Kilas Balik www.pandebaik.com Tahun 2010

6

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang iLMu tamBahan

Setahun sudah masa berlalu, namun rasanya baru kemarin semua hal itu dijalani. Sekedar mengingat akan hal apa saja yang sudah dilalui pada tahun 2010 kemarin…

Reuni SMA

Masa SMA adalah masa terindah sepanjang hidup yang saya miliki. Meski yang namanya pergaulan, apalagi pacar tak pernah saya miliki selama 3 tahun itu. Saya menikmatinya. Sangat. Bersyukur dengan adanya BLoG ini, beberapa teman akhirnya menemukan saya dan mulai meretas tali kawan melalui jejaring sosial bernama FaceBook. Maka jadilah kami mewujudkan Reuni SMAN 6 Denpasar, Angkatan 1992 pada bulan April lalu. Tentu dengan banyak pertemuan dan cerita dibalik itu semua. Kini, meski kami sudah jarang saling berinteraksi kembali di dunia maya, namun dalam dunia nyata kami tetap saling berkabar.

Yowana Paramartha Warga Pande

Seperti halnya Reuni SMA, semua yang terjadi berkaitan dengan aktifitas Warga Pande bisa dikatakan berawal dari FaceBook. Adalah sebuah Group bentukan semeton Putu Yadnya atau yang dikenal dengan id Pande Bali, ditambah undangan untuk kopi darat oleh semeton YanDe Putrawan, kami akhirnya bertemu di tempat yang sama, dimana pertama kali menggagas Reuni SMA. Dengan tekad yang komitmen yang begitu tinggi, kami kemudian mewujudkan satu persatu ide, kegiatan hingga pada akhirnya melahirkan wadah untuk berekspresi baik secara komunitas regional maupun dunia maya diluar FaceBook. Maka jadilah Yowana Paramartha Warga Pande Kabupaten Badung yang dipimpin oleh Semeton Dego Pande Suryantara, cikal bakal Yowana Paramartha Warga Pande Kota Denpasar yang dipimpin YanDe Putrawan dan juga wargapande.org yang dilahirkan oleh Putu Yadnya alias Pande Bali. Saya pribadi memilih untuk tetap bernaung di bawah www.pandebaik.com :p

FourSQuare

Check-in, Jumper, BadGe, Venue adalah beberapa istilah baru yang saya lakoni enam bulan terakhir. Jejaring sosial berbasis lokasi ini tentu saja membawa dampak yang tidak sedikit bagi hari-hari yang saya jalani. Lebih dari 10 tulisan yang saya lahirkan dengan mengambil tema FourSQuare. Demikian halnya dengan akun FaceBook dan Twitter yang kian terbengkalai, karena hampir setiap jam, aktifitas Check-in menjadi wajib saya lakukan, demi mendapatkan BadGes.

LPSE

Awalnya memang saya tak paham dengan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (baca:Online) ini. Namun atas pertimbangan pengetahun IT saya yang minim ini, sayapun akhirnya diikutkan dalam tim yang dikirim ke Jakarta bulan Maret lalu. Tujuannya untuk berlatih menjadi Trainer. Perkembangannya lumayan pesat, karena hanya dalam hitungan bulan, tim ini sudah mampu melatih atau menularkan ilmunya pada rekan sepemerintahan pun saling bertukar informasi dan ilmu satu sama lainnya. Saya pribadi merasa bersyukur atas ‘jalan’ yang diberikan-Nya ini. Karena bagaimana pun juga, banyak ilmu dan juga ‘petunjuk’ yang saya dapatkan.

Bye Compaq CQ40 and StarOne, Welcome HP ProBook, HP Mini and IM2

Ini adalah salah dua efek daripada ‘bergabungnya saya di squad tim trainer LPSE Badung. Untuk menjamin bahwa setiap trainer dan juga pelaku utama LPSE Badung tetap terkoneksi dengan dunia maya, kami semua diganjar masing-masing sebuah NoteBook premium, HP ProBook ditambah koneksi IM2 Unlimited setiap bulannya, lengkap dengan Modemnya sekaligus. Meskipun sebenarnya, untuk menjawab tantangan ini kami menginginkan sebuah handset BlackBerry mengingat pada faktor harga yang jauh lebih murah dan juga sifatnya yang mobile (dapat digunakan di Toilet sekalipun), khawatir akan Image-nya yang masih mahal di mata masyarakat terutama PNS, kamipun mengurungkan niat. Hal ini tentu saja berimbas pada laptop pribadi yang sedari tahun 2009 lalu saya gunakan, plus koneksi StarOne Unlimited yang sudah dua tahun terakhir menemani. Laptop Compaq CQ40 praktis jarang saya gunakan, pada akhirnya dilego dan digantikan oleh HP Mini yang kelak bakalan saya berikan pada Istri untuk penggunaannya. Demikian halnya dengan koneksi StarOne Unlimited pun ikut serta dihibahkan. :p

Monetizing BLoG www.pandebaik.com

Berbekal kenekatan akan pantauan pada Traffic Pengunjung yang mampir ke BLoG ini selama 6 (enam) bulan terakhir yang rupanya telah meningkat hingga 10.000 page view per bulannya, saya memberanikan diri ikut serta menjadi Penerbit iklan melalui situs pay per clik lokal Indonesia, kliksaya.com. untuk itu, beberapa perubahan saya lakukan dengan pengetahuan bahasa php yang sangat minim. Hasilnya, yah lihat saja halamn BLoG ini sekarang. Mengandalkan Thema gratisan, sayapun mulai menghiasi beberapa kotak dengan tampilan iklan yang mohon maaf saja, ada beberapa materi iklan terkadang membuat saya malu sendiri. Memperbesar (maaf) Penis salah satunya. Terkait Monetizing ini, saya berterimakasih kepada pak Made Aryawan, mentor saya di LPSE yang mendorong saya untuk melakukan hal ini segera. Demikian halnya dengan Hendra dari BaliOrange, tempat hosting BLoG www.pandebaik.com ikut serta memberikan saran mengingat jumlah Traffic yang saya miliki, pun kepada Wirautama atas info dan banyak penjelasannya. Tak lupa Putu Yadnya, pemilik Warung Bebeque yang merelakan sedikit rejekinya untuk memasang iklan pertama di halaman ini.

Gag terasa udah setahun lewat, banyak hal yang masih menjadi Tujuan di masa depan.

HP ProBook 4320s, Huawei HSDPA dan IM2 Unlimited

Category : tentang TeKnoLoGi

“berkhayallah setinggi yang kau mampu, kemudian berusahalah untuk mencapainya… jikapun tak mampu kau raih, Tuhan pasti kan memberikan jalan…”

Saya percaya itu.

Adalah LPSE, Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Badung memberikan beberapa fasilitas penting yang tujuannya untuk menjamin tim yang bernaung dibawahnya, tetap terkoneksi dengan dunia maya, untuk dapat menjalan tugas sepenuhnya. Fasilitas tersebut antara lain sebuah NoteBook premium HP ProBook 4320s, Modem Huawei HSDPA dan IM2 Unlimited. Dibandingkan dengan sebuah perangkat mobile bernama BLackBerry ditambah biaya bulanannya, sebenarnya fasilitas tersebut jauh lebih mahal. Namun lantaran kalah di Image, niatan untuk memberikan fasilitas sebauh perangkat BLackBerry pada setiap personal dalam tim, langsung diurungkan.

Dibandingkan dengan perangkat pribadi yang saya miliki, setelah dijajal tentu saja hasilnya terpaut jauh. Sebuah perangkat Compaq CQ40 ditambah modem Speed Up tahun 2007 dan kartu pasca bayar StarOne Unlimited dengan biaya bulanan 50ribuan sebulan, tentu saja bukan lawan sebanding dengan fasilitas diatas baik secara offline maupun online.

Pengujian secara Offline dengan menggunakan games Need For Speed Undercover, hasilnya sudah jelas terlihat. Untuk sebuah perangkat Compaq, saya masih sempat untuk melakukan beberapa aktifitas kecil sembari menunggu perpindahan menu, ke balapan yang diinginkan. Apalagi kalau balapan tersebut merupakan satu ‘skenario’ yang mendukung jalannya cerita. Tidak demikian halnya dengan perangkat ProBook yang tidak memberiak jeda terlalu lama. Bisa dikatakan, mood saya untuk melakukan balapan jadi selalu terjaga. Hehehe…

Begitu pula dengan Uji secara Online. Untuk sebuah perangkat modem Speed Up ditambah Koneksi StarOne Unlimited, kecepatan maksimum yang diijinkan hanyalah setinggi 153kbps, itupun rata-rata kemampuan pengunduhan file, aplikasi ataupun video porno ups… paling besar sekitar 20kbps. Itupun jarang-jarang bisa didapatkan. Rata-rata sekitar 10 kbps sudah untung. Namun untuk pemakaian terakhir, tercatat sekitar 9 GB data atau setara dengan 383,5 jam untuk satu bulannya. Untuk bisa mencapai jumlah ini, koneksi kerap saya tinggalkan ketika melakukan aktifitas download, karena untuk mendapatkan satu buah video berkualitas HD High Definition atau HQ High Quality, biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) jam.

Bagaimana dengan IM2 Unlimited ?

Berdasarkan pengujian pada koneksi IM2 Unlimited ditambah Modem Huawei HSDPA, kecepatan koneksi yang saya dapatkan maksimum sekitar 2,7 Mbps. Berapa kali lipat ya ? Sudah begitu, rata-rata kemampuan pengunduhan filenya sekitar 700kbps. Ups… dalam hitungan tak sampai satu jam, saya pribadi ternyata bisa mendapatkan data sejumlah 1,89 GB. Adapun yang saya ambil dalam kurun waktu tersebut adalah tiga buah aplikasi Emulator dari sistem operasi ponsel milik Nokia, Symbian untuk N97 (500an MB), Symbian 5th Edition (600an MB) dan Symbian^3 (700an MB). Dalam waktu tak kurang dari satu jam.

Jujur saja, koneksi Unlimited kecepatan tinggi, memang menjadi khayalan saya awal tahun lalu. Apalagi ketika iseng mencoba beberapa Emulator/Simulator sistem operasi ponsel dari Symbian, BLackBerry, Android hingga Windows Mobile yang rata-rata installernya minimal berukuran 200MB. Maksud hati ingin menjajal yang lain, apa daya StarOne membutuhkan waktu 5 jam pengunduhan. Itupun tidak dijamin keberhasilannya.

Sudah sepatutnyalah saya bersyukur atas semua fasilitas yang diberikan untuk menunjang kinerja dan aktifitas yang sudah seharusnya menjadi wewenang dan tanggung jawab kami sebagai anggota tim LPSE. Jika semua fasilitas sudah disediakan dan ditanggung, bukankah tidak ada alasan lagi untuk ‘tidak bisa bekerja’ bukan ?