HTC Sensation XE with Beats Audio

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Spesifikasi terbaik dan berkelas. Itulah HTC.

Bagi yang baru mengenal atau mendengar brand HTC barangkali yang langsung terlintas di benak mereka adalah sebuah vendor lokal atau China dengan kualitas perangkat yang menengah ke bawah. Kami tidak menyalahkan karena mengingat di barisan nama tersebut ada pula yang sedikit menyamai atau mirip dengan Brand asal Taiwan ini.

Kolaborasi brand HTC dengan OS atau Sistem Operasi Android besutan Google ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Bahkan bagi yang paham dengan perkembangan dan sejarah si robot hijau, kami yakin bakalan langsung mengenali penampilan ataupun kemampuan perangkat yang dibekali dalam setiap perangkat mereka. Katakan saja Google G1, perangkat ponsel pertama yang mengadopsi OS Android merupakan perangkat milik HTC dengan codename HTC Dream. Belum lagi seri HTC Hero dan Google Nexus One, perangkat yang dilahirkan untuk bersaing dengan iPhone dijamannya.

Di penghujung tahun 2011 lalu, HTC mencoba tampil kembali lewat perangkat mutakhirnya yang diberi nama HTC Sensation XE. Seri ini merupakan salah satu dari empat varian HTC Sensation, perangkat berbasis OS Android 2.3 GingerBread yang didedikasikan sebagai Musik seriesnya HTC. Tidak heran apabila nama belakang yang menyertai seri XE ini dikenal dengan ‘with Beats Audio. Sekedar informasi, Beats Audio ini digawangi oleh Beats Electronics, produsen produk audio yang didirikan oleh penyanyi hip hop dr.Dre di Santa Monica California. Dan HTC Corporation memiliki saham terbesar diantaranya.

Datang dengan layar sentuh selebar 4,3 inchi Super LCD kapatitif 540 x 960 pixels, sebuah ukuran yang biasanya digunakan oleh perangkat Android kelas atas belakangan ini, menjadikan Sensation XE kelak akan bersaing dengan sejawatnya yang masih bisa dihitung dengan jari. Memanfaatkan tampilan User Interface khas milik HTC, XE merupakan perangkat pertama yang mengadopsi UI Sense versi 3.0.

Sensation XE dirilis dalam dua warna, putih layaknya seri HTC Sensation Ice dan yang kebetulan sampai di meja redaksi kami berwarna hitam. Terdapat sedikitnya lima kelir merah yang menghiasi bodi ponsel demi menguatkan kesan Beats Audio sebagai paket jualannya, yaitu pada speaker depan, kamera utama, logo Beats Audio dan tombol haptic yang berada di bawah layar. Ditambah dengan headset berwarna sama disertai pula dalam paket penjualannya. Ini mengingatkan kami pada beberapa ponsel music series yang pernah dikeluarkan oleh Nokia ataupun Motorola beberapa tahun yang lalu. Untuk kualitas audio yang sempat kami uji, jangan ditanya deh. Manstab pokoknya, apalagi kalo Rekan melakukannya dengan tancapan headset bawaan, dentuman Bass-nya jelas sangat terasa.

Urusan fotografi, HTC Sensation XE dibekali kamera dengan besaran resolusi 8 Mega Pixels autofocus plus dual Led Flash dibagian punggung, yang mampu melakukan perekaman video full HD 1080p 30 fps. Rasanya dengan spesifikasi ini sudah sangat memuaskan bagi para calon penggunanya kelak. Belum lagi ditambah dengan kamera depan resolusi VGA untuk memenuhi kebutuhan akan Video Call.

Seperti biasa, HTC menyematkan beberapa kemampuan khusus dalam menu dan fitur-fiturnya seperti Flashlight yang dapat mengubah perangkat menjadi senter berdaya terang maksimal berkat dual Led di bagian punggung, Friend Stream untuk memantau empat akun jejaring sosial ternama, Mirror yang memanfaatkan kamera depan untuk berkaca, Peep untuk mengakses akun Twitter, Plurk, Reader, Soundhound dan tentu saja Wifi Hotspot atau Tethering.

Demikian halnya dalam menu Personalize, kemampuan untuk mengubah Display atau tampilan meliputi Scene, Skin, Wallpaper dan LockScreen, serta Sound Set seperti halnya yang dilakukan pada sistem operasi Microsoft Windows pada PC. Jika itu masih belum jua dianggap cukup, silahkan tengok pada menu pengaturan Sound, terdapat tiga teknologi baru milik HTC yang dapat dicoba seperti Quiet Ring on Pickup, Pocket Mode yang mampu membesarkan suara notifikasi dan ringtone saat ponsel berada didalam tas atau dompet, dan Flip for Speaker untuk mengubah mode Speaker saat menerima panggilan secara otomatis. Selain itu, ada juga fitur Fast Boot yang mampu mempercepat proses booting saat ponsel dinyalakan. Beruntung perangkat HTC Sensation XE ini sudah pula mendukung Flash Player, sehingga memungkinkan perangkat untuk melakukan video streaming ataupun membuka halaman web yang mensyaratkan dukungan tersebut.

Untuk akhir tahun 2011 lalu, besaran spesifikasi yang menyertai perangkat HTC Sensation XE with Beats Audio ini tergolong yang tercepat dikelasnya. Menggunakan otak dua inti sebesar 1,5 GHz dan 768 MB Memory RAM serta 4 GB internal Storage rasanya sudah sangat memadai apabila dibandingkan Rekan sejawatnya asal Korea yang masih menggunakan prosesor dua inti 1,2 GHz (Samsung Galaxy Nexus) dan 1,4 GHz (Samsung Galaxy Note). Kami katakan demikian lantaran di akhir triwulan pertama ini tampaknya HTC sudah menyiapkan amunisi baru dengan prosesor empat inti atau Quad Core 1,5 GHz lewat HTC One Series.

Sayangnya, ketika disandingkan pada hasil Benchmarking dengan menggunakan AnTuTu dan Quadrant antara Sensation XE dengan perangkat Samsung Galaxy Tab 7+ yang notabene memiliki spesifikasi lebih kecil, XE malah tidak menunjukkan taringnya sama sekali. Dalam dua kali percobaan AnTuTu Benchmark, XE hanya menunjukkan score 4119 dan menurun ke 3202 dua puluh lima menit kemudian. Bandingkan dengan Samsung GalTab yang mampu menunjukkan Score hingga 5717. Sedang dengan menggunakan Quadrant, XE masih berada dibawah Samsung Galaxy Nexus dengan score 1661, dan perangkat Samsung GalTab menunjukkan score 2625. Entah apakah besaran Memory RAM dan juga Internal Storage berpengaruh besar dalam proses Benchmarking ini.

Terkait Sinkronisasi dengan perangkat PC/NoteBook, HTC Sensation XE hanya membutuhkan sebuah kabel data microUsb yang sudah terdapat dalam paket penjualan. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi HTC. Ketika dihubungkan, pengguna diberi lima macam opsi mencakup diantaranya Syncronize, Charge Only dan berlaku sebagai Disk Drive. Dalam pengujian ternyata kami tidak mengalami kendala dalam pengenalan perangkat, ini sedikit berbeda dengan perangkat Samsung yang mutlak membutuhkan instalasi Kies terlebih dahulu agar perangkat PC/NoteBook dapat mengenalinya dengan baik.

HTC Sensation XE yang kami uji kali ini masih menggunakan sistem operasi original rilis awal versi 2.3.4 GingerBread. Kabarnya untuk versi Upgrade ke versi 4.0.3 Ice Cream Sandwich dan HTC Sense 3.6 baru akan tersedia akhir April ini sekaligus nantinya bakalan disematkan langsung pada perangkat XE yang dirilis pada bulan yang sama.

Demi menunjang aktifitas dan daya tahan perangkat, HTC Sensation XE dibekali dengan Batere Li-ion sebesar 1730 mAh. Tergolong paling besar diantara semua varian Sensation. Meski dalam pengujian penggunaan daya tahannya ternyata jauh lebih baik ketimbang ponsel milik Samsung, namun bagi kami jelas masih kurang memadai mengingat besaran spesifikasi yang dibebankan pada perangkat tergolong rakus daya untuk bisa digunakan secara optimal.

Menyulap Ponsel Android ke OS Ice Cream Sandwich

Category : tentang TeKnoLoGi

Berangkat dari pemikiran yang lumayan mupeng akan ketersediaan upgrade OS Ice Cream Sandwich untuk perangkat Samsung Galaxy Ace S5830 tak jua kunjung tiba, seperti halnya ponsel berbasis Android yang lain,maka tips berikut bolehlah untuk ditiru sebagai penghilang dahaga sementara.

Modalnya Cuma 2, ICS Launcher dan Desktop Visualizer.

Berbeda dengan Launcher yang pernah dibahas beberapa waktu lalu, untuk ICS Launcher yang satu ini sepengetahuan saya sih berdiri sendiri tanpa mensyaratkan applikasi Launcher lain seperti Go launcher atau ADW. Jadi memang beneran Launcher, dan bukan Thema.

ICS Launcher ini bisa didapat dengan Gratis lewat Google Play (dahulunya disebut dengan Android Market) dengan mengetikkan kata kunci ICS Launcher. Adapun Launcher ini merupakan hasil kembangan Syndicate Apps yang memang mengadopsi habis tampilan OS Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Dalam versi Free ini, hanya tiga fitur saja yang tidak dapat diakses dengan sempurna yaitu Color Tweaks, Text Preferences dan Battery Preferences. Tapi secara umum, sudah cukup memuaskan kok. Silahkan melakukan Instalasi lebih lanjut dan aktifkan aplikasi Launchernya.

Saat aplikasi berjalan, secara tampilan Homescreen, dan juga Menu akan diubah layaknya mengakses perangkat Android berbasis OS IceCream Sandwich 4.0, sayangnya tidak demikian dengan tampilan Icon yang ada pada tampilan HomeScreen. Ini dia fungsi Desktop Visualizer yang saya sarankan diatas.

Desktop Visualizer merupakan sebuah aplikasi yang berjalan di perangkat Android, untuk memberikan tampilan icon secara custom bagi aplikasi ataupun games dan juga bookmark pada browser. Aplikasi ini dapat diunduh dan digunakan secara Gratis pula pada perangkat yang Rekan gunakan.

Cara kerjanya sangat gampang. Tinggal pilih icon yang diinginkan (pilih ICS icon), kemudian pilih Aplikasi, games atau Bookmark yang akan dijalankan dengan menggunakan Icon tersebut. Tekan OK dan lihat hasilnya. Untuk bisa berhasil dengan baik, layar homescreen yang akan dieksekusi minimal memiliki satu space kosong untuk menempatkan shortcut yang di-custom oleh Desktop Visualizer. Selain menggunakan daftar Icon ICS yang sudah menyertai Launcher, pengguna dapat membuat atau mencari di dunia maya Icon gambar dalam format file PNG.

Sebetulnya dengan dua bantuan aplikasi tambahan ini saja, secara tampilan sudah mirip plek banget dengan perangkat ponsel Android yang sudah mengadopsi OS 4.0 IceCream Sandwich. Namun jika Rekan belum jua puas dengan Tampilan HomeScreen dan Icon, bisa menambahkan satu Aplikasi lagi yaitu ICS LockScreen.

ICS Lockscreen ini akan mengubah tampilan layar yang terkunci dari tampilan default ke tampilan layar khas milik IceCream Sandwich dan juga OS Android 3.0 Honeycomb, dimana pengguna tinggal menggeser tombol kunci gembok kearah lingkaran luar. Mudah bukan ?

Meski banyak kemudahan yang diberikan kepada pengguna Android lewat keberadaan tiga Aplikasi ini, ada satu yang patut diperhatikan sebelum memutuskan untuk mencobanya.

Dibutuhkan setidaknya Memory RAM sebesar 22 MB untuk dapat menjalankan aplikasi ICS Launcher dengan sempurna, 3,22 MB untuk Desktop Visualizer saat digunakan dan 6,15 MB untuk ICS LockScreen. Jadi, bagi Rekan yang masih belum melakukan aktifitas Rooting dan juga pemindahan aplikasi ke Memory Eksternal, saya sarankan untuk pikir-pikir dahulu sebelum mencoba. Ketimbang memperlambat proses eksekusi aplikasi lainnya dan juga pengurasan daya tahan batere yang lebih cepat.

Akhir kata, Tips diatas hanya diperuntukkan bagi mereka yang tidak ingin direpotkan dengan menginstalasi Custom ROM berpenampilan ICS yang masih menggunakan Basic GingerBread plus Resiko terjadinya Bootlop (pengalaman pribadi) atau bagi mereka yang tak kesampean Upgrade OS Resmi dari masing-masing Vendor. Kalo Cuma buat sekedar bergaya, tidak apa-apa Kan ?

Samsung Galaxy Y, Android Murah untuk Pemula

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Anggapan bahwa harga yang harus ditebus untuk sebuah perangkat ponsel pintar barangkali sudah boleh dikikis sedikit demi sedikit. Pasalnya sejak kehadiran sistem operasi Android di kancah dunia telekomunikasi, pengguna atau konsumen tak lagi diharuskan merogoh kocek lebih dalam untuk bisa mencicipinya. Katakanlah Samsung Galaxy Mini atau LG Optimus Me. Dua seri ponsel global dari korea tersebut sejak awal pemunculan sudah ditawarkan dalam rentang yang cukup terjangkau, meski dari brand lokal banyak juga yang ditawarkan dengan harga miring. Namun ekspektasi konsumen akan ponsel murah yang biasanya berkualitas murahan membuat ponsel lokal lebih jarang dilirik sebagai pilihan.

Segmentasi Pemula adalah sasaran utama tentu. Untuk itu pula Samsung yang telah ternama lewat seri Galaxy mereka, kembali merilis Samsung Galaxy Y atau Young pada pertengahan Oktober lalu. Berdasarkan iklan yang dipajang pada sebuah medi cetak berskala Nasional, saat launching seri ini ditawarkan dengan harga 999.000 rupiah saja, khusus bagi para Pelajar yang menunjukkan kartu tanda pengenal mereka saat pembelian. Masuk bulan November, ponsel ini dijual dengan harga normal yaitu 1,2 juta. Sedikit lebih miring ketimbang dua ponsel yang disebut diatas tadi.

Lantaran berharga murah dan menyasar segmen pemula, beberapa fitur yang barangkali pernah ada dalam seri Galaxy sebelumnya dengan terpaksa dipangkas seoptimal mungkin. Salah satunya besutan kamera yang hanya 2 MP tanpa flash. Secara tampilan awalpun, Samsung Galaxy Y yang lebih mirip dengan seri Galaxy Ace diperkecil dan cenderung rounded, mengadopsi dimensi layar yang hanya 3” dan resolusi 240×320 pixel 256K. Membuat tingkat kenyamanan mata pengguna harus terbiasa dengan font atau tulisan yang sedikit bergerigi, mirip dengan tampilan Galaxy Mini. Demikian halnya dengan Cover belakang Galaxy Y yang bagi saya lebih mirip seri Champ ketimbang Galaxy yang cenderung elegan.

Meski demikian, dibandingkan seri Galaxy Mini, pengguna Samsung Galaxy Y bisa dikatakan jauh lebih beruntung mengingat tak hanya versi sistem operasinya saja yang sudah mengadopsi rilis terkini, GingerBread, pula kecepatan prosesor yang setara dengan Galaxy Ace, 832 MHz. Dibarengi pula dengan leluasanya memory Internal yang sudah mencapai 512 MB (bandingkan dengan Galaxy Ace yang hanya memberi ruang 180 MB) dan Memory RAM sebesar 256 MB.

Seorang kawan saat peluncuran Samsung Galaxy Y saya publikasikan di akun faceBook, sempat mencibir, “jangan-jangan pintarnya hanya kategori Juara Kampung”. Saya jawab, Jangan pernah membandingkan perangkat Pemula yang hanya dihargai sejutaan dengan perangkat dari vendor lain yang menyasar segmen menengah dengan harga tiga kali lipatnya, namun jika bisa sandingkanlah dengan segmen yang sama dengan harga yang tidak jauh berbeda pula. Jika sudah, maka lihatlah perbedaannya.

Dengan bekal segala kelebihan diatas, minimal seorang pengguna Android Pemula tak harus dipaksa merogoh kantong jauh lebih dalam jika hanya ingin berkenalan dengan sistem operasi yang kini sedang naik daun. Jikapun kemudian kecewa dengan keterbatasan, ya itu wajar mengingat harga yang ditebuskan sangat murah dibanding perangkat berfitur sekelasnya. Namun sekali lagi, dengan modal 1,2 juta, Pengguna sudah mampu menjajal ribuan aplikasi dan games yang ada di Android Market, menjelajah GPS dan Google Maps, menikmati asyiknya bermain games secara multitasking dan tentu jaringan HSDPA yang dapat mendukung komunikasi voice memanfaatkan layanan data.

Custom ROM, Pilihan Alternatif Penyuka Upgrade Android

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Root, sudah. Hard Reset, juga sudah. Upgrade ke GingerBread, apalagi. Tapi rasanya masih jua belum lengkap kalo belum nyobain Custom ROM.

Custom ROM dalam dunia Android jika dibahasaawamkan kurang lebih memiliki makna ROM atau OS alternatif yang dikembangkan oleh pihak ketiga baik developer ataupun perorangan yang biasanya memberikan tambahan positif bagi pengaturan default yang sudah ada serta mengurangi hal-hal yang dianggap tidak perlu. Tambahan positif itu meliputi aplikasi, utility dan juga widget yang dirasa perlu dan sekiranya mampu mendukung kinerja ponsel.  Sedangkan OS yang dikembangkan biasanya mengambil dari rilis resmi yang sudah ada.

Untuk ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 yang saya miliki sejak bulan Maret lalu, terpantau beberapa jenis Custom ROM yang bisa dijadikan alternatif pilihan Upgrade selain GingerBread versi resmi seperti yang dirilis SamFirmware beberapa waktu lalu. Tiga Custom ROM ternama yang saya ketahui ada CyanogenMod yang dipimpin Steve Kondik, VillainROM yang berlogokan Robot Android versi Merah dan First UA. Saya pribadi telah mencoba salah satunya. VillainROM.

Keputusan untuk mencoba VillainROM, salah satu Custom ROM untuk perangkat Android tak datang begitu saja. Rencana ini sudah jauh-jauh hari hadir di kepala, namun lantaran waktu luang yang bisa dikatakan mulai menyempit, kenekatan mencoba itupun dengan terpaksa ditunda dahulu. Perwujudannya sendiri kemudian mencari waktu libur panjang tepatnya saat Cuti Bersama Lebaran lalu.

Proses instalasi VillainROM sebenarnya sama saja dengan proses Upgrade OS GingerBread, Android 2.3.4 yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya. Dalam paket unduhan yang berukuran 112 MB, terdapat 4 (empat) buah file utama minus file Cooper_v1.0.ops (yang dapat diunduh secara terpisah). Dari nama file yang tertera didalamnya, tercatat basis OS yang dikembangkan merupakan Android versi 2.3.3 GingerBread untuk pangsa pasar Eropa XXKPE.

Lantaran berasal dari pangsa pasar yang sama, penampilan awal VillainROM pasca instalasi ini sama dengan Upgrade Android GingerBread 2.3.4 yang saya uji beberapa waktu lalu. Untuk bisa menggunakannya dengan baik, dibutuhkan sedikit perubahan Bahasa yang digunakan melalui opsi Setting/Locale and Text. Untuk mencari dan mengenali opsi ini, cari saja berdasarkan icon yang digunakan.

Seperti yang telah dikatakan diatas bahwa Custom ROM akan memberikan tambahan positif bagi perangkat serta mengurangi fitur yang sekiranya dianggap tidak perlu. Terpantau beberapa perubahan yang sekiranya harus diketahui secara visual oleh awam, sebelum Kawan ikutan mencobanya.

  • Penggantian TouchWiz khas Samsung yang menggeser Menu kearah samping, dengan Launcher khas GingerBread yang menggeser Menu kearah vertikal. Hal ini menjadikan kecepatan akses halaman utama dan Menu yang lebih ringan dibandingkan TouchWiz bawaan Samsung.
  • Kemampuan Rooting yang sudah include dalam perangkat, sehingga pengguna tidak perlu melakukannya kembali pasca instalasi. Tinggal menambahkannya dengan aplikasi Move2SD Enabler, dan silahkan mengatur posisi instalasi aplikasi dan games sedari awal.
  • Pengurangan aplikasi Google Maps dan ThinkFree, dua aplikasi yang sebenarnya berguna bagi pengguna namun masih dapat diinstalasi kembali jika diperlukan. Hal ini menjadikan kapasitas memory internal jauh lebih lega, karena seperti yang diketahui secara Default, pengaturan instalasi kedua fitur ini tetap berada pada memory ponsel.

Disamping itu, mengingat kemampuan Rooting sudah disematkan sejak awal, pengguna pun bisa dikatakan sudah memiliki keleluasaan untuk menghapus beberapa aplikasi lagi yang sekiranya memang dianggap tidak perlu. Saya sendiri melakukannya untuk permainan Hangman bawaan yang masih tetap menggunakan teks dan bahasa Eropa, eBook Reader yang tidak dapat diaktifkan dan Music Store yang berbayar.

VillainROM bisa menjadi salah satu pilihan alternatif bagi Kawan yang ingin mencoba menggunakan Custom ROM di perangkat Android yang dimiliki. Jikapun merasa kurang puas dengan kinerjanya, diluar sana masih banyak yang menyediakan ROM serupa dengan kemampuan yang beragam. Toh cara instalasinya sudah diketahui. Mau ikutan mencobanya ?

Segarkan Tampilan Android Segera

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya manusia sebagai makhluk sosial, perubahan penampilan itu sangatlah penting. Tujuannya Cuma satu. Menyegarkan mata terutama bagi orang yang diajak berinteraksi. Akan sangat membosankan apabila penampilan kita sama sepanjang tahun bukan ?

Begitupun dengan penampilan Android.

Jika dahulu saya pernah berbagi tips untuk memperbaharui penampilan ponsel dengan mengubah wallpaper dan Theme pada ponsel Symbian dan juga Windows Mobile, kali ini saya coba berbagi untuk perangkat Android. Sayangnya, tidak seperti kedua sistem operasi diatas, Android tidak memiliki Theme khusus yang dapat digonta ganti sekehendak hati. Lalu, bagaimana caranya dong ?

Gunakan Launcher.

Launcher merupakan aplikasi tambahan yang dibuat secara khusus untuk mengubah tampilan UI atau User Interface, baik itu meliputi UI HomeScreen lengkap dengan kemampuan Widget-nya atau tampilan Menu dan juga perangkat Input lainnya. Karena Launcher merupakan Aplikasi, maka dalam penggunaannya praktis akan menghabiskan space atau ruang tambahan yang biasanya masuk di lokasi Memory Internal, menghabiskan RAM atau Read Access Memory dan tentu menghabiskan daya batere.

Silahkan Buka Android Market dan lakukan pencarian dengan kata kunci ‘Launcher’. Dari sekian banyak hasil pencarian, saya yakin ada beberapa yang kelak bisa menjadi pilihan.

GingerBread Launcher. Bosan dengan tampilan Android Froyo yang menyajikan empat icon di bagian bawah homescreen atau akses geser ke samping pada Menu ? silahkan coba Launcher yang satu ini. Tampilannya murni mengadopsi Android GingerBread versi Original hingga akses Vertikal pada Menu utama. Beberapa icon aplikasi bahkan sudah mengadopsi icon khas Roti Jahe.

Windows 7 Launcher. Secara tampilan HomeScreen, beneran serupa dengan perangkat ponsel pintar yang mengadospi sistem operasi Windows Phone 7. Beberapa Icon tampil dalam bentuk Tile 2×1 atau dapat diatur 1×1 sesuai kehendak atau keinginan pengguna. Sayangnya, saat digunakan memerlukan waktu loading yang cukup lama dibandingkan Launcher lain. Sudah begitu, proses perpindahan Menu pun terasa sedikit nge-Lag. Keren sih, tapi kok malah bikin mangkel. :p

Regina 3D Launcher. Yang satu ini mutlak membutuhkan kemampuan hardware Display agar beberapa Transisi antar Menu yang ditampilan secara 3D lengkap dengan animasi maupun Menu yang berputar, berjalan lancar tanpa Lag atau jeda. Disamping itu tampilan wallpaper untuk setiap halaman HomeScreenpun dapat dikustomisasi sesuai keinginan. Jadi ya gag bakalan bosen dengan tampilan background yang itu-itu saja. Sayangnya untuk beberapa kali penggunaan di perangkat Galaxy Ace, kerap terjadi Force Closed alias hang lalu dihentikan secara paksa.

Go Launcher Ex. Merupakan Launcher yang paling banyak digunakan. Disebabkan karena pilihan skin atau Theme yang beragam, mendukung keberadaan aplikasi Launcher yang satu ini. Dari Cartoon, Monochrome, drawing area hingga bertemakan perangkat tertentu seperti Windows Phone 7 atau iPhone. Selain User Interface, Go Launcher Ex membawa sendiri skin keyboard virtual sebagai pilihan lain untuk inputing teks bagi pengguna.

ADW Launcher. Secara sepintas penampilan ADW Launcher malah mirip dengan Go Launcher Ex diatas. Namun dalam tampilan yang lebih sederhana dan cenderung lebih bersih. Bagi yang suka dengan tampilan layar yang simpel, saya yakin bakalan tertarik untuk menggunakannya lebih lama.

Panda 91 Home. Dari sekian banyak launcher yang bisa digunakan sebagai alternatif, Panda 91 bagi saya pribadi lebih banyak memiliki Fitur tambahan ketimbang lainnya. Katakan saja opsi untuk menonaktifkan Status Bar sehingga tampilan HomeScreen jauh lebih lapang dan leluasa. Begitu pula Docking tambahan untuk menyajikan Recent (aplikasi terakhir digunakan) atau Most  (aplikasi paling sering digunakan) di sisi kanan dan kiri layar. Sudah begitu, secara defaulnya pula, Panda 91 dapat menyajikan menu dan tampilan icon ala beberapa perangkat ponsel pintar seperti HTC, Motorola, iPhone atau bahkan Samsung. Transition Effect nya juga tak kalah keren. Apalagi didukung pula dengan Tambahan Widget yang dapat diunduh melalui shortcut yang disertakan dalam aplikasi.

Semua launcher diatas pasca Instalasi akan ditawarkan kembali pada pengguna untuk menggunakan pilihan yang mana sebagai Default ponsel. Tawaran ini akan muncul ketika pengguna menekan Tombol Home. Sayangnya, dalam posisi default, saya tak jua menemukan cara untuk mengubah tampilan ke lain Launcher atau mengujicoba dengan Launcher lain.

Untuk itu, setelah proses instalasi selesai, saya rekomendasikan satu aplikasi tambahan lagi untuk digunakan sebagai perangkat mengubah atau sekedar mengujicoba tampilan launcher lain. Yaitu aplikasi Home Switcher. Caranya cukup sederhana. Aktifkan aplikasi, kemudian pilih Launcher yang diinginkan dan centangkan pilihan Defaultnya. Launcher yang telah ditetapkan sebagai Default Launcher akan tetap digunakan, meski ponsel di-Restart atau Reboot sekalipun.

Upgrade Android GingerBread pada Samsung Galaxy ACE

95

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih jua belum puas pasca Hard/Factory Reset yang saya lakukan tempo hari, kali ini merasa gatal juga akibat kabar Upgrade sistem operasi Android versi GingerBread (untuk pasar Asia) yang tarik ulur sejak bulan Juli lalu. Kabarnya sih, saat tulisan ini diturunkan Upgrade sistem operasi Android versi GingerBread yang memang diperuntukkan bagi perangkat Samsung Galaxy ACE sudah tersedia melalui aplikasi Kies. Info selanjutnya main ke Android Forum Indonesia yah, dan bagi yang belum tahu apa itu Kies, baca tulisan saya terdahulu.

Secara Default, Samsung Kies memang berperan besar dalam proses pembaharuan sistem operasi Android Froyo yang disematkan dalam setiap perangkat Samsung Galaxy ACE. Baik Cara dan Modal awalnya pun cukup sederhana. Pengguna dapat menginstalasi aplikasi Samsung Kies yang disertakan dalam cd kecil paket penjualan atau mengunduhnya langsung dari alamat web resmi milik Samsung. Jika sudah, aktifkan koneksi data pada perangkat pc/notebook lalu lakukan pembaharuan aplikasi Kies melalui menu Update. Karena sistem operasi Android versi terkini kabarnya hanya dapat dideteksi oleh aplikasi Kies yang telah terupdate pula.

Lakukan sambungan ke perangkat Samsung Galaxy ACE dengan memanfaatkan kabel data (masih dalam posisi online), dan tunggu hingga aplikasi Kies mendeteksi sistem operasi Android yang terkini dari perangkat yang tersambung. Jangan lupa backup terlebih dahulu Daftar Kontak, Memo, Schedule ataupun file Multimedia yang terdapat dalam ponsel. Apabila semua sudah dilalui, barulah perangkat akan lebih aman untuk diUpgrade. Langkah ini mutlak membutuhkan Koneksi data yang tidak terputus.

Biasanya begitu proses Upgrade selesai, ponsel akan melakukan Restart atau Reboot untuk menjalankan sistem operasi Android yang terbaru. Jika ponsel sudah dalam posisi standby, sambungkan kembali perangkat dan lakukan Restore Data untuk mengembalikan Daftar Kontak, memo dan lainnya.

Adalah SamFirmware.com, sebuah alamat di dunia maya yang menyediakan Firmware bagi semua perangkat Samsung termasuk Galaxy ACE, dan terpantau sudah menyediakan Upgrade resmi sistem operasi Android GingerBread untuk pasar Asia (versi 2.3.3). Demikian halnya dengan GingerBread untuk pasar Eropa yang terbagi dalam dua pilihan, Versi 2.3.3 dan 2.3.4. Secara awam tidak ada perbedaan yang mendasar dari kedua pilihan diatas, hanya saja apabila dibandingkan dengan versi sebelumnya 2.2 (Android Froyo) ada beberapa fitur yang ditambahkan, salah satu  diantaranya adalah Download Manager.

Bagi pengguna yang penasaran dengan sistem operasi Android GingerBread yang ditawarkan oleh SamFirmware.com ini bisa mencoba untuk disuntikkan dalam perangkat yang sama, Samsung Galaxy ACE. Hanya saja, untuk cara yang satu ini tidak lagi menggunakan bantuan aplikasi Samsung Kies, melainkan menggunakan Odin Multi Downloader versi 4.38.

Untuk bisa melakukannya, silahkan unduh terlebih dahulu file Firmware yang diinginkan dari daftar yang telah tersedia (dalam percobaan kali ini mengambil versi 2.3.4 untuk pasar Eropa), dimana rata-rata berukuran sekitar 120 MB. Lakukan Extract file dan jalankan aplikasi Odin Multi Downloader.

Langkah pertama yang harus dilakukan pada perangkat yang akan diUpgrade adalah, matikan perangkat, lalu masuk dalam Menu Download dengan menekan tiga buah tombol secara bersamaan. Tombol untuk mengecilkan volume, tombol Home dan terakhir, tombol Power. Apabila langkah yang dilakukan sudah benar, maka layar ponsel akan masuk dalam menu Download tadi.

Langkah kedua, sambungkan perangkat melalui Kabel Data dan periksa aplikasi Odin Multi Downloader tadi. Jika langkah sudah benar, dalam kolom “COM port Mapping” akan terdeteksi perangkat yang disambungkan dengan warna kuning.

Langkah ketiga, masukkan kelima aplikasi yang terdapat dalam folder Firmware yang telah diexctract ke masing-masing kolom dengan pengaturan sebagai berikut :

  • OPS : masukkan file ‘Cooper_v1.0.ops’
  • BOOT : masukkan file ‘APBOOT_S5830XXKPH.md5’
  • PHONE : masukkan file ‘MODEM_S5830XXKPH.md5’
  • PDA : masukkan file ‘CODE_S5830XXKPH.md5’
  • CSC : masukkan file ‘CSC_S5830SERKPH.md5’

Langkah keempat, eksekusi tombol ‘Start’ dan tunggu proses hingga selesai.

Saat proses berjalan disarankan untuk tidak mencabut kabel data atau melakukan aktifitas lain. Untuk itu disarankan pula untuk mencabut terlebih dahulu kartu simcard dan juga kartu memory dari perangkat ponsel yang akan diUpgrade.

Proses akan dianggap berhasil melalukan Upgrade apabila ponsel melakukan Restart atau ReBoot, serta aplikasi Odin Multi Downloader menunjukkan tulisan PASS pada kotak diatas kolom ‘COM port Mapping’ tadi.  Mudah bukan ?

Sekedar informasi tambahan, cara pertama diatas yang menggunakan bantuan aplikasi Samsung Kies, diperuntukkan bagi mereka yang memiliki koneksi data yang mutlak tidak terputus. Karena jika tidak, proses akan terhenti dan dapat mengakibatkan kerusakan Firmware pada ponsel. Sedang cara yang kedua diperuntukkan bagi mereka yang tidak memiliki koneksi Data. Jadi, untuk mendapatkan atau mengunduh file Firmware yang diinginkan, bisa dilakukan dengan mengunduhnya melalui warnet terdekat. :p

Review Samsung Nexus S with Android 2.3 GingerBread

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada rasa aneh yang tersirat di kepala ketika berkesempatan memegang langsung ponsel Android resmi rilisan Google, Samsung Nexus S. Ini disebabkan karena Bentuk permukaan layar sentuhnya yang tidak biasa (melengkung) dan juga bentuk ponsel yang tidak simetris ketika dilihat dari sisi samping.

Samsung Nexus S. Merupakan salah satu ponsel Android yang dirilis resmi oleh Google dan dibuktikan dengan sistem operasi yang secara bawaan sudah mengadopsi Android versi 2.3 GingerBread. Sesuai dengan tulisan saya sebelumnya, Samsung Nexus S merupakan ponsel pertama yang dirilis dengan dibekali Roti Jahe.

Dibandingkan dengan perangkat Android Samsung Galaxy Ace S5830 yang saya miliki, untuk penggunaan atau operasional Samsung Nexus S jelas jauh lebih mantap. Ini bisa dimaklumi lantaran secara kekuatan Prosesor sudah mencapai kecepatan 1 GHz (512 MB RAM), meski saat diperiksa dengan menggunakan aplikasi Elixir, kecepatan rata-rata yang berjalan dalam keadaan siaga hanya 800 MHz saja. Kecepatan baru meningkat ketika aktifitas Multitasking coba dilakukan.

Dengan mengadopsi layar selebar 4 inchi, tentu saja tampak lebih lapang saat dijejali icon shortcut pada salah satu halaman HomeScreen. Demikian pula dengan resolusinya yang memang jauh lebih baik yaitu 480×800 pixel. Satu standar layar untuk ponsel Android High End.

Meskipun berasal dari satu pabrikan, tampaknya User Interface Touch Wiz milik Samsung yang digunakan oleh perangkat Nexus S jauh berbeda dengan Galaxy Ace yang saya miliki. Ini bisa dimaklumi lantaran perbedaan versi Android yang digunakan. Secara tampilan depan (HomeScreen), mengingatkan saya pada aplikasi Theme ADW Launcher yang beberapa waktu lalu sempat saya coba di perangkat Ace. Begitu pula ketika masuk pada Struktur Menu, Slide yang dilakukan bergerak secara Vertikal dengan tampilan icon Menu yang sedikit berbeda atau mengadopsi ke-khasan tampilan GingerBread.

Sesuai dengan tulisan sebelumnya, Samsung Nexus S datang dengan dukungan penuh dari pengembang utamanya, Google. Baik dari Google Mail, Google Search, Google Talk, Google Earth, Google Maps lengkap dengan Navigasinya, Android Market dan tentu saja YouTube. Sayangnya, saya tak menemukan aplikasi Office seperti halnya ThinkFree pada perangkat Galaxy Ace sehingga si teman yang memiliki perangkat ini dengan terpaksa menginstalasi aplikasi Dokumen tambahan.

Apabila pada perangkat Samsung Galaxy Ace S5830 saya harus berusaha untuk memantau sisa memory internal agar tak menciptakan lag atau jeda saat melakukan Multitasking akibat minimnya memory, sepertinya hal tersebut tidak akan berlaku bagi pemilik perangkat Samsung Nexus S. Dengan besaran Internal 16 GB (walaupun tanpa slot kartu memory eksternal tambahan), saya yakin itu sudah lebih dari cukup asalkan data, image dan musik yang dijejalkan dapat disimpan seefisien mungkin. Artinya, buang yang tidak diperlukan.

Ohya, ada Menu unik yang saya temukan dalam perangkat Nexus S. Car Home. Sepertinya Menu yang satu ini diberikan bagi para pengguna yang ingin memanfaatkan perangkat Nexus S dalam perjalanan berkendara. Salah satu diantaranya adalah fitur Navigasi yang sedianya digunakan untuk memandu jalan pulang kerumah. Namun, ada yang unik ya ada juga yang dihilangkan. Samsung Apps. Entah mengapa saya tak jua menemukannya dalam barisan Menu yang disajikan.

Untuk colokan kabel data sekaligus Charger, Samsung membekali port MicroUSB yang sama dengan perangkat Samsung lainnya dari Galaxy Ace yang saya miiki maupun Champ Duos, ponsel layar sentuh murah meriah yang tempo hari di-review. Jadi, masih bisa berbagi penggunaan kabel data ataupun Charger apabila kehabisan daya saat dibutuhkan.

Sayangnya selama berkesempatan menjajal perangkat Samsung Nexus S ini, saya menemukan satu kekurangan besar. Hingga tulisan ini diturunkan, saya tak jua menemukan cara untuk mengambil ScreenShot layar (ScreenCapture) tanpa menggunakan aplikasi tambahan, rooting ataupun kabel data. Tapi apakah itu bisa disebut sebagai kekurangan ?

 

Android, Setia Menggoda Nokia

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak dipungkiri bahwa keberadaan sistem operasi Android yang awal tahun lalu masih terlihat disepelekan oleh banyak kalangan, kini terlihat makin meraksasa berkat dukungan sang empunya Google.

Bayangkan saja, dibandingkan dengan sistem operasi lainnya, bisa dikatakan jumlah vendor atau brand yang mengadopsinya dalam setiap rilis ponsel mereka, nyaris sama banyaknya dengan sistem operasi Windows Mobile tiga tahun lalu. Terhitung vendor ataupun brand ternama seperti Google, HTC, Sony Ericsson, Motorola, Samsung, LG, Acer, Garmin, Asus hingga brand dari ponsel China seperti Nexian dan IMO, secara berkala merilis setiap seri Smartphone mereka lengkap dengan beragam rilis Android.

Demikian halnya dengan pengembangan sistem operasinya sendiri. Meskipun tergolong baru, Android terakhir telah merilis secara resmi versi 2.3 GingerBread, yang kabarnya jauh lebih cepat dan lebih baik (bukan mendompleng jargon capres kita loh) dibandingkan versi sebelumnya. Demikian pula dengan keberadaan fungsi Routernya, yang mampu membagi koneksi Android dengan perangkat gadget lainnya.

Tumbuh kembangnya Android disepanjang tahun 2010, kabarnya membuat gerah sang raja ponsel tanah air, Nokia, yang harus rela membagi sekian persen kue konsumen untuk si robot hijau. Meski demikian, tampaknya Nokiapun masih berusaha merebutnya kembali dengan merilis (tepatnya mengganti nama) sistem operasi terbaru mereka yang lebih banyak mengadopsi input layar sentuh, Symbian ^3. Terhitung ada lima seri terbaru yang mereka keluarkan di penghujung akhir tahun 2010 lalu, di berbagai kelas pasar.

Keberadaan Android di tahun 2011 ini, saya yakin bakalan menjadi ancaman pula bagi sistem operasi lainnya dan juga brand ternama yang masih setia mengadopsi sistem operasi miliknya sendiri seperti Nokia dengan Symbian dan MeeGo-nya, BlackBerry dan juga iPhone. Apalagi kabarnya di tahun ini, Android bakalan secara berkala melakukan upgrade rilis sistem operasi dalam waktu enam bulan sekali. Terhitung sudah ada beberapa bakal penamaan untuk rilis versi sistem operasi Android berikutnya. HoneyComb, Ice Cream dan Jelly Bean.

Jika Nokia, BlackBerry ataupun Iphone tak mau tersandung oleh Android, sudah saatnya mereka berbenah untuk menjadi lebih baik lagi.

Kita tunggu saja.

SamSung NeXus S with Android 2.3 GingerBread

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Kabar Baik datang GooGLe menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang dinanti oleh seluruh umat Hindu dimanapun mereka berada, kendati secara sesungguhnya tidak ada hubungannya sama sekali. :p

Ada yang baru loh. Kira-kira begitu maksud tampilan mesin pencari GooGLe seminggu terakhir. Apalagi kalo bukan rilis terbaru ponsel Android resmi besutan mereka, Nexus S. Press Release mereka tertera dengan jelas tepat di bagian bawah kolom pencarian.

New! Introducing Nexus S, the latest phone from Google.

Pasca rilis Nexus One beberapa waktu lalu, GooGLe tampaknya memang ‘menanti waktu yang tepat untuk melanjutkan kejutan pada mereka yang mengaku ‘Android Freak’. Nexus S jelas merupakan kebanggaan. Dirilis jelang akhir tahun dengan menyandang sistem operasi Android versi 2.3 atau yang dikenal dengan istilah ‘GingerBread. Secara OS, Nexus S merupakan ponsel pertama yang menggunakannya.

Nexus S kabarnya bakalan diluncurkan oleh brand ternama Samsung. Dengan mengandalkan Prosesor 1 GHz besutan HummingBird serta layar super AMOLED selebar 4 inch (480×800 pixel), ditambah 16GB Flash Memory sudah lebih dari cukup untuk jeroan sebuah ponsel pintar. Didukung pula oleh Kamera 5MP lengkap dengan flash dan autofokus, yang mampu menghasilkan video berkualitas HD High Definition 720×420 pixel.

Untuk aplikasi yang disematkan didalamnya, sudah terdapat fitur Google Mail, Google Search, Google Talk, Google Earth, Google Maps lengkap dengan Navigasinya, Android Market dan tentu saja YouTube. Untuk bisa memanfaatkan semua fitur tersebut secara maksimal, tentu dibutuhkan koneksi internet yang mumpuni dan powerfull. Jika tidak ? dijamin semua fitur online ini bakalan dirasa mubazir.

Bagi Rekan-rekan yang penasaran dengan penampilan Nexus S, ponsel Android terbaru kelahiran GooGLe ini, bisa menyinggahi halaman mereka berikut ini.

Ohya, Selamat Merayakan Galungan dan Kuningan bersama Keluarga ya. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa selalu berkenan memberikan yang Terbaik untuk kita semua. Salam dari www,pandebaik.com, Alit Ayu KusumaDewi dan MiRah GayatriDewi.