Pilih-Pilih Ponsel Android High-End Premium (5 juta-an ke-Atas)

Category : tentang KHayaLan

Kategori teratas dari Pilihan Ponsel Android dengan kisaran harga 5 juta keatas, saya punya pilihan level High-End alias Premium yang biasanya juga merupakan ponsel Flagship dari masing-masing brand. Best of the Best of the Best-nya.

Untuk spesifikasinya, ya gag usah ditanya lagi deh. Rata-rata sudah menggunakaan prosesor Quad bahkan Octa Core atau Delapan Inti, RAM 3 GB yang terbesar sejauh ini, Internal Memory ada pada besaran maksimal 32 GB, dan resolusi Kamera yang mumpuni. Ditambah beragam kemampuan tambahan yang menjadi jualan dan andalan bagi calon pembelinya.

Saingan semua alternatif di level High-End ini cuma satu. IPhone. Mengingat secara kisaran harga, hanya ponsel berbasis iOS ini saja yang ditawarkan di pasar Indonesia dengan kisaran harga tersebut. Jadi, pilihan boleh jadi makin lebar. Sedang Lumia series dari Nokia, boleh saja dikesampingkan dahulu mengingat masih banyak fitur didalamnya yang dibatasi untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Entah nanti kalau versi Windows Phone-nya mencapai versi 10 yah.

Oke, apa saja pilihannya ? Yuk kita lirik…

Sony menyajikan seri Xperia Z2, yang meskipun sudah merilis penggantinya yang baru yaitu Z3, namun secara spesifikasi yang tidak meningkat terlalu jauh rasanya Z2 masih jadi Best Price untuk ponsel besutan Jepang ini. Spesifikasinya tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 yang diperkenalkan pada kuartal ketiga tahun 2013 lalu. Sama halnya dengan Sony, seri pembaharuan Note 4 sebetulnya sudah hadir saat ini, namun dengan harga yang nyaris menyamai sepeda motor, rasanya sih Note 3 masih pantas untuk dipilih. Apalagi secara rupa dan spesifikasi tidak terlalu jauh signifikan perbedaannya.

HTC menyajikan seri One M8 yang diperkenalkan setahun lalu dengan spesifikasi standar diatas dengan sedikit pertimbangan minus yaitu terkait kapasitas batere yang hanya 2600 mAh saja. Memiliki Dual Camera depan Ultra Pixel dan 5 MP kamera depan untuk menyalurkan hobi Selfie bagi para loyalis sejatinya. Satu lagi pertimbangan yang mungkin agak berat dijadikan rekomendasi yaitu soal harga yang lebih tinggi lagi dari Samsung Galaxy Note 4. Fiuuuh…

LG menyajikan seri G3 versi 4G LTE, satu-satunya pilihan dijalur frekuensi terbaru. Ada sih pilihan lainnya yang lebih unik seperti seri G Flex yang punya layar melengkung, namun secara spesifikasi tampaknya G3 4G ini memiliki pilihan yang jauh lebih baik.

Lenovo menyajikan seri Vibe Z2 Pro dengan spesifikasi serupa standar diatas namun dengan kapasitas batere setara TabletPC, 4000 mAh.

Oppo menyajikan seri Find 7 dengan spesifikasi sesuai standar diatas. Namun jangan salah dengan namanya, layar yang dijual bukanlah 7″ namun hanya 5,5″ saja. He…

Untuk brand lainnya, terpantau tidak merilis ponsel Android di kisaran harga ini. Resiko besar mungkin anggapan mereka.

Dari beberapa alternatif yang disampaikan diatas, barangkali hanya LG G3 4G saja yang menarik untuk dipinang mengingat secara frekuensi jaringan yang dimiliki sepertinya kelak akan menjadi standar menarik bagi pengguna Android yang menginginkan akses Internet kecepatan tinggi guna mendukung kinerja dan produktifitas mereka. Namun bukan tidak mungkin, beberapa nama besar macam Samsung atau Sony sedang menyiapkan ponsel andalan mereka di jaringan yang sama untuk berkompetisi lebih jauh lagi.
Kalian siap ?

Pilih-Pilih Ponsel Android Level Menengah (3,5 hingga 5 juta-an)

Category : tentang KHayaLan

Masuk dalam kategori Level Menengah, Tips memilih ponsel Android dengan rentang harga di kisaran 3,5 hingga 5 juta-an rupiah, memiliki alternatif jauh lebih kompetitif, baik spek maupun keunggulan yang ditawarkan. Beberapa diantaranya malah merupakan ponsel Flagship yang setahun lalu ditawarkan dengan harga fenomenal.

Spesifikasi yang umum pada kategori ini biasanya memiliki besaran RAM 2 GB, prosesor Quad Core, 16 GB Internal Storage dan layar lebar. Apa saja pilihannya ? Yuk kita tengok…

Sony menyajikan seri Xperia Z Ultra yang diperkenalkan bulan September 2013 lalu, salah satu ponsel Flagship yang memiliki spek sebagaimana diatas plus layar 6,4″. Lebih mirip TabletPC Android sebetulnya.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 Neo N7500 yang memiliki spesifikasi menengah yaitu RAM 2 GB, prosesor Enam inti dan pengurangan lebar layar dari sang kakak, hanya sekitaran 5,25″ saja.

HTC menyajikan seri Desire 816 dengan spesifikasi dibawah rata-rata diatas, yaitu RAM 1,5 GB, 8 GB Internal Memory, layar 5,5″ dan prosesor Quad Core 1,6 GHz. Perkiraan saya sih seri 816 bakalan jadi spek terendah yang ada dalam kategori ini.

LG menyajikan seri G2 yang juga merupakan salah satu ponsel Flagship di akhir tahun 2013 lalu. Dengan spesifikasi RAM 2 GB, 16 GB Internal Memory, prosesor 2,2 GHz, layar 5,2″ dan daya batere 3000 mAh. Kalau tidak salah sih ya, dalam seri ini diperkenalkan juga teknologi ketuk layar untuk mengaktifkan ponsel.

Oppo menyajikan seri N1 Mini yang dikenal dengan teknologi kamera putarnya yang mampu memfungsikannya sebagai dua kamera, depan dan belakang untuk mendukung kebutuhan Selfie pengguna. Spesifikasinya masih setara diatas namun dengan kapasitas batere yang cukup terbatas. Meski bukan ponsel pertama yang mengadopsi teknologi kamera putar (dulu ada ponsel Samsung yang punya fitur serupa), namun untuk saat ini N1 merupakan satu-satunya ponsel Android papan menengah yang mengadopsi teknologi ini.

Asus menyajikan seri Padfone S dengan spesifikasi serupa diatas, namun dengan besaran Internal Storage yang menggoda iman, 32 GB. Lumayan lega untuk menyimpan banyak video didalamnya.

Huawei menyajikan seri Ascend P7 dengan spesifikasi yang pula tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

dan untuk brand Lenovo, Acer juga Xiaomi kalau tidak salah belum mempunyai pilihan pada rentang harga ini.

Untuk pilihan terbaik ada dua alternatif yang bisa dipertimbangkan, pertama Sony Xperia Z Ultra dengan layar lebarnya demi kenyamanan beraktifitas dan menonton video, dan Samsung Galaxy Note 3 Neo dengan teknologi Stylus tambahan built in untuk membantu aktifitas kerja bagi pekerja yang produktif.

Secara brand, keduanya punya jaminan mutu tentu saja.

Pilih-Pilih Ponsel Android Standar Minimal (2 hingga 3,5 juta-an)

2

Category : tentang KHayaLan

Pada kategori pertama ini, saya akan pilihkan beberapa Rekomendasi dari berbagai merek ponsel yang ada, namun lebih mengerucut pada pemain branded. Seperti Samsung, Sony, LG, HTC, Lenovo, Oppo, Asus, Acer dan Huawei. Apa saja itu ? Yuk kita mulai.

Untuk ponsel Android pada rentang harga 2 hingga 3,5 juta-an dengan kategori Standar Minimal RAM 1 GB adalah sebagai berikut :

Samsung menyajikan seri Galaxy Grand II dengan spesifikasi RAM 1,5 GB, prosesor Quad Core 1,3 GHz layar 5,2″ dan kapasitas batere 3000 mAh.

Sony menyajikan seri Xperia T2 Ultra Dual dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Quad Core 1,4 GHz layar 6″ dan kapasitas batere 3000 mAh.

HTC menyajikan seri Desire 616 dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Octa Core 1,4 dan layar 5″. Sayangnya hanya 2, yaitu Internal Storage tergolong Mini alias 4 GB, sangat riskan meski terdapat eksternal memory dan batere masih menggunakan kapasitas 2000 mAh.

LG menyajikan seri G3 Stylus dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Quad Core 1,3 GHz, layar 5,5″ dan kapasitas batere 3000 mAh. Nilai plusnya ada pada bonus stylus yang diberikan, namun jenis dan fungsinya tidak sama dengan Stylus yang ada pada seri Note-nya Samsung ataupun HTC terdahulu. Pun demikian dengan penempatan stylus yang tidak built in pada ponsel.

Lenovo menyajikan seri Vibe X2 dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Quad Core 2,0 GHz, Internal Storage lumayan menggoda 32 GB dan masih pula bisa ditambahkan dengan eksternal memory, layar 5 inchi namun daya batere yang masih standar, 2300 mAh.

Asus menyajikan seri Zenfone 6 dengan RAM 2 GB, layar lebar 6″ dan Internal Storage yang lega 16 GB plus kapasitas batere 3300 mAh, yang sayangnya secara prosesor masih menggunakan Dual Core 1,6 GHz.

Acer menyajikan seri Liquid E700 dengan RAM 2 GB, Internal Memory 16 GB dan prosesor Quad Core 1,2 GHz, Layar 5″ dan batere 3000 mAh.

Huawei menyajikan seri Honor 3X dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Quad Core 1,7 GHz, layar 5,5″ dan batere 3200 mAh.

Oppo sendiri kalo tidak salah gag ada melepas seri di kisaran ini, namun diluar semua brand tadi ada satu alternatif ponsel Android lagi yang belakangan lagi Booming. Yaitu…

Xiaomi Redmi Note dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Octa Core 1,7 GHz, layar 5,5″ dan batere 3200 mAh. Menggiurkan bukan ?

Nah, dari beberapa alternatif ponsel Android diatas dengan rentang harga 2 hingga 3,5 juta-an rupiah, kategori Standar Minimal penggunaan, yang paling menarik dilirik tentu saja Xiaomi Redmi Note yang katanya lagi sih, patut disandingkan dengan ponsel mumpuni bernama iPhone. Namun yang kemudian menjadi pertanyaan selanjutnya adalah soal Layanan Purna Jualnya.

Jika kalian yakin dengan kualitas dan layanannya, kenapa musti ragu ?

Mengintip Ponsel Android kelas Menengah untuk Pemula

Category : tentang TeKnoLoGi

Sesuai Prediksi beberapa pengamat Teknologi Komunikasi, dua tahun terakhir merupakan Tahun milik Android, sebuah sistem operasi bagi perangkat mobile selular besutan Google yang mengambil codename berupa kombinasi urutan Abjad dan nama jajanan. Tak kurang terdapat versi Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich dan terakhir Jelly Bean. Kehadiran mereka bak gempuran ponsel lokal di Indonesia beberapa tahun lalu yang hadir dari berbagai vendor, beragam teknologi built in dan juga variasi harga. Android tampaknya sedang menarik hati sebagian besar konsumen yang mulai mengalami kebosanan dengan perangkat Blackberry namun masih belum mampu menjangkau keberadaan iPhone.

Bagi seorang Pemula ataupun yang barangkali ingin menjajal kemampuan Android, kami menyarankan untuk menyasar pangsa pasar kelas menengah yang hadir dalam kisaran harga tawar 2 sampai dengan 3 juta. Mengapa demikian, karena di kelas inilah tingkat kepuasan minimal akan dapat diraih mengingat beberapa Teknologi seakan sudah distandarkan untuk pemanfaatan perangkat secara optimal. Tidak terlalu mahal dan apa yang didapatkan kami yakin tak akan mengecewakan calon Pengguna.

Berbeda dengan dua kelas lainnya, bawah dan atas, di kelas Menengah ini hanya ada beberapa ponsel Android saja yang dapat diintip sebagai Pilihan untuk merasakan pengalaman baru atau menjajal kemajuan teknologi yang dikembangkan secara khusus oleh Google. Adapun ‘standar yang kami sebutkan sebelumnya adalah soal penggunaan OS Android yang minimal sudah mengadopsi versi 2.3 Gingerbread (sudah mampu melakukan fungsi Tethering) , pemanfaatan Prosesor 1 GHz, besaran Memory RAM 512 MB dan layar sentuh 3,5”. Berikut diantaranya.

Dari Sony Ericsson, Rekan bisa mengintip beberapa seri seperti Xperia Mini pro yang sudah disematkan papan ketik qwerty slider, Xperia Active yang dikenal dengan ketahanan terhadap benturan, debu dan air, Xperia Neo dan Neo V dengan layar lebarnya, Xperia Ray dengan kamera 8 MP dan Live Walkman yang menjadikan kemampuan memutar Musik sebagai jualan utamanya. Selain standar yang diberlakukan diatas, ada juga resolusi layar yang rata-rata sudah menyajikan besaran 480×854 pixel demi tampilan yang padat dan tajam bagi mata penggunanya. Sayangnya untuk OS, semua yang disebutkan diatas masih menggunakan versi 2.3 GingerBread. Sedang bagi yang menginginkan OS terkini 4.0.3 Ice Cream Sandwich, bisa melirik seri XPeria U yang sudah mengadopsi Dual Core 1 GHz dengan memory internal 4 GB tanpa tambahan slot memory card. Seri terakhir merupakan perangkat yang dirilis tanpa menggunakan lagi embel embel Ericsson.

Dibandingkan vendor Sony Ericsson, Samsung menyajikan tiga perangkat yang dapat dijadikan sebagai pilihan utama di rentang harga ini. Samsung Galaxy W dengan prosesor satu inti ARM v7 1,4 GHz plus Memory Internal sebesar 1,7 GB, Samsung Galaxy Ace Plus dengan besaran 1 GHz dan terakhir diLaunching adalah Samsung Galaxy Ace 2 dengan prosesor dua inti 1 GHz. Tidak seperti Sony, Samsung masih setia bercokol di OS versi 2.3 GingerBread untuk rentang harga ini.

Setara dengan Samsung, perangkat yang dirilis oleh nama besar Huawei lewat seri U8860 Honor menyajikan spesifikasi yang sedikit lebih baik dihadirkan di kelas Menengah untuk bersaing dengan dua vendor global tersebut. Katakan saja besaran memory yang sudah 2 GB dan pasokan daya Lithium Polymer 1930 mAh. Bandingkan saja dengan ponsel dua vendor diatas yang masih menggunakan daya 1500 mAh. Tidak heran apabila dalam iklan yang ditampilkan oleh Huawei di beberapa media cetak, mengklaim bahwa perangkat ini mampu digunakan untuk menikmati delapan film secara nonstop dengan durasi masing-masing sekitar dua jam. Lumayan lama untuk kelas ponsel Android.

Dari LG, hadir seri L7. Perangkat berbasis Dual Core 1 GHz ini sudah mengadopsi OS terkini 4.0 Ice Cream Sandwich plus layar lebar 4 inchi. satu penawaran menarik bukan ?

Tak lupa ada HTC yang merilis One V, perangkat One Series yang memang menyasar Droiders kelas menengah. Mengandalkan prosesor single core 1 GHz dan 512 MB RAM, tampaknya sudah cukup menjanjikan. ditambah lagi OS terkini 4.0.3 Ice Cream Sandwich plus kemampuan Beats Audio yang kini telah menjadi bagian dari HTC mengingat diakuisisinya perusahaan pengembang hardware audio tersebut. Jika belum jua puas, One V siap memberikan pengalaman baru lewat dual shoot lens, dimana pengguna dapat melakukan perekaman video sembari mengambil gambar secara bersamaan. sudah begitu, lensa kamera 5 MP ditambah Led Flashnya, siap melakukan Continuous Shoot hingga 20 frame dalam sekali jepret. sangat mengasyikkan tentu saja.

Diluar pilihan diatas, memang masih ada beberapa perangkat lain yang dapat ditawarkan sebagai alternatif ponsel Android di kelas Menengah. Sayangnya dibandingkan saran kami tadi, pilihan yang ada masih menggunakan besaran prosesor dibawah 1 GHz dan Memory RAM dibawah 512 MB. Jadi ketimbang nantinya bakalan mengecewakan Pengguna untuk akselerasi dan pemanfaatan perangkat yang kurang optimal, lebih baik pertimbangkan saja pilihan kami. Bagaimana ?

Bye Bye My StarOne Unlimited

28

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya diceraikan juga. Setelah hampir tiga tahun saya menggunakannya, koneksi internet StarOne Unlimited, saya putuskan untuk dihentikan pertengahan bulan lalu. Terhitung bulan Juni tahun 2008 saya mencoba paket penjualan modem Speed Up yang bekerja sama dengan StarOne Indosat, menawarkan koneksi internet cuma Rp. 25 per menit pemakaiannya. Dengan Standar biaya Rp. 100.000, saya berhak mendapatkan 66 jam pemakaian. Sangat memuaskan tentunya.

Sayangnya, promo tersebut hanya berlaku untuk tiga bulan pertama saja. Selanjutnya, tarif berlaku normal sebesar Rp. 75 per menit pakainya. Bersyukur, pihak Indosat memberikan tawaran yang cukup menarik saat itu. Dengan biaya sebesar Rp. 108.000 (sudah termasuk PPn), saya mendapatkan jatah sebesar 1 GB Data dengan kelebihan dihitung sebesar Rp.300 per MB data.

Di awal penggunaan, jatah sebesar itu mampu saya kelola dengan baik selama sebulannya. Baru terasa mencekik ketika aktifitas saya mulai meningkat terkait penyelesaian Thesis yang memang mutlak membutuhkan koneksi Internet. Biaya bulanan melonjak hingga dua kali lipatnya. Lagi-lagi bersyukur, karena pihak Indosat menawarkan paket Unlimited data dengan biaya Cuma Rp. 125.000 sebulannya. Informasi ini secara kebetulan saya dapatkan dari seorang kawan Blogger asal Cirebon, Pak Dokter Basuki Pramana yang telah terlebih dahulu meng-Apply paket tersebut.

Maka terhitung pada bulan Juli 2009, saya resmi menggunakan paket Unlimited ini dan benar-benar terpuaskan. Meskipun yang namanya kecepatan tidak secepat Speedy atau Telkomsel Flash yang lagi booming saat itu, namun kestabilan koneksinyalah yang membuat saya begitu jatuh cinta. Tidak heran, pemakaian data yang saya habiskan setiap bulannya meningkat secara teratur. Kalau tidak salah data yang saya gunakan sempat mencapai 9,5 GB setara dengan 270-an jam pemakaian. Saya sempat deg-degan juga saat pembayaran, tapi ternyata tarifnya berlaku tetap.

Adalah unit baru LPSE yang kini sedang dikembangkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, tempat dimana saya bekerja, memberikan fasilitas modem plus koneksi internet IM2 selama setahun, mengakibatkan saya menempuh jalan ‘perceraian’ ini. Meskipun pada awalnya, saya bersikukuh untuk tetap menggunakan modem Speed Up plus koneksi StarOne Unlimited yang rencananya kelak saya hibahkan pada Istri, namun kemudian muncul dua pertimbangan baru yang membatalkan niat saya tersebut.

Koneksi StarOne Unlimited ternyata gak se-stabil yang saya dapatkan sebelumnya, ketika digunakan di ruangan lokasi kerja Istri yang kebetulan berada di lantai 2 dari 3 lantai. Padahal ketika saya gunakan baik dirumah ataupun ruangan tempat saya bekerja (lantai 3), koneksi selalu stabil dan memuaskan. Pertimbangan kedua adalah, terjadinya Konflik internal pada kedua laptop yang saya gunakan, antara modem cdma Speed Up dengan modem gsm Huawei E1550 IM2. Akibatnya, selang beberapa hari percobaan, modem gsm dengan koneksi IM2 tidak dapat digunakan dengan baik lantaran kalah bertarung dengan modem lama. Kedua laptop pada akhirnya saya instalasi ulang berbarengan.

Ketimbang merepotkan, sayapun memutuskan kontrak dengan StarOne Unlimited plus Modem cdma Speed Up dan dengan segera menggantinya dengan modem gsm bertipe sama untuk menghindari terjadinya Konflik. Modem baru berwarna putih ini sama plek dengan modem gsm yang diselipkan koneksi internet IM2 Unlimited. Hanya saja, untuk mengisi koneksi pada modem si putih, saya mencoba memilih paket Unlimited milik XL yang Cuma sebesar Rp. 99.000 sebulannya. Meski sepengetahuan saya, yang namanya Unlimited pada kedua operator gsm ini, bukanlah Unlimited seperti halnya StarOne yang berkecepatan tetap.

Baik IM2 maupun XL sama-sama menawarkan paket 3G mereka yang dikenal dengan kecepatan akses data yang tinggi. Namun ketika jatah yang digunakan mencapai Kuota, secara otomatis kecepatan 3G tersebut akan turun secara drastis ke 64 kbps. Jauh lebih rendah ketimbang StarOne yang berani tetap stabil di kecepatan 153 kbps. Itu sebabnya ketika Kuota IM2 habis dan kecepatan mulai terasa menjengkelkan, sayapun berpindah ke XL untuk sementara waktu sembari menanti habis bulan. Yah, mau bagaimana lagi ?

HP ProBook 4320s, Huawei HSDPA dan IM2 Unlimited

Category : tentang TeKnoLoGi

“berkhayallah setinggi yang kau mampu, kemudian berusahalah untuk mencapainya… jikapun tak mampu kau raih, Tuhan pasti kan memberikan jalan…”

Saya percaya itu.

Adalah LPSE, Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Badung memberikan beberapa fasilitas penting yang tujuannya untuk menjamin tim yang bernaung dibawahnya, tetap terkoneksi dengan dunia maya, untuk dapat menjalan tugas sepenuhnya. Fasilitas tersebut antara lain sebuah NoteBook premium HP ProBook 4320s, Modem Huawei HSDPA dan IM2 Unlimited. Dibandingkan dengan sebuah perangkat mobile bernama BLackBerry ditambah biaya bulanannya, sebenarnya fasilitas tersebut jauh lebih mahal. Namun lantaran kalah di Image, niatan untuk memberikan fasilitas sebauh perangkat BLackBerry pada setiap personal dalam tim, langsung diurungkan.

Dibandingkan dengan perangkat pribadi yang saya miliki, setelah dijajal tentu saja hasilnya terpaut jauh. Sebuah perangkat Compaq CQ40 ditambah modem Speed Up tahun 2007 dan kartu pasca bayar StarOne Unlimited dengan biaya bulanan 50ribuan sebulan, tentu saja bukan lawan sebanding dengan fasilitas diatas baik secara offline maupun online.

Pengujian secara Offline dengan menggunakan games Need For Speed Undercover, hasilnya sudah jelas terlihat. Untuk sebuah perangkat Compaq, saya masih sempat untuk melakukan beberapa aktifitas kecil sembari menunggu perpindahan menu, ke balapan yang diinginkan. Apalagi kalau balapan tersebut merupakan satu ‘skenario’ yang mendukung jalannya cerita. Tidak demikian halnya dengan perangkat ProBook yang tidak memberiak jeda terlalu lama. Bisa dikatakan, mood saya untuk melakukan balapan jadi selalu terjaga. Hehehe…

Begitu pula dengan Uji secara Online. Untuk sebuah perangkat modem Speed Up ditambah Koneksi StarOne Unlimited, kecepatan maksimum yang diijinkan hanyalah setinggi 153kbps, itupun rata-rata kemampuan pengunduhan file, aplikasi ataupun video porno ups… paling besar sekitar 20kbps. Itupun jarang-jarang bisa didapatkan. Rata-rata sekitar 10 kbps sudah untung. Namun untuk pemakaian terakhir, tercatat sekitar 9 GB data atau setara dengan 383,5 jam untuk satu bulannya. Untuk bisa mencapai jumlah ini, koneksi kerap saya tinggalkan ketika melakukan aktifitas download, karena untuk mendapatkan satu buah video berkualitas HD High Definition atau HQ High Quality, biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) jam.

Bagaimana dengan IM2 Unlimited ?

Berdasarkan pengujian pada koneksi IM2 Unlimited ditambah Modem Huawei HSDPA, kecepatan koneksi yang saya dapatkan maksimum sekitar 2,7 Mbps. Berapa kali lipat ya ? Sudah begitu, rata-rata kemampuan pengunduhan filenya sekitar 700kbps. Ups… dalam hitungan tak sampai satu jam, saya pribadi ternyata bisa mendapatkan data sejumlah 1,89 GB. Adapun yang saya ambil dalam kurun waktu tersebut adalah tiga buah aplikasi Emulator dari sistem operasi ponsel milik Nokia, Symbian untuk N97 (500an MB), Symbian 5th Edition (600an MB) dan Symbian^3 (700an MB). Dalam waktu tak kurang dari satu jam.

Jujur saja, koneksi Unlimited kecepatan tinggi, memang menjadi khayalan saya awal tahun lalu. Apalagi ketika iseng mencoba beberapa Emulator/Simulator sistem operasi ponsel dari Symbian, BLackBerry, Android hingga Windows Mobile yang rata-rata installernya minimal berukuran 200MB. Maksud hati ingin menjajal yang lain, apa daya StarOne membutuhkan waktu 5 jam pengunduhan. Itupun tidak dijamin keberhasilannya.

Sudah sepatutnyalah saya bersyukur atas semua fasilitas yang diberikan untuk menunjang kinerja dan aktifitas yang sudah seharusnya menjadi wewenang dan tanggung jawab kami sebagai anggota tim LPSE. Jika semua fasilitas sudah disediakan dan ditanggung, bukankah tidak ada alasan lagi untuk ‘tidak bisa bekerja’ bukan ?