(tetap) waspadai Ponsel Replika

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Penawaran Ponsel Replika kini ramai lagi. Kali ini gag canggung buat ngakuin barang asli tapi BM.. padahal secara spek jauh beda.. hati”yah…

Seorang kawan mendapat penawaran dari rekan kantornya, sebuah ponsel #Android besutan Samsung, dengan harga 25% dari aslinya. Penawaran tsb bisa dilakukan sesuai pesanan, mau ambil seri apa aja bahkan hingga Galaxy S4 sekalipun. Harga tetap 25%, klaimnya BM.

Sekedar info, sebenarnya ponsel BM jika itu produk asli, sebenarnya gag jauh jauh amat bedanya dengan yang resmi. Cuma kalo ponsel dimaksud belum rilis secara resmi, harga versi BM biasanya jauh lebih mahal (kasus iPhone semua seri), Atau kalo sudah rilis resmi, harganya sedikit lebih murah namun tanpa garansi resmi, hanya garansi toko hitungan bulan. Secara spek pun sebetulnya gag jauh beda meski BM, jadi waspadalah sebelum mengambil keputusan.

Akan tetapi Jika penawaran ponsel BM namun murah itu ternyata nyampe di telinga kalian, yang perlu diwaspadai ada 2. Yaitu Penipuan, ini jika ditawarkan secara online oleh alamat web yang gag jelas ataupun menyerupai situs asli ternama. dan kedua, ponsel Replika.

Bagi yg belum tau apa itu ponsel replika, sesuai namanya merupakan tiruan dari jenis atau seri tertentu, dengan spek yang kadang mirip pula. Namun tidak jarang, spek yang dibekali didalam sebuah ponsel replika hanya setengah dari kemampuan ponsel yang ditirunya tersebut. Makin mirip kemampuannya (makin tinggi KW-nya), makin mahal pula harganya. Namun Kisaran termahal yg saya tahu sekitaran 3 jutaan saja.

Lantaran mahalnya ponsel KW atau replika ini, tentu jenis atau seri yang disasar merupakan ponsel mahal atau flagship merek tertentu saja. Misalkan iPhone 4 atau 5, Samsung Galaxy Note I, II ataupun Galaxy III dan IV… dimana rata”masih bercokol di kisaran harga 5 s/d 7,5jtan.

Makin tinggi kualitas KW sebuah ponsel replika biasanya makin sulit pula dikenali secara kasat mata tingkat kepalsuannya. Sepengalaman terdahulu, untuk iPhone bisa dikenali dari fitur Browser bawaan dan adanya File Manager yang notabene jauh dari aslinya. Sedang untuk seri #Android, sedikit agak susah mengingat secara OS, #Android bisa didapat dengan murah, apalagi dikawinin dengan Launcher.

Sehingga untuk mengenali lebih jauh keberadaan ponsel replika ini, bisa diuji dengan beberapa cara seperti cek IMEI online, atau dari metadata hasil jepretan foto, yg dapat dilihat dari layar PC/NoteBook. Selain itu, bisa juga dengan melakukan Compare spek dan fitur Antara ponsel yang diduga sebagai replika dengan ponsel yang ditiru, terutama pada fitur khusus/bawaan vendor. Untuk kasus Samsung Galaxy S4, kabarnya gag hanya fisik yang mampu dituru secara sempurna, namun juga fitur Air Gesture-nya.

Khusus untuk spek, yang bisa dijadikan pedoman barangkali resolusi layar (cari tau dengan cara capture layar, lalu periksa resolusinya), Kecepatan Prosesor (bisa dicaritau dengan menggunakan aplikasi Benchmarking atau Utility sejenis), Kekuatan megapixel Kamera, apakah benar setara asli atau hanya pembesaran (interpolasi), Atau hal lain yang spesifik dengan melihat spek lebih lanjut dari situs resmi milik vendor, atau sekelas gsmarena.

Dengan ditawar murahnya sebuah ponsel replika, maka beberapa konsekuensi seperti kualitas, kemampuan, masa garansi bahkan bonus Ya gag akan berlaku laiknya ponsel asli. Untuk garansi biasanya berlaku garansi Toko 1-2 bulan, itupun gag boleh komplain kalo terjadi apa”. Bonus seperti akun Dropbox yang biasanya kini hadir bersama ponsel baru atau bundling paket internet, juga gag didapat. Jadi ya mesti diterima apa adanya. Yang sayangnya, kini tampaknya penawaran sudah bergeser menjadi ponsel Asli namun BM (bukan replika).

Penawaran ini biasanya dilakukan oleh orang yang merasa yakin dengan kepercayaan calon korban dan memang melihat peluang keuntungan berlipat. Berbeda dengan yang memang secara terang terangan mengaku bahwa yang dijualnya merupakan Ponsel Replika.

Bagi kalian yang sudah terlanjur mendapat penawaran ini dan tergoda bahkan sudah memberikan DP atau panjer awal, baiknya sih Main-main sebentar ke halaman Forum semacam Kaskus yang memang secara terang-terangan menjual ponsel Replika dgn segudang realitanya. Misalkan, box yang digunakan yang seresmi aslinya, fitur kamera agak buram, dll… semua itu jelas dan tanpa disembunyikan lagi. Sehingga saat menerima barang nantinya, kalian sudah punya gambaran awal bahwa dengan harga murah ya gag bakalan dapat ponsel aslinya :p

Dengan menyadarinya lebih dini, kelak ketika terjadi apa-apa dengan ponselnya, ya jangan coba-coba membawanya ke Service Centre terdekat. Atau biar tetap pede saat dipake, harus diyakini sejak awal bahwa itu ponsel asli, bukan versi replika dan mengaku dibeli dgn harga mahal :p

Jika memang sejak awal sudah menyadari bahwa yg dibeli adalah ponsel Replika, saya yakin apapun kata orang dan apapun yang terjadi kemudian. Gag bakalan ngaruh bagi pikiran, mengingat semua sudah menjadi resiko pembeli sejak awal.

Namun sebaliknya, apabila sejak awal kita sbg pembeli sudah ditanamkan bahwa ponsel dimaksud adalah Asli namun BM, dan kemudian menyadari bahwa ponsel yang dipegang hanyalah sebuah Replika, kira-kira si penjual bisa dituntut atau minimal mengembalikan uang pembeliannya gag ya ?

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Atas

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Berbeda dengan dua tulisan sebelumnya yang menyasar pangsa pasar level Pemula dan Menengah, untuk kisaran papan atas agaknya sulit dalam menentukan pilihan, karena disini sasaran yang dituju memang berbeda segmen. Namun karena topik masih menggunakan istilah ‘Best Buy’, sudah tentu yang namanya persoalan harga tetap menjadi pertimbangan utama.

Namun apabila angka 7 jutaan keatas masih terlalu mahal untuk disandingkan dengan sebuah perangkat ponsel yang notabene memiliki fungsi utama bertelepon dan sms, barangkali pilihan yang ada jadi lebih mengerucut. Meski ada juga beberapa vendor yang memilih untuk menjual ponsel seri flagship mereka (istilah yang digunakan untuk menyebut perangkat termutakhir dari vendor branded), dengan harga dibawah rentang tersebut.

Misalkan pilihan pertama, lagi-lagi Samsung lewat perangkat Galaxy Note II yang menyajikan spesifikasi standar ponsel Android mahal mencakup kecepatan prosesor Quad Core atau empat inti 1,6 GHz, 2 GB RAM, 16 GB Internal Storage dan lebar diagonal layar 5,5 inchi. Plus daya tahan batere 3.100 mAh, cukup untuk bertahan hidup selama 1,5 hingga 2 hari dalam pemakaian normal. Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh seri yang satu ini adalah dukungan Pen Stylus dimana layar yang digunakan merupakan hasil kerjasama dengan pihak pengembang hardware desain grafis Wakom.

Pilihan kedua datang dari Sony Xperia Z (entah seri apa yang kelak digunakan untuk mengungguli kemampuan pendahulunya ini) yang menawarkan kemampuan daya tahan outdoor seperti debu, air dan goncangan atau jatuh, serta resolusi kamera mumpuni 13 MegaPixel. Ditambah dukungan akan permainan sekelas Playstation, konsol games ternama milik Sony.

Pilihan ketiga datang dari LG Nexus 4 miliknya yang memang secara khusus dikembangkan bersama Google namun berharga paling terjangkau dari semua alternatif pilihan yang sudah dan kelak akan saya sebut sebagai pilihan ponsel Android papan atas. Meski berharga paling murah diantara semua, untuk spesifikasi hardware bisa dikatakan setara Galaxy Note II miliknya Samsung.

Pilihan terakhir datang dari HTC One + yang memiliki harga jual setara Sony Xperia Z namun memiliki spesifikasi sedikit dibawah standar tadi, yaitu pada opsi besaran RAM yang hanya 1 GB saja. Sedangkan opsi 2 GB, hanya mampir pada seri HTC One yang dibanderol di kisaaran 7,5 juta rupiah. Wiiihh… Namun positifnya, secara internal Storage merupakan yang terbesar dari semua seri, yaitu 64 GB taanpa dukungan eksternal memory lagi.

Sedangkan alternatif pilihan yang datang dari vendor lokal adalah Oppo Find 5 yang memiliki spesifikasi dan harga jual setara LG Nexus 4. Sisanya, gag ada lagi.

So, dari tiga pemaparan yang sudah saya sampaikan sebelumnya, kira-kira mau menyasar pilihan yang mana ?

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Menengah

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan sebelumnya yang mencoba untuk memberikan rekomendasi perangkat ponsel Android Best Buy, berikut saya ambil untuk level kelas Menengah dengan kisaran harga 1,5 hingga 3,5 jutaan.

Pada rentang harga ini, spesifikasi yang barangkali bisa ditawarkan sejauh ini adalah besaran prosesor Dual Core 1 GHz, RAM 1 GB dan 8 GB Internal Storage. Selebihnya bisa jadi dimensi lebar diagonal layar 4 inchi, kamera 5 MP dan kapasitas batere 1.800 mAh. Cukup untuk bertahan seharian penuh dalam kondisi pemakaian normal.

Pilihan pertama, bisa dilihat dari milik Samsung Galaxy Grand I9082 yang menawarkan besaran layar 5 inchi, prosesor Dual Core 1,2 GHz, 1 GB RAM dan 8 GB Intetnal Storage, plus kapasitas batere 2.100 mAh. Khusus untuk pasar Indonesia, seri Grand diluncurkan dalam versi Duos atau Dual Sim card GSM-GSM, yang kabarnya merupakan versi murah bentukan Galaxy Note II yang fenomenal itu.

Pilihan kedua datang dari Sony Xperia L, dengan kemampuan setara Samsung Galaxy Grand, namun berlayar sedikit lebih kecil meski masih diatas standar diatas, 4,3 inchi. Plus kapasitas daya batere 1.750 mAh. Untuk harga jual, Sony berada dibawah angka 3 juta rupiah.

Pilihan ketiga datang dari HTC One SC, salah satu varian dari One series, yang ditawarkan dengan dual jaringan, CDMA (3G) dan GSM (2G) dengan spesifikasi sedikit dibawah standar, yaitu pada item Internal Storage yang hanya sebesar 4 GB saja. Dan Serupa dengan spesifikasi tersebut, alternatif kedua pada pilihan ketiga ini datang dari miliknya LG lewat Optimus L9 dengan tambahan lebar layar 4,7 inchi plus daya batere diatas 2.000 mAh.

Sedangkan alternatif pilihan yang datang dari vendor lain diluar empat nama diatas, ada Oppo Find Way, Huawei Ascend P1, Lenovo S890 dan Acer Liquid E2. Dimana rata-rata memiliki spesifikasi serupa perangkat milik LG Optimus L9, terkecuali yang disebutkan terakhir sudah mengadopsi prosesor Quad Core dengan harga jual yang cukup terjangkau.

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Pemula

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Mumpung hasrat nulis lagi seger, setelah mendapat libur beberapa hari akhir pekan lalu, minggu ini saya turunkan tiga tulisan sekaligus yang menyasar pada perburuan ponsel Android di tiga level pemakai, Pemula, Menengah dan papan Atas. Mengingat bulan ini beberapa veendor sepertinya sudah melepas para jagoan mereka untuk bersanding satu sama lain memperebutkan kue penjualan di akhir tahun 2013.

Untuk Tulisan Pertama, saya turun di level Pemula terlebih dulu.

Pada level Pemula, persoalan harga saya pilah antara sejutaan hingga satu setengah juta rupiah. Di level ini biasanya para vendor terutamanya branded, menurunkan beberapa rilis versi murah milik mereka, dimana spesifikasi yang diandalkan masih mengadopsi besaran prosesor 800 MHz, 512 MB RAM dan 4 GB Internal Storage. Kalopun ada yang masih berada di bawah spek tersebut, mending segera singkirkan dari daftar deh.

Pilihan pertama dari Samsung sang pemimpin pasar, bisa diwakilkan oleh Samsung Galaxy Young seri S6310 yang dibanderol sekitar 1,2 juta. Kemampuannya termasuk lebih dari standar speek seperti yang saya sebut diatas tadi. Yaitu prosesor 1 GHz, 768 MB RAM. Sisanya, tergolong sama, pun demikian halnya dengan besaran dan resolusi layar.

Pilihan kedua yang bisa dilirik adalah Sony Xperia E yang mengadopsi kecepatan prosesor 1 GHz dan 512 MB RAM. Sedikit kelebihan yang bisa diandalkan oleh Sony pada seri ini adalah besaran daya batere 1.500 mAh, lumayan tahan untuk seharian, kurang tapi, serta dukungan kamera yang memang dikenal dengan fiturnya yang oke.

Sedang terakhir, pilihan berasal dari LG Optimus L3 II, dengan kekuatan yang setara perangkat milik Sony namun lebih terjangkau seperti halnya Samsung. Satu-satunya kelebihan yang dimiliki adalah adanya opsi dukungan Dual Sim yang berselisih harga sekitar 100ribuan dengan versi single.

Sebagai pilihan alternatif di rentang ini, terdapat nama dari vendor lokal seperti Lenovo A800 dan Acer Liquid Z120 dengan spesifikasi dan harga setara LG.

Lantas bagaimana dengan nama besar HTC ? sebagaimana yang diketahui sebelumnya, sangat jarang bisa ditemukan perangkat HTC yang diluncurkan dengan harga murah sejutaan, meski menyasar pangsa pasar level Pemula. Jadi untuk yang satu ini, boleh diabaikan, kecuali kalo mau berburu second hand yang rata-rata berasal dari generasi pendahulu.

Pilih-Pilih Tablet untuk berTelepon (Layar 10”)

Category : tentang TeKnoLoGi

Masuk di segmen terakhir, Pilih-Pilih perangkat Tablet yang mampu dimanfaatkan untuk fungsi bertelepon dan sms dengan ukuran layar 10 inchi bisa dikatakan sangat aneh, mengingat dari segi dimensi, tentu tidak memungkinkan untuk digenggam dalam satu tangan, apalagi ditempelkan ke wajah atau telinga. Yang paling memungkinkan untuk dilakukan pada edisi kali ini adalah memanfaatkan koneksi bluetooth lewat handsfree atau earphone tambahan.

Sedangkan jika dilihat dari segi ketersediaannya, unttuk perangkat tablet yang berukuran layar 10 inchi tampaknya hanya ada 2 (dua) pilihan yaitu Samsung Galaxy Note 10 dan Axioo Picopad 10 3G.

Lagi-lagi Galaxy Note dari Samsung. Apakah benar demikian adanya ? ya. Dan sayapun sudah berkesempatan untuk mencobanya, meski dalam posisi diitempelkan langsung ditelinga atau wajah, pun memanfaatkan earphone tambahan via bluetooth. Spek yang diusung oleh Samsung Galaxy Note 10, masih tetap sama dengan saudaranya dari keluarga Note series, prosesor Quad Core plus Memory RAM 2 GB, ditambah dukungan stylus pen hasil kerja sama dengan perusahaan Wacom. Banyak hal yang bisa dikerjakan disini, termasuk opsii penggunaan 2 layar yang banyak membantu fungsi multitasking sebagai syarat mutlak sebuah perangkat pintar.

Sedangkan perangkat Axioo PicooPad 10 3G, merupakan satu-satunya alternatif tablet Android paling murah diantara semua kelas mengingat dari segi ukuran yang dibawanya. Memiliki spesifikasi standar perangkat kelas menengah akan halnya SpeedUp Pad S1, serta mengusung diagonal layar yang serupa dengan milik iPad buatan Apple.

Jadi ceritanya kalo ditotal ada 10 (sepuluh) alternatif piilihan perangkat tablet yang disamping dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan, aktifitas gaming dan hiburan, pula memiliki kemampuan untuk melakukan panggilan telepon dan sms, sebagai sarana all in one atau mencomot istilah lama ‘konvergensi’, terpenting lagi, untuk menghemat dana atau anggaran pembelian ponsel baru.

Nah, kalo kalian diberikan kesempatan, mau pilih alternatif pilihan yang mana ?

Perubahan pasca Upgrade OS Android Jelly Bean pada Samsung Galaxy Tab 7+

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak melakukan proses Upgrade OS #Android ke Jelly Bean di perangkat Samsung Galaxy Tab 7+, rupanya ada beberapa aktifitas yg masih bikin bingung…

Pertama, aktifitas mengetik menjadi agak susah lantaran perubahan susunannya. Dulu tuts lebih besar, sehingga lebih pas bagi jari saya :p Karena susunan keyboard sekarang nambah area untuk angka, maka jari saya yg rata”jempol semua, masih suka salah ketik kalo cepet”an :p *Mungkin salah satu solusinya nanti adalah menginstalasi apps tambahan kategori keyboard, berhubung di Pengaturan gag nemu cara mengubahnya. kesalahan ketik plg sering, huruf e menjadi angka 3, huruf n jadi b, atau a menjadi z. Kerap pula mengetikkan angka 0 ketika mau backspace.

Samsung GalTab 7 Jelly Bean PanDe Baik 3

Kedua, pas pake Tweetdeck, apps twitter client, kalo lama gag cek TL, dulu sih tinggal tekan sisi paling atas utk dapetin update terakhir. Tapi kini, kalo menekan di area sama, malah munculin jendela notifikasi… sedang sisi paling atas tweetdeck, berada sedikit dibawahnya.

Ketiga, lebih pada kebiasaan penggunaan perangkat tablet. tepatnya saat mengakses tombol sentuh Home ternyata memunculkan opsi pilihan. Inginnya melihat informasi notif dan Pengaturan, yang muncul malah Mini Apps… atau pengennya Undo, yang muncul malah MultiTasking *mih… Ini terjadi gara”perubahan posisi penempatan masing”tombol sentuh dan fungsi. jadi ya memang perlu dibiasakan nantinya. Berikut Screenshot Perubahan Penempatan tombol sentuh dan opsi lain… http://yfrog.com/mmug1xp

Keempat, terkait penggunaan fitur Memo sebagai catatan dan draft Blog. jika dulu opsi judul masing”Memo ada di sisi atas, kini gag lagi. Opsi pemberian judul rupanya ditiadakan, padahal secara saya judul Memo lebih memudahkan untuk melakukan pencarian catatan. Jadi pemberian judul Memo menggunakan sistem penanggalan yg mirip dengan cara dokumentasi foto yg saya lakukan di PC. Dimulai dari pemberian Tahun, Bulan lalu Tanggal. Jadi memudahkan pengurutan… cuma agak bingung kalo mau nyari Memo yg spesifik.

Kelima, penggunaan fitur MyFiles sbg explorernya #Android *ini terkait penempatan Eksternal SDCard yang dulunya masuk sbg bagian dari Root. Sekarang diletakkan terpisah sebagai ExtSdCard. pola ini mirip dengan MyFiles pada perangkat #Android Samsung Galaxy Note 10.1…

Keenam adanya Bugs pada fitur Message… seperti yg diungkap sebelumnya, kadang ada notif 3 pesan masuk, tapi Pas di cek ternyata gag ada pesan yg belum terbaca… sudah begitu, kalo dulu sms terakhir yg masuk berada di urutan teratas, kini Pesan yang masuk, gag mengubah urutan dan kadang tanpa tanda ‘unRead’… jadi musti nyari”lagi kira”mana sms yg terbaru 🙁

Terakhir Tujuh, masih pula terkait dengan cara pengambilan screenshot layar, yang rupanya kedua tombol (Power dan Volume Down) harus ditekan secara bersama dan tahan agak lama. Jika sampai berbeda timing, maka yang terjadi bisa ke aktifitas layar standby (tombol Power duluan) atau Volume mengecil (Tombol Volume Down duluan). Agak ribet memang ketimbang cara terdahulu yang tinggal tekan satu tombol sentuh saja.

Namun meski begitu, ada juga beberapa sisi positif yang dapat dipelajari. Diantaranya sudah saya sebutkan di tulisan sebelumnya (Smart Stay, Play Music, Google Now atau Prosentase Battery), ditambah hadirnya aplikasi Dropbox dan FlipBoard secara built in sebagai system apps. Jadi akan membutuhkan aktifitas Root apabila ingin me-Remove kedua aplikasi tersebut dari perangkat.

DropBox saat setup awal bakalan memberikan free space di Cloud sebesar 50 GB yang dapat diisi dengan dokumen, foto etc secara automatis ataupun manual upload. Sedangkan Flipboard merupakan Social Media client yang tampilannya oke punya.

Selain itu, terkait opsi pembuatan Folder di opsi Menu dan Homescreen, rupanya ada hubungannya juga. Bahwa apabila pengguna sudah mengatur barisan icon aplikasi dan games pada opsi Menu dalam beberapa Folder, maka Folder tersebut dapat digeser ke halaman HomeScreen sebagai shortcut lengkap dengan semua icon yang ada didalamnya. Mengingatkan saya pada operasional serupa di perangkat pc/notebook berbasis Windows.

Dan bagi pengguna yang masih awam dengan banyaknya perubahan yang terjadi, bisa mengakses fitur Help untuk melihat lebih jelas cara menggunakan perangkat satu persatu dari masing-masing fitur. Namun tampaknya, dilihat dari jenis perangkat yang digunakan sebagai sample pada Help mengambil bentukan miliknya Samsung Galaxy Note versi 8 inchi.

Nah, kira-kira demikian beberapa perubahan perilaku yang kelak akan teman-teman alami pasca proses Upgrade OS Android pada perangkat Samsung Galaxy Tab 7+ dari versi 4.0.1 Ice Cream Sandwich ke 4.1.2 Jelly Bean. Semoga bisa berguna sebagai bahan gambaran awal.

Samsung, Samsung dan Samsung

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Keren… Gelaran Mobile World Congress, Barcelona, #Android Samsung Galaxy S III berhasil mengalahkan rival beratnya, iPhone 5…

Selain iPhone 5, Galaxy S III mengalahkan saudara se #Android nya, Galaxy Note II dan HTC Droid DNA plus si WP Nokia Lumia 920. Sedang di kategori tablet, tampil sebagai pemenang, #Android Google Nexus 7 mengalahkan 2 seri Apple iPad, Mini dan 4th generation. Selain Nexus 7, iPad Mini dan iPad 4, saingannya ada Kindle Fire 8.9, Asus Transformer Infinity serta Samsung Galaxy Note 10.1

Samsung sendiri berjaya dgn menggondol 3 penghargaan, Dev Manufacturer of the Year, Best Mobile Infrastr dan Outstanding Overall Mobile Tech

Kabarnya kini Samsung malah menjadi ancaman bagi Google dan Ekosistem #Android lantaran menguasai 40an % pasar Global *edan *Padahal lima tahun lalu, Samsung itu siapa sih ? Masih kalah bersaing mati”an dgn Nokia lewat Symbian, dan dgn O2 lewat Windows Mobile

Kalopun mau ngliat perwajahan desain Samsung pra kelahiran iPhone pun, masih pas”an… Baru booming pasca rilis ponsel pintar Apple… Itulah yg namanya tekad dari Samsung. Meski wajah mencontek iPhone, OS milik Google, tapi keinginan kuat utk tetap eksisnya hebat nian

Ada yg tau persis berapa jumlah seri yang dirilis lewat nama Galaxy nya ? *mirip ponsel Nokia di jamannya kan ? #Samsung #Android

Samsung panDe Baik

Di pasaran, saya yakin hanya ada 2 nama yg dikenal jika orang mau beli tablet. iPad dan Samsung… Terlepas dari jenis OS dan lain”nya… Di kategori Tablet saja, sedikitnya Samsung punya 8 line up, Tab 7 #1, 7 #2, 10 #1, 10#2, 7+, 7.7, 8.9, Note 10.1. Belum termasuk newrelease. Coba deh buka”arsip daftar ponselnya Tabloid Pulsa, atau halaman http://ponseljakarta.com , cek barisan Samsung pra kelahiran iPhone 2007… Jauh banget dengan rilis terkini… Mungkin itu sebabnya Apple ngotot banget nuntut barisan Galaxy seriesnya Samsung karena menjiplak desain

Saking getolnya Samsung dengan OS #Android, kabarnya sih mulai menonaktifkan pengembangan OS buatan sendirinya, Bada. Padahal OS Bada milik Samsung sempat rilis beberapa seri yang jujur aja kalah pamor dengan Galaxy series versi awal. Spica, Ace, Mini dll

Meski masih getol dengan #Android, kabarnya sih Samsung sedang mengembangkan OS baru bernama Tizen sebagai pengganti Bada. Ancer-ancernya, dari segi perwajahan OS terbaru Samsung bakalan mirip”dengan versi #Android yg beken dgn UI TouchWiz-nya. Kemiripan wajah UI homescreen juga sudah bisa dilihat pada ponsel”Feature Phone layar sentuh milik Samsung spt Champ, Duos dll

Akan tetapi, teknologi yang dikembangkan oleh Samsung juga gag bisa dipandang sebelah mata. Lihat saja Stylus pada Note series… Teknologi stylus pada Note series merupakan hasil kerjasama Samsung dengan Wakom, dan konsisten dirilis sejak Note #1 5″. Adapun perangkat yang sudah mengadopsi teknologi Stylus milik Samsung ini adalah Note #1 5″, #2, 10.1 dan berikutnya versi 8″, soon. Meskipun teknologi Stylus pada layar sentuh bukan sesuatu hal baru, namun tingkat presisi yang disajikan, benar”amazing. Dan tidak hanya di perangkat Android saja, di versi Windows 8 pun, Stylus tetap disematkan pada perangkat Samsung. Silahkan cek versi Ativ SmartPC/Pro yang besut OS Windows 8, Teknologi Stylus dan app S-Pen tetap dibenamkan didalamnya

Tapi yang lebih keren lagi, teknologi Flexible Display Samsung yang kemarin sudah dipamerkan ke Publik. Meski dari segi ketebalan perangkat masih kalah jauh dari apa yang sudah dirilis resmi lewat galaxy seriesnya, namun teknologi layar sentuh yang dapat ditekuk merupakan hal yang patut ditunggu. Sudah pernah menonton iklannya di Youtube ? dimana sebuah perangkat berbentuk Tabletpc, tinggal dilipat menjadi sebuah perwajahan ponsel lalu dimasukkan ke saku baju ?

Belum lagi teknologi lensa kamera dan aplikasi yang disematkan di Android Kamera *eh Kamera Android nya, sangat menarik untuk dicoba.

Teknologi Samsung memang patut ditunggu, meski satu dua ide diantaranya merupakan jiplakan dari sang pesohor Apple *uhuk

Android Kamera atau Kamera Android ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Batas antara teknologi yang dikembangkan pada sebuah perangkat ponsel pintar berbasis sistem operasi Android yang mengusung lensa kamera tingkat wahid tampaknya sebentar lagi bakalan terhapus sudah. Beberapa vendor belakangan mulai berani membekali produk mereka dengan tawaran menarik pengalaman fotografi ala profesional. Katakan saja salah satunya HTC One X series. Vendor Taiwan yang merilis ponsel kelas premium ini bahkan mengundang beberapa fotografer kondang di berbagai sesi promo serta menantang para penggunanya untuk memamerkan hasil foto yang mereka tangkap di berbagai belahan alam tanah air.

Menariknya, bila menelaah komentar sang fotografer Gabriel Ulung Wicaksono di media online beberapa waktu lalu terkait ‘kamera ponsel lebih dianggap sebagai kamera main-main’ barangkali ada benarnya. Pendapat beliau bahkan menambahkan bahwa ‘Jika dibandingkan kamera poket dengan megapixel lebih kecil dan kamera ponsel dengan megapixel lebih besar, kualitasnya masih lebih bagus kamera poket’. Percaya ?

Untuk membuktikannya, gunakan fitur zooming pada masing-masing hasil foto yang dihasilkan baik oleh sebuah kamera digital bermegapixel kecil dengan kamera ponsel bermegapixel besar. Biasanya hasil ditampakkan pada sebuah gambar dari kamera ponsel sedikit lebih kabur dari hasil sebuah kamera digital.
Namun bagaimana apabila kini dua vendor kamera ternama mencoba peruntungan mereka sekaligus memperluas pasar dengan merilis kamera berbasis Android?

Nikon Coolpix S800c. ini adalah kamera pertama yang dirilis oleh Nikon dengan berbasiskan sistem operasi Android. Tidak dijelaskan Nikon menggunakan versi Android yang mana, namun jika dilihat secara sepintas dari spesifikasi yang dipajang di halaman web site resmi mereka, tampak jelas apabila Android yang disuntikkan sebagai firmware ponsel bukanlah jualan utamanya.

Nikon S800c

Menyajikan detail spectek yang memang hanya mampu dipahami oleh seorang penggemar fotografi, Nikon CoolPix S800c tampaknya ingin melanjutkan generasi kamera CoolPix dimana dari segi desain yang diusung memang tak jauh berbeda dengan sebelumnya.

Memanfaatkan Image Sensor CMOS 16 MP, merupakan sebuah modal awal bahwa resolusi ini belum mampu disamai oleh berbagai ponsel pintar dari sekian banyak brand yang mengadopsi sistem operasi Android. Masuk ke jenis lensa yang digunakan, NIKKOR dengan perbesaran 10x Optical Zoom menjadi jaminan bahwa secara kualitas, Nikon memang tak ingin di-cap main-main. Demikian halnya dengan fitur Autofokus yang mampu mendeteksi 9 area sekaligus, face priority dan Subject tracking.

Demi memuaskan hasrat penyimpanan gambar bagi penggunanya, kamera Nikon CoolPix S800c menyediakan dua opsi penyimpanan yaitu Internal sebesar 1,7 GB dan eksternal memory berjenis sdcard.
Beberapa kemampuan Scene yang disediakan secara default oleh Nikon mencakup light, beach, black and white copy, close up, dusk/dawn, easy panorama, landscape, night, party/indoor, snow, sports dan sunset. Sedangkan kemampuan editing mencakup border, crop, D-Lighting, filter fffects, quick retouch, rotate image, skin softening dan small picture.

Untuk menyajikan menu yang menggunakan sistem operasi Android, Nikon CoolPix S800c hadir dengan mengusung layar sentuh jenis OLED 3,5” yang masih dapat dilihat meskipun berada dibawah panas matahari. Sedang dukungan perekaman video yang mampu dihasilkan sudah mengadopsi format HD 1080p 30 fps. Selebihnya tidak disebutkan dukungan perangkat akan kartu simcard atau koneksi wireless lainnya yang barangkali bisa berguna untuk melakukan share hasil foto.

Jika Nikon CoolPix S800c merupakan sebuah perangkat kamera berbasis Android, maka untuk yang satu ini formatnya masih agak kebingungan. Android Kamera atau Kamera Android ?

Kami katakan begitu mengingat perangkat yang satu ini memiliki sejumlah fitur yang nyaris sama dengan teknologi yang disematkan dalam sebuah ponsel pintar berbasiskan sistem operasi Android namun juga mengusung teknologi kamera yang seperti halnya Nikon, belum mampu ditandingin oleh sejumlah ponsel pintar lainnya.

Samsung Galaxy Camera GC100. Jika dilihat dari namanya, barangkali yang terlintas dikepala kawan tentu ponsel pintar Galaxy series milik Samsung yang dibekali dengan fitur kamera kelas atas, demikian halnya kami. Namun jika menilik spesifikasinya lebih jauh, image sensor sebesar 16 MP dengan autofocus dan 21x optical zoom plus pop-up Xenon flash, tampaknya sudah meyakinkan pikiran apalagi saat melihat desain keseluruhan yang memang murni menggunakan gaya kamera ala Samsung.

Samsung G camera

Jika pada kamera Nikon tadi spesifikasi terkait Android dan fitur pendukungnya tergolong minim, tidak demikian halnya dengan Samsung Galaxy Camera ini. Setidaknya untuk versi Android yang dipergunakan sudah mengadopsi versi terbaru 4.1 Jelly Bean dengan besaran CPU Quad Core 1,4 GHz Cortex A9. Familiar ?

Tidak hanya itu saja, namun ada juga layar sentuh 16 M warna dengan size 4,8” berjenis Super Clear LCD capaitive dan menggunaan User Interface TouchWiz tampaknya makin mengesankan kami bahwa kamera ini memang mengusung teknologi ponsel pintar Samsung Galaxy series. Ditambah kapasistas memory internal 8 GB, RAM 1 GB dan dukungan slot memory eksternal microSD hingga 64 GB. Plus kemampuan layanan data (ketersediaan simcard) HSDPA dan HSUPA serta Wi-Fi, hotspot dan Bluetooth makin menegaskan image yang ingin ditunjukkan oleh Samsung. Hanya saja, soal kemampuan telepon dan sms-nya saja yang ditiadakan.

Mengingat kehadiran sistem operasi Android pada perangkat Samsung Galaxy Camera GC100 memang dianggap serius, maka tidaklah heran jika persoalan aplikasi yang dihadirkan didalamnya memang jauh lebih spesifik dan mendukung kemampuan fotografi penggunanya.

Apabila secara desain Samsung Galaxy Camera GC100 ini hadir dengan penampilan kamera pocket, jangan salah apabila soal kemampuan bisa dikatakan setara kengan kamera profesional lantaran ada opsi pengaturan lensa secara manual, mencakup shutter speed, white balance, iso dan pilihan lainnya.

Bagaimana dengan opsi pengambilan gambar panorama ? aplikasi yang disediakan akan memandu pengguna dalam mengambil objek gambar dengan memberikan petunjuk ketepatan pemindahan serta memadukannya secara apik. Demikian halnya dengan pilihan scene mode dan filtering, semua bisa digunakan sedemikian mudahnya layaknya menggunakan ponsel biasa.

Menilik permukaan bodi kamera, sedikitnya hanya terdapat tombol power dan shutter di sisi atas perangkat lengkap dengan tombol zooming disekeliling tombol shutter. Di sisi kanan perangkat terdapat satu tombol flash yang jika ditekan akan memunculkan opsi Xenon Flash dari sisi atas kamera. Sedangkan di sisi kiri perangkat terdapat jack audio, port charger dan strap. Sedang pada sisi belakang atau tampilan layar menu mengadopsi desain tablet dan ponsel Samsung terkini yang meniadakan tombol fisik.

Untuk penawaran harga jual dari perangkat Samsung Galaxy Camera GC100 ini kabarnya berada di kisaran 5,5 juta rupiah, setara dengan harga ponsel Samsung Galaxy series high end yang dirilis dua bulan terakhir, sedangkan Nikon menawarkannya dengan harga yang jauh lebih terjangkau, 3,5 juta rupiah saja. Nah, siap beralih ke Kamera Android ? atau Android Kamera ?