Berkenalan dengan HoneyComb Samsung Galaxy Tab 10” GT-P7500

Category : tentang TeKnoLoGi

Dibandingkan dengan OS Android 3.0.1-nya Acer Iconia S500 yang kemarin sempat saya tampilkan, ada sedikit perbedaan yang secara kentara terlihat bagi mata pengguna awam seperti saya. Berikut beberapa screenshot layar milik perangkat Tablet berdimensi 10” Samsung Galaxy Tab GT-P7500.

Tampilan HomeScreen OS HoneyComb 3.1. secara Struktur masih sama dengan sebelumnya, namun dalam versi ini terdapat tombol khusus ScreenCapture yang berada disebelah kanan tombol sentuh Multitasking/Recent App. Tombol tambahan ada juga ditengah-tengah Taskbar sisi bawah untuk mengakses 6 (enam) aplikasi pilihan yang dapat disesuaikan oleh masing-masing pengguna. Trus di pojok kanan bawah, Notifikasi tampak jauh lebih menarik dan inovatif ketimbang Iconia, sayangnya gag berhasil di Capture untuk ditampilkan disini.

Halaman Setting/Pengaturan perangkat Samsung Galaxy Tab GT-P7500 tampil lebih berwarna dan ceria. Mengingat Tablet ini sudah menyematkan slot sim card sebagai alternatif pilihan koneksi data, maka beberapa pengaturan Tambahan terkait Network, Access Point Name dan juga Tethering dapat diatur seperti halnya perangkat ponsel Android lainnya.

Selain Halaman Setting/Pengaturan, ada juga disediakan aplikasi tambahan untuk mengatur lebih lanjut perangkat Samsung Galaxy Tab GT-P7500. Spare Part.

Social Hub, merupakan aplikasi Social Media serupa Acer Social Jogger milik Iconia S500 dengan lingkup tambahan Email dan Linkedin.

Aplikasi Photo Editor bawaan perangkat Samsung Galaxy Tab GT-P7500 memberikan akses editing yang leluasa seperti halnya aplikasi Pic Say Pro, mencakup Brightness, Contrast, Hue, Saturation termasuk pilihan Cropping dan Share.

Gag Bisa Nelpon pada Perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 ? Ayo Gunakan Viber

33

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan sedikit cerita tentang permintaan seorang Atasan di kantor untuk menginstalasi aplikasi Viber pada perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 terbaru yang Beliau miliki, rupanya usaha keras yang saya coba lakukan, mampu berbuah manis.

Seperti yang telah dikatakan dalam tulisan sebelumnya bahwa perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 telah menyediakan slot sim card sebagai alternatif koneksi data bagi penggunanya yang notabene dibatasi penggunaannya hanya untuk Data dan Messaging. Hal ini dipertegas pula oleh Samsung dan GSMArena dalam bahasan Spesification dan Review. Itu artinya secara fakta, perangkat Tablet 10”terkini besutan Samsung tidak dapat digunakan untuk menelepon.

Tapi tenang saja, itu tidak sepenuhnya benar kok. :p

Viber, bagi yang belum tahu dan sekedar mengingatkan, merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Viber Media Inc. secara khusus bagi para pengguna iPhone dan Android agar dapat menggunakan atau memanfaatkan fungsi telekomunikasi suara alias telepon dan juga Text Message atau Chat Messenger secara Gratis, dengan memanfaatkan koneksi jaringan data 3G atau WiFi. Sehingga, apabila pengguna sudah berlangganan paket data internet Unlimited, tidak lagi dibebankan biaya pulsa untuk melakukan komunikasi lewat Viber. Selengkapnya silahkan baca di tulisan sebelumnya.

Sayangnya, informasi yang saya baca lewat alamat resmi Viber Media Inc, bahwa perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 rupanya tidak didukung atau tidak kompatibel dengan aplikasi yang dimaksud. Demikian pula ketika dicari lewat Android Market, aplikasi Viber tak jua ditemukan.

Kasus seperti ini sebetulnya pernah saya temukan  sebelumnya, yaitu ketika usai mempublikasikan tulisan tentang Viber pertama kali. Kalau tidak salah keluhannya sama dan dialami oleh seorang Droiders juga. Sekedar informasi, ponsel yang digunakannya itu adalah Sony Ericsson eXperia Mini Pro yang notabene rilis terbaru dan sudah mengadopsi OS GingerBread. Lantaran tak menemukan Viber di Market, saya mengirimkan aplikasinya lewat email kepada yang bersangkutan dan ternyata berhasil diinstalasi dan dijalankan dengan baik. Hanya saja jika diperbandingkan dengan kasus sekarang adalah, perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 secara nyata memang tidak mendukung Voice Call.

Meski demikian, tidak ada salahnya juga apabila dicoba. Karena pertimbangan yang saya ambil sebelum memutuskannya adalah, adanya fitur Voice Memo dan Voice Searh yang artinya bahwa perangkat minimal memiliki Microphone untuk menerima jalur suara pengguna pada sisi badan perangkat.

Aplikasi Viber akhirnya saya unduh lewat halaman 4Shared, kebetulan pasca kasus eXperia, saya berinisiatif untuk menyimpan file aplikasinya di situs berbagi  file tersebut,  serta menyelipkan alamat link aplikasi pada salah satu paragraf tulisan kedua tentang Viber beberapa waktu lalu.

Usai proses pengunduhan dan instalasi, maka saatnya pengujian Aplikasi Viber dilakukan.

Pertama, Aplikasi Viber ternyata dapat berjalan dengan baik pada perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500. Fungsi penyesuaian Daftar Kontak teman yang menggunakan aplikasi Viber pun berhasil dilakukan, dan uji coba pengiriman pesan ke nomor ponsel yang saya gunakan tidak menemui kendala.

Kedua, saat menguji coba Voice Call dengan menghubungi nomor yang saya gunakan pada perangkat Android Samsung Galaxy Ace S5830, serta mengontaknya balik, hasilnya maknyus. Proses komunikasi rupanya dapat berjalan dengan baik, suara lawan bicarapun terdengar jelas dan jernih.

Berbekal dua kesimpulan awal diatas, sayapun kemudian berani mengambil sedikit kesimpulan bahwa selama perangkat Tablet (iPad maupun Android) menyediakan slot sim card untuk menunjang koneksi data penggunanya, walaupun di-klaim tidak mendukung Voice Call, minimal dengan memanfaatkan aplikasi Viber, Komunikasi suara tetap dapat dilakukan meskipun dengan cara lain, yaitu memanfaatkan layanan koneksi data.

Nah, siapa bilang kalo perangkat Tablet Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 tidak bisa digunakan untuk menelepon ?

Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500, si Tipis nan Powerfull

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya ketika mendapati Acer Iconia S500 beberapa waktu lalu, pertemuan dengan gadget Tablet terkini buatan Samsung kali ini pun terjadi secara tidak sengaja. Seorang Atasan di kantor kebetulan menghubungi per telepon, meminta tolong untuk menginstalasi aplikasi Viber pada perangkat terbaru yang Beliau miliki. Sekedar informasi, beberapa bulan lalu aplikasi yang sama berhasil saya instalasi pada perangkat Samsung Galaxy Tab 7” dari pemilik yang sama.

Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500, merupakan salah satu Gadget berlayar lebar yang dirilis brand global ternama asal Korea, Samsung yang mengadopsi OS Android versi 3.1 HoneyComb,  sistem operasi yang memang dibuat dan dikembangkan secara khusus untuk dipergunakan oleh perangkat Tablet. Dengan besaran resolusi dan dimensi layar yang setara dengan perangkat Acer Iconia S500 (1024×800 pixel – 10”), Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 tampak jauh lebih ringan untuk digenggam dengan satu tangan.

Tentu saja demikian bathin saya. Wong secara dimensi perangkat, Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 kabarnya merupakan perangkat Tablet yang diklaim paling tipis didunia, selisih sedikit  dengan perangkat iPad 2 milik Apple yang mengadopsi sistem operasi iOS. Meskipun dibekali fisik yang tipis dan ringan, namun jangan pernah meragukan kemampuannya loh. Prosesor Dual Core 1 GHz plus 1 GB RAM siap dijajal untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.

Mengingat perangkat ini mengadopsi OS yang sama dengan Acer Iconia S500, tidak banyak penyesuaian yang saya butuhkan ketika mencoba mengoperasikannya. Namun apabila diperbandingkan, ada beberapa fitur tambahan yang disematkan Samsung pada perangkat Galaxy Tab 10 GT-P7500 ini. Diantaranya tambahan Widget pada menu Personalisasi HomeScreen, yang jauh lebih banyak jenisnya serta beragam ukurannya. Hanya saja dari segi Inovasi, Samsung terbilang pelit dalam memberikan fungsi atau aplikasi tambahan seperti halnya Acer.

Dilihat dari segi Grafis yang diusung, layar yang tampak pada perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 ini jauh lebih jernih dan terang ketimbang perangkat Acer. Sudah begitu, untuk tampilan Notifikasi dan Pengaturan yang ada di pojok kanan bawahpun, Samsung tampak mampu lebih kreatif dalam sajian penampilan sehingga tampak lebih menyegarkan mata. Namun, meski sudah mengadopsi prosesor jenis Tegra, saya tak melihat adanya aplikasi Tegra Zone games seperti yang dimiliki perangkat Acer Iconia S500. Mungkin itu sebabnya, beberapa games yang tampak pada layar menu bisa dikatakan cukup standar seperti Trilogy Angry Bird dan Wheels.

Untungnya, perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 ini sudah memberikan keleluasaan pada penggunanya untuk terhubung dengan koneksi dunia maya, melalui slot Sim Card yang ada disisi bawah. Jadi tidak perlu susah-susah lagi mencari perangkat Hotspot kemana mana ataupun membeli Modem Wifi tambahan. Hanya saja, kemampuannya masih dibatasi hanya untuk memanfaatkan Koneksi Data dan Messaging saja. Lantas bagaimana dong dengan permintaan tolong si Atasan untuk menginstalasi Viber pada perangkat ini ?

Mengenal OS Android 3.0 HoneyComb (bagian 3)

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan kembali tulisan sebelumnya terkait mengenal HoneyComb OS (sistem operasi) Android versi 3.0 lebih jauh melalui perangkat Acer Iconia A500 wifi only, berikut beberapa ScreenShot tambahan yang dapat ditampilkan.

Tampilan Halaman Multimedia mencakup Games, Reader (eBook), serta Audio Video, lengkap dengan opsi pencarian aplikasi dan games tambahan melalui Android Market dan TegraZone. Yang terakhir ini diperuntukkan secara khusus bagi pencarian Games kualitas HD yang membutuhkan spec grafis tambahan.

Tampilan Android Market yang lama-lama makin menyerupai tampilan App Store-nya iPad. Dalam pilihan yang lebih mengkhusus, deskripsi, ukuran dan Review ditampilkan jauh lebih nyaman bagi mata. Proses permohonan ijin untuk Instalasi tampil lebih dahulu sebelum proses pengunduhan (download) dimulai.

Tampilan TegraZone, seperti yang sudah dikatakan diatas bahwa ini merupakan area untuk mengunduh Games yang memang membutuhkan spec grafis kualitas HD. Tegra Zone hadir pada perangkat Android yang sudah mengadopsi prosesor dan grafis Tegra.

Tampilan ujicoba Games Need For Speed Shift yang murni mengandalkan fitur accelerator pada perangkat, sehingga memungkinkan pengguna untuk berinteraksi tanpa menggunakan bantuan tombol tambahan secara khusus. Perhatikan TaskBar yang selalu tampil disisi bawah halaman, memungkinkan pengguna untuk selalu kembali ke halaman Utama dengan cepat.

Tampilan Reader yang menyajikan koleksi eBook baik dalam format pdf, txt hingga office application. Dikemas dengan rupa buku dalam rak yang dijejer rapi sesuai kategori yang ditetapkan. Saat membukanya pun tampilan yang tampak tetap seperti pengguna membuka buku dalam dunia nyata. Maka berterimakasihlah pada Flash yang telah disematkan dalam perangkat ini.

Tampilan PhotoBrowser. Tidak jauh berbeda dengan sajian Reader diatas, PhotoBrowser yang hanya menyajikan koleksi gambar serta foto dalam perangkat dikemas dalam bentuk buku serta membukanyapun menampakkan lembaran buku seperti halnya dunia nyata.

Tampilan Pengaturan Aplikasi yang dapat diakses melalui menu Pengaturan atau Setting. Dalam halaman ini pengguna dapat melakukan proses UnInstall yang tidak dapat dilakukan pada halaman Editing icon shortcut (lihat tulisan sebelumnya), serta menghentikannya secara paksa apabila memang diperlukan. Sedikit berbeda dengan perangkat Android dalam bentuk ponsel, disini tidak ada pilihan ‘Move to SDCard’ atau ‘Move to phone’ yang saya yakin sangat familiar sekali bagi pengguna yang kerap melakukan proses pemindahan aplikasi pasca Rooting.

Demikian beberapa ScreenShot dan juga sedikit penjelasan gambar, yang barangkali dapat mengenalkan OS (sistem operasi) Android versi 3.0 HoneyComb lebih jauh kepada semua Rekan. Ada yang berminat mencobanya ?

Mengenal OS Android 3.0 HoneyComb (bagian 2)

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan pertama terkait mengenal OS (sistem operasi) Android versi 3.0 HoneyComb lebih jauh melalui perangkat Acer Iconia A500 wifi only, berikut beberapa ScreenShot yang dapat ditampilkan.

Tampilan Menu Pengaturan atau Setting Wireless (kiri), disesuaikan dengan perangkat yang memang hanya menyediakan wifi sebagai koneksi data. Terpantau tidak tersedia slot sim card secara fisik sehingga pilihan Mobile Network pun ditiadakan. Meski begitu, kabarnya port USB yang tersedia di sisi bawah perangkat, selain diperuntukkan bagi perangkat Keyboard tambahan, bisa juga disambungkan dengan perang Mouse PS2 (info dari YouTube.com), USB 3G Modem (dari Forum XDA Developers) dan Flash Disk Storage (kanan). Sayangnya hingga hari ini saya tak jua menemukan cara untuk melihat jeroan Flash Disk melalui File Manager yang tersedia.

Tampilan customisasi Halaman Depan (HomeScreen), dapat diakses melalui tekan dan tahan layar agak lama dari halaman utama ataupun Menu. Untuk menempatkan icon Shortcut (kiri) ataupun Widget (kanan), tinggal tahan dan geser saja menuju salah satu dari lima halaman HomeScreen yang telah disediakan.

Tampilan Halaman Depan (HomeScreen) pasca customisasi, dengan beberapa Widget tambahan (kiri) dan juga penggantian wallpaper. Untuk kembali ke aplikasi yang sebelumnya sudah pernah dibuka dan digunakan, tekan saja tombol sentuh Multitasking (kanan) yang ada di sisi bawah layar dan pilih aplikasi atau games yang diinginkan. Apabila dalam posisi LandScape hanya ada 5 (lima) aplikasi terakhir saja yang sudah pernah dibuka sebelumnya, bertambah menjadi 7 (tujuh) saat layar berubah dalam posisi Portrait.

Beraktifitas dengan Office Application ? gunakan saja Documents to Go (kiri). Aplikasi ini siap melayani kebutuhan pengguna akan Word Proccessing (docx), Spreadsheet (xlsx), Presentation atau PowerPoint (pptx) dan tentu saja Reader (pdf).  Sedang gambar kanan merupakan tampilan File Manager yang diakses melalui aplikasi tambahan yang diunduh dari Android Market.

Tampilan akses file MultiMedia baik dengan ClearFi (aplikasi bawaan Acer) dan juga secara aplikasi bawaan HoneyComb. Jika ClearFi menyajikan halaman dengan tampilan berupa map file, aplikasi bawaan menyajikan tampilan 3D. Silahkan pilih aplikasi mana yang ingin digunakan.

Mengenal OS Android 3.0 HoneyComb (bagian 1)

Category : tentang TeKnoLoGi

Untuk mengenal lebih jauh OS (sistem operasi) Android versi 3.0 HoneyComb, Berikut beberapa ScreenShot yang saya ambil lewat perangkat Acer Iconia A500 Wifi only.

Tampilan Utama (HomeScreen) yang mengadospi resolusi 1280×800 pixel, hampir setara layar NoteBook, dengan besaran 10”. Pada Layar Utama inilah icon Shortcut aplikasi, games dan juga widget ditampilkan untuk memudahkan aksesibilitas. Dengan konstruksi Grid 7×8 sebanyak 5 halaman, bagi yang suka mengkoleksi lebih banyak aplikasi, games ataupun Widget harus dapat berhemat space dengan bijak.

Tampilan halaman Menu yang menyajikan konstruksi Grid 7×5 dengan slide geser kesamping. Dua penampakan icon disamping kanan merupakan bayangan icon shortcut yang ada halaman sebelahnya. Dapat menampilkan seluruh aplikasi dan games yang ada baik bawaan atau hasil unduhan (download) atau hanya yang diunduh saja.

Tampilan halaman Editing Menu sekaligus HomeScreen. Pada bagian ini Pengguna dapat menempatkan icon ShortCut aplikasi, games ataupun Widget sekehendak hati pada halaman HomeScreen yang diinginkan. Di pojok kanan atas terlihat ada pilihan UnInstall saat icon ditekangeserkan, untuk dipindahtempatkan. Namun dalam beberapa percobaan, tidak ada aktifitas apapun yang dilakukan apabila icon digeser ke tombol UnInstall tersebut.

Tampilan Utama (HomeScreen) setelah melakukan pergantian wallpaper. Perhatikan bagian bawah gambar, terdapat TaskBar yang menyajikan tiga tombol sentuh utama (Back, Home dan MultiTasking), juga jam, sinyal, daya batere dan Notifikasi. Taskbar ini akan tetap hadir dalam setiap aktifitas yang dilakukan pengguna, termasuk dalam permainan Games sekalipun. Bisa jadi kehadiran TaskBar untuk menggantikan tombol fisik yang biasanya ada dalam perangkat Android.

Tampilan Browser pada perangkat Tablet yang mirip dengan GoogLe Chrome, browser milik GooGLe yang memang dikembangkan secara khusus pada perangkat PC. Bersih dan gegas, begitu kira-kira kata yang pantas diberikan. Selain itu, perpindahan antar Tab tak lagi berat dan lambat seperti halnya Browser bawaan pada Android versi ponsel.

Tampilan Pengaturan Camera. Untuk Acer Iconia A500, menyematkan resolusi 5 MP lengkap dengan pengaturan warna (sephia, mono, colorize, posterize) dan juga Scene Mode. Uniknya, terdapat pengaturan Zoom Digital yang diakses melalui tombol sentuh (+) dan (-). Perpindahan mode dari Camera ke Video pun dapat diakses pada sisi bawah pengaturan.

Tampilan Menu Pengaturan / Setting. Susunan item tidak jauh berbeda dengan Android versi sebelumnya, namun secara tampilan lebih mengadopsi iPad lengkap dengan tombol on off nya. Pada item Display pengguna tidak lagi dapat menemukan Pengaturan gambar HomeScreen dan LockScreen. Hanya tingkat kecerahan (Brightness) dan Animation-nya saja.

HoneyComb, Madu Manis Android 3.0

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih berbicara soal Android. Kali ini saya beruntung bisa berkenalan dengan OS (sistem operasi) Android versi 3.0 yang diberi Codename HoneyComb.

HoneyComb jika di Translate berarti SarangMadu milik lebah yang menurut Wikipedia merupakan OS (sistem operasi) Android yang memang secara khusus dikembangkan untuk perangkat Tablet. Selain dukungan akan layar lebar, multi prosesor serta grafis, HoneyComb dirancang memiliki User Interface yang berbeda dibandingkan dengan OS Android versi lainnya. Itu sebabnya bagi pengguna pertama HoneyComb akan merasakan pengalaman yang berbeda saat menjelajah perangkat Tablet dibanding ponsel.

Sayangnya, ketika berusaha untuk mencari tahu apa dan bagaimana HoneyComb sebenarnya di induk semangnya Android, tiga halaman pertama hasil pencarian rata-rata bertemakan sama. Mengulas Acer Inconia A500 sebagai perangkat Android HoneyComb pertama di Indonesia yang Termurah dan Terbaik. Hal ini bisa terjadi lantaran beberapa waktu lalu saat perangkat Acer diluncurkan, digelar Lomba Blog SEO terkait perangkat tablet milik Acer tersebut. Secara kebetulan, OS Android 3.0 HoneyComb yang saya dapatkan memang disematkan pula pada perangkat yang sama.

Minimnya Informasi yang dapat ditelaah melalui dunia maya, membuat saya berinteraksi secara otodidak berbekal kemampuan menguasai sedikit pengetahuan tentang Android versi sebelumnya, iOS milik perangkat iPad dan Struktur pola penggunaan PC. Berikut Ringkasannya.

Berangkat dari Lock Screen, Android HoneyComb tak lagi menyematkan tampilan Slide to Unlock miliknya iPhone, namun sedikit lebih kreatif dengan menggeser tampilan gembok pada area berbentuk lingkaran ke gembok kecil dipinggiran garis. Pada intinya sih sebenarnya sama saja. Hehehe…

Masuk ke tampilan depan, HomeScreen milik HoneyComb memberikan keleluasaan penempatan icon Shortcut dengan grid 7×8 dimana fitur penempatan shortcut yang akan tampil secara otomatis begitu usia proses instalasi, jadi makin mirip iOS yang sudah mengadopsinya lebih dulu. Meski demikian, fitur ini dapat di-nonaktifkan jika dirasa tak perlu.

Masih berkutat dihalaman depan, untuk penggantian Wallpaper, Widget ataupun penambahan/kurang icon Shortcut aplikasi murni melalui halaman Editing yang dapat diakses dengan menekan lebih lama halaman HomeScreen. Opsi penggantian ini takkan dapat ditemukan lagi pada menu Pengaturan atau Setting pada bagian Display seperti halnya OS Android versi sebelumnya.

Terbatasnya persediaan halaman HomeScreen yang hanya mengakomodasi hingga 5 tampilan, membuat pengguna harus pandai-pandai mengatur icon atau widget mana saja yang akan ditampilkan pada perangkat Android. Keterbatasan ini barangkali tidak akan ditemui pada perangkat iPad yang mampu menyediakan hingga 9 halaman HomeScreen.

Masuk ke menu Pengaturan atau Setting, bentukan iOS langsung terlihat. Baik dari Struktur fitur dan opsi, termasuk pula aktivasi tombol on/off yang ada. Pada menu pengaturan jumlah item yang disediakan tidak jauh berbeda dengan perangkat ponsel Android, hanya saja Sub Menu berikutnya ditampilkan kearah samping tanpa berganti halaman lagi.

Nafas iOS makin terasa jelas ketika mengakses Android Market. Beberapa aplikasi dan juga games yang ditawarkan seperti biasa lebih banyak yang berstatus Free ketimbang berbayar. Disandingkan dengan aplikasi atau games yang dapat dipergunakan pada perangkat  ponsel Android, beberapa diantaranya tidak kompatibel dengan besaran layar yang diadopsi HoneyComb. Misalkan Moron Test yang langsung ‘Force Closed’ ketika diuji coba. Meski demikian, Games-games grafis yang lag pada perangkat ponsel, berjalan sangat baik pada HoneyComb. Ini tentu saja merupakan pengaruh utama dari jenis dan besaran prosesor yang didukung.

Berbicara tentang games, lantaran HoneyComb rata-rata sudah didukung Multi Prosesor plus Grafis Tegra, selain bisa didapatkan dari Android Market, Games bisa juga diakses melalui Tegra Zone yang menyajikan beragam Games dengan kebutuhan grafis tingkat tinggi. Need For Speed Shift merupakan salah satu diantaranya.

Yang tergolong unik dari HoneyComb adalah tampilan 3D Gallerynya. Entah memang bawaan OS atau fitur dari Acer, koleksi Foto yang ada dalam folder Gallery bisa ditampilkan layaknya foto biasa secara fullscreen, bisa juga ditampilkan dalam bentuk buku portofolio. Buku ini bisa diakses layaknya buku biasa, yang menyajikan tampilan flash lembaran buku yang dibuka dengan tangan.

Untuk Browser bawaan HoneyComb, Sepertinya Android mengusung Google Chrome ke perangkat tablet yang memang dikenal sebagai browser yang bersih dan gegas dalam berselancar. Seperti halnya Browser Chrome dalam perangkat PC, baik opsi Pengaturan dan Download managernya pun sama persis tertampil dengan baik. Perpindahan antar Tab pun tak seberat Browser bawaan perangkat ponsel Android sebelumnya.

Taskbar yang biasanya hadir disisi atas perangkat ponsel Android, pada HoneyComb tampil disisi bawah layaknya perangkat PC. Taskbar ini akan selalu hadir dalam setiap tampilan layar, dalam aplikasi ataupun Games sekalipun. Itu sebabnya pengguna selalu dapat mengakses halaman utama dengan hanya menekan tombol Home atau berpindah aplikasi melalui tombol Multitasking. Ketiadaan tombol fisik yang terdapat dalam perangkat bisa jadi merupakan pertimbangan utama dalam menyajikan Taskbar ini dalam setiap aktifitas.

Masih dalam Taskbar, terdapat setidaknya tiga tombol sentuh khusus yang ada di pojok kiri bawah layar sebagai tombol sentuh utama dalam HoneyComb. Back, Home dan Multitasking. Tombol tambahan untuk Pilihan akan muncul ketika aplikasi diakses dan dijalankan.

Disisi kanan bawah terdapat tampilan Jam atau waktu, daya batere dan sinyal Koneksi. Selain itu, opsi Pengaturan atau Setting serta semua notifikasi dapat diakses secara bersamaan atau satu persatu melalui jalur yang sama.

Yang patut dicermati dalam penggunaan HoneyComb adalah keberadaan tombol sentuh tambahan yang secara otomatis tampil pada layar dalam setiap aktifitas, dengan membawa fungsi-fungsi khusus. Misalkan saja fitur UnInstall pada halaman Menu ketika icon Shortcut ditekan dan dipindahgeserkan atau pilihan untuk menonaktifkan fitur auto shortcut app. Jadi jangan ragu untuk mencoba  yah…

Acer Iconia A500, Android HoneyComb Minus 3G

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalo sudah jodoh, memang tak kan kemana.

Begitu kira-kira bathin saya tempo hari ketika hasrat sudah begitu menggebu untuk menjajal perangkat Tablet berbasis Android versi 3.0 honeyComb pasca iPad 1 dan iPad 2.

Acer Iconia A500 dibawa seorang kerabat lantaran ingin minta tolong untuk diinstalasikan USB 3G Modem pada perangkatnya yang secara pabrikan ternyata hanya mendukung koneksi Wifi built in saja.

Secara tampilan awal, Acer Iconia A500 tampak sangat mengesankan. Sisi fisik yang rounded terasa halus ditangan meski dengan ukuran layar 10” bobot perangkat terasa memberatkan untuk digenggam dalam satu tangan. Tidak seperti perangkat tablet Android lainnya, ketiadaan tombol fisik disekitar layar membuat pengguna yang terbiasa dengan perangkat ponsel Android sebelumnya, akan merasa sedikit kebingungan untuk mengakses tombol Home, Back dan tentu saja Menu. Namun jangan khawatir bahwa semua tombol tersebut telah dikonversi dalam bentuk tombol sentuh yang nantinya akan dapat diakses melalui TaskBar yang tampil di pojok kiri bawah halaman.

Menelusuri sisi samping perangkat terdapat tak kurang tombol power, volume, jack audio, colokan charger, port micro USB dan port USB serta dua lagi yang saya pribadi bingung apa gunanya. Khusus untuk port USB, bentuknya sama dengan port USB yang terdapat dalam perangkat PC pada umumnya. Sehingga inilah dugaan awal penempatan posisi USB 3G Modem nantinya.

Mengusung layar lebar 10”wide, secara dimensi perangkat Acer Iconia A500 terasa jauh lebih kompak ketimbang iPad 1 dan 2. Meski demikian tetap bukan menjadi satu prioritas utama apabila Anda menginginkan perangkat yang mudah dibawa kemana saja dan tak mencolok mata.

Saat dijajal kemampuan OS yang disematkan dalam perangkat ini, sangat terasa perbedaan yang pasti antara perangkat Android yang berbasis ponsel dengan Tablet. Lebih gegas dan tentu saja banyak pengalaman barunya. Lihat saja dari akses Lock Screen, Menu dan juga penggantian Wallpaper, semua langkah sungguh berbeda dengan perangkat Android yang sebelumnya pernah saya gunakan. Dan seperti iklan It’s Time to Galaxy Tab 10” beberapa waktu lalu, memainkan Need For Speed Shift dengan perangkat tablet sungguh sangat mengasyikkan.

Android hanya menyediakan dasarnya dan masing-masing Brand harus mampu berinovasi dalam memberikan sentuhan khas yang setidaknya diharapkan dapat mempercantik atau bahkan memudahkan penggunaan. Demikian halnya dengan Acer.

Clear fi, merupakan terobosan Acer Iconia yang memudahkan pengguna beraktifitas dengan koleksi multiedia yang ada baik itu gambar atau foto, audio dan tentu saja video. Dengan tampilan ala map file, pengguna dapat membuka dan menikmati semua file multimedia layaknya membuka album foto. Dapat diurutkan berdasarkan album atau folder atau kategori dan juha Timeline atau waktu diambilnya gambar.

Untuk bersocial Media pun sudah disertakan Acer Social Jogger yang didesain bagi pengguna agar dapat memantau akun FaceBook dan juga Twitter dalam satu aplikasi. Dengan tampilan khas milik Acer (serupa perangkat pc), Social Jogger tak jauh berbeda dengan penggunaan TweetDeck ataupun Seesmic yang menyajikan status berupa Timeline. Meski merupakan aplikasi branded milik Acer, Social Jogger ini dapat pula digunakan pada perangkat Android lainnya seperti Samsung Galaxy Ace yang saya miliki ini. Nanti saja ya ceritanya.

Sayangnya dibalik semua kemewahan yang disajikan, Acer Iconia A500 yang kabarnya merupakan HoneyComp pertama dan termurah di Indonesia ini, tidak menyertakan dukungan 3G atau berupa slot sim card pada sisi bodinya. Padahal pada slot microsd yang disertakan, terlihat ada kemungkinan bahwa akan ada varian Acer Iconia A500 yang bakalan disertakan atau mendukung koneksi diluar Wifi. Alhasil perangkat yang saya gunakan ini murni harus mencari jaringan Hotspot terdekat, atau membeli lagi modem wifi tambahan agar tetap bisa terkoneksi dimanapun dan kapanpun.

Terkait permintaan kerabat agar perangkat Acer Iconia A500 dapat tersambungkan dengan perangkat USB 3G Modem bisa dikatakan gagal total. Ini karena pertama, dari Acer Indonesia sudah menyatakan bahwa port USB yang ada tidak mendukung USB 3G Modem, melainkan sebagai sambungan keyboard sebagai media input tambahan. Kedua, di dunia maya memang banyak terdapat pengakuan bahwa Acer bisa dihubungkan namun tak satupun memuat Tutorial caranya. Ketiga, meski dapat ditemukan pada Forum XDA Developers, salah satu Forum langganan saya, ternyata tidak semua USB 3G modem yang kompatibel dapat dibaca oleh perangkat. Itu sebabnya ketika dicoba mengakses Network yang digunakan, perangkat tidak mampu memberikan reaksi atas USB 3G Modem yang telah disambungkan.

Bagi yang menginginkan adanya koneksi 3G atau keberadaan slot Sim Card, ada baiknya menunggu waktu terlebih dahulu. Karena kabarnya versi Wifi+3G akan hadir sebentar lagi.