Menikmati komedi Simon Pegg untuk suasana hati yang lebih ringan

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Beberapa tahun terakhir, yang namanya film memang lagi hangat-hangatnya untuk ditunggui. Cuma karena topiknya agak-agak monoton gitu, saya pribadi ndak terlalu menanti. Super hero ataupun stori yang diangkat dari games macamnya Warcraft maupun Angry Bird, sukses dihapus dari daftar putar di layar ponsel, dan diganti dengan beberapa genre komedi yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Dibintangi aktor Inggris Simon Pegg yang saya kenal pertama kali melalui film Run Fatboy Run, How to Lose Friends & Alienate People pun jadi pilihan sementara pasca Hot Fuzz, Paul dan Shaun of The Dead. Yang ditandemkan dengan partner setianya, si tembem Nick Frost.
Rata rata sih kayaknya ini film bukan termasuk Box Office, tapi karena ceritanya mudah dicerna meski ada juga yang sedikit absurd, jadi enak ditontonnya.

Simon Pegg PanDe Baik

How to Lose berkisah tentang yang dulunya dianggap Nobody berangsur jadi Somebody.
Run Fatboy Run kalo ndak salah ingat tentang tekad untuk terus berusaha meyakinkan sang mantan pacar pasca ketidakmampuannya membuktikan keseriusan sebelumnya.
Hot Fuzz tentang polisi super talenta yang resah di pindahtugaskan ke desa yang terlihat aman tentram dari luarnya.
Paul tentang Alien, dan Shaun of The Dead itu plesetan Zombie dari House of the Dead.

Gak banyak sih harapan saya sebenarnya pasca menikmati film film macam ini. Tapi minimal ya bisa meringankan suasana hati di tengah kejenuhan kerja dan rutinitas. Rasanya siy cukup…

64 Filem dan 64 GB

Category : tentang KeseHaRian

Hiburan adalah mutlak. Apalagi saat kesibukan itu menjadi rutinitas yang terkadang menjadi sangat membosankan. Maka tidak ada salahnya jika disela itu semua, hiburan digelar untuk memulihkan suasana kerja atau malah suasana hati agar tak menggalau berkelanjutan yang malah akan menurunkan produktifitas keseharian.
Salah satu hiburan yang saya pribadi nikmati adalah menonton filem.

Jika dahulu aktifitas menonton filem itu bisa dilakoni sembari menulis (faktanya mengetik tuts keyboard) di layar pc ataupun notebook, kini serupa aktifitas blogging yang dijalani empat tahun terakhir, sudah semuanya berpindah perangkat ke layar kecil ponsel. Ribet ? Gak juga…

Malah aksi untuk menonton filem melalui layar ponsel memiliki keasyikan atau sisi positif tersendiri. Diantaranya bisa dilakukan kapanpun, dimanapun dan dalam situasi apapun. Termasuk rapat kerja yang membosankan atau malah menemani perjalanan saat berangkat maupun pulang kantor.

Dengan adanya akses internet gratis di area kantor puspem Badung, rasanya eman kalo ndak dimanfaatkan dengan baik, salah satunya ya mengunduh filem yang diinginkan dan memindahkannya ke perangkat ponsel yang digunakan. Tentu, untuk bisa menampung belasan bahkan kini berkembang menjadi puluhan, satu-satunya cara paling praktis yang bisa dilakukan adalah menambah kapasitas daya tampung eksternal card, dari 16 GB ke 32 dan kini menjadi 64 GB.

Namun besarnya kapasitas daya tampung, akan mubazir apabila diisi dengan puluhan filem berukuran raksasa dihitung satuan Megabytes. Jika begini ya wajar kalau secara jumlah total filem yang bisa dijadikan alternatif hiburan agak terbatas. Bila dibandingkan dengan Trik yang kini mulai dilakukan meskipun harus mengorbankan sedikit kepuasan yang ada sebelumnya. Yaitu mengunduh filem dengan resolusi rendah yang disediakan sejumlah halaman di dunia maya yang tentu saja berstatus Ilegal.

PanDeBaik

Maka, dengan melaksanakan Tips diatas kurang lebih ada sekitaran 60an filem siap tonton berada di perangkat Samsung Galaxy Note 3, belum termasuk puluhan video lainnya yang masuk dalam kategori Live Music HD atau iklan komersial produk gadget terkini. Itupun masih menyisakan kapasitas sebesar belasan Megabytes yang sengaja disisakan untuk berjaga-jaga apabila kawan lain memiliki jenis file serupa yang pula menarik untuk dinikmati.

Jadi, jika kalian berminat untuk menontonnya pula di layar ponsel yang digunakan saat ini, siapkan saja kabel microusb plus flash disk untuk melakukan penggandaan file apabila bersua saya di jalan nanti.
Sebagai gambaran, beberapa filem baru yang masih disimpan hingga saat ini ada :
– Men, Women & Children
– Fast Furious 7
– Avengers 2
– Cinderella
– Minions
– Ted
dan lainnya.

Menikmati Hiburan di kala Pekat

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Gula darah saya tiba-tiba meningkat semingguan ini. Maksimal sudah mencapai angka 356 mg/dl pasca maupun pra puasa. Satu hasil yang mengejutkan meskipun selama menjabat di Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung sedari satu setengah tahun lalu, yang namanya hasil test acak Gula Darah selalu menghasilkan angka diatas 200 mg/dl. Ada apa gerangan ?

Pertama, beban kerja. Ya. Menghandle 70-an paket kegiatan dengan menyandang tugas sebagai PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen tentu bukan pilihan atau keputusan bijak. Namun apa mau dikata jika itu sudah merupakan keputusan pimpinan selama satu tahun anggaran. Belum lagi ditambah dengan kegiatan yang memanfaatkan dana APBN melalui Satuan Kerja dan dua kegiatan yang seharusnya sih gag masuk di bidang yang saya tangani. Selain lelah pikiran, kadang kejadian lelah fisik…

Kedua, rutinitas. Baik keluarga maupun kerjaan kantor dimana selama sebulan terakhir, saya kembali mengalami masa–masa tanpa kehadiran Kabid lantaran Beliau mengikuti Pendidikan Diklat PIM III di Badan Diklat Provinsi Bali. Lokasi Diklat yang sama dengan yang saya lalui beberapa waktu lalu. Belum lagi soal paket lelang yang masih berproses di ULP…

Ketiga ya Beban Tambahan. Untuk yang satu ini, saya belum berani buka apa masalahnya. Nanti deh kalo sudah clear, mungkin bisa saya bagi infonya. Namun sejauh ini ada juga beberapa orang yang sudah paham kisahnya. Yang pasti ini ada kaitannya dengan upaya pemerasan, media dan aparat. Semoga sih jalan kisahnya gag sesuai dengan apa yang saya khawatirkan… dan tak lupa beberapa masalah lapangan yang hadir seakan tanpa jeda…

Dengan sejumlah tekanan yang ada, rasanya cukup membuat pikiran saya menjadi galau dan pekat. Sebagaimana yang ditawarkan oleh Sifat Sifat Dasar Golongan Darah O, rasanya sih sudah masuk akal jika pikiran sudah mulai bermasalah. Maka jadilah hari hari akhir pekan mulai terasa hambar untuk dilewatkan… dan hasrat untuk menulisi blog ini termasuk melanjutkan tugas Diklat PIM IV yang tanggal 23 September depan bakalan ujian pun rasanya gag bersemangat lagi. Bad Mood…

Capek.

Di kala ini, hiburan rasanya pantas saya dapatkan. Namun yang kesampean hanya nonton film yang diunduh sekitar enam delapan bulan lalu, yang hingga kini masih tersimpan di perangkat ponsel tanpa sempat dinikmati. Ada the Lone Ranger, the Hobbit #2, Planes, How to Train Your Dragon #2, Transformers dan juga Godzilla. Serta beberapa film lama yang dibintangi alm.Robin Williams seperti Good Will Hunting maupun Patch Adams. Meskipun gag bisa memuaskan hasrat untuk menikmati liburan dalam arti sesungguhnya, rasanya sih sudah cukup yah untuk menghilangkan penat sejenak.

Harapannya sih kelak bisa liburan lagi, kemana gitu bareng keluarga atau mungkin keliling cek proyek lagi saban sabtu minggu dengan motor tunggangan. Beban sih mungkin gag bakalan hilang lantaran ini berlangsung terus menerus tanpa henti, tapi minimal yang namanya stress bisa menurun sedikit.

Tapi apa iya bakalan sempat ?

Membuktikan Cinta di Uya emang Kuya

9

Category : tentang KeseHaRian

Entah sejak kapan tayangan berbau hipnotis yang di-Host Uya Kuya menjadi santapan wajib kami setiap sore dan menjelang malam. Makin menjadi ketika Uya tampil sebagai host di acara award sebuah stasiun tipi swasta beberapa waktu lalu. Kami dibuat penasaran olehnya.

Dari sekian kali tayang, rata-rata jalannya hipnotis hampir selalu diakhiri dengan kata ‘putus’. Maklum, yang disasar Uya lebih banyak pasangan yang masih dalam tahap pacaran, meskipun kadang sempat juga yang kami tonton ada ibu-ibu dengan hobi minjemin uangnya, satu keluarga kecil atau bahkan pasangan yang mengajak orang ketiga. Hehehe…

Putusnya hubungan yang terjadi pasca hipnotis gag lantas membuat kami menyalahkan Uya Kuya. Masalahnya, ketimbang semua unek-unek itu dipendam dan dapat meledakkan perasaan satu saat nanti, mending diungkap sejak dini.

Yah, bagaimana tidak kami maklumi. Wong yang lucu itu kadang suka ‘gag pernah kami bayangkan sebelumnya’. Si cowok yang dihipnotis duluan ngaku punya gebetan lain eh si cewek ternyata punya juga, malah lebih banyak. Meski begitu, gag sedikit juga yang kemudian merasa gag puas dengan sifat pasangannya. Kurang ini kurang itu, atau terlalu ini dan terlalu itu.

Memang sih, masa pacaran adalah masa mencari dan memilih satu diantaranya. Jangan sampe salah pilih hanya karena ‘terlanjur sayang’ seperti kata Memes. Gag puas itu wajar, tapi jangan sampe hanya bisa menuntut tanpa bisa memberi, well itulah yang namanya Cinta.

Bisa dikatakan hanya satu dua yang mampu membuktikan rasa cinta mereka terhadap pasangannya dan tetap menyajikan hubungan mesra meski keduanya saling mengetahui latar belakang dan keluhan satu sama lain. Masa lalu biarlah berlalu, sepanjang masa depan masih bisa dirajut. Karena yang namanya hidup, sangatlah wajar kalo yang namanya rasa tidak puas itu akan selalu ada. Begitu kurang lebih.

Terlepas dari kebenaran tidaknya tayangan yang disajikan, hipnotis Uya emang Kuya rupanya mampu memberikan sedikit hiburan disela tayangan Plesiran mafia pajak Gayus Tambunan ataupun Bencana Merapi yang hampir tiap hari selalu bersliweran dimata kami.