GA606 9.25 PM

Category : tentang PLeSiran

Mata ternyata masih jua belum bisa terpejam. Padahal penerbangan sudah hampir dua jam lamanya. Sempat mampir tadi ke toilet belakang sambil ber-Selfie *uhuk *tampak wajah wajah lelah yang tertidur dengan posisi yang gag menentu.

Waktu sudah menunjukkan pukul 9.25 malam. Sementara perjalanan perkiraan akan tiba satu jam kedepan. Kecepatan pesawat terpantau sekitar 800 km/jam, rasanya.

Tapi memang, jam jam segini mata biasanya belum mengantuk. Kalo dirumah sih, jam segini biasanya masih diganggu Intan putri kedua kami, yang minta diputerin ‘ba ba’, sambil ngedot susu dan kelonan wajib dengan Bapaknya.

Ohya, ‘ba ba’ adalah sebutan dari Intan untuk perangkat tabletpc Samsung Galaxy Tab 7+, ‘ponsel’ saya terdahulu yang kini sudah dihibahkan pada kedua putri saya tadi, dimana istilah ‘ba ba’ diingat setelah ia menyukai video Banana yang dinyanyikan oleh empat Minions mungil, salah satu trailer dari film animasi Despicable Me 2. Ah, bagaimana kabar anak itu yah…

Waktu mulai beranjak ke pukul 9.33 pm, beberapa remaja Korea yang ada di sekeliling sudah mulai beraktifitas dengan gadget mereka. Remaja putri disebelah bahkan tampak asyik menghitung bekal yang ia miliki, dan si teman yang duduk di pojokan samping jendela susah mulai memasang earphone di perangkat iPhone yang ia bawa.

Sempat juga ngobrol dua tiga kalimat dengan mereka, meski kata yang keluar dari mulut saya masih terdengar kurang jelas bagi mereka, lantaran khawatir mengganggu tidur yang lain.

Dalam kondisi ini, ada banyak yang saya pikirkan sejak tadi.

Bagaimana ya kalo seumpama saya ditugaskan ke luar negeri dengan waktu tempuh 12 jam penerbangan tanpa henti seperti pengalaman kawan saya om Anton Muhajir, sebagaimana yang saya baca sepintas tadi di akun FaceBook ? Atau mungkin perjalanan kedua ponakan saya dari Ottawa Kanada pulang ke Bali ? Pasti jenuh dan capek… wong saya dua jam ini saja sudah kebingungan.

Bagaimana juga kabar si Intan, putri kecil lucu yang nakal itu tanpa kehadiran saya selama tiga hari kedepan ? Apa ia akan menyadari absennya saya di rumah dan menangis sebagaimana saya tinggalkan mandi biasanya ?

Bagaimana pula nasib saya nanti di Manado, kerjaan kantor dan semua pe er yang menanti di meja kerja ? Duh… pasti numpuk deh semua pas balik kantor.

Tapi ya sudahlah.

Anggap saja ini sebagai liburan.

Liburan setelah lama gag pernah ambil Cuti pribadi, Liburan setelah dua tahun terakhir didera penderitaan yang panjang, atau Liburan di sela kesibukan yang padat sebelum pertengahan November nanti bakalan berhadapan dengan BPKP terkait pemeriksaan kegiatan PPIP ?

Ya, susah sih sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi… Anggaplah ini sebagai pengalaman baru dalam menggapai cita cita. Jiaaahhh…

So, selamat malam kawan semua, selamat beristirahat. Pikiran kayaknya sudah mulai kendor, kebiasaan buruk tiap kali menulis di layar ponsel. Bye…

Pande Made Intan Pradnyanidewi

Category : tentang Buah Hati

Demikian nama putri kedua kami. Ia lahir bersamaan dengan hari lahir Bali kakak kandungnya, Pande Putu Mirah Gayatridewi dan juga berbarengan dengan hari ulang tahun neneknya. 23 Oktober 2012 lalu. Jadi ya gampang diingat.

Ia lahir dalam waktu yang singkat. Sore ibunya pecah ketuban, langsung kami larikan ke Bidan dekat rumah, gag nyampe 10 menitan tangis bayi pun terdengar. Kaget. Padahal saat itu Mirah, kakaknya sedang natab banten otonan. Hanya bosa geleng-geleng kepala jadinya.

Tumbuh kembang Intan, demikian kami memanggilnya terasa berbeda dengan sang kakak. Rasa-rasanya ia akan mengambil warisan ibunya yang bertubuh mungil, namun secara wajah mirip banget dengan Bapaknya. Untuk yang terakhir ini, tidak heran ia begitu dekat dan manja pada Bapak ketimbang Ibu. Entah mitos kone, dimana jika wajah anak perempuan mirip Bapaknya ya memang bakalan demikian adanya. Begitu juga kalau sebaliknya jika anak laki-laki mirip Ibunya. Akan tetapi tidak demikian efeknya jika kemiripan menurun sesuai kelamin. Jadi  ya mirip-mirip Mirah yang plek persis dengan Ibunya. Bertengkar terus katanya :p Akibat manja pada bapaknya, sang ibu jadi merasa lebih bebas untuk beraktifitas, meski kadang ada juga rasa iri karena jarang diminta olehnya.

InTan 2 Tahun

Intan kini sudah dua tahun usianya. Sudah mulai merangkai kata demi kata, sudah mulai meniru semua ucapan yang didengar dan sudah mulai meracau dengan semua bahasa yang ia punya. Kadang ia kini sudah berusaha untuk menyampaikan keinginan meski masih terpatah-patah dan kami harus berusaha mengartikan dan memahaminya.

Makin hari aktifitasnya untuk bersliweran makin menjadi. Mirip dengan aktifitas yang ia lakukan semasa berada di perut ibunya. Sampai-sampai saat hamil dulu, Intan sempat mengalami masa terlilit tali pusar yang syukurnya bisa normal kembali jelang kelahirannya. Maka gag heran ia kini bagai taxi yang sebentar terlihat disana, sebentarnya terlihat disini.

Intan yang kami sayangi ini kelihatannya punya rasa bersaing yang tinggi dengan kakaknya. Mungkin karena lahir di hari lahir Bali yang sama. Tapi kayaknya sih yang namanya kakak adik ya emang begitu. :p apalagi si kakak yang emang jahilnya kebangetan. Suka becandain adiknya sambil digeregetin.

Diantara banyak tokoh kartun, yang ia sukai kini adalah si centil nakal Masha and the Bear. Apalagi secara wajah dan perawakan, Intan dan Masha sama persis, termasuk poninya. Semoga kenakalannya gag sama ya Geg. Sedang si Bear, yang hampir selalu jadi bulan bulanan dan tandemnya pula sama sama berbadan besar. Jadi klop dah. Hehehe…

Intan bentar lagi bakalan punya adik. *uhuk *semoga bisa lahir dengan sehat dan selamat. Harapan kami Intan nantinya bisa punya adik cowok, semoga saja Tuhan berkenan memberikannya. Tapi hanya satu yang saya khawatirkan di usianya yang masih kecil ini sudah memiliki adik bayi lagi, apa nanti ia bisa sayang pada si adik, apa sebaliknya malah rebutan sayang dari bapak ibu kakek nenek ? Lagak-lagaknya sih begitu. He…

Lewat blog ini, Bapak doakan di usiamu yang ke-2 kelak bisa jadi anak yang berbakti pada orang tua dan lingkunganmu ya Cantik…
MMMUAAAHHH Love You…

dan bagi om juga tante yang penasaran dengan wajah dan tingkah polah putri kami Pande Made Intan PradnyaniDewi, bisa mampir di halaman PhotoBlognya Intan di alamat mybaby.pandebaik.com *jangan lupa salamnya yah…

Dua Sisi

Category : tentang Buah Hati

Kadang satu ketika usai memarahi Mirah, putri pertama kami lantaran perilakunya yang sudah mulai sulit kami atur, ada rasa sedih dan bersalah jika kemudian mengingat usianya yang baru saja menginjak 6 tahun. Namun jika tidak diingatkan dengan cara keras sesekali, rasanya kok makin menjadi ?

Mirah dan Intan

Satu sisi harapannya sederhana. Mirah bisa mengajak adiknya dengan baik namun memang wajar kalo satu waktu ia punya rasa bosan dan memilih untuk menjauh. Demikian halnya si adik, Intan yang rupanya memang tak kalah nakalnya. Jika dua kekuatan ini sudah bergabung, rumah bakalan serasa gedung cineplex yang siap menggemparkan suasana.

Sisi satunya didikan yang disiplin rasanya memang perlu ditanamkan sejak kecil. Memang sejauh ini disiplin belum saya terapkan dalam hal sekolah dan belajar, walau terpantau Mirah selalu rajin mengerjakan pe er dari guru TK nya atau bimbingan kami, tapi dalam hal tenggang rasa dan toleransi rasanya perlu diberi sedari ia memiliki adik.

Susah ternyata untuk bisa mendidik anak dengan baik. Ini baru satu… belum kelak Intan… fiuh…

Goresan Samsung Galaxy Note 10.1 by MiRah GayatriDewi

2

Category : tentang Buah Hati, tentang TeKnoLoGi

Menyambung posting sebelumnya, kali ini giliran goresan Samsung Galaxy Note 10.1 yang dilakukan oleh putri pertama kami MiRah GayatriDewi, beberapa hari sebelum perangkat ini dikembalikan ke LPSE Badung, sebagai tindaklanjut dari mutasi ke Dinas Cipta Karya akhir April lalu.

Gambar Pertama, bertema Hadiah untuk Bapak. sebuah mobil dan rumah yang ceritanya kelak akan ia berikan sebagai tanda sayangnya. Berharap itu akan segera terwujud ya Nak…

Gal Note PanDe Baik 4

Gambar Kedua tentang sang adik, InTan PradnyaniDewi. Tentu sebagai bumbu, merupakan tindakan sang bapak untuk mengisi tangannya dengan es krim, not balok dan tulisan MiRah di sisi kanan sebagai sign sang maestro. *uhuk

Gal Note PanDe Baik 5

Sedangkan Terakhir, kira-kira bertema apa yah ? colek si cantik MiRah ah…

Gal Note PanDe Baik 3

Goresan Samsung Galaxy Note 10.1 by PanDe Baik

3

Category : tentang Buah Hati, tentang TeKnoLoGi

Membuka halaman demi halaman Windows Explorer pada perangkat NetBoook sesaat sebelum dijual lantaran tidak pernah tergunakan lagi, rupanya menyimpan banyak kenangan didalamnya dan beberapa akan dicoba dikisahkan dengan singkat di halaman blog ini. Secara bersambung tentu saja.

Goresan Samsung Galaxy Note 10.1 by PanDe Baik

Berikut adalah dua hasil karya goresan yang dapat disimpan dari perangkat Samsung Galaxy Note 10.1 yang dahulunya merupakan fasilitas kerja dari LPSE Badung periode terakhir, sebelum dikembalikan pasca mutasi ke dinas Cipta Karya akhir April lalu.

Pertama mengambil gambar putri kedua kami, InTan PradnyaniDewi sebagai awal lahirnya subdomain mybaby.pandebaik.com yang dahulu sempat numpang lama di halaman gratisan wordpress.com.

Gal Note PanDe Baik 1

Sedang gambar kedua, digores untuk mengucapkan Selamat Ulang Tahun pada putri pertama kami, MiRah GayatriDewi dari sang bapak tentu saja.

Gal Note PanDe Baik 2

Berkat dua goresan inilah, rasa ingin saya kemudian lahir saat perangkat Note series berikutnya dirilis dalam bentukan 8 inchi. Yang sayangnya hingga kini belum terwujud demi menggantikan TabletPC Samsung Galaxy Tab 7 plus yang sejak dua tahun lalu saya gunakan. Semoga saja bisa dalam waktu dekat :p

I Love You Sweetheart

1

Category : tentang Buah Hati

Aku yakin ia diturunkan tepat pada waktunya, tepat pada waktu aku membutuhkan kehadirannya.

23 Oktober 2012 silam, menjadi momen paling bahagia. Karena saat itu Tuhan memberikan kelahiran putri kedua, yang secara kebetulan berbarengan dengan hari lahir dua perempuan yang kami sayangi. Ibu, secara hari kelahiran masehi… dan MiRah, putri pertama kami, secara kelahiran penanggalan Bali.

Kini ia telah tumbuh menjadi gadis kecil, malaikat kedua kami dimana hari ini, menginjakkan usia 10 bulan lamanya menemani hari-hari terlewati. Pande Made Intan Pradnyanidewi.

Kami tetap saja memutuskan untuk memberikan nama bernuansakan Bali untuknya. Entah apakah kelak ia akan bangga menyandang nama tersebut di tengah globalisasi atau modernisasi pemberian nama anak kelahiran masa kini, ataukah malah minder dan malu, lantaran merasa kalah gaul. Namun semua itu ada maksudnya tentu.

Pande, untuk menegaskan garis keturunannya di trah kami yang begitu dibanggakan.
Made, sebagai tanda kelahiran kedua, dimana sang (calon) kakak yang meninggal dalam kandungan sang Ibu awal tahun lalu, rupanya belumlah pantas diberi nama.
Intan, yang kami harapkan bisa seindah dan secantik permata putih.
Pradnyanidewi, pradnyan, pintar dan ternama, dan dewi, semakin menegaskan keberadaannya sebagai seorang putri di keluarga kami.

Secara pribadi, diperlukan banyak penyesuaian jika boleh disandingkan dengan masa tumbuh kembang Mirah, putri pertama kami, dari pembelajaran memandikan anak, mengeloni, hingga menjaganya dan tertidur di pundak, dengan sedikit nyanyian masa kecil… dan iapun kini terlelap kedua kalinya.

Intan jauh lebih sabar ketimbang kakaknya. Setidaknya demikian yang bisa kami tarik sementara ini. Sehingga tidak banyak kesulitan sebenarnya untuk bisa mengasuhnya. Hanya lantaran sang nenek, ibu kami yang tempo hari sempat menjalani operasi mata ikan pada telapak kakinya, menyebabkan kami mau tidak mau mengupah satu sanak saudara untuk ikut menjaganya sejak pagi hingga sore hari demi membantu sang nenek yang sudah tampak kewalahan menjaganya.

Dan ditengah kebosananku menghadapi hari penuh komplain selama empat bulan belakangan ini, tampaknya kelahiran Intan memang ampuh menjadi pengobat kangen kala bosan.

I Love You Sweetheart

Pindahan ke mybaby.pandebaik.com

1

Category : tentang Buah Hati

Awalnya sih, saya hanya berkeinginan untuk menyimpan beberapa rekaman gambar wajah putri pertama, Pande Putu MiRah GayatriDewi agar bisa lebih mudah diakses lewat dunia maya, baik oleh sanak saudara ataupun kakak sepupunya yang hingga kini masih berada di Canada. Untuk mengakomodir hal tersebut, salah satu alternatif yang dicoba pada pertengahan tahun 2008 lalu adalah pembuatan halaman blog di web server gratisan milik wordpress.com dengan mengambil alamat di pandebaby.wordpress.com

mybaby-pandebaik-1

Pelan tapi pasti, halaman ini kemudian memuat satu persatu rekaman lensa yang diambil dengan menggunakan kamera digital Kodak jadul, perangkat ponsel Nokia 6275i dan N73 hingga tablet Android Galaxy Tab 7+, Galaxy Note 10.1 dan iPhone 4 CDMA. Beberapa diantaranya bahkan langsung diUpload dari aplikasi WordPress for Android, lengkap dengan narasi ala kadarnya. Makin berkembang jauh seiring kehadiran putri kami yang kedua, Pande Made Intan PradnyaniDewi.

Ide untuk melakukan migrasi ke subdomain milik sendiri baru tercetus pada bulan Maret tahun 2013 lalu, setelah menyaksikan sisa space hosting yang cukup banyak pada CPanel serta tingkat kunjungan yang sudah mulai menurun. Ide ini kemudian ditindaklanjuti dengan memintakan bantuan pembuatannya pada kakak kandung di Canada dan mengambil alamat di mybaby.pandebaik.com

Jadi, bagi kawan-kawan yang ingin tahu bagaimana perkembangan fisik kedua putri kami, bisa main ke halaman ‘born to be my baby’ it’s about my baby, Pande Putu Mirah GayatriDewi and Pande Made Intan PradnyaniDewi. Periode Maret 2008 untuk putri pertama kami, dan periode Oktober 2012 untuk putri kedua.

PanDe Baik mybaby

Maka dengan migrasinya halaman rekam lensa kedua putri kami, halaman blog gratisan pandebaby.wordpress.com akan segera kami hapus dari dunia maya. Terima Kasih sudah melakukan kunjungannya selama ini dan semoga dihalaman baru nanti, rekam gambar MiRah dan Intan bisa jauh lebih eksis lagi. Salam dunia maya.

Tahun keLima MiRah GayatriDewi

Category : tentang Buah Hati

Gag terasa, MiRah GayatriDewi putri pertama kami sudah menginjak Tahun keLima usianya. ditengah wajahnya yang makin terlihat cantik *uhuk dan tembem *uhuk (lagi), MiRah sudah mulai menampakkan ego dan rasa cemburunya pada kehadiran buah hati kami yang kedua, InTan PradnyaniDewi. Baik dari pemberian baju sehari-hari, asesoris hingga perlakuan. *sigh, susahnya memiliki dua buah hati dengan usia yang tak terlalu jauh bedanya.

Namun informasi sementara yang kami terima sih, sifat utama Mirah yang memang demikian adanya. Ini setelah kami berkali-kali bertanya dan bertanya, terutama berkaitan dengan Hari Lahir dan Jam kelahirannya. Yang meski memiliki hari lahir yang sama dengan sang adik, namun secara sifat dasar ternyata berbeda. ah, banyak hal yang rupanya masih perlu kami pelajari lagi.

Ulang Tahun MiRah yang keLima kali ini, tak lagi dirayakan dengan Kue Ulang Tahun seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini lantaran MiRah meminta agar kue diganti dengan Puding kesukaannya yang kebetulan bisa didapatkan dari toko kue milik Holland dengan harga yang jauh relatif lebih murah. Itu sebabnya, jumlah Puding yang kami ambil ada tiga paket, selain untuk kami nikmati, pula diberikan kepada anak-anak yang ada di sekitar keluarga kami. Demikian halnya dengan lilin, ditancapkan pada segelas kue Rainbow Cake dan sesi ulang tahun diakhiri dengan makan bersama keluarga di gerai cepat saji Mc.Donalds persimpangan Jalan Nangka, dengan mengandalkan enam kupon bazaar gratisan milik ibunya. *uhuk

ulang tahun MiRah GayatriDewi

so, Happy Birthday MiRah, we Love You…

Semoga MiRah gag marah-marah lagi, bisa hormat pada orang tua dan kakek nenek, pinter ngempu adik dan rajin pula di sekolah ya… MMMUUUAAAHHH…

Kehilangan Semangat Menulis

2

Category : tentang Buah Hati, tentang DiRi SenDiri

Pasca dirawat inapnya putri pertama kami beberapa waktu lalu, kami sempat dilanda kekhawatiran bahwa sakit Demam Berdarah yang diidapnya bakalan balik kembali, saat panas badan MiRah kembali naik menjadi 38,8 derajat Minggu dini hari berikutnya. Maka tanpa menunggu panjang lebar, kamipun meluncur kembali ke RS Bhakti Rahayu, tempat dimana Askes Keluarga berlaku untuk memeriksakannya dan memastikan penyebabnya. Masih sama dengan yang lalu, Radang tenggorokan.
Kami memutuskan untuk Siaga Satu bagi Mirah. Itu sebabnya, status sekolah dan les baca langsung kami putuskan demi memberi jatah istirahat yang cukup baginya. Sambil berharap bahwa apa yang kami khawatirkan tak terjadi.

Namun Selasa pagi lagi-lagi panasnya Naik. Ini tentu membuat kami makin kebingungan untuk memutuskan, apakah MiRah harus di Cek lab mengingat ini hari keempat siklus panas seperti saat ia dinyatakan positif DB beberapa waktu lalu, ataukah kami putar haluan ke dokter THT ? syukur, usai mandi, panas badannya kembali normal. Kamipun sedikit menarik kesimpulan sementara bahwa ini disebabkan oleh faktor cuaca dan radang.

Sementara itu, putri kedua kami dilanda batuk pilek. Sepertinya ini tularan dari kakaknya yang lebih dulu mengalami sakit seperti itu. Jadi kasihan mengingat usianya yang baru hitungan bulan, harus mengalami sakit yang lumayan menyita nafsu mimiknya.

Namun tak hanya itu, akupun akhirnya kena juga giliran ditularkan meski hanya batuk pilek saja. Ah, sudah biasa… Inilah yang namanya sakit keluarga.

Di luar itu, tak ada kabar baik yang bisa dibagi dari LPSE Badung. Meski kini kami sedang berusaha untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan Perka LKPP No.8 Tahun 2012 tentang Pelaporan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dilakukan lewat aplikasi Monev Online, dan Perka LKPP No.13 Tahun 2012 tentang Pengumuman Rencana Umum Pengadaan, nampaknya pihak pimpinan kurang berkenan. Ada saja hal yang mampu membuatnya untuk menjatuhkan mental. Ini tentu bagai buah simalakama. Jika tak dilaksanakan, Pengadaan Barang/Jasa di Badung, akan sangat bergantung pada langkah kami, sebaliknya Jika dilaksanakan, pimpinan tak sependapat. Fiuh…

Akhirnya, semua alasan pembenaran tadi jadi lengkap untuk mendukung hilangnya semangat menulis yang selama ini dibanggakan. Entah sampai kapan ini akan berlangsung.

Hidup itu harus tetap maju kedepan, jadi apapun masalahnya semoga saja kelak bisa diatasi. Sementara itu, biarlah besok tulisan-tulisan lama saja yang akan muncul di halaman ini. Sembari menanti semangat untuk menulis muncul kembali…

Antara Intan Pradnyanidewi dengan Mirah Gayatridewi

3

Category : tentang Buah Hati

Jika dibandingkan dengan masa-masa kecil putri pertama kami Mirah gayatridewi, barangkali kelahiran putri kedua kami kali ini terasa sedikit lebih berat, apalagi kalau bukan lantaran kesibukan yang makin padat dan kadang kala membuat jenuh pikiran juga fisik. Namun untuk urusan ngemong, tetaplah jadi nomor satu.

Jika dibandingkan lagi dengan publikasi cerita ataupun foto dengan kelahiran putri pertama kami, keberadaan Intan terasa sedikit terlupakan, bisa jadi banyak orang tua yang merasa demikian sama seperti yang saya rasakan. Namun tetap, gambar dan foto kami ambil secara berkala, hanya seperti ungkapan diatas tadi bahwa kejenuhan tidak bisa dibendung, aksi publish di blog pun jadi makin terhambat oleh mood.

Intan putri kedua kami katanya lebih mirip wajah bapaknya waktu kecil, demikian halnya dengan marah-marahnya *uhuk

Namun karena ini putri kedua, sayapun tetap berharap secara wajah bisa secantik kakaknya atau minimal mengambil wajah ‘bali’ ibunya, bukan boros wajah Bapaknya. Agar kelak ia tak malu jika dikatakan mirip Bapak, namun tetap secantik ibu. :p

Dibandingkan dengan saat merawat Mirah kecil, kini saya tak lagi ragu dan bingung saat harus menggendong, meninabobokan, atau menggantikan popoknya lantaran semua itu akan terasa secara alami seiring berjalannya waktu. Malah terkadang saya lebih suka meminta Intan untuk saya gendong, utamanya agar ibu, kakek dan neneknya bisa lebih bebas beraktifitas, efeknya aktifitas sendiri malah lebih cenderung terabaikan.

Agar Intan tertidur dalam gendongan, tembang bali ‘gending rare’ Putri Cening Ayu menjadi favorit saya untuk dilantunkan. Sambil tersenyum, saya tak lupa mengelus kepala kecilnya agar ia tahu bahwa saya begitu menyayanginya. Yang kalo sampe ketahuan Mirah kakaknya, saya bakalan kena pukul dan jewer lantaran lebih suka menggendong adik ketimbang dirinya.

Ya, MiRah sudah mulai cemburuan dengan si adik. Dengan berat tubuhnya yang kini mencapai 24 Kg, ukuran tinggi badan malah sudah setara sepupunya yang tingkat SD. Sayapun merasa untuk putri kedua kami Intan, memiliki postur yang sama. Mengambil genetik saya.

Banyak kisah yang sebetulnya ingin saya ceritakan disini. Tentang Intan putri kedua kami yang punya kebiasaan menggeliat kalo lagi tidur di kasur namun terdiam saat berada di gendongan, atau tentang Mirah yang hari minggu lalu sempat tampil menjadi Janger dalam salah satu sesi pentas budaya. Namun tetap yang namanya mood menulis, hilang seketika saat kedua putri kami ini berada dekat di mata.

I Love You Two…