Beberapa Catatan terkait Hisense Pureshot+

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah menurunkan empat tulisan berkaitan dengan ponsel Hisense Pureshot+ yang diBundling dengan SmartFren 4G, baik siapa Hisense dan bagaimana kinerja ponsel berlayar 5,5 inchi dan delapan inti prosesor, serta uji kecepatan koneksi data dalam dua sesi, ada baiknya juga saya mengimbangi beberapa fakta lapangan yang didapat selama oprak oprek seminggu terakhir ini. Namun apa yang akan saya sampaikan nanti, hanyalah sebagai catatan kita bersama, yang kelak saya harap dapat menjadi masukan bagi Hisense dalam pengembangan aplikasi sehingga dapat menutup kekurangan dimaksud, pilun demikian, masukan bagi kawan-kawan peminat Pureshot+ sebagai bahan pertimbangan sebelum menjatuhkan pilihan.

Pertama soal Vision UI.
User Interface atau perwajahan perangkat Hisense Pureshot+ rupanya menggunakan Launcher pribadi yang saya pantau tidak akan dapat ditemukan di Play Store, dan juga tidak dapat diadopsi ke ponsel maupun tabletpc berbasis Android lainnya. Nilai tambah tentu. Sudah begitu, dilihat secara Pengaturannya, cukup mudah dipahami. Terdapat tambahan scroll menu bolak balik dan efek perpindahan antar layar yang unik. Namun demikian, secara penampilan Vision UI mengadopsi murni tampilan iOS milik Apple yang pula meniadakan opsi Menu dan opsi Tema. Sehingga pengguna harus puas dengan tampilan sebagaimana pabrikan dibuat meski bisa diatasi dengan menginstalasi Launcher tambahan lain. dan seperti halnya iOS, pengaturan icon yang sudah di-set sedemikian rupa dengan mudahnya dapat dipindahkan oleh orang lain, seperti anak-anak misalkan secara tidak sengaja, bahkan terhapus secara permanen dari layar depan.

Kedua, selain UI bawaan, secara fisik luar Pureshot+ mirip plek dengan iPhone 6 baik ukuran maupun penempatan lensa kamera di punggung belakang. Sehingga saat saya menemui kesulitan untuk menemukan Leather Case maupun screen guard di gerai ponsel besar sekalipun, sempat terlintas untuk mencoba menggunakan asesoris milik iPhone 6 yang rupanya gagal total. Tidak sepenuhnya siy, karena screen guard masih bisa diCustom dengan memotong lekukan namun tidak dengan Case. Dimana posisi lensa Pureshot rupanya sedikit ke ujung pinggiran atas yang jika dipaksakan, tentu akan menutup lensa kamera. Itu sebabnya, pe-er bagi pihak Hisense barangkali entah mengupayakan sendiri atau bekerja sama dengan pihak lain untuk dapat merilis Leather Case sendiri dan tidak mengandalkan versi Universal yang punggungnya bolong setengah badan itu. Sangat tidak nyaman, dan tidak elok jika ponsel sedemikian canggih, menggunakan Universal Case atau malah rentan goresan pada punggung ponsel yang berbahan plastik itu.

Catatan Ketiga, meski dalam paket penjualan Hisense menyertakan kabel data sekaligus charger yang dapat dipisah dengan kepalanya, namun saat perangkat disambungkan dengan PC, ternyata tidak semudah brand lain yang biasanya secara otomatis terdeteksi tanpa banyak proses instalasi. Setidaknya pengguna harus memilih opsi fungsi kabel usb saat penyambungan, apakah hanya untuk Charging, membuka (mount) sdCard, media data atau lainnya. Selain itu, apabila kita memilih sebagai Media Data, perangkat pc masih harus membutuhkan waktu panjang untuk menginstalasi driver perangkat secara online. Kalo mau aman, pilih Mount sdCard saja. Cuma Internal storage ponsel gak bisa diakses.

Catatan keempat, soal keberadaan dual speaker yang ada di sisi bawah perangkat, secara tampilan tentu saja meyakinkan. Hal ini serupa dengan beberapa ponsel flagship dari brand lain. Namun sayangnya, fungsi output suara yang dihasilkan saat memutar musik maupun video, hanya berlaku untuk 1 speaker saja yaitu yang sisi kanan apabila dilihat dari permukaan layar. Apabila speaker ini ditutup, meski sebelah saja, suara akan teredam bahkan tak terdengar dengan baik. Ada yang mengalami hal serupa ?

Pureshot Hisense SmartFren 4G LTE

Namun begitu, ada juga hal-hal kecil yang bisa saya sampaikan di akhir tulisan sebagai nilai tambah yang bisa menjadi info berimbang bagi Hisense Pureshot+ dalam postingan ini. Yaitu :

1. Aplikasi Firewall yang berfungsi untuk memblokir panggilan dan sms dari nomir tertentu, sepaham dengan Vision UI, aplikasi ini tak akan dapat ditemui di Play Store manapun dan tidak dapat diadopsi pada ponsel lain.

2. Pengambilan Screenshot tampilan halaman bisa dilakukan dengan menekan 2 (dua) tombol bersamaan yaitu Volume Down dan Power. Hasil akan tersimpan pada folder Screenshot pada kartu memori eksternal.

3. Meskipun Tema tampilan tidak didukung oleh Vision UI, namun secara tampilan keyboard ponsel masih mampu lah dilakukan dengan baik. Manfaatkan saja aplikasi TouchPal lebih lanjut.

4. Pureshot+ tampaknya ingin memanjakan penggunanya yang jaman masa kini akan lebih banyak memanfaatkan lensa kamera depan untuk kebutuhan Selfie sendiri maupun saat bersama kawan. Jadi manfaatkan saja kamera 5 MP yang ada di sisi depan ponsel, dilengkapi dengan fitur flash light atau lampu kilat untuk mendapatkan hasil maksimal. Jauh lebih baik lah jika dibandingkan dengan beberapa ponsel yang ada saat ini.

Nah, demikian kira kira postingan terakhir yang dapat diungkap sejauh ini, semoga bisa bermanfaat dan menjadi bahan masukan sebagaimana di awal tadi.

Overall, secara fungsi tampaknya ponsel Hisense Pureshot+ ini masuk dalam daftar rekomendasi saya untuk kalian yang membutuhkan kehadiran sebuah ponsel dengan kemampuan setara flagship brand lain namun dengan harga yang cukup terjangkau. Apalagi secara spesifikasi lumayan mumpuni, tentu dengan beberapa permakluman diatas tadi.

Uji Kecepatan SmartFren 4G dengan SpeedTest (bundling Hisense Pureshot+) #2

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan aksi uji kecepatan koneksi data SmartFren 4G yang diBundling pada ponsel Hisense Pureshot+ berlayar 5,5” yang mengandalkan prosesor delapan inti, kali ini saya menyampaikan 7 (tujuh) lokasi di seputaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, wilayah yang merupakan Coverage Area utama operator satu ini. Setidaknya demikian informasi yang dahulu pernah diterima.

Dimulai dari Gedung Dewan yang terhormat Kabupaten Badung, blok seberang kantor yang berjarak sekitar 400an meter dari ruangan @pandebaik di satu pagi sesaat sebelum Rapat Kerja SKPD Dinas Cipta Karya bersama Komisi II. Yang ternyata dibatalkan pelaksanaannya karena ke-empat puluh anggota sore di hari yang sama akan berangkat dinas ke Jakarta. Kecepatan Download terpantau diatas 10 MBps, berbanding terbalik dengan kecepatan Upload yang hanya mampu di kisaran 1 MBps.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 04

Kecepatan lalu terpantau menurun saat kendaraan berada di parkiran Pasar Sempidi, sore sepulang kerja masih di hari yang sama, sekedar membeli buah dan penganan untuk anak-anak.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 01

Masih berada dalam kendaraan di jalanan Gatot Subroto Tengah menuju perjalanan pulang ke rumah, kecepatan terpantau meningkat jauh baik Download maupun Upload. Cukup signifikan dibanding sebelumnya. Bisa jadi lantaran lokasi ketiga pengujian ini merupakan jalur utama area cakupan SmartFren ketimbang yang lain.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 02

Namun meskipun lokasi keempat, Tiara Dewata berada di persimpangan jalanan besar Jendral Sudirman dengan Mayjen Sutoyo, Kecepatan terpantau standar untuk ukuran jaringan 4G, baik Download maupun Upload-nya.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 03

Masuk ke lokasi kelima di Warung Mina Dalung, pengujian sempat diulang hingga tiga kali. Mengingat secara hasil terpantau kecepatan Upload malah lebih besar ketimbang Download. Hmmm… Kok bisa ya ?

Uji Smarrtfren 4G Hisense 05

Hasil pengujian paling rendah terpantau di rumah Mertua Indah, Desa Canggu kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung, yang merupakan salah satu sisi barat perbatasan wilayah dengan Kabupaten Tabahan. Hasil yang ditunjukkan baik kecepatan Download maupun Upload sama-sama berada dibaawaah 1 MBps, yang dibuktikan pula lewat leletnya jaringan saat digunakan untuk browsing dan lainnya. Hal sama berlaku pula dengan operator utama yang saya gunakan selama ini.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 06

Dan untuk lokasi terakhir pengujian sesi kedua ini, diambil di parkiran pinggir jalan SD 1 Saraswati sisi timur. Kecepatan uji menunjukkan hasil yang lumayan dibanding lainnya.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 07

Nah, demikian dua sesi pengujian kecepatan Koneksi data milik SmartFren jaringan 4G yang sempat dilakukan seminggu terakhir di seputaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai referensi pada kalian semua, seakan menguatkan satu hasil pemikiran yang selama ini www.pandebaik.com yakini terkait koneksi internet operator kita di negeri ini. Bahwa posisi (memang mutlak) menentukan prestasi kecepatan data. Tidak ada yang cepat di seluruh area, atau mampu menjadikannya yang terBaik diantara lainnya.

Oh ya, untuk ilustrasi gambar memang sengaja saya balik posisi hasil uji dengan maps lokasi untuk membedakan uji sesi pertama dengan kedua ini.

Uji Kecepatan SmartFren 4G dengan SpeedTest (bundling Hisense Pureshot+)

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan Hisense PureShot+ HS-L695 sebelumnya, ponsel Android ber-Jaringan 4G yang kompatibel dengan semua operator, kali ini saya mencoba berbagi sebagaimana janji di pragaraf terakhir, terkait uji coba kecepatan kartu SmartFren 4G memanfaatkan jasa aplikasi SpeedTest di beberapa lokasi seputaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Adapun perangkat yang digunakan masih sama. Hisense Pureshot+ yang dibanderol sekitar 3,2 Juta rupiah saja.

Sebagai gambaran awal, bahwa paket Bundling ponsel berkamera mengagumkan ini memberikan keleluasaan bagi konsumennya untuk menikmati data sebesar 2 GB + 6 GB sebagai bonus yang berlaku hingga 7 hari kedepan sejak aktivasi kartu pertama kali. Jadi bisa dikatakan bahwa kartu SmartFren yang saya uji coba kali ini memiliki masa berlaku paket data 8 GB hanya sampai tanggal 26 Oktober 2015 pukul 23.59.

Adapun metode pengujian yang saya lakukan tergolong sederhana yaitu memanfaatkan jasa aplikasi SpeedTest yang dapat diunduh dari GooGLe Play Strore, serta aplikasi Maps untuk menunjukkan posisi lokasi pengujian. Dalam sesi pertama ini, ada 6 (enam) lokasi yang saya sambangi untuk proses pengujian kecepatan Download dan Upload SmartFren 4G yaitu di Kota Denpasar sebanyak 4 (empat) lokasi pada tanggal 19 Oktober 2015 dan sisanya di Kabupaten Badung keesokan harinya. Kelak apabila rute main saya bertambah, pasti akan di-Update kembali dalam tulisan yang sama.

Oke, berikut hasilnya.

Lokasi Pertama, tentu rumah saya @pandebaik di Banjar Tainsiat dengan titik pengujian berada di dalam rumah berlantai 1 (satu). Kecepatan yang didapat tidak terlalu signifikan, sebagaimana hasil pengujian Modem SmartFren terdahulu. Ini tercermin pula dari kecepatan unduh (lihat gambar terakhir) yang tidak terlalu besar yaitu sebesar maks 1,8 MBps. Bandingkan dengan gambar yang ada di sebelahnya.

Speed PanDe Baik

Lokasi Kedua, rumah atau praktek Dokter Dani Iswara yang membuka gerai Kangen Water, di sisi timur Lapangan Renon, mencapai kecepatan tertinggi dari yang diuji coba hari itu. Bisa jadi secara lokasi yang berada di pinggiran jalan besar kawasan Renon.

Speed Dani Iswara

Lokasi Ketiga, diambil di depan ATM BPD depan Lapangan Renon, yang meski secara kecepatan Download sedikit menurun namun kecepatan Upload naik secara signifikan.

Speed ATM BPD

Lokasi Keempat yaitu Apotek Adhi Guna yang ada di sebelah barat Sakura Elektronik Jalan Diponegoro. Mengingat secara lokasi tidak jauh beda dengan pengujian pertama maka secara hasilpun ya mirip-mirip lah.

Speed Adhi Guna

Sebenarnya sebelum menyasar lokasi pengujian keempat, saya sempat mampir sejenak ke Sellular World di jalan Teuku Umar untuk mencari Screen Guard dan Leather Case perangkat ponsel Hisense Pureshot+ ini, namun kelupaan saking kagetnya pas tahu ternyata si mbak yang dari tadi excited menceritakan kelebihan Hisense, kebingungan pula mencari Screen Guard yang akhirnya diputuskan menggunakan Custom Guard alias dipotong dari pilihan yang ada. He… Sedang Leather Case, agak malas menggunakan yang versi Universal karena cukup ribet saat menggunakan kamera-nya. Mungkin dari pihak Hisense bisa memberikan jalan keluar untuk ini ? Screen Guard dan Leather Case free untuk saya barangkali ? Hehehe…

Lokasi Pengujian Kelima, berlanjut di ruangan kantor Seksi Permukiman, Gedung Dinas Cipta Karya lantai III, area Pusat Pemerintahan Puspem Badung, Sempidi kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Meski meningkat cukup jauh, namun kecepatan Upload sepertinya masih standar-standar saja.

Speed Puspem Badung

Lokasi pengujian terakhir sesi pertama atau Keenam, saya coba di tempat makan siang, daerah Kwanji dengan menu Sate Kambing Lemak. Duuuhhh… ini sih dijamin nambah-nambahin Kolesterol dah. Tapi kalo dilihat dari hasilnya, bisa dikatakan ini adalah hasil yang paling tinggi yaitu kisaran 14 MB untuk kecepatan Download dan 5 MB-an kecepatan Upload. Wiiihhh… mantap yah ? padahal secara lokasi bisa dikatakan Jalan Tibung Sari Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung ini tergolong pinggiran kota loh.

Speed Sate Kwanji

Terakhir saya sampaikan satu ilustrasi kecepatan Unduh dengan melakukan ujicoba Download dua tiga file Video dari halaman YouTube menggunakan aplikasi TubeMate, dimana saat hari pertama pengujian di rumah sendiri hanya mendapatkan kecepatan kisaran 1,8 MBps. Bandingkan dengan kecepatan yang didapat saat mengunduh dua video dari gedung kantor di Puspem Badung, tembus hingga kecepatan 10 MBps. Video dengan durasi 3 menitan, dilahap habis gak sampe semenit. Mantap masbroh…

Speed SmartFren 4G

Nah, kira-kira begini nih, hasil ulik-ulik saya dengan kartu SmartFren 4G, bundling paket ponsel Hisense PureShot+ HS-L695 berlayar 5,5”, kamera 13 MP, dan Octacore prosesor 64 bit. Ada yang masih kurang ?

Hisense Pureshot, Android (real) 4G dengan Kamera mengagumkan

Category : tentang TeKnoLoGi

Kelihatannya belum banyak yang dapat menjadi pilihan di pasar Indonesia setidaknya untuk saat ini, ponsel Android berjaringan 4G yang dapat digunakan atau kompatibel dengan seluruh operator. Tidak heran jika Hisense lewat produk canggih terbaru mereka Pureshot series mengklaim sebagai ponsel pertama yang mampu melakukannya. Untuk mendukung hal ini Hisense menyematkan jaringan 2G, 3G maupun 4G, yaitu WCDMA 2100Mhz, GSM 900/1800Mhz, CDMA EVDO 850Mhz, 1x 800 Mhz, TDD B40 serta FDD B2, B3, B5, B8 dan B26. Ditambah fitur Dual SIM, Pureshot series bisa digunakan untuk kartu GSM dan CDMA sekaligus.

Dilihat dari penampilan, Hisense Pureshot tampaknya ingin menonjolkan kesan elegan dengan menyajikan sisi sudut yang melengkung pada layar depan, minim tombol fisik di permukaan serta tipisnya bodi ponsel yang nyaris menyamai beberapa produk flagship brand lainnya. Terdapat tiga tombol utama di sisi kanan ponsel yang berfungsi untuk Power serta Volume, yang dapat dimanfaatkan untuk fungsi tambahan lainnya seperti End Call atau Zooming kamera. Dengan tiadanya tombol fisik di permukaan layar, berganti dengan tiga tombol sentuh yang berfungsi sebagai Home, Undo dan Multitasking. Tidak ada yang berfungsi sebagai Pilihan dalam beberapa aplikasi aktif, sebagaimana ponsel Android lainnya.

Hisense Pureshot PanDe Baik

Jika ponsel lain yang rata-rata menempatkan lubang speaker di sisi belakang ponsel, Hisense Pureshot menaruhnya di sisi bawah tepatnya di kanan dan kiri slot charger agar suara ringtone ataupun notifikasi lainnya yang masuk, terdengar lebih jelas bahkan saat ponsel disimpan di atas meja maupun disimpan dalam saku. Tidak hanya itu, Hisense juga memanfaatkan teknologi Dual Silicon Microphone, untuk menghasilkan suara terbaik dan noise reduce, sehingga saat kalian menelpon suara jadi lebih jernih dan mampu meredam noise dari luar.

Masih soal speaker, saat diuji coba dengan memutar beberapa file Musik, suara yang dihasilkan tergolong keras. Sayangnya dalam aplikasi pemutar musik tidak ditemukan opsi untuk mengatur keluaran suara laiknya ponsel lain. Namun jangan khawatir, karena perangkat Hisense tampaknya menempatkan fungsi tersebut dalam menu khusus di Dolby Audio, yang digandeng untuk memberikan kualitas suara sinematik di berbagai kebutuhan pengguna. Jadi ceritanya terdapat pengaturan lanjutan yang akan memungkinkan kalian menikmati kualitas suara yang berbeda, saat memainkan games, memutar musik, menonton video atau berbicara. Keren kan ? Uniknya lagi, terdapat opsi untuk mematikan musik secara otomatis atau yang biasanya dikenal dengan Sleep Mode pada perangkat televisi atau layar pc.

Menilik spesifikasi Hisense Pureshot+ HS-L695, tampaknya memang diperuntukkan bagi mereka yang menginginkan produk flagship dengan harga menengah. Menggunakan jeroan Octa Core atau prosesor delapan inti 1,3 MHz 64 bit, dikombinasi dengan 2 GB RAM dan 16 GB Internal Storage plus dukungan Eksternal hingga 128 GB, sudah menjadi satu jaminan mutu akan gegasnya kinerja yang diuji melalui aplikasi Antutu Benchmark. Hasilnya lumayan, berada tepat dibawah perangkat Samsung Galaxy Note 4, Asus Zenfone 2, LG G4 dan Meizu MX5, dengan score sebesar 33.559.

UI

Sebagaimana ponsel Android terkini lainnya, Hisense Pureshot series sudah menggunakan versi 5.0.2 Lollipop dengan dukungan Vision User Interface yang secara penyajian tampilan icon menyerupai iOS milik iPhone. Meniadakan Menu Aplikasi dan menggeber semuanya di halaman depan. Meskipun dalam pengaturan terdapat opsi Hide Apps untuk menyembunyikan icon aplikasi yang tidak penting, sayangnya proses Alignment atau pengaturan icon pasca pemindahan harus dilakukan secara manual.

Terdapat beberapa aplikasi bawaan yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut diantaranya, (1) Smartcall yang berfungsi untuk melakukan panggilan dengan memanfaatkan paket data layaknya Skype, dimana pasca instalasi kalian akan diberikan sebuah nomor prepaid yang dapat dihubungi balik tanpa harus memaksa lawan bicara menginstalasi aplikasi yang sama, meski dengan ponsel jadul sekalipun ; (2) Calendar dengan fungsi agenda dan memiliki tampilan icon laiknya iOS, berubah sesuai penanggalan dan hari ; (3) PlayBoard, sebuah aplikasi yang menyediakan beragam pilihan aplikasi menarik, termasuk sebagai fungsi sharing apabila kalian membuat satu diantaranya ; (4) TouchPal untuk melakukan kustomisasi pada keyboard bawaan, serta pengaturan lanjutan yang berkaitan dengan inputting perangkat ; serta (5) Firewall yang berfungsi untuk memberikan aspek keamanan berupa pemblokiran nomor telepon yang dianggap mengganggu baik secara voice maupun test messages.

Untuk memuaskan hasrat Selfie bagi pengguna ponsel belakangan ini, Hisense Pureshot series siap memanjakan kalian dengan dua kamera resolusi besar berkualitas mengagumkan. 13 Megapixel di sisi belakang dan 5 Megapixel di sisi depan. Terdapat bantuan lampu kilat/flash yang ditempatkan di sebelah masing-masing lensa kamera, seakan menguatkan harapan pengguna untuk mendapatkan hasil terbaik. Berikut hasil tangkapan kamera belakang Hisense, yang jika boleh disandingkan dengan hasil tangkapan kamera dengan resolusi sama milik Samsung Galaxy Note 3.

Foto

Hadir dalam dua varian ukuran layar yaitu 5” dan 5,5” dengan resolusi standar, Hisense Pureshot series ini sudah dapat ditemukan pada gerai selular terdekat di kota kalian, dengan harga yang cukup terjangkau. 2,7 juta untuk varian layar 5” dan 3,2 Juta untuk varian 5,5”. Dalam paket penjualannya terdapat sebuah earphone standar serta colokan charger yang terpisah dengan kabel sehingga dapat dimanfaatkan pula untuk kebutuhan data melalui pc. Yang menarik bahwa perangkat Hisense Pureshot+ HS-L695 ini hadir dengan bundling nomor Smartfren jaringan 4G yang menawarkan paket data sejumlah 2 GB + 6 GB, berlaku selama 7 hari setelah masa aktif kartu. Untuk melihatnya, kalian bisa memanfaatkan aplikasi My Smartfren Info yang ada di Google Play Store. Sedangkan untuk Uji Coba kecepatan akses data Smartfren 4G ini akan disampaikan dalam tulisan terpisah. Jadi tunggu yah lanjutannya.

Paket Data

Hisense, Pendatang Baru di Kancah Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Meski saat ini perkembangan sistem operasi besutan Google sudah mencapai tahap stagnan alias tak banyak kemajuan dibandingkan tiga empat tahun lalu, tampaknya masih saja ada peminat baru yang mencoba peruntungannya untuk mencuri pangsa pasar di Indonesia yang sudah sedemikian padat, melebarkan sayap dari negeri China.

Hisense adalah sebuah perusahaan multinasional yang didirikan di kota Qingdao, di pesisir timur China pada tahun 1969. Demikian kalimat pertama yang saya kutip dari halaman resmi Hisense Indonesia. Diceritakan lebih lanjut, bahwa Awalnya Hisense hanya memproduksi radio. (dan) Dengan mengutamakan 4 elemen yaitu: Teknologi, Kualitas, Integritas dan Tanggung Jawab, kini Hisense adalah salah satu Top 5 Perusahaan Elektonik Dunia yang produknya sudah merambah ke Amerika, Eropa, Australia, dan Asia. Tahun 2015 Hisense telah mengakuisisi Sharp di Amerika.

Hisense Android PanDe Baik

Tahun 2009 Hisense tercatat memasuki pasar Indonesia dan memulai kesuksesan bersama operator CDMA. Sejak 2012 Hisense adalah supplier utama produk Andromax – Smartfren dan mencapai penjualan sebanyak 4 juta handset. Kesuksesan ini pun diikuti dengan komitmen dalam menyediakan layanan After Sales yang baik di 13 kota se-Indonesia, yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Semarang, Bali, Makassar, Palembang dan Medan serta akan menyusul kota besar lainnya.

Menyimak pemaparan singkat Hisense, saya jadi teringat dengan perusahaan serupa dari Taiwan sana, yang awalnya merupakan supplier utama barisan nama besar pengusung perangkat pocketpc berbasis sisstem operasi Windows Mobile maupun Palm yang kemudian dengan sangat ppercaya diri tampil menggunakan namanya sendiri hingga kini masih eksis bersaing di pasar Android.

Nama Hisense sendiri, jujur saya baru tahu. Bisa jadi karena sejak dua tahun terakhir sudah tidak lagi aktif dalam dunia teknologi perponselan. Makanya tadi itu sempat kaget saat mengetahui seorang konsumen di gerai selular ternama di jalan Teuku Umar, menyampaikan kekagumannya pada produk ini. Kebetulan yang ia beli versi Mini dari yang saya pegang saat ini. Banyak bocoran yang ia sampaikan terkait teknologi yang menjadi jualan Hisense. Tapi nanti deh, saya cerita lebih banyak.

Balik ke Hinsense, Tahun 2015 melalui pasar terbuka Indonesia, mereka menghadirkan smartphone canggih dengan teknologi terbarunya 4G LTE. Mau tahu lebih jauh ? Tunggu di tulisan berikut.