Share Your Happiness Moment With Warung Subak [and Get Your Food Free]

2

Category : tentang PLeSiran

Warung Subak merupakan sebuah restoran bernuansa etnik, berlokasi sangat strategis di ditengah-tengah sawah yang masih terjaga asri di wilayah Denpasar Utara dengan akses yang sangat cepat dari Pusat Pemerintahan Kota Denpasar maupun Badung. Berdiri sejak 6 Februari 2006, Warung Subak tentu sangat berharap dapat diterima dimata para penggemar kuliner di Bali. Tanpa melupakan adat Bali itu sendiri dan tentu saja konsep dan tujuan dari Dinas Pariwisata Bali dimana menjaring tamu Domestik maupun Mancanegara. Mereka juga mendukung program pemerintah seperti program keep Bali Green and Clean dan I Love Product of Indonesia untuk menjaga Indonesia umumnya dan Bali khususnya agar tetap bersih dan asri.

Restoran ini terdiri dari beberapa bangunan Gazebo baik lesehan maupun kursi dengan total kapasitas lebih dari 400 orang didukung juga dengan tempat parkir yang luas dan nyaman.Selain itu Warung Subak memiliki pula fasilitas Meeting Room lengkap dengan proyektor, screen, wifi, sound serta AC. Meeting Room ini memiliki kapasitas maksimal 80 orang belum termasuk pembicara dan host.

Salah satu servis yang disediakan oleh Warung Subak adalah GRAYH [GRill At Your House] merupakan sebuah paket unik yang pada awalnya diperuntukkan bagi Wedding Organizer dan dapat membuat acara wedding menjadi lebih bernuansa etnik. Belakangan kabarnya program ini kemudian dikembangkan secara umum tanpa batasan.

Di bulan September ini, Warung Subak sedang mengadakan promo Share Your Happiness Moment With Warung Subak [and Get Your Food Free]. Dimana promo diperuntukkan bagi Kawan yang memiliki akun FaceBook, Twitter, Instagram, Foursquare dan Path. Tujuannya untuk meng-upload foto-foto terbaik kalian di @warungsubak.

Bagi Kawan yang beruntung, Warung Subak menyediakan hadiah menarik loh,

Pertama : Paket Keluarga 40 orang
Kedua : Paket Keluarga 30 orang
Ketiga : Paket Keluarga 20 orang
5 Paket Dinner untuk berdua (Paket F dan Juice)
5 Voucher Makan Warung Subak senilai Rp. 200,000
Like Terbanyak Pertama Paket Keluarga 10 orang
Like Terbanyak Kedua Paket Keluarga 5 orang

Caranya ? Kawan tinggal datang ke Warung Subak dan abadikan momen terbaik kalian bersama Menu makanan Warung Subak. Lalu upload melalui jejaring sosial yang disebutkan diatas dan jangan lupa tag (akun FaceBook Warung Subak) atau mention akun Twitter @warungsubak, berikan pula hashtag #lovewarungsubak dan check in di Warung Subak (optional). Sebab kalo tidak, usaha ini tentu tidak akan dinilai dan tidak dianggap sah oleh Tim Warung Subak. Untuk lebih mendukung usaha tersebut, silahkan add dahulu akun FaceBook Warung Subak atau follow akun Twitter Warung Subak.

Syarat dan Ketentuan lainnya adalah :

  1. Aksi Kawan dapat dimulai dari tgl 17 September 2012 hingga 17 Oktober 2012 pada pukul 10.00 AM hingga 10.00 PM.
  2. Foto musti orisinil dan uploader harus ada dalam foto [uploader hanya boleh mengupload sebanyak 1 kali saja -foto dengan aksi yang sama-].
  3. Foto yang boleh diupload maximum 5 foto dalam 1 album dan tetap harus menggunakan menu makanan Warung Subak sebagai objek foto.
  4. Penilaian berdasarkan akumulasi dari ekspresi, ketepatan momen, tema [Birthday, couple, Gathering dll], dan jumlah like.
  5. Foto diambil tanpa mengganggu operasional staff dan pengunjung lain.
  6. Pengumuman Pemenang akan diumumkan tgl 23 Oktober 2012.
  7. Hadiah dapat diambil mulai tgl 25 Oktober 2012 hingga 25 Nopember 2012 di Warung Subak outlet Tuban dengan menyerahkan Username, tanda pengenal dan akan di test untuk login di Warung Subak. *Bagi yang belum tahu lokasi pasti Warung Subak outlet Tuban, silahkan hunting di link venue akun Foursquare Warung Subak outlet Tuban.
  8. Keputusan Panitia adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  9. Tim Panitia berhak mengubah syarat dan ketentuan bila dirasa perlu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. < -- jadi pantengin terus akun jejaring sosial Warung Subak yah
  10. Promo ini tidak berlaku untuk staff dan keluarga besar Warung Subak

Caranya gampang bukan ? Jadi, ayo… tunggu apa lagi ? buruan add dan follow jejaring sosial @warungsubak dan abadikan momen keren kalian di Warung Subak. Cheers…

Nikmatnya Ikan Bakar Pulau Serangan

10

Category : tentang PLeSiran

Di mata banyak orang, kalo lagi ngomongin soal ikan bakar di seputaran Kota Denpasar, hampir selalu mengingatkan pada ikan bakar Jimbaran. Lihat saja papan iklan jualan ikan bakar yang ada di seputaran sini, rata-rata menampilkan embel-embel ‘Khas Jimbaran’. Padahal, gag melulu loh ikan bakar yang enak itu bisa ditemui di pesisir pantai Jimbaran.

Coba meluncur sekitar 10 km kearah selatan dari Pusat Kota Denpasar (lihat peta). Cari dan tanyakan posisi Pulau Serangan yang ada di seberang Pelabuhan Benoa. Biarpun dari namanya masih terdapat kata ‘pulau’, namun sejatinya sudah tersedia jalan yang lebar dan nyaman untuk mengakses lokasi Pulau Serangan tersebut dengan kendaraan.

Pulau yang dahulunya hanya dapat diakses melalu sarana ‘Jukung’ atau perahu ini, merupakan pulau dimana berstananya Pura Sakenan yang piodalannya jatuh setiap umat Hindu merayakan hari suci Kuningan. Itu sebabnya ketika Reklamasi pantai yang dilakukan pada tahun 2000-an awal lalu, praktis membuat para pemilik Jukung gigit jari. Meski demikian, kabarnya masih ada loh pemedek (istilah umat yang tangkil dan bersembahyang di Pura) yang memilih untuk menggunakan sarana Jukung ketimbang kendaraan bermotor ke Pulau tersebut. Mengingatkan pada masa lalu katanya. :p Tapi Jujur saja, sedari kecil saya pribadi belum pernah tangkil ke Pura ini. :p Pertama kalinya saya menjejakkan kaki di Pulau ini tepatnya saat pagelaran Soundrenalin yang saat itu kalau tidak salah menampilkan Iwan Fals sebagai aksi penutup.

Kembali ke topik ikan bakar, terakhir berkunjung ternyata banyak perubahan situasi yang saya temui. Utamanya adalah, adanya tempat berjualan ikan bakar yang berjejer di sepanjang jalan utama, serupa dengan jualan ikan bakar di pesisir pantai Jimbaran dan Kedonganan. Bisa jadi idenya malah datang dari sana. Bedanya, dari konstruksi yang digunakan, tempat berjualan ini masih tergolong semi permanen dengan minimnya penataan tempat berjualan.  Sekilas malah terkesan jorok. Tapi semua itu dengan segera saya lupakan, mengingat pada nikmatnya ikan bakar yang pernah saya santap setahun lalu.

Dibandingkan ikan bakar khas Jimbaran, dari segi harga tentu disini jauh lebih murah. Kalo tidak salah saya ingat, untuk satu porsi makanan di seputaran Jimbaran dan Kedonganan berkisar antara 100 hingga 200 ribuan, dengan menu beragam. Di Pulau Serangan, harganya bergerak kisaran 25 sampai 50 ribuan per porsi. Itupun tergantung dari pintar-pintarnya kita menawar pada si penjual.

Tempat yang kami pilih bernama ‘Warung Ikan Bakar Pasir Putih’. Kalo tidak salah warung ini berada di urutan ke-7 dari kiri. Setelah tawar menawar, kami memesan 4 ekor ikan untuk dibakar dengan ukuran sedang. Kami beranggapan, Seekornya sudah cukup puas untuk dinikmati satu orang. Namun jaga-jaga, satu ekor yang kami pilih terakhir, jenis dan ukurannya berbeda dengan tiga ekor lainnya. Sambil menunggu pesanan siap, kami memilih untuk berkeliling pulau Serangan, menyusuri jalan kecil dengan kendaraan hingga melewati Turtle Island, tempat pembiakan si kura-kura.

Lagi-lagi dibandingkan dengan ikan bakar ‘khas Jimbaran, dari segi penampilan sajian ya jangan disamakan lah. Dimaklumi saja. Hehehe…  Ikan yang telah usai dibakar ditempatkan diatas ingka (ulatan bambu berbentuk piring) dan dialasi kertas cokelat. Sambal yang disertakan ada dua jenis, Sambal matah dan Sambal Terasi. Pembeli bisa memesannya salah satu saja jika tak suka yang lainnya.

Tanpa dikomando, kami menyantap empat ekor ikan yang tampak pasrah terlentang nikmat dihadapan. Daging ikan yang masih panas menambah selera hingga meninggalkan begitu saja, buliran nasi dan pada akhirnya tersisa cukup banyak. Demi nikmatnya ikan bakar, saya jadi ingat ‘pembantaian’ yang dilakukan saat bersantap malam terakhir Pendidikan LPSE di Jakarta pertengahan tahun kemarin dengan menu Kepiting.

Setelah membayar dengan selembar uang merah ditambah selembar uang ungu bergambar Sultan M.badaruddin, kami meninggalkan Pulau Serangan dengan sedikit janji pada pemilik warung, bahwa kelak kami akan kembali lagi. Lumayan murah jika dibandingkan dengan ikan bakar khas Jimbaran, meski sedikit mahal dibandingkan jatah makan kami biasanya. Tapi karena ini hari raya, tak apalah…