BBM for Android dan BBM for iOS

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Dengan hadirnya BBM secara permanen di iOS dan #Android, sepertinya sudah gag ada alasan lagi untuk mengatakan ‘maaf gag pake BB’ saat ditanya PIN BB/BBM oleh kawan maupun kolega kini.

PIN BBM PanDe Baik 1

Hal ini secara tidak langsung, memaksa para penggunanya (Android dan iOS/iPhone) utk mengaktivasi aplikasi BBM, Mengingat aplikasi BBM tersedia secara free, demikian halnya dgn biaya penggunaan yg sudah include dalam paket data bulanan, jadi ya gag rugi apa-apa.

Dengan hadirnya aplikasi BBM di pasar #Android, rasanya bakalan berimbas ke penjualan handset BB yang memang dikabarkan terus menurun. Mahalnya harga yg harus ditebus utk sebuah handset BB tak sebanding dengan kemampuan yang didapat menjadi masalah utama terutama pasar lokal. Kebiasaan cabut batere menjadi salah satu hal wajib yang dilakukan pada perangkat BB meski kini sdh makin jarang seiring hadirnya BB 10.

Maka, kehadiran aplikasi BBM di perangkat #Android yang notabene lebih bisa dijangkau secara harga, merupakan angin segar, demikan dgn iOS. Meski tidak semua pengguna kedua OS tersebut bakalan menyambut baik dan menggunakannya, Terutama pengguna yg malas bereksplorasi. Dengan demikian trend terkini bisa jadi bakalan bergeser. Membeli handset #Android dibawah sejuta, biar bisa BBMan plus multimedia :p

Aplikasi BBM for #Android dan iOS tampaknya berlaku untuk pasar aplikasi di semua negara, silahkan ambil yang dikembangkan oleh BlackBerry Limited. Meski dijanjikan bahwa semua pengguna bisa langsung mengaktivasi BBM, namun kenyataan lapangan ternyata tidak demikian.

Dari beberapa percobaan yg dilakukan sejak kemarin sore, gag semua alamat email mampu diaktifkan sebsagai modal awal aktivasi BBM. Hanya bagi alamat email yg sudah terdaftar di halaman blackberry dot com saja yg berhasil melewati proses awal aktivasi, meski utk BB ID Tidak harus menggunakan alamat email yg sama. Jadi, segeralah daftarkan alamat email kalian ke blackberry dot com terlebih dulu. (Note : rupanya di halaman tersebut opsi untuk mendaftarkan alamat email sudah tidak tersedia lagi, jadi satu-satunya jalan ya daftar lewat aplikasi). Sehingga utk pengguna yang belum mendaftarkan alamat emailnya di blackberry, bakalan dihadapkan pada waiting list utk menerima undangan.

Jika pada handset BB, PIN melekat pada perangkat, maka pada BBM for Android dan iOS, PIN bakalan melekat pada email. Sehingga dari percobaan yg dilakukan tadi pagi, pengguna tidak dapat menginputkan alamat email yg sama, setelah berhasil diaktivasi. (Note : hal ini tidak sepenuhnya benar, karena dalam percobaan aktivasi PIN BBM ketiga, saya berhasil masuk dengan menggunakan alamat email yang sama dengan PIN BB ketiga).

Namun meski BBM sudah dapat digunakan di handset #Android dan iOS, tampaknya belum semua fitur dapat dimanfaatkan layaknya BBM for BB. Salah satu fitur yg ditiadakan adalah Voice Call via BBM. Jadi bagi yg ngebet dgn Free Voice ya tetep musti beli BB, bukan #Android atau iOS. Selain itu, kelihatannya aplikasi BBM for #Android ini masih berupa aplikasi yg tidak standby atau siaga,karena setiap kali berpindah ke BBM, Selalu menyajikan tulisan ‘opening BBM’ utk jeda waktu tertentu… Semoga kelak ada penyempurnaannya…

Berikut tampilan BBM for #Android 1.0 – http://instagram.com/p/fzca2ORkmW/

Untuk bisa menjalankan aplikasi BBM for Android, dibutuhkan spec minimum versi OS (Operating System) 4.0 atau Ice Cream Sandwich. Sedangkan versi iOS yaitu 6.0. jadi apapun perangkat yang kalian miliki, selama memenuhi spec minimum diatas ya dijamin mau. Tinggal opsi masuk Waiting List atau tidak saja.

Untuk sementara waktu, dukungan berkirim kontak vcf seperti halnya Whatsapp, rupanya gag didukung. – @azwarINTER he… Entah ya, blom dicobain… Tp rasanya utk fitur attachment baru dukung gambar dan note deh…

UjiCoba BBM for iOS. Perangkat iPhone 4 CDMA. http://instagram.com/p/fz3DrNxkuo/ (PIN BBM kedua).

PIN BBM PanDe Baik

Bagi kawan-kawan yg masih berusaha mengaktivasi aplikasi BBM dan masuk dalam Waiting List, jangan khawatir, Email balasan bakal segera sampai.PIN BBM kedua tadi adalah pembuktiannya, dimana alamat email tsb baru didaftarkan tadi pagi (kemarin pagi) dan sudah mendapat jawaban sejam lalu (kemarin sore).

Jadi, Tinggal menunggu jawaban utk email ketiga dan keempat *uhuk *yg belum terjawab adalah, apabila satu handset memiliki 2 nomor. Tentu gag bakalan banyak perbedaan dgn aplikasi chat lainnya jika sudah begini, cek whatsapp misalkan.

Berhasil mengaktifkan PIN BBM yang ketiga… Kali ini berada di handset #Android milik istri… Tinggal satu al.email lagi. (untuk yang satu ini gag ada tampilan gambarnya… ada di instagram milik Istri).

PIN BBM keempat @pandebaik – http://instagram.com/p/f0326kRkno/ – dan sepertinya ini bakalan jadi yang permanen, karena berada di handset TabletPC Android Samsung Galaxy Tab, yang dijamin online.

PIN BBM PanDe Baik 3

Khusus untuk pertanyaan penggunaan alamat email dari @weedeeblue alamat email berbeda hanya berlaku utk BlackBerry ID saja, gunakan email sembarangpun gag masalah, gag ada notif tertentu. sedangkan utk email aktivasi awal, ternyata bisa menggunakan alamat email yg sebelumnya sudah pernah dilakukan aktivasi :p

PIN BBM sudah nembus 4 buah… Nah pertanyaannya sekarang adalah… Mau dipake apa PIN BBM sebanyak ini ? *percobaan selesai, back to work

Plants vs Zombie (jadi) 2

Category : tentang TeKnoLoGi

Berbekal rasa penasaran usai menonton dua trailer official yang dirilis PopCap, pengembang barisan games ternama di berbagai platform, di situs berbagi video YouTube, rupanya sedikit mendatangkan rasa kecewa setelah tahu bahwa permainan yang satu ini, baru tersedia pada perangkat berbasis iOS saja, alias iPhone, iPad dan tentu saja iPod. Adakah diantara kalian sudah mencobanya ?

PLants vz Zombie 2 PanDeBaik 1

Plants vs Zombie 2 ‘it’s about Time’ hadir secara gratis di Apps Store, dan dapat diitemukan dengan mudah dalam kategori terpopuler. Ini bertolak belakang dengan versi pertamanya yang dijual dengan harga $ 0,99. Saya sendiri mengunduhnya lewat perangkat iPhone 4 CDMA disela acara Pengarahan hari jumat lalu di lantai 3 kantor Bupati Badung, dimana koneksi wifi yang ada tergolong maknyus.

Sayangnya, dalam percobaan awal hingga hari Minggu siang, grafis selama permainan dijalankan, terasa sangat tersendat hingga membuat saya sempat menarik kesimpulan, ‘iPhone 4 gag mampu mendukung permainan yang satu ini, seperti halnya Minions ataupun Subway Surf’. Namun bersyukur, penilaian saya salah.

Usai melakukan restart ponsel dan mencoba untuk menjalankannya kembali, games Plants vs Zombie 2 ternyata bisa berjalan dengan lancar, bahkan cukup gegas ketimbang prekuel sebelumnya. Hal ini sempat saya rasakan pula pada permainan Subway Surf jika disandingkan dengan perangkat Android. Maka inilah gambarannya.

Di level permulaan, pada setting halaman rumah milik si Dave, tidak terasa banyak perubahan yang terjadi dibandingkan games pendahulu, baik pola ketersediaan tanaman, kemampuan dan juga lawan. Mirip dengan level 1-1 hingga 1-4. Jadi disini sempat pula merasa kecewa ‘sebenarnya, apa saja yang baru nih ?’

PLants vz Zombie 2 PanDeBaik 3

Kekecewaan baru mulai pudar saat level masuk di setting layar Mesir, dimana baik penokohan dan lawan main, memberi varian yang cukup apik lengkap dengan pernak pernik kuburan para raja ini. Pun demikian dengaan pola permainan yang mirip dengan seri-seri Arcade lain, lengkap dengan peta, tiga bintang untuk setiap permainan serta bonus tiap level. Hal ini lumayan memicu rasa penasaran saya untuk bisa menyelesaikannya sesuai harapan, yang tentu memerlukan percobaan berulang agar bisa sukses melewati semua tantangan.

PLants vz Zombie 2 PanDeBaik 2

Meskipun games Plants vs Zombie ditawarkan secara gratis di Apple Apps Store, namun ini hanya berlaku untuk level permainan dasar atau setting lokasi Mesir, tidak termasuk dua setting lainnya, Pirates Seas dan Wild West. Untuk bisa menjajal dua setting tersebut, pengguna diwajibkan untuk membelinya secara bertahap. Yang artinya… sayapun belum sempat menjajalnya hingga tuntas. Jadi, tunggu di tulisan berikutnya :p

Haruskah Menanti BBM for Android ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Agak tergelitik juga sebetulnya saat kemarin malam menjumpai satu status teman yang mengancam saya jika kelak kedapatan ikut-ikutan menggunakan BBM atau BlackBerry Messenger lantaran selama ini sudah dikenal anti BB dan Pro Android. Hehehe… meski hanya bercanda, tapi apa iya kelak bakalan membanggakan, menggantungkan hidup dan keseharian pada sebuah aplikasi Chat milik BlackBerry hingga segitunya ? Bahkan di kalangan sebagian besar pengguna BB, aplikasi BBM merupakan Dewa yang setiap saat, setiap hari harus dikunjungi…

Hebohnya pemberitaan selama enam bulan terakhir baik di media maupun dunia maya menjadikan hampir setiap kawan yang saya temui seakan tak sabar dengan jadwal realisasi ide tersebut. Ada yang memang menantikannya sejak lama, malas beli BB karena lelet, tapi tetap mengidamkan dan berharap BBM bisa install di smartphone mereka… atau cuma kesampean beli BB paling murah dan kini berharap dengan nominal sama bisa dapet Android keren plus BBM…

Saya pribadi jujur aja nih, gag terlalu menantikannya mengingat aplikasi chat, apapun itu namanya, bukanlah satu prioritas utama yang saya gunakan sehari-hari, melainkan… sms dan telpon… masih jadul yah ? Hehehe… mengingat hanya dua fitur inilah yang mutlak dimiliki dan mampu dilakukan oleh perangkat telekomunikasi sejadul dan semurah apapun harganya… beda dengan Whatsapp, Line, atau bahkan BBM yang memang membutuhkan OS tertentu untuk bisa digunakan.

Tapi kalo boleh saya sedikit bernostalgia, kehadiran aplikasi BBM forAndroid atau bagian dari promosi BBM for Everyone ini sepertinya bakalan bernasib sama dengan dua aplikasi chat yang ada dihalaman HomeScreen perangkat Galaxy Tab saya selama ini, hanya ada namun jarang tergunakan… awalnya sih memang iya, dimasukkan ke grup a, b, c, d, e… rame orang bicara dan saling sahut, namun lama-lama sepi sendiri dan lebih memilih untuk out dari group. Apa sebab ?

Karena memang dasar perilaku yang saya miliki sangat jarang menyukai yang namanya Chatting, ngobrol ngalor ngidul dengan kawan, saudara atau siapapun. Entah itu lewat Whatsapp, Line atau app chat yang lain. Kalo bisa sih mending lewat sms, secukupnya, singkat, padat dan jelas. Dan memang lebih menyukai fitur semacam browser, eBook atau sejenisnya.

Nah trus, kira-kira apa pantas jika aplikasi BBM for Android patut dinanti kehadirannya pada Sabtu hari ini pukul 19.00 wita nanti ? Ya terserah dan kembali pada kebiasaan kalian.

Jika memang sejak dulu merupakan penghobi app Chat, dari Whatsapp, Line, KakaoTalk, hingga Live Profile yang kalo gag salah juga menggunakan PIN untuk bisa saling terhubung, tentu aplikasi BBM for Android atau bahkan iOS jelas patut ditunggu dan dijajal. Namun sebaliknya, jika memiliki perilaku mirip saya diatas, barangkali ya slow aja lah… datang oke, ditundapun memang gag masalah.

Namun, entah bagaimana kenyataan yang ada nantinya, jika boleh dibandingkan antara aplikasi chat semacam Whatsapp atau Line dengan BlackBerry Messenger atau BBM, saya pribadi lebih menyukai gaya aplikasi semacam Whatsapp yang memang tidak lagi membutuhkan server tambahan untuk mengolah, mengirim dan menerima informasi dari dua atau lebih pengguna yang berinteraksi didalamnya. Bisa jadi dengan demikian proses chat jadi gag bergantung lagi pada downnya server pusat akibat traffic yang padat dan semacamnya. Meski dari segi keamanan data, gag bisa se-secure BBM yang memang dikenal sulit untuk mendapatkan databasenya secara langsung.

Tapi ya sudahlah… apakah kita memang layak menantikan kehadiran aplikasi chat BBM for Android atau iOS ? semua tentu kembali pada diri sendiri. Bagi yang gag sabar ingin memiliki PIN dan berkencan dengan kawan-kawan lama pemilik perangkat BlackBerry, monggo ditunggu… kabarnya hari ini atau entar malam pukul 7… pas malam minggu jadwal apel pacar… *kalo bisa jangan sampe ngelupain pacar dan ngeduluin donlot. Hehehe… sedang yang santai, yuk mending jalan-jalan saja pagi ini. :p

BlackBerry Perluas BBM ke iOS & Android ?

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Nanya iseng -Apa sih yang menarik dari apps chatting BBM bagi BB users ? *ada yg bisa ngasi petunjuk ?

Salah satu alasan yg pernah saya denger dari BB users adalah kemampuan BBM untuk membuat interactive teks yg belum dimiliki apps chat lain. Yg dimaksud dgn interactive teks adalah barisan karakter yg membentuk emoticon, wajah, benda dll dan kerap gag bisa kebaca di HH lain :p *Biasanya untuk bisa membacanya, HH (#Android misalnya) musti diinstalasi apps tambahan…

Salah satu alasan lain dari BB users adalah ‘gag perlu belajar install apps etc kalo cuma mau chat… bandingkan dgn whatsapp, line dll

Trus ada juga alasan lain seperti ‘semua teman, kerabat bahkan pacar pake BB… takut dikucilkan, gag gaul, ketinggalan berita…

Ada lagi alasan ‘klien saya pake BB… *tuntutan pekerjaan berarti… *malu kalo jawab ‘gag punya PIN BB…

saya yakin @armeq benar, kalo BBM jualan layaknya whatsapp, RIM bakalan untung kok… itu kalo pengguna iOS dan #Android menggunakannya. Minimal apps bisa dijual (biasanya di iOS), layanan paket bulanan BIS juga bakalan nambah… *memperluas jaringan tentu saja

Bagi mereka yg hanya mampu membeli BB murah/second hanya utk BBM-an, kini bisa ambil alternatif beli #Android di harga sama. Atau malah dengan budget yg lebih murah, merek china 500 ribuanpun (asal OS udah ICS), mereka sudah bisa BBM-an.

Dan rata”alasan yg saya denger kalo disuruh untuk install whatsapp di perangkat BB adalah ‘gag tau caranya… atw… lama downloadnya.

Lama”malah Jadi maklum karena memang gag semua pengguna ‘smartphone’ BB bisa smart pula penggunaan dan pengetahuannya. Karena untuk bisa mengunduh, instalasi dan menggunakan Whatsapp di BB, merek dituntut utk belajar… minimal tau cara prosedur donlot apps Atau paham bahwa di BB tuh ada istilah ‘BlackBerry ID… *hayooo saya yakin gag semua BB users punya BB ID… *taunya cuma PIN BB. Dan diperlukan beberapa trik untuk bisa berhasil membuat akun BlackBerry ID berhubung kalo ngandelin HH, lebih banyak gagalnya…

Padahal, kalo bicara diluar semua alasan tadi ‘mengapa perlu banget dgn BBM’, kekurangannya adalah belum bisa lintas platform. Bandingkan dengan Whatsapp, Line etc yang bisa digunakan bahkan oleh pengguna ponsel Nokia symbian sekalipun. Jadi kalopun mau bikin group Chat di Whatsapp misalnya, kini sudah gag perlu beli #Android terkini atau iPhone yang mahal…

Cuma lantaran belum bisa lintas platform inilah, kemudian menciptakan ekslusifitas antar pengguna BB.. *padahal bisa jadi malahan kekurangan. Dan saking ekslusifnya, ada juga yg cuma kesampean beli #Android murah berusaha mencari cara biar bisa BBM-an di ponsel mereka. Termasuk menginstalasi apk BBM yang tempo hari sempat bikin heboh di Google Play, dan kalo gag salah sih cuma HOAX

Kalo menurut saya pribadi sih.. ini pribadi loh ya.. sejauh gag khawatir dicap ketinggalan jaman, gag gaul dll sebetulnya BBM gag perlu”amat. Hal ini pula yang kerap saya tanamkan pada kawan”di PNS dan juga istri *mungkin kelak termasuk anak”kalo mereka besar nanti. Bahkan saking nyantenya, mereka kini sudah punya jawaban sendiri kalo pas ditanya PIN BB dan diBully ‘hare gene gag punya BB ?’ Dibales dengan ‘hare gene masih pake BB ?’ He… ada”aja… *cukup bikin nyengir pas liat ekspresi BB Users dikatain gitu

Oke, bukan apa”kok.. tanpa bermaksud memBully balik pengguna BB users, mengapa juga harus dipaksakan beli HH mahal, tapi cuma dipake BBM-an?

Mengapa juga rela beli ponsel BB mahal”kalo cuma di pake Chatting, jejaring sosial… tanpa mau mengoptimalkan HH sebagaimana fungsinya ? Apalagi kalo sampe bawa Powerbank ‘soulmate HH BB’ kemana mana… ngerepotin kan ?

Dan sebetulnya apapun ponsel smartphone yang kawan”gunakan, selama penggunanya gag mampu smart, ya percuma saja beli mahal. Sayang banget duit budgetnya kalo dipake beli HH mahal tapi gag bisa browsing, lelet etc… *tapi kalo termasuk orkay sih, gag masalah

Karena sempat kasian aja dgn para orang tua yang dipaksa oleh anak”mereka buat beli BB terkini atas dasar biar bisa BBM-an. *< termasuk sering ngasi rekomend BB yang murmer bagi para ortu yg bingung nentuin budget dan pilihannya Tapi kalo kemudian yg jadi alasan 'tuntutan kerja' sih no problem... gag jarang yg tipe ginian, ngandelin BB cuma buat BBM-an dengan klien. Tapi ngandelin kerjaan lainnya lewat HH #Android atau iOS... *hayooo ngaku, ada yg masuk kategori ini gag yah ? Apalagi kalo dasarnya memang gag suka chat, mungkin gag cuma BBM, tapi juga Whatsapp, Line etc malah gag terlalu perlu utk diinstall semua.. Dan salah satu alasan mengapa saya hampir selalu keluar dari group Whatsapp adalah notif suara yg gag henti"padahal user lain cuma say 'lol'. Satu"nya Group yg masih saya ikuti sampai saat ini di apps Whatsapp adalah kumpulannya Tim LPSE-ULP Badung, yg kini terdapat PPK didalamnya. Fungsinya lebih pada forum komunikasi agar kelak ketika terjadi gangguan akses ke halaman @LPSEBadung, Tim bisa lebih cepat taunya. Dan nilai plusnya tentu, para anggota Group gag cuma ngandelin satu jenis HH... terpantau Nokia Symbian pun ada yg pake disini... Jadi, selamat bagi kalian yg masuk kategori 'non BB Users' yang girang lantaran berita migrasinya BBM ke iOS dan #Android. Yang artinya 'kini saya bisa BBM-an dengan pengguna BB lainnya...' *cuma nanti apakah menggunakan sistem PIN atau ngandelin nomor ponsel ? Sedang bagi yang masuk kategori BB haters, mbok ya jangan gitu"amat deh... sok cuek dgn berita migrasinya BBM *eh Selama bisa memaklumi kelebihan dan kekurangan masing"HH, gag masalah apapun jenis smartphone yg kalian gunakan. Terpenting, bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan sebagaimana 'fungsinya sebagai sebuah smartphone *tumben ngTwit dini hari... ini gara"tadi kaget dibangunin buat bikin susu si baby, malah gag bisa merem lagi... *hayok tidur lagi 🙂

Sekali lagi… *nanya iseng -Apa sih yang menarik dari apps chatting BBM bagi BB users ? *ada yg bisa ngasi petunjuk ?

Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA (bagian 2)

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA, berikut beberapa hal yang barangkali merupakan kesulitan tahap lanjutan yang barangkali ada diantara kawan yang bisa memberikan solusinya ? jangan segan berbagi tipsnya yah…

Masih ingat dengan keharusan penambahan kode angka +62 pada setiap nomor ponsel yang ada dalam daftar kontak agar saat dihubungi, nama yang bersangkutan bisa muncul di layar ? kini ada lagi cobaan kedua dimana untuk penerimaan SmS, rupanya aturan tersebut tidak berlaku. Yang artinya, meski kode negara sudah diubah dan terdaftar dalam kontak, nama yang bersangkutan tetap tidak muncul pada daftar sms masuk. Solusi sementara sih, rupanya untuk dapat mengakomodir kedua hal tersebut, dalam satu daftar kontak, terdapat dua nomor yang sama. Satu dengan kode negara, satu lainnya tetap mengadopsi format nomor ponsel seperti biasanya. 081236… Bikin Repot dan mangkel gag sih ?

iPhone PanDe Baik 2 1

Entah apakah ini ada kaitannya dengan status ponsel iPhone 4 CDMA luar (carrier milik Verizon), atau memang sudah budayanya iPhone sejak awal ?

Kesulitan kedua, apabila perangkat sedang melakukan pembaharuan perangkat lunak baik aplikasi maupun games, jika kebetulan berada dalam koneksi data yang mengalami naik turunnya kecepatan dan membuat jengkel lantaran macetnya proses, dalam perangkat Android, proses tersebut dapat di-Cancel dan di hentikan, sementara aplikasi maupun games terkait masih dapat dijalankan dan digunakan dengan baik. Tidak demikian halnya dengan iPhone ini.
Setelah proses updating dihentikan, maka icon aplikasi ataupun games akan mengalami stuck dan berwarna gelap, dihiasi grafis proses yang mandeg. Dalam kondisi ini, aplikasi maupun games tersebut tidak dapat digunakan sementara waktu hingga proses updating dapat berlanjut saat menemukan koneksi yang bagus dan menyelesaikan prosesnya. Susah juga…

Masih berbanding dengan Android, terkait Notifikasi Pembaharuan. Jika dalam Android notifikasi dapat dilihat pada Apps Store (Google Play) sekaligus, tidak demikian halnya dengan iOS atau iPhone dimana pembaharuan akan diberitahukan dengan nomor berlingkaran merah pada aplikasi terkait, yang baru akan hilang tampilannya saat aplikasi ataupun games sudah dilakukan pembaharuan. Uniknya sih, tidak hanya notifikasi pembaharuan yang disajikan tapi juga message atau info terkini terkait aplikasi pun hadir dengan cara yang sama. Sesungguhnya mengganggu gag sih ?

iPhone PanDe Baik 2 2

Dan terakhir tentu saja soal Bluetooth yang hanya mengkhususkan koneksi hanya antar perangkat iOS saja. Merepotkan atau tidak, tentu saja kembali pada kepentingan masing-masing. Dimana pengguna iOS dalam hal ini hampir selalu diwajibkan untuk berhadapan dengan aplikasi iTunes terlebih dulu untuk bisa memasukkan beragam file multimedia dari perangkat diluar iOS.

Dua posting kekurangan sudah cukup ? lalu tunggu bagaimana asyiknya iPhone 4 CDMA agar porsi tulisan jadi berimbang. Tentu jika dibandingkan dengan perangkat Android tentu saja. Sampai nanti yah…

Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA (bagian 1)

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya pendapat sebelumnya terkait perangkat berbasis iOS yang dirilis oleh Apple, cukup membuat saya kebingungan lantaran proses untuk mengenali satu persatu fitur dan cara penggunaan jauh berbeda dengan perangkat Android yang hingga kini masih setia saya gunakan. Pun saat saya masih merasa tak puas dengan perkenalan sebelumnya, seperti copy file multimedia yang berkali-kali salah langkah, syncronize daftar kontak yang rupanya bermasalah pada kode negara dan satu lagi, terkait pengiriman sms (short message service) yang rupanya tidak dapat dilakukan dengan sempurna. Oke saya akan paparkan satu persatu.

Terkait proses copy file multimedia. Saat pertama kali mencoba tempo hari, proses pemindahan file musik, video dan foto rupanya dapat berhasil dengan baik, mengingat perangkat dalam kondisi kosong. Lalu bagaimana dengan percobaan berikutnya ? berdasarkan perlakuan proses yang sama, file multimedia baru berhasil dipindahkan namun file lama dengan sukses pula dihilangkan dari perangkat. *aduh dan percobaan berikutnya pun tetap sama. Alhasil hingga kini saya masih membiarkan saja praktek percobaan yang satu ini. Mungkin nanti ada yang ahli bisa membantu saya ? *uhuk

Terkait proses Syncronize Daftar Kontak. Untuk bisa melakukannya, tentu saya perlu melakukan backup dari perangkat lama, Motorola Q9c jadul melalui perangkat PC berbasis Windows 7 dibantu aplikasi Windows Media Centre dan berhasil dengan baik. Langkah berikutnya tentu memindahkannya ke perangkat iPhone dan berhasil pula dengan baik. Sayangnya, saat diuji coba dengan menghubungi perangkat iPhone 4 CDMA dari ponsel luar, rupanya yang tampil pada layar hanyalah barisan nomor ponsel tanpa nama. Hal ini sempat membuat frustasi lantaran berkali-kali dicoba, hasil yang ditunjukkan tetap sama. Namun bersyukur, disaat kebingungan saya menerima panggilan dari seorang kawan yang rupanya berhasil menampilkan nama yang bersangkutan sesuai daftar kontak yang tersimpan. Setelah ditelusuri, maka penyebab utamanya adalah ketiadaan penggunaan kode negara (+62) pada nomor ponsel yang tidak muncul namanya tersebut.

Hal tersebut tentu lumayan membuat jengkel mengingat jumlah daftar kontak yang ada dalam perangkat pc tercatat sekitar 700an nama, dan akan sangat merepotkan apabila saya harus mengubahnya satu persatu secara berkala. Dicicil setiap harinya. Dan demi menghemat waktu, beberapa nama diantaranya terpaksa saya hilangkan memperhitungkan pada aspek kepentingan.

ProBLem iPhone 1

Masalah berikutnya adalah datang dari percobaan pemilihan nada dering RingTones perangkat iPhone 4 yang notabene tidak semudah Android dengan membuat folder audio pada sdcard. Nah, awalnya sih saya coba mengunduh beberapa nada dari aplikasi RingTones dimana pada tutorial yang ada, mengharuskan saya untuk melakukan syncronize terlebih dahulu ke perangkat PC alias aplikasi iTunes. Sayangnya, pada aplikasi tersebut, saya tak jua menemukan opsi untuk sync tadi. Maka langkah berikut yang saya coba adalah mengunduhnya lewat App Store bawaan lewat menu Pengaturan Sounds. Sukses. Namun pengorbanan yang dibutuhkan adalah sebesar $ 3,5 yang dipotong ari Gift Card pemberian kakak. Lumayan mahal juga nilainya untuk tiga nada ringtones.

Salah satu yang saya sukai dalam menyajikan penampilan sebuah layar perangkat pintar adalah penataan icon yang kadang jika dibutuhkan harus dikelompokkan demi efisiennya penggunaan. Sayangnya untuk menata halaman homescreen perangkat iPhone 4, ada satu icon yang tidak dapat dipindahkan kedalam folder lantaran setelah diujicoba sepertinya bakalan jarang digunakan. NewsStand. Icon yang satu ini sama sekali tidak dapat dihapus dan dipindahkan kedalam bentuk folder. Padahal majalah yang ada didalamnya, rupanya berbayar semua (mental gratisan). Maka itu setelah menghapusnya satu persatu dan berkeinginan menghilangkan pula peran NewsStand, rupanya tak direstui Kakek Steve Jobs yang rupanya mempertahankan icon tersebut apapun resikonya.

Apabila disandingkan dengan perangkat Android, ketiadaan tombol sentuh Back pada perangkat iPhone 4 memberikan kesulitan tersendiri, dimana pengguna diwajibkan untuk menekan tombol Home secara berulang yang syukurnya, untuk menghindari umur yang dipercepat, pada Pengaturan terdapat opsi tombol Home yang dapat disentuh pada layar. Hanya saja perlu banyak penyesuaian agar tidak kebingungan pada saat digunakan.

ProBLem iPhone 2

Masih dengan Android, pada opsi kamera rupanya pilihan untuk mengatur besaran dimensi gambar ditiadakan pula pada perangkat iPhone 4, sehingga apabila kita ingin merekam video dalam kualitas MMS atau email, maka tiada pilihan lain lagi, dan itu artinya dibutuhkan koneksi data yang mumpuni untuk bisa mengirimkannya.

Terakhir terlepas dari semua kesulitan perangkat diatas, rupanya teknisi dari Telkom Flexy mendapat kesulitan saat berusaha melakukan inject nomor pada perangkat iPhone 4, atas dasar versi OS yang sudah mencapai 6.1. dan operator dari sononya merupakan Verizon, artinya menurut Beliau, perangkat ini tidak akan dapat digunakan untuk berkirim sms. Berbeda apabila perangkat yang digunakan mengadopsi operator satunya lagi atau melakukan Downgrade ke versi 4 atau 5. Tapi ya sudahlah… toh perangkat Flexy memang sejak dulu sudah jarang digunakan untuk sms-an. Maka semua proses penyuntikan nomorpun berhasil dilakukan.

Siap untuk tantangan berikutnya ?

Berkenalan dengan iPhone 4 CDMA

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Pasca iPhone 4 CDMA saya bayarkan, langkah pertama yang dilakukan adalah melihat isi App Store yang ada dalam perangkat, dan ternyata memang benar mengarah pada halaman Store milik Apple lengkap dengan berbagai kategorinya.

Langkah kedua tentu saja mencoba membuat akun Apple ID yang rupanya kini meniadakan opsi ‘None’ pada pilihan Kartu Kredit meski sudah mengubah pasar aplikasi dari Indonesia ke US, lantaran untuk melakukan Update dan penambahan, ponsel masih meminta akun Apple ID pemilik lama berkali-kali. Maka setelah mengalami kegagalan untuk kesekian kalinya, sayapun mencoba meminta tolong pada kakak yang kini berada di Canada untuk membuatkan satu akun Apple ID hanya untuk mengunduh aplikasi secara Free.

image

Langkah ketiga, tentu menginstalasi aplikasi iTunes di laptop, lalu membuka dan mencoba melakukan copy beberapa file musik, foto dan video. Semua sukses kecuali langkah keempat yang ingin saya lakukan segera yaitu Hard Reset.

Yang dimaksud Hard Reset disini adalah menghapus semua konten yang ada dalam perangkat, serta memformat ulang kembali sistem operasinya. Setelah berkali-kali gagal menerapkan sesuai saran banyak penulis di halaman pencarian Google, saran dari salah satu kawan pengguna iPhone rupanya sangat manjur. Masuk dari iTunes, lakukan Backup/Restore lalu pilih New iPhone. Voila, semua jadi fresh from the oven :p

Langkah kelima, tentu saja memindahkan kontak dari perangkat jadul yang saya miliki sejak lama, Motoroal Q9c yang masih menggunakan sistem operasi Windows Mobile 5 yang rupanya mengalami error berulang kali saat melakukan sycronize dengan perangkat laptop. Bisa jadi ini terjadi lantaran saya sudah menggunakan Windows 8 sebagai OS di laptop, yang bisa jadi tidak lagi kompatibel dengan perangkat.

Terakhir, sayapun mencoba mengunduh beberapa aplikasi dan games yang dibutuhkan, dengan menggunakan akun Apple ID yang telah selesai dibuat, dan mengujinya. Siiipp… semua sudah, tinggal Sync Contact itu saja berarti.

Lalu, pengen tau bagaimana pendapat saya tentang perangkat berbasis iOS iPhone 4 CDMA 16 GB, terutama bila dibandingkan dengan Android ? tunggu di posting selanjutya :p

Bersua dengan iPhone 4 CDMA

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebetulnya sih gag pernah terpikirkan kalo satu saat nanti saya akan pernah jua memegang perangkat ternama besutan Apple yang dirilis tahun 2011 lalu, iPhone 4. Lantaran secara pribadi perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7+ sudah lebih dari cukup dan bersyukur masih berfungsi dengan baik sejak pembelian hingga kini. Siapa sangka, kali ini saya bisa juga memiliki sebuah perangkat berbasis iOS meski dalam frekuensi CDMA. Ya, CDMA.

Santai saja, bathin saya saat menelusuri satu persatu iklan yang tampil dihalaman aplikasi berniaga.com dan tokobagus, mengingat perangkat yang saya inginkan hingga bulan kedua pemakaian tak jua muncul dalam daftar. Saya pribadi saat itu sedang berangan-angan mencari perangkat Audiovox PPC 6600 CDMA yang punya wajah serupa dengan O2 XDA IIs (kalo gag salah sih ini namanya), ponsel jadul berlayar sentuh, dengan sistem operasi Windows Mobile 2003 SE (Second Edition), dan bergerak di jaringan CDMA. Atau minimal perangkat lain namun bersistem sama. Mengapa ngebet dengan sistem tersebut dan bukan BlackBerry seperti yang banyak tersebar di kedua toko online tersebut, ya karena kangen dengan masa-masa lalu. Dan Meskipun jadul, harapan saya sih Cuma satu. Baterenya masih awet :p

Dari masa-masa penantian, sebetulnya nemu beberapa. Diantaranya milik brand HTC yang terpantau pemiliknya cukup dekat dari rumah dan sempat beberapa kali sms-an, dan ada juga yang menawarkan ponsel Palm Pixi berbasis WebOS, sistem operasi yang batal diusung oleh brand HP untuk melanjutkan pemasaran seri smartphone mereka. Semuanya berbasis CDMA. Namun sayangnya, saat saya tanyakan, rata-rata mereka masih bingung apakah nomor Flexy seperti yang kini masih tetap saya gunakan, bisa disuntik/inject ke ponsel milik mereka tersebut ? hal ini pula yang membuat saya kembali pikir-pikir.

Kalo memang jodoh ya gag bakalan kemana.

Merasa tertarik dengan iklan dari seorang penjual di halaman berniaga, menawarkan iPhone 4 CDMA 32 GB seharga 2 jutaan, sayapun mencoba mengontaknya, namun sayang, perangkat sudah laku lebih dulu. Saat diyakinkan kapan iklan itu muncul, ya memang sudah sejak lama atau hitungan minggu. Pantas saja…

iPhone 4 CDMA PanDe Baik

Maka sayapun iseng-iseng menitipkan satu perangkat lagi, yang berukuran sedikit lebih kecil storagenya, dengan harapan, soal harga pun bisa didapat sedikit lebih murah. Dan akhirnya, penantian lama pun berbuah manis. Saya mendapatkan perangkat iPhone 4 CDMA 16 GB dengan harga yang lumayan terjangkau.

Namun bukan berarti saya tidak memiliki perasaan was-was dengan penawaran murahnya harga yang diberikan, lantaran beberapa tahun lalu sempat pula menemui kasus penipuan pada atasan dan saudara saya yang diming-imingi perangkat iPhone berharga murah.

Nah, trus bagaimana cerita lanjutannya ? tunggu di posting berikutnya

Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Setahun lalu, tepatnya diawal bulan, saya sempat menurunkan ulasan topik yang sama namun dalam versi yang sedang trend saat itu. Kini saya mencoba untuk menurunkannya kembali sebagai alternatif pilihan bagi kawan semua, dalam memilih sistem operasi yang kini makin berkembang pesat bagi perangkat mobile phone dan tabletpc di awal tahun 2013.

Android. Kini sistem operasi ini merupakan Raja dari semua sistem operasi perangkat ponsel dan tabletpc yang beredar di seluruh penjuru dunia. Hal yang wajar jika Kawan mengetahui sebabnya. Ya, Android digawangi oleh sekian banyak vendor dan operator yang siap memperebutkan kue keuntungan penjualan yang kian hari kian menggoda saja. Bahkan beberapa nama yang dahulu sempat turun naik dari tingkat penjualan, kini mulai merangkak naik mengalahkan nama-nama branded lainnya. Katakan saja Samsung, Huawei dan Sony.

Melesatnya Android ke lini terdepan tentu tak lepas dari kegigihan sang pengembang yaitu Google dalam membuat inovasi demi inovasi baru untuk melengkapi fungsi dan fitur teknologi terkini yang dikembangkan oleh masing-masing vendor demi menjawab tantangan serta kebutuhan para pengguna dan penggila teknologi yang kian haus aktifitas. Jika setahun lalu versi 2.3 GingerBread merupakan yang terbanyak digunakan oleh sejumlah perangkat berbasiskan Android, kini versi 4.0 Ice Cream Sandwich sepertinya sudah menjadi standar baku perilisan perangkat terbaru, meski beberapa diantaranya malah sudah mencoba dan mendapatkan opsi UpGrade ke versi yang lebih baik 4.1 ber-code name Jelly Bean.

Dengan makin berkembangnya teknologi yang dibesut oleh sejumlah vendor, operator serta sang pemilik Android, maka tidak heran jika kemajuan yang dihasilkan pun cukup jauh dari setahun lalu. Adapun Ukuran yang diberikan tak lagi kisaran tahun atau semester, namun sudah tahap bulan. Dimana kecanggihan yang dijejalkan dalam perangkat ponsel dan tabletpc berbasiskan Android sudah mencakup prosesor empat inti atau Quad Core, kapasitas standar internal storage sebesar 4 GB, besaran Memory RAM 2 GB, hingga resolusi layar dan kamera HD. Belum termasuk dengan tambahan stylus pen yang kini dikenal dengan istilah Note series yang siap memberikan presisi inputing yang lebih baik ketimbang penggunaan teknologi yang sama enam tujuh tahun yang lalu. Bahkan kabarnya kedepan sedang dikembangkan beberapa teknologi lagi, diantaranya yang mampu melakukan panggilan telepon saat ponsel didekatkan pada telinga pengguna.

Berpengaruhnya Android di pasar dunia, makin lengkap dengan masuknya perangkat mobile phone dan tabletpc di semua lini, dari harga yang terjangkau atau menengah kebawah hingga kelas premium dengan suntikan teknologi terkini. Sudah begitu, ketiadaan perbedaan yang mendasar antara sejumlah kelas tersebut, menjadikan Android tetap menarik untuk dilirik. Katakan saja dukungan ribuan aplikasi siap pakai dari pasar aplikasi Google Play serta jaminan untuk mengalihfungsikan perangkat menjadi mobile hotspot merupakan jualan utama dari semua vendor yang hadir dengan menggunakan Android sebagai sistem operasi utama.

iOS AnDroid BB Windows Phone PanDe Baik

Jika Android mengambil porsi hingga setengah lebih kue penjualan ukuran Global, maka seperempatnya harus cukup puas diambil oleh iOS, sistem operasi unix yang dikembangkan oleh perusahaan ternama Aplle. Hingga saat ini, sistem operasi iOS yang telah dirilis ke pasar sudah mencapai versi 6.0. membawa banyak perubahan terutama berkaitan dengan aplikasi SIRI, voice assistant yang kini banyak dijiplak oleh pengembang lainnya, termasuk Android dan Samsung.

Pada tahun 2012 lalu, Apple terpantau merilis dua pasang perangkat sekaligus, baik di awal dan juga akhir tahun. Pecahnya tradisi yang dahulu selalu dipegang oleh Apple dengan merilis satu perangkat tiap tahunnya, tak pelak menimbulkan prasangka bahwa langkah ini diambil lantaran persaingan dari sistem operasi dan vendor lain, berkembang sangat cepatnya. Maka pasarpun dikejutkan dengan dirilisnya perangkat TabletPC iPad 3 (new iPad) dan iPad 4, ditambah seri ponsel iPhone 4S dan iPhone 5. Sayangnya, meski teknologi yang diusung tergolong canggih dan terkini, urusan harga yang masih tinggi di langit, rasanya agak susah jika mengharapkan Apple mampu menarik konsumen sebanyak perangkat Android.

Turunnya sang inovator terbaik seperti yang diklaim banyak pihak dan media ke posisi kedua tingkat global, menyebabkannya harus bersaing ketat dengan brand lain yang maju dengan mengandalkan sistem operasi Android termasuk vendor china sekelas Huawei. Meski demikian, pembuktian perolehan hingga 25% penjualan pada tahun 2012 lalu tetap ditenggarai memiliki fanboy sejati yang tetap akan menanti kemajuan demi kemajuan teknologi yang kini sedang dikembangkan oleh Apple.

Jatuh bangun perusahaan pengembang sistem operasi asal Canada, Research In Motion RIM lewat perangkat BlackBerry, lumayan banyak mengundang kecaman dan dugaan sedari awal tahun 2012, bahwa mereka akan bangkrut dalam waktu dekat. Apalagi tempo hari sedikit demi sedikit perusahaan melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya untuk dapat menekan cost akibat tingkat penjualan yang makin menurun. Penyebabnya sederhana. BlackBerry tak mampu ikut bersaing menyajikan teknologi terkini pada perangkat yang dirilisnya selama setahun terakhir. Jualannya masih sama, yaitu BlackBerry Messenger yang diklaim diminati banyak orang. Sayang, dalam prakteknya tidak demikian.

Melorotnya nama BlackBerry ke peringkat ketujuh tingkat global dan disalip oleh nama-nama sekelas Sony maupun HTC, membuat RIM selaku pengembang utama ponsel pintar berbadan gembul ini, mau tak mau mengikuti arus teknologi berlayar sentuh dan dalam waktu dekat bakalan merilis seri 10-nya. Salah satu yang kabarnya bakalan diandalkan dalam seri tercanggihnya ini adalah terintegrasinya BlackBerry Messenger versi 7, yang mampu mengakomodir fitur voice call (layaknya Skype), antar pengguna BlackBerry, termasuk yang masih mengadopsi sistem operasi versi lama. Ditambah fitur jejaring sosial, sms dan email dalam satu akses yang sama.

Selain itu, terdapat pula kemudahan pengoperasian dan meminimalkan delay yang terjadi, sehingga pengguna dijanjikan bakalan mendapat banyak pengalaman baru jika dibandingkan perangkat BlackBerry model lama.

Ditambah beberapa fitur yang menjadi standar baru dan disematkan pada tekologi layar sentuhpun ikut serta menjadi jualannya kali ini, sehingga klaim dari sang pengembang, kelak BlackBerry versi 10 ini bakalan diturunkan dan bersaing dengan iPhone dan Android. Tak lupa penggunaan prosesor Dual Core, kamera beresolusi besar plus keberadaan kamera depan, bakalan mengubah image yang selama ini tertanam di pikiran pengguna, akan segala keterbatasan yang dimiliki BlackBerry sejauh ini. Kabarnya pada akhir Januari 2013, BlackBerry bakalan merilis dua perangkat mutakhirnya, diikuti empat lainnya selama tahun yang sama.

Jika setahun lalu nama Windows Phone masih tenggelam oleh terangnya ketiga nama perangkat diatas, di tahun 2013 kali ini bisa dikatakan bakalan menjadi puncak titik balik sistem operasi buatan Microsoft untuk bersaing dan memperebutkan tahta tiga besar. Untuk memuluskan jalannya, dua vendor besar yang sejak awal dengan setia berkolaborasi, siap menjadi pionir dan pendahulu. Nokia dan HTC.

Nama Nokia selama ini memang sudah hampir bisa diidentikkan dengan perangkat Windows Phone, meski bayang-bayang Symbian dan Asha series, masih melekat erat dibenak sebagian besar pengguna teknologi mobile phone. Kerjasama antara Nokia dengan pihak Microsoft sempat pula dianggap sebagai pengambilan keputusan dengan jalan yang salah. Seiring berjalannya waktu, mereka seakan ingin membuktikan sekali lagi pada pasar gobal, bahwa pengorbanan memang diperlukan untuk bisa kembali menjadi sang raja.

Lumia series, merupakan brand jualan Nokia sejak bekerja sama dengan pihak Microsoft. Di tahun 2012 lalu, Nokia merilis beberapa series yang sayangnya masih dikecam banyak pihak lantaran penggunaan material ponsel yang menimbul kan bunyi saat ditekan. Kini, mereka hadir kembali dengan mengusung sistem operasi Windows Phone versi 8 dengan memanfaatkan material yang lebih baik dan solid.

Banyak Teknologi yang berusaha diperkenalkan Nokia terutama yang memang sudah berjaya di era Symbian terdahulu, seperti Nokia Maps. Selain itu terdapat pula fitur Applications Store yang mampu digunakan dalam multi platform Windows Phone. Belum lagi pemanfaatan lensa kamera Carl Zeiss nampaknya sudah menjadi keharusan dalam setiap seri yang bakalan diluncurkan dalam waktu dekat.

Tak seperti Nokia, nama HTC dan kolaborasinya dengan pihak Microsoft, bisa dikatakan sudah berlangsung sejak lama. Tepatnya saat era Windows Mobile dirilis ke pasar satu dasa warsa lalu. Hubungan ini terus berlanjut meski tingkat penjualannya makin menurun, hingga kemudian HTC tampil sebagai nama vendor setelah merekrut beberapa operator ternama, diantaranya O2.

Dalam usahanya kali ini, HTC tampaknya ingin meneruskan hegemoni seri X yang memang didirilis ke pasar pengguna demi menjawab tantangan multimedia dan kecepatan, demi bersaing dengan nama lain. Meski nama HTC hanya mampu meraih posisi keenam tingkat global, namun bisa dikatakan tak satupun seri mereka dapat dikategorikan sebagai ponsel murah. Itu sebabnya nama HTC kurang mampu menjangkau kalangan menengah kebawah seperti halnya para pesaingnya.

Mengandalkan nama besar milik Nokia dan HTC, Windows Phone kali ini tentu saja patut ditunggu. Bahkan bukan tidak mungkin bakalan merebut sedikit dari pasar Android yang kini sudah mulai berjalan stagnan lantaran kesamaan perangkat yang dirilis oleh beragam vendor. Kehadirannya bak kuda hitam yang siap menjatuhkan para lawan lewat jualan multimedia dan kemudahan pengoperasian.

Semua pilihan sudah disiapkan sejak awal tahun 2013, jadi kini tinggal menyerahkannya pada pengguna. Mau memilih Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?

Memburu Ilmu di Forum dan Komunitas Gadget

Category : tentang TeKnoLoGi

Apa yang terlintas di benak Kawan saat mengalami kesulitan dengan perangkat ponsel atau gadget baik untuk sekedar operasional dan mendukung aktifitas atau mengeksplorasinya lebih jauh ? bertanya pada Expert yang lebih mampu menggunakan ? atau lebih suka mencari tahu sendiri dengan mencoba dan mencoba ? Namun jika tak ingin repot memahami lebih jauh atau kesulitan menemukan ahlinya, mungkin saran kami untuk mencari referensi ilmu melalui halaman forum atau komunitas dunia maya, bisa dijadikan satu alternatif. Mau tau pilihannya ?

Kaskus.co.id. Merupakan halaman forum atau komunitas dunia maya yang boleh dikatakan terbesar di Indonesia. Lahir dan besar di tangan tiga pemuda Indonesia bernama Andrew Darwis, Ronald Stephanus dan Budi Dharmawan pada November 1999 yang hingga kini telah mengumpulkan anggota sebanyak 4,6 juta Kaskuser (istilah atau sebutan bagi pengguna Kaskus). Mengambil asal kata dari Kasak Kusuk, Kaskus setidaknya memiliki 46 kategori yang dapat dikunjungi dimana untuk kasus Gadget dan ponsel dapat ditemukan pada kategori Handphone & PDA. Didalam kategori ini tersedia 5 sub kategori meliputi bahasan tentang Android, BlackBerry Corner, PDA & PDA Phone, Mobile Phone serta Operator CDMA & GSM. Bagi kawan yang masih menggunakan ponsel merek Nokia, bahasan bisa ditemukan dalam kategori induk yang terpisah. Dalam berinteraksi dengan antar Kaskuser, ada banyak istilah yang barangkali bisa dipahami terlebih dahulu agar tak kebingungan. Agan/Aganwati misalkan, mengambil kata Juragan digunakan untuk saling menyapa antar pengguna. Cendol atau Bata Merah merupakan poin untuk Reputasi Bagus atau Buruknya seorang pengguna atas Trit (istilah lain dari Thread) atau info yang dilontarkan. Saking banyaknya Trit atau bahasan yang ada, untuk lebih memudahkan pencarian terhadap permasalahan atau bahasan yang ingin diketahui, silahkan masuk terlebih dahulu ke forum yang dimaksud lalu lakukan pencarian pada kolom yang telah disediakan. Terpantau bahasan dari cara penggunaan, pengembangan hingga jual belipun tersedia disini.

XDA Developers. Merupakan salah satu forum berskala internasional yang bergerak dalam bidang pengembangan aplikasi dan sistem operasi teknologi mobile. Berdiri pada tahun 2003, Xda-Developers memulai forum dengan diskusi seputaran masalah yang terjadi pada sistem operasi (ROM) Windows Mobile yang saat itu sedang booming lewat perangkat O2, T-Mobile, Dopod, Orange dan lainnya. Saat pengembangan sistem operasi ini diputuskan untuk dihentikan oleh Microsoft pada tahun 2010 lalu, topik kemudian mulai merambah ke perangkat yang mendukung sistem operasi Android, Bada (Samsung), WesOS (HP), Windows Phone 7 dan yang terkini, Windows 8. Selain pengembangan sistem operasi, di Forum Xda-Developers tersedia pula topik lain seputaran aplikasi, asesoris hingga review perangkat. Lantaran skala internasional tadi, maka beberapa nama brand global yang dapat ditemukan dalam Forum Xda-Developers ini mencakup HP, Samsung, HTC, Sony, Motorola, LG, Acer, Asus dan juga Toshiba.

Tabloid Pulsa. Berbeda dengan dua forum diatas, untuk yang satu ini berawal dari sebuah Tabloid atau media cetak yang bergerak dalam bidang teknologi mobile komunikasi. Setelah mencapai tiras tertinggi diantara sejumlah tabloid sejenis lainnya di indonesia, serta melihat antusiasme dari para pembacanya, Tabloid pulsa pun mulai merambah ke dunia online dan tentu saja Forum. Dalam halaman mereka topik dibagi berdasarkan sistem operasi yang kini banyak dipergunakan, diantaranya Android, Symbian, iOS, BlackBerry, Windows Phone dan Java. Tak lupa sesi khusus TabletPC. Selain itu terdapat pula forum Jual Beli serta beberapa Berita atau Rumor Terbaru. Berhubung Forum masih menjadi satu halaman dengan Tabloid versi onlinenya, maka tersedia pula halaman Toko Online yang dikenal dengan nama P-Store, yang menyediakan beragam kebutuhan mobile phone seperti yang disebutkan diatas, pc, kamera dan video untuk kebutuhan fotografi serta asesoris pendukung lainnya. Selain itu terdapat pula halaman Compare untuk membandingkan dua hingga tingga perangkat yang ingin dijadikan sebagai alternatif pilihan, plus spesifikasi dan harga jual terkininya.

TeknoUp. Serupa dengan Forum milik Tabloid Pulsa, TeknoUp merupakan salah satu halaman yang pada awalnya rajin berbagi informasi seputar teknologi mobile phone baik terkait isu terkini, review hingga penjabaran spesifikasi. Bedanya, jika Tabloid Pulsa bergerak secara nyata dalam bentuk media cetak, TeknoUp bergerak hanya di dunia maya. Kesamaan lain antara TeknoUp dengan Tabloid Pulsa versi online adalah halaman yang masih menjadi satu antara Forum, halaman informasi serta Toko Online yang kredibilitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Apabila dibutuhkan, Kawan dapat berinteraksi lebih jauh dengan admin TeknoUp lewat jalur akun Twitter untuk mendapatkan tanggapan sesegera mungkin.

Diluar empat forum atau komunitas dunia maya yang bergerak di bidang teknologi komunikasi seperti rekomendasi diatas, masih ada beberapa Forum atau Komunitas baik skala Internasional maupun lokal Indonesia, yang barangkali bisa dijadikan alternatif lain namun jauh lebih mengkhusus ke satu brand ataupun os yang dipergunakan. Misalkan saja Android ID dan Android Indonesia untuk forum atau komunitas pengguna Android di Indonesia, mac.web.id untuk pengguna iOS (iPhone dan iPad), serta Forum BlackBerry atau Berryindo untuk pengguna BlackBerry.

Jadi, jika Kawan merasa kebingungan dengan hal-hal yang bersifat teknis terkait pengoperasian perangkat telekomunikasi yang sedang digunakan, sementara tidak ada narasumber yang bisa ditanyakan secara langsung, beberapa forum dan komunitas dunia maya yang kami rekomendasikan diatas, dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan pertama.

Berburu Informasi dan Berita di Dunia Maya

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Selain mengakses jejaring sosial, salah satu manfaat positif dunia maya yang kini banyak dimanfaatkan oleh sekian juta pengguna ponsel di tanah air dan juga dunia adalah mencari informasi terkini, baik yang berhubungan dengan berita politik, perkembangan isyu hingga infotaiment, hobby dan lifestyle. Semua dapat dinikmati kapanpun, dimanapun dari sebuah perangkat kecil bernama mobile phone. Maka bersyukurlah mereka yang lahir dan besar dijaman mobile teknologi sudah lebih lumrah digunakan.

Secara umum ada beberapa portal dunia maya yang dapat diakses untuk mencari, mendapatkan dan menikmati jutaan informasi seperti yang kami sebutkan diatas tadi. Katakanlah detik.com, kompas online, vivanews, tempo, balipost dan puluhan lainnya yang berskala nasional. Sementara yang berskala internasional dapat diakses melalui Yahoo News, ABC s

Untuk dapat menikmati akses sejumlah portal dunia maya tersebut, kawan hanya membutuhkan dua modal. Koneksi internet dan browser. Untuk dapat mencarinya, ketikkan saja kata kunci ‘berita, news, musik, hobby dan sejenisnya lalu cari dengan memanfaatkan Google atau Yahoo.

Tingkat pembaharuan berita ada yang bersifat harian, jam hingga menit seperti halnya halaman milik detik. Jadi jangan segan untuk selalu mampir dihalaman yang sama secara berkala untuk melihat perkembangan terbaru dari sebuah berita atau isyu tertentu.

Jika halaman akses berupa portal tadi masih belum memuaskan, coba akses beberapa media cetak harian yang kerap kawan baca lewat versi digital mereka. Yang kami tahu ada beberapa alternatif diantaranya seperti Bali Post, Jawa Pos, Kompas, Suara Merdeka, Tribun hingga Suara Indonesia. Beberapa diantaranya dapat dinikmati secara gratis dengan melakukan pendaftaran atau registrasi terlebih dahulu hingga berlangganan dengan cara membayar lewat akun bank tertentu. Teknologi digital media cetak Indonesia seperti ini dikenal dengan istilah e-Paper.

Untuk ketersediaan sejumlah media cetak dalam bentuk e-Paper ini selain dapat diakses melalui halaman portal tertentu, dapat pula diakses dari sejumlah perangkat mobile phone yang bernama ponsel pintar, ponsel yang berbasiskan sistem operasi tertentu seperti Android, iOS (iPhone dan iPad) juga BlackBerry dan Windows. Untuk mendapatkannya, silahkan cari di halaman application market masing-masing perangkat yang kawan gunakan.

Apabila akses informasi tentang hobby, lifestyle ataupun kesehatan yang terangkum dalam berbagai portal berita terkini masih belum jua memuaskan, mungkin kawan bisa melirik beberapa alternatif aplikasi yang memang menyediakan layanan pembelian media cetak edisi Indonesia yang diDigitalkan, baik koran, majalah hingga tabloid. Salah satu yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Wayang Force yang dapat diakses melalui halaman portal dan mobile applications. Sayangnya, Wayang Force hanya tersedia di dua sistem operasi ternama, Android dan iOS. Cara kerjanya, pengguna dipersilahkan membeli voucher atau mendepositkan sejumlah uang ke rekening Wayang Force untuk kemudian dibelanjakan sejumlah media lokal Indonesia sesuai total nilai yang dimiliki.

Bosan dengan ketersediaan puluhan media lokal, coba gunakan Scoop Newsstand. Aplikasi mobile yang pula hanya tersedia di dua sistem operasi tersebut, menyediakan lebih banyak varian majalah dan tabloid dalam versi digital baik lokal maupun internasional. Berbeda dengan Wayang Force yang mewajibkan penggunanya untuk membayar sejumlah nilai untuk dapat menikmati sajian, Scoop masih menyediakan akses Gratis bagi beberapa media yang sudah masuk kategori out of date. Beberapa pilihan yang tersedia dapat diunduh dan dinikmati tanpa biaya oleh pengguna kapanpun tanpa adanya batasan waktu.

Seperti halnya berjejaring sosial, menikmati ribuan bahkan jutaan informasi dan berita terkini memang mengasyikkan bahkan kabarnya ada pula yang hingga melupakan waktu untuk bekerja dan beraktifitas lainnya. Jadi gunakan sebaik mungkin teknologi yang kini makin dimudahkan oleh kita semua yah.