Untukmu Indonesiaku

2

Category : tentang KuLiah

Yudisium Pasca Sarjana

Yudisium Teknik

WisuDa

Indonesiaku… Ada Apa Denganmu ?

8

Category : tentang Opini

Layar televisi di negeri ini selama hampir sepekan terakhir dipenuhi dengan tayangan-tayangan ekslusif yang mengungkapkan kebobrokan para aparat hukum yang begitu mudahnya diatur oleh cukong-cukong bengal. Benar-benar membuat miris hati kecil sebagian besar rakyat Indonesia.

Sebenarnya program acara hiburan bisa jadi salah satu pengobat penat disela krisis kepercayaan masyarakay kepada Pemerintahnya saat ini. Sayangnya para pencipta Sinetron masih asyik dengan ketololan mereka menyusun plot cerita yang membosankan dan berulang-ulang naik turun gak jelas arahnya, hingga saya pribadi lebih memilih mematikan layar televisi ketimbang diracuni oleh pembodohan terencana dan penurunan daya pikir saya akan klepemilikan akal sehat.

Menelusuri beberapa portal penyedia berita di ranah dunia maya, hal yang sama tetap saya temui, kendati masih ada beberapa cerita lalu yang tercecer dan seakan terlupakan berkat kesaktian dan kehebatan Kakek Anggodo dalam berargumen dan menyusun kronologis kisah cintanya dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan dalam usaha membunuh lembaga superbodi KPK…

Melihat aksi ndagelan ini saya jadi ingat dengan beberapa karya besar sinema di luar sana. Beberapa kemungkinan Konspirasi yang terungkap dalam peristiwa pembunuhan Presiden John F Kennedy yang dibintangi Kevin Costner. Semua mampu dimentahkan dan akhirnya diputuskan, kasus akan dibuka kembali pada tahun 2015 nanti.

Kesaktian Anggodo juga mengingatkan saya pada karya besar trilogy Godfather. Mafioso yang mampu mengatur mereka yang berkepentingan. ‘I’m gonna make him an offer he can’t refuse’

InDonesiaku

Bedanya, sang Godfather selalu berusaha menjalankan bisnisnya secara legal…

Kembali pada negeri ini, kita atau katakanlah media secara perlahan seperti melupakan sebagian besar permasalahan yang pernah menghias headline news mereka. Penantian akan perwujudan Program 100 hari Pemerintahan SBY-Boediono atau kinerja Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, karut marutnya penanganan bencana gempa Sumatera Barat, musnahnya hampir satu lingkup Sidoarjo lantaran lumpur Lapindo atau bahkan barangkali Tetangga kita Malaysia, bakalan lebih aktif secara diam-diam mengklaim lebih banyak budaya yang kita miliki sebagai warisan leluhur terdahulu, sementara kita disini disibukkan oleh urusan Korupsi yang seakan tidak pernah terselesaikan.

Negeri ini masih sibuk dengan dirinya sendiri. Entah kemana larinya semua julukan yang pernah kita sandang. Macan Asia, Negeri yang ramah, gemah ripah loh jinawi…

Rupanya kita masih gemar untuk bermimpi…

…ada apa dengan Negeriku ?

1

Category : tentang KeseHaRian

…belum habis kejengkelanku akibat perseteruan negeri ini dengan tetangga sebelah yang mengklaim berbagai budaya milik kami sebagai warisan budaya mereka…
…belum habis kedongkolanku dengan pertarungan buaya yang ingin memangsa cicak rasanya penuh dengan dendam pribadi…
…belum habis kekagetanku akibat gempa yang menggoncang tanah kelahiranku beberapa waktu lalu…

…bencana itu kembali memporakporandakan negeriku…

…Sumatera Barat luluh lantak…
…menghancurkan mimpi-mimpi kami…

…dan kami hanya bisa diam…terpekur… ada apa dengan negeriku ?

Si Jago Merah Yang Mengancam

5

Category : tentang Opini

Menonton Film Indonesia adalah salah satu pengisi waktu disaat saya menunggu jadwal ujian yang tak kunjung pasti beberapa waktu lalu. Meski bukan termasuk daftar film favorit yang wajib tonton namun apa yang saya inginkan minimal alur ceritanya mudah dimengerti dan ga berbau pasaran. Maksud dari bau pasaran itu ya film lokal yang bergenre Horor ataupun yang berbau seks murahan. Maka jadilah saya memilih dua film berbeda genre, satunya komedi satunya lagi agak-agak seriuslah…

Film “Si Jago Merah” menjadi prioritas pertama saya. Rasa penasaran dan kangen dengan aksi si Agus Ringgo saat bermain di “Jomblo” tak mampu terobati pada film yang ia lakoni sebelumnya “Maaf Saya Menghamili Istri Anda”. Sebuah film lokal dengan genre komedi bisa dikatakan sangat jarang membuat saya tertawa, paling banter ya senyum dikulum, itupun gak sering atw sepanjang film berlangsung.

si jago MeRah

Menyimak alur cerita selama dua puluh menit pertama rupanya agak membuat saya enegh dan bisa menebak sisa kelanjutannya. Apa yang saya harapkan gak sesuai dengan bayangan. Bisa jadi karena kehadiran beberapa aktor/aktris lainnya yang kurang greget, pula jalannya cerita yang biasa saja. Sungguh, saya masih menganggap bahwa “Jomblo” masih merupakan film komedi Terbaik.

Kecewa dengan film tentang teamwork pemadam api, saya melanjutkan dengan film ‘serius’ yang dilakoni Aming, sang daya tarik Extravaganza itu dalam “Doa Yang Mengancam”. Ada satu kekhawatiran yang saya rasakan diawal cerita, alur yang berat dan membosankan. Sebaliknya, dalam kenyataannya malah meleset.

Menikmati satu persatu adegan yang ditampilkan, saya jadi ingat dengan beberapa kenyataan yang terjadi di negeri kita tercinta ini. Bahwa masih banyak penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan seperti halnya yang saya saksikan saat berkesempatan main ke Jakarta beberapa waktu lalu, membuat saya sangat bersyukur dengan keadaan saya saat ini. Bahwa budaya malas dan perjudian itu masih erat dipeluk oleh sebagian besar masyarakat kita membuat keinginan untuk menjadi kaya mendadak begitu menggebu. Bahwa ada dari sebagian kita, malahan dengan asyiknya bersembunyi dibalik kerennya penampilan meski tidak demikian dengan kesehariannya, seakan ingin mengingatkan momen yang sebentar lagi hadir didepan mata, mudik Lebaran.

Doa yang Mengancam

Apa yang diharapkan dan dipinta pada Tuhan juga merupakan lecut yang membuat miris, karena satu dua kali saya pribadipun pernah mempertanyakannya. Why Me ?

Uang Kertas Pecahan Rp 2.000 Resmi Diluncurkan

4

Category : tentang KeseHaRian

Tulisan kali ini hanya sekedar meneruskan berita yang dirilis oleh Bank Indonesia, terkait diluncurkannya uang kertas pecahan Rp. 2.000 Tahun Emisi 2009 yang berwana biru mirip uang pecahan Rp. 50.000 dan bergambar Pangeran Antasari… Antasari ? yang Rani Juliani ituh ?
2000depan
Ya bukan lah… tapi bisa jadi lantaran mencuatnya Antasari maka dirilis lah edisi ini. Eh becanda lagie… Jangan percaya. Jangan percaya… Jangan tuntut saya pake UU TE yah… wong cuma berbagi informasi saja kok. He…
2000blkg
Selengkapnya silahkan langsung meluncur kesini deh…
Untuk gambar saya copas dari situ kok…

BooMing FiLm INDonesia

3

Category : tentang Opini

Belakangan ini nampaknya kebangkitan film lokal makin booming aja deh. Ini bisa dilihat tiap kali mampir ke persewaan film, selalu ada satu judul film lokal terbaru.

Seperti yang saya lihat tadi sore sebelum berangkat kuliah, ‘Ada Kamu, Aku Ada’, ‘D.O.’atau ‘Puber’.

Padahal belum sebulan lalu, saya menemukan film lokal juga macam ‘From Bandung With Love’ atau ‘Love’ yang nyontek plot film luar ‘Love Actually’. Malah ada juga film yang berbau-bau gituan ‘Susahnya Jadi Perawan’. Genre Horor ? huah… Jangan ditanya. Sepertinya para produser filmnya kegatelan bikin film Horor yang padahal udah gak ada yang mampu menggigit jumlah penonton seheboh’Ayat-Ayat Cinta’ atau paling gres ‘Laskar Pelangi‘.

Entah lantaran saya yang terlalu kuper hingga gak tau banyak perihal perkembangan film produk dalam negeri, sehingga menyimpulkan kalo produksi film lokal malah jauh lebih tinggi dibanding film luar, terlepas dari kualitasnya alur cerita plus akting bintangnya loh ya.

Tapi jujur aja, salut banget dengan makin boomingnya film produk dalam negeri. Hanya saja satu yang perlu digarisbawahi, ya jangan sampe isi ceritanya dangkal banget, trus dipanjang-panjangin, atau akting para pemainnya yang over, pula seperti dibuat-buat, malah bikin makin enegh aja nontonnya. Macem film hasil besutan sutradara yang mahir melahirkan sinetron-sinetron penuh khayalan dan cerita absurd, ‘Oh Baby’ misalnya.

Saya malah jauh lebih respek dengan film gres ‘Laskar Pelangi’ atau malah bisa jadi lagi kangen dengan tema macemnya ‘Petualangan Sherina’,’Gie’,’Janji Joni’ atau ‘Jomblo’  misalnya.

Ah, entah kapan saya bisa puas nonton film Indonesia lagi.

Tembang Indonesia

Category : tentang KHayaLan

Membeli cd MP3 tembang-tembang Indonesia, sama saja dengan pembajakan. Karena dengan harga 5 ribuan, kita bisa ngedapetin minimal 10 album terbaru mereka.
Apalagi kalo isinya jauh lebih bagus dari yang diperkirakan.Hanya saja satu ironi dalam tembang Indonesia, tak satupun dari grup band super terdahulu yang mampu membuat hits 2 tahun ini. Sebut saja, Dewa, Padi, Gigi, Jamrud, juga Sheila on 7.
Kalah jauh dengan para pendatang baru yang tentu menawarkan nuansa berbeda, seperti halnya yang dilakukan Letto maupun Nidji.
Bahkan tak jarang gaya dandan merekapun ditiru abisss.

Kisah lucu datang dari Ibu-ibu teman sekantor yang protes pada anaknya, kalo masih bersikeras mengubah gaya rambut jadi ala Nidji. Padahal ni anak cewek lho.

Namun itulah gambaran artis Indonesia, seperti menganut paham ‘daun muda lebih oke’
Huehehehe…

Hutan Indonesia

Category : tentang Opini

Indonesia meraih rekor baru, tertinggi malah.
Sebagai perusak hutan setingkat dunia.
Ironis kan ?Disaat ditanamkan sejak kecil bahwa Indonesia itu negara agraris dan tropis, penuh hutan pan pohon hijau, hari ini, semua itu tak ada lagi.
Setelah dibabat habis jama orde baru dahulu, Indonesia hari ini penuh dengan bencana dan cobaan dari alam.

Hukuman bagi bangsa yang ramah, huh ?