HTC, Motorola, Asus, Acer dan lainnya. Ditawarkan dalam berbagai jenis kemampuan, kecepatan, lebar layar hingga harga jual. Positifnya tentu konsumen diberikan banyak pilihan yang sama-sama menarik, tinggal disesuaikan dengan penawaran pelayanan after sales atau bundling. Sedang negatifnya, proses update atau pembaharuan aplikasi jadi agak ribet lantaran banyaknya varian atau perbedaan spek antar satu perangkat dan lainnya. Kabarnya lumayan membuat stress di kalangan developer aplikasi dan games, pula versi sistem operasi Android yang diserahkan kepada masing-masing vendor, untuk memperhabarui satu persatu perangkat secara bergiliran. Namun jika kawan-kawan bukanlah pengguna yang berharap banyak pada pembaharuan, persaingan di tingkat spesifikasi rasanya sudah cukup dijadikan dasar pertimbangan. Teknologi prosesor Dual Core kini sudah menjadi standar, sedang Quad dan Octa Core menjadi semacam flagship di masing-masing vendor termasuk berbagai kecanggihaan aplikasi yang dibenamkan. Demikian halnya dengan kehadiran beragai ukuran layar yang tinggal disesuaaikan dengan kebutuhan.

Pilih mana

Blackberry, meski sempat tertinggal jauh di versi 7 terdahulu (yang hingga kini rupanya masih dipertahankan untuk menyasar pengguna pemula), RIM atau Research In Motion selaku pengembang utama sistem operasi yang kini beralih nama menjadi BlackBerry Inc mulai menggelontor pasar dengan versi 10 yang mengandalkan layar sentuh secara murni maupun perpaduan dengan keyyboard qwerty fisik yang fenomenal itu. Sayangnya beberapa seri awal BlackBerry 10 rupanya kandas di pasaran lantaran kurangnya support dari pihak ketiga serta masih menyisakan banyak bugs dalam pengoperasiannya. Terkini, BlackBerry merilis versi Z30 yang merupakan penyempurnaan dari seri terdahulu namun masih berada di kisaran harga deretan ponsel flagship. Seri ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan BlackBerrry di masa lalu, yang sayangnya tidak menyertakan keyboard fisik sehingga terkadang agak menyulitkan para penggunanya untuk berinteraksi.

Terakhir ada Windows Phone yang kini masih didominasi keberadaannya oleh Nokia Lumia. Sedangkan HTC lewat seri 8X dan 8S serta Samsung lewatt seri Ativ tampaknya belum berkeinginan lebih jauh melanjutkan hegemoni mereka dii pasar ponsel berbasiskan Windows 8. Minimnya persediaan aplikasi dan games dari pihak ketiga menjadi kendala terbesar untuk berinteraksi, sehingga Windows Phone masih dipandang sebelah mata bagi sebagian besarr pengguna ponsel tanah air maupun global.

Nah, soal pilihan sebenarnya sih kembali pada budget dan kebutuhan. Kalo budget terbatas, bisa melirik Android dan Windows Phone, sedang jika berlebih bisa mempertimbangkan keberadaan iPhone dan BlackBerry, yang sayangnya masih minim pilihan layar. Hanya satu varian untuk masing-masing vendor. Sedang Windows Phone dideretan flagship lebih mengandalkan kemampuan Megapixel kamera namun tetap mempertahankan antar muka yang membosankan dan monoton.

Plants vs Zombie (jadi) 2

Category : tentang TeKnoLoGi

Berbekal rasa penasaran usai menonton dua trailer official yang dirilis PopCap, pengembang barisan games ternama di berbagai platform, di situs berbagi video YouTube, rupanya sedikit mendatangkan rasa kecewa setelah tahu bahwa permainan yang satu ini, baru tersedia pada perangkat berbasis iOS saja, alias iPhone, iPad dan tentu saja iPod. Adakah diantara kalian sudah mencobanya ?

PLants vz Zombie 2 PanDeBaik 1

Plants vs Zombie 2 ‘it’s about Time’ hadir secara gratis di Apps Store, dan dapat diitemukan dengan mudah dalam kategori terpopuler. Ini bertolak belakang dengan versi pertamanya yang dijual dengan harga $ 0,99. Saya sendiri mengunduhnya lewat perangkat iPhone 4 CDMA disela acara Pengarahan hari jumat lalu di lantai 3 kantor Bupati Badung, dimana koneksi wifi yang ada tergolong maknyus.

Sayangnya, dalam percobaan awal hingga hari Minggu siang, grafis selama permainan dijalankan, terasa sangat tersendat hingga membuat saya sempat menarik kesimpulan, ‘iPhone 4 gag mampu mendukung permainan yang satu ini, seperti halnya Minions ataupun Subway Surf’. Namun bersyukur, penilaian saya salah.

Usai melakukan restart ponsel dan mencoba untuk menjalankannya kembali, games Plants vs Zombie 2 ternyata bisa berjalan dengan lancar, bahkan cukup gegas ketimbang prekuel sebelumnya. Hal ini sempat saya rasakan pula pada permainan Subway Surf jika disandingkan dengan perangkat Android. Maka inilah gambarannya.

Di level permulaan, pada setting halaman rumah milik si Dave, tidak terasa banyak perubahan yang terjadi dibandingkan games pendahulu, baik pola ketersediaan tanaman, kemampuan dan juga lawan. Mirip dengan level 1-1 hingga 1-4. Jadi disini sempat pula merasa kecewa ‘sebenarnya, apa saja yang baru nih ?’

PLants vz Zombie 2 PanDeBaik 3

Kekecewaan baru mulai pudar saat level masuk di setting layar Mesir, dimana baik penokohan dan lawan main, memberi varian yang cukup apik lengkap dengan pernak pernik kuburan para raja ini. Pun demikian dengaan pola permainan yang mirip dengan seri-seri Arcade lain, lengkap dengan peta, tiga bintang untuk setiap permainan serta bonus tiap level. Hal ini lumayan memicu rasa penasaran saya untuk bisa menyelesaikannya sesuai harapan, yang tentu memerlukan percobaan berulang agar bisa sukses melewati semua tantangan.

PLants vz Zombie 2 PanDeBaik 2

Meskipun games Plants vs Zombie ditawarkan secara gratis di Apple Apps Store, namun ini hanya berlaku untuk level permainan dasar atau setting lokasi Mesir, tidak termasuk dua setting lainnya, Pirates Seas dan Wild West. Untuk bisa menjajal dua setting tersebut, pengguna diwajibkan untuk membelinya secara bertahap. Yang artinya… sayapun belum sempat menjajalnya hingga tuntas. Jadi, tunggu di tulisan berikutnya :p

Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA (bagian 2)

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA, berikut beberapa hal yang barangkali merupakan kesulitan tahap lanjutan yang barangkali ada diantara kawan yang bisa memberikan solusinya ? jangan segan berbagi tipsnya yah…

Masih ingat dengan keharusan penambahan kode angka +62 pada setiap nomor ponsel yang ada dalam daftar kontak agar saat dihubungi, nama yang bersangkutan bisa muncul di layar ? kini ada lagi cobaan kedua dimana untuk penerimaan SmS, rupanya aturan tersebut tidak berlaku. Yang artinya, meski kode negara sudah diubah dan terdaftar dalam kontak, nama yang bersangkutan tetap tidak muncul pada daftar sms masuk. Solusi sementara sih, rupanya untuk dapat mengakomodir kedua hal tersebut, dalam satu daftar kontak, terdapat dua nomor yang sama. Satu dengan kode negara, satu lainnya tetap mengadopsi format nomor ponsel seperti biasanya. 081236… Bikin Repot dan mangkel gag sih ?

iPhone PanDe Baik 2 1

Entah apakah ini ada kaitannya dengan status ponsel iPhone 4 CDMA luar (carrier milik Verizon), atau memang sudah budayanya iPhone sejak awal ?

Kesulitan kedua, apabila perangkat sedang melakukan pembaharuan perangkat lunak baik aplikasi maupun games, jika kebetulan berada dalam koneksi data yang mengalami naik turunnya kecepatan dan membuat jengkel lantaran macetnya proses, dalam perangkat Android, proses tersebut dapat di-Cancel dan di hentikan, sementara aplikasi maupun games terkait masih dapat dijalankan dan digunakan dengan baik. Tidak demikian halnya dengan iPhone ini.
Setelah proses updating dihentikan, maka icon aplikasi ataupun games akan mengalami stuck dan berwarna gelap, dihiasi grafis proses yang mandeg. Dalam kondisi ini, aplikasi maupun games tersebut tidak dapat digunakan sementara waktu hingga proses updating dapat berlanjut saat menemukan koneksi yang bagus dan menyelesaikan prosesnya. Susah juga…

Masih berbanding dengan Android, terkait Notifikasi Pembaharuan. Jika dalam Android notifikasi dapat dilihat pada Apps Store (Google Play) sekaligus, tidak demikian halnya dengan iOS atau iPhone dimana pembaharuan akan diberitahukan dengan nomor berlingkaran merah pada aplikasi terkait, yang baru akan hilang tampilannya saat aplikasi ataupun games sudah dilakukan pembaharuan. Uniknya sih, tidak hanya notifikasi pembaharuan yang disajikan tapi juga message atau info terkini terkait aplikasi pun hadir dengan cara yang sama. Sesungguhnya mengganggu gag sih ?

iPhone PanDe Baik 2 2

Dan terakhir tentu saja soal Bluetooth yang hanya mengkhususkan koneksi hanya antar perangkat iOS saja. Merepotkan atau tidak, tentu saja kembali pada kepentingan masing-masing. Dimana pengguna iOS dalam hal ini hampir selalu diwajibkan untuk berhadapan dengan aplikasi iTunes terlebih dulu untuk bisa memasukkan beragam file multimedia dari perangkat diluar iOS.

Dua posting kekurangan sudah cukup ? lalu tunggu bagaimana asyiknya iPhone 4 CDMA agar porsi tulisan jadi berimbang. Tentu jika dibandingkan dengan perangkat Android tentu saja. Sampai nanti yah…

Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA (bagian 1)

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya pendapat sebelumnya terkait perangkat berbasis iOS yang dirilis oleh Apple, cukup membuat saya kebingungan lantaran proses untuk mengenali satu persatu fitur dan cara penggunaan jauh berbeda dengan perangkat Android yang hingga kini masih setia saya gunakan. Pun saat saya masih merasa tak puas dengan perkenalan sebelumnya, seperti copy file multimedia yang berkali-kali salah langkah, syncronize daftar kontak yang rupanya bermasalah pada kode negara dan satu lagi, terkait pengiriman sms (short message service) yang rupanya tidak dapat dilakukan dengan sempurna. Oke saya akan paparkan satu persatu.

Terkait proses copy file multimedia. Saat pertama kali mencoba tempo hari, proses pemindahan file musik, video dan foto rupanya dapat berhasil dengan baik, mengingat perangkat dalam kondisi kosong. Lalu bagaimana dengan percobaan berikutnya ? berdasarkan perlakuan proses yang sama, file multimedia baru berhasil dipindahkan namun file lama dengan sukses pula dihilangkan dari perangkat. *aduh dan percobaan berikutnya pun tetap sama. Alhasil hingga kini saya masih membiarkan saja praktek percobaan yang satu ini. Mungkin nanti ada yang ahli bisa membantu saya ? *uhuk

Terkait proses Syncronize Daftar Kontak. Untuk bisa melakukannya, tentu saya perlu melakukan backup dari perangkat lama, Motorola Q9c jadul melalui perangkat PC berbasis Windows 7 dibantu aplikasi Windows Media Centre dan berhasil dengan baik. Langkah berikutnya tentu memindahkannya ke perangkat iPhone dan berhasil pula dengan baik. Sayangnya, saat diuji coba dengan menghubungi perangkat iPhone 4 CDMA dari ponsel luar, rupanya yang tampil pada layar hanyalah barisan nomor ponsel tanpa nama. Hal ini sempat membuat frustasi lantaran berkali-kali dicoba, hasil yang ditunjukkan tetap sama. Namun bersyukur, disaat kebingungan saya menerima panggilan dari seorang kawan yang rupanya berhasil menampilkan nama yang bersangkutan sesuai daftar kontak yang tersimpan. Setelah ditelusuri, maka penyebab utamanya adalah ketiadaan penggunaan kode negara (+62) pada nomor ponsel yang tidak muncul namanya tersebut.

Hal tersebut tentu lumayan membuat jengkel mengingat jumlah daftar kontak yang ada dalam perangkat pc tercatat sekitar 700an nama, dan akan sangat merepotkan apabila saya harus mengubahnya satu persatu secara berkala. Dicicil setiap harinya. Dan demi menghemat waktu, beberapa nama diantaranya terpaksa saya hilangkan memperhitungkan pada aspek kepentingan.

ProBLem iPhone 1

Masalah berikutnya adalah datang dari percobaan pemilihan nada dering RingTones perangkat iPhone 4 yang notabene tidak semudah Android dengan membuat folder audio pada sdcard. Nah, awalnya sih saya coba mengunduh beberapa nada dari aplikasi RingTones dimana pada tutorial yang ada, mengharuskan saya untuk melakukan syncronize terlebih dahulu ke perangkat PC alias aplikasi iTunes. Sayangnya, pada aplikasi tersebut, saya tak jua menemukan opsi untuk sync tadi. Maka langkah berikut yang saya coba adalah mengunduhnya lewat App Store bawaan lewat menu Pengaturan Sounds. Sukses. Namun pengorbanan yang dibutuhkan adalah sebesar $ 3,5 yang dipotong ari Gift Card pemberian kakak. Lumayan mahal juga nilainya untuk tiga nada ringtones.

Salah satu yang saya sukai dalam menyajikan penampilan sebuah layar perangkat pintar adalah penataan icon yang kadang jika dibutuhkan harus dikelompokkan demi efisiennya penggunaan. Sayangnya untuk menata halaman homescreen perangkat iPhone 4, ada satu icon yang tidak dapat dipindahkan kedalam folder lantaran setelah diujicoba sepertinya bakalan jarang digunakan. NewsStand. Icon yang satu ini sama sekali tidak dapat dihapus dan dipindahkan kedalam bentuk folder. Padahal majalah yang ada didalamnya, rupanya berbayar semua (mental gratisan). Maka itu setelah menghapusnya satu persatu dan berkeinginan menghilangkan pula peran NewsStand, rupanya tak direstui Kakek Steve Jobs yang rupanya mempertahankan icon tersebut apapun resikonya.

Apabila disandingkan dengan perangkat Android, ketiadaan tombol sentuh Back pada perangkat iPhone 4 memberikan kesulitan tersendiri, dimana pengguna diwajibkan untuk menekan tombol Home secara berulang yang syukurnya, untuk menghindari umur yang dipercepat, pada Pengaturan terdapat opsi tombol Home yang dapat disentuh pada layar. Hanya saja perlu banyak penyesuaian agar tidak kebingungan pada saat digunakan.

ProBLem iPhone 2

Masih dengan Android, pada opsi kamera rupanya pilihan untuk mengatur besaran dimensi gambar ditiadakan pula pada perangkat iPhone 4, sehingga apabila kita ingin merekam video dalam kualitas MMS atau email, maka tiada pilihan lain lagi, dan itu artinya dibutuhkan koneksi data yang mumpuni untuk bisa mengirimkannya.

Terakhir terlepas dari semua kesulitan perangkat diatas, rupanya teknisi dari Telkom Flexy mendapat kesulitan saat berusaha melakukan inject nomor pada perangkat iPhone 4, atas dasar versi OS yang sudah mencapai 6.1. dan operator dari sononya merupakan Verizon, artinya menurut Beliau, perangkat ini tidak akan dapat digunakan untuk berkirim sms. Berbeda apabila perangkat yang digunakan mengadopsi operator satunya lagi atau melakukan Downgrade ke versi 4 atau 5. Tapi ya sudahlah… toh perangkat Flexy memang sejak dulu sudah jarang digunakan untuk sms-an. Maka semua proses penyuntikan nomorpun berhasil dilakukan.

Siap untuk tantangan berikutnya ?