Berbagi Koneksi lewat Jaringan Wifi

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapatkan layanan paket data yang bersifat Unlimited tanpa adanya penambahan beban biaya saat Kuota terlewati dengan harga yang terjangkau, bisa dikatakan sudah sangat sulit ditemukan belakangan ini. Kalaupun ada, bisa jadi alternatif operator yang tersedia pun sangat terbatas, mengingat ada banyak faktor yang membuatnya mampu untuk dapat digunakan dengan baik. Sayang, tidak semua paket layanan data tersebut dapat dijangkau secara nilai oleh kebanyakan orang, sehingga tips kali ini kami bagi kepada Kawan semua, tentang Bagaimana cara untuk berbagi koneksi melalui Wifi dengan memanfaatkan satu layanan paket data saja.

Mengapa satu ? karena untuk mendapatkan satu layanan paket data yang bersifat Unlimited secara memuaskan semua pihak biasanya harus ditebus dengan nilai yang tidak sedikit. Maka saran kami berikutnya sebelum memulai tips adalah melakukan patungan biaya antar beberapa kawan untuk dapat menutupi biaya langganan bulanan yang dikenai oleh provider yang kelak digunakan. Seberapa besar biayanya ? tentu Kawan yang nanti lebih tahu, baik berdasarkan penjelasan dari website resmi masing-masing operator ataupun rekomendasi dari kawan lain yang telah lebih dulu mencobanya.

Lantas, apa saja yang dibutuhkan untuk dapat Berbagi Koneksi lewat jaringan Wifi ? semua kembali pada jenis perangkat yang kawan Gunakan. Apakah itu berupa modem router, mobile ponsel, smartphone ataupun tabletpc atau barangkali perangkat PC atau Notebook sekalipun. Semua memiliki jenis pengaturan yang berbeda satu sama lain, demikian halnya dengan kemampuan.

Pesatnya kemajuan teknologi di dunia telekomunikasi merupakan faktor utama mengapa hal seperti ini sudah bisa dilakukan. Bahkan bisa dikatakan bahwa tips ini telah dapat dilakukan satu dua tahun lalu berkat inovasi dari salah satu sistem operasi yang kini mulai mendominasi dunia.

Bila kawan memiliki sebuah perangkat modem router yang kini telah banyak dapat ditemukan di pasaran, barangkali akan jauh lebih mudah mengingat tidak banyak persyaratan yang dibutuhkan untuk dapat membagi koneksi lewat jaringan wifi ke banyak pengguna. Cukup menggunakan satu kartu yang telah diaktifkan layanan paket data Unlimitednya, Kawan tinggal melakukan pengaturan dengan berbagai kesepakatan antar pengguna yang kelak memanfaatkannya. Apakah akan ada pemberlakuan privacy atau input kode password tertentu yang diganti secara berkala agar tidak sembarang orang dapat menggunakannya, atau halaman atau aktifitas yang boleh dilakukan atau tidak diakses demi menjaga batasan kuota pemakaian wajar. Untuk harga modem Router sejenis ini bisa didapatkan dari kisaran 300ribuan hingga 1,7 juta rupiah bergantung pada merek dan kemampuannya.

Lain lagi jika perangkat yang Kawan gunakan ini merupakan perangkat mobile ponsel yang dari ragamnya memang mengadopsi berbagai sistem operasi. Persyaratan utama selain adanya dukungan koneksi jaringan wifi yang dimiliki secara built in pada perangkat serta kartu tadi, Kawan pula harus menyiapkan berbagai upaya dari aplikasi maupun upgrade versi sistem operasi, yang sedianya dapat mendukung perangkat untuk melakukan kemampuan seperti yang kami maksudkan.

Untuk yang mensyaratkan penggunaan aplikasi, datang dari ponsel Nokia yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60 atau versi Belle dan Anna, yaitu menggunakan bantuan aplikasi JoikuSpot. Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, gratis dengan kemampuan yang terbatas dan berbayar.

Sedang bagi perangkat mobile ponsel yang mensyaratkan proses Upgrade, datang dari perangkat BlackBerry yang mensyaratkan sistem operasi versi 7.1 dengan fitur yang dikenal dengan istilah Mobile Hotspot, serta perangkat ternama iPhone/iPad yang mensyaratkan proses upgrade ke iOS versi 4.3 untuk dapat menemukan fitur Personal Hotspot pada menu Pengaturan. Jikapun para pengguna produk Apple tidak mampu melakukan proses Upgrade perangkat lantaran ketidaktersediaan versi terkini dari sistem operasi yang digunakan, Kawan dapat memanfaatkan bantuan aplikasi MyWi dengan tambahan perangkat kabel data atau Bluetooth.

Sedangkan bagi perangkat mobile phone yang memang sudah mengadopsi fitur berbagi koneksi melalui jaringan Wifi ini, datang dari sistem operasi Windows Phone baik versi 7, 7,5 dan yang terkini 8, dengan menggunakan istilah Internet Sharing. Ada juga perangkat ponsel maupun tabletpc yang berbasiskan Android, sudah bisa melakukan kemampuan ini sejak dirilisnya sistem operasi versi 2.2 Froyo dua tahun lalu. Adapun istilah yang digunakan dalam perangkat ini adalah Tethering dan dapat ditemukan dalam menu Pengaturan Wireless.

Berbeda dengan kemampuan pengaturan lanjutan yang dapat dilakukan oleh modem Router seperti yang kami sebutkan diatas, untuk sesi pengaturan yang dapat dilakukan pada perangkat mobile phone ini hanyalah fitur Privacy atau input kode keamanan serta persetujuan bagi perangkat mana saja yang diperbolehkan mengakses jaringan seperti yang terdapat dalam perangkat Android milik brand asal Korea Selatan, HTC.

Perangkat terakhir yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi Berbagi Koneksi lewat wifi adalah PC ataupun Notebook yang memang mutlak harus memiliki kemampuan koneksi Wifi built in. Sedang sarana yang dapat digunakan untuk membagi koneksi ke banyak pengguna adalah pemnfaatan aplikasi mobile hotspot, dimana salah satu yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Connectify. Seperti halnya dua jenis perangkat sebelumnya, Pengaturan Privacy merupakan hal yang mutlak dilakukan saat proses instalasi selesai. Dimana proses ini akan diikutsertakan dalam tutorial awal langkah penggunaan aplikasi Connectify. Lantas bagaimana dengan sumber koneksinya ? apakah dengan menggunakan kartu sim card dari operator ? tentu tidak, karena sangat jarang bisa ditemukan perangkat pc ataupun notebook yang memiliki slot sim card secara khusus langsung dalam bodi perangkat. sehingga alternatif yang dapat ditawarkan disini adalah Modem usb biasa atau mobile ponsel non smartphone (yang biasanya disebut dengan istilah feature phone) yang telah diubah kemampuannya sebagai modem dengan bantuan kabel data atau bluetooth.

Tips berbagi koneksi melalui jaringan wifi kali ini, bisa menjadi solusi praktis bagi sebagian orang yang menginginkan ketersediaan jaringan internet mumpuni lewat satu perangkat dengan biaya langganan bulanan yang dapat dikumpulkan secara kolektif.

iPhone 5, Generasi keenam yang paling dinanti

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Tampaknya Apple bisa kegerahan juga saat beragam ponsel Android diluncurkan dengan menggunakan teknologi dan desain yang mereka kembangkan selama bertahun-tahun dalam berbagai ukuran dimensi layar dari 4, 5, 7 hingga 10 inchi. Ini dibuktikan dengan rilisnya perangkat iPhone 5, generasi keenam dari ponsel yang berbasiskan sistem operasi iOS yang memiliki penampilan sedikit berbeda dengan generasi sebelumnya. Alih alih mendesain ulang perangkat, Apple hanya memperpanjang dimensi ponsel hingga layar dapat diexpand seluas 4 inchi.

iPhone 5 memang pantas dinanti, terutama bagi sebagian besar die hardnya yang kabarnya rela menjual dan melelang perangkat iPhone 4S mereka untuk dengan segera mengantre peluncuran resminya di Amerika Serikat sana. Tak kurang sekitar 200 fitur baru yang dipersembahkan oleh tim pengembangan sistem operasi lewat iOS v.6. Diantaranya aplikasi peta terbaru Apple Maps yang dibekali kemampuan turn by turn navigasi, integrasi akun jejaring sosial facebook, aplikasi penyimpan user password pengguna atau Passbook, peningkatan kemampuan SIRI dan shared photo stream via iCloud.

Beberapa penyempurnaan lain yang dahulu menjadi kekurangan dari iOS v.5 pun kini sudah bisa dinikmati oleh pengguna iPhone diantaranya pemanfaatan signature yang berbeda-beda untuk multiple akun email, kemampuan untuk melakukan insert photo pada akun email, kustomisasi alarm termasuk pengubahan nada yang digunakan, serta pembatasan jumlah iklan yang biasanya hadir didalam akses aplikasi pada perangkat.

Dengan mengandalkan dimensi perangkat 123,8 x 58,6 x 7,6 mm menjadikan iPhone 5 tampak lebih panjang dan pipih dari seri sebelumnya. Bahkan dimensi 7,6 mm sekaligus menjadikan iPhone 5 perangkat paling slim dibandingkan Samsung Galaxy Tab 7.7 sekalipun. Itu sebabnya dari beberapa iklan resmi yang sempat kami lihat tampaknya memang tak ada perubahan perilaku dari para penggunanya kelak meski kini mereka tampil dengan layar yang sedikit lebih besar.

Tidak ada keterangan resmi yang diberikan oleh pihak Apple terkait dapur pacu yang digunakan oleh iPhone 5 selain spesifikasi Chipset A6. Namun kabarnya setelah beberapa kali pengujian benchmarking dilakukan oleh banyak pihak, kecepatan prosesor terdeteksi sebesar 1,3 GHz Dual Core. Ini menjadikan iPhone 5 tampil jauh lebih baik dari generasi sebelumnya seperti halnya New iPad 3 dari segi akses aplikasi dan rendering halaman.

Diatas kertas bolehkan kita mencibir kecepatan prosesor yang dipasok oleh Apple untuk perangkat iPhone 5, mengingat di tahun ini jenis empat inti atau Quad Core 1,5 GHz sudah diadopsi oleh beberapa ponsel yang mengusung sistem operasi Android seperti Samsung Galaxy S III, HTC One X dan barisan LG terkini. Namun jangan salah, berdasarkan pengujian tadi rupanya secara nilai kecepatan yang disajikan, rata-rata memberikan hasil yang terpaut cukup jauh untuk iPhone 5 meninggalkan ponsel lainnya. Cukup mengagumkan bukan ?

Urusan kamera, iPhone 5 dibekali lensa 8 MP dengan kinerja optik yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Teknologi ini diberi nama iSight dimana kemampuannya diakui dalam memberikan hasil gambar yang jauh lebih jernih. Ditambah lagi fitur Panorama yang memungkinkan pengguna untuk menangkap gambar hingga 28 MP serta kemampuan untuk merekam gambar/video sambil mengambil gambar/foto sekaligus.

Beberapa pembaharuan teknologi yang kini mulai diterapkan oleh iPhone 5 sebetulnya sudah mampu dilakukan atau digunakan lebih dulu oleh beragam perangkat Android lain jauh sebelumnya. Katakan saja integrasi akun jejaring sosial, kemampuan tambahan pada akun email hingga pemanfaatan dua aktifitas secara sekaligus pada lensa kamera seperti yang telah disebut diatas tadi. Namun tetap saja ini menjadi satu hal yang disambut positif oleh jutaan pengguna Apple seluruh dunia.

Sayangnya, untuk fitur Maps atau peta yang kabarnya dikembangkan secara khusus oleh pihak Apple, dimana mereka memutuskan untuk menghapus kemampuan Google Maps yang diadopsi sebelumnya, masih sangat mengecawakan bagi para penggunanya dan hal ini sudah diakui pula secara resmi oleh pihak Apple. Dan janji mereka dalam waktu dekat, update akan disediakan untuk menyempurnakan kelemahan tersebut.

Jadi sembari menunggu versi update Maps yang jauh lebih sempurna, ada baiknya para fans Apple dan iPhone bisa dengan sabar pula menunggu tanggal rilis resmi iPhone 5 di Indonesia yang entah kapan pastinya.

Mengintip Aplikasi/Games Buatan Developer Lokal

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Jaminan ketersediaan ratusan bahkan ribuan aplikasi dan games kini kerap menjadi jualan perangkat ponsel maupun tabletpc yang masuk golongan smart, entah itu Android berharga murah hingga sekelas iPad sekalipun. Meski memang tak semua aplikasi atau games tersebut dapat dicoba dengan gratis tanpa membeli.

Tapi siapa sangka jika diantara ratusan bahkan ribuan aplikasi yang tersedia dalam application market masing-masing perangkat pintar tersebut ada juga yang produksi dalam negeri alias dikembangkan oleh developer lokal. Mau tahu apa saja serta fungsi atau gunanya ? yuk kita intip beberapa.

Kategori Travel/Transportasi ; Indonesia FlightBoard. Aplikasi ini dikembangkan oleh Trustudio dalam pasar Android dengan fungsi menyediakan jadwal penerbangan beberapa maskapai di Indonesia dari 25 bandara yang telah terdaftar. Kami yakin aplikasi ini akan sangat membantu mobilitas Kawan yang sering bepergian keluar daerah. Jadwal Kereta Api. Jika Kawan sering bepergian menggunakan alat transportasi kereta api maka aplikasi ini wajib untuk dimiliki. Layanan utamanya adalah memberikan informasi jadwal kereta api Non KRL untuk kelas Eksekutif, bisnis, Ekonomi dan Wisata sesuai dengan yang ada di website KAI. Selain itu tersedia pula opsi pemesanan tiket via call centre. Komutta. Apabila dua aplikasi tadi melingkupi beberapa wilayah transportasi, untuk yang satu ini hanya dapat dinikmati bagi pengguna yang berada di wilayah Jakarta saja. Namun tak mengkhusus pada satu jenis alat, aplikasi ini mencakup informasi transportasi publik seperti bus Trans Jakarta, Kereta Api, Mini Bus, Taksi hingga Angkot, lengkap dengan call center semua operator.

Kategori Kuliner. Toresto. Merupakan cara baru berburu makanan dan restoran lewat aplikasi mobile. Toresto dikembangkan oleh GITS Indonesia yang kini telah tersedia di banyak platform yaitu Android, iOS, S40, Symbian, Windows Phone an S40 Touch. Sedikitnya tersedia lebih dari 2400 data 2400 tempat makan baik di Bandung maupun Jakarta. Kabarnya untuk wilayah kota lainnya akan dikembangkan demi memudahkan perburuan kuliner. Masak Apa. Apabila aplikasi tadi lebih mengarah pada lokasi restoran terdekat dari posisi pengguna, Masak Apa lebih menyasar pada panduan resep dan tips memasak harian bagi pengguna yang memiliki hobi memasak. Informasi yang disajikan cukup lengkap baik tutorial dalam bentuk teks bacaan maupun video langkah pembuatan.
Kategori Hiburan. iCineplex. Sesuai namanya, aplikasi ini diperuntukkan bagi penggemar film yang ingin mendapatkan update jadwal tayang serta revies film terkini di bioskop terdekat meliputi Cineplex 21 dan Blitzmegaplex. IndoTV. Jika Kawan lebih menyukai menonton layar televisi ketimbang bioskop, barangkali aplikasi ini jauh lebih bermanfaat untuk digunakan. Informasi yang disajikan meliputi jadwal tayang TV kabel maupun publik di Indonesia, lengkap dengan streaming yang membutuhkan koneksi internet saat menjalankannya. Fungsi lain yang disediakan dalam aplikasi ini adalah fitur pencarian dan reminder atau alarm, agar Kawan tak ketinggalan menonton tayangan favorit. Gamelan DJ. Merupakan aplikasi musik yang mengkombinasikan alat musik tradisional (gamelan saron) dan modern (DJ mix). Aplikasi ini merupakan yang pertama dikembangkan oleh Kowplink Studio dan baru bisa diakses melalui pasar aplikasi Android. Rencananya dalam waktu dekat, aplikasi ini bakalan dikembangkan bagi beberapa platform lainnya.

Kategori Edukasi. FisikaMu SMA X. Bagi Kawan yang ingin belajar tentang ilmu Fisika Dasar, tersedia aplikasi yang dikembangkan oleh Enthrean Guardian, yang menyasar pada materi sesuai kurikulum yang diberikan pada kelas X atau tahun pertama ilmu Fisika diberikan pada jenjang sekolah. Tersedia dalam dua versi, Semester I dan 2 dimana masing-masing menyediakan materi, contoh soal dan pembahasan, latihan soal tiap Bab, dan Tes Semester, dengan materi lebih kompleks dan spesifik. Try Out Plus SD dan SMP. Aplikasi ini dikembangkan oleh PT. Alphasoft yang tersedia dalam berbagai pilihan platform, dari desktop Windows, Android, BlackBerry dan juga iOS. Materi yang disampaikan berupa pertanyaan yang kerap diujiankan, berjenjang mulai kelas I SD hingga kelas IX (SMP). Akan berguna bagi anak-anak usia sekolahan untuk mendalami pengetahuan yang mereka dapatkan.

Kategori Utility. Nefron. Merupakan aplikasi lokal pendeteksi SMS iklan/percobaan penipuan bagi perangkat Android. Fungsinya cukup sederhana, yaitu mencegah SMS iklan/percobaan penipuan untuk masuk ke ponsel berdasarkan nomor yang tidak dikenal dalam daftar kontak. Namun tentunya isi SMS akan diReview terlebih dahulu sebelum diblokir dan masuk kedalam daftar spam. KoinKuLator. Bagi Kawan yang pernah membaca review aplikasi Expense Manager beberapa waktu lalu, kami yakin fungsi KoinKulator tak akan asing lagi. Dikembangkan oleh Mreunionlabs, memiliki kemampuan untuk melakukan pencatatan keuangan, pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan secara rutin, untuk melihat seberapa jauh pos transaksi yang dilakukan.

Kategori Games. Pandava Series. Merupakan rangkaian game Legenda Indonesia dari Creacle Game Studio, Yogyakarta. Tersedia hanya dalam Nokia Ovi Store, Pandava Series menyediakan 4 buah game dengan judul masing-masing : Arjuna the Archer, Bima the Conqueror, Nakula Sadewa in The Labyrinth, dan The Legend of Gatotkaca for Mobile. Keempat game ini kental dengan unsur budaya dan mengangkat empat tokoh pahlawan legenda di Indonesia. Untuk saat ini, yang telah dirilis secara resmi adalah Arjuna The Archer dan Bima the Conqueror. Sedangkan dua lainnya sedang berada dalam proses pengembangan. Panjat Pinang. Game ini dikerjakan oleh delapan orang mahasiswa Amikom di basecamp Amikom Game dev, daerah Candi Gebang selama 2 minggu. Mengambil tema panjat pinang yang kerap digelar saban 17 Agustusan, games ini kelihatannya telah diunduh hingga jumlah ribuan. Sangat Lumayan untuk ukuran aplikasi buatan Lokal. Ular Tangga. Masih dari developer yang sama, Ular Tangga merupakan salah satu game klasik yang dapat dimainkan berdua dengan kawan lain atau melawan ponsel. Mengadopsi bentukan awal Ular Tangga dari angka 1 hingga 100 dimana Ular berfungsi untuk menurunkan pengguna ke angka yang lebih kecil, dan Ular berlaku sebaliknya.

The New iPad

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat pertama kami berkesempatan memegangnya secara langsung, rasanya tak ada perubahan yang berarti yang dapat digambarkan dari sebuah perangkat tablet terkini keluaran Apple, the New iPad. Baik besaran perangkat, penataan tombol hingga lebar layar aktif masih tetap sama dengan pendahulunya, iPad dan iPad 2. Lanjut ke penampilan halaman homescreen, rasanya perasaan yang kami alami pun masih tetap sama, lantas apa dong keistimewaannya?

High-resolution Retina display, setidaknya ini adalah jualan utama New iPad 3rd generation. Apabila dibandingkan dengan penggunaan layar pada iPad generasi sebelumnya, baru akan terasa perbedaannya. Jauh lebih jelas dan jernih. Kelebihan ini dapat diuji dari galeri foto, halaman demi halaman saat melakukan browsing atau membaca buku, hingga menonton koleksi video. Pengalaman yang sama barangkali pernah juga kami alami saat memegang perangkat tablet dari sistem operasi lainnya. Didukung dengan resolusi layar super besar 2048×1536 pixel 264 pixels per inch (ppi), menjadikan tampilan the new iPad makin bersinar dan lega saat digunakan untuk beraktifitas. Padahal perangkat lain masih berkutat di resolusi 1024 pixel.

Mengusung Chipset Apple A5X Dual-core 1 GHz dengan GPU PowerVR SGX543MP4 (quad-core graphics) menjadikan kinerja New iPad lebih gegas meski secara kuantitas masih jauh tertinggal dari para kompetitornya. Dari beberapa kali pengujian yang kami lakukan dengan perangkat lain yang memiliki kecepatan setara, justru New iPad mampu tampil di posisi pertama di semua lini. Satu pencapaian yang patut diapresiasi mengingat seri sebelumnya masih dijumpai lag atau jeda seperti saat membuka beberapa halaman majalah digital secara cepat.

Apiknya kecepatan New iPad didukung pula oleh besaran Memory RAM sebesar 1 GB yang merupakan standar perangkat tablet untuk saat ini. Ditambah keberadaan internal storage 16 GB tanpa slot memory eksternal. Inilah satu-satunya kekurangan yang kami anggap patut disayangkan sehingga saran yang dapat diberikan adalah bijak memilah file yang akan disimpan didalam perangkat nantinya.

Apabila sebelumnya kamera yang terintegrasi pada generasi iPad selalu dijadikan alasan saat membandingkannya dengan perangkat lain, kini sepertinya harus mulai dilupakan mengingat kemampuan yang disematkan kali ini mencapai 5 MP dengan autofocus, geo tagging dan face detection. Bahkan untuk kemampuan rekam video-nya pun mengalami peningkatan hingga [email protected] Sedangkan untuk kamera depan masih sama dengan kualitas VGA.

Untuk mendukung keberadaan kamera tersebut New iPad kembali membekali Facetime, aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan video call antar pengguna iOS. Ditambah PhotoBooth untuk melakukan eksplorasi efek kamera pada objek foto.

Sedangkan persoalan akses, kamera pada New iPad dapat pula diaktifkan saat layar berada pada posisi terkunci. Hal ini mirip dengan perilaku lockscreen pada perangkat milik HTC.
Dengan mengandalkan sistem operasi iOS 5.1 tentu saja banyak perubahan yang kami alami saat mengoperasikan perangkat lebih jauh. Katakan saja pembaharuan sistem notifikasi drop down yang kabarnya mengadopsi bentuk milik sistem operasi lainnya yang kini berada disisi atas layar, akun Twitter yang telah terintegrasi, juga fasilitas voice untuk menulis dengan mendiktekan perangkat lewat tombol mikrofon. Untuk pembaharuan sistem operasi, pada iOS kabarnya dilakukan secara serentak, satu untuk semua. Ini tentu berbeda dengan kompetitor lainnya yang sangat bergantung pada vendor, dan pembaharuan akan secara otomatis diberitahukan lewat notifikasi yang tampil pada icon Pengaturan.

Seperti halnya perangkat berbasis iOS lainnya, untuk bisa mengeksplorasi perangkat New iPad lebih jauh hanya dibutuhkan sebuah Apple ID. Bagaimana cara membuatnya akan kami jelaskan secara terpisah nanti. ID inilah yang akan digunakan sebagai SIM bagi pengguna untuk mengakses keseluruhan fitur yang berada dalam New iPad seperti Application Store, iTunes, FaceTime hingga iMessage. iMessage sendiri merupakan sebuah Messenger yang dikembangkan secara khusus oleh Apple dan diperuntukkan bagi semua perangkat berbasis iOS, hal ini serupa dengan BlackBerry Messenger yang memang hanya dapat dipergunakan di kalangan terbatas saja.

Meski belum dijual secara resmi di Indonesia namun New iPad sudah bisa didapatkan di beberapa konter dengan harga yang cukup beragam. Dalam penjualannya, disertakan bonus berupa layanan iCloud sebesar 5 GB secara gratis. Sebagai informasi bahwa yang dimaksud dengan iCloud adalah layanan penyimpanan data di ‘awan’ atau online yang dikembangkan secara khusus oleh Apple. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan beberapa file pekerjaan yang kelak dapat diakses dari manapun pengguna berada.

Mengandalkan kapasitas daya sebesar 11,560 mAh, termasuk yang terbesar untuk kategori tablet sekalipun, membuat urusan penggunaan bisa bertahan hingga 1 sampai 2 hari lamanya dengan pemakaian normal. Sayangnya makin besar daya yang digunakan, makin lama pula proses charge yang harus dilakukan.
Bagi calon pengguna yang baru pertama kali mencoba untuk menggunakan perangkat tablet New iPad, kami yakin bakalan merasa terbebani dengan segala macam ‘birokrasi’ serta aturan yang harus dipatuhi dan dilalui agar bisa terkoneksi dengan iTunes, aplikasi wajib pengguna iOS yang mampu menghubungkan perangkat iPad dengan pc/notebook sekaligus melakukan sinkronisasi data. Namun apabila telah mendalaminya lebih jauh, kami yakin perasaan khawatir yang sempat dialami sejak awal pelan tapi pasti mulai pupus dengan sendirinya. Bahkan bukan tidak mungkin Kawan akan menyukainya.

Uji Coba Simulatornya Sebelum Membeli

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Terkadang bagi sebagian orang, ketersediaan budget tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan akan sebuah ponsel sebagai alat berkomunikasi. Ada juga yang barangkali terlalu memikirkan ‘apakah kelak perangkat yang akan dipilih mampu digunakan atau termanfaatkan dengan baik atau tidak. Jika Rekan Tokoh masih merasa ragu seperti itu, yuk coba dulu Simulatornya sebelum memutuskan untuk membeli.

Simulator yang dimaksud disini adalah Aplikasi yang dapat dijalankan melalui perangkat PC/NoteBook, untuk memberikan pengenalan awal kepada pengguna khususnya yang bergerak dalam bidang pengembangan mobile application tentang apa dan bagaimana cara kerja sebuah perangkat ponsel. Sejauh ini keberadaan aplikasi Simulator baru tersedia pada ponsel yang berjenis Smartphone dengan ciri penggunaan OS atau Sistem Operasi tertentu. Ukuran installer sebuah aplikasi Simulator ini biasanya berkisar antara dari 50 MB hingga 300an MB. Tergantung pada jenis Sistem operasinya dan juga tahun rilisnya.

Untuk perangkat Symbian yang digawangi Nokia, meski kini sudah tergolong jarang dirilis kembali namun beberapa perangkat ponsel tipe S40nya masih bisa dijumpai di pasaran. Rata-rata perangkat ini mengandalkan layar sentuh dilengkapi dengan keypad 3×4. Untuk dapat mempelajari isinya lebih jauh Kawan Tokoh bisa mengunduh aplikasi Simulatornya di alamat Nokia Developers. Aplikasi ini terbagi atas tipe sistem operasi yang dirilis dari S40 untuk Nokia type keypad numerik, S60 untuk Nokia smartphone, dan S80 untuk Nokia Communicator, serta versinya masing-masing.

Dibandingkan Symbian, ketersediaan ragam Simulator untuk perangkat BlackBerry jauh lebih banyak, bergantung pada versi sistem operasi yang dirilis dan juga seri ponsel yang ingin dicoba. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi BlackBerry pada bagian Support. Untuk sistem operasi versi terakhir, ukuran Installernya cukup besar kisaran 180 MB hingga 220 MB. Yang unik dalam pemanfaatan aplikasi Simulator ini adalah kemampuannya yang setara dengan perangkat sesungguhnya meski minus BlackBerry Messenger. Setidaknya Kawan Tokoh bisa memanfaatkannya untuk melakukan Update Status untuk memunculkan tulisan ‘update via BlackBerry’ di bagian bawah status update hingga mencoba satu persatu aplikasi yang terdapat dalam App World.

Lantas ada Android, sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Google, raksasa mesin pencari dengan sifat yang terbuka atau Open Source. Berbeda dengan aplikasi Simulator yang lainnya yang berdiri sendiri sesuai seri ponsel ataupun versi sistem operasinya, khusus Android menggunakan satu kesatuan aplikasi untuk semua versi dan seri ponsel. Hanya saja pemilahannya baru dilakukan saat pengguna menjalankan aplikasi Simulator tersebut. Sedikit lebih merepotkan, apabila pengunduhan Simulator lain dilakukan terlebih dahulu baru diinstalasi secara offline, tidak demikian halnya dengan Simulator Android yang proses instalasinya mutlak dilakukan secara online. Ada dua jenis Simulator yang ditawarkan, pertama, aplikasi yang berjalan di perangkat pc/notebook seperti yang disebutkan tadi, dan kedua aplikasi yang berlaku sebagai sistem operasi yang dapat dijalankan secara mandiri melalui proses booting. Untuk yang terakhir ini, file instalasi dapat disimpan dalam bentuk cd atau flash disk.

Setelah Microsoft memutuskan untuk menutup riset dan pengembangan bagi sistem operasi Windows Mobile lama mereka yang sebetulnya masih bisa dicoba juga Simulatornya, kini mereka mencoba hadir kembali dengan tampilan dan kinerja yang menggoda lewat Windows Phone versi 7.5 Mango. Serupa dengan Simulator Android yang mengharuskan proses instalasi secara online, untuk aplikasi Simulator yang dikembangkan oleh Microsoft pun demikian pula adanya. Ukuran installernya tergolong kecil, sekitar 3,4 MB saja. Namun untuk mampu menggunakannya, Microsoft mensyaratkan spesifikasi perangkat pc/notebook yang cukup besar yakni ketersediaan space untuk hasil instalasi sebesar 4 GB, penggunaan 3 GB Memory RAM serta versi sistem operasi minimal Vista atau Windows 7. Paket Instalasi ini sudah termasuk dengan aplikasi Microsoft Visual Studio yang menjadi syarat utama menjalankan Simulatornya.

Terakhir ada iOS buatan Apple yang dikenal lewat perangkat iPhone dan iPad-nya. Jika perangkat pc/notebook yang Kawan Tokoh gunakan masih mengadopsi sistem operasi Windows, maka bersiaplah untuk kecewa lantaran aplikasi Simulator untuk perangkat pintar ini hanya tersedia dalam sistem operasi Mac.
Jikapun Kawan Tokoh menemukan beberapa aplikasi Simulator iOS yang mampu dijalankan pada sistem operasi Windows, sepengetahuan kami rata-rata masih merupakan sebuah aplikasi simulasi tampilannya saja, baik yang difungsikan hanya untuk melihat perpindahan menu atau tampilan halaman web yang disajikan lewat layar perangkat.

Sebenarnya masih banyak jenis aplikasi Simulator yang dapat dicoba untuk melakukan pengujian perangkat ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya seperti Bada yang dikembangkan oleh Samsung atau WebOS yang dikembangkan oleh Palm lalu diakuisisi oleh HP. Sayangnya perangkat-perangkat tersebut tampaknya tak lagi dirilis oleh vendor terkait atas dasar tidak berhasil dari segi komersial.

Instagram, Foto Polaroid via Mobile Phone

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Kabar mengejutkan di dunia teknologi datang beberapa waktu lalu di berbagai media cetak dan maya. Instagram, sebuah aplikasi berbagi foto yang dikembangkan oleh Instagram Inc diakusisi FaceBook dengan nilai 1 Milliar USD (sekitar 9,1 triliun) 9 April 2012. Padahal dari segi usia, aplikasi ini baru saja diluncurkan pada Oktober 2010 lalu. Kami katakan mengejutkan lantaran media New York Times yang usianya jauh lebih tua hanya dihargai sekitar 920 juta USD. Nilai sebesar itu dikatakan seimbang dengan pencapaian sebesar 31 juta unduhan, yang mampu dilakukan oleh sebuah aplikasi hasil besutan Kevin Systrom dan Mike Krieger hanya dalam waktu satu tahun.

Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, memanfaatkan filter digital dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial meliputi FaceBook, Twitter, Foursquare ataupun Tumblr. Satu fitur unik yang dapat dilakukan oleh Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, dengan atau tanpa pinggiran, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan Polaroid. Hal ini berbeda dengan rasio aspek 4:3 yang umum digunakan oleh kamera digital ataupun ponsel umumnya.

Awalnya Instagram dikembangkan dan hanya dapat diakses melalui perangkat mobile berbasis iOS 3.1.2 keatas, meliputi iPhone, iPad dan iPod Touch. Pada versi ini Instagram dibekali 15 efek digital yang dapat digunakan oleh para pengguna pada saat mereka hendak menyunting sebuah foto. Efek tersebut terdiri dari X-Pro II, Lomo-fi, Earlybird, Sutro, Toaster, Brannan, Inkwell, Walden, Hefe, Apollo, Poprockeet, Nashville, Gotham, 1977, dan Lord Kelvin. Penambahan 4 buah efek terbaru yaitu Valencia, Amaro, Rise, Hudson diiringi dengan penghapusan 3 efek yang sebelumnya ada meliputi Apollo, Poprockeet, dan Gotham baru dilakukan kurang lebih pada tanggal 20 September 2011 lalu. Tidak heran apabila Instagram menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi para penggunanya yang lumayan membuat iri para pengguna perangkat lain.

Setelah menanti cukup lama, Instagrampun kini telah tersedia bagi pengguna perangkat Android yang telah mengadopsi OS versi 2.2 Froyo keatas. Namun berbeda dengan pendahulunya yang ditawarkan dengan harga 0,99 USD di iTunes App Store, Instagram yang disediakan di Android Market atau kini disebut dengan Google Play, dapat diunduh dan dipergunakan secara Free.

Dibandingkan dengan beragam aplikasi berbagi foto yang ada dalam banyak perangkat lainnya, Instagram hanya membutuhkan tiga langkah mudah untuk dapat menyelesaikan proses editingnya. Pengambilan Foto baik dari Kamera atau Gallery (1), penentuan efek digital sesuai keinginan pengguna (2) dan proses pengunggahan ke berbagai jejaring sosial (3). Untuk langkah terakhir ini, disediakan pula opsi untuk pemberian label atau judul foto, melakukan tag ke nama teman dengan menggunakan karakter (@) dan penambahan lokasi foto atau yang dikenal dengan istilah Geotagging. Kemudahan proses, ketersediaan efek digital dan kemampuannya untuk berbagi inilah yang tampaknya menarik perhatian banyak pengguna untuk mencoba.

Namun bagi Rekan Tokoh yang masih betah menggunakan perangkat diluar dukungan Instagram tadi, kami merekomendasikan aplikasi Molome yang dikembangkan oleh HLP International Inc untuk bisa merasakan asyiknya hipnotis berbagi foto di jejaring sosial dengan memanfaatkan 19 filter digital yang telah disediakan. Aplikasi berbagi foto Molome ini mampu dijalankan oleh perangkat berbasis OS BlackBerry versi 5.0 keatas dan juga beberapa seri Nokia yang mengadopsi OS Symbian, demikian pula Android. Hanya saja Molome hanya mampu melakukan aksinya dengan memanfaatkan kamera utama saja.

Menjelajah Application Market di beragam Ponsel Pintar

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi pengguna perangkat telekomunikasi seluler yang masuk dalam kategori ponsel pintar dua tiga tahun belakangan ini bisa dikatakan secara langsung memiliki kuasa penuh untuk mengoptimalkan perangkatnya sesuai kebutuhan dan kegemarannya. Baik itu dalam bentuk aplikasi penunjang kinerja, produktivitas, multimedia hingga permainan dan edukasi. Ketersediaan ini dirangkum dalam satu pangsa pasar software yang terpusat, mudah digunakan, berada dalam masing-masing perangkat ponsel secara langsung dan disebut dengan Application Market.

Hal ini jelas berbeda dengan keberadaan perangkat ponsel pintar sekitar empat lima tahun yang lalu. Dimana setiap pengguna perangkat semacam ini dihadapkan pada dunia maya yang luas hanya untuk mencari aplikasi dan permainan yang diinginkan serta berusaha memanfaatkannya secara hati-hati lantaran banyaknya malware ataupun virus yang menumpang padanya.

Application Market pada perangkat ponsel ini sebenarnya mulai diperkenalkan kepada publik sejak kemunculan perangkat pintar iPhone yang mengusung nama App Store, sebuah halaman yang menyediakan ratusan bahkan ribuan aplikasi dan juga permainan dari yang bersifat gratisan hingga berbayar untuk menunjang kebutuhan ataupun hobby para penggunanya. Berkembang makin jauh, model Application Market ini diadopsi pula oleh perangkat ponsel pintar lainnya seperti BlackBerry, Android, Symbian, Windows Phone dan juga Bada, sebuah sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Samsung. Lantas apa saja yang dibutuhkan untuk bisa menggunakan dan menjelajahnya lebih jauh ? simak sedikit gambaran dari kami.

Apple App Store. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Apple untuk sistem operasi iOS yang dikembangkan bagi perangkat iPhone dan iPod Touch pada Juli 2008 lalu. Belakangan App Store ini dapat pula diakses melalui perangkat iPad, sebuah perangkat TabletPC berbasis sistem operasi yang sama. Untuk menjelajah ketersediaan aplikasi ataupun permainan di App Store ini, dibutuhkan minimal sebuah kartu kredit sebagai sarana transaksi bagi yang berstatus berbayar. Sedangkan untuk yang Free alias Gratis, masih bisa diakali dengan membuat akun Apple ID melalui aplikasi iTunes yang diinstalasi pada perangkat PC/Notebook. Beberapa aplikasi berbasis Multimedia dan Medis seperti misalkan Instagram merupakan salah satu aplikasi favorit yang paling banyak diunduh dari App Store.

Android Market (kini disebut dengan Google Play). Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel yang berbasis sistem operasi Android, apapun itu vendornya. Dibandingkan Apple App Store, Android Market menyediakan lebih banyak ragam jenis aplikasi dan permainan yang lebih banyak berstatus Free alias Gratis. Ini bisa terwujud lantaran secara sifat sistem operasi merupakan sistem yang terbuka atau Open Source sehingga memungkinkan banyak pengembang aplikasi dan permainan untuk ikut serta didalamnya. Sayangnya, keberagaman yang berstatus gratisan ini lebih patut diwaspadai karena besar kemungkinan ditumpangi malware bahkan virus berbahaya. Jika Apple App Store membutuhkan Apple ID, Android Market cukup menggunakan alamat email yang dikembangkan oleh Google yaitu Gmail. Dan Seperti halnya App Store, selain melalui perangkat ponsel, Android Market dapat pula diakses melalui jendela Browser pada PC/NoteBook dengan memanfaatkan alamat email yang sama.

BlackBerry App World. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Research In Motion atau RIM dan diperuntukkan bagi semua perangkat ponsel BlackBerry yang telah mengadopsi sistem operasi versi 4.5 keatas. Dibandingkan dengan dua Application Market sebelumnya, BlackBerry App World lebih banyak menyediakan aplikasi ataupun games yang bersifat Serius. Namun kabarnya Angry Birds yang dahulunya hanya dikembangkan bagi perangkat iOS dan Android, kini sudah pula bisa didapatkan disini. Untuk menjelajah ketersediaannya lebih jauh, pengguna membutuhkan BlackBerry ID yang bisa dibuat melalui perangkat ponsel langsung ataupun lewat jendela Browser pada PC/NoteBook. Bagi yang malas mencoba dan menginstalasi pada perangkat ponsel, dapat mencobanya lewat layar PC/NoteBook dengan memanfaatkan aplikasi Simulator yang dapat diunduh melalui alamat web resmi BlackBerry.

Ovi Store. Merupakan Application Market yang dikembangkan secara khusus oleh Nokia dan diperuntukkan bagi perangkat ponsel Nokia yang berbasis sistem operasi Symbian. Baik yang berkategori ponsel pintar, berlayar sentuh ataupun model candybar. Untuk menggunakannya, dibutuhkan sebuah akun ID Ovi yang dibuat dengan memanfaatkan akun Ovi Mail. Dibandingkan App Store milik Apple ataupun Android Market, ketersediaan aplikasi ataupun permainan di Ovi Store jauh lebih terbatas jenisnya. Meski demikian, untuk jenis konten, selain aplikasi dan permainan tersedia juga theme, ringtones pula wallpaper yang rata-rata dapat diunduh secara gratis. Sedang untuk yang berstatus berbayar, pengguna dapat membelinya dengan cara memotong pulsa yang terdapat dalam ponsel. Jauh lebih mudah bukan ?

Windows Market Place. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh raksasa Microsoft, yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel berbasis sistem operasi Windows Mobile 6.5 dan Windows Phone. Penyebutan Windows Market Place ini belakangan berkembang menjadi Windows App Store yang dikembangkan bagi perangkat mobile ponsel Windows Phone 8. Rencananya, beberapa aplikasi ataupun permainan yang tersedia didalam Windows App Store, nantinya dapat digunakan pula dalam tiga versi perangkat, mobile ponsel, tabletpc dan pc/notebook. Harapannya tentu saja agar pengguna cukup membeli satu aplikasi untuk semua perangkat yang ia miliki. Secara tampilan, Application Market hasil besutan Microsoft ini menyajikan bentuk tiles (kotak) sedemikian rupa memenuhi layar ponsel dengan warna warni yang khas. Kabarnya tampilan ini akhirnya ditiru pula oleh Android dalam aplikasi Market versi terbaru mereka.

Samsung Apps. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Samsung, namun lebih banyak diperuntukkan bagi perangkat ponsel milik Samsung yang berbasis sistem operasi Bada. Meski demikian, beberapa diantaranya ada pula yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel pintar Samsung yang mengadopsi istem operasi Android. Hanya saja jenisnya tidak jauh berbeda dengan Market bawaan Android. Tidak ada akun ID khusus yang dipersyaratkan oleh Samsung untuk dapat mengakses Samsung Apps ini. Selain tersedia dalam semua perangkat ponsel pintar milik Samsung, Samsung Apps dapat pula diakses melalui aplikasi Samsung Kies yang diinstalasi pada perangkat PC/NoteBook. Dan seperti halnya Ovi Store, untuk yang berstatus berbayar dapat diinstalasi dengan cara pemotongan pulsa.

Diluar enam Application Market yang dikembangkan secara khusus oleh masing-masing vendor diatas, sebenarnya ada juga beberapa vendor ponsel lokal yang sudah mulai melakukan pengembangan model Application Store didalam perangkat mobile yang mereka jual. Hanya dari segi gaungnya masih belum mampu masuk ke pangsa pasar global.

*Tulisan ini sempat pula tampil di Koran Tokoh kolom Tekno halaman 20

Let’s Play Angry Birds Space

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah menanti cukup lama pasca varian terakhir diluncurkan, akhirnya kisah Angry Birds di perangkat Android-pun dirilis secara resmi oleh Rovio. Terhitung bulan Maret 22 lalu, Space yang kini menjadi ilustrasi selanjutnya sudah bisa dinikmati secara gratis melalui Google Play, sebuah Application Store yang secara resmi telah menggantikan nama Android Market.

Dengan ukuran installer berkisar 22 Mega Bytes, Angry Birds Space agaknya membutuhkan perangkat yang lebih baik secara kekuatan prosesor dan memory RAM untuk bisa menjalankannya dengan sempurna. Saya katakan demikian, lantaran dalam satu-satunya perangkat yang saya gunakan kini, membutuhkan waktu Loading sekitar 70 detik atau 1 menit 10 detik hingga permainan siap dipergunakan. Sebuah durasi waktu menunggu yang cukup lama bukan ?

Masih menceritakan perseteruan klasik antara si burung imut dengan gerombolan Babi yang kedapatan mencuri telur dan dibawa lari hingga luar angkasa, rupanya figur-figur burung yang dahulu tampil polos di episode sebelumnya kini malah didandani hingga terlihat jauh lebih keren dan futuristik. Sudah begitu, ada satu penambahan figur yang kelak bakalan menghiasi layar permainan dalam usahanya menyelesaikan misi utama.

Uniknya, sedikit berbeda dengan edisi sebelumnya, cara melontarkan si burung imut kali ini jadi cukup membingungkan. Mengingat disini lebih banyak membicarakan soal gravitasi bumi yang melingkari poros ketimbang bergerak polos dan lurus. Alhasil dalam beberapa level yang ditawarkan membutuhkan tingkat pemahaman dan juga (seperti biasa) trik menjatuhkan barikade yang melindungi gerombolan babi.

Permainan yang secara resmi diluncurkan dalam empat versi platform meliputi Android, iOS, PC dan Mac ditawarkan secara gratis di Google Play, seharga $ 0,99 untuk pasar iOS, sedang versi PC dan Mac dapat diunduh langsung dari online store.

Untuk bisa memainkannya dengan sukses keseluruhan level, memang dibutuhkan ketelatenan dalam mencoba berulang dan berulang. Jadi jangan segan untuk berbagi Tips Triknya disini yah. Hehehe…

Viber, Nelpon Gratis bagi pengguna Android dan iOS

54

Category : tentang TeKnoLoGi

Anda pengguna Android ? atau iOS barangkali ? maka silahkan bersyukur karena sudah beruntung bisa memilikinya.

Jika beberapa waktu lalu saya sempat berbagi cerita tentang Free Messenger antar ponsel bernama Whatsapp, kali ini saya ingin mengenalkan pada kawan semua para pengguna Android dan iOS (Mohon Maaf sementara waktu bagi pengguna BlackBerry ataupun Nokia), aplikasi Free Messenger plus Free Call alias Nelpon Gratis bernama Viber.

Nelpon Gratis ? Hare Gene Gratis ?

Viber merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Viber Media Inc. secara khusus bagi para pengguna iPhone dan Android agar dapat menggunakan atau memanfaatkan fungsi telekomunikasi suara alias telepon dan juga Text Message atau Chat Messenger secara Gratis, dengan memanfaatkan koneksi jaringan data 3G atau WiFi.

Aplikasi Viber dapat diunduh melalui Android Market dan App Store milik iOS secara Free alias Gratis. Untuk Registrasinya pun tidak berbeda dengan langkah Registrasi Whatsapp yang memang murni mengandalkan Nomor Ponsel yang digunakan. Tanpa permohonan email ataupun penggunaan PIN secara khusus.

Berdasarkan “Janji” yang diberikan oleh pihak pengembang Viber Media Inc, selain dapat diunduh dan digunakan secara Gratis, juga bebas dari tampilan iklan (yang biasanya menghiasi layar untuk rata-rata aplikasi yang bersifat Free). Dengan kualitas suara yang jernih selayaknya jaringan GSM, fasilitas Free Calls atau Nelpon Gratis Viber juga dapat digunakan untuk bertelepon dalam skala Internasional atau interlokal tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Sebagaimana halnya yang dikatakan diatas, sayangnya aplikasi Viber baru hanya diperuntukkan bagi pengguna yang memiliki perangkat iPhone dan Android saja. Meski janji dari pihak pengembang Viber, akan segera dialokasikan pula untuk pengguna BlackBerry. Karena keterbatasan pengguna inilah sebabnya dalam daftar Kontak Viber yang saya miliki, masih amat sangat terbatas jumlahnya.

Jadi, Beneran Gratisnya ?

Yup. Just like Skype atau VoiP.

Untuk membuktikan “Janji” dan kampanye Gratis diatas, sayapun mencoba melakukan hubungan interlokal ke nomor ponsel milik kakak di Ottawa Canada dengan menggunakan Viber, Jumat pagi kemarin. Sebelum Kawan ikutan melakukannya, ada baiknya periksa dahulu saldo pulsa terakhir yang dimililki. Komunikasi singkat yang saya lakukan untuk percobaan pertama ini berlangsung selama kurang lebih lima menit, dan ternyata saldo pulsa ponsel rupanya masih tetap ada seperti sebelumnya.

Masih jua belum percaya, sayapun mencoba kembali untuk hubungan telepon lokal ke nomor ponsel milik atasan yang sudah disuntikkan Viber sebelumnya. Hasilnya masih sama. Pulsa tak berkurang sedikitpun.

Hanya saja meski tersedia keypad nomor pada tampilan aplikasi Viber, tidak lantas berarti bisa melakukan hubungan telepon ke daftar kontak diluar pengguna Viber. Karena apabila nomor kontak yang dimaksud belum menggunakan aplikasi Viber, hubungan telepon akan segera dialihkan ke saluran telepon biasa alias yang menggunakan pulsa berbayar.

Viber jelas akan sangat berguna bagi para pengguna Android dan juga iOS yang memiliki famili, kerabat atau teman yang berada di luar negeri, sehingga biaya komunikasi jadi jauh lebih murah dari yang biasanya dibutuhkan. Hanya bermodalkan perangkat Android atau iOS dan koneksi data 3G atau Wifi (saran saya siy, gunakan saja paket data unlimited untuk lebih amannya).

Mau ikutan mencobanya ? add nomor kontak saya di 087860061698 yah…

Compare TabletPC support by Forsel and Sinyal Tabloid

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Bukan tanpa alasan saya menurunkan tulisan komparasi/perbandingan beberapa TabletPC kali ini, tepatnya untuk didedikasikan pada semua teman yang bertanya sebelum membeli perangkat TabletPC yang rupanya beneran booming di tahun 2011 ini. Entah akan digunakan untuk menunjang pekerjaan secara mobile ataupun hanya untuk sekedar pamer gadget dan gengsi. It’s all yours.

Seperti halnya judul tulisan diatas, kali ini source yang saya gunakan adalah dua bacaan wajib yang saya dapat rekomendasikan pula kepada teman semua apabila ingin berbicara Gadget dan Teknologi dengan lebih baik. Majalah Forsel dengan Edisi Super Android April 2011 lalu dan Tabloid Sinyal dengan Edisi 120 10 Juni 2011 yang menurunkan Edisi TabletPC. Well, seperti halnya majalah InfoKomputer April 2003 jaman dulu yang menurunkan Edisi PDA Konvergensi, bisa dikatakan kedua Source diatas rupanya mampu mematahkan apa yang saya yakini sebelumnya dan mulai berpindah ke lain hati.

Yuk kita mulai.

Samsung Galaxy Tab 7”. Rp. 4,8 jt. Tahun Rilis Oktober 2010. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 3,2 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1 GHz. RAM 512 MB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support Voice dan SmS. Batere Li Po 4000 mAh. Galaxy Tab bisa dikatakan sebagai ikon TabletPC di negeri ini. Ukurannya yang kompak dan speknya yang mumpuni menjadikannya produk terlaris dan paling diburu sejauh ini. Apalagi didukung dengan Sim Card slot yang mampu membantu penggunanya terhubung ke dunia maya tanpa harus mencari Wifi Gratisan.

HTC Flyer 7”. Rp. 6,9 Jt. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 2.3 GingerBread. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,5 GHz. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 4000 mAh. Dibanding Galaxy Tab, diatas kertas Flyer jelas jauh lebih mumpuni, baik dari segi kecepatan, sistem operasi dan daya simpan. Secara harga yang ditawarkan, jelas bisa dianggap wajar. Sayangnya minus telepon, meski sudah sim card support.

Dell Streak 7”. Rp. 5,5 Jt. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 800×480 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 2780 mAh. Streak 7” sangat menggoda dari segi Procie Dual Core dan konektifitas 4G. Sayangnya Daya yang dibekali sangat minim. Khawatirnya menguras energi lebih cepat dari yang diharapkan. Apalagi dilihat dari tahun rilis, sistem operasinya masih setia pada Froyo.

Acer Iconia Tab A100 7”. Rp. -. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 512 MB. Internal 8 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 1530 mAh.Tidak banyak keistimewaan yang ditawarkan oleh Acer dengan perangkat 7” ini selain prosesor Dual Core. Minimnya kapasitas memory internal dan juga daya batere yang selayaknya ponsel, kemungkinan besar bakalan menjadi faktor yang tidak direkomendasikan untuk dipilih.

LG Optimus Pad 8,9”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×768 pixel. Kamera belakang Dual 5,0 MP (salah satunya berfitur 3D) depan (video call) 2,0 MP 3D. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 6400 mAh. Optimus Pad bisa jadi sangat menggoda melihat sistem operasinya yang memang diperuntukkan bagi perangkat TabletPC dan juga Procie Dual Core. Didukung pula oleh resolusi layar wide layaknya NoteBook dan tentu saja besaran daya plus dual kamera belakang. Sayangnya, ukuran layar tergolong tidak biasa alias 8,9”, yang artinya tidak sekompak 7” dan tidak seribet 10”.

iPad 3G 10” (9,7”). Rp. 7,5 Jt. Tahun Rilis Desember 2010. OS : iOS 4. Layar 1024×768 pixel. Tanpa Kamera. Procie 1,0 GHz Apple A4. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. iPad generasi pertama ini memang sangat fenomenal kemunculannya, baik dinegara luar maupun dalam negeri. Apalagi kalo bukan lantaran nama besar Apple yang berhasil dengan perangkat iPhone mereka. Sayangnya, dari segi ukuran layar bisa dikatakan sangat sulit untuk dibawa kemana-mana kecuali memang tujuannya untuk menarik perhatian teman dan sekitarnya. Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi.

iPad 2 3G 10” (9,7”). Rp. 9,0 jt. Tahun Rilis 2011. OS : iOS 4.3. Layar 1024×768 pixel. Kamera belakang dan depan (video call) VGA 0,7 MP. Procie 1,0 GHz Aplle A5 Dual Core. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. Perangkat iPad rilis kedua ini diklaim 30% lebih tipis dengan kecepatan akses yang jauh lebih baik. Dibekali kamera depan untuk video call tampaknya sudah cukup memuaskan penggunanya yang memang rindu dengan fitur 3G memanfaatkan aplikasi FaceTime. Seperti halnya iPad generasi pertama, iPad 2 pun Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi. Jadi jangan sampe salah pilih ya.

Motorola XOOM 10”. Rp. -. Tahun Rilis Januari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On. Dirilis dalam tiga versi, GSM, CDMA dan Wifi only. Rilisnya dilakukan sengaja berbarengan dengan perangkat iPad 2 yang pada akhirnya mengecewakan para petinggi Motorola akibat penjualan yang tidak sesuai harapan (tertinggal jauh dengan iPad 2).

Samsung Galaxy Tab 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 8,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On 6860 mAh. Galaxy Tab rilis kedua ini rupanya ingin menyaingi keberadaan iPad 2 yang sama-sama mengadopsi layar 10”. Berbekal kemampuan spek yang tidak jauh berbeda, Galaxy Tab 10.1 ini malah menawarkan kamera belakang 8 MP dan juga daya yang terbesar diantara TabletPC lainnya.

ViewSonic ViewPad 10 Pro 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Dual OS : Windows 7 dan Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Tanpa Kamera belakang, depan (video call) 1,3 MP. Procie Intel Atom 1,5 GHz (setara NetBook). RAM 2 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li On 3500 mAh. Tawaran Dual OS-nya memang sangat menarik perhatian siapapun yang mengujinya. Terlepas dari Brand yang dikenal sebagai produsen layar perangkat PC tampaknya secara spek yang ditawarkan pun tak jauh beda dengan perangkat NetBook. Sayangnya, semua kelebihan diatas tidak diimbangi dengan besaran daya yang sepadan untuk sebuah perangkat TabletPC.

Asus EEE Pad Transformer 10”. Rp. -. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Tanpa dukungan Sim Card. Batere Li po. Satu-satunya yang menarik dari perangkat Asus EEE ini adalah disertakannya keyboard fisik dalam paket penjualannya, yang jika disambungkan, mampu mengubah tampilannya menjadi sebuah NoteBook. Itu sebabnya dinamakan Transformer. :p

Acer Iconia Tab A500 10″. Rp. 5,0 Jt. Tahun Rilis Mei 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po 3260 mAh. Dirilis dalam dua versi memory internal yaitu 16 GB (4,2 Jt) dan 32 GB.

Dari sekian yang saya paparkan diatas barangkali hanya tiga TabletPC yang patut saya rekomendasikan sebagai pilihan, apabila Budget bukan lagi menjadi sebuah masalah. Pertama, HTC Flyer untuk perangkat 7”, Kedua ada iPad 2 bagi yang menginginkan perangkat bergengsi di kelas 10” dan Ketiga silahkan melirik Samsung Galaxy Tab 10.1 untuk perangkat yang powerfull. Sedangkan bagi yang memiliki BudGet terbatas, silahkan memilih Samsung Galaxy Tab 7” sebagai teman baru.