No more Google Ads

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Banned… Banned… dan akhirnya ya memang positif di Banned…

Padahal sejak awal keinginan mencoba untuk menyajikan kolom iklan milik GoogLe Adsense di halaman ini, lumayan banyak juga usaha yang dilakukan, mencakup perubahan theme, sekali-sekali berEnglish meski 98% menggunakan Bahasa Indonesia slengean, atau promosi kemana-mana biar ada juga yang nge-klik iklan *uhuk *buat nambah-nambah penghasilan sebagai Blogger. Tapi apa mau dikata, rupanya kena Banned juga.

Awalnya sih gag nyadar, kalo ternyata konten yang mengandung kata dan kalimat ajakan untuk menggunakan unsur bajakan/pirates, itu gag diperbolehkan oleh Google. Nyatanya yang diperingatkan tidak hanya di satu tulisan, tapi lumayan banyak. Mengingat isi pembelajaran sejak awal ya memang rata-rata menggunakan obyek bajakan. Jadi susah kalo mau mengubahnya satu persatu.

Google Ads Banned

Tapi sudahlah, kini lagi mencoba balik lagi ke pemasang iklan di kliksaya miliknya David Chiang. Sayaratnya sih lumayan berat, 10K kunjungan perbulan… mengingat tingkat kunjungan yang masuk di halaman blog www.pandebaik.com gag seramai dulu lagi. Jadi ya pasrah aja kalo seumpama yang satu ini kena aturan juga, gag bisa tayang.

Ada yang pernah mengalami hal yang sama kayak gini gag yah ?

Nyobain Google Adsense (lagi) yuuuk

5

Category : tentang KHayaLan, tentang TeKnoLoGi

Sebetulnya sudah jauh-jauh hari saya mendengar kabar soal Adsense, slot iklan milik Google dinyatakan mendukung blog dengan konten ber-Bahasa Indonesia, kalo gag salah sih dari Blogger senior Wirautama pemilik imadewira.com dan juga Putu Adi Susanta yang membesut radiografer.net

Sayang, lantaran kesibukan kantor dan juga sampingan, rencana untuk mengulik kembali Google Adsense baru kesampean awal Maret lalu, itupun masih dengan meraba-raba lantaran usaha serupa yang saya lakukan dua tahun lalu bisa dikatakan gagal tenan.

Ya, kalo mau dilihat kebelakang, rupanya usaha saya untuk mencoba peruntungan lewat Google Adsense sudah tak mulai kisaran tahun 2009/2010 lalu, yang sialnya kemudian ditolak Google karena hampir 99,9% konten blog www.pandebaik.com saya ini mengadopsi Bahasa Indonesia. Kalo gag salah lagi, satu-satunya zona iklan yang boleh saya pergunakan hanyalah fasilitas Searching-nya saja yang jujur tak jua saya pahami hingga kini bagaimana cara kerjanya.

Ngomong-ngomong soal iklan, sebenarnya blog ini sudah mulai menjajakannya sekitar setahun lalu tepatnya awal tahun 2011. Yang berkenan berbagi rejekinya waktu itu ada 2, Warung Bebeque yang menyajikan Bebek Bakar di bilangan Mahendradatta dan juga Travel Mai Bus yang kini sudah kerap terlihat di jalanan Kota Denpasar. Selain itu, saya pun secara iseng nyobain iklan berbasis PPC atau Pay Per Click miliknya KlikSaya.com atas rekomendasi dua blogger tenar diatas.

Hasilnya lumayan juga sih, ada beberapa ribu yang berhasil tak kumpulkan dan disetor ke satu Rekening nasional yang kemudian saya sisihkan sedikit untuk membayar biaya Hosting dan Domain di BaliOrange.net lewat MediaHostingIndonesia tentu saja. Sisanya lebih banyak tak arahkan ke kebutuhan akan Transaksi online lainnya.

Nah, karena kali ini ceritanya saya lagi ingin mencoba peruntungan (lagi) lewat Google Adsense, maka usaha untuk belajar membuat dan memahaminya pun perlahan mulai dijabani. Hasilnya bisa dilihat di sisi kanan halaman ini, terutama pada kolom iklan dan sidebar. Iseng saja sih saya me-Replace zona iklan yang dahulunya saya peruntukkan bagi slot KlikSaya.com, untuk mencari tahu terlebih dahulu, sejauh mana Adsense Google bisa menghasilkan.

Uniknya, jika dalam konten iklan yang disajikan oleh KlikSaya.com lebih banyak soal (Maaf) bagaimana memperpanjang penis, uang cepat atau cara menjadi kaya, berbeda dengan Google Adsense yang lebih banyak menyajikan iklan ‘nyambung’ dengan konten yang saya tuliskan.

Jadi, mohon maaf yah bagi Rekan-rekan yang rajin berkunjung kemari trus merasa sedikit terganggu dengan keberadaan zona iklan Adsense Google saat ini…

Waspadai Penipuan via FaceBook

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Siapa sih yang gag tertarik dengan sebuah iklan yang menawarkan ponsel terkini milik Nokia, N8 series hanya seharga 2,5 juta saja ? atau sebuah BlackBerry 9700 yang dikenal dengan nama Onyx hanya seharga 2,85 juta ? masih bisa nego pula. Demikian pula dengan versi layar sentuhnya, Storm 2 ditawarkan hanya sebesar 3 juta saja ?

Jika yang ditawarkan merupakan produk second alias bekas, saya pribadi sih maklum-maklum saja. Karena bisa jadi, dengan harga penawaran semurah itu, kondisi ponsel belum bisa dijamin sepenuhnya. Tapi bagaimana jika ditawarkan dalam kondisi baru ? apakah Anda tidak tertarik untuk membelinya ?

Jejaring sosial berbasis pertemanan FaceBook rupanya tak hanya bisa dimanfaatkan oleh mereka yang memang bermaksud untuk mencari teman lama ataupun pacar lama, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk berjualan. Sayangnya seperti halnya dunia nyata, berjualan yang dilakukan melalui dunia maya dengan memanfaatkan FaceBook sebagai tempat display dan marketingnya kini malah kerap disalahgunakan untuk melakukan aksi penipuan.

Ada beragam informasi yang saya baca terkait aksi ini. Dari yang memang sudah tertipu dan tak jua mendapatkan tanggapan dari pihak penjual lantaran posisi si penjual berada di luar daerah, yang langsung melaporkannya ke polisi hingga yang masih dalam tahapan was-was menanti lantaran uang yang sedianya digunakan untuk membeli barang sudah terlanjur dikirim.

Murahnya barang atau gadget yang ditawarkan memang menarik perhatian bagi mereka yang sedang berniat memiliki atau berburu untuk dijual kembali. Namun sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui sebelumnya apakah barang atau gadget yang dimaksud memang merupakan produk asli atau branded dari pabrikan yang dimaksud ataukan hanya berupa replika ? karena dari pemantauan yang saya lakukan, beberapa penjual memang secara terang-terangan menyatakan bahwa apa yang mereka tawarkan hanya berupa Replika atau Tiruan, kendati berharga diatas 2 juta rupiah. Itu sebabnya untuk sebuah replika ponsel pintar seperti BlackBerry atau Nokia, disebutkan memiliki kemampuan Dual SIM on, yang notabene biasanya hanya dimiliki oleh perangkat ponsel China.

Hal yang kedua yang barangkali perlu diwaspadai adalah lokasi si penjual dan tentu saja Kredibilitasnya. Mengapa demikian, jika posisi si penjual berada diluar daerah dimana kita tinggal, lebih baik ditunda dulu deh keinginannya untuk melakukan transaksi. Ini untuk mencegah terjadinya aksi penipuan dimana kita sebagai korban, dijamin bakalan kesulitan dalam mengurusnya. Prioritaskan para penjual yang memang memiliki tempat tinggal pasti di lokasi yang kita ketahui. Untuk pasar Denpasar, salah satu yang bisa dipercaya untuk transaksi semacam ini adalah BaliNoteBook.com yang pemiliknya dikenal bernama Ichwan. Terkait kredibilitas, ada baiknya rasa kecurigaan diberikan terlebih dahulu pada si penjual yang berseberangan pulau. Tanyakan padanya, kira-kira siapa yang ada disekitar lokasi tempat tinggal kita yang dapat dipercaya sebagai referensi untuk menanyakan soal Kredibilitas si Penjual. Jika memang belum ada, lebih baik pikir-pikir dulu deh.

Syukur apabila si penjual yang menawarkan terlebih dahulu Referensi lokal disekitar tempat kita tinggal untuk meyakinkan pembeli, seperti yang saya alami sekitar tahun 2006 lalu. Sehingga proses transaksi yang walaupun berbeda pulau, tetap aman bisa dilakukan.

Segala tindak percobaan penipuan yang dilakukan dengan memanfaatkan media jejaring sosial FaceBook memang patut kita waspadai sejak dini. Jangan tergiur terlalu cepat dengan iming-iming harga yang murah. Waspadalah !!! Waspadalah !!!

Bahasa Iklan : Konyol namun menghanyutkan

1

Category : tentang KeseHaRian

Kalo rajin menyimak siaran iklan di media televisi, tentu sudah gak asing lagi dengan bahasa iklan yang memuji abisss produk tertentu dan memojokkan produk saingannya.

Mulai dari iklan obat nyamuk (ups nyamuk diobatin ?), obat sakit kepala, minyak goreng, deterjen pembersih, hingga ke operator selulerpun seakan berlomba memuji diri sendiri seakan produk merekalah yang terbaik diatas segalanya.

Tak jarang bahasa iklan yang dipakai sebagai motto mereka seakan terkesan bodoh dan meniru, namun produsen barangkali menutup mata akan semua hal itu. Yang penting produk laku, dan duit dikantong pun bisa makin tebal.

Masyarakatlah yang tetap menjadi hakim atas semua yang ditawarkan. Apakah bakalan tergiur oleh hasutan tersebut atau malah sebaliknya, berusaha bijak pada keputusannya sendiri.

Secara iseng aja ngeliat produk shampoo rambut yang dari kemasannya diperuntukkan bagi kaum adam. Ini diproduksi karena katanya berdasarkan penelitian, yang namanya ketombe pada pria tak kalah banyak dengan wanita. Diantaranya saya selaku penulis. Maka setelah nyobain berbagai merek dalam jangka waktu tertentu, akhirnya ngerasa pas dengan yang satu ini.

Hanya saja sedikit shock saat ngeliat tulisan pada kemasan belakangnya yang memberikan peringatan pada konsumen pemakai :

‘PERHATIAN : Percaya diri karena tidak berketombe akan lebih banyak wanita. Bersiaplah’

bahasa-iklans.jpg

Oh, come on, kata-kata mutiara nan membuai nuansa hati sang konsumen hingga terbuai kealam mimpi ini rasanya lebih pantas jadi bahan tertawaan, lantaran kesannya ‘wanita yang bakalan mendekat merasakan jauh lebih menarik memperhatikan rambut sang pria dibanding kelakuan dan aktifitasnya. Konyol tapi bener-bener menghanyutkan.

Terutama bagi mereka yang masih setia nge-jomblo lantaran ketombe rambut, sehingga yang namanya wanita jadi enggan dekat-dekat dengannya. Hihihi…