Pokémon Go, Game apaan siy ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Awalnya siy saya ndak begitu tertarik main gim lagi diluar Criminal Case.
Apalagi setelah membaca postingannya Dokter Legawa yang infonya belum edar resmi di Pasar Aplikasi region Indonesia. Yang kemudian jadi agak beresiko kalo nekat install apk dari halaman web, potensi malware katanya.

Sampe satu ketika baca Twitnya Made Krisna, pemilik halaman akriko.com yang share apk di salah satu postingannya.
Akhirnya nekat deh nyobain games yang kini jadi Trending Topic penggunaan melebihi akun sosmed dan chat messenger lainnya.

Pokémon Go
(Huruf e pada tulisan diatas ada tanda petiknya, untuk membaca layaknya membaca ‘eek’. Ups… Sori…)
Tapi niy game apaan siy ?

Pokemon Go PanDeBaik

Pokémon Go itu satu permainan dalam ponsel pintar yang sejauh ini baru bisa dimainkan pada perangkat berbasiskan sistem operasi iOS dan Android yang dikembangkan oleh Niantic, namun baru tersedia secara terbatas  di beberapa negara seperti Amerika Seikat, Australia, Selandia Baru dan Jerman. Permainan ini diluncurkan secara beta pada bulan Juli 2016, yang memungkinkan pemainnya untuk menangkap, melatih, menukar, dan mempertarungkan setiap karakter Pokémon yang ada di dalam telepon di setiap tempat dalam dunia nyata.
Kurang lebih begitu makna mendalam dari halamannya WikiPedia.

Kalo mau lebih sederhana lagi, ini satu permainan macamnya Virtual Reality yang pernah diperkenalkan oleh Samsung empat tahun lalu lewat aplikasi bernama DragonFly. Cara pakainya sama, dengan mengandalkan
– layar ponsel,
– lensa kamera,
– koordinat gps aktif
– Maps atau peta lokal dan tentu saja
– koneksi internet.
Jika DragonFly tugasnya nangkepin Capung, sedang Pokémon Go tugasnya nangkepin makhluk gak jelas bentuknya yang juga keliaran di sekitar kita.

Penasaran cara main dan makhluk gak jelas apa aja yang musti diburu buat masuk dalam daftar koleksi ?
Tunggu di tulisan berikutnya.

Sticker Level, Collection Mode, Unlimited Play

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi kalian yang mencoba memainkan Criminal Case dengan menggunakan satu perangkat ponsel, barangkali jarang mendapatkan waktu jeda untuk menunggu giliran main lantaran persediaan bintang yang ada sudah habis duluan dilahap sementara waktu menunggu kasus dipecahkan oleh lab analysis masih cukup lama. Yakin banget, begitu energy terpantau full, sebagaimana notifikasi yang muncul secara periodik, sekian kali main masih tetap lanjut karena lab analysis akan menyelesaikannya seiring bintang yang tersedia terpenuhi.

Elite Mode muncul saat permainan usai secara menyeluruh. Setidaknya versi ini jadi lebih memudahkan permainan mengingat memory dalam kepala masih menyimpan pola penempatan beberapa benda yang seyogyanya dicari selama berlangsungnya kasus pembunuhan. Dan mode ini kalo ndak salah muncul di pertengahan kota saat permainan masih berjalan di kota lama.

Meskipun saat Elite Mode ini ditawarkan, perangkat yang saya gunakan sudah cukup banyak, tapi tetap saja waktu jeda itu muncul. Menyikapi hal ini, kelihatannya pihak pengembang mencium peluang bermain yang lebih banyak dengan menambahkan Mode Sticker level yang mengingatkan secara pola permainan pada model Buku Stiker yang diperkenalkan jaman kecil saya dulu.
Stiker nya sendiri ditawarkan baik secara gratis maupun pembelian, dimana satu bungkusnya terdapat 5 (lima) buah stiker yang bisa jadi setelah koleksi bertambah banyak, akan terdapat stiker ganda yang akan diRecycle saat berjumlah 100 pcs.

Criminal Case Sticker PanDe Baik 1

Penambahan Sticker Level atau yang diperkenalkan dengan nama Collection Mode ini, muncul saat update aplikasi terakhir dilakukan. Kalo ndak salah saat menginjak kasus ke-6 di kota Pasific Bay.

Collection Mode ini muncul pada setiap kasus baik yang terjadi di kota lama maupun baru, setelah kalian menyelesaikan Elite Mode dan mendapatkan cincin emas sebagai tanda mode tercapai secara tuntas. Yang artinya, bagi kalian yang kini berada dalam masa jeda, secara otomatis bakalan berada pada Unlimited Play apalagi dengan banyaknya perangkat yang digunakan. Selama Energy itu tersedia.

Jadi, ketika perangkat pertama yang digunakan bermain games memiliki jeda sekitar sejam lamanya dengan perangkat terakhir, maka akan mendapatkan tambahan sekitar 30an energy untuk modal bermain pasca perangkat terakhir dimainkan. Yang kalo dalam kondisi sehari-hari, disela kesibukan pada hari libur, akan tersedia sekitar 60-80an energy pada perangkat berikutnya, yang bisa digunakan untuk melanjutkan permainan hingga bertemu waktu jeda. Saat seperti ini, apabila Energy masih tersisa, bisa digunakan untuk mencoba Collection Mode pada kasus lainnya. Inilah yang saya katakan, Unlimited Play sebagaimana judul diatas.

Lantas, adakah Tips lanjutan dalam memainkan Criminal Case ini lebih lanjut ? Simak di penuturan lain hari ya.

Eh ternyata cuma Pindahan Lokasi

Category : tentang TeKnoLoGi

Tadinya tak pikir ni permainan bakalan The End, dan mau gak mau ya musti cari jenis serupa biar ndak bengong saat lowong. Eh nyatanya malah pindah lokasi ke Pasific Bay.

Criminal Case

Permainan satu ini memang bikin adiktif, ketagihan. Bagi yang pernah baca tulisan pertama saya terdahulu, pasti dah paham kemana arah jalan cerita yang satu ini. Yup, Mencari benda yang tersembunyi diantara puluhan lainnya sesuai spesifik permintaan dalam waktu yang terbatas. Defaultnya mengikuti pengaturan bahasa yang digunakan pada perangkat ponsel, tapi kalo mau lebih gampang, set sementara ke Indonesia untuk lebih mudahnya menemukan petunjuk.

Criminal Case Pasific Bay PanDe Baik

Pindahan ke Pasific Bay, kita bakalan berhadapan dengan kasus pembunuhan yang lebih seru. Teorinya sih. Tapi ya, kalo sekedar mengikuti, ya ndak jauh beda kok. Cuma disini kita punya tim yang baru dibanding saat berada di kota lama.
Seandainya pun di kota lama masih ada pe er yang tersisa, masih ada opsi pindahan dengan menggunakan pesawat jet 5 detikan. He…

Berbekal dua piaraan yang didapat di akhir cerita kota sebelumnya, yakin banget banyak membantu proses perburuan utamanya jika Trik dari saya terdahulu bisa diikuti. Yup, mainkan satu akun dengan banyak gadget. Piaraan yang satu bisa nambah 10 energi, dalam penemuannya, piaraan lain bisa nambah extra 200xp. Kesamaannya ya nemu duit kisaran 7000 – 7500 coin untuk beli piaraan lainnya di episode lanjutan.

Bagi kalian yang ingin pamer pada kawan yang masih berkutat di kota lama, Grimborough, bisa menggunakan baju kaos bertuliskan nama kota plus gambar para tokoh yang terlibat, plus piaraan imut si Panda atau anjing cuilik.

Dan setelah menjalani sekitaran 6 kasus, rupanya ada satu fitur baru yang ditawarkan oleh si pengembang permainan. Apakah itu ? Simak di penuturan selanjutnya.

Keranjingan Figjig dan (tentu saja) Sudoku

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah menghapus satu akun sosial media yang kelihatannya memakan waktu luang cukup banyak, kini saya mulai berpindah kebiasaan pada uji otak dan kecerdasan melalui olah permainan angka yang dulu pernah saya kenal dengan istilah Figjig.

Figjig merupakan satu permainan berpola sama dengan teka teki silang, hanya bedanya menggunakan barisan angka dari dua hingga sepuluhan digit pada kotak kotak kosong yang telah disediakan. Tak ada pertanyaan, hanya duga menduga, kira-kira dari data yang ada, barisan angka mana yang cocok diletakkan berdekatan dengan petunjuk angka awal. Susah ?

Mungkin.
Tapi kalo sudah menemukan pola atau cara mainnya, saya yakin bagi kalian yang terbiasa bergelut dengan angka, bakalan mengasyikkan bahkan menghabiskan sebagian besar waktu luang yang dimiliki.

Tidak ada aturan khusus sebagaimana permainan Sudoku. Yang penting semua data barisan angka yang ada bisa masuk dan memenuhi kotak kosong tanpa ada kesalahan penempatan.

Figjig PanDe Baik 1

Permainan Figjig ini pertama kali saya temukan di media cetak Intisari yang dipegang saat usia masa sekolah SMP jelang SMA. Hanya lantaran tidak ada yang mengisi, maka sayapun mencoba mempelajarinya berdasarkan petunjuk kakak yang kelihatannya sudah pernah mencoba sebelumnya. Merasa berhasil menyelesaikannya dalam waktu singkat, satu persatu Intisari edisi sebelumnya dikorek dengan harapan masih ada lembar Figjig yang masih kosong. Lembar ini berada di halaman paling belakang, tepatnya sebelum Teka Teki Silang.
Bisa ditebak, saya pun menantikan kehadiran Figjig di Intisari edisi berikutnya, hingga menghilang saat Sudoku mulai dikenal.

Berupaya mencari keberadaan Figjig di Play Store tampaknya tak satupun istilah ini dikenali. Baru mencoba menggunakan kata kunci ‘fill number‘, ketemulah yang saya inginkan. Lumayan…

Dan lantaran bersua Figjig dengan puluhan seri yang menanti waktu untuk dipecahkan, terbersit pula keinginan menemukan permainan serupa yang sudah lama saya tinggalkan, dengan puluhan seri dalam berbagai tingkat kesulitan. Sudoku.

Ah, untuk permainan yang satu ini, saya yakin kalian sudah paham bukan ?

Intermezo 1 Agustus 2015

Category : tentang DiRi SenDiri

…lama juga ya saya gak nulis nulis lagi pasca seri terakhir kemarin…

Memang menjaga konsistensi itu yang paling sulit ternyata. Dan sayapun menjadi salah satu dari sekian banyak blogger yang mengalaminya.

Ada banyak hal yang siap menjadi kambing hitam akan malasnya saya menulis dua minggu terakhir. Diantaranya kecanduan dua games mobile yang kelihatannya sudah mulai tampak alurnya. Criminal Case yang tempo hari diceritakan itu, dan Plants vs Zombie 2 dengan sekian banyak dunia yang ditawarkannya. Untuk yang terakhir makin menjadi lantaran hanya tersisa dua dunia yang belum terselesaikan.

Selain itu keranjingan kedua akan upaya mengunduh film dengan cara ilegal, makin sering dilakukan. Selain memanfaatkan wifi kantor yang berkecepatan tinggi itu, dirumah pun tak pelak ikutan dengan menggunakan wifi milik Telkom yang memiliki kuota unlimited.
Maka, lengkap sudah. Pengunduhan pun tak hanya dilakukan lewat layar pc milik kantor, tapi juga perangkat ponsel secara bergantian. Ini lantas menjadi pertimbangan untuk membeli sebuah hardisk eksternal berkapasitas 2 TB guna menyimpan semua hasil pembajakan dunia maya termasuk eBook dan file musik tempo dulu.

Selebihnya hanyalah kesibukan tambahan yang secara rutin dan perlahan dilakukan demi membersihkan isi kamar dan meja kerja kantor, disela kesibukan rutin yang dilakukan. Berusaha merefresh kembali suasana hidup agar sedikit lebih berwarna.

Meski perubahan diatas tak signifikan dibanding kesempatan luang untuk menulis, tapi demikianlah adanya. Entah kenapa ya. Hehehe…

Criminal Case, temukan petunjuk pelaku kejahatan

Category : tentang TeKnoLoGi

Kemungkinan pertama adalah mencurigai orang terdekat atau yang kedua, mencurigai orang yang tak mungkin dicurigai

Kalimat itu selalu terngiang saat membaca atau menemukan sebuah kisah kasus pembunuhan yang kalau tidak salah saya dengar dari salah satu petinggi kepolisian atau bisa jadi saat membolak balik komik manga jepang Kindaichi atau Conan. Ah, saya terlalu banyak mengkhayal rupanya.

Tapi eh benar loh, karena dari 20-an kasus yang saya temui dan tangani selama ini, para tersangka yang terbukti melakukan kejahatan dengan mengumpulkan lima petunjuk per kasusnya, memang mengarah pada orang terdekat atau orang yang kelihatannya tidak bersalah.

Setidaknya begitu alur cerita Criminal Case, permainan mobile yang saya mainkan lewat layar ponsel sejak mulai merasa bosan dengan Paradise Island atau Plants vs Zombie 2. Tersedia dalam dua platform baik iOS maupun Android. He… jadi jangan ditanggapi serius yah.

Criminal Case Pande Baik 1

Criminal Case itu singkatnya sebuah permainan apa yah kalo disebut kategorinya ? puzzle mungkin, yang pola permainannya adalah menemukan petunjuk serta kumpulan benda yang disebutkan dalam sebuah list, dari 7, 9, 12 hingga 60an pieces setiap stage nya, yang dibayar dengan sejumlah kecil uang dan progress bersatuan xp. Uang yang dikumpulkan dapat digunakan untuk membeli karakter tokoh yang dimainkan, ekspresi wajah, fashion hingga asesorisnya. Jadi pemain bisa berkhayal sedikit mau jadi seganteng apa atau secantik siapa. Sedang progress akan menaikkan level satu tingkat secara periodik untuk mendapatkan bonus tenaga atau poin, sebagai syarat memainkan stage dalam setiap kasusnya. Sudah begitu ada progress dalam bentuk bintang yang hadir maksimal 5 buah di setiap lokasi kejadian, untuk membuka dan mencari lebih jauh petunjuk yang ditemukan. Kurang lebihnya begitu.

Dalam satu kali permainan, tersedia sebanyak 110 energi atau poin yang bisa digunakan, dengan rincian 20 poin energi di setiap kali stage dimainkan. Sehingga setiap kali permainan dimulai, pemain hanya bisa menggunakannya untuk lima kali stage saja dan menyisakan 10 poin tanpa mampu dilanjutkan kembali. Poin akan bertambah saat petunjuk berhasil ditindaklanjuti.

Oke, gambaran awamnya begitu.

Criminal Case Pande Baik 3

Namun setelah sekian kali memainkan Criminal Case di perangkat iPhone 4 cdma yang kini beralih fungsi menjadi iPod, ada beberapa tips yang bisa dibagi untuk kalian kalopun berminat ikut memainkannya kali ini.

Satu, buatlah akun kedua masing-masing sosial media untuk diinputkan dalam permainan semacam ini agar tak mengganggu timeline kalian dimata kawan sejawat. Karena update tindakan selalu dipostingkan di halaman profile kita setiap kali dimainkan. Akan mengganggu kalo timeline kawan sejawat dipenuhi notifikasi tampilan game yang kita mainkan. Saya sendiri membuat akun Made Dwi, nama sederhana dan mudah diingat, khusus untuk memainkan games sejenis. Jadi kalo menemukannya di jejaring FaceBook dan Twitter, jangan pangling liat foto profilnya yah. Kalo kalian pemain juga, silahkan di add. Hehehe…

Dua, bertemanlah dengan pengguna permainan yang sama. Peran mereka nanti akan sangat berguna dalam menambah bonus yang didapat, baik berupa tambahan 1-2 energi yang dapat dimanfaatkan saat kepepet, atau kartu remi yang dapat ditukar dengan bonus lainnya. Fungsi teman dalam permainan juga bisa mempercepat akses ke kasus berikutnya tanpa harus menunggu waktu tiga hari kedepan setiap kali menyelesaikan satu kasus.

Tiga, gunakan dua atau tiga lebih perangkat jika mampu untuk menambah kesempatan bermain, mengingat terbatasnya kemampuan permainan setiap kali dimainkan. Maksimum 5 kali saja dalam kasus normal. Masih ingat tulisan sebelumnya yang kebanyakan gadget itu ? saya menginstalasi games yang sama di empat perangkat Android lainnya setelah tahu games Criminal Case telah tersedia di Google Play Store. Jika sudah, masukkan akun sosial media yang sama dalam setiap perangkat, sehingga dalam sekali waktu bermain, ada penambahan 5 kali kesempatan sesuai jumlah perangkat yang diinstalasi. Memang ribet, tapi nikmati saja. Mosok kalah dengan berita hoax cewek china yang memainkan 50 akun permainan Clash of Clan itu ?

Empat, perhatikan sisa energi atau poin yang ada dalam setiap permainan. Jika tersisa sekitar 10 poin, bisa memanfaatkan bonus harian yang diberikan setiap kali memulai permainan, dengan wujud minuman botol 50 poin energi. Artinya ada tiga kali tambahan kesempatan bermain nantinya. Sedangkan jika sisa energi mepet mepet kuota persyaratan minimal memainkan games, bisa melirik notifikasi bonus dari daftar teman yang ada. Syukur-syukur ada beberapa poin tambahan yang dikirim oleh beberapa kawan yang dimiliki.

Lima, banyaknya petunjuk yang ditemukan juga bisa menjadi alternatif tambahan poin energi, kisaran 1-8 untuk permainan biasa (tersedia 9 poin dalam kondisi penuh), dan 1-18 poin untuk permainan tambahan (Elite Mode). Semakin banyak poin yang didapat, bonus progress xp dan uang juga makin banyak didapat.

Enam, fokus dan mainkan Criminal Case saat Happy Hours yang menawarkan bonus bonus tertentu, 2 kali xp, full hints, 2 kali bonus bintang atau 2 kali uang. Lamanya Happy Hours biasanya berlangsung selama 1-3 jam lamanya. Penambahan jumlah gadget akan sangat menguntungkan ketika Happy Hours diberikan.

Tujuh, secara default permainan berjalan sesuai settingan bahasa yang digunakan perangkat. Mengingat ponsel yang saya pergunakan menggunakan English pada pengaturannya, nama-nama benda dan juga alur kisahnya tentu disampaikan dalam bahasa Inggris juga. Bagus untuk belajar sebenarnya, juga belajar mengingat. Namun seandainya persoalan English menjadi hambatan besar, nama benda disa ditranslate ke Indonesia dengan mengubah menu Pengaturan Ponsel. Bisa jadi lebih memudahkan, bisa juga jadi membingungkan lantaran kata translatenya agak aneh. Misalkan Hangman (boneka yang digantung pada leher), diartikan sebagai Algojo. Jadi bingung nyari wajah Algojo yang seram namun diarahkan ke wajah boneka culun itu.

Criminal Case Pande Baik 2

Delapan, ingatan manusia biasanya agak terbatas jika digunakan secara berkala. Maka selesaikanlah lima bintang yang ada dalam setiap lokasi kejadian, karena nama benda yang dicari cenderung berulang, sehingga tidak membingungkan saat mencoba peruntungan di setiap stagenya.

Sembilan, poin energi akan bertambah 1 poin untuk tiap menit yang dilalui. Rasanya begitu. Jadi interval permainan yang bisa dilakukan baiknya sih setiap dua jam sekali agar tidak mengganggu waktu kerja, tidur maupun bercengkrama dengan keluarga. Waktu tersebut untuk memenuhi kembali kuota maksimal energi sebanyak 110 poin.

Sepuluh, terkait penggunaan banyak perangkat untuk memainkan satu akun sosial media, dibutuhkan restart ulang permainan apabila saat berhasil melakukan login, jumlah akhir progress yang didapat pada perangkat sebelumnya tidak sesuai. Cek pada progress xp atau jumlah bintang yang didapat. Agar permainan yang dilakukan tidak mubazir lagi kemajuannya.

Oke deh, ini posting terakhir saya minggu ini rasanya. Selamat menjalankan liburan panjang, Selamat merayakan Galungan bersama Keluarga dan selamat Mudik Lebaran juga bagi kalian semeton Muslim.

Bye Bye Game Insight

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Sedari awal perkenalan saya dengan ponsel Android, games yang satu ini sebetulnya tetap masuk dalam daftar yang wajib dimainkan walau tempo hari sempat jengkel dengan semua syarat yang diajukan untuk pengembangannya. Tapi setelah dilakoni dengan sabar dan tekun akhirnya satu persatu level sulitpun dengan mudah dilalui. Tanpa Cheat ataupun mod-mod-an itu. Yup, Paradise Island.

Paradise1

Tipikal Gamesnya sebetulnya sederhana. Gak seperti Clash of Clans yang musti bertarung dulu dan melengkapi diri dengan tameng dan senjata, Paradise Island lebih mirip dengan belajar Investasi namun dengan banyak kemudahan didalamnya. Ada banyak tawaran menarik selama bermain, baik gedung yang bernilai tinggi dengan diskon pembelian, maupun fitur kemampuan menaikkan pajak serta penghasilan dan menurunkan biaya pemeliharaan. Semua itu legal dalam permainan Paradise Island. Sayangnya ada banyak celah bermain didalamnya dimana semua Gedung ternyata tidak membutuhkan akses jalan disekelilingnya, maka itu tanah yang mahal bisa dimanfaatkan betul untuk bangunannya dan mengabaikan ruang hijau juga infrastrukturnya. Buik…

Ada 3 perangkat yang saya gunakan untuk memahami triknya bermain. Samsung Galaxy Tab 7+ yang dulu saya gunakan dan kini sudah dihibahkan pada putri saya itu, Samsung Galaxy Note 3 yang bentar lagi mau dieksekusi dan iPhone 4 CDMA sebagai leader dari semuanya itu, dengan kemajuan yang cukup pesat disana. Bahkan opsi untuk menambahkan penduduk kalo tidak salah sudah mentok hingga batas maksimal. Jadi ya sudahlah…

Dibandingkan Paradise Island yang sudah tergolong cukup mudah bagi saya, tidak demikian halnya dengan Airport City, games berkonsep sama dari developer yang sama pula. Disini untuk menambah pundi pundi uang kertas tidak semudah menambah uang koin. Dan sialnya, untuk bisa mewujudkan banyak impian memerlukan uang kertas dalam jumlah yang banyak. Jika tidak ya karir pemilik Airport ya bakalan tetep segitu gitu aja. Maka Cheat-pun dicoba dengan menginstalasi permainan serupa namun memiliki kemampuan Mod Money dan lainnya.

Airport1

Namun kemampuan Cheat Mod Money dll tidak dengan cara disediakannya sejumlah besar uang siap pakai, namun semua dimulai dari angka Nol. Lalu akan bertambah seiring semakin banyak uang koin maupun kertas juga minyak yang digunakan. Jadi gag bakalan ada kemungkinan habis tergunakan seiring makin banyaknya hal yang bisa dibeli. Aneh tapi ya asyik juga untuk dijalani.

Dengan mudahnya tantangan dalam permainan maka bisa ditebak, semua alur jadi terasa membosankan. Tidak ada trik yang bisa dibagi, dan tidak ada tips yang bisa disharing. Eh sama aja ya ?

Maka itu, ketika semua level sudah ditangani tuntas, maka kisahnyapun berjalan sama dengan Paradise tadi. Stagnan tanpa kemajuan yang berarti. Jadi ya gag salah kalo keduanya kemudian saya hapus kembali dari perangkat. Lha mau bilang apa lagi coba ?

Merampingkan isi Android

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan posting sebelumnya soal Merampingkan Jejak Penggunaan Android, kini giliran sharing Merampingkan isi Android-nya dilihat dari aplikasi apa saja yang saat ini masih tetap digunakan. Yuk diintip…

Dari Kategori Messenger dan Chat, SmS tetap nomor satu, trus ada Whatsapp dan BBM. Akhirnya pake BBM gara-gara staf sekantor gag ada yang mau pake Whatsapp, bikin lelet ponsel kata mereka. Kalo gag gitu, Whatsapp masih jadi satu-satunya pilihan buat Messenger-an. Jadi ya sudahlah…

Kategori Sosial Media ada FaceBook, Twitter dan Instagram. Khusus Twitter dihandel pake aplikasi Hootsuite. Hanya itu. Akun Linkedin atau YouTube sih punya, tapi gag penting banget apalagi sampe install aplikasinya.

Android Ramping

Kategori Belanja Online ada Lazada dan OLX. Yang satu kalo lagi pengen nyari barang Unik dan baru, lainnya buat nyari barang second. Didukung dengan Aplikasi Mandiri Online untuk transaksi keuangan. Belakangan lagi nyobain Buccheri buat nyariin sepatu ukuran 47. Semoga dapet…

Kategori produktifitas sekaligus blogging ada Gmail dan browser, ditambah Reduce Photo. Nanti selengkapnya saya bahas juga. Trus ada S Note dan EverNote bawaan paket Samsung Galaxy Note 3, buat mencatat Notulen Rapat, dan bikin draft blog tadi. Plus SmartMP3 Recorder untuk merekam pembicaraan penting.

Kategori baca berita, bisa main pake Flipboard untuk halaman media mainstream dan eBook Droid untuk yang sudah berformat pdf dan sejenisnya. Yang terakhir tadi lebih banyak digunakan untuk baca majalah, dari detik, Android hingga Playboy dan Penthouse *eh

Kategori Hiburan ada MX Player untuk menonton video satu persatu, dengan dukungan text tentu saja. Sedang TubeMate ya untuk mengunduh videonya dari halaman YouTube.

dan terakhir Kategori Games hanya ada Onet classic dan Hungry Shark. Paradise Island dan Airport City sepertinya sudah gag hobby lagi dimainin gara-gara sudah stagnan, gag ada kemajuan lagi. Sempat nyobain 2048, dan semua games Hits lainnya. Tapi dasarnya emang Gag terlalu hobby buat main games, hanya untuk membunuh waktu menunggu saja sebenarnya.

Ohya, kalo merasa aneh dengan tampilan screenshot diatas, saya kebetulan menggunakan Apex Launcher untuk mendapatkan 3 hal. Tema yang beragam, jumlah grid yang lebih banyak, dan fitur Lock Desktop untuk mencegah terhapusnya icon aplikasi dan games akibat anak-anak. Untuk widget, gag ada nambah nambahin lagi, sedang Homescreen Wallpaper pake yang Grass, tampilan rumput dengan background alam yang sesuai dengan waktu setempat. Kalo lagi pagi ya benderang, kalo malam ya banyak bintangnya :p