Gempa Gempaa Gempaaa

1

Category : tentang KeseHaRian

Ketika meja makan kami mulai bergoyang kecil, bathin saya mengatakan ‘sepertinya gempa…’
Ketika badan sudah mulai bergoyang, kami mulai menoleh kearah satu sama lain dan mengatakan ‘eh ada gempaa…’ dengan nada yang masih kurang yakin.
Namun ketika goncangan mulai keras dan terasa agak lama tanpa perubahan, di sekeliling kami kompak meneriakkan ‘gempaaa…’

dan kami pun secara refleks menyambar anak-anak yang sedang asyik mengunyah makan malamnya, berhamburan keluar dari warung makan, tempat dimana sebelumnya berkumpul.
Bersama banyak orang lainnya di sepanjang trotoar dan jalanan, sambil melihat ke semua arah dan berharap ada yang membuktikan bahwa goncangan ini memang beneran gempa. Bukan hanya rasanya saja.
Keyakinan baru muncul saat melihat beberapa mobil yang diparkirkan di pinggir jalan, bergoyang keras.
Waduh… alamat nih.

Ini pengalaman saya pertama kali akan goncangan gempa dengan goncangan yang terasa keras dan lama. Info awal dari BMKG, kekuatan grmpa semalam sekitar 6,8 SR yang kemudian disusul kembali dengan penambahan hingga 7,0 SR. Dengan pusat gempa sekitar 18 KM di dekat Lombok Utara.
Pikiran pun sudah melayang kemana-mana.

Saya dan Intan, putri kedua kami sampai gemetaran. Intan merasa ketakutan karena banyak yang berteriak ‘hidup hiduup hiduuup…’ di sekeliling kami. Sementara saya pribadi langsung terbayang sinema aksi ‘2012’ yang dibintangi John Cusack. Sempat khawatir kalau-kalau tanah bumi ini terbelah dan bangunan-bangunan pada roboh.
Bersyukur Dia yang ada di atas sana, belum separah itu memberikam ujian-Nya. Kami yang ada di Kota Denpasar bisa dikatakan aman-aman saja pasca gempa yang berlangsung cukup lama ini.

Seperti biasa, WhatsApp Group langsung memberikan notifikasi. Belasan teman dari berbagai perkumpulan chat pun pada heboh memberi tahu sambil memforward gambar dan video gempa yang terjadi disekitarnya, bahkan yang jauh diseberang sekalipun.
Ini kok mereka masih sempat-sempatnya berkirim Chat dan share beginian pas gempa terjadi ? Pasti deh saling berlomba paling dulu membahas isu yang bakalan viral sebentar lagi.
Kelakuan…

Namun demikian, ada juga yang mencoba bermain api di tengah heboh masal yang terjadi di Pulau Bali sebagai tetangga dekat lokasi kejadian, yang menyatakan bahwa akan ada gempa susulan di seluruh Bali pada tengah malam pukul 00.30 Wib, sebagaimana share Info dari akun Twitter @dDbThezite semalam.
Praktis informasi semacam inipun ditelan mentah-mentah dan dishare di berbagai Chat Group, tentu saja menimbulkan pertanyaan dan rusuh.
Bagi mereka yang masuk pengguna baru dunia maya, langsung menempuh jalan untuk meneruskan informasi ke kawan lain atas alasan ‘agar semua bisa lebih waspada’ sebagaimana alasan Ngurah Arta The Ziter’s pemilik sebuah studio produksi musik kelahiran 4 juli 1982 di jalan raya Sesetan 120 (bisa dipantau pada akun FaceBook ybs), sementara pengguna lawas langsung cek akun yang bersangkutan lalu mengkomparasi dengan Timeline akun Twitter BMKG.
Hasilnya mudah ditebak, itu Hoax.
Entah apa yang ada dalam pikiran si pembuat Hoax malam ini, namun ybs sukses menghebohkan banyak netizen di dunia maya termasuk istri dan para kelihan yang mengirim screenshot Tweet tersebut ke banyak kawan.
Goblok benar akun @dDbThezite ini. Gak heran ybs dilaporkan ke akun @DivHumas_Polri oleh senior saya semalam.

Ada 2 kesalahan yang bisa dituduhkan pada ybs.
Pertama fitnah terhadap lembaga BMKG yang dijadikan sumber informasi dalam Tweet tersebut, dan kedua ya informasi palsu yang berpotensi menyebabkan keributan dan beban psikis bagi mereka yang tak paham.
Amat sangat disayangkan, bila kemudian ada banyak orang yang merasa bahwa itu benar terjadi, memilih untuk tidak tertidur dan menyiapkan segala macamnya lebih dini hingga akhirnya memaki-maki di pagi hari.

Baiknya sih kita semua menyadari, bahwa dalam situasi begini, seharusnyalah kita saling menjaga, menguatkan dan tetap berusaha menenangkan mereka yang panik, utamanya anak-anak, orang tua atau ibu hamil.
Kasihan kalau sampai mereka menjadi korban info Hoax apalagi kalo sampai mengungkapkan potensi tsunami tingkat tinggi di sejumlah daerah seputaran kejadian.

Gempa kali ini jadi banyak cerita

Btw, Hoax oleh akun Twitter pemilik The Ziter’s diatas rupanya masuk di media online Liputan 6 pagi ini : Hoaks Gempa Susulan Tengah Malam Gegerkan Warga Bali

…ada apa dengan Negeriku ?

1

Category : tentang KeseHaRian

…belum habis kejengkelanku akibat perseteruan negeri ini dengan tetangga sebelah yang mengklaim berbagai budaya milik kami sebagai warisan budaya mereka…
…belum habis kedongkolanku dengan pertarungan buaya yang ingin memangsa cicak rasanya penuh dengan dendam pribadi…
…belum habis kekagetanku akibat gempa yang menggoncang tanah kelahiranku beberapa waktu lalu…

…bencana itu kembali memporakporandakan negeriku…

…Sumatera Barat luluh lantak…
…menghancurkan mimpi-mimpi kami…

…dan kami hanya bisa diam…terpekur… ada apa dengan negeriku ?

Gempa di Pagi Hari…

3

Category : tentang KeseHaRian

…baru saja MiRah terlihat senang karena bisa menghabiskan nasi putih yang ada di piringnya… baru saja aku meneguk kopi dari mug kecil yang biasa menemani… baru saja kami sepakat untuk membatalkan rencana liburan kami ke sangeh lantaran ingin memperkenalkan MiRah dengan makhluk yang bernama Monyet…

Rumah bergetar mengagetkan aku yang masih duduk meladeni MiRah maem… Bapak langsung mengomandoi kami untuk segera keluar… jelas tampak pohon Jepun yang ada di Merajan kami bergoyang begitu keras… diiringi suara pecah yang langsung membuat aku teringat pada tragedi gempa yang selama ini melanda negeri ini…

Tak bisa aku bayangkan apabila rumah ini, tanah kelahiranku ini dilanda gempa yang jauh lebih keras… Tak bisa aku bayangkan apabila kami mendapatkan giliran menjadi korban berikutnya… Sungguh, Gempa di pagi hari ini membuat kami kebingungan, semburat lari keluar rumah, aku sendiri setelah menyerahkan MiRah pada Ibunya di halaman langsung masuk kerumah lagi untuk memutuskan arus listrik yang masih terpasang…

Gempa di pagi hari ini… kabarnya hingga 6,4 SR di 101 KM Tenggara Nusa Dua Bali… menyisakan gemetar pada tangan… mungkin akibat panik yang tiada tara… untuk menuliskan inipun, kepala rasanya masih bergoyang… perasaan yang sama seperti baru pulang dari berendam air di pantai…

Semoga setiap insan manusia, kami sekeluarga dan seluruh umat yang ada dilindungi oleh-NYA…