#HPjadul HP iPaq 6515 Mobile Messsenger Jaman Old

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan kesuksesan PDA Phone Jaman Old yang dibesut brand ternama HP Hewlett Packard lewat seri iPaq 6365, setahun kemudian kembali meluncurkan seri 6515 yang dijual dengan status Upgrade pada beberapa spesifikasi yang dianggap penting.
Salah satu diantaranya adalah OS.

Dengan dibekalinya sistem operasi Windows Mobile for PocketPC Second Edition membuat HP iPaq 6515 jadi sedikit lebih nyaman untuk digunakan meski dalam jangka lama sekalipun. Apalagi dengan tambahan keyboard qwerty di bawah layar, menjadikan seri ini digadang-gadangi sebagai Mobile Messenger Terbaik pada Jaman Old.
Konsekuensinya, dimensi layar jadi terpotong bujursangkar, lumayan menyulitkan bagi pengguna lama dalam operasional perangkat, utamanya pada aplikasi yang memang di-setup sesuai standar baku dimensi layar sebelumnya.

Selain melakukan peningkatan sistem operasi, salah satu jeroan yang pula di-Upgrade adalah lensa kamera pada sisi belakang ponsel yang sudah mencapai 1,3 MP lengkap dengan LED Flash serta kecepatan prosesor 400 MHz.

Tidak lama pasca 6515 dirilis, seiring diperkenalkannya sistem operasi Windows Mobile 5.0 pada khalayak publik, seri ini dirilis kembali lewat seri 6915 yang sedikitnya memiliki 4 varian lain di berbagai belahan negara.
Disandingkan dengan seri sebelumnya, perangkat ini jauh lebih ringan lagi dari segi bobot serta menghilangkan tonjolan antena pada bodi sehingga jauh lebih nyaman saat dimasukkan ke saku baju.

#HPjadul, #HP, #iPaq, #6515, #6915, #PDA, #Phone, #Windows

#HPjadul HP iPaq 6365 PDA Phone Elegan Jaman Old

Category : tentang TeKnoLoGi

Ketika pasar global mulai diramaikan dengan kehadiran PDA Phone, sebuah perangkat konvergensi yang memiliki kemampuan kerja juga telepon voice, HP Hewlett Packard yang saat itu sudah secara rutin meluncurkan perangkat PDA lewat iPaq series mencoba peruntungan, masuk pada segmen yang sama melalui seri iPaq 6365 dengan spesifikasi yang sudah sedikit lebih baik ketimbang para kompetitornya.

Dilihat dari daleman, setidaknya HP iPaq 6365 sudah mendukung konektivitas Wifi dan Bluetooth plus kapasitas dan daya tahan batere yang lebih baik. Meski dari besaran internal memory bisa dikatakan masih sangat terbatas, hanya 64 MB.
Untuk lebih mendukung produktivitas kerja penggunanya, dalam paket penjualan disertai pula keypad add-on opsional yang dapat dilekatkan di sisi bawah ponsel.

Penampilan HP iPaq 6365 ini cukup elegan pada jaman old. Ditambah tonjolan antenna pada sisi kiri atas, mengingatkan kita pada seri-seri ponsel terdahulu lengkap dengan tambahan konektivitas InfraRed, dibalut sisi gelap sebagai tone khas perwajahan.
Dari sisi dimensi jadi sedikit bulky pada saat digenggam, namun masih tergolong lebih ringan ketimbang perangkat O2 XDA II yang mengandung unsur logam.

Sayangnya kelemahan perangkat ini masih sama dengan pendahulunya. Potensi kehilangan data saat batere ponsel habis sampai titik Nol persen. Gegaranya ya sistem operasi yang masih mengadopsi versi pertama. Baru terpecahkan ketika para geek yang tergabung pada Forum XDA Developers berupaya merilis Second Edition bagi semua Windows Phone untuk mengatasi persoalan kehilangan data tersebut.

#HPjadul #HP #iPaq #6365 #PDA #Phone #Windows

#HPjadul Nokia 3350 Ponsel Pertama

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel Pertama saya itu sebetulnya Nokia seri 3310. Hape Jadul yang fenomenal sampai-sampai perusahaan dari Finlandia itu merasa perlu merilisnya kembali tahun lalu dengan layar berwarna.
Tapi karena beli ponselnya harga Second alias bekas, performanya juga sudah parah dan gak rekomend buat dipake lantaran LowBatt. Akhirnya ponsel itu dijual lagi, nambah dana dikit, upgrade 40 seri jadi ponsel baru, Nokia 3350.

Salah satu jualan seri 3350 adalah adanya lampu ritmik pada keypad yang berkedip sesuai irama nada panggil yang masuk. Cukup menghibur karena diantara sejawat, belum ada yang ikutan menggunakannya. Dan ngomongin nada dering, ya jangan harap bisa dengan lantunan suara Via Vallen lah di Jaman Old begitu. Karena untuk bisa membuat satu rangkaian nada RingTone dibutuhkan buku panduan serta ketelatenan pembuatan nada yang secara kebetulan, fiturnya sudah ada pada ponsel yang saya gunakan itu. Jadi gampang lah. Pas jadi, tinggal kirim lewat sms ke ponsel jadul kawan lainnya.

SMS ?
Eh iya. Jaman itu belum ada Whatsapp, Line ataupun BBM. Jadi jangan harap juga bisa ena ena ngetik pesan secepat akses layar sentuh Jaman Now. Tapi seenggaknya, ngetik SMS Jaman Old, bisa kami lakukan sambil mejamin mata loh. Tanpa liat keypad sambil nyetir juga bisa. Hasilnya masih bisa dikatakan mendekati sempurna.
Sudah begitu, karena layar masih monochrome, ya jangan pula berharap bisa liat wajah pacar yang selfie menghiasi layar depan yang ukurannya seiprit.
Bisa gonta ganti logo operator saja sudah tergolong hebat. Berhubung musti pake kabel data yang musti kami tebus mahal di toko asesoris, lalu dicolokin ke PC lengkap dengan aplikasi Nokia PC Suite. Ribet dah.

Makanya jangan bangga dulu kalo kalian yang lahir dan besar di Jaman Now, meski sudah bisa punya ponsel dengan RAM 8 GB atau Internal 512 GB, bakalan tetep kalah kalo sampe berani adu ketahanan banting ponsel dari ketinggian, atau adu daya tahan batere sampe minggu depannya.
Jangan coba coba deh. ?

#SemangatSenin #GoUnlimited @SmartfrenWorld
#HPjadul

#HPjadul O2 XDA II PDA Fave Jaman Old

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak awal kepemilikan ponsel di tahun 2001, keinginan untuk bisa memiliki seri yang memiliki kemampuan setara pc muncul begitu saja. Mengingat pada Jaman Old, aktifitas harian lebih banyak berkutat dengan komputer desktop berbasis Windows. Maka ketika berhadapan dengan perangkat pintar berlayar terbatas, cukup gregetan juga jadinya.

Pada tahun 2005 pertengahan, kesempatan itu datang.
Disaat banyak orang masih terlena dengan ponsel pintar milik Nokia yang mulai banyak digelontorkan ke pasar global, saya memilih PDA Phone sebagai kawan baru menemani aktifitas sebagai Direksi Teknis pematangan lahan Puspem Badung. Mengambil codename Himalaya, device yang dibesut oleh HTC, perusahaan mobile phone dari Taiwan, dikenal dengan banyak nama. Salah satu yang masuk pasar Indonesia secara resmi adalah O2 XDA II.
Saya sendiri mendapatkan versi lain milik T-Mobile yaitu seri MDA II dengan perbedaan penampilan pada tombol akses dibawah layar.

Mengadopsi sistem operasi Windows Mobile 2003 for PocketPC Phone Edition, yang menyerupai penampilan Windows PC jaman itu, memberikan sentuhan nafas baru pada penggunaan perangkat ponsel pintar dengan fungsi utama sebagai PDA. Personal Digital Assistant.
Jadi mumpuni mengingat secara spesifikasi dibekali prosesor berkecepatan 400 Mhz dan 128 MB RAM serta internal memory 64 MB plus slot memory tambahan dengan model SDcard.
Ingat, ini dalam satuan MB ya, bukan GB.

Pada masa ini adalah dimana saya banyak belajar tentang penggunaan PDA sebagai perangkat yang memudahkan semua aktifitas kerja lengkap dengan penderitaan dan kekhawatiran yang ada. Salah satunya adalah persoalan kehilangan semua data saat kehabisan daya batere sampai ke titik Nol. Sangat menyusahkan di awal-awal pemakaian. Dari mengembalikan nomor kontak satu persatu, melakukan instalasi program hingga setting perangkat agar siap pakai kembali seperti sebelumnya. Setidaknya ‘kebodohan’ itu menjadi awal pengetahuan dan perkenalan dengan aplikasi Microsoft Sync. Satu-satunya solusi terbaik bagi perangkat konvergensi semacam ini.

Jaman Old, ketika kalian menyalakan layar ponsel didepan banyak orang, rasanya senang jika sampai menjadi pusat perhatian banyak mata. Lantaran dari segi perangkat yang digunakan, masih tergolong langka dimiliki dan dari segi kemampuan pun lumayan bikin orang terkaget-kaget. Pokoknya luar biasa bangga.
Ringtone yang digunakan, wajib dalam format WMA atau Windows Media Audio yang bisa dikonversi melalui perangkat pc desktop. Belakangan baru bisa menggunakan format MP3 pasca bertapa di Forum XDA Developer.

Satu-satunya hal yang kurang saya sukai dari perangkat model begini adalah, harga jualnya yang muahal.

#HPjadul #O2 #XDA #PocketPC #Windows

#HPjadul Nokia 7280 ‘Kotak Lipstik’ Edisi Pertama

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya seri yang kemarin sempat diShare lebih dulu, kehadiran ponsel Nokia satu ini sempat menghenyakkan pikiran banyak pengguna ponsel tanah air pada tahun 2004 silam gegara secara desain, bisa dikatakan cukup unik meski agak merepotkan.

Nokia 7280.
Merupakan salah satu ponsel fashion yang dikonsepkan oleh Nokia saat Jaman Old, datang dalam balutan warna hitam persegi panjang nyaris serupa dengan bentukan kotak lipstik para wanita saat itu.
Tidak banyak yang percaya bahwa didalamnya tersemat sebuah teknologi komunikasi 2G dengan kemampuan daya simpan 50 MB internal tanpa dukungan slot memory luar. Sementara itu lensa kamera yang dibenamkan disisi belakang ponsel baru dapat diakses dengan cara membuka sedikit badan ponsel laiknya membuka kotak lipstik.

Seperti halnya seri 7380, ponsel unik satu ini saya temukan pula di salah satu gerai Buka Lapak dalam bentuk Dummy alias ponsel display atau kasarnya ya mainan. Akan tetapi dengan harga jual yang cukup murah dan terjangkau, sudah bisa mengobati rasa penasaran saya akan sebuah ponsel jadul yang punya arti besar jaman old. Disamping secara harga ponsel dalam kondisi nyala, cukup mahal untuk sebuah ponsel lawas. Anggarannya ndak cukup.

Disandingkan dengan seri 7380 kemarin, tidak banyak perbedaan spesifikasi yang dibenamkan pada kedua ponsel. Baik secara konektivitas, berat dan dimensi ataupun resolusi layar yang dibenamkan. Kebiasaan Nokia. ?

#HPjadul #Nokia #7280 #fashion

#HPjadul Nokia 7380 ‘Kotak Lipstik’ Fashionable

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi sebagian besar pengguna ponsel tanah air Jaman Now, saya meyakini tidak banyak yang mengetahui seri ponsel satu ini. Hanya yang tergolong addict saja barangkali peduli dan masih berupaya memburu ke semua lapak untuk bisa menemukan dan memilikinya sebagai sebuah koleksi masa depan, mengingat Nokia 7380 ini adalah salah satu seri ponsel dengan desain yang unik dan catchy.

Mereka menyebutnya ‘kotak lipstik’.
Lantaran dari form factor rupanya memang cukup mungil seukuran lipstik kaum perempuan dan jika ponsel ini digeletakkan begitu saja, tidak banyak pula yang menyadari kemampuan fungsi sesungguhnya.

Lahir dalam balutan fashion Jaman Old, Nokia 7380 hadir pada bulan Oktober tahun 2005 lalu bersama dua seri lainnya yang memiliki form factor berbeda pula. Nokia 7360 dengan bentukan candybar mengusung os Symbian 40, dan seri 7370 yang hadir dalam bentuk swivel atau putar. Unik dan mengesankan.

Saat ini, ‘kotak lipstik’ Nokia 7380 cukup sulit bisa ditemukan di tanah air. Saya sendiri secara tidak sengaja mendapatkannya di salah satu gerai Buka Lapak seminggu lalu, yang tanpa basa basi lagi, langsung memesan dan membayarnya. Bagi yang rajin menyambangi beberapa akun IG ternama untuk urusan #HPjadul barangkali hanya bisa menemukan seri pendahulunya yang memiliki desain serupa, Nokia 7280. Jadi bisa dikatakan seri diatas, bukanlah pelopor desain unik ponsel milik Nokia.

Secara spesifikasi, kedua seri bersaudara, Nokia 7380 dan 7280 bisa dikatakan serupa. Yang membedakan hanyalah resolusi lensa kamera yang dibekali, serta cara aksesnya. Sementara untuk pengoperasian, bisa dikatakan cukup sulit mengingat akses menu dan proses pengetikan mutlak mengandalkan tombol navigasi yang melingkar pada sisi atas bodi ponsel. Tidak ada keypad 3×4 apalagi thumbboard qwerty.

Tapi siapa yang peduli ?

#HPjadul #Nokia #7380 #fashion

#HPjadul HTC Universal Satu Perangkat Banyak Nama

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat dirilis ke pasar Global, ponsel satu ini punya banyak nama. Lantaran dirilis oleh banyak vendor. Namun seri ini memiliki codename tersendiri laiknya perangkat pocketpc lainnya yang dirilis pada masa itu. HTC Universal.
Setidaknya ada nama O2 Executive, Dopod 900, iMate Jasjar, T-Mobile MDA IV atau Qtek 9000. Semuanya memiliki perwajahan juga spesifikasi yang sama.

Tahun 2005 bisa jadi untuk memiliki satu unit seri ini ya CuMi. Cuma Mimpi. Mengingat harganya yang kalo ndak salah ingat sekitaran 10 juta rupiah. Ini 13 tahun lalu loh yah… pas itu saya masih setia menggunakan perangkat serupa, T-Mobile MDA II yang merupakan malih rupa dari seri O2 XDA IIi.
Berharga sedemikian Muahal, lantaran secara penampilan memang amat sangat menggoda bagi kalangan pengguna Gadget. Elegan serupa perangkat NoteBook, dengan layar yang bisa diputar dan dilipat kearah sebaliknya.

Mengapa bisa memiliki codename HTC Universal ?
Ya karena perangkat PDAphone berbasis Windows Mobile atau dahulunya dikenal dengan istilah PocketPC, disokong penuh oleh pabrikan HTC asal Taiwan ini. Sementara banyaknya varian nama yang muncul ke permukaan rata-rata merupakan operator ternama yang dibundling dengan device tersebut.
Bagi yang suka menggunakan ponsel layar sentuh dengan tipe Resitif semacam ini, yakin banged pasti familiar dengan penggunaan stylus batangan yang selalu terselip di sisi kanan belakang bodi ponsel.
Sementara itu, tempat ngumpul kami, yang suka oprek-mengoprek perangkat model begini, tentu saja Forum XDA Developer yang kini lebih banyak mengulas berbagai perangkat Android.

Balik ke Topik, saya beruntung bisa mendapatkan 3 varian diantaranya. Sesuai urutan nama diatas. Dalam kondisi menyala namun dua diantaranya tanpa batere. Maka jadilah 1 batere yang ada digunakan secara bergiliran di ke-3 perangkat diatas.
Semua didapat melalui portal jasa jual beli, OLX.

#HPjadul #HTC #Universal #Dopod 900 #O2Exec #WindowsMobile #PDA

#HPjadul Google Nexus One

Category : tentang TeKnoLoGi

Pada awal kemunculan sistem operasi Android, beberapa brand ternama rupanya ikut andil dalam peluncuran perangkat berlayar sentuh hasil kembangan Google demi menyaingi hegemoni iPhone yang saat itu sudah mulai meranggas di pasar global. Dimana masing-masing vendor berupaya memberikan suntikan aplikasi tambahan sebagai daya tarik minat konsumen termasuk soal penampilan User Interface.

Google sendiri informasinya tidak ingin melepas begitu saja sistem operasi Android tanpa satu perangkat flagship resmi dari Google yang bisa diandalkan dalam setiap seri sistem operasi yang dirilis ke pasar global. Maka itu Google pun menurunkan seri Nexus yang digadang-gadangi bakalan bersaing dengan sejumlah ponsel flagship lainnya.

Google Nexus One, sesuai namanya merupakan seri Nexus pertama yang diperkenalkan, bekerja sama dengan vendor HTC asal Taiwan mengusung sistem operasi Eclair 2.1 yang kemudian dapat diUpgrade ke versi terbaru saat itu, 2.3 GingerBread. Untuk ukuran Jaman Old, spesifikasi perangkat yang dibekali bisa dikatakan sudah cukup mumpuni, yaitu Prosesor 1 GHz (yang terkuat jaman itu), RAM 512 MB, serta layar lebar 3,7 inchi dengan warna Amoled.

Disandingkan dengan ponsel Android Jaman Now yang rata-rata sudah mengadopsi layar raksasa 6 inchi, penampilan Google Nexus One bisa dikatakan cukup mini. Namun jika mengingat saat dimana ponsel ini diluncurkan, keberadaannya tergolong tangguh dan bongsor.
Yang menjadikannya lebih unik lagi adalah dibekalinya tombol gulir disisi bawah layar yang nyaris tidak tergunakan karena opsi layar sentuh tampaknya sudah memuaskan pengguna akan kebutuhan sebuah ponsel pintar.

#HPjadul #Android #Google #Nexus #One #HTC

#HPjadul Nokia 7600 Ketupat Magic

Category : tentang TeKnoLoGi

Ketika pangsa pasar ponsel tanah air dikuasai oleh sang raja dari Finlandia, segala macam cara dicoba untuk bisa mempertahankan tahta penjualan tanpa menghilangkan daya tarik minat konsumen pada brand raksasa, Nokia.
Termasuk diantaranya Inovasi Desain tanpa Batas.

Bahwa kemudian seri 7600 yang diluncurkan pada akhir tahun 2003 silam cukup membuat banyak orang mengernyitkan dahi lantaran form factor-nya yang menyerupai ketupat persegi, menjadi satu masalah tersendiri terkait cara mengoperasikannya tentu akan diabaikan mengingat bentukannya yang unik dan pantas masuk dalam daftar kepemilikan para kolektor ponsel jadul kelas dunia.
Awesome…

Meskipun tidak masuk dalam kategori ponsel pintar di jamannya, lantaran Nokia hanya membekali sistem operasi Symbian 40 serta diagonal layar 2 inchi, namun penampilan Nokia 7600 ini cukup menarik minat para penggemar fashion yang saat itu memang sedang diprioritaskan sebagai sasaran tembak pasar tanah air. Dengan layar warna dan lensa kamera VGA di sisi belakang ponsel, tampaknya memberikan posisi tawar yang mumpuni bagi siapapun yang ingin memilikinya.

#HPjadul #Nokia #Fashion #design #unique #7600

#HPjadul China Multi Media Murah Meriah

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebelum demam Android dan iPhone menyerang pasar Indonesia, ponsel China pernah booming dengan penawaran fitur dukungan tayangan sejumlah TV Lokal. Hal ini sempat menggoyahkan iman sebagian besar pengguna yang mulai bosan dengan harga ponsel yang selangit namun tidak mampu memanfaatkan fitur-fitur yang ada secara maksimal.

Ciri khas ponsel jadul China jaman old adalah layar yang cukup besar dengan kemampuan sentuh untuk ukuran layar ponsel saat itu, dan fitur televisi lengkap dengan antenna panjang yang disematkan pada badan ponsel atau dibekalinya tombol khusus untuk akses cepat ke fitur sebagai pemanis.
Yang lebih unik lagi, sekaligus pembeda antara ponsel China dengan Branded jaman itu adalah susunan keypadnya yang berpola 4×3. Dimana posisi tombol angka ‘0’ tidak berada di sisi bawah tombol angka ‘8’ laiknya standar ponsel lainnya, namun berada di sebelah kanan tombol angka ‘6’.

Ada banyak vendor yang mencoba masuk pangsa pasar ponsel jadul China dengan fitur jualan tayangan televisi ini. Termasuk fitur Multi Media lainnya seperti Radio yang tidak lagi harus mengandalkan headset, video, musik mp3 atau perekaman suara. Semua bisa didapat dengan harga yang Murah Meriah, mudah dijangkau oleh kantong pengguna pemula sekalipun.

Sayangnya untuk kualitas dan ketahanan ponsel memang tidak bisa disandingkan dengan yang versi Branded macam Nokia yang saat itu telah menjadi raja di puncak penjualan. Yang mengakibatkan tergerusnya banyak nama akibat tidak mampu bertahan pasca serbuan iPhone dan Android yang merangsek pasar tanpa ampun.

#HPjadul #china #tivi #televisi #lokal

#HPjadul Venera V1 QWERTY Lokal Rasa Blackberry

Category : tentang TeKnoLoGi

Dalam setiap masa keemasan suatu produk yang booming di tanah air, selalu saja ada versi KW atau tiruan, dirilis oleh sejumlah pengusaha lokal tentu dengan harga yang jauh lebih murah dan terjangkau meski harus mengabaikan soal kemampuan dan fungsionalitas yang bisa dilakukan.
Termasuk era ponsel BlackBerry.

BlackBerry mulai dikenal di pasar ponsel Indonesia, setidaknya saat seri Bold 9000 dirilis pada tahun 2008 silam. Saat itu, ada sejumlah fitur yang mulai banyak dilirik sebagai timbal balik harga jualnya yang cukup selangit. Dari bentukannya yang bulky gegara deretan keypad qwerty dengan tingkat kenyamanan extra leluasa, push email yang realtime dan gegas, BlackBerry Messenger yang mampu mengumpulkan sejumlah kawan dalam satu ruang chat, hingga TrackBall atau tombol gulir yang dikenal jauh lebih lincah dalam operasional ponsel ketimbang keypad 5 arah yang saat itu sudah terlanjur tenar lewat ponsel konvensional.

Keunikan-keunikan inilah yang kemudian rata-rata ditiru dalam setiap desain ponsel lokal rilisan jaman itu. Baik bentukan bodi dan layar yang melebar, pula keypad qwerty yang seabrek. Bahkan ada juga yang ikut menyematkan tombol gulir bahkan meniru plek desain beberapa ponsel seri BlackBerry lainnya. Salah satunya ya #HPjadul Venera Voyager V1 ini.
Fitur-fitur yang ditawarkan cukup lengkap untuk ukuran ponsel yang berbasis Java. Dari ketersediaan memory internal yang cukup lega, dukungan slot memory tambahan untuk penyimpanan musik dan video, juga browser opera mini untuk berselancar nyaman.

Ada banyak vendor yang ikut serta menjajal pangsa pasar ponsel qwerty semacam ini. Seperti Nexian, Imo, Mito atau Cross.

#HPjadul #lokal #china #blackberry #qwerty