HTC Sensation XE with Beats Audio

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Spesifikasi terbaik dan berkelas. Itulah HTC.

Bagi yang baru mengenal atau mendengar brand HTC barangkali yang langsung terlintas di benak mereka adalah sebuah vendor lokal atau China dengan kualitas perangkat yang menengah ke bawah. Kami tidak menyalahkan karena mengingat di barisan nama tersebut ada pula yang sedikit menyamai atau mirip dengan Brand asal Taiwan ini.

Kolaborasi brand HTC dengan OS atau Sistem Operasi Android besutan Google ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Bahkan bagi yang paham dengan perkembangan dan sejarah si robot hijau, kami yakin bakalan langsung mengenali penampilan ataupun kemampuan perangkat yang dibekali dalam setiap perangkat mereka. Katakan saja Google G1, perangkat ponsel pertama yang mengadopsi OS Android merupakan perangkat milik HTC dengan codename HTC Dream. Belum lagi seri HTC Hero dan Google Nexus One, perangkat yang dilahirkan untuk bersaing dengan iPhone dijamannya.

Di penghujung tahun 2011 lalu, HTC mencoba tampil kembali lewat perangkat mutakhirnya yang diberi nama HTC Sensation XE. Seri ini merupakan salah satu dari empat varian HTC Sensation, perangkat berbasis OS Android 2.3 GingerBread yang didedikasikan sebagai Musik seriesnya HTC. Tidak heran apabila nama belakang yang menyertai seri XE ini dikenal dengan ‘with Beats Audio. Sekedar informasi, Beats Audio ini digawangi oleh Beats Electronics, produsen produk audio yang didirikan oleh penyanyi hip hop dr.Dre di Santa Monica California. Dan HTC Corporation memiliki saham terbesar diantaranya.

Datang dengan layar sentuh selebar 4,3 inchi Super LCD kapatitif 540 x 960 pixels, sebuah ukuran yang biasanya digunakan oleh perangkat Android kelas atas belakangan ini, menjadikan Sensation XE kelak akan bersaing dengan sejawatnya yang masih bisa dihitung dengan jari. Memanfaatkan tampilan User Interface khas milik HTC, XE merupakan perangkat pertama yang mengadopsi UI Sense versi 3.0.

Sensation XE dirilis dalam dua warna, putih layaknya seri HTC Sensation Ice dan yang kebetulan sampai di meja redaksi kami berwarna hitam. Terdapat sedikitnya lima kelir merah yang menghiasi bodi ponsel demi menguatkan kesan Beats Audio sebagai paket jualannya, yaitu pada speaker depan, kamera utama, logo Beats Audio dan tombol haptic yang berada di bawah layar. Ditambah dengan headset berwarna sama disertai pula dalam paket penjualannya. Ini mengingatkan kami pada beberapa ponsel music series yang pernah dikeluarkan oleh Nokia ataupun Motorola beberapa tahun yang lalu. Untuk kualitas audio yang sempat kami uji, jangan ditanya deh. Manstab pokoknya, apalagi kalo Rekan melakukannya dengan tancapan headset bawaan, dentuman Bass-nya jelas sangat terasa.

Urusan fotografi, HTC Sensation XE dibekali kamera dengan besaran resolusi 8 Mega Pixels autofocus plus dual Led Flash dibagian punggung, yang mampu melakukan perekaman video full HD 1080p 30 fps. Rasanya dengan spesifikasi ini sudah sangat memuaskan bagi para calon penggunanya kelak. Belum lagi ditambah dengan kamera depan resolusi VGA untuk memenuhi kebutuhan akan Video Call.

Seperti biasa, HTC menyematkan beberapa kemampuan khusus dalam menu dan fitur-fiturnya seperti Flashlight yang dapat mengubah perangkat menjadi senter berdaya terang maksimal berkat dual Led di bagian punggung, Friend Stream untuk memantau empat akun jejaring sosial ternama, Mirror yang memanfaatkan kamera depan untuk berkaca, Peep untuk mengakses akun Twitter, Plurk, Reader, Soundhound dan tentu saja Wifi Hotspot atau Tethering.

Demikian halnya dalam menu Personalize, kemampuan untuk mengubah Display atau tampilan meliputi Scene, Skin, Wallpaper dan LockScreen, serta Sound Set seperti halnya yang dilakukan pada sistem operasi Microsoft Windows pada PC. Jika itu masih belum jua dianggap cukup, silahkan tengok pada menu pengaturan Sound, terdapat tiga teknologi baru milik HTC yang dapat dicoba seperti Quiet Ring on Pickup, Pocket Mode yang mampu membesarkan suara notifikasi dan ringtone saat ponsel berada didalam tas atau dompet, dan Flip for Speaker untuk mengubah mode Speaker saat menerima panggilan secara otomatis. Selain itu, ada juga fitur Fast Boot yang mampu mempercepat proses booting saat ponsel dinyalakan. Beruntung perangkat HTC Sensation XE ini sudah pula mendukung Flash Player, sehingga memungkinkan perangkat untuk melakukan video streaming ataupun membuka halaman web yang mensyaratkan dukungan tersebut.

Untuk akhir tahun 2011 lalu, besaran spesifikasi yang menyertai perangkat HTC Sensation XE with Beats Audio ini tergolong yang tercepat dikelasnya. Menggunakan otak dua inti sebesar 1,5 GHz dan 768 MB Memory RAM serta 4 GB internal Storage rasanya sudah sangat memadai apabila dibandingkan Rekan sejawatnya asal Korea yang masih menggunakan prosesor dua inti 1,2 GHz (Samsung Galaxy Nexus) dan 1,4 GHz (Samsung Galaxy Note). Kami katakan demikian lantaran di akhir triwulan pertama ini tampaknya HTC sudah menyiapkan amunisi baru dengan prosesor empat inti atau Quad Core 1,5 GHz lewat HTC One Series.

Sayangnya, ketika disandingkan pada hasil Benchmarking dengan menggunakan AnTuTu dan Quadrant antara Sensation XE dengan perangkat Samsung Galaxy Tab 7+ yang notabene memiliki spesifikasi lebih kecil, XE malah tidak menunjukkan taringnya sama sekali. Dalam dua kali percobaan AnTuTu Benchmark, XE hanya menunjukkan score 4119 dan menurun ke 3202 dua puluh lima menit kemudian. Bandingkan dengan Samsung GalTab yang mampu menunjukkan Score hingga 5717. Sedang dengan menggunakan Quadrant, XE masih berada dibawah Samsung Galaxy Nexus dengan score 1661, dan perangkat Samsung GalTab menunjukkan score 2625. Entah apakah besaran Memory RAM dan juga Internal Storage berpengaruh besar dalam proses Benchmarking ini.

Terkait Sinkronisasi dengan perangkat PC/NoteBook, HTC Sensation XE hanya membutuhkan sebuah kabel data microUsb yang sudah terdapat dalam paket penjualan. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi HTC. Ketika dihubungkan, pengguna diberi lima macam opsi mencakup diantaranya Syncronize, Charge Only dan berlaku sebagai Disk Drive. Dalam pengujian ternyata kami tidak mengalami kendala dalam pengenalan perangkat, ini sedikit berbeda dengan perangkat Samsung yang mutlak membutuhkan instalasi Kies terlebih dahulu agar perangkat PC/NoteBook dapat mengenalinya dengan baik.

HTC Sensation XE yang kami uji kali ini masih menggunakan sistem operasi original rilis awal versi 2.3.4 GingerBread. Kabarnya untuk versi Upgrade ke versi 4.0.3 Ice Cream Sandwich dan HTC Sense 3.6 baru akan tersedia akhir April ini sekaligus nantinya bakalan disematkan langsung pada perangkat XE yang dirilis pada bulan yang sama.

Demi menunjang aktifitas dan daya tahan perangkat, HTC Sensation XE dibekali dengan Batere Li-ion sebesar 1730 mAh. Tergolong paling besar diantara semua varian Sensation. Meski dalam pengujian penggunaan daya tahannya ternyata jauh lebih baik ketimbang ponsel milik Samsung, namun bagi kami jelas masih kurang memadai mengingat besaran spesifikasi yang dibebankan pada perangkat tergolong rakus daya untuk bisa digunakan secara optimal.

It’s a Galaxy Note

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat pertama perangkat ini sampai ke meja kami, sempat tertegun demi melihat penampilan layar lebar berpadu dengan tipisnya bodi ditambah sebuah stylus yang tersemat rapi di cover bagian belakang. Dari kesan pertama terlihat jelas desain khas milik Samsung yang memang sudah kadung dikenal sejak kerjasama yang terjalin dengan pihak Google, dan merilis satu persatu ponsel SmartPhone berbasis sistem operasi Android.

Tapi jangan salah. Meski perangkat yang satu ini dibekali kemampuan untuk melakukan voice call dan juga messaging, namun secara besaran layar serta dimensi masih tergolong nanggung untuk bisa disebut sebagai ponsel. Demikian pula jika disebut sebagai sebuah perangkat Tabletpc. Maka itu, Samsung pun menyebut perangkat ini sebagai Galaxy Note.

Saat layar Amoled 5,3 inchi-nya kami aktifkan dengan cara ‘Swipe to Unlock, terlihat jelas kejernihan layar berpadu dengan resolusi yang tergolong lebar untuk sebuah perangkat ponsel ataupun tabletpc sekalipun. Membuat mata pengguna terasa nyaman saat berinteraksi lebih jauh. Sayangnya, apabila dibandingkan dengan perangkat ponsel pintar milik Samsung yang dirilis sebelumnya, tidak banyak perubahan tampilan yang disajikan mengingat versi sistem operasi Android yang dipergunakan masih berkisar GingerBread 2.3.6.

Meski begitu, perangkat yang diluncurkan secara resmi pada September 2011 lalu ini memiliki spesifikasi yang tidak bisa dianggap remeh. Terhitung Prosesor Dual Core 1,4 GHz ARM, 16 GB internal Storage dan 1 GB RAM rasanya sudah menjadi satu jaminan mutu bahwa Samsung Galaxy Note dilepas untuk bersaing secara ketat dengan para kompetitor sejenis lainnya. Dengan mengandalkan jeroan tingkat tinggi ini, dalam beberapa kali uji fitur Multimedia video High Definition, nyaris tidak ditemukan lag ataupun waktu jeda yang lama untuk proses loading atau menunggu.

Khusus untuk kekuatan kamera, Samsung Galaxy Note membawa dua lensa, utama 8 Mega Pixel di sisi belakang dengan satu Led Flash, memiliki beragam pengaturan tambahan layaknya kamera profesional plus daya rekam video HD hingga 1080p, serta kamera depan 2 Mega Pixel untuk memnuhi kebutuhan video call.

Apakah kami sempat menyebutkan keberadaan Stylus Pen diawal tulisan tadi ?

Ya, perangkat Samsung Galaxy Note ini dibekali pula sebuah Stylus Pen yang disematkan di sisi bawah cover belakang, mengingatkan kami pada perangkat PDAphone berbasis Windows Mobile PocketPC terdahulu. Namun Sedikit berbeda dengan perangkat tabletpc HTC Flyer yang pula dibekali dan memiliki fungsi yang sama, stylus pen milik Samsung tak lagi harus dijejali batere mini untuk bisa digunakan oleh pengguna.

Demi mendukung keberadaan Stylus Pen, Samsung menyuntikkan setidaknya empat fitur tambahan yang dapat dimanfaatkan meliputi S Memo yang tampil pada dashboard utama, S Planner sebuah Agenda yang sangat mirip dengan buku Agenda yang sebenarnya, S Choice dan juga Mini Diary untuk mencatat kegiatan layaknya sebuah Blog.

Disamping itu, ada juga beberapa mainan baru yang sempat pula disematkan dalam perangkat Tabletpc milik Samsung lainnya seperti Social Hub untuk merangkum akun jejaring sosial milik pengguna, Readers Hub untuk membaca buku dan dokumen digital, Photo Editor, Video Maker, Kies Air, Chat On aplikasi Messenger yang dikembangkan secara khusus oleh Samsung. Dan tentu saja permainan berbasis Augmented Reality, Dragonfly.

Lantaran Teknologi Stylus Pen ini tergolong baru di kalangan pengguna Samsung, maka untuk membantu pemahaman penggunaan lebih jauh diberikan pula Petunjuk atau Manual-nya yang dapat diakses melalui fitur Pengaturan. Selain itu terdapat pula pengaturan tambahan bagi pengguna yang lebih banyak memanfaatkan tangan kanannya dalam beraktifitas ataupun yang kidal.

Mengandalkan besaran daya hingga 2500 mAH, rasanya masih kami anggap kurang besar mengingat banyak faktor yang nantinya bakalan menjadi penguras daya lebih cepat seperti layar dan spesifikasi tadi, apalagi terdeteksi didukungnya perangkat oleh Flash Player. Setidaknya dalam tahap penggunaan secara normal dibutuhkan perlakukan Charge penuh setiap paginya, agar perangkat dapat digunakan tanpa keluhan. Meski demikian, Samsung menawarkan opsi Power Saving, sebuah fitur penghemat daya batere seperti yang pernah kami temukan pada perangkat HTC Flyer, yang dapat di-customize sesuai aktifitas dan kebutuhan pengguna.

Alasan Kami (LPSE Badung) Memilih HTC FLYer

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu Pertimbangan Utama kami dalam memilih perangkat Mobile berbasis Internet bagi LPSE Badung sejak awal adalah Kebutuhan Mobilitasnya yang mudah dibawa dan digunakan dalam berbagai kondisi dan situasi, terutama dalam kaitannya dengan kegiatan adat dan agama. Seperti yang sudah diketahui banyak orang bahwa budaya Bali dikenal dengan dengan banyak upacaranya, sehingga kami yang menjadi bagian didalamnya mau tidak mau akan sering terlibat dalam situasi tersebut tanpa pengecualian. Adalah tidak mungkin (tepatnya:malu) untuk membawa, membuka dan beraktifitas dengan sebuah perangkat NoteBook plus Modem Mobile Internet dalam situasi tersebut lantaran permintaan untuk meng-e-Proc-kan paket pengadaan tidak lagi harus dilaksanakan pada jam kerja. Belum lagi waktu yang dibutuhkan bagi sebuah perangkat NoteBook tidak dapat sesegera perangkat telekomunikasi yang selalu siap digunakan dalam kondisi apapun.

Terkait Mobilitas diatas, ukuran kemudian menjadi pertimbangan. Mengambil pilihan TabletPC berukuran 10 inchi membutuhkan tambahan sebuah tas berukuran sedang untuk menyelipkannya atau harus menentengnya kemana-mana layaknya sebuah map besar. Sedang mengambil pilihan perangkat Telekomunikasi berukuran normal akan berimbas pada tingkat kenyamanan mengingat rata-rata aktifitas yang kami lakukan memutuhkan Typing Text dan area kerja yang lebar. Maka untuk mengambil jalan tengah, kami memutuskan untuk mengambil pilihan ukuran 7 inchi. Ukuran tersebut tergolong mudah untuk diselipkan dalam saku berukuran lebar atau didalam tas pinggang. Jadi tidak akan terlihat mencolok ataupun kerepotan membawanya.

Menyisir TabletPC ukuran 7 Inchi, tentu saja pilihan sistem operasi yang kami dapatkan pada pertengahan Tahun 2011 lalu saat usulan itu disampaikan adalah berbasis Android dan Windows. Mengingat para pesaing sistem operasi lainnya hanya merilis dalam bentukan 10 inchi saja, seperti BlackBerry PlayBook atau iPad dari Apple.

Ketika sudah memutuskan pilihan pertama pada ukuran layar 7 inchi, maka pertimbangan kedua yang kami persyaratkan adalah soal kecepatan dan kemampuannya. Diantara beberapa alternatif TabletPC yang ada saat itu, hanya dua varian yang kemudian kami putuskan menjadi sebuah pilihan. Samsung Galaxy Tab 7 dan HTC FLYer. Mengapa ? karena berdasarkan Spesifikasi Teknisnya, hanya kedua TabletPC inilah yang memiliki besaran Prosesor minimal 1 GHz dengan RAM 512 MB dan kapasitas memory Internal 16 GB. Sebuah Syarat yang bagi kami sudah cukup mumpuni untuk membantu meningkatkan kinerja kami di LPSE Badung. Maka ketika kami mengajukan dua varian ini kepada atasan, kami diberikan saran untuk memilih spesifikasi terbaik diantara keduanya, yang artinya pilihan tertuju kepada HTC FLYer.

Hanya saja, ada tambahan pertanyaan yang diajukan atasan kami saat itu, bahwa terlepas dari ukuran, mengapa tidak memilih perangkat dengan sistem operasi yang sudah jauh lebih terbukti kemampuannya ? BlackBerry atau iPad misalnya ? Maklum, sistem operasi Android masih tergolong awam bagi sebagian orang termasuk atasan kami.

Maka, berbekal beberapa perangkat yang kami pinjam, uji coba darurat perangkat yang menggunakan berbagai sistem operasipun dilakukan. Pertama, OS Android 2.2 Froyo yang dipasang dalam perangkat Samsung Galaxy Tab 7, sesuai dengan oprek yang saya lakukan jauh sebelumnya berhasil melewati semua persyaratan aplikasi yang diajukan. Kedua iPad 1 dan iPad 2 yang kondisinya masih original pabrikan, belum di-Hack atau JailBreak, tidak mampu menyediakan beberapa aplikasi secara gratis untuk diunduh dan digunakan mengingat satu-satunya jalan yang diberikan adalah menggunakan AppleID yang mensyaratkan Kartu Kredit. Sayangnya, saya pribadi baru mengetahui Trik pembuatan akun Apple ID tanpa Kartu Kredit ini jauh setelah Pengajuan Usulan dilakukan. Ketiga, OS BlackBerry di perangkat PlayBook yang malah tidak ditemukan beberapa aplikasi yang kami butuhkan. Maka dengan memberikan Hasil uji coba yang kami lakukan, atasanpun menyetujuinya meski masih sedikit meragukannya.

Sayang memang, bahwa saat usulan kami ajukan perangkat tabletPC Samsung Galaxy Tab 7 Plus sama sekali belum ada kabar pastinya kapan akan dirilis resmi di Indonesia. Itu sebabnya kami tetap memilih HTC FLYer sebagai perangkat tambahan LPSE Badung saat itu.

Manfaat iPad (baca:TabletPC) bagi LPSE Badung

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Pada akhir November lalu, sebuah Media Cetak lokal menurunkan sedikitnya lima kali liputan secara beruntun terkait pemanfaatan dana APBD untuk pengajuan 60 buah perangkat iPad yang akan diberikan kepada para pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Dalam salah satu liputannya, sempat merembet sedikit ke pengajuan 6 buah iPad yang sudah dilakukan sebelumnya dan diperuntukkan bagi tim pengelola LPSE Badung.

Saya pribadi sebagai salah satu anggota dari Tim LPSE Badung yang mendapat kehormatan (baca:kebagian) untuk memegang salah satu dari 6 buah iPad yang diajukan, merasa sedikit tergelitik dengan setidaknya 2 hal penting dalam liputan tersebut. Pertama, istilah ‘iPad’ yang sebenarnya lebih tepat disebut sebagai TabletPC karena dalam praktek dunia Pengadaan tidak boleh menyebutkan satu merek tertentu secara spesifik. Dan Kedua, soal pertanyaan apakah dengan keberadaan ipad tersebut diperkirakan akan dapat meningkatkan kinerja pemegangnya mengingat ‘image’ kami sebagai PNS sudah kadung lekat dengan hal-hal negatif dan birokrasi yang menjelimet.

Namun, saya pribadi lantas memakluminya lantaran secara penyebutan, orang akan lebih familiar dengan sebutan ‘iPad’ untuk mengatakan perangkat sentuh berlayar lebar ketimbang TabletPC yang notabene berbasis banyak OS (sistem operasi) yang berbeda. Selain itu, bagi seorang pejabat eselon, sangatlah wajar jika harapan peningkatan kinerja itu dipertanyakan mengingat dari segi usia sudah tidak lagi produktif untuk belajar, menguasai serta memanfaatkan Teknologi yang mampu dilakukan mengingat segala proses yang berlangsung dalam dunia ke-pemerintahan masih bersifat Konvensional. Lantas bagaimana dengan kami di LPSE Badung ?

Sebagaimana fungsi atau tugas kami selaku Unit yang menjembatani kepentingan Penyedia Barang/Jasa dengan Panitia/Unit Layanan Pengadaan dalam beraktifitas secara online, adalah satu kewajiban bagi kami untuk tetap terhubung dengan dunia maya kapanpun dan dimanapun. Selain untuk menjaga agar sistem dapat tetap berjalan secara normal, kebutuhan kami akan ‘selalu terhubung’ akan berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab yang kami pikul masing-masing selaku tim pengelola LPSE.

Katakanlah terkait tugas saya selaku Admin Agency LPSE Badung. Selain melakukan inputing paket pekerjaan yang akan di-e-Proc-kan melalui LPSE, pula harus melakukan input daftar Kepanitiaan (yang kini disebut sebagai Pokja) plus memberikan UserID serta Password masing-masing pelakunya. Aktifitas ini bisa saja dilakukan melalui fasilitas NoteBook dan juga tambahan Modem Mobile Internet yang telah diberikan sebelumnya. Namun dalam situasi tertentu, diluar jam kerja tentu saja, kedua perangkat tersebut tidak dapat saya bawa dan lakukan dengan bebas. Terutama yang berkaitan dengan kegiatan Adat misalnya.

Adapun kemudian Maret 2011 lalu, saya beruntung bisa membeli sebuah perangkat komunikasi tambahan berbasis Android menggantikan ponsel Nokia N73 yang sudah kelewat jadul itu. Setelah dioprek beberapa hari, saya menemukan fakta bahwa perangkat ini kendati berukuran kecil namun kemampuannya mampu meng-cover hampir semua kegiatan saya yang berkaitan dengan LPSE. Baik itu inputing data, mengelola akun ID Panitia, menerima email dari banyak pihak atau malahan melakukan Ping atau checking kondisi Server LPSE yang dahulunya barangkali hanya dapat kami lakukan dengan mengandalkan perangkat NoteBook.

Kenyataan inilah yang kemudian menjadi satu laporan tambahan dari kami kepada atasan, bahwa untuk kedepannya masing-masing personil yang masuk dalam Tim Pengelola LPSE yang membutuhkan aktifitas ‘selalu terhubung dengan dunia maya’ minimal dibekali pula dengan perangkat mobile seperti yang saya miliki. Adapun personil yang saya maksud diatas meliputi Ketua LPSE, Sekretaris, Admin Sistem, Admin Agency, Verifikator dan HelpDesk.

Kepentingan antaran Ketua dan Sekretaris LPSE adalah terkait Koordinasi antar lembaga ataupun intern LPSE dan para pelaku Pengadaan termasuk pula Pengelolaan Rumah Tangga LPSE, Admin Sistem dalam kaitannya dengan Server pula aplikasi SPSE, Admin Agency terkait inputing Data Panitia/Pokja dan Paket e-Proc, Verifikator terkait pengelolaan akun ID para Penyedia Barang/Jasa dan HelpDesk yang berlaku layaknya Customer Service LPSE mutlak memeriksa akun email ataupun halaman Tanya Jawab secara berkala.

Bersyukur Bahwa kebutuhan akan perangkat Mobile berbasiskan Internet ini bisa dikabulkan dan diadakan pada kuartal ketiga Tahun 2011 lalu. Sehingga jujur saja beberapa aktifitas yang kami lakukan sejauh ini bisa dikatakan amat sangat terbantu terutama ketika dilakukan diluar jam kerja dan diluar rumah sekalipun. Lantas apa pertimbangan kami memilih perangkat HTC FLYer sebagai perangkat Mobile berbasiskan Internet yang diperuntukkan bagi LPSE Badung ? Bukan BlackBerry ataupun iPad ? Tunggu tulisan selanjutnya.

Mengenal HTC FLYer (bagian 4)

Category : tentang TeKnoLoGi

Berikut beberapa tambahan screenshot (bagian 4/akhir) yang saya ambil dari perangkat TabletPC HTC FLYer yang barangkali bisa mengenalkan Rekan-rekan semua pada fitur dan kemampuan OS Android 2.3.4 GingerBread lebih jauh.

Tampilan Halaman HTC Connected Media yang menyajikan semua file MultiMedia dalam berbagai format. Gambar, Audio ataupun Video.

Tampilan Halaman SoundHound mirip Music Market ala HTC yang menyajikan info Musik terkini.

Tampilan Halaman Aplikasi Pihak Ketiga, Mobo Player. Sebuah Aplikasi yang dapat digunakan untuk memutar berbagai tambahan format Video diluar dukungan default perangkat.

Tampilan Halaman SnapBooth, aplikasi digital kamera yang memanfaatkan kamera Depan milik HTC lengkap dengan berbagai efek tambahan.

Tampilan Halaman Kids Mode yang diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah dasar, lengkap dengan Buku, Permainan ataupun lembar berkarya gambar warna warni. Sangat direkomendasikan bagi putra dan putri rekan semua. :p

Mengenal HTC FLYer (bagian 3)

Category : tentang TeKnoLoGi

Berikut beberapa tambahan screenshot (bagian 3) yang saya ambil dari perangkat TabletPC HTC FLYer yang barangkali bisa mengenalkan Rekan-rekan semua pada fitur dan kemampuan OS Android 2.3.4 GingerBread lebih jauh.

Tampilan Halaman Docking Mode, yang menyajikan Weather (cuaca) setempat ditambah widget Date/Time dan Friend Stream terkini.

Tampilan Halaman Car Panel, sebuah halaman yang khusus diperuntukkan bagi setiap pengendara mobil sehingga dapat lebih mudah dalam mengakses fitur dalam perangkat. Icon yang tertampil sepertinya disengaja dibuat dalam ukuran besar untuk kemudahan akses.

Tampilan Halaman Google Maps yang secara Default  menyajikan posisi pengguna.

Tampilan Halaman Locations, sebuah fitur pelengkap Maps yang menyajikan informasi lokasi dan posisi pengguna, juga informasi sekitar yang berkaitan dengan Restaurant, Taman Kota, ataupun Toko setempat.

Tampilan Halaman Quick LookUp untuk mencari informasi lewat halaman Google, Wikipedia, YouTube, Translate ataupun Dictionary.

Mengenal HTC FLYer (bagian 2)

Category : tentang TeKnoLoGi

Berikut beberapa tambahan screenshot (bagian 2) yang saya ambil dari perangkat TabletPC HTC FLYer yang barangkali bisa mengenalkan Rekan-rekan semua pada fitur dan kemampuan OS Android 2.3.4 GingerBread lebih jauh.

Punya perangkat HTC sebelumnya ? jangan khawatir, semua data bisa diTransfer dengan mudah dengan menggunakan opsi halaman ini. Baik Contact, SMS maupun Calendar.

Tampilan Halaman Notes yang dipergunakan ketika mengakses halaman dengan Pena Stylus.

Jika dalam perangkat Samsung dikenal aplikasi office spreadsheet bernama ThinkFree, dalam HTC FLYer dikembangkan pula aplikasi khusus bernama Polaris Office. Kemampuannya tergolong sebanding, dapat digunakan untuk membuka file Document, SpreadSheet, Presentation ataupun Digital PDF.

Tampilan Halaman Reader yang dalam kondisi Default telah tersedia buku-buku digital dalam bahasa Inggris tentu saja. Jika berminat, tersedia opsi Membeli secara online.

Tampilan Halaman News yang dapat dipilih Source beritanya dari media mana saja.

Tampilan Halaman Friend Stream yang dapat mengakomodir beberapa akun jejaring sosial diantaranya FaceBook dan Twitter, yang dapat pula digunakan untuk meng-Update Status dalam sekali posting. Mirip-mirip TweetDeck lah.

Tampilan Halaman HTC HUB, sebuah halaman yang dapat mengakses sekian banyak jeroan fitur dan opsi tambahan dari perangkat HTC FLYer.

Tampilan HTC Likes dengan beberapa Feed Berita ternama.

Mengenal HTC FLYer (bagian 1)

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Berikut beberapa screenshot yang saya ambil dari perangkat TabletPC HTC FLYer yang barangkali bisa mengenalkan Rekan-rekan semua pada fitur dan kemampuan OS Android 2.3.4 GingerBread lebih jauh.

Tampilan awal Lock Screen yang mengadopsi ‘Pull the Ring To Unlock’. Opsi ini dapat membuka kunci dengan menggeser lingkaran kearah halaman layar atau mengaktifkan salah satu dari empat aplikasi yang ada dengan menggeser icon aplikasi tersebut kedalam lingkaran. Untuk melakukan pengaturan empat aplikasi diatas, daat diakses melalui Pengaturan Lock Screen.

Tampilan Layar HomeScreen dengan grid 4×4 yang dapat dikustomisasi dengan icon Shortcut aplikasi, Bookmark ataupun Widget.

Tampilan Editing Delapan Layar HomeScreen yang dapat diurut/pindahtempatkan sesuai selera pengguna.

Tampilan Halaman Personalize atau kustomisasi halaman HomeScreen hingga Lock Screen. Tersedia beragam Scene, Skin dan juga Wallpaper yang dapat dijadikan pilihan plus akses menuju 81 Widget bawaan perangkat.

Tampilan Halaman Menu utama yang dapat digeser kearah bawah khas OS Android 2.3 GingerBread.

Masih di Halaman Menu, terdapat halaman khusus untuk aplikasi yang diunduh melalui Market.

Tampilan Halaman Tethering Wifi atau yang diistilahkan sebagai Wifi Portable Hotspot dalam perangkat HTC FLYer. Untuk cara dan pengaturan, tunggu liputan lengkapnya yah…

Tampilan saat kabel data disambungkan antara Perangkat ke NoteBook. Terlihat banyak pilihan yang dapat diambil termasuk apabila ingin bertukar data dengan mengubah perangkat menjadi Disk Drive. Yang terpenting disini adalah tidak dibutuhkannya lagi Driver tambahan untuk bisa melakukannya.

HTC FLYer, Terbang Tinggi dengan Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebagai satu-satunya perangkat TabletPC rilisan HTC di lini 7”, FLYer tampil memukau dengan kekuatan prosesor 1,5 GHz Scorpion. Tak hanya itu, memory internal yang dibekalinya pun cukup leluasa 32 GB plus kemampuan membaca eksternal Memory hingga 32 GB. Ditambah lagi besaran RAM yang hingga 1 GB membuat HTC FLYer kelihatannya makin mampu untuk terbang tinggi jauh ke awan. Tapi, apa benar begitu ?

Pertama kali memegang FLYer, ada kesan berat yang saya rasakan ketimbang memegang Samsung Galaxy Tab 7”versi awal. Bisa jadi lantaran bahan material yang digunakan untuk menyajikan perangkat ini ke publik, bisa pula lantaran secara Spesifikasi FLYer jauh lebih unggul. Keunggulan daleman inilah yang kemudian membuat saya tergelitik untuk mengujinya lebih lanjut.

Berdasarkan beberapa kali hasil Testing CPU dengan memanfaatkan aplikasi AnTuTu Benchmark, dalam kondisi Default menyajikan nilai sebesar 933 serta 3D Grafis 868 dengan total point 3559. Setelah diCompare, nilai point ini masih diatas perangkat Samsung Nexus S yang masih mengandalkan prosesor 1 GHz dan dibawah TabletPC Moto Xoom dan perangkat ponsel ternama Samsung SGS II.

Ketika diuji untuk menjalankan aplikasi Games HD seperti Need For Speed ataupun PES, HTC FLYer mampu menunjukkan kedigjayaan tanpa jeda atau lag saat proses permainan berlangsung. Hal ini tidak saya temui ketika mencoba menjajal Samsung Galaxy Tab 7”versi awal dan juga Acer Iconia yang rupanya masih menyisakan beberapa lag pada proses. Pun halnya ketika diujicoba menjalankan games-games grafis seperti Angry Bird dan Dynamite Fishing yang terkadang masih juga ada lag atau lambat pada perangkat Acer Iconia dan Galaxy Tab, HTC FLYer tampaknya mulus-mulus saja.

Dalam tahap Uji Coba selanjutnya untuk menyajikan file-file dokumen presentasi maupun digital pdfpun, FLYer tampak pede dengan slide animasi yang didukung pula dengan opsi editingnya. Bahkan saat digunakan untuk editing fotopun, FLYer masih lancar menjajalnya satu demi satu.

Ohya, HTC FLYer sebagai sebuah perangkat TabletPC sudah mendukung Adobe Flash Player loh. Itu sebabnya dalam beberapa kali uji coba untuk melakukan Tag baik foto ataupun status FaceBook, FLYer mampu menyelesaikannya dengan baik tanpa cela.

Mengadopsi OS Android versi 2.3.4 GingerBread, FLYer tampaknya ingin tampil beda dengan perangkat TabletPC Android lainnya. Well… Ternyata baik secara Spec dan Pembuktian, HTC FLYer memang Mantap.

HTC FLYer, HandWriting pada perangkat TabletPC ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Dalam paket penjualan, HTC FLYer dibekali pula dengan sebuah Pena Stylus berwarna abu/putih dengan berhiaskan dua tombol tekan serta ujung pena yang membulat. Fungsinya tentu saja sudah dapat ditebak. Sebagai media inputting text pada perangkat TabletPC dengan menggunakan tulisan tangan. Namun Sedikit  berbeda dengan Pena Stylus yang dahulu biasanya dissertai pula dalam bodi perangkat sebuah handheld PDA berbasis Windows Mobile, Pena yang satu ini hanya akan berfungsi untuk menekan tombol-tombol tertentu saja baik pada fisik perangkat ataupun aplikasi bawaannya.

Untuk dapat mengaktifkan Pena Stylus ini dengan sempurna, dibutuhkan satu pcs baterai 4A yang dimasukkan melalui pantat pena dengan cara putar untuk membukanya. Sayangnya, Pena Stylus ini ketika tidak digunakan, jelas akan sangat riskan untuk terselip atau hilang lantaran tidak dapat disispkan pada bodi HTC FLYer. Syukurnya, pada LetaherCase yang pula terdapat dalam paket penjualan, terdapat selipan kami memanjang yang fungsinya tentu untuk menyematkan Pena Stylus didalamnya.

Untuk menggunakannya dalam perangkat TabletPC HTC FLYer, pengguna terlebih dahulu dapat menekankan ujung Pena Stylus pada tombol khusus yang terdapat dipojokan bawah layar. Aksi ini akan memunculkan dua opsi pilihan, apakah pengguna ingin menggunakan Notes untuk melakukan opsi HandWriting ataukah memanfaatkan layar perangkat yang saat itu sedang diaktifkan ?

Jika pengguna memilih Notes, maka tampilan akan berubah menjadi sebuah halaman Notes kosong yang siap dicorat coret ataupun dimanfaatkan sebagai lembar kerja layaknya lembar sebuah agenda. Sedang jika pengguna memilih opsi layar, maka tampilan akan kembali pada lembar layar yang sedang diaktifkan, dan siap dilakukan editing.

Opsi manapun yang dipilih, pengguna akan diberikan opsi tambahan baik itu memilih jenis Pena yang akan digunakan maupun pilihan warna lain jika dibutuhkan. Adapaun pilihan jenis Pena yang tersedia yaitu Pena dengan tinta basah, Pena biasa, spidol, kuas, hingga pensil dan pensil warna. Disamping itu terdapat pula satu Pena yang dapat berfungsi untuk menghapus goresan atau catatan yang telah ditorehkan sebelumnya.  Selain Jenis dan Warna, ada juga tebal tipis goresan siap digunakan dalam opsi pilihan yang berbeda.

Untuk opsi menghapus, seandainyapun pengguna merasa ribet untuk mengganti jenis Pena yang akan digunakan, opsi tersebut dapat pula dilakukan dengan cara menekan tombol atas pada fisik Pena dan menggoreskannya pada layar.

Uniknya, ujung pena hanya akan berlaku pada tombol sentuh serta opsi Menu pada aplikasi bawaan saja, tidak mencakup pada tombol-tombol pilihan lain yang terpampang pada layar halaman. Itu sebabnya, bagi yang kurang terbiasa, opsi untuk memanfaatkan Pena Stylus ini lumayan terasa agak membingungkan pada awalnya.

Pena Stylus yang dapat dimanfaatkan sebagai media HandWriting ini dapat digunakan sebilamana perlu ketika pengguna tidak memungkinkan untuk melakukan inputting dengan memanfaatkan media keyboard virtual. Selain itu, semua aktifitas yang telah dilakukan, dapat disimpan dan di-Edit kembali jika diperlukan.

Aktifitas HandWring sebenarnya bisa pula dilakukan pada perangkat Android lainnya dengan menggunakan jari tangan, namun hasil yang ditorehkan tidak akan mampu tampil sebaik dan sedetail yang HTC sediakan mengingat adanya opsi Pilihan Jenis dan Tebal Tipisnya garis tadi.

HTC FLYer, Elegan berkelir Putih

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat kami mengusulkannya pada awal Tahun 2011 lalu, HTC FLYer merupakan satu-satunya perangkat TabletPC berbasis Android dengan layar selebar 7”serta dibekali prosesor besar diatas 1 GHz. Dibandingkan satu-satunya pesaing saat itupun, secara spesifikasi HTC FLYer jauh lebih mumpuni. Sayangnya hanya satu. HTC FLYer tidak mendukung fasilitas Voice Call dan SmS. Dan ternyata, perlu waktu hampir satu tahun untuk bisa memegangnya dengan sempurna.

Dengan kelir putih yang mengelilingi bodi, HTC FLYer tampak lebih elegan ketimbang para pendahulunya. Ditambah kesan aluminium menambah berat beban perangkat TabletPC yang satu ini ketika disandingkan dengan perangkat seukurannya.

Datang dengan User Interface khas HTC atau yang dikenal dengan nama HTC Sense, FLYer tampaknya ingin memberikan kesan yang jauh berbeda dengan perangkat TabletPC berbasis Android dari brand lainnya. Sangat mengagumkan, bathin saya tentu saja.

Ada delapan halaman HomeScreen yang dapat digunakan untuk menyajikan icon shortcut ataupun widget standar Android dengan animasi kearah samping kanan dan kiri yang kemudian dapat berlaku Loop alias berkelanjutan. Penyajian ini sempat saya rasakan dengan memanfaatkan aplikasi Launcher tambahan pada perangkat Samsung Galaxy Ace yang selama ini digunakan. Pergeseran halaman HomeScreen ini dapat pula dilakukan baik dalam tampilan Portrait dan Landscape sekalipun.

Berbeda dengan perangkat Samsung yang minim inovasi Widget, dalam HTC FLYer terdapat sedikitnya 81 Widget bawaan yang dapat dipilih serta dikustomisasi pada penampilan HomeScreen. Selain itu, tersedia pula beberapa Scene dan Skin Theme yang dapat dipilih sesuai selera pengguna plus dapat ditambahkan dengan mengunduhnya secara gratis dari halaman HTC. Perubahan Scene maupun Skin akan berpengaruh pula pada Thema dan ketersediaan Widget yang digunakan plus tampilan jam dari bentuk Retro, Klasik hingga Modern.

Apabila dalam perangkat TabletPC Android lainnya masih menggunakan teknologi tetangga sebelah yang ‘Slide to Unlock’, HTC FLYer menggunakan tampilan Lock Screen ‘Pull The Ring to Unlock atau Geser lingkaran cincin untuk membuka layar ataupun empat aplikasi utama yang dapat diatur sesuai keinginan.

Secara besaran resolusi kamera, HTC FLYer menyematkan dua lensa baik pada depan maupun belakang bodi. Untuk sisi depan, FLYer sudah mengadopsi 1,3 MP untuk kebutuhan Voice Call ataupun sekedar narsis, dan sisi belakang mengadopsi besaran 5 MP yang sayangnya tanpa panduan LED Flash dan juga tombol kamera siap pakai disisi samping bodi. Sudah begitu, ketika hasil jepretan HTC FLYer disandingkan dengan hasil  jepretan kamera Samsung Galaxy ACE yang saya miliki, rupanya masih kalah jauh. Dalam beberapa kali percobaan, ketika hasil jepretan digunakan sebagai wallpaper NoteBook, objek masih terlihat nge-Blur padahal saat dilihat dari layar HTC, objek yang sama sangat bagus kelihatannya.

Dari sisi penampakan, HTC FLYer bisa dikatakan minim keberadaan tombol fisik disekujur bodi. Yang ada hanyalah Tombol Power di sisi atas plus colokan Headset, serta dua tombol volume di sisi samping kanan. Selebihnya hanya ada lubang Mic dan dua keluaran Speaker Dolby di sisi belakang. Port Charger sendiri berada di bagian bawah yang notabene sangat berbeda dengan port charger perangkat lain sehingga tidak bisa berbagi colokan lagi. :p

Sedangkan dibawah layar baik secara tampilan Portrait maupun Landcsape, terdapat empat tombol haptic atau sentuh yang berfungsi sebagai Home, Menu/Pilihan dan juga Back plus satu tombol di pojok kanan yang yang diperuntukkan khusus bagi Pen Writing. Apa saja fungsinya, tunggu tulisan selanjutnya.