Mengulik Plants vs Zombie (jadi) 2

Category : tentang TeKnoLoGi

Yang dibutuhkan dalam setiap etape permainan didalamnya hanya satu. Kesabaran.

Setidaknya demikian yang bisa saya simpulkan setelah bermain selama sekian waktu untuk ngulik lebih jauh permainan ternama Plants vs Zombie yang kini sudah bisa dilakukan pada perangkat ponsel dan tabletpc berbasis Android.

Lakukan saja sesuai prosedur tanpa mengambil opsi cheat atau cara curang, minimal yang namanya perpindahan dunia atau area tetap bisa dilakukan dengan sempurna. baik yang berawal dari setting lokasi di Mesir, pindah ke Pirates lalu berikutnya versi Wild West. Yang perlu dikoleksi hanyalah bintang sejumlah yang dipersyaratkan, dan untuk mendapatkan lebih banyak bintang, dibutuhkan kunci untuk membuka gerbang khusus yang menyajikan bonus Plants atau kebutuhan lainnya, plus 3 venue lokasi dengan masing-masing satu bintang jika mampu melewatinya.

image

Untuk amunisi disetiap levelnya, cukup ambil bahan baku Matahari, si pelempar Labu, kentang dan peledak tanam. Ini berlaku untuk venue awal yang notabene memiliki tingkat kesulitan paling rendah. Sedangkan ketika masuk ke dunia berikutnya, dapat disertai dengan si pelempar jagung dan duri-duri.
Amunisi lain yang dapat diikutkan dalam beberapa venue atau lokasi khusus, ada si penghancur makam, atau bola es yang mampu menahan musuh hanya beberapa detik saja. sedang Sisanya, bisa dicoba untuk digunakan dalam sesi-sesi pengulangan.

Khusus untuk dunia Pirates, yang barangkali bisa diposisikan di garda depan untuk venue yang menyajikan wilayah tanpa jembatan, adalah kentang, duri-duri atau si peledak tanam. Ini untuk mengantisipasi para Zombie yang datang layaknya Tarzan atau makhluk-makhluk kecil yang dulunya merupakan kawan si raksasa pada games Plants vs Zombie versi awal.

Dan untuk menggempur bala-bala sesaat sebelum Final Wave didatangkan, bisa menggunakan fitur makanan yang ada di sisi bawah layar dengan gambar daun, yang diberikan pada si pelempar labu. Hasilnya maknyus, beberapa oknum Zombie yang bisa dihancurkan dengan satu pukulan atau tembakan, secara langsung mati tak berdaya. apalagi daya jangkaunya yanh mampu dilakukan ke semua lini pertahanan.

Untuk memenuhi kebutuhan akan Bintang demi melakukan perpindahan dunia, bisa dilakukan dengan mencicilnya satu persatu pada venue yang bertandakan bintang 3, tentu dengan beberapa catatan yang barangkali harus dipahami.

image

Misalkan saja… don’t spend any sun in 60 second… yang artinya kita tidak dianjurkan menanamkan sun atau matahari dengan jeda kurang dari 60 detik. Untuk mengakalinyz, lakukan saja pada masa-masa awal berlangsungnya permainan saat Zombie belum begitu banyak berdatangan. Mudah bukan ?
atau menanam banyak bunga untuk memenuhi syarat minimal penghasilan daya matahari, dan menguranginya secara perlahan saat syarat terlewati untuk menambah space amunisi. Pokoknya, silahkan berimprovisasi deh meski tanpa cheat.

Sebagai Bonus tambahan, ada juga Yeti event yang siap hadir di beberapa venue secara acak dan bisa dipantau dari Maps utama.

Sayangnya, satu-satunya kebingungan yang saya alami dalam memanfaatkan uang koin yang didapat selama permainan dimana pada games awal bisa digunakan untuk membeli tanaman khusus atau alat-alat berkebun, tak ditemukan fungsinya di permainan jilid 2 ini. Mengingat Store yang disediakan, kelihatannya hanya khusus untuk pembelian online tanpa memanfaatkan perolehan koin. Ada yang bisa membantu barangkali ?

Plants vs Zombie (jadi) 2 for Android

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya… setelah menanti sekian lama, jadi juga ngulekin games keren yang seri awalnya begitu adiktif saya mainkan di semua platform, dari PC, iOS, Android hingga BlackBerry PlayBook. Plants vs Zombie…

Tapi sudah tau kan kalo games yang satu ini sudah jadi seri 2-nya ? Kurang lebih kalo untuk platform iOS, setidaknya sudah lama bisa dicicipi meski dengan sedikit kekurangan. Ntar deh diceritain… sedangkan yang ingin saya bicarakan saat ini adalah versi 2 yang bisa dimainkan di platform favorite, tentu saja… Android.

image

Sayangnya hingga kini, games Plants vs Zombie (jadi) 2 ini belum saya temukan di pasar Android Google Play, melainkan dari sebuah halaman situs penyedia aplikasi apk Bajakan, apkmania.co. Bagi kalian yang ingin hunting, silahkan meluncur ke halaman tersebut, yang menyediakan games Plants vs Zombie (jadi) 2, lengkap dengan Data-nya sekaligus. Kalo gag salah ukuran total yg harus diunduh atau donlot kisaran 180 MB, termasuk apk-nya. disitu tersedia pula versi Mod-nya, namun entah saya yang gag bisa menggunakan, gag ditemukan cara curang didalamnya yang bisa dimanfaatkan :p *maunya

Nah, dengan adanya games Plants vs Zombie (jadi) 2 di perangkat Android dan bisa dimainkan di versi TabletPC, tentu saja waktu bermain jadi lebih asyik berkat layar lebarnya. Ini sedikit lebih melegakan ketimbang melototin layar 3,5″ iPhone 4 CDMA yang saya punya untuk mempertahankan benteng dari serangan para Zombie.

dan rupanya, tidak itu saja kelebihannya. Adalagi loh sisi positif games Plants vs Zombie (jadi) 2 yang jalan di Android ketimbang iOS… yaitu saat perpindahan dunia dari Pirates ke Sea dan Wild West-nya. Dimana di perangkat Android bisa dilakukan dengan sempurna berbekal jumlah kunci yang dipersyaratkan dan pemain bisa meneruskan petualangannya saat itu juga, sedangkan di perangkat iOS… games musti mengunduh atau donlot data area yang dibutuhkan dulu. Itupun hingga hari ini, berkali-kali gagal dilakukan padahal koneksi data yang saya gunakan sudah berkategori super speed miliknya LPSE Badung. Maka dengan berat hati ya petualangan meluluhlantakkan Zombie di perangkat iOSpun dengan terpaksa ditunda, entah sampai kapan. Hiks…

image

Lalu, bagaimana kelanjutan kisah permainan Plants vs Zombie yang saya janjikan tempo hari, pasca keberhasilan perpindahan dunia ke era Pirates dan Wild West ? Tunggu yang berikutnya yah…

Subway Surf, Unlimited Money and Keys, No Root

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah lelah bermain loncat kereta tanpa mampu membeli karakter dan hoverboard mahal untuk prestise diantara pergaulan para penggemarnya ? Jangan khawatir, gunakan saja cara curangnya. *uhuk

Untuk tips kali ini sebenarnya tergolong ilegal, namun ya sudahlah, toh Google adsense sudah terlanjur memblokir perolehan iklannya lantaran konten yang disajikan disini banyak yang mengandung unsur ilegal.

dan Sebagai langkah awal, yang dibutuhkan hanya file apk, Android Package yang sudah disuntik dengan cheat Unlimited Money dan Unlimited Keys. Cara mencarinya bisa hunting via4Shared atau pasar gelap aplikasi-games Android dengan embel-embel ‘mod Umlimited Money and Keys’. Misalkan saja lewat beberapa alternatif di halaman pencarian Google berikut ini.

Namun untuk bisa menggunakannya ya kalian mutlak menghapus atau me-replace games terdahulu, sehingga bagi yang tidak rela kerja kerasnya selama ini hilang begitu saja ya lebih baik gag usah. Tapi bagi yang menganggap bahwa semua ini hanya permainan, ayo dilanjutkan saja. Hehehe…

Jadi setelah usai mengunduhnya, kita bisa menginstalasi atau mengeksekusi file dengan atau tanpa menghapus games sebelumnya. Jika sudah, yuk jajal hasilnya.

Bonus cheat Unlimited Money sesungguhnya bisa dikatakan terlalu banyak, mengingat untuk meng-Unlock semua karakter dan hoverboard plus karakter khususnya, ditambah pembelian beberapa misi yang dianggap menyulitkan, tidak membutuhkan dana hingga digit awalnya terhabiskan. Paling-paling hingga digit ke tiga dan seterusnya.

Subway Surf PanDeBaik Cheat Mod Money

Pun demikian dengan bonus cheat Unlimited Keys yang hanya digunakan untuk pembelian beberapa kostum tambahan di beberapa karakter khusus, plus persyaratan untuk pemenuhan misi multiplier score. Jadi ya jangan khawatir bakalan habis sebelum waktunya.

Jika beruntung, silahkan cari cara tambahan yang bisa didapat lewat free guide di pasar aplikasi Google Play, dimana salah satu yang saya usahakan bisa tercapai adalah pencarian semua karakter dan hoverboard bonus untuk masing-masing kota yang menjadi Update rutin permainan Subway Surfers.

Untuk cara yang satu ini, dibutuhkan ketelatenan dalam mengubah tanggal perangkat yang digunakan ke tanggal tertentu sesuai petunjuk, dimana kota masing-masing berlaku dalam permainan. Namun hati-hati, diusahakan selama melakukan aksi tersebut kalian gag mengakses aplikasi ataupun sistem lainnya baik secara online maupun offline. Terutama yang berkaitan dengan chat atau email.

Hanya saja, salah satu nilai minus yang dapat saya bagi disini adalah sulitnya untuk mendapatkan porsi Upgrade ke kota berikutnya, mengingat aplikasi bersifat ilegal. Kecuali harus diReplace dengan versi resmi yang secara otomatis menghapus kedua bonus cheat dan semua perolehan tadi. Mau ?

Plants vs Zombie (jadi) 2

Category : tentang TeKnoLoGi

Berbekal rasa penasaran usai menonton dua trailer official yang dirilis PopCap, pengembang barisan games ternama di berbagai platform, di situs berbagi video YouTube, rupanya sedikit mendatangkan rasa kecewa setelah tahu bahwa permainan yang satu ini, baru tersedia pada perangkat berbasis iOS saja, alias iPhone, iPad dan tentu saja iPod. Adakah diantara kalian sudah mencobanya ?

PLants vz Zombie 2 PanDeBaik 1

Plants vs Zombie 2 ‘it’s about Time’ hadir secara gratis di Apps Store, dan dapat diitemukan dengan mudah dalam kategori terpopuler. Ini bertolak belakang dengan versi pertamanya yang dijual dengan harga $ 0,99. Saya sendiri mengunduhnya lewat perangkat iPhone 4 CDMA disela acara Pengarahan hari jumat lalu di lantai 3 kantor Bupati Badung, dimana koneksi wifi yang ada tergolong maknyus.

Sayangnya, dalam percobaan awal hingga hari Minggu siang, grafis selama permainan dijalankan, terasa sangat tersendat hingga membuat saya sempat menarik kesimpulan, ‘iPhone 4 gag mampu mendukung permainan yang satu ini, seperti halnya Minions ataupun Subway Surf’. Namun bersyukur, penilaian saya salah.

Usai melakukan restart ponsel dan mencoba untuk menjalankannya kembali, games Plants vs Zombie 2 ternyata bisa berjalan dengan lancar, bahkan cukup gegas ketimbang prekuel sebelumnya. Hal ini sempat saya rasakan pula pada permainan Subway Surf jika disandingkan dengan perangkat Android. Maka inilah gambarannya.

Di level permulaan, pada setting halaman rumah milik si Dave, tidak terasa banyak perubahan yang terjadi dibandingkan games pendahulu, baik pola ketersediaan tanaman, kemampuan dan juga lawan. Mirip dengan level 1-1 hingga 1-4. Jadi disini sempat pula merasa kecewa ‘sebenarnya, apa saja yang baru nih ?’

PLants vz Zombie 2 PanDeBaik 3

Kekecewaan baru mulai pudar saat level masuk di setting layar Mesir, dimana baik penokohan dan lawan main, memberi varian yang cukup apik lengkap dengan pernak pernik kuburan para raja ini. Pun demikian dengaan pola permainan yang mirip dengan seri-seri Arcade lain, lengkap dengan peta, tiga bintang untuk setiap permainan serta bonus tiap level. Hal ini lumayan memicu rasa penasaran saya untuk bisa menyelesaikannya sesuai harapan, yang tentu memerlukan percobaan berulang agar bisa sukses melewati semua tantangan.

PLants vz Zombie 2 PanDeBaik 2

Meskipun games Plants vs Zombie ditawarkan secara gratis di Apple Apps Store, namun ini hanya berlaku untuk level permainan dasar atau setting lokasi Mesir, tidak termasuk dua setting lainnya, Pirates Seas dan Wild West. Untuk bisa menjajal dua setting tersebut, pengguna diwajibkan untuk membelinya secara bertahap. Yang artinya… sayapun belum sempat menjajalnya hingga tuntas. Jadi, tunggu di tulisan berikutnya :p

Plants vs Zombie for Windows, Android and BlackBerry ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertama kali berkenalan dengan games yang satu ini, membuat saya lebih betah untuk berlama-lama di depan layar tabletpc milik Samsung, namun bukan untuk bekerja tentu saja.

Dikembangkan oleh Pop Caps, pengembang games ternama yang pula melahirkan banyak permainan menarik lainnya, yang sebenarnya dirilis era jadul, masa Zuma dikenal oleh publik. Sayangnya, saya pribadi mengenalnya baru beberapa bulan lalu, dimana saat mempublikasikannya pada akun Twitter, ketahuanlah saya yang rupanya out of date.

Dalam sistem operasi Android, terdapat dua versi permainan Plants vs Zombie yang beredar di dunia maya, dimana pertama merupakan aplikasi yang berdiri sendiri dengan ukuran sekitar 75 MB, dan dapat dimainkan kapan saja, sedang versi lainnya membutuhkan koneksi internet, untuk dua hal yaitu pengunduhan data yang mengikutinya lantaran file installer hanya berukuran 1,5 MB, pula digunakan untuk memainkan games secara online.

Berangkat dari ketertarikan dan sifat adiktifnya, sayapun mencoba untuk membuktikan mention tweet dari seorang kawan yang mengatakan bahwa Plants vs Zombie ini sebenarnya rilis lebih dulu pada sistem operasi Windows, sehingga saat itu juga, saya pun hunting games yang satu ini lewat 4shared ataupun toko games terdekat. Hasilnya, memuaskan. Bahkan kini saking nagihnya, hampir semua tantangan tambahan di wilayah Puzzle dan Survival, hanya menyisakan level Endless saja, sedang sisa dan Mini Games sudah dilahap habis.

Namun demi memanfaatkan tabletPc besutan RIM yang tempo hari sempat tak tergunakan akibat minimnya jenis permainan yang ada di BlackBerry App World, maka usaha untuk mencari file permainan Plants vs Zombie dalam format bar pun dilakoni. Hasilnya, Plants vs Zombie merupakan salah satu permainan yang ternyata dapat running dengan baik di perangkat BlackBerry PlayBook, tanpa adanya jeda atau lag yang berarti.

So, Plants vs Zombie di tiga versi OS ? Ayo aja…

Menjajal Games Android di BlackBerry PlayBook

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertama kali berkenalan dengan tabletpc besutan RIM selaku pengembang perangkat pintar BlackBerry yang banyak dikenal publik lewat fitur chat BBM-nya, ada banyak harapan yang dibebankan untuk segera diujicobakan. Satu diantaranya adalah kemampuannya untuk menjalankan aplikasi serta games Android yang kabarnya tersedia secara default dalam App World, pasar aplikasi milik BlackBerry. Dapat diunduh dan digunakan tanpa perlu melakukan aktifitas converter atau migrasi antar OS.

Sayangnya harapan tinggallah sebuah harapan.

Aplikasi atau games yang tersedia di pasar aplikasi BlackBerry tersebut tidaklah sesuai dengan apa yang dibayangkan. Ketersediaannya Hanyalah beberapa saja, itupun tidak semua bisa dijalankan dengan baik. Terdapat lag atau semacamnya dan berujung pada hang dan wajib force closed.

Maka jadilah perangkat BlackBerry PlayBook yang dikenal dengan istilah iPad Kakek oleh MiRah, putri pertama kami hanya sebagai perangkat pelengkap apabila iPad Bapak, Samsung Galaxy Tab 7+ yang biasa saya gunakan, tidak berada dirumah. itupun kemudian tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal lantaran games yang ada tidak sesuai dengan kebiasaannya pada perangkat Android.

Harapan untuk dapat menjalankan aplikasi dan games berbasis Android pada perangkat BlackBerry PlayBook, belakangan muncul kembali, seiring dimuatnya artikel di Tabloid Pulsa terkait topik konversi file apk, standar file Android, menjadi bar, standar file milik BlackBerry PlayBook, untuk kemudian diinstalasi dan digunakan pada perangkat dimaksud.

Sayangnya, lantaran waktu yang agak lama, -artikel tersebut diturunkan secara terpisah dalam 3 edisi, dari proses sign key, konversi hingga instalasi- keinginan untuk segera menguji hasil konversi sudah sedemikian tinggi, hingga satu hal kemudian terlintas dalam benak, ‘kenapa gag hunting file standar aplikasi bar saja di Google ?’ Ini seperti hunting file apk tempo hari demi mendapatkan file standar aplikasi serta games Android versi Premium. Maka usaha inipun dilakukan dengan harapan baru, bisa segera diapply tanpa menunggu waktu turunnya edisi berikut Tabloid Pulsa.

Hasilnya ? Lumayan banyak. Sekitar 50an aplikasi dan games yang bisa ditemui pada perangkat Android, terunduh dalam format file bar dan siap untuk diinstalasi ke perangkat BlackBerry PlayBook dengan bantuan aplikasi DDBP berbasis windows pc serta kabel data.
Proses yang berlangsung tidak terlampau lama ini, menghasilkan 90% aplikasi dan games rupanya bisa berjalan dengan baik sementara sisanya bisa jadi bergantung pada proses pengunduhan yang kurang sukses. Terpantau beberapa file memang berukuran tidak sebagaimana yang tertera pada halaman pengunduhannya.

Lantas apa dan bagaimana pengalaman menggunakan aplikasi dan games berbasiskan Android pada perangkat tabletpc BlackBerry PlayBook ? Tunggu di tulisan selanjutnya.

(Pilihan) Games di Masa Kerja PNS

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu Kesalahan penempatan Meja Kerja di lingkungan pegawai Pemerintahan adalah posisi komputer yang SEHARUSNYA membelakangi Pintu Masuk…

Tujuannya adalah agar para Pegawai bisa tanggap dan cepat saat ada tamu atau warga yang datang untuk meminta Informasi, sehingga begitu sang tamu datang membuka pintu, mata si pegawai pun bisa langsung tahu… selain untuk memudahkan bermain games tanpa ketahuan *uhuk

Hehehe… itu hanya sebuah joke yang saya lontarkan pasa status FaceBook senin siang, 17 Juni 2013 waktu lalu. Sesaat setelah memergoki salah seorang kawan yang sedang bermain games Zuma di ruangannya yang kosong, entah hanya karena ingin membunuh waktu ataukah memang gag ada yang bisa dikerjakan lagi (bahasa halus untuk kurang kerjaan *uhuk)

Tapi itulah, salah satu opsi positif yang dahulu pernah saya tawarkan saat awal-awal menjadi Pe eN eS. Setidaknya menjadi positif ketimbang mereka keluyuran di mall, pasar atau pulang kerumah, bahkan ada juga yang memilih untuk janjian dikamar shorttime… oke, memang gag semuanya Pe eN eS itu begitu, namun demikianlah kenyataan yang sebenarnya.

Akan tetapi apa yang ingin saya ceritakan kali ini bukanlah soal minimnya kedisplinan para Pe eN eS kita yang hingga kini masih digandrungi untuk menjadi salah satu mata pencaharian paling santai, namun lebih pada pilihan Games atau permainan komputer yang sejak jaman dahulu kala sudah digemari untuk membunuh waktu luangnya.

Pertama dan paling fenomenal tentu saja Bola-Bola. Sebenarnya games yang satu ini memiliki nama asli Magic Lines, tapi lantaran bentuk permainan yang menyajikan gambar bola dalam 2 dan 3 dimensi, maka sebetulnya sah-sah saja dinamakan demikian. Bahkan baik penamaan shortcut maupun file aplikasinya pun sudah diubah menjadi Bola-Bola tadi.

Awalnya memang membingungkan saat pertama kali ditanya perihal games Bola-Bola, karena dalam pandangan saya, Bola-Bola justru mengarah pada permainan Bounce kembangannya GameHouse yang saat itu saya sukai. Maka bisa ditebak, bahwa selain games Bola-Bola atau Magic Lines, Bounce pun dengan segera diminati dan saya jadi kebanjiran order untuk mengcopy-nya ke komputer atau pc di lain ruangan. Apalagi saat itu yang namanya FlashDisk masih belum familiar, dan slot USB di PC pun masih tergolong langka.

Berbekal sekeping cd-r berisikan installer file games milik GameHouse bajakan, sayapun naik turun bergantian pindah dari satu pc ke pc lain, hanya untuk menginstalasi permainan Bounce Out plus makin berkembang menjadi Zuma, Feeding Frenzy dan banyak lagi lainnya. Masa penularan pembunuh waktu dari sisi positifpun sukses dengan sempurna.

Dibandingkan dengan pola perkembangan pilihan ketersediaan games yang dimainkan oleh para Pe eN eS di lingkungan kami, bisa dikatakan sangat lambat jika dibandingkan dengan jenis permainan yang pernah saya kenali dan uji coba di kantor, seperti GTA II, III, Raiden, Cake Mania, Plants and Zombie hingga Need For Speed. Yang ada hingga kini masih betah untuk dimainkan hanyalah Zuma, seperti yang saya pergoki tadi.

Padahal awal tahun lalu, saya sempat menginstalasi beberapa permainan Angry Birds yang sayangnya menurut mereka masih tergolong sulit untuk dimainkan ketimbang Zuma. Dan rasa deg-degannya itu yang gag ada. Sehingga untuk melengkapi seri Zuma yang ada, sayapun melepas beberapa games atau permainan senada seperti misalkan Luxor. Namun tetap saja Zuma menjadi favorit.

Tapi ngomong-ngomong, ada yang tau games atau permainan apa yang dahulu ngetrend di kalangan pegawai Pe eN eS dimanapun mereka berada ? saya kasihkan clue atau petunjuk, yaitu di era disket 1.44 ataupun disket besar ? ini saya lakoni pada masa SMP dahulu, kerap diajak mampir ke kantor kelurahan dan dinas dekat rumah oleh kakak-kakak yangg sudah berstatus pegawai pemerintahan. Hehehe…

Tetris, Supaplex, Doom (tingkat mahir) atau MotoGP. Yang Secara grafis, jangan dulu deh disaingkan dengan games pemula masa kini, karena dari segi ukuran file eksekusinya pun masih tergolong mini. Satu disket kecil yang berukuran 1,4 MB pun bisa diisi sekitar 5-10an games terbaik masa itu :p

Nah, kalian sendiri, masuk masa games yang mana ? :p

Prince of Persia Classic for Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Prince of Persia Classic for #Android, bernostalgia bagi kalian yg besar di era PC DOS :p ukuran installer 177 MB

Berhubung MiRah jadi penguasa baru Tablet Samsung #Android Galaxy Tab 7+, maka biasanya sih saya nyasar tipe yg 10.1 inchi Note series. Di Note 10.1 ini gag banyak permainan yang saya tanam, kecuali Sudoku dan Word Search, Pembunuh waktu kala senggang di @LPSEBadung.

Tapi semingguan ini, ada satu games yang bertambah dalam daftar menu Note 10.1, Prince of Persia Classic for #Android. *ada yg tau ?

Screenshot_2013-04-21-10-59-26

Prince of Persia Classic ini sebenarnya mengadopsi games versi PC di era DOS (jaman saya masih SMP/1990) dgn sentuhan 3D. Jika PoP (Prince of Persia) versi PC lebih banyak mengadopsi warna Biru dan hitam sebagai latar, maka kini dibuat jauh lebih realistis. Saking realistisnya permainan PoP for #Android gag heran kalo ukuran installernya bengkak jadi 177 MB…

Sayangnya, game PoP Classic for Free ini ternyata gag tersedia di perangkat Samsung Galaxy Tab 7+. *gag mendukung kali yah ? 🙁 Lantaran file Installer nya sekitar 177 MB * cek di Note 10.1 *saran sih install via wiFi deh biar aman, gag ngabisin kuota iNet.

Selain bergrafis 3D, games PoP for #Android ini rupanya mensyaratkan perolehan koin untuk masuk ke Level berikutnya *sigh Padahal di PoP versi PC DOS, gag ada syarat apapun untuk bisa naik ke level berikutnya. Dan Koin yang dimaksud kelihatannya hanya dapat diakses secara terbatas setiap kali Level di tembus dgn baik.

Sedang kekurangannya ya, Pengguna dipaksa untuk meraihnya melalui iklan yang hadir disetiap kali usai level atau terbunuhnya karakter untuk beberapa detik di layar.

Lantaran diadopsi dari versi PC, maka gag heran kalo PoP versi #Android ini punya jalan cerita yg sama persis dengan versi terdahulu. Baik dari Prolog, ekspresi si Jaffar dan jam pasir yang akan digunakan sebagai waktu tempuh pengguna, menembus batas seluruh level.

Kalo gag salah ingat, games PoP versi PC hadir dalam 13 Level, dengan level tersulit di 8, 11 dan 12… *nostalgia

Level 8, terdapat lawan yang diam saat bertarung, menunggu pengguna gerak lebih dulu, Sehingga perlu Trik untuk membunuhnya. Level 11, ada banyak gergaji yang siap mencabik tubuh si pahlawan bahkan berdekatan pula jaraknya *perlu kesabaran tentu saja. Dan Level 12 untuk bertarung melawan bayangan sendiri. Yang tentu susahnya minta ampun. Dilevel 12 ini pula ada jalan yang hadir di kegelapan, sempat menipu mata dan bikin deg”an. *nostalgia *bukarahasia

Screenshot_2013-04-21-11-00-49

Akan tetapi memerlukan banyak penyesuaian dalam memainkan PoP versi #Android mengingat kini kontrol gerak melalui tombol sentuh. Sedang versi PC menggunakan arrow kombinasi dengan shift dan ctrl. Tapi kalo sudah tebiasa dijamin ketagihan. Apalagi yg hafal rutenya :p

PoP ini hasil karya UbiSoft di era 90an kalo gag salah. Mampu Running pada PC berbasis DOS, bersaing dengan game sekelas MotoGP etc.

Lawan tandem saya di era itu adalah alm.adik sepupu yang sejak awal saling berbagi trik cara membunuh lawan terutama tiga level sulit tadi. Dan yang bikin *nostalgia adalah level 13 nya tembus pas malam Tahun Baru. *sedih jadi inget almarhum.

Sedang tandem kedua saya, teman sebangku jaman SMA, yg saat itu baru dibelikan PC 486, dengan RAM 16 MB kalo gag salah ingat :p Selain PoP, ada juga permainan bertipe FPS First Person Shooter yang jadi favorit kami berdua seperti Doom, Hexen, Heretic dan Wolfenstein

Jadi, bagi kalian yang menjalani masa remaja di era DOS, yuk bernostalgia dengan game Prince of Persia Classic for #Android ini…

Lebih Jauh tentang Subway Surfers

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak MiRah putri pertama kami minta diinstalasikan game Subway Surfers di #Android GalTab 7+, penguasa Tablet jadi berpindah tangan. Hampir tiap pagi baru bangun, MiRah selalu nagihin Tablet buat mainin Subway Surfers. Saingan dengan anak”sepupunya yg udah jago duluan. Sampe”, tablet kakeknya yg BB PlayBook, kini dicuekin gara”gag bisa mainin Subway Surfers dan Temple Run. Gag seru katanya.

Sebenarnya Khawatir juga kalo si MiRah tumbuh kembangnya jadi didepan Tablet. Makanya kini musti dijaga betul durasi per tiap kali mainnya. Selalu mengingatkan bahwa Tablet bakalan cepat panas dan rusak apabila digunakan utk main Subway Surfers terlalu lama. *beda dgn ngTwit *eh

Tapi baru tau kalo game sekelas Subway Surfers gag bisa running di semua #Android, terutama kelas Samsung Galaxy Pocket atau Young. Apakah ini lantaran keterbatasan resolusi layar, atau ada pertimbangan lainnya. Dan meski bisa running, gag jarang game SS menyebabkan Lag. Seperti yang dialami perangkat HTC One V, yg masih adopsi RAM 512 MB, available cuma 150 MB kalo gag salah.*musti rajin free ram

Gara”Subway Surfers jadi demam dihalaman rumah, ada jg sepupu yg bela”in beli tablet 7 inchi biar anaknya bisa ikutan bersaing main SS :p Dan bahan obrolan sekumpulan anak TK-SD yang hadir di halaman, kini beralih ke ‘score, karakter, sktaeboard atau banyaknya koin *duuuhh

Subway Surfers 2 PanDe Baik

MiRah termasuk yang suka di Bully kalo lagi ngomongin game SS, mengingat ia baru kenal SS beberapa minggu lalu. :p Kenal baru juga gara”si Bapak gag ngijinin ia main game SS karena mengganggu aktifitasnya yg lain. Plus #Android jadi cepat panas

Sebenarnya sih di perangkat iPhone 4 CDMA sudah diinstallkan pula games Subway Surfers, cuma ybs gag mau karena layarnya yg mini. Sementara anak”lain main game SS di tablet bapaknya yg berukuran 7 inchi. Beh…

Apalagi kini selain game Subway Surfers, MiRah juga minta diinstlasikan games Temple Run yg punya tipikal sejenis. Temple Run sendiri ada 4 varian, 2 yang free (1&2) dan sisanya berbayar (Oz dan Brave). *punya tantangan lebih ketimbang Subway Surfers

Jika disuruh milih, saya mending main SS ketimbang TR, gara”punya phobia akan ketinggian *pernah alami amnesia gara”jatuh dari ketinggian :p

Di halaman rumah, ada 5 kepala keluarga yg menurunkan perangkat Tablet kpd anaknya, setelah 1 kepala berusaha meracuni sejak 2 tahun lalu :p Yah, tablet kini mmang jadi booming di rumah. Gara”rasa ‘gag mau kalah’ dari saya yg sudah lbih dulu pegang tablet, baik #Android maupun iOS

Merek yg dijajalpun beragam, dari Axioo, Advan, Mito hingga Samsung Galaxy Tab #2 7 inchi. Semua masih #Android minded. Dan meskipun secara spek setara dengan Galaxy Y atau Pocket, rata”perangkat Tablet tsb bisa menjalankan game SS dgn baik, meski agak Lag. Jadi secara pilihan sepertinya memang tepat. Ambil tablet #Android yg harga nya setara ponsel, tapi tetep mampu running game Subway Surfers.

Bagi kawan”yang lagi mainin game Subway Surfers, punya cara nambahin koin dengan cepat tanpa bantuan GameCIH ? *uhuk Karena hampir setiap usai bermain (karena batas waktu), Mirah selalu bertanya ‘sudah bisa beli orang Pak ? *karakter maksudnya :p

Subway Surfers, Game Adiktif untuk Anak

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika tempo hari saya sempat menuliskan beberapa permainan yang mengasyikkan untuk mengundang nalar anak-anak dalam berpikir dan belajar secara pelan tapi pasti, maka yang satu ini lebih mengandalkan kecepatan dan ketelitian untuk melangkah dan memutuskan. Subway Surfers.

Tipikal permainan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Temple Run yang telah lebih dulu digemari bahkan hadir dalam empat versi. Hanya saja Subway Surfers lebih pantas untuk dimainkan di level anak-anak dan remaja lantaran secara grafis memang jauh lebih menghibur.

Dengan mengandalkan lompatan disela kereta api, bus, palang dan traffic light, Subway Surfers hampir tidak memiliki misi dan pola ke satu tujuan tertentu. Hanya berlari dan mengumpulkan koin, untuk membeli powerUp, karakter, papan luncur atau bahkan trophy yang ada disepanjang permainan. Jadi pengguna tidak dituntut cerdas menemukan jalan keluar dalam masing-masing level atau bertarung melawan pak satpam yang senantiasa rajin mengejar sejak awal permainan.

Mengingat disini hanya membutuhkan kecepatan, ketelitian dan ketepatan gerak, maka bagi kalian yang tidak terlalu suka bermain yang memacu waktu dan otak, baiknya sih jangan mencoba ketimbang adrenalinnya meningkat secara cepat.

Subway Surfers PanDe Baik

Sedikit tips dari permainan ini adalah :
1. Tingkatkan Durasi dan kemampuan Bonus (powerUp) mencakup sepatu Sneakers, JetPacks, Magnet dan Multiplier untuk dapat mendulang koin lebih banyak
2. Selesaikan satu persatu dari tiga Misi yang biasanya hadir dalam setiap level Multiplier, maksimum kalo gag salah ada 30 level ditambah bonus +5 lewat bonus Score Booster
3. Untuk dapat menyelesaikan misi aseperti yang dimaksud pada poin 2, pahami maksudnya dan jika perlu, buka kamus agar gag lama bertanya-tanya
4. Apabila Misi terlalu sulit untuk dilakukan, bisa dibeli dengan cara ‘Skip Mission’, jadi jangan khawatir
5. Koleksi Mystery Box yang ada dalam setiap permainan untuk mendapatkan bonus item dan uang, dan jikapun masih merasa kurang, bisa dibeli dengan 500 koin untuk satu kotak Mystery Box
6. Selesaikan pula Tantangan Harian untuk mendapatkan porsi Mystery Box berlipat
7. Gunakan HoverBoard (papan luncur) sebagai tambahan nyawa saat meluncur di sela permainan, setidaknya jika tertabrak, pengguna diberi satu kesempatan untuk berlari sebelum ditangkap pak satpam
8. Apabila ingin memberikan nuansa baru, lakukan Update aplikasi permainan Subway Surfers secara berkala, atau mengambil karakter dan papan luncur baru dengan sejumlah besar koin

Dan tak lupa, sebagaimana halnya permainan lain, dalam Subway Surfers inipun bisa dilihat peringkat yang dimiliki jika dibandingkan dengan enam besar pengguna, di jejaring sosial FaceBook. Tentu saja peringkat antar teman yang ada dalam daftar pertemanan.

Belajar Parkir Mobil bareng Parking Frenzy

Category : tentang KHayaLan

Awalnya sih kenal dengan games yang satu ini lewat perangkat NoteBook yang baru aja disuntikkan sistem operasi Windows 8. Demi menjajal lebih jauh, salah satu games yang kemudian diunduh lewat Apps Store yang ada didalamnya adalah Parking Mania. Caranya cukup mudah yaitu pengguna hanya diminta untuk memarkirkan sebuah mobil dari satu tempat ke tempat lain yang menjadi tujuannya.
Untuk dapat melakukannya dengan baik, tentu pengguna diwajibkan mengetahui dasar penggunaan setir mobil baik dalam posisi kendaraan maju ataupun mundur.

Parking Mania Win 8 PanDe Baik

Tantangan awalnya sih gag begitu sulit. Mobil yang wajib diparkirkan ini berada pada area yang mudah dijangkau dan dikeluarkan. Makin terasa sulit saat pengguna berhadapan dengan posisi kendaraan disamping kanan dan kiri parkir tujuan, pada posisi tegak lurus pula. Belum lagi tambahan traffic jalan raya dan pejalan kaki yang harus sedapat mungkin dihindari untuk mencegah kerusakan mobil menjadi semakin parah.

Games atau permainan ini dapat pula ditemukan pada Applications Store miliknya Android atau yang lebih dikenal dengan nama Google Play lewat nama yang sama. Hanya saja jika pada perangkat NoteBook non touchscreen, pengguna dapat memanfaatkan keempat kursor yang ada dalam perangkat keyboard, dalam versi Android, pengguna diberikan model setir/kemudi dalam layar sentuhnya ditambah gas/rem dengan memajumundurkan persneling disisi kiri layar. Cukup sulit bagi mereka yang sudah terbiasa dengan pola kursor keyboard.

Parking Frenzy AnDroid PanDe Baik

Parking Frenzy, sebenarnya bisa dijadikan model uji coba bagi para pengguna yang ingin belajar memarkirkan mobil secara lebih cepat dan profesional, terutama pada posisi sejajar jalan raya yang cukup banyak ditakuti oleh pengguna pemula. Kuncinya, ya ingat saja posisi setir kalo mau memundurkan kendaraan.