Sinyal iNet oh Sinyal iNet

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Benar apa kata seorang Rekan Kantor kemarin siang… bahwa Sepertinya saya memang harus pindah rumah demi mendapatkan sinyal iNet yang Oke

Bagaimana tidak ? Dari tiga operator branded yang saya coba, tak satupun mampu memberikan akses iNet yang bisa bikin konsumennya tersenyum. Pertama, jatah IM2 Indosat dari kantor dengan nominal 200rb per bulan, lebih kerap hilang sinyal ketimbang digunakan untuk iNet. Praktis, kuota sebesar 3 GB tiap bulan selama setahun terbuang percuma lantaran jarang kepake… Yang mampu dilakukan selama pemanfaatan kartu IM2 milik Indosat ini hanyalah aktifitas Ping dan Twitter… Sedang Browser ? Jangan harap… Berkali”sudah di komplain ke CS IM2, namun tetap tanpa perkembangan berarti. Jawabannya tetap sama, di kami baik”saja Pak… :((

Pasca penggunaan IM2 Indosat, Januari 2013 akhirnya memutuskan utk mencoba Operator terbesar di Indonesia. Telkomsel… *beli perdana, isi pulsa 100, aktifkan paket Flash… Eh rupanya sama saja… Sinyal iNet disini malah kerap ngilang… Gag heran sebenarnya, lantaran tau kalo tiap kali ada teman yg bertamu kerumah dan pake kartu Telkomsel, selalu mengeluhkan BBM Pending :p * Padahal kalo digunakan untuk Voice Call bisa Lantjar Djaja… Apa karena kemarin sempat diputus pailit yah ? Pelayanan jadi amburadul ?

Sedang penerimaan SmS, Telkomsel lebih banyak percobaan penipuan ‘deal tanah dan rumah’ plus iklan entah dari mana asalnya… Yang membuat sedikitbingung adalah… Saat digunakan untuk aktifitas browsing, sinyal iNet naik turun dan ngilang… Sementara kalo pas lagi dipake download video dari YouTube, sinyal iNet Telkomsel kencengnya minta ampun… Makanya jengkel sendiri, kuota 1 GB cuma bisa dihabiskan buat donlot video, bukannya aktifitas iNet penting lainnya… Tapi lebih heran lagi, sistem pemberian Bonus Kuota tambahan 1 GB rupanya perlu aktivasi lagi, sehingga kalo konsumen gag paham… Apakah mungkin Kuota tambahan itu gag bakalan diberikan ? Coba kita tanyakan pada rumput yang bergoyang…

Ada yg percaya gag, kalo twit pertama dan kedua soal operator tadi membutuhkan sedikit tiga kali penantian sinyal iNet milik XL ?

Jadi ceritanya, setelah mangkel dgn kartu Telkomsel di Bulan Januari, akhirnya dihibahkan ke ponakan, yg baru beli Acer W510 sbg percobaan, Bulan Februari, nyoba lagi kartu perdana milik XL, isi pulsa dan mengaktifkan XL SmartPlan… Namun sial, yg ini jauh lebih parah…

Sinyal iNet PanDe Baik

Tempo hari, saya sempat ngumpat sinyal iNet @XL123 yang suka ngilang setiap menitnya… Awalnya dapet H, trus turun jadi 3G – E – dan wusss… Sinyal iNet XL ngilang tanpa sebab… Begitu terus berulang hampir tiap menit pakai… Awalnya berkali” komplain, namun jawaban tetep sama.. ‘follow akun kami, kemudian DM nomor XL yg digunakan, dan teknisi kami akan memeriksanya…’ hasilnya ? Nonsense…

Parahnya, terkadang saat dibutuhkan, Sinyal XL kerap menunjukkan kalimat ‘Emergency Calls Only…’ *lha, gimana mau pakainya, coba ?

Pengalaman serupa sebenarnya pernah didapat sekitar 1-2 tahun lalu, pas paket iNet XL Unlimited masih berlaku, paket penjualan GalTab 7+. Awalnya kenceng… Masuk ke akhir masa berlaku, koneksi mulai rewel… Suka ngilang dan Emergency tadi… Akhirnya pindah nomor ke Axis

Percaya atau tidak, saat ngeTwit pertama dan kedua tadi, untuk bisa sukses terpublish, setidaknya memerlukan waktu tiga menitan per 1 twit. Masalahnya, sinyal iNet XL tadi sempat stabil di HSDPA saat tidak digunakan, namun pas nyoba buka browser, sinyal langsung turun dan ngilang. Nah, pas ngweTwit, sinyal H-3G-E-ilang secara berulang terjadi, hingga tiga kali barulah satu twit bisa sukses terPublish… *Edan

Makanya, biar gag lanjut mangkel, aktifitas Twit langsung pindah ke nomor Axis, yang syukurnya sejak pertama pakai, masih tetap memuaskan. Herannya, itu adalah tiga operator branded/besar loh… Yang punya jaringan luas dan nama beken… Masa kalah dengan Axis ?

Saat nomor yg saya gunakan pd GalTab ini di Tethering/bagi koneksi dgn Laptop, koneksi masih Lantjar, demikian halnya dgn nomor milik Istri. Padahal nomor Axis yang saya dan Istri gunakan ini mengambil paketan iNet sebesar 49 ribu sebulan loh… Bandingkan dgn 3 operator tadi… IM2 Indosat 200ribu/bulan/maks 3 GB, Telkomsel Flash 100rb/maks 1GB+1GB Bonus, dan XL SmartPlan 100rb… *ancur minah

Sayangnya kenapa saya ngotot nyobain kartu dari operator lain selama ini ? Karena kini jatah dari kantor sdh diReplace dalam bentuk Voucher. Untuk GalTab 7+ masih tetap setia dengan Axis sejak setahun lalu, namun untuk perangkat satunya lagi, masa pakai Axis juga ? Maksud dan tujuannya, agar kelak kalo nomor Axis gag mampu mengCover area iNet, masih bisa punya alternatif lain utk dicoba. Nomor @AXISgsm merupakan nomor Utama dan digunakan di GalTab 7+, bgt juga di HTC One V milik istri.

Nah, berhubung ini sudah mau masuk bulan April, kira”ada yang punya saran untuk nyobain kartu apa lagi yah buat iNetan diluar Axis ?

Axis sejauh ini memuaskan, cuma sayang kalo sampe bawa 2 nomor Axis kemana”… Soale kalo berada di area luar jangkauan Axis, bisa berabe :p * Musti nyobain sinyal iNet IM3 -kali lebih baik dari IM2-, Smart atau Three ? *hasil uji aplikasi My Mobile Coverage gag berlaku disini *uhuk Sebab di hasil uji app My Mobile Coverage dan juga penghargaan majalah, operator XL jawaranya… Tidak demikian di lokasi ini… 🙁

Axis, baru tampil sinyal EDGE kalo kuota sudah melebihi standar 1,5 GB paket 49ribu… Tapi masih kenceng kalo cuma dipake buat Twitteran…

Compare Tarif Data Internet kelas Premium Pertengahan Tahun 2011

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Untuk mengoptimalkan kinerja perangkat Android, mutlak dibutuhkan koneksi data dan internet yang mumpuni. Kabarnya, jaringan yang ditetapkan sebagai standar adalah 3G. Sayangnya untuk bisa mendapatkan kepuasan akan layanan koneksi data tersebut dibutuhkan biaya yang sedikit lebih. Karena bisa dikatakan ‘Kualitas akan berbanding lurus dengan harga yang harus ditebus. Tidak ada Gratis di negeri ini.

Berkaitan pula dengan rencana di unit baru kami yang sedang melakukan sedikit perubahan akan kebutuhan koneksi data dan internet, maka berikut saya berikan beberapa alternatif Premium yang sekiranya dapat dipergunakan sebagai pembanding atau bahkan acuan dalam memilih paket yang sesuai dengan budget.

Mengapa ukuran Premium ? karena dalam tulisan beberapa waktu lalu, ukuran murah sudah sempat saya paparkan didalamnya. Silahkan melihat kembali tulisan “2 Hal Mutlak untuk mengOptimalkan Perangkat Android.

> Untuk Telkomsel (Flash), menawarkan 3 (tiga) paket utama yaitu Basic, Advance dan Pro.

  • Paket Basic memiliki Kecepatan maksimum hingga 1 MBps seharga Rp. 125.000,00 dengan Kuota Batas Wajar 1,5 GB
  • Paket Advance memiliki Kecepatan maksimum hingga 7,2 MBps seharga Rp. 225.000,00 dengan  Kuota Batas Wajar 3 GB
  • Paket Pro memiliki Kecepatan maksimum hingga 7,2 MBps seharga Rp. 400.000,00 dengan  Kuota Batas Wajar 6 GB

Keterangan lebih lanjut terkait ketiga paket dari Telkomsel (Flash) dapat dilihat langsung dari alamatnya disini.

> Untuk Indosat IM2, menawarkan 2 (dua) paket utama yaitu BroomBastis dan Broom Xtra 2.

  • Paket BroomBastis memiliki Kecepatan maksimum hingga 3,6 MBps seharga Rp. 275.000,00 untuk Perdana dan Rp. 200.000,00 untuk biaya langganan perbulannya, dengan Kuota Batas Wajar 3 GB
  • Paket Broom Xtra 2 memiliki Kecepatan maksimum hingga 3,6 MBps seharga Rp. 175.000,00 untuk Perdana dan Rp. 150.000,00 untuk biaya langganan perbulannya, dengan Kuota Batas Wajar 600 MB

Keterangan lebih lanjut terkait kedua paket dari Indosat IM2 dapat dilihat langsung dari alamatnya disini.

> Untuk XL hanya menawarkan satu paket saja, Unlimited Bulanan.

  • Paket Unlimited Bulanan memiliki Kecepatan maksimum hingga  512 KBps seharga Rp. 99.000,00 sebulannya dengan Kuota Batas Wajar 1 GB.

Keterangan lebih lanjut terkait paket Unlimited Bulanan dari XL dapat dilihat langsung dari alamatnya disini.

> Untuk SmartFren, menawarkan 3 (tiga) paket utama yaitu Premium Booster 1, Premium Booster 2 dan Premium Booster 3.

  • Paket Premium Booster 1 memiliki Kecepatan maksimum hingga 1 MBps seharga Rp. 93.000,00 Tanpa Kuota (Unlimited)
  • Paket Premium Booster 2 memiliki Kecepatan maksimum hingga 3,1 MBps seharga Rp. 155.000,00 Tanpa Kuota (Unlimited)
  • Paket Premium Booster 3 memiliki Kecepatan maksimum hingga 9,3 MBps seharga Rp. 310.000,00 Tanpa Kuota (Unlimited)

Keterangan lebih lanjut terkait ketiga paket Premium Booster dari SmartFren dapat dilihat langsung dari alamatnya disini.

> Untuk 3 (Three), menawarkan hanya satu paket Data ukuran Premium yaitu Paket Data 5 GB.

  • Paket Data 5 GB memiliki Kecepatan maksimum hingga 3,6 MBps seharga 125.000,00 dengan Kuota Batas Wajar 6,25 GB

Keterangan lebih lanjut terkait Paket Data 5 GB dari 3 (Three) dapat dilihat langsung dari alamatnya disini.

> Untuk AXIS, bisa dikatakan tidak ada menawarkan paket ukuran Premiumnya karena terpantau di halaman web sitenya disini, satu-satunya Paket Bulanan yang ditawarkan dengan Kecepatan Maksimum hingga 3,6 MBps hanya seharga Rp. 35.000,00 saja. Itupun dengan Kuota Batas Wajar sebesar 1 GB.

2 Hal Mutlak untuk mengOptimalkan perangkat Android

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah punya ponsel Android tapi belum tahu bagaimana cara mengoptimalkan penggunaannya ? jangan malu dulu Gan, ayo kita belajar sama-sama.

Menggunakan ponsel Android sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan cara dan kebiasaan menggunakan perangkat ponsel pintar lainnya seperti BlackBerry, iPhone atau bahkan Symbian dan Windows Mobile. Begitu pula dengan perangkat ponsel lokal yang jualan Jejaring Sosial. Belum terasa asyiknya jika belum terhubung dengan dunia maya. Belum terasa lengkap jika belum Update Status. Ya… hal pertama yang mutlak dimiliki untuk dapat mengoptimalkan perangkat Android adalah Koneksi Data atau Internet.

Tahun 2011 ini selain bisa dikatakan sebagai surga bagi pemburu ponsel pintar seperti yang saya katakan dalam tulisan sebelumnya, juga merupakan surga bagi mereka yang membutuhkan koneksi data Unlimited. Karena berkat persaingan para operator lah yang saling berlomba memberikan harga termurah, paket gratis ini itu, membuat penawaran akan paket Data Unlimited pun bisa semakin terjangkau biaya bulanannya. Saya pribadi menggunakan XL Unlimited yang Cuma 99ribu sebulannya. Itupun setelah lima bulan pemakaian, masih terasa puasnya meski akhir jatuh tempo expirednya sudah mendekati. Minmal koneksi 3G masih bisa saya dapatkan. Maka, meskipun terkadang kita merasa mangkel pada Operator, ada baiknya pula sesekali kita berterima kasih atas persaingan mereka ini.

Ada beragam paket data yang bisa dijadikan alternatif pilihan untuk dapat mengoptimalkan penggunaan perangkat Android setiap bulannya. XL punya Unlimited 99ribu sebulannya dengan kuota 1 GB sedang kelebihannya hanya terjadi penurunan kecepatan saja. Indosat membebankan biaya yang sama untuk kuota 500 MB sebulannya. Telkomsel menawarkan dua paket bulanan, yang 100 ribu untuk kuota 500 MB dan 200 ribu untuk kuota 1,5 GB. Lantas ada Axis yang menawarkan tiga pilihan bulanan yaitu 25 ribu untuk kuota 500 MB, 35 ribu untuk kuota 1 GB dan 150 ribu untuk kuota 5 GB. Waaahhh… Sedangkan Three (3) menawarkan empat paket bulanan yaitu 29 ribu untuk kuota 15 MB, 35 ribu untuk kuota 1 GB, 50 ribu untuk kuota 2 GB dan 99 ribu untuk 5 GB. Waaahhh… lebih murah lagi nih… dan terakhir ada Smart yang menawarkan paket bulanan Unlimited dengan batasan kecepatan dan bukan kuota seperti halnya operator lain. 45 ribu untuk kecepatan 153,6 kbps, 75 ribu untuk kecepatan 512 kbps, 140 ribu untuk kecepatan 3,1 Mbps dan 275 ribu untuk kecepatan 3,1 Mbps ditambah Upload yang hingga 1,8 Mbps.

Beragamnya paket diatas akan sangat bergantung pada lokasi dan juga kekuatan perangkat untuk menangkap sinyal yang ada. Jadi bisa jadi seperti yang saya alami, untuk operator Three (3) dan Axis yang menawarkan banyak kelebihan malah jeblok di beberapa lokasi yang kerap saya sambangi, tapi tidak demikian dengan XL. Itu sebabnya saya memilih untuk tetap setia menggunakan XL. Hehehe…

Memilih untuk memanfaatkan paket data Unlimited sebenarnya saya maksudkan bukan untuk gaya-gayaan loh, tapi lebih mengacu pada kepuasan penggunaan yang tidak lagi dibatasi pada aktifitas tertentu. Jangankan hanya untuk urusan Update Status di jejaring sosial, atau Chatting lintas ponsel, untuk melakukan Push Email dan mengunduh beberapa file penting dari penyedia sharing pun bisa. Begitu juga dengan Video Streaming dan aksi donlot video, pun demikian dengan mendengarkan radio luar secara online. Semuanya mampu dilakukan dengan baik.

Hal kedua yang mutlak dimiliki oleh seorang pengguna Android untuk dapat mengoptimalkan fungsinya adalah… Alamat Email. Kedengaran familiar bukan ? oke… tidak perlu sebuah alamat email Resmi seperti yang diperdebatkan tempo hari terkait lembaga DPR yang masih dengan bangganya menggunakan alamat email dari penyedia Gratisan, kita sebagai pengguna personal, malah tidak menjadi masalah jika menggunakan yang memang Gratisan bukan ?

Namun yang perlu disadari adalah, tidak semua orang awam mengakui bahwa yang bersangkutan memiliki sebuah alamat email, padahal disisi lainnya yang bersangkutan memiliki sebuah akun FaceBook. Gag percaya ? hehehe… jadi saya yakin, untuk bisa memiliki sebuah alamat email tidak perlu mengeluarkan uang hingga lima ribuan kok. Cukup main ke Warnet, mintakan ke operator untuk dibantu dibuatkan sebuah alamat email gratisan (sekitar 5 menitan sudah lebih dari cukup) dengan dibayar penuh sejam penggunaan.

Email sangat mutlak diperlukan untuk sebuah perangkat Android. Namun jika bisa, gunakanlah akun email milik GooGLe. Alasannya sederhana, karena Android merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh GooGLe. Fungsi utamanya adalah untuk mengakses Android Market sehingga pengguna mampu mengeksplorasi berbagai aplikasi maupun games Gratisan dengan optimal.

Uniknya, keberadaan aplikasi maupun games yang telah diinstalasi nantinya akan melekat pada alamat email tersebut. Seumpama satu saat nanti ada keinginan untuk tidak lagi menggunakan akun email yang tadinya digunakan untuk Android Market, maka seluruh aplikasi dan games yang telah diunduh, akan ikut serta terhapus. Jadi, jangan sampe lupa dengan password email tersebut yah.

Dua Hal Mutlak yang dibutuhkan untuk mengOptimalkan perangkat Android. Koneksi Data dan alamat Email. Tidak sulit bukan ?

Bye Bye My StarOne Unlimited

28

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya diceraikan juga. Setelah hampir tiga tahun saya menggunakannya, koneksi internet StarOne Unlimited, saya putuskan untuk dihentikan pertengahan bulan lalu. Terhitung bulan Juni tahun 2008 saya mencoba paket penjualan modem Speed Up yang bekerja sama dengan StarOne Indosat, menawarkan koneksi internet cuma Rp. 25 per menit pemakaiannya. Dengan Standar biaya Rp. 100.000, saya berhak mendapatkan 66 jam pemakaian. Sangat memuaskan tentunya.

Sayangnya, promo tersebut hanya berlaku untuk tiga bulan pertama saja. Selanjutnya, tarif berlaku normal sebesar Rp. 75 per menit pakainya. Bersyukur, pihak Indosat memberikan tawaran yang cukup menarik saat itu. Dengan biaya sebesar Rp. 108.000 (sudah termasuk PPn), saya mendapatkan jatah sebesar 1 GB Data dengan kelebihan dihitung sebesar Rp.300 per MB data.

Di awal penggunaan, jatah sebesar itu mampu saya kelola dengan baik selama sebulannya. Baru terasa mencekik ketika aktifitas saya mulai meningkat terkait penyelesaian Thesis yang memang mutlak membutuhkan koneksi Internet. Biaya bulanan melonjak hingga dua kali lipatnya. Lagi-lagi bersyukur, karena pihak Indosat menawarkan paket Unlimited data dengan biaya Cuma Rp. 125.000 sebulannya. Informasi ini secara kebetulan saya dapatkan dari seorang kawan Blogger asal Cirebon, Pak Dokter Basuki Pramana yang telah terlebih dahulu meng-Apply paket tersebut.

Maka terhitung pada bulan Juli 2009, saya resmi menggunakan paket Unlimited ini dan benar-benar terpuaskan. Meskipun yang namanya kecepatan tidak secepat Speedy atau Telkomsel Flash yang lagi booming saat itu, namun kestabilan koneksinyalah yang membuat saya begitu jatuh cinta. Tidak heran, pemakaian data yang saya habiskan setiap bulannya meningkat secara teratur. Kalau tidak salah data yang saya gunakan sempat mencapai 9,5 GB setara dengan 270-an jam pemakaian. Saya sempat deg-degan juga saat pembayaran, tapi ternyata tarifnya berlaku tetap.

Adalah unit baru LPSE yang kini sedang dikembangkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, tempat dimana saya bekerja, memberikan fasilitas modem plus koneksi internet IM2 selama setahun, mengakibatkan saya menempuh jalan ‘perceraian’ ini. Meskipun pada awalnya, saya bersikukuh untuk tetap menggunakan modem Speed Up plus koneksi StarOne Unlimited yang rencananya kelak saya hibahkan pada Istri, namun kemudian muncul dua pertimbangan baru yang membatalkan niat saya tersebut.

Koneksi StarOne Unlimited ternyata gak se-stabil yang saya dapatkan sebelumnya, ketika digunakan di ruangan lokasi kerja Istri yang kebetulan berada di lantai 2 dari 3 lantai. Padahal ketika saya gunakan baik dirumah ataupun ruangan tempat saya bekerja (lantai 3), koneksi selalu stabil dan memuaskan. Pertimbangan kedua adalah, terjadinya Konflik internal pada kedua laptop yang saya gunakan, antara modem cdma Speed Up dengan modem gsm Huawei E1550 IM2. Akibatnya, selang beberapa hari percobaan, modem gsm dengan koneksi IM2 tidak dapat digunakan dengan baik lantaran kalah bertarung dengan modem lama. Kedua laptop pada akhirnya saya instalasi ulang berbarengan.

Ketimbang merepotkan, sayapun memutuskan kontrak dengan StarOne Unlimited plus Modem cdma Speed Up dan dengan segera menggantinya dengan modem gsm bertipe sama untuk menghindari terjadinya Konflik. Modem baru berwarna putih ini sama plek dengan modem gsm yang diselipkan koneksi internet IM2 Unlimited. Hanya saja, untuk mengisi koneksi pada modem si putih, saya mencoba memilih paket Unlimited milik XL yang Cuma sebesar Rp. 99.000 sebulannya. Meski sepengetahuan saya, yang namanya Unlimited pada kedua operator gsm ini, bukanlah Unlimited seperti halnya StarOne yang berkecepatan tetap.

Baik IM2 maupun XL sama-sama menawarkan paket 3G mereka yang dikenal dengan kecepatan akses data yang tinggi. Namun ketika jatah yang digunakan mencapai Kuota, secara otomatis kecepatan 3G tersebut akan turun secara drastis ke 64 kbps. Jauh lebih rendah ketimbang StarOne yang berani tetap stabil di kecepatan 153 kbps. Itu sebabnya ketika Kuota IM2 habis dan kecepatan mulai terasa menjengkelkan, sayapun berpindah ke XL untuk sementara waktu sembari menanti habis bulan. Yah, mau bagaimana lagi ?

Menyoal Promo “Free Access by Indosat”

23

Category : tentang TeKnoLoGi

Iseng mengakses halaman FaceBook rabu malam kemarin lewat ponsel jadul, mata secara tak sengaja tertumpu pada sebaris tulisan “Free Access by Indosat” yang terpampang begitu jelas di bagian atas halaman browser. Penasaran dengan tulisan tersebut, sayapun berpindah halaman menuju akun Twitter, yang sayangnya saya tak menemukan tulisan yang sama dihalaman tersebut. Dugaan pertama yang terlintas di benak saya adalah, Indosat rupanya ingin memberikan akses internet gratis ketika pelanggannya mengakses halaman FaceBook.

Seperti biasa, naluri sebagai seorang blogger-pun muncul. Maka dengan segera saya memutuskan koneksi, menyalakan aplikasi Capture Screen dan memeriksa serta mencatat saldo pulsa yang tersisa. Terhitung sebesar 10.082,- per 22.37 malam.

Browser kembali saya aktifkan, dan tentu saja FaceBook menjadi sasaran utama saya malam itu. Setelah beraktifitas selama 18 menit lamanya hanya untuk berkomentar pada satu dua status milik teman, saya memutuskan koneksi kembali dan memeriksa saldo pulsa yang tersisa. Hasilnya cukup mengejutkan. Terhitung sebesar 9.102,- per 22.55 malam.

Berkurangnya pulsa hingga sebesar 980,- selama 18 menit penggunaan, tentu saja sedikit memberikan rasa heran. Pertama, bisa diartikan bahwa sebaris tulisan “Free Access by Indosat” ternyata tidak berlaku begitu saja bagi pengguna. Padahal selama jangka waktu tersebut, saya hanya mengakses halaman FaceBook saja. Jika benar begitu, apakah ada syarat-syarat tertentu yang mutlak dipenuhi pengguna kartu IM3 untuk mendapatkan promo “Free Access by Indosat”, seperti halnya operator lain ? ataukah promo berlaku hanya ketika pengguna menggunakan perangkat aplikasi tertentu ?

Keheranan Kedua adalah sedari awal 2008, saya memilih kartu IM3 sebagai kartu data yang kemudian dipergunakan hanya untuk mengakses internet lantaran menawarkan tarif flat kalo tidak salah Rp.1,- per kilobytes-nya. Sayangnya per malam kemarin, semua keyakinan saya tersebut langsung terbantahkan. Selama jangka waktu 18 menit penggunaan, terhitung saya ‘hanya’ memanfaatkan sekitar 295 Kb untuk terima/kirim data. Yang artinya kalopun di-rata-ratakan melalui pulsa yang saya habiskan selama jangka waktu tersebut, untuk perkilobytes-nya Indosat mengenakan tarif sebesar Rp. 3,3,- Wah, pantesan saja sebulan terakhir kok saya boros banget beli pulsanya.

Keheranan pertama langsung terjawab ketika saya berusaha mencari informasi secara langsung lewat web resmi Indosat.

Facebook-an Sepuasnya. Dengan IM3, kamu bisa menikmati akses ke facebook kamu tanpa batas melalui akses mobile facebook (m.facebook.com) dan facebook zero (0.facebook.com) menggunakan Paket Facebook. Hubungi *777*1*7# untuk registrasi paket facebook dan pilih sesuai kebutuhan kamu. Paket Harian Rp.1.000,-, Paket Mingguan Rp. 5.000,- dan Paket Bulanan Rp. 20.000,-

Ealah… FaceBook zero kok tetep bayar ?

Demikian pula dengan keheranan kedua, jawabannya langsung saya temukan di halaman berikut.

Tarif Baru berbasis Volume ; Rp. 3,- per Kb untuk 300 Kb pertama, dan selanjutnya Rp. 0,5,- per Kb untuk penggunaan pada pk. 00.00 s/d 07.59, Rp. 1,- per Kb untuk penggunaan pada pk. 08.00 s/d 15.59 dan Rp. 2,- per Kb untuk penggunaan pada pk. 16.00 s/d 23.59. * Tarif di atas belum termasuk PPN 10%. Untuk kenyamanan pelanggan, Indosat berhak mengubah skema promo yang berlaku sewaktu-waktu

Ealah… kurang update info soal Tarif rupanya… padahal selama dua tahun terakhir ini saya selalu gembar gembor mengatakan kalo IM3 Indosat itu yang termurah, flat Rp.1,- per Kb-nya. Ternyata oh Ternyata…

Sudah nasib pelanggan rupanya. Maunya untung eh kok malah buntung ???

Terima Kasih Indosat untuk Starone Unlimited-nya

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Bisa dikatakan bagi saya pribadi kepentingan akan sebuah koneksi internet yang memuaskan pada akhirnya merupakan kebutuhan mutlak. Hal ini berlaku setelah aktifitas nge-BLoG dan juga microblogging lainnya menjadi satu rutinitas yang saya lakukan kapanpun dimanapun saya berada.

Kalau mau berpaling kebelakang, satu-satunya koneksi yang paling berkesan bagi saya adalah Telkomnet Instant. Koneksi internet tanpa pembebanan tetek bengek administrasi dll. Tinggal gunakan dan bayar. Begitu simpel.

Sayangnya dalam hal pembayaran atas penggunaannya gak pernah sesimpel yang saya bayangkan. Bukan hanya sekali dua saya mengalami pembengkakan biaya telepon rumah hingga angka 400an ribu rupiah setiap bulannya. Merupakan satu faktor utama mengapa dimasa muda dahulu yang namanya gaji bulanan ga’pernah bisa dialokasikan kedalam bentuk tabungan. Bukan bermaksud menyalahkan, tapi kegilaan saya pada sebuah koneksi internet saat itu sudah mulai memasuki tahap ‘addicted’ ketagihan. Rasanya ga’bakalan nyaman kalo ga’sempat mampir di dunia maya.

Jika saja saya tak mengetahui keberadaan internet murah Starone dari seorang rekan, barangkali saya masih harus merelakan sebagian uang gaji bulanan saya secara rutin disetorkan kepada pihak Telkom. Starone yang saat itu menawarkan tarif ‘promo’ Rp.25,- per menit tentu saja sangat menggiurkan ketimbang tarif Telkomnet Instant yang kurang lebih mematok tarif 6 (enam) kali lipatnya. Kendati promo, namun jika mengambil pemberlakuan tarif normal yang ditawarkan tetap saja jauh lebih hemat ketimbang akses Telkomnet.

Perubahan koneksi ini rupanya menarik pihak Telkom yang saat itu berkali-kali sempat menghubungi kami via telpon rumah, untuk menanyakan perihal drastisnya penurunan biaya telepon yang kami bayarkan untuk setiap bulannya. Mungkin gara-gara isu pemotongan biaya telepon oleh oknum yang melibatkan orang dalam dimana dengan kesepakatan tertentu, mereka mampu memotong biaya telepon yang tadinya barangkali mencapai angka jutaan, turun hingga ke nominal seratus ribu saja. Pernah dengar ?

Starone bisa jadi saat itu sangat menggiurkan bagi saya. Mengingat akses internet yang saya lakukan untuk satu bulannya malah lebih banyak dari sebelumnya namun hanya dikenakan biaya murah, maklum masih masa promo.  Atas saran dan masukan dari rekan-rekan Bali Blogger Community, begitu masa promo berakhir saya langsung berpindah kelain jalur, namun masih pada hati yang sama. Hehehe…

Pemakaian koneksi internet dengan perhitungan volume based akhirnya mulai saya gunakan yang diatur berupa paket kuota maksimum 1 GB untuk setiap bulannya dan ditebus dengan biaya Rp. 108.000,- sudah termasuk pajak.

Awalnya boleh dikatakan aktifitas saya sangat memenuhi standar yang saya inginkan. Koneksi Internet yang dapat dikontrol sendiri dan dengan biaya murah pula. Tapi ga’lama. Biayanya mulai membengkak ketika saya memulai aktifitas tambahan yang memanfaatkan jaringan internet dalam usaha pencarian data untuk penyusunan Tesis. Biaya yang tadinya identik dengan biaya pulsa ponsel bulanan, malah membengkak saat terdapat kelebihan pemakaian yang tidak seberapa. Lantaran sudah sesuai kesepakatan, pembengkakan biaya ini sempat saya lakoni sekitar dua-tiga kali.

Salah satu keuntungan bergaul di dunia maya adalah kerap kita dapat mengetahui satu peristiwa, berita atau kabar terkini jauh lebih dulu ketimbang koran atau di obrolan antar teman kantor. Paket Starone yang ditawarkan dalam paket Unlimited  boleh jadi hanya salah satu dari sekian banyak hal yang saya dapatkan, dan itu merupakan satu kejutan yang indah.

Maka per akhir Juni lalu, saya berpindah lagi ke jalur lain dan masih dalam hati yang sama. Kendati banyak pihak yang mencoba mematahkan pendirian saya dan menawarkan akses internet dengan frekuensi GSM yang kabarnya jauh lebih cepat dan lebih baik. Tak apa dalam hal kecepatan Starone barangkali tertinggal jauh dibanding rekan sefrekuensi apalagi GSM, toh saya tak memerlukan koneksi secepat itu.

Setidaknya saya sangat bersyukur atas semua hal itu. Minimal sudah bisa nge-BLoG, melakukan aktifitas microblogging, email, chat, update antivirus, berkelana didunia maya tanpa terikat waktu, ditinggal tidur sekalipun, bayarnya tetap sama. Soal kecepatan yang lemot, barangkali lantaran sudah terbiasa dengan  kecepatan Telkomnet Instant sejak dahulu kala, saya ga’terlalu mempermasalahkan itu.

Ohya, ada satu lagi yang membuat saya begitu bangga dengan koneksi internet Starone. Disaat banyak rekan mengeluhkan error yang terjadi pada koneksi internet mereka dua minggu terakhir, Starone tetap mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Biarpun lambat asal bisa internetan. Hahahaha…

Jadi sekali lagi, Terima Kasih Indosat untuk koneksi internet Starone Unlimitednya.

MiGrasi ke StarOne UnLimited

14

Category : tentang TeKnoLoGi

…akhirnya migrasi lagi…

Barangkali judul tulisan diatas pernah saya pakai sebelumnya, yaitu saat saya melakukan perpindahan paket penggunaan koneksi internet yang menggunakan kartu Starone Jagoan dari Pra Bayar hitungan per jam ke pasca bayar dengan kuota 1GB perbulannya.

Dalam perjalanannya, ternyata volume yang saya pakai kerap melebihi kuota yang ditetapkan, sehingga untuk kelebihan pemakaian tersebut saya dikenakan biaya tambahan sebesar 300 rupiah per MB pemakaian. Makanya biaya yang saya keluarkan ya minimal sekitar 108rb (bulanan plus PPn) dan maksimal sekitar 160rb (untuk kelebihan pemakaian pada saat awal pembuatan Thesis dahulu).
last starone
Untuk setiap bulannya, dalam hitungan jam bisa dikatakan rata-rata saya menghabiskan waktu sekitar 100jam-an lebih (3 jam per hari), sehingga kalopun tarif yang dikenakan itu dihitung perjam-an pakai, bisa jadi saya harus membayar sejumlah 450ribuan setiap bulannya.

Bersyukur per bulan lalu, Starone mulai melepas paket ter-gres mereka yaitu StarOne Unlimited di Kota Denpasar. Padahal info tentang ini sebenarnya sudah pernah saya baca sebelumnya pada BLoG Dokter Basuki Pramana di Cirebon sana.

Untuk bisa melakukan migrasi, caranya gampang banget, ya tinggal main ke gerainya Indosat (di wilayah Denpasar, sekitaran Garuda Wisnu Teuku Umar), menunjukkan KTP dan menyebutkan nomor langganan, konfirmasi langsung selesai hari itu juga. Tanpa dikenakan biaya lagi.

Jadilah pagi-pagi awal bulan, saya mulai mencoba paket unlimited StarOne dengan mengunduh video trailer Transformer 2 di YouTube. Kecepatan donlotnya lumayan untuk ukuran pagi hari, sekitar 20 MB/sec.

Menjelang siang, seperti biasa kecepatan StarOne mulai keliatan lemotnya. Berhubung merupakan paket unlimited, ya saya biarkan saja koneksi tetep jalan. Dari Facebook, BLoG, update antivirus, donlot video dari youtube hingga nyari foto ponakan, sedari pagi hingga siang, saya menghabiskan waktu sekitar 4,5 jam dengan volume sebesar 125 MB.

Walopun kmaren itu sudah dikonfirmasi bahwa paket unlimited sudah bisa digunakan per tanggal 1 Juli, tapi hati ya tetep was-was juga kalo-kalo tagihannya melonjak diluar paket yang disepakati. Yah, semoga saja tidak. He…

Koneksi Starone 0 bps ?

12

Category : tentang KeseHaRian

Beraktivitas internetan bagi saya pribadi sudah menjadi kebutuhan pokok, diluar kerja dan keseharian bersama keluarga. Dari blogging, blog walking, browsing, email, facebook, YM hingga sekedar meng-update database antivirus. Bisa dikatakan semua aktivitas itu gak satupun yang mendatangkan uang, hanya pertemanan dan juga pengisi waktu luang.

Sayangnya begitu koneksi terputus, saya seperti kehilangan satu dunia yang biasanya menemani waktu-waktu saya. Terasing dari peradaban teknologi ceritanya. Apa pasal ?

Sejak hari Jumat malam 20 Maret lalu, koneksi Starone yang merupakan paket berlangganan saya untuk setiap bulannya, mendadak menunjukkan angka 0 bps pada volume Send dan Receive-nya. Dengan kata lain, browser sama sekali tidak mampu menampilkan halaman BLoG, Facebook hingga Google yang minim iklan sekalipun. Paling untung ya aktivitas Send dan Receive email via Microsoft Outlook, itupun kadang mau kadang macet. Halah…

Padahal sinyal penuh lima bar dan saya melakukannya pada tempat biasa, yang sama seperti waktu-waktu sebelumnya. Penasaran dengan tempat, saya mencoba menggunakan modem beserta kartu pada PC milik adik sepupu dirumah sebelah, eh menampilkan Yahoo yang full iklanpun bisa lancar dengan baik. Begitupun saat dicoba beberapa alternatif penukaran modem, kartu dan pc-laptop. Gak masalah tuh.

Selama dua harianpun akhirnya saya mencoba mengakses internet bergantian dengan ponsel dan pda yang memakai kartu IM3. Hasilnya ? untuk Facebook walaupun hanya sebatas update status atau sekedar berkabar pada teman, masih bisa lah. Apalagi dengan bantuan software berbasis Java Morange, fitur-fitur yang biasanya saya pakai bisa diakses dengan baik. Hanya saja keterbatasan itu tetap ada. Layar yang kecil, input text yang gak nyaman, dan ada halaman admin blog yang gak bisa dijangkau, membuat hati hanya bisa mangkel dengan koneksi starone saya.

Uniknya, saat kartu Starone saya pindah ke PDA Audiovox 6700 CDMA, baik Morange maupun Mobile Facebook bisa berjalan dengan baik. Berarti masalahnya dimana siy sebenarnya ? Apa karena menyambut Hari Raya Nyepi yah ? bingung aku !

> Ada 3 tempat yang PanDe Baik cobain untuk melakukan koneksi internetan via Starone. Ruang kerja, halaman rumah hingga di Bengkel Paramitha Peguyangan pun, koneksi Starone tetep aja menunjukkan angka 0 bps, pada volume Send dan Received-nya. Wah wah wah…. Alamat bayar 100ribu tapi gak bisa make internetan dengan nyaman nih ! <

Test Tarif Internet StarOne by PanDe Baik

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah sekitar enam bulanan lebih saya memakai Starone sebagai koneksi Internet satu-satunya via laptop, dari paket Time Based dimana tarifnya ‘hanya’ 25 rupiah per menit, hingga paket Volume Based 1 GB sebulan 100ribuan, berikut saya coba memaparkan perbandingan pemakaian tarifnya antar paket tersebut.

Untur tarif 25 rupiah per menit itu sebenarnya hanya berlaku untuk paket pembelian bundel kartu perdana Starone dengan modem CDMA Speed Up yang harganya kisaran 600ribuan. Itupun hanya untuk 3 bulan pertama. Setelah itu akan diberlakukan tarif normal yaitu 75 rupiah per menit atau 4500 rupiah per jam pemakaian. Sekitar 3 kali lipatnya.

Jenis pemakaian untuk paket diatas yang dinamakan ‘Time Based’ ini sangat cocok digunakan bagi mereka yang tergolong jarang internetan, aktivitasnya ngedonlot program, chatting pake video kamera, juga browsing sampe ber-facebook-ria.

Untuk tarif ‘Volume Based’ normalnya dikenakan biaya sebesar 1 rupiah per 1 KB pemakaian. Jenis ini akan sangat cocok dan murah digunakan bagi mereka yang keseringan chatting dengan cara ketik mengketik, cek email atau hanya browsing berita terkini misalnya.

Sebaliknya akan sangat mahal jika digunakan untuk donlot, chatting dengan video kamera dan ber facebook seperti halnya pemakaian ‘Time Based’ diatas. Sebab, aktivitas-aktivitas ini akan dengan sangat cepat menghisap volume pemakaian dalam waktu yang tidak terasa. Hehe…

Kedua sistem paket normal diatas, sistem pakainya seperti kartu Pra-Bayar. Beli pulsa dulu baru pakai. Kalo pulsa habis, ya musti beli lagi kalo mau internetan.

Paket terakhir seperti halnya yang saya pakai saat ini adalah paket berlangganan 100ribuan (tepatnya 99ribu+PPn 10%=108ribu), untuk pemakaian kuota volume maksimum 1GB. Paket ini bisa disamakan dengan paket ‘Volume Based’ hanya saja dengan resiko, pakai tidak pakai, sebulannya tetap (minimal) 108ribu.

Untuk paket berlangganan ini sistem pakainya mirip kartu Pasca Bayar, dimana kita memakainya terlebih dahulu, baru dibayar sesuai volume yang kita pakai. Tentu harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu ke kantor Indosat.

Pemakaian dengan nilai 108ribu tersebut seperti yang sudah saya katakan diatas hanya untuk volume maksimum 1GB, dan kelebihan pemakaian dihitung sebesar 300 rupiah untuk setiap 1 MB pemakaian. Apabila dibandingkan dengan tarif normal ‘Volume Based’ yang 1 rupiah per 1 KB pemakaian, tentu saja biaya tambahan yang dikenakan jauh lebih murah.

Oke, stop segitu dulu. Sekarang saya akan coba mengkalkulasi pemakaian saya selama dua bulan terakhir ini. Kebetulan saya memakai modem Speed Up yang sudah diinstalasi driver modem plus programnya sehingga dapat lebih mudah dideteksi waktu dan volume pemakaian.


Berikut rinciannya : Volume pemakaian selama 2 bulan terakhir saya adalah sebanyak 3,110 GB. Dengan durasi pemakaian sekitar 184 jam pakai.

Apabila saya menggunakan ‘Time Based’ normal dengan tarif 75 rupiah per menit, itu artinya saya harus membayarnya dengan total biaya 828ribu untuk 2 bulan pakai.

Apabila saya menggunakan ‘Volume Based’ normal dengan tarif 1 rupiah per 1 KB pakai, itu artinya saya harus membayarnya dengan total biaya 3 Juta 110ribu untuk 2 bulan pakai.

Sedangkan dengan paket berlangganan kuota maks 1GB perbulan, saya hanya membayarnya sekitar 376ribu rupiah saja.


Adapun aktivitas-aktivitas yang saya lakukan selama 2 bulan terakhir adalah blog, facebook, serta browsing dan donlot data untuk bahan Thesis Cukup murah bukan ?

Just FYI juga, untuk koneksi memang saya akui tak secepat Speedy ataupun Telkomsel Flash yang kabarnya untuk membuka video di YouTube gak perlu menunggu waktu lama, dan jalannya video semulus nonton tivi. Sebaliknya dengan Starone, memang kecepatannya tidak begitu tinggi, hanya saja masih dalam taraf memuaskan bagi saya. Wong jarang banget kena trouble atau koneksi down. Sekali dua sih pernah kok. But, it’s okay bagi saya…

> Tulisan ini dibuat oleh PanDe Baik, berhubung ada beberapa rekan yang bertanya terkait tarif internetan yang menggunakan koneksi Starone, dari tarif dan biaya yang dikenakan dan pilih paket yang mana kalo mau lebih murah. Semoga saja berguna <

Tarif Telpon GRATIS mulai pukul 24.00

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Iklan tarif telpon seluler dari para operator kayak judul osting diatas, kerap kali jadi tajuk berbau promo yang gencar dilakukan untuk menarik minat pelanggan lama maupun baru. Tapi hey, kenapa musti dari jam 12 malem sampe jam 6 pagi ? Jujur aja, iklan kayak gini kesannya membodohi konsumen banget. Emang dari sekian juta pelanggan mereka, berapa persen sih yang punya hobi dan kesempatan buat melakukan komunikasi jam segitu ? barangkali mereka yang dapet tugas jaga aja seperti iklan salah satu operator hingga memanfaatkan jasa satpam lingkungan buat mukul kentongan, sekedar ngingetin tarif gratis sudah bisa dipake.

Jelas saja promo tarif gratis kayak begini seakan makin memperjelas, hilangnya etika sopan santun masyarakat dalam melakukan interaksi sosialnya. Siapa sih yang mau digangguin jam segitu buat nelpon ? selain yang dapet tugas jaga tadi barangkali cuman pasangan yang sedang kasmaran hot-hot aja berminat meluangkan waktu mesra-mesraan jam segitu.

tarif-seluler.jpg

Tentu jauh beda dengan jaman sebelum seluler menjadi trend, dimana masih dikenalnya etika orang menelepon, apalagi kalo yang dihubungi itu orang yang disegani, dosen pengajar misalnya, atau bahkan calon mertua. Hohoho… Bakalan kena semprot kalo sampe nelpon kelewat malem. Sayangnya, ada banyak keluhan masyarakat perihal efek daripada iklan promo kayak gini seperti lemahnya sinyal bar yang didapat, atau sinyal yang kuat tapi gak mampu menghubungi rekan mereka atau malah mendadak putus saat melakukan komunikasi. Kalo udah kayak gini konsumenlah yang jadi korban.

Entah kapan para operator bakalan mau memperhatikan kualitas layanan mereka ketimbang janji-janji promo Gratis nelpon atau bicara sepuasnya…

Migrasi (juga) ke Kuota 1 GB

3

Category : tentang KHayaLan

migrasis.jpg

Lantaran biaya nge-net melebihi angka seratus ribu rupiah sedang volume pemakaian gak nyampe angka 1 GB, akhirnya keputusan buat Migrasi kartu Starone Jagoan terjadi juga. Dari Time Based ‘25 rupiah per menit‘ jadi seratus ribu untuk Kuota 1 GB. Keputusan ini ya berpatokan pada itung-itungan terdahulu, dimana jatuh biayanya akan jauh lebih murah apabila pemakaiannya melebihi dari waktu yang ditetapkan -66,67 jam- untuk nominal sama, yaitu seratus ribu.

Gak terasanya make internetan sebanyak itu selama sebulan (kalo dirata-ratakan seharinya maksimum 2 jam lebih dikit) lantaran aktivitas paling banyak dilakukan adalah nge-BLoG (ada empat buah BLoG he… yang harus diupdate secara berkala), chatting sekedar berbagi kabar, BLoG walking ke rekan-rekan lainnya juga Browsing sekedar nyari berita terkini juga beberapa aplikasi gratisan, paling akhir sih cuman cek Email dan update Antivirus.

Nah dengan aktivitas yang memang jarang mengunduh video via YouTube lagi, maka Migrasi ke Kuota 1 GB jadi jalan satu-satunya terbaik, dengan pertimbangan lebih dibanding Telkom Speedy adalah sifat mobile-nya yang bisa dibawa pergi kemanapun.

Yah, semoga saja dengan jatah volume 33 MB per hari bisa meng-cover semua aktivitas diatas, dan mungkin sudah saat untuk nyari pendapatan lebih cuman buat nalangin biaya nge-net aja kali ya…