Menyiasati Axis demi onLine

Category : tentang TeKnoLoGi

‘update Twitter @pandebaik
> Sinyal @dunia_AXIS @ask_AXIS semingguan ini Full Kampret di Dps Bali… E mulu, gag bisa ngapa”in… gara”diambil alih XL kali ya ?
> Musti nunggu 5 Menit buat ngedapetin Sinyal HSDPA @dunia_AXIS @ask_AXIS *itupun nongolnya cuma 5 detik, balik ke E lagi… Kampret…
> so, gara”Sinyal @dunia_AXIS @ask_AXIS yg naik turun niru XL 2 taon lalu, semingguan ini jadi jarang iNet-an kalo di luar kantor…
> Kalo seumpama maki”kualitas Sinyal @dunia_AXIS @ask_AXIS di socmed dan Blog, kira”bakalan dituntut pake UU ITE gag yah ? *laginulis
> Dulu,suka liat jml karakter yg tersisa utk ngeTweet biar gag lebih.. Sekarang,was”liat Sinyal @dunia_AXIS @ask_AXIS biar H dulu br sending..

Rasanya rasa jengkel sudah naik sampe ke ubun-ubun kalo ngeliat koneksi Axis sebulan terakhir, tepatnya pasca di-akuisisi XL, operator yang dahulu pernah pula saya komplain dalam hal yang sama. Padahal yang namanya paket data bulanan Unlimited baru saja diaktifkan beberapa hari lalu. Eh, jangankan menikmati… hanya untuk jalan-jalan di socmed saja sudah gag mampu. *ealah

Tapi kalo gag inget-inget jasa Axis di masa lalu yang begitu saya puja dan banggakan, mungkin ni nomor sudah dicerai lebih cepat dari perkiraan. Selain itu ya males aja gonta ganti nomor lagi, berhubung banyak kawan (dan juga lawan) yang mengenal dan kerap berinteraksi tidak hanya lewat voice dan sms. Jadi ya dilakoni saja dulu.

Meski begitu, kemarin sempat pula kepikiran untuk menonaktifkan paket data yang biasanya digunakan setiap bulannya, dan menggantikan koneksi dengan kartu lain yang kelihatannya memberi layanan online jauh lebih baik. Namun masih ragu lantaran gag punya handset ataupun alat tambahan lain yang bisa digunakan sebagai portable hotspot.

Beruntung, perangkat Android HTC One V yang tempo hari sempat mau dilego dan dititipkan, masih ada dan utuh sehingga ponsel yang masih halus mulus inilah yang kemudian menjadi solusi praktis.

Dipadukan dengan nomor IM3 yang selama ini ngendon di perangkat laptop/tablet Acer, lengkaplah sudah misi pertama dengan tujuan mulia. Tetap onLine. Hehehe…

Dengan berbekal paket data sebesar 25ribu sebulan, IM3 siap memberikan layanan data sebesar 600 MB sebulan pada jam 9.00 pagi hingga 01.00 dini hari, dan 5,4 GB untuk rentang sebaliknya. Rasanya sih cukup, mengingat aktifitas pada saat jam kerja memang jarang bisa pegang gadget, meski sebelumnya di masa-masa ini dipenuhi dengan aktifitas donlot via Torrents.

Tapi sudahlah… rasanya trik untuk menyiasati koneksi lelet Axis yang dimaki-maki semingguan tetakhir ini sudah cukup lumayan untuk mengobati rasa kangen dengan dunia maya.

Gag ada tuh yang namanya “Gratis Nelpon berkali-kali”

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan edisi pembeberan Tarif  dan Paket komunikasi yang ditawarkan 4 (empat) operator besar negeri ini, tampaknya saya makin tambah enegh dengan “Aturan  Main” yang diberlakukan untuk mendapatkan iming-iming “Gratis Nelpon berkali-kali”, “Mu24h” atau “Heeemat”.

Bagaimana tidak ? saya yakin sebagian besar konsumen dari para operator besar itu tidak mengetahui “Aturan Main” yang ditetapkan, mengingat iklan yang tampil di layar Televisi boleh dibilang ‘sangat menyesatkan’. Tidak ada keterangan lebih lanjut ataupun pembeberan aturan secara langsung dan transparan. Jikapun ada, tulisannya jauh lebih kecil dan nyaris tak terlihat mata.

Memang sih, ini semua merupakan Trik Marketing yang sedianya digunakan oleh hampir sebagian besar penyedia barang/jasa untuk menarik (baca:mengeruk) keuntungan besar-besaran dari para konsumen dan calon konsumen baru. Siapa sih yang gag tertarik dengan tawaran ‘Gratis Nelpon berkali-kali sepanjang hari, Mu24h atau Heeemat-nya biaya komunikasi ?

Sayangnya, pembohongan Publik ini sepertinya luput dari pengamatan para pejabat atau pihak-pihak yang sebetulnya lebih berwenang untuk melindungi hak konsumen atau rakyat negeri ini, malah cenderung dibiarkan ‘saling ejek, saling menjatuhkan antar operator. Tidak ada yang memperingatkan atau menegur operator nakal.

Saya pribadi jujur saja lebih memilih operator CDMA sebagai jalur komunikasi suara yang cenderung memberikan tarif flat dari detik pertama hingga akhir, meski dengan tingkat yang berbeda tergantung pada nomor tujuan. Sedangkan salah satu dari 4 (empat) operator diatas, saya manfaatkan hanya untuk komunikasi data dan juga pesan, lantaran tawaran Gratis SmS yang kerap ditawarkan, cukup memuaskan bagi  saya.

Yakin banget, banyak orang yang lebih suka membayar tarif komunikasi mereka dengan harga yang pasti. Flat sepanjang hari, tanpa banyak aturan main, atau perubahan durasi. Karena dengan demikian, mereka (termasuk saya) setidaknya sudah bisa memperkirakan biaya yang akan dihabiskan atau durasi yang mampu digunakan dengan sisa pulsa tertentu misalkan. Sayangnya, harapan saya ini ya takkan begitu saja didengar dan diterapkan dalam paket tarif yang bisa ditawarkan pada konsumen negeri ini.

Padahal, dengan transparannya tarif biaya komunikasi, saya yakin para operator hanya tinggal melihat seberapa besar loyalitas konsumen atau malah memberikan reward kecil bagi mereka yang mampu menunjukkan kesetiaan penggunaan jasa melalui isi ulang ke nomor-nomor lama misalkan.

Jadi, ya jangan berharap terlalu banyak deh untuk bisa menikmati tarif Mu24h atau hematnya berkomunikasi seperti yang Anda bayangkan dalam benak hari ini. Realistis saja.

Gag ada tuh yang namanya “Gratis Nelpon berkali-kali”

Koq Nelpon Terus ? Gag Mahal ? HeeeMat

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Jujur saja, lama-lama saya merasa enegh juga mantengin layar tipi yang gak heti-hentinya majang iklan tingkah polah para operator jaringan ponsel negeri kita ini yang rata-rata pada promo ‘gratis nelpon… ‘mu24h… ‘hemat…

Berikut  4 (empat) operator yang kerap menyajikan promo ‘gratis nelpon… ‘mu24h… dan ‘hemat… yang menghiasi layar tipi selama dua bulan terakhir… dan isi tulisan ini pun saya batasi Cuma untuk membeberkan secuil dari Tarif dan paket yang mereka tawarkan, Belum sampai pada opini atau pendapat saya sebagai Konsumen.

> “Koq Nelpon Terus ? Gag Mahal ?” <

tanya sobat si gadis menanggapi aksinya yang nelpon temannya tiga kali cuman buat bilang ‘eh ada cakep loh disini… dan pertanyaan tersebut langsung ditanggapi senyum manis si gadis yang mengatakan kalo nelpon pake XL itu 0 rupiah berkali-kali…’ Kira-kira Bener gag sih ?

Iseng main ke alamat promo milik XL, dapet info yang lumayan Gila (sesuai nama paketnya).

  • Untuk Unlimited nelpon sehari itu Cuma 5.000 rupiah sepuasnya. (jadi ya bisa dibilang iklan si gadis itu gag bener, pengguna musti bayar 5.000 rupiah dulu baru bisa dipake nelpon sepuasnya)
  • (anehnya) ada juga Unlimited Malam dari pukul 18.00 s/d 23.00 Cuma 2.500 rupiah sepuasnya dan berlaku  sehari. (sebenarnya ini bukan sehari, tapi Cuma 6 jam dan lagi pula Unlimited sehari yang diatas itu buat apa ya ? apa berlakunya cuman sampe jam 18.00 ?)
  • (lebih aneh lagi) Bicara Kapan Aja untuk 30 Menit seharian Cuma 2.000 rupiah, kapan aja. (ini sepertinya berlaku secara akumulasi total, tapi dibanding ini bukannya mendingan unlimited seharian ?)
  • (yang berikut untuk ke Operator lain, yang artinya ketiga contoh diatas ‘Cuma’ berlaku buat sesama XL) Nelpon ke Oprator GSM lain selama 10 Menit berlaku seharian Cuma 3.000 rupiah.

> “HeeeMat !!!” <

Celoteh sang ibu yang tampak padat berisi setelah dipertanyakan balik oleh sang suami gara-gara si ibu nelpon terus tapi meminta anggota keluarga lain untuk berhemat. Ingin tau bagaimana pengaturan tarifnya ? yuk main ke halaman paket Hematnya Axis.

  • Nelpon minimal Akumulasi 500 rupiah dapet gratis 1000 menit untuk panggilan berikutnya. (ini berlaku dari jam 00.00 s/d 17.00). Tarif nelpon itu 10 rupiah / detik. (artinya ‘Cuma’ perlu nelpon 50 detik sekitar jam 00.01 untuk ngedapetin 1000 menit alias sekitaran 16 jam lebih… kalo nelponnya baru sekitaran jam 7 pagi, ya gag bakalan ngedapetin segitu, kan cuma sampe jam 17.00 ? jangan nelpon lebih dari batas jam itu ya. hehehe…)
  • Nelpon minimal Akumulasi 1.500 rupiah dapet gratis 100 menit (1 jam 40 menit) untuk panggilan berikutnya. (ini berlaku dari jam 17.01 s.d 23.59). Kalo lebih ? ya tarifnya balik ke 60 rupiah per Menit… :p
  • Nelpon ke Operator lain, gratis nelpon 2 Menit setelah nelpon selama 4 Menit (sekitar 2.400 rupiah)

> “MU24H itu IM3… Cuma 24 rupiah / Menit” <

Iklan sih beneran gitu, tapi ini untuk sesama IM3 loh. Mau tau lebih jauh ? Main ke halaman IM3 yuk…

  • Penentuan Tarif untuk Bali (dan juga berlaku daerah lainnya yang kurang lebih sama) yang ditentukan oleh IM3 saya pikir yang paling rumit, dibagi atas 4 (empat) pembagian waktu untuk komunikasi antar sesama IM3. Pukul 00.00 s/d 06.00, Pukul 06.00 s/d 11.00, Pukul 11.00 s/d 17.00, dan Pukul 17.00 hingga 24.00.
  • Tarif 24 rupiah / menit itu rupanya hanya berlaku hingga pukul 11.00 saja, Itupun di beberapa aturannya malah yang saya baca ada penentuan 24 rupiah per 15 detik untuk 2 Menit Pertama, dan makin mahal 24 rupiah / Menit per 4 detik untuk 3 menit pertama pada waktu berikutnya. Adapun Tarif yang diberlakukan berulang setiap 10 menit. Sedang untuk Operator lain, tampaknya diberlakukan tarif flat 24 rupiah per 2 detik. Ups…

> “Kartu As Nelpon Paling Murah… 20 rupiah / Menit dari detik pertama, Berulaaang Kali…” <

Wajah SuLe si Susis ditambah gonjrengannya Klantink memang tampak meyakinkan. Iklan mereka bahkan sempat menyindir XL yang menggunakan jasa si kecil Baim dengan menggunakan promo ‘Jangan mau diboongin anak kecil’ atau pemberlakuan Jam Malam. Tapi ngomong-ngomong, beneran gag ya Tarifnya As beneran murah ?

  • Tarif 20 rupiah per menit dari detik pertama, berlaku akumulasi berkali-kali hingga mencapai 600 rupiah atau 30 Menit. Setelah itu akan berlaku tarif 1.000 rupiah / Menit. Ealah… Tarif ini berlaku Nasional kecuali Maluku dan Papua yang membatasi akumulasi hingga 200 rupiah atau 10 menit. Aduh… Parah banget nih Mas Sule Boongnya…

Menyoal Promo “Free Access by Indosat”

23

Category : tentang TeKnoLoGi

Iseng mengakses halaman FaceBook rabu malam kemarin lewat ponsel jadul, mata secara tak sengaja tertumpu pada sebaris tulisan “Free Access by Indosat” yang terpampang begitu jelas di bagian atas halaman browser. Penasaran dengan tulisan tersebut, sayapun berpindah halaman menuju akun Twitter, yang sayangnya saya tak menemukan tulisan yang sama dihalaman tersebut. Dugaan pertama yang terlintas di benak saya adalah, Indosat rupanya ingin memberikan akses internet gratis ketika pelanggannya mengakses halaman FaceBook.

Seperti biasa, naluri sebagai seorang blogger-pun muncul. Maka dengan segera saya memutuskan koneksi, menyalakan aplikasi Capture Screen dan memeriksa serta mencatat saldo pulsa yang tersisa. Terhitung sebesar 10.082,- per 22.37 malam.

Browser kembali saya aktifkan, dan tentu saja FaceBook menjadi sasaran utama saya malam itu. Setelah beraktifitas selama 18 menit lamanya hanya untuk berkomentar pada satu dua status milik teman, saya memutuskan koneksi kembali dan memeriksa saldo pulsa yang tersisa. Hasilnya cukup mengejutkan. Terhitung sebesar 9.102,- per 22.55 malam.

Berkurangnya pulsa hingga sebesar 980,- selama 18 menit penggunaan, tentu saja sedikit memberikan rasa heran. Pertama, bisa diartikan bahwa sebaris tulisan “Free Access by Indosat” ternyata tidak berlaku begitu saja bagi pengguna. Padahal selama jangka waktu tersebut, saya hanya mengakses halaman FaceBook saja. Jika benar begitu, apakah ada syarat-syarat tertentu yang mutlak dipenuhi pengguna kartu IM3 untuk mendapatkan promo “Free Access by Indosat”, seperti halnya operator lain ? ataukah promo berlaku hanya ketika pengguna menggunakan perangkat aplikasi tertentu ?

Keheranan Kedua adalah sedari awal 2008, saya memilih kartu IM3 sebagai kartu data yang kemudian dipergunakan hanya untuk mengakses internet lantaran menawarkan tarif flat kalo tidak salah Rp.1,- per kilobytes-nya. Sayangnya per malam kemarin, semua keyakinan saya tersebut langsung terbantahkan. Selama jangka waktu 18 menit penggunaan, terhitung saya ‘hanya’ memanfaatkan sekitar 295 Kb untuk terima/kirim data. Yang artinya kalopun di-rata-ratakan melalui pulsa yang saya habiskan selama jangka waktu tersebut, untuk perkilobytes-nya Indosat mengenakan tarif sebesar Rp. 3,3,- Wah, pantesan saja sebulan terakhir kok saya boros banget beli pulsanya.

Keheranan pertama langsung terjawab ketika saya berusaha mencari informasi secara langsung lewat web resmi Indosat.

Facebook-an Sepuasnya. Dengan IM3, kamu bisa menikmati akses ke facebook kamu tanpa batas melalui akses mobile facebook (m.facebook.com) dan facebook zero (0.facebook.com) menggunakan Paket Facebook. Hubungi *777*1*7# untuk registrasi paket facebook dan pilih sesuai kebutuhan kamu. Paket Harian Rp.1.000,-, Paket Mingguan Rp. 5.000,- dan Paket Bulanan Rp. 20.000,-

Ealah… FaceBook zero kok tetep bayar ?

Demikian pula dengan keheranan kedua, jawabannya langsung saya temukan di halaman berikut.

Tarif Baru berbasis Volume ; Rp. 3,- per Kb untuk 300 Kb pertama, dan selanjutnya Rp. 0,5,- per Kb untuk penggunaan pada pk. 00.00 s/d 07.59, Rp. 1,- per Kb untuk penggunaan pada pk. 08.00 s/d 15.59 dan Rp. 2,- per Kb untuk penggunaan pada pk. 16.00 s/d 23.59. * Tarif di atas belum termasuk PPN 10%. Untuk kenyamanan pelanggan, Indosat berhak mengubah skema promo yang berlaku sewaktu-waktu

Ealah… kurang update info soal Tarif rupanya… padahal selama dua tahun terakhir ini saya selalu gembar gembor mengatakan kalo IM3 Indosat itu yang termurah, flat Rp.1,- per Kb-nya. Ternyata oh Ternyata…

Sudah nasib pelanggan rupanya. Maunya untung eh kok malah buntung ???

Morange dengan IM3 pada Nokia S60 seri N73 ME (test ke-3) Murah Beneraaaaannn

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan aksi pengetesan aplikasi Morange yang ketiga kalinya sesuai janji, kali ini saya memakai handset ponsel Nokia GSM seri N73 Black atau dikenal dengan Music Edition, dan kartu IM3. Kebetulan alat yang saya pake melakukan test kali ini adalah satu dari tiga ponsel yang selalu dibawa Istri.

Kalo pada tulisan saya sebelumnya yang menggunakan kartu operator TelkomFlexy pada handset Nokia CDMA seri 6275i, tarif yang dikenakan terlalu mahal, sekitar Rp. 5,- per kilobyte pemakaian, itupun yang berlaku hanya satu paket sistem yaitu Volume Based saja. Sedang paket Time Based yang dikenai biaya Rp. 220,- per menit pakai hanya berlaku jika melakukan akses internet pada PC biasa dengan media ponsel digunakan sebagai modem.

Sebaliknya untuk IM3, tarif atau biaya yang dikenakan jauh lebih murah yaitu untuk paket Volume Based hanya Rp. 1,- per kilobyte pemakaian dan paket Time Based sekitar Rp. 75,- per menit pakai. Barangkali kalo mau dibandingkan dengan operator baru, macam AXIS, Smart ataupun 3, biaya atau tarif yang dikenakan oleh Indosat untuk IM3 masih tergolong mahal.

Hanya saja kalau dibandingkan dari segi sinyal dan kecepatan akses, bisa dikatakan jauh lebih memuaskan. Apalagi digunakan untuk internetan pada ponsel yang dikenal lemot (lemah otak) seperti halnya Nokia N73 ME yang saya pakai ini. Mungkin disebabkan oleh ketiadaan prosesor yang mumpuni seperti ponsel baru rilis terkini.

Tak jauh berbeda dengan hasil test yang saya lakukan sebelumnya, proses login, akses fitur-fitur yang ada didalamnya maupun saling berkirim email dapat dilakukan dengan baik.


Yang tak saya duga sebelumnya adalah saat mencoba meng-upload Avatar yang bisa berhasil dengan baik rupanya. Hanya saja untuk menampilkannya pada layar Morange, diperlukan persetujuan terlebih dahulu dari pihak moderator (Emma Yang). Sayangnya setelah lewat tiga haripun, saya belum mendapatkan konfirmasi perihal persetujuan penggunaan foto untuk Avatar. Ada yang bisa membantu barangkali ?


Walaupun hingga kini saya belum menemukan masalah yang berarti dalam beraktivitas dengan Morange via Nokia N73, kecuali ‘loading’ yang memakan waktu cukup lama. Sekitar 10-20 detik saat mencoba mengakses halaman demi halaman ataupun fitur yang ada didalamnya. Ini bisa dimaklumi, karena merupakan hal yang biasa dalam ponsel berkategori Smartphone, apalagi minim daya prosesor.


Satu hal kelebihan yang membedakan dengan hasil test terdahulu, dan patut dicatat adalah kemampuan ponsel dalam melakukan multitasking.

Yang dimaksud dengan multitasking adalah melakukan beberapa aktivitas secara bersamaan. Seperti misalnya saat mengakses Morange secara online, kita masih bisa untuk melakukan aksi telepon atau sms maupun mengambil gambar dengan kamera.


Caranya saat layar menampilkan aplikasi Morange, tinggal menekan tombol Menu untuk mengakses fitur lain dalam waktu bersamaan. Kenapa saya sarankan langsung menekan tombol Menu, bukan tombol Merah (pemutusan panggilan), karena jika tombol merah yang ditekan, maka secara otomatis, aplikasi Morange yang sedang berjalan akan berhenti secara permanen. Itu artinya, untuk mengakses Morange kembali diperlukan langkah sedari awal yaitu login.

Sebaliknya, dengan menekan tombol Menu kita bisa mengakses fitur lain seperti telepon, sms maupun kamera dengan baik. Untuk kembali pada layar Morange, tinggal menekan tombol Menu agak lama (sekitar 3-5 detik) untuk memunculkan ‘task manager’ atau tampilan aplikasi apa saja yang aktif saat itu. Morange-pun bisa diakses kembali tanpa harus login.

Ohya, tak lupa berikut saya lampirkan tabel perbandingan pemakaian Morange dengan bantuan operator IM3 dengan pengujian teradulu yang menggunakan TelkomFlexy. Perlu diketahui, bahwa untuk test kali ini, saya meluangkan waktu sekitar 40 menit untuk beraktivitas dengan Morange. Sekitar dua kali lipat lebih dibanding waktu yang saya gunakan saat memakai TelkomFlexy. So, berikut lampiran perbandingannya.

Murah bukan ?

Nah, dari ketiga pengujian penggunaan aplikasi Morange sebagai sarana ‘push email’ layaknya layanan Blackberry, paling ideal adalah dengan menggunakan ponsel yang memakai sistem operasi layaknya Nokia Symbian 60 seperti seri N73 ME yang saya pakai, atau Symbian 80 Nokia seri 9300 /9500 misalnya. Bisa juga memakai handset lain, dengan syarat memiliki fitur meminimize aplikasi Java Morange untuk melakukan sambungan telepon dan sms secara bersamaan.

Perihal Tarif atau biaya yang dikenakan, IM3 dapat menjadi pilihan murah tapi memuaskan saat ini (untuk keperluan internetan). Bisa juga sih sebetulnya menggunakan operator lain seperti AXIS, 3 atau Smart, tapi itu semua kembali ada kekuatan sinyal pada daerah setempat.

Oke deh, untuk pengujian penggunaan aplikasi Morange pada ponsel kali ini saya sudahi. Selanjutnya barangkali bakalan saya susul dengan ‘eksplorasi’ Morange, yang isinya kira-kira fitur apa saja yang ada dan dapat digunakan dalam ‘sebuah’ aplikasi cantik bernama ‘Morange’. Ini sekaligus sebagai jawaban atas permintaan rekan saya Budi Windhutama.

> Morange bagi PanDe Baik adalah salah satu alternatif solusi murah bagi mereka yang minim anggaran untuk membeli handset mahal Blackberry sekaligus berlangganan paket data bulanannya. Selain fitur utama ‘push email’, masih dalam satu aplikasi Morange, kita akan mendapatkan banyak fitur yang terintegrasi sekaligus. Katakanlah ‘Web Browser’, ‘Chat Room’, ‘Yahoo Messenger’, ‘ICQ’, ‘MSN’, termasuk juga fitur-fitur yang akrab dalam Facebook sekalipun. Tunggu tulisan saya selanjutnya yaaa… <

Tarif IM3 25 per Detik ? GILA !

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Pada awalnya saya memilih IM3 atas dasar sekedar mengakses internet dan email lewat PDA O2 Atom yang kabarnya punya tarif dasar paling murah yaitu 1 rupiah per kilobytes pemakaian. Ya, sayapun merasakannya beberapa bulan belakangan ini.

Dengan aktifitas pemakaian sekedar mengecek email pada jam-jam kerja ataupun tempat dimana tidak memungkinkan saya membuka laptop dan mengakses internet via modem Speed Up Starone, untuk sebulan pemakaian biaya yang saya habiskan tak sampai 10 ribu rupiah. Ini konsekuensinya tentu saja pulsa yang terus bertambah karena masa tenggang yang diberikan setiap kali pengisian pulsa sangatlah singkat. Kisaran dua tiga minggu. Bukan tiga puluh hari seperti yang dipromosikan saat saya memutuskan menggunakan IM3.

By the way, pulsa yang makin bertambah, membuat saya iseng-iseng menguji, seberapa murahnya tarif nelpon IM3 yang katanya ‘paliiiing murah’. Tentu saja tarif ‘paliiiing murah’ tadi saya yakini hanya ke sesama operator saja. But, bagaimana jika kita nelpon ke operator lain ?

Hunting ke web resmi milik IM3, disana saya menemukan tarif dasar untuk panggilan ke operator lain adalah sebagai berikut :
> Rp 25/detik untuk 2 menit pertama
> Rp 0,1/detik untuk 3 menit berikutnya (s.d menit ke 5)
> Skema berulang tiap 5 menit
Syarat & Ketentuan:
> Tarif minimum untuk setiap satu panggilan adalah per 10 detik atau Rp 250
> Satuan untuk penghitungan bonus Rp 0.1 adalah per 10 detik
> Mulai berlaku 17 Februari 2009

Ada yang kurang jelas ?

Nah, berikut saya mencoba melakukan panggilan ke nomor operator lain, yaitu Telkomsel. Saya melakukannya pada tanggal 18 Februari, sekitar jam 11 siang didaerah Abiansemal. Dengan saldo awal pulsa saya adalah 35.840 rupiah, setelah panggilan berlangsung selama 95 detik, saldo berkurang drastis menjadi 33.460 rupiah. –Shock- tentu saja.

Setelah saya hitung selisihnya dibagi durasi, ternyata beneran tarifnya 25 rupiah per detik untuk satu setengah menit pertama. He… iklannya gak bohong ternyata.

Ohya, saya bukanlah orang yang termasuk ngobrol lama tiap kali panggilan. Artinya saya pun harus bersiap-siap kehabisan pulsa dalam sekejap, jika tiap kali melakukan panggilan ke nomor lain dengan menggunakan nomor IM3. Fiuh….

Ngomong-ngomong, kenapa para operator masih gak mau memberikan tarif yang flat hingga hari ini yah ? apa karena bau promosi yang membodohi masyarakat ?

Katakanlah kalo kita mau hitung-hitungan, untuk tarif dasar IM3 diatas tadi, secara flat kira-kira berkisar 10,06 rupiah per detiknya. Artinya, bagi penelepon seperti saya ini, IM3 mengambil keuntungan sebesar 15 rupiah perdetiknya untuk panggilan sepanjang 2 menit tiap kali nelpon. Merugikan konsumen ? jelas. Menguntungkan Operator ? Tentu saja….

> PanDe Baik akhirnya kembali menggunakan TelkomFlexy (berhubung cuman punya dua nomor itu aja-Flexy dan IM3) sebagai sarana panggilan kemana saja, baik sesama operator maupun operator lain. Karena berdasarkan informasi resminya, Flexy mengenakan tarif flat 780 rupiah per menitnya untuk panggilan ke operator lain. Jauh lebih murah untuk panggilan singkat tiap kali nelponnya. But, untuk internetan ya tetep aja makenya IM3 <

Walaupun saya tahu kalo TelkomFLexy itu ‘bukan telpon biasa…’ Huehehehehe….