Tips #Ngandroid Seputar Brand HTC

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Barusan sempat mengantar ipar yang akhirnya memilih #Android HTC Sensation XE ketimbang BlackBerry Apollo sebagai ponsel pilihannya
  • Sekedar informasi bhw HTC Sensation XE merupakan salah satu #Android varian dari Sensation Series yang mengusung prosesor dual core 1,5 GHz
  • HTC Sensation XE yang kami dapatkan tadi rupanya masih dibundling dengan Headset bersuara mantap milik Beats hasil kembangan dr.dre
  • Kabarnya untuk Sensation XE yang diproduksi Mei, gag lagi dibundling dengan Headset Beats untuk menekan harga jual ke konsumen
  • Sekedar informasi lagi bahwa Beats telah resmi diakuisisi oleh HTC demi mendapatkan konsep headset yang berkualitas
  • Secara spesifikasi ternyata HTC Sensation XE boleh juga tuh, layar 4,3″, Procie dual core 1,5 GHz, 768 MB RAM dan 4 GB internal Storage
  • @nilamsarri HTC tuh produk Taiwan, tapi jangan ragukan soal kualitasnya… Ini bukan brand lokal loh
  • Bagi yang belum kenal siapa itu HTC, wajar saja sih menduga”ini brand lokal atau china, padahal kalo digali lebih jauh, dijamin kagum 🙂
  • HTC itu brand/vendor asal Taiwan. Merupakan pemain lama di dunia telekomunikasi…
  • Apakah ada yg mengenal nama O2, T Mobile, iPaq, atau Orange? Mereka ini merupakan brand ternama yg dulu merilis PDA berbasis Windows Mobile
  • Masa”jaya perangkat ini berkisar Tahun 2003/2007, bahkan nama Sony Ericsson pun pernah merilis perangkat sejenis di awal rilis Xperia series
  • Nah, ceritanya pada masa itu, satu”nya vendor yang dipercaya untuk memproduksi Handhelds PDA adalah HTC
  • Sedang beberapa nama”yg disebutkan tadi adalah nama Operator luar yg bekerja sama dengan pihak HTC untuk merilis PDA berbasis Windows Mobile
  • HTC sendiri baru merasa pede merilis Handhelds dengan menggunakan nama sendiri di tahun 2006/2007
  • Itu sebabnya ketika masa”jaya Windows Mobile, banyak perangkat yang memiliki desain dan rupa yang sama namun diusung oleh vendor yg berbeda
  • Uniknya,meski nama pasaran PDA waktu itu bergantung pd operator/vendor yg berkontrak dgn HTC, trnyata smua memiliki Codename tertentu dr HTC
  • Sebagai contoh, codename HTC Universal dikemas dalam tiga merek yang berbeda, O2 XDA EXECUTIVE , DOPOD 900 dan T-MOBILE PRO
  • Trus ada saja produk HTC Blue Angel yang dikenal sebagian masyarakat Indonesia sebagai O2 XDA IIs dan AUDIOVOX 6600 CDMA
  • Sony Ericsson Xperia X1 yg berbasiskan Windows Mobile 6.1 memiliki codename HTC Kovsky
  • dan di lini #Android ada Google Nexus One yang fenomenal memiliki codename HTC Passion
  • Nama HTC baru mulai berkibar kencang saat merilis ponsel berbasis Windows Phone dan akhirnya #Android
  • HTC bisa dikatakan merupakan perangkat yg berkelas dan dikenal memiliki harga jual yang mahal, tapi itu sepadan dengan spec yang ditawarkan
  • Untuk HTC Sensation XE tadi dapetnya di angka 5,2 jt, nilai yang sama dengan Tablet Samsung GalTab 7+ paket promo
  • Sudah dijawab ya 🙂 RT @shaadillah itu tp buatan cina kan min? Masi ragu #HTC
  • @shaadillah tarung Samsung vs HTC di Indonesia, dimenangkan oleh Samsung, karena mampu masuk pasar #Android murah
  • Harga Jual, paling murah itu kisaran 2,2 juta kalo gag salah utk #Android prosesor 600 MHz RT
  • @shaadillah kelemahan yg fatal apa min? #HTC
  • Kabarnya sih HTC Sensation series ini bakalan dapet Upgrade OS #Android ke versi 4.0 ICS, tapi tadi tak liat sih masih pake 2.3 Roti Jahe
  • Kalo soal dimensi layar masih kurang lebar, silahkan hunting HTC Sensation XL, #Android 4,7″ dengan spec yang sama
  • Bagi yang tergolong Die Hard #Android HTC, mending nungguin One Series yang sudah mengusung OS 4.0 ICS dan prosesor dual core
  • Ah iya, kemaren dulu sempat punya pengalaman gag enak dengan HTC, kebetulan kantor kami mengadakan 6 biji TabletPC Android 7″
  • Yang datang itu HTC Flyer dengan spec paling tinggi saat itu. Saya salah satu yang dapat jatah Tablet lantaran memang dibutuhkan saat mobile
  • Sayangnya satu bulan pertama pemakaian, HTC Flyer yang saya gunakan mati total, pasca transfer data dari tablet ke Notebook
  • Setelah dikirim ke Jekardah 3 mingguan, Flyer dah normal kembali. Sayangnya, bulan ketiga mati total kembali terjadi, entah kenapa bs begitu
  • Uniknya tablet tsb baru bisa nyala setelah saya diamkan dari sore sampai esok paginya. Gag ada ngeCharge atau tindakan lainnya
  • Hal ini sempat dilaporkan lewat halaman FB milik HTC yang tempo hari lagi gencar”nya promo HTC One series
  • Akhirnya ketimbang bermasalah lagi, tu Tablet tak kembalikan ke kantor yang kemudian dipindahtangan ke rekan lain *fiuh
  • Tapi secara spec dan fitur, HTC Flyer harus diakui jauh lebih baik ketimbang Samsung GalTab 7 versi awal, banyak pengalaman baru yg didapat
  • Termasuk salah satunya fitur Pen Stylus milik HTC yang kini diadopsi pula oleh Samsung lewat Galaxy Note 5″ dan Galaxy Note #2 10.1″
  • Dibalik ‘HTC One Road to Bali the Final’

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Semua berawal dari akun Twitter. Tepatnya saat akun Liburan Yogya menanyakan contact person komunitas Android Bali kepada admin Bale Bengong yang merekomendasikan akun saya sebagai salah satu yang bisa dihubungi.

    Adalah Bapak Arya Dhiratara, perwakilan dari PT Sistech Kharisma yang kemudian menindaklanjuti hubungan lewat kontak telepon sekaligus menjelaskan maksud rencana gelaran HTC One Road to Bali sesi the Final, dalam kaitan promo perangkat HTC One X yang selama ini saya ketahui dari akun FaceBook HTC Indonesia. Dalam kontak tersebut, sayapun diminta untuk mencari lima Kawan dari komunitas Android Bali untuk ikut serta dalam gelaran tersebut.

    Setelah menimbang-nimbang dengan admin BaliDroid Community, Aryaputra Pande yang selama ini hanya sempat kontak lewat dunia maya, pada akhirnya diputuskan untuk menawarkan kesempatan ini pada empat kawan lainnya, mengingat admin satu ini belum bisa memastikan kesanggupannya.

    Lewat dua posting khusus, didapatlah nama-nama Kawan Droid dari Kadek Suantara aka Chymenk, Rahaji, Gus Tulank dan Didi Suprapta. Sayangnya saat tanggal gelaran telah diberitahukan, beberapa nama yang berhasil dihimpun tersebut secara mendadak memilih mengundurkan diri lantaran berbagai alasan. Untuk menggantikan nama Gus Tulank, rupanya admin Aryaputra bersedia menggantikannya. Nama Didi Suprapta kemudian diganti oleh mas Arieef Abi yang menyatakan baru bisa mengikuti gelaran pasca jam kerja. Sedang Rahaji yang menyatakan pengunduran dirinya satu jam sebelum kegiatan, sempat membuat saya kebingungan mencari penggantinya.

    Adapun Rai Rahmayuda yang sempat dihubungi menyatakan tidak bisa ikut serta lantaran hajatan pernikahan sepupunya. Dan Made Dedi yang menjadi pilihan terakhir mengingat lokasi kerja yang bersangkutan ada di dekat gelaran, berusaha dihubungi lewat akun whatsapp dan sms serta menyatakan kesediaannya. Oke, jumlah peserta pun telah komplit. Maka berangkatlah saya menuju lokasi gelaran dengan memberi spare waktu satu jam untuk perjalanan.

    Macet. Padat merayap. merupakan satu kondisi yang tidak mampu saya perkirakan sebelumnya. Jalan Imam Bonjol yang saya lalui sedari perempatan Teuku Umar hingga Nakula bisa dikatakan tak memberi ruang jalan yang berarti bagi para pengemudi kendaraan roda empat. Bersyukur keputusan untuk mengendarai Scorpio Merah mampu membelah jalanan dengan cepat hingga saya hanya mengalami telat sepuluh menit dari Rencana awal.

    Berkenalan dengan HTC One X. Saat berkesempatan untuk memegang secara langsung jujur saja tidak ada sentuhan surprise yang dirasakan mengingat secara kebetulan tampilan ini memang sudah pernah dialami sebelumnya. Tepatnya ketika meReview HTC Sensation XE beberapa waktu lalu. Namun untuk tingkat kecerahan layar yang bagi saya hampir menyamai Retina Display-nya New iPad, tentu patut saya acungi jempol. Sesi perburuan foto yang diselenggarakan pasca proses Registrasipun saya lalui dengan setengah hati, mengingat pendeknya waktu perkenalan lebih banyak saya gunakan untuk mengoprek perangkat.

    Setelah mengambil beberapa gambar (termasuk gambar vas bunga yang pada akhirnya memberikan peluang besar), secara perlahan saya memulai aktifitas oprek dengan mengeksplorasi satu persatu fitur serta kemampuan fotografi HTC One X yang begitu dibanggakan dalam gelaran kali ini. Dilanjutkan pula dengan uji Benchmark menggunakan aplikasi AnTuTu dan Quadrant. Minimnya sinyal koneksi yang saya dapatkan sepanjang gelaran, membuat proses uji kecepatan hanya berhasil saya lakukan pada AnTuTu saja. Sebagai tanda bukti aktifitas tersebut, beberapa rekaman gambar layar yang tampil saya ambil dengan cara lama, menekan dua tombol secara bersamaan (Power dan Home). Satu cara yang biasanya dilakukan untuk perangkat berbasis Android ICS. Sedikit mencontek cara pengambilan gambar yang dilakukan oleh perangkat iOS.

    Sesi makan malam saya lalui dengan pendekatan pada mas Denny dari Sinar Gadget Shop terkait keinginan saya meminjam beberapa perangkat Android dalam tujuannya melakukan Review, sekaligus menanyakan bagaimana pendapatnya terkait Review HTC Sensation XE yang saya tulis di media Koran Tokoh beberapa waktu lalu. Tak lupa meluruskan sedikit salah pendapat dengan perwakilan dari Sistech Kharisma Regional Bali terkait masalah yang kami alami pada 4 perangkat dari 6 HTC Flyer milik LPSE Badung.

    Memenangkan HTC One V. Oke, Dewandra Djelantik sang fotografer ternama yang sejak sore tadi memberikan Tips dan Trik pengambilan gambar dengan kamera ponsel, rupanya teman satu sekolahan SMP yang jujur saja agak penasaran juga ingin saya ketahui latar belakangnya. Mengingat nama Dewandra hanya saatu saja yang saya kenal. Ternyata feeling saya tepat. Di gelaran kali ini, selain menjadi narasumber, yang bersangkutan menjadi salah satu dewan juri yang didaulat untuk menilai hasil jepretan gambar baik yang dilakukan oleh kelompok Finalis maupun Umum. Entah karena unsur KKN tadi ataukah memang benar gambar yang saya ambil lebih menarik minat ketimbang yang lainnya, sayapun akhirnya memenangkan perangkat Android HTC One V, salah satu dari empat One series yang diposisikan pada level menengah. Padahal jujur saja, saya pribadi sudah mengikhlaskan ponsel tersebut dimenangkan oleh Peserta lainnya dan memilih untuk melakukan pengujian terhadap One X setelah mengambil empat gambar termasuk sesi Sunset yang ancur minah.

    Berikut gambar vas bunga yang ada di meja pinggiran area makan malam hotel The Seminyak, diambil dengan menggunakan lensa HTC One X, kemudian cropping sedikit agar lebih enak dilihat komposisinya, diberikan efek menggunakan aplikasi Photo Editor miliknya Samsung Galaxy Tab 7+ (ups) dan dikirim kembali ke perangkat One X untuk diUpload ke meja Panitia. Hehehe…

    Terakhir ada Goodie Bags dari HTC yang berisikan satu bolpoin, satu jam meja dan satu baju kaos yang langsung diserahterimakan pada MiRah dan ibunya. Saya ? cukup HTC One V-nya saja. ;p

    Lantas, bagaimana hasil oprek dua perangkat Android HTC One X dan HTC One V yang berhasil saya lakukan disela gelaran acara HTC One road to Bali the Final ? tunggu saja hasilnya di media cetak Koran Tokoh. ?

    HTC One Road to Bali the Final

    1

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Matahari belum sampai menampakkan sinar senjanya saat kami menginjakkan kaki di pelataran parkir pojokan The Seminyak, jalan Kayu Aya Seminyak Kuta jumat sore kemarin. Tampak booth HTC berdiri dengan megahnya di pinggiran pantai lengkap dengan panggung kecil dan beberapa tempat duduk yang telah diatur dengan rapi dan dijaga oleh beberapa security. Setelah menyapa dan berbasabasi, kamipun dihampiri oleh mas Arya Dhiratara yang secara khusus mengundang kami untuk hadir dalam helatan HTC One Road to Bali the Final.

    Adapun kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari promo produk HTC terbaru Android One series yang cukup fenomenal, mengingat salah satu dari empat seri yang dirilis mengadopsi besaran prosesor empat inti ditambah penggunaan sistem operasi versi 4.0 Ice Cream Sandwich. Kegiatan yang dimotori oleh Sistech Kharisma selaku distributor resmi vendor HTC di Indonesia berlangsung tidak kurang selama periode 16 Mei hingga 13 Juli 2012 di 12 venue seluruh Indonesia. Bali sendiri kalau tidak salah mendapat dua kali kesempatan roadshow termasuk sesi Final kali ini.

    Saat Registrasi berlangsung kami sempat disapa oleh beberapa Droiders yang berasal dari kota Yogyakarta dan Makassar yang secara kebetulan merupakan para pemenang photo competition yang digelar semasa promo. Tak hanya itu diantara peserta ada juga perwakilan dari Sistech Kharisma Regional Bali dan mas Denny yang hadir dari Sinar Gadget Shop, sebuah counter ponsel ternama di bilangan jalan Imam Bonjol Denpasar. Sebagai informasi, SGS inilah yang tempo hari sempat meminjamkan perangkat HTC Sensation XE untuk diReview lewat media cetak Koran Tokoh.

    Usai proses Registrasi, gelaran dibuka oleh Bapak Rudy Lai pimpinan PT. Sistech Kharisma selaku penyelenggara kegiatan, yang menyatakan Terima Kasihnya kepada para finalis yang telah ikut serta dalam event HTC One Road to Bali the Final di Seminyak kali ini. Dilanjutkan dengan memperkenalkan secara sepintas kemampuan handal yang dimiliki oleh perangkat HTC One X, salah satu dari One Series Android yang dirilis dengan memanfaatkan OS ICS.

    Sesuai rencana yang disampaikan sebelumnya lewat email, bahwa akan ada sesi photo competition bagi para finalis menggunakan perangkat HTC One X dimana peserta akan memperebutkan hadiah utama perangkat yang sama. Tampak Semua peserta yang hadir dari Finalis pemenang photo competition HTC kemudian dibagi menjadi tiga kelompok kecil untuk mendapatkan pencerahan tips dan trik pengambilan gambar dari seorang fotografer ternama di Bali, Dewandra Djelantik. Sedangkan kami, peserta dari kategori umum (media dan komunitas) digabung menjadi satu kelompok khusus untuk diikutsertakan dalam kompetisi untuk memperebutkan perangkat level menengah, HTC One V.

    Perburuan objek pun dimulai. Dari tiga kelompok yang ada, telah disiapkan tiga orang model yang diposisikan di tiga venue seputaran hotel, yang kemudian dirolling setelah batasan waktu yang ditentukan bagi masing-masing kelompok habis. Kalo gag salah ingat, satu model berada di area jembatan cinta di sisi belakang panggung, satu model berada di jajaran gazebo dekat area makan malam dan satu lainnya berada di pinggiran pantai dekat lokasi Registrasi. Sedang kami, peserta kategori umum lebih diberi kebebasan untuk mengambil objek foto diseputaran hotel termasuk ketiga model yang telah dipersiapkan tersebut.

    Pasca tiga sesi foto tadi, ada satu sesi foto tambahan yang secara langsung dibimbing oleh Dewandra Djelantik, fotografer ternama yang rupanya masih teman satu sekolahan SMP dengan saya (:p) untuk mengambil gambar Sunset yang memang telah dinanti-nanti oleh para finalis, mengingat Kuta merupakan lokasi yang ideal untuk bisa mengabadikannya. Ada beberapa tips yang diberikan untuk sesi terakhir kali ini, diantaranya trik pengambilan gambar yang membutuhkan kehati-hatian agar tidak menimbulkan flare atau sinar merah yang berlebih pada objek, pula sudut pengambilan gambar berdasarkan spesifikasi khusus dari lensa yang dimiliki oleh perangkat HTC One X.

    Sembari sesi upload hasil foto serta proses penjurian berlangsung, peserta dihidangkan menu makan malam dan live music, yang ternyata membutuhkan waktu cukup lama mengingat hasil gambar yang telah diambil tadi lumayan membuat bingung para penilai untuk memutuskan dua terbaik diantaranya. Adapun masing-masing peserta dari kategori finalis diharapkan menyerahkan empat gambar yang diambil dari tiga model dan sesi sunset, sedangkan umum cukup satu gambar yang kami anggap terbaik. Lalu Hasilnya ?

    Untuk kelompok Finalis, dimenangkan oleh Arnold Arief peserta dari Bandung yang mengambil gambar sunset lengkap dengan obyek Nelayan dan pancing yang diperangkan oleh model, sedangkan untuk kategori umum dimenangkan oleh *ehem PanDe Baik lewat foto vas bunga di meja pinggiran yang diambil secara gag sengaja ditambah sedikit efek menggunakan aplikasi Photo Ediitor. Surprise tentu saja.

    Gelaran acara HTC One Road to Bali the Final ini pada akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama seluruh Peserta disertai pembagian Goodie Bag dari HTC sebagai kenang-kenangan.

    —–
    Ini adalah press release dari blog www.pandebaik.com sebagai rasa Terima Kasih telah mengundang BaliDroid Community ke ajang HTC One Road to Bali the Final, namun jika ingin tau bagaimana rasanya hadir di perhelatan tersebut, simak tulisan selanjutnya yah…

    *foto-foto diambil dari album Gathering HTC ONE Road to Bali the Final – 13 Juli 2012 yang dijepret langsung oleh admin Aryaputra Pande

    HTC Sensation XE with Beats Audio

    5

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Spesifikasi terbaik dan berkelas. Itulah HTC.

    Bagi yang baru mengenal atau mendengar brand HTC barangkali yang langsung terlintas di benak mereka adalah sebuah vendor lokal atau China dengan kualitas perangkat yang menengah ke bawah. Kami tidak menyalahkan karena mengingat di barisan nama tersebut ada pula yang sedikit menyamai atau mirip dengan Brand asal Taiwan ini.

    Kolaborasi brand HTC dengan OS atau Sistem Operasi Android besutan Google ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Bahkan bagi yang paham dengan perkembangan dan sejarah si robot hijau, kami yakin bakalan langsung mengenali penampilan ataupun kemampuan perangkat yang dibekali dalam setiap perangkat mereka. Katakan saja Google G1, perangkat ponsel pertama yang mengadopsi OS Android merupakan perangkat milik HTC dengan codename HTC Dream. Belum lagi seri HTC Hero dan Google Nexus One, perangkat yang dilahirkan untuk bersaing dengan iPhone dijamannya.

    Di penghujung tahun 2011 lalu, HTC mencoba tampil kembali lewat perangkat mutakhirnya yang diberi nama HTC Sensation XE. Seri ini merupakan salah satu dari empat varian HTC Sensation, perangkat berbasis OS Android 2.3 GingerBread yang didedikasikan sebagai Musik seriesnya HTC. Tidak heran apabila nama belakang yang menyertai seri XE ini dikenal dengan ‘with Beats Audio. Sekedar informasi, Beats Audio ini digawangi oleh Beats Electronics, produsen produk audio yang didirikan oleh penyanyi hip hop dr.Dre di Santa Monica California. Dan HTC Corporation memiliki saham terbesar diantaranya.

    Datang dengan layar sentuh selebar 4,3 inchi Super LCD kapatitif 540 x 960 pixels, sebuah ukuran yang biasanya digunakan oleh perangkat Android kelas atas belakangan ini, menjadikan Sensation XE kelak akan bersaing dengan sejawatnya yang masih bisa dihitung dengan jari. Memanfaatkan tampilan User Interface khas milik HTC, XE merupakan perangkat pertama yang mengadopsi UI Sense versi 3.0.

    Sensation XE dirilis dalam dua warna, putih layaknya seri HTC Sensation Ice dan yang kebetulan sampai di meja redaksi kami berwarna hitam. Terdapat sedikitnya lima kelir merah yang menghiasi bodi ponsel demi menguatkan kesan Beats Audio sebagai paket jualannya, yaitu pada speaker depan, kamera utama, logo Beats Audio dan tombol haptic yang berada di bawah layar. Ditambah dengan headset berwarna sama disertai pula dalam paket penjualannya. Ini mengingatkan kami pada beberapa ponsel music series yang pernah dikeluarkan oleh Nokia ataupun Motorola beberapa tahun yang lalu. Untuk kualitas audio yang sempat kami uji, jangan ditanya deh. Manstab pokoknya, apalagi kalo Rekan melakukannya dengan tancapan headset bawaan, dentuman Bass-nya jelas sangat terasa.

    Urusan fotografi, HTC Sensation XE dibekali kamera dengan besaran resolusi 8 Mega Pixels autofocus plus dual Led Flash dibagian punggung, yang mampu melakukan perekaman video full HD 1080p 30 fps. Rasanya dengan spesifikasi ini sudah sangat memuaskan bagi para calon penggunanya kelak. Belum lagi ditambah dengan kamera depan resolusi VGA untuk memenuhi kebutuhan akan Video Call.

    Seperti biasa, HTC menyematkan beberapa kemampuan khusus dalam menu dan fitur-fiturnya seperti Flashlight yang dapat mengubah perangkat menjadi senter berdaya terang maksimal berkat dual Led di bagian punggung, Friend Stream untuk memantau empat akun jejaring sosial ternama, Mirror yang memanfaatkan kamera depan untuk berkaca, Peep untuk mengakses akun Twitter, Plurk, Reader, Soundhound dan tentu saja Wifi Hotspot atau Tethering.

    Demikian halnya dalam menu Personalize, kemampuan untuk mengubah Display atau tampilan meliputi Scene, Skin, Wallpaper dan LockScreen, serta Sound Set seperti halnya yang dilakukan pada sistem operasi Microsoft Windows pada PC. Jika itu masih belum jua dianggap cukup, silahkan tengok pada menu pengaturan Sound, terdapat tiga teknologi baru milik HTC yang dapat dicoba seperti Quiet Ring on Pickup, Pocket Mode yang mampu membesarkan suara notifikasi dan ringtone saat ponsel berada didalam tas atau dompet, dan Flip for Speaker untuk mengubah mode Speaker saat menerima panggilan secara otomatis. Selain itu, ada juga fitur Fast Boot yang mampu mempercepat proses booting saat ponsel dinyalakan. Beruntung perangkat HTC Sensation XE ini sudah pula mendukung Flash Player, sehingga memungkinkan perangkat untuk melakukan video streaming ataupun membuka halaman web yang mensyaratkan dukungan tersebut.

    Untuk akhir tahun 2011 lalu, besaran spesifikasi yang menyertai perangkat HTC Sensation XE with Beats Audio ini tergolong yang tercepat dikelasnya. Menggunakan otak dua inti sebesar 1,5 GHz dan 768 MB Memory RAM serta 4 GB internal Storage rasanya sudah sangat memadai apabila dibandingkan Rekan sejawatnya asal Korea yang masih menggunakan prosesor dua inti 1,2 GHz (Samsung Galaxy Nexus) dan 1,4 GHz (Samsung Galaxy Note). Kami katakan demikian lantaran di akhir triwulan pertama ini tampaknya HTC sudah menyiapkan amunisi baru dengan prosesor empat inti atau Quad Core 1,5 GHz lewat HTC One Series.

    Sayangnya, ketika disandingkan pada hasil Benchmarking dengan menggunakan AnTuTu dan Quadrant antara Sensation XE dengan perangkat Samsung Galaxy Tab 7+ yang notabene memiliki spesifikasi lebih kecil, XE malah tidak menunjukkan taringnya sama sekali. Dalam dua kali percobaan AnTuTu Benchmark, XE hanya menunjukkan score 4119 dan menurun ke 3202 dua puluh lima menit kemudian. Bandingkan dengan Samsung GalTab yang mampu menunjukkan Score hingga 5717. Sedang dengan menggunakan Quadrant, XE masih berada dibawah Samsung Galaxy Nexus dengan score 1661, dan perangkat Samsung GalTab menunjukkan score 2625. Entah apakah besaran Memory RAM dan juga Internal Storage berpengaruh besar dalam proses Benchmarking ini.

    Terkait Sinkronisasi dengan perangkat PC/NoteBook, HTC Sensation XE hanya membutuhkan sebuah kabel data microUsb yang sudah terdapat dalam paket penjualan. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi HTC. Ketika dihubungkan, pengguna diberi lima macam opsi mencakup diantaranya Syncronize, Charge Only dan berlaku sebagai Disk Drive. Dalam pengujian ternyata kami tidak mengalami kendala dalam pengenalan perangkat, ini sedikit berbeda dengan perangkat Samsung yang mutlak membutuhkan instalasi Kies terlebih dahulu agar perangkat PC/NoteBook dapat mengenalinya dengan baik.

    HTC Sensation XE yang kami uji kali ini masih menggunakan sistem operasi original rilis awal versi 2.3.4 GingerBread. Kabarnya untuk versi Upgrade ke versi 4.0.3 Ice Cream Sandwich dan HTC Sense 3.6 baru akan tersedia akhir April ini sekaligus nantinya bakalan disematkan langsung pada perangkat XE yang dirilis pada bulan yang sama.

    Demi menunjang aktifitas dan daya tahan perangkat, HTC Sensation XE dibekali dengan Batere Li-ion sebesar 1730 mAh. Tergolong paling besar diantara semua varian Sensation. Meski dalam pengujian penggunaan daya tahannya ternyata jauh lebih baik ketimbang ponsel milik Samsung, namun bagi kami jelas masih kurang memadai mengingat besaran spesifikasi yang dibebankan pada perangkat tergolong rakus daya untuk bisa digunakan secara optimal.

    It’s a Galaxy Note

    8

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Saat pertama perangkat ini sampai ke meja kami, sempat tertegun demi melihat penampilan layar lebar berpadu dengan tipisnya bodi ditambah sebuah stylus yang tersemat rapi di cover bagian belakang. Dari kesan pertama terlihat jelas desain khas milik Samsung yang memang sudah kadung dikenal sejak kerjasama yang terjalin dengan pihak Google, dan merilis satu persatu ponsel SmartPhone berbasis sistem operasi Android.

    Tapi jangan salah. Meski perangkat yang satu ini dibekali kemampuan untuk melakukan voice call dan juga messaging, namun secara besaran layar serta dimensi masih tergolong nanggung untuk bisa disebut sebagai ponsel. Demikian pula jika disebut sebagai sebuah perangkat Tabletpc. Maka itu, Samsung pun menyebut perangkat ini sebagai Galaxy Note.

    Saat layar Amoled 5,3 inchi-nya kami aktifkan dengan cara ‘Swipe to Unlock, terlihat jelas kejernihan layar berpadu dengan resolusi yang tergolong lebar untuk sebuah perangkat ponsel ataupun tabletpc sekalipun. Membuat mata pengguna terasa nyaman saat berinteraksi lebih jauh. Sayangnya, apabila dibandingkan dengan perangkat ponsel pintar milik Samsung yang dirilis sebelumnya, tidak banyak perubahan tampilan yang disajikan mengingat versi sistem operasi Android yang dipergunakan masih berkisar GingerBread 2.3.6.

    Meski begitu, perangkat yang diluncurkan secara resmi pada September 2011 lalu ini memiliki spesifikasi yang tidak bisa dianggap remeh. Terhitung Prosesor Dual Core 1,4 GHz ARM, 16 GB internal Storage dan 1 GB RAM rasanya sudah menjadi satu jaminan mutu bahwa Samsung Galaxy Note dilepas untuk bersaing secara ketat dengan para kompetitor sejenis lainnya. Dengan mengandalkan jeroan tingkat tinggi ini, dalam beberapa kali uji fitur Multimedia video High Definition, nyaris tidak ditemukan lag ataupun waktu jeda yang lama untuk proses loading atau menunggu.

    Khusus untuk kekuatan kamera, Samsung Galaxy Note membawa dua lensa, utama 8 Mega Pixel di sisi belakang dengan satu Led Flash, memiliki beragam pengaturan tambahan layaknya kamera profesional plus daya rekam video HD hingga 1080p, serta kamera depan 2 Mega Pixel untuk memnuhi kebutuhan video call.

    Apakah kami sempat menyebutkan keberadaan Stylus Pen diawal tulisan tadi ?

    Ya, perangkat Samsung Galaxy Note ini dibekali pula sebuah Stylus Pen yang disematkan di sisi bawah cover belakang, mengingatkan kami pada perangkat PDAphone berbasis Windows Mobile PocketPC terdahulu. Namun Sedikit berbeda dengan perangkat tabletpc HTC Flyer yang pula dibekali dan memiliki fungsi yang sama, stylus pen milik Samsung tak lagi harus dijejali batere mini untuk bisa digunakan oleh pengguna.

    Demi mendukung keberadaan Stylus Pen, Samsung menyuntikkan setidaknya empat fitur tambahan yang dapat dimanfaatkan meliputi S Memo yang tampil pada dashboard utama, S Planner sebuah Agenda yang sangat mirip dengan buku Agenda yang sebenarnya, S Choice dan juga Mini Diary untuk mencatat kegiatan layaknya sebuah Blog.

    Disamping itu, ada juga beberapa mainan baru yang sempat pula disematkan dalam perangkat Tabletpc milik Samsung lainnya seperti Social Hub untuk merangkum akun jejaring sosial milik pengguna, Readers Hub untuk membaca buku dan dokumen digital, Photo Editor, Video Maker, Kies Air, Chat On aplikasi Messenger yang dikembangkan secara khusus oleh Samsung. Dan tentu saja permainan berbasis Augmented Reality, Dragonfly.

    Lantaran Teknologi Stylus Pen ini tergolong baru di kalangan pengguna Samsung, maka untuk membantu pemahaman penggunaan lebih jauh diberikan pula Petunjuk atau Manual-nya yang dapat diakses melalui fitur Pengaturan. Selain itu terdapat pula pengaturan tambahan bagi pengguna yang lebih banyak memanfaatkan tangan kanannya dalam beraktifitas ataupun yang kidal.

    Mengandalkan besaran daya hingga 2500 mAH, rasanya masih kami anggap kurang besar mengingat banyak faktor yang nantinya bakalan menjadi penguras daya lebih cepat seperti layar dan spesifikasi tadi, apalagi terdeteksi didukungnya perangkat oleh Flash Player. Setidaknya dalam tahap penggunaan secara normal dibutuhkan perlakukan Charge penuh setiap paginya, agar perangkat dapat digunakan tanpa keluhan. Meski demikian, Samsung menawarkan opsi Power Saving, sebuah fitur penghemat daya batere seperti yang pernah kami temukan pada perangkat HTC Flyer, yang dapat di-customize sesuai aktifitas dan kebutuhan pengguna.

    Alasan Kami (LPSE Badung) Memilih HTC FLYer

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Salah satu Pertimbangan Utama kami dalam memilih perangkat Mobile berbasis Internet bagi LPSE Badung sejak awal adalah Kebutuhan Mobilitasnya yang mudah dibawa dan digunakan dalam berbagai kondisi dan situasi, terutama dalam kaitannya dengan kegiatan adat dan agama. Seperti yang sudah diketahui banyak orang bahwa budaya Bali dikenal dengan dengan banyak upacaranya, sehingga kami yang menjadi bagian didalamnya mau tidak mau akan sering terlibat dalam situasi tersebut tanpa pengecualian. Adalah tidak mungkin (tepatnya:malu) untuk membawa, membuka dan beraktifitas dengan sebuah perangkat NoteBook plus Modem Mobile Internet dalam situasi tersebut lantaran permintaan untuk meng-e-Proc-kan paket pengadaan tidak lagi harus dilaksanakan pada jam kerja. Belum lagi waktu yang dibutuhkan bagi sebuah perangkat NoteBook tidak dapat sesegera perangkat telekomunikasi yang selalu siap digunakan dalam kondisi apapun.

    Terkait Mobilitas diatas, ukuran kemudian menjadi pertimbangan. Mengambil pilihan TabletPC berukuran 10 inchi membutuhkan tambahan sebuah tas berukuran sedang untuk menyelipkannya atau harus menentengnya kemana-mana layaknya sebuah map besar. Sedang mengambil pilihan perangkat Telekomunikasi berukuran normal akan berimbas pada tingkat kenyamanan mengingat rata-rata aktifitas yang kami lakukan memutuhkan Typing Text dan area kerja yang lebar. Maka untuk mengambil jalan tengah, kami memutuskan untuk mengambil pilihan ukuran 7 inchi. Ukuran tersebut tergolong mudah untuk diselipkan dalam saku berukuran lebar atau didalam tas pinggang. Jadi tidak akan terlihat mencolok ataupun kerepotan membawanya.

    Menyisir TabletPC ukuran 7 Inchi, tentu saja pilihan sistem operasi yang kami dapatkan pada pertengahan Tahun 2011 lalu saat usulan itu disampaikan adalah berbasis Android dan Windows. Mengingat para pesaing sistem operasi lainnya hanya merilis dalam bentukan 10 inchi saja, seperti BlackBerry PlayBook atau iPad dari Apple.

    Ketika sudah memutuskan pilihan pertama pada ukuran layar 7 inchi, maka pertimbangan kedua yang kami persyaratkan adalah soal kecepatan dan kemampuannya. Diantara beberapa alternatif TabletPC yang ada saat itu, hanya dua varian yang kemudian kami putuskan menjadi sebuah pilihan. Samsung Galaxy Tab 7 dan HTC FLYer. Mengapa ? karena berdasarkan Spesifikasi Teknisnya, hanya kedua TabletPC inilah yang memiliki besaran Prosesor minimal 1 GHz dengan RAM 512 MB dan kapasitas memory Internal 16 GB. Sebuah Syarat yang bagi kami sudah cukup mumpuni untuk membantu meningkatkan kinerja kami di LPSE Badung. Maka ketika kami mengajukan dua varian ini kepada atasan, kami diberikan saran untuk memilih spesifikasi terbaik diantara keduanya, yang artinya pilihan tertuju kepada HTC FLYer.

    Hanya saja, ada tambahan pertanyaan yang diajukan atasan kami saat itu, bahwa terlepas dari ukuran, mengapa tidak memilih perangkat dengan sistem operasi yang sudah jauh lebih terbukti kemampuannya ? BlackBerry atau iPad misalnya ? Maklum, sistem operasi Android masih tergolong awam bagi sebagian orang termasuk atasan kami.

    Maka, berbekal beberapa perangkat yang kami pinjam, uji coba darurat perangkat yang menggunakan berbagai sistem operasipun dilakukan. Pertama, OS Android 2.2 Froyo yang dipasang dalam perangkat Samsung Galaxy Tab 7, sesuai dengan oprek yang saya lakukan jauh sebelumnya berhasil melewati semua persyaratan aplikasi yang diajukan. Kedua iPad 1 dan iPad 2 yang kondisinya masih original pabrikan, belum di-Hack atau JailBreak, tidak mampu menyediakan beberapa aplikasi secara gratis untuk diunduh dan digunakan mengingat satu-satunya jalan yang diberikan adalah menggunakan AppleID yang mensyaratkan Kartu Kredit. Sayangnya, saya pribadi baru mengetahui Trik pembuatan akun Apple ID tanpa Kartu Kredit ini jauh setelah Pengajuan Usulan dilakukan. Ketiga, OS BlackBerry di perangkat PlayBook yang malah tidak ditemukan beberapa aplikasi yang kami butuhkan. Maka dengan memberikan Hasil uji coba yang kami lakukan, atasanpun menyetujuinya meski masih sedikit meragukannya.

    Sayang memang, bahwa saat usulan kami ajukan perangkat tabletPC Samsung Galaxy Tab 7 Plus sama sekali belum ada kabar pastinya kapan akan dirilis resmi di Indonesia. Itu sebabnya kami tetap memilih HTC FLYer sebagai perangkat tambahan LPSE Badung saat itu.

    Manfaat iPad (baca:TabletPC) bagi LPSE Badung

    1

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Pada akhir November lalu, sebuah Media Cetak lokal menurunkan sedikitnya lima kali liputan secara beruntun terkait pemanfaatan dana APBD untuk pengajuan 60 buah perangkat iPad yang akan diberikan kepada para pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Dalam salah satu liputannya, sempat merembet sedikit ke pengajuan 6 buah iPad yang sudah dilakukan sebelumnya dan diperuntukkan bagi tim pengelola LPSE Badung.

    Saya pribadi sebagai salah satu anggota dari Tim LPSE Badung yang mendapat kehormatan (baca:kebagian) untuk memegang salah satu dari 6 buah iPad yang diajukan, merasa sedikit tergelitik dengan setidaknya 2 hal penting dalam liputan tersebut. Pertama, istilah ‘iPad’ yang sebenarnya lebih tepat disebut sebagai TabletPC karena dalam praktek dunia Pengadaan tidak boleh menyebutkan satu merek tertentu secara spesifik. Dan Kedua, soal pertanyaan apakah dengan keberadaan ipad tersebut diperkirakan akan dapat meningkatkan kinerja pemegangnya mengingat ‘image’ kami sebagai PNS sudah kadung lekat dengan hal-hal negatif dan birokrasi yang menjelimet.

    Namun, saya pribadi lantas memakluminya lantaran secara penyebutan, orang akan lebih familiar dengan sebutan ‘iPad’ untuk mengatakan perangkat sentuh berlayar lebar ketimbang TabletPC yang notabene berbasis banyak OS (sistem operasi) yang berbeda. Selain itu, bagi seorang pejabat eselon, sangatlah wajar jika harapan peningkatan kinerja itu dipertanyakan mengingat dari segi usia sudah tidak lagi produktif untuk belajar, menguasai serta memanfaatkan Teknologi yang mampu dilakukan mengingat segala proses yang berlangsung dalam dunia ke-pemerintahan masih bersifat Konvensional. Lantas bagaimana dengan kami di LPSE Badung ?

    Sebagaimana fungsi atau tugas kami selaku Unit yang menjembatani kepentingan Penyedia Barang/Jasa dengan Panitia/Unit Layanan Pengadaan dalam beraktifitas secara online, adalah satu kewajiban bagi kami untuk tetap terhubung dengan dunia maya kapanpun dan dimanapun. Selain untuk menjaga agar sistem dapat tetap berjalan secara normal, kebutuhan kami akan ‘selalu terhubung’ akan berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab yang kami pikul masing-masing selaku tim pengelola LPSE.

    Katakanlah terkait tugas saya selaku Admin Agency LPSE Badung. Selain melakukan inputing paket pekerjaan yang akan di-e-Proc-kan melalui LPSE, pula harus melakukan input daftar Kepanitiaan (yang kini disebut sebagai Pokja) plus memberikan UserID serta Password masing-masing pelakunya. Aktifitas ini bisa saja dilakukan melalui fasilitas NoteBook dan juga tambahan Modem Mobile Internet yang telah diberikan sebelumnya. Namun dalam situasi tertentu, diluar jam kerja tentu saja, kedua perangkat tersebut tidak dapat saya bawa dan lakukan dengan bebas. Terutama yang berkaitan dengan kegiatan Adat misalnya.

    Adapun kemudian Maret 2011 lalu, saya beruntung bisa membeli sebuah perangkat komunikasi tambahan berbasis Android menggantikan ponsel Nokia N73 yang sudah kelewat jadul itu. Setelah dioprek beberapa hari, saya menemukan fakta bahwa perangkat ini kendati berukuran kecil namun kemampuannya mampu meng-cover hampir semua kegiatan saya yang berkaitan dengan LPSE. Baik itu inputing data, mengelola akun ID Panitia, menerima email dari banyak pihak atau malahan melakukan Ping atau checking kondisi Server LPSE yang dahulunya barangkali hanya dapat kami lakukan dengan mengandalkan perangkat NoteBook.

    Kenyataan inilah yang kemudian menjadi satu laporan tambahan dari kami kepada atasan, bahwa untuk kedepannya masing-masing personil yang masuk dalam Tim Pengelola LPSE yang membutuhkan aktifitas ‘selalu terhubung dengan dunia maya’ minimal dibekali pula dengan perangkat mobile seperti yang saya miliki. Adapun personil yang saya maksud diatas meliputi Ketua LPSE, Sekretaris, Admin Sistem, Admin Agency, Verifikator dan HelpDesk.

    Kepentingan antaran Ketua dan Sekretaris LPSE adalah terkait Koordinasi antar lembaga ataupun intern LPSE dan para pelaku Pengadaan termasuk pula Pengelolaan Rumah Tangga LPSE, Admin Sistem dalam kaitannya dengan Server pula aplikasi SPSE, Admin Agency terkait inputing Data Panitia/Pokja dan Paket e-Proc, Verifikator terkait pengelolaan akun ID para Penyedia Barang/Jasa dan HelpDesk yang berlaku layaknya Customer Service LPSE mutlak memeriksa akun email ataupun halaman Tanya Jawab secara berkala.

    Bersyukur Bahwa kebutuhan akan perangkat Mobile berbasiskan Internet ini bisa dikabulkan dan diadakan pada kuartal ketiga Tahun 2011 lalu. Sehingga jujur saja beberapa aktifitas yang kami lakukan sejauh ini bisa dikatakan amat sangat terbantu terutama ketika dilakukan diluar jam kerja dan diluar rumah sekalipun. Lantas apa pertimbangan kami memilih perangkat HTC FLYer sebagai perangkat Mobile berbasiskan Internet yang diperuntukkan bagi LPSE Badung ? Bukan BlackBerry ataupun iPad ? Tunggu tulisan selanjutnya.

    Mengenal HTC FLYer (bagian 4)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Berikut beberapa tambahan screenshot (bagian 4/akhir) yang saya ambil dari perangkat TabletPC HTC FLYer yang barangkali bisa mengenalkan Rekan-rekan semua pada fitur dan kemampuan OS Android 2.3.4 GingerBread lebih jauh.

    Tampilan Halaman HTC Connected Media yang menyajikan semua file MultiMedia dalam berbagai format. Gambar, Audio ataupun Video.

    Tampilan Halaman SoundHound mirip Music Market ala HTC yang menyajikan info Musik terkini.

    Tampilan Halaman Aplikasi Pihak Ketiga, Mobo Player. Sebuah Aplikasi yang dapat digunakan untuk memutar berbagai tambahan format Video diluar dukungan default perangkat.

    Tampilan Halaman SnapBooth, aplikasi digital kamera yang memanfaatkan kamera Depan milik HTC lengkap dengan berbagai efek tambahan.

    Tampilan Halaman Kids Mode yang diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah dasar, lengkap dengan Buku, Permainan ataupun lembar berkarya gambar warna warni. Sangat direkomendasikan bagi putra dan putri rekan semua. :p