Perubahan pasca Upgrade OS Android Jelly Bean pada Samsung Galaxy Tab 7+

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak melakukan proses Upgrade OS #Android ke Jelly Bean di perangkat Samsung Galaxy Tab 7+, rupanya ada beberapa aktifitas yg masih bikin bingung…

Pertama, aktifitas mengetik menjadi agak susah lantaran perubahan susunannya. Dulu tuts lebih besar, sehingga lebih pas bagi jari saya :p Karena susunan keyboard sekarang nambah area untuk angka, maka jari saya yg rata”jempol semua, masih suka salah ketik kalo cepet”an :p *Mungkin salah satu solusinya nanti adalah menginstalasi apps tambahan kategori keyboard, berhubung di Pengaturan gag nemu cara mengubahnya. kesalahan ketik plg sering, huruf e menjadi angka 3, huruf n jadi b, atau a menjadi z. Kerap pula mengetikkan angka 0 ketika mau backspace.

Samsung GalTab 7 Jelly Bean PanDe Baik 3

Kedua, pas pake Tweetdeck, apps twitter client, kalo lama gag cek TL, dulu sih tinggal tekan sisi paling atas utk dapetin update terakhir. Tapi kini, kalo menekan di area sama, malah munculin jendela notifikasi… sedang sisi paling atas tweetdeck, berada sedikit dibawahnya.

Ketiga, lebih pada kebiasaan penggunaan perangkat tablet. tepatnya saat mengakses tombol sentuh Home ternyata memunculkan opsi pilihan. Inginnya melihat informasi notif dan Pengaturan, yang muncul malah Mini Apps… atau pengennya Undo, yang muncul malah MultiTasking *mih… Ini terjadi gara”perubahan posisi penempatan masing”tombol sentuh dan fungsi. jadi ya memang perlu dibiasakan nantinya. Berikut Screenshot Perubahan Penempatan tombol sentuh dan opsi lain… http://yfrog.com/mmug1xp

Keempat, terkait penggunaan fitur Memo sebagai catatan dan draft Blog. jika dulu opsi judul masing”Memo ada di sisi atas, kini gag lagi. Opsi pemberian judul rupanya ditiadakan, padahal secara saya judul Memo lebih memudahkan untuk melakukan pencarian catatan. Jadi pemberian judul Memo menggunakan sistem penanggalan yg mirip dengan cara dokumentasi foto yg saya lakukan di PC. Dimulai dari pemberian Tahun, Bulan lalu Tanggal. Jadi memudahkan pengurutan… cuma agak bingung kalo mau nyari Memo yg spesifik.

Kelima, penggunaan fitur MyFiles sbg explorernya #Android *ini terkait penempatan Eksternal SDCard yang dulunya masuk sbg bagian dari Root. Sekarang diletakkan terpisah sebagai ExtSdCard. pola ini mirip dengan MyFiles pada perangkat #Android Samsung Galaxy Note 10.1…

Keenam adanya Bugs pada fitur Message… seperti yg diungkap sebelumnya, kadang ada notif 3 pesan masuk, tapi Pas di cek ternyata gag ada pesan yg belum terbaca… sudah begitu, kalo dulu sms terakhir yg masuk berada di urutan teratas, kini Pesan yang masuk, gag mengubah urutan dan kadang tanpa tanda ‘unRead’… jadi musti nyari”lagi kira”mana sms yg terbaru 🙁

Terakhir Tujuh, masih pula terkait dengan cara pengambilan screenshot layar, yang rupanya kedua tombol (Power dan Volume Down) harus ditekan secara bersama dan tahan agak lama. Jika sampai berbeda timing, maka yang terjadi bisa ke aktifitas layar standby (tombol Power duluan) atau Volume mengecil (Tombol Volume Down duluan). Agak ribet memang ketimbang cara terdahulu yang tinggal tekan satu tombol sentuh saja.

Namun meski begitu, ada juga beberapa sisi positif yang dapat dipelajari. Diantaranya sudah saya sebutkan di tulisan sebelumnya (Smart Stay, Play Music, Google Now atau Prosentase Battery), ditambah hadirnya aplikasi Dropbox dan FlipBoard secara built in sebagai system apps. Jadi akan membutuhkan aktifitas Root apabila ingin me-Remove kedua aplikasi tersebut dari perangkat.

DropBox saat setup awal bakalan memberikan free space di Cloud sebesar 50 GB yang dapat diisi dengan dokumen, foto etc secara automatis ataupun manual upload. Sedangkan Flipboard merupakan Social Media client yang tampilannya oke punya.

Selain itu, terkait opsi pembuatan Folder di opsi Menu dan Homescreen, rupanya ada hubungannya juga. Bahwa apabila pengguna sudah mengatur barisan icon aplikasi dan games pada opsi Menu dalam beberapa Folder, maka Folder tersebut dapat digeser ke halaman HomeScreen sebagai shortcut lengkap dengan semua icon yang ada didalamnya. Mengingatkan saya pada operasional serupa di perangkat pc/notebook berbasis Windows.

Dan bagi pengguna yang masih awam dengan banyaknya perubahan yang terjadi, bisa mengakses fitur Help untuk melihat lebih jelas cara menggunakan perangkat satu persatu dari masing-masing fitur. Namun tampaknya, dilihat dari jenis perangkat yang digunakan sebagai sample pada Help mengambil bentukan miliknya Samsung Galaxy Note versi 8 inchi.

Nah, kira-kira demikian beberapa perubahan perilaku yang kelak akan teman-teman alami pasca proses Upgrade OS Android pada perangkat Samsung Galaxy Tab 7+ dari versi 4.0.1 Ice Cream Sandwich ke 4.1.2 Jelly Bean. Semoga bisa berguna sebagai bahan gambaran awal.

Samsung, Samsung dan Samsung

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Keren… Gelaran Mobile World Congress, Barcelona, #Android Samsung Galaxy S III berhasil mengalahkan rival beratnya, iPhone 5…

Selain iPhone 5, Galaxy S III mengalahkan saudara se #Android nya, Galaxy Note II dan HTC Droid DNA plus si WP Nokia Lumia 920. Sedang di kategori tablet, tampil sebagai pemenang, #Android Google Nexus 7 mengalahkan 2 seri Apple iPad, Mini dan 4th generation. Selain Nexus 7, iPad Mini dan iPad 4, saingannya ada Kindle Fire 8.9, Asus Transformer Infinity serta Samsung Galaxy Note 10.1

Samsung sendiri berjaya dgn menggondol 3 penghargaan, Dev Manufacturer of the Year, Best Mobile Infrastr dan Outstanding Overall Mobile Tech

Kabarnya kini Samsung malah menjadi ancaman bagi Google dan Ekosistem #Android lantaran menguasai 40an % pasar Global *edan *Padahal lima tahun lalu, Samsung itu siapa sih ? Masih kalah bersaing mati”an dgn Nokia lewat Symbian, dan dgn O2 lewat Windows Mobile

Kalopun mau ngliat perwajahan desain Samsung pra kelahiran iPhone pun, masih pas”an… Baru booming pasca rilis ponsel pintar Apple… Itulah yg namanya tekad dari Samsung. Meski wajah mencontek iPhone, OS milik Google, tapi keinginan kuat utk tetap eksisnya hebat nian

Ada yg tau persis berapa jumlah seri yang dirilis lewat nama Galaxy nya ? *mirip ponsel Nokia di jamannya kan ? #Samsung #Android

Samsung panDe Baik

Di pasaran, saya yakin hanya ada 2 nama yg dikenal jika orang mau beli tablet. iPad dan Samsung… Terlepas dari jenis OS dan lain”nya… Di kategori Tablet saja, sedikitnya Samsung punya 8 line up, Tab 7 #1, 7 #2, 10 #1, 10#2, 7+, 7.7, 8.9, Note 10.1. Belum termasuk newrelease. Coba deh buka”arsip daftar ponselnya Tabloid Pulsa, atau halaman http://ponseljakarta.com , cek barisan Samsung pra kelahiran iPhone 2007… Jauh banget dengan rilis terkini… Mungkin itu sebabnya Apple ngotot banget nuntut barisan Galaxy seriesnya Samsung karena menjiplak desain

Saking getolnya Samsung dengan OS #Android, kabarnya sih mulai menonaktifkan pengembangan OS buatan sendirinya, Bada. Padahal OS Bada milik Samsung sempat rilis beberapa seri yang jujur aja kalah pamor dengan Galaxy series versi awal. Spica, Ace, Mini dll

Meski masih getol dengan #Android, kabarnya sih Samsung sedang mengembangkan OS baru bernama Tizen sebagai pengganti Bada. Ancer-ancernya, dari segi perwajahan OS terbaru Samsung bakalan mirip”dengan versi #Android yg beken dgn UI TouchWiz-nya. Kemiripan wajah UI homescreen juga sudah bisa dilihat pada ponsel”Feature Phone layar sentuh milik Samsung spt Champ, Duos dll

Akan tetapi, teknologi yang dikembangkan oleh Samsung juga gag bisa dipandang sebelah mata. Lihat saja Stylus pada Note series… Teknologi stylus pada Note series merupakan hasil kerjasama Samsung dengan Wakom, dan konsisten dirilis sejak Note #1 5″. Adapun perangkat yang sudah mengadopsi teknologi Stylus milik Samsung ini adalah Note #1 5″, #2, 10.1 dan berikutnya versi 8″, soon. Meskipun teknologi Stylus pada layar sentuh bukan sesuatu hal baru, namun tingkat presisi yang disajikan, benar”amazing. Dan tidak hanya di perangkat Android saja, di versi Windows 8 pun, Stylus tetap disematkan pada perangkat Samsung. Silahkan cek versi Ativ SmartPC/Pro yang besut OS Windows 8, Teknologi Stylus dan app S-Pen tetap dibenamkan didalamnya

Tapi yang lebih keren lagi, teknologi Flexible Display Samsung yang kemarin sudah dipamerkan ke Publik. Meski dari segi ketebalan perangkat masih kalah jauh dari apa yang sudah dirilis resmi lewat galaxy seriesnya, namun teknologi layar sentuh yang dapat ditekuk merupakan hal yang patut ditunggu. Sudah pernah menonton iklannya di Youtube ? dimana sebuah perangkat berbentuk Tabletpc, tinggal dilipat menjadi sebuah perwajahan ponsel lalu dimasukkan ke saku baju ?

Belum lagi teknologi lensa kamera dan aplikasi yang disematkan di Android Kamera *eh Kamera Android nya, sangat menarik untuk dicoba.

Teknologi Samsung memang patut ditunggu, meski satu dua ide diantaranya merupakan jiplakan dari sang pesohor Apple *uhuk

Android Kamera atau Kamera Android ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Batas antara teknologi yang dikembangkan pada sebuah perangkat ponsel pintar berbasis sistem operasi Android yang mengusung lensa kamera tingkat wahid tampaknya sebentar lagi bakalan terhapus sudah. Beberapa vendor belakangan mulai berani membekali produk mereka dengan tawaran menarik pengalaman fotografi ala profesional. Katakan saja salah satunya HTC One X series. Vendor Taiwan yang merilis ponsel kelas premium ini bahkan mengundang beberapa fotografer kondang di berbagai sesi promo serta menantang para penggunanya untuk memamerkan hasil foto yang mereka tangkap di berbagai belahan alam tanah air.

Menariknya, bila menelaah komentar sang fotografer Gabriel Ulung Wicaksono di media online beberapa waktu lalu terkait ‘kamera ponsel lebih dianggap sebagai kamera main-main’ barangkali ada benarnya. Pendapat beliau bahkan menambahkan bahwa ‘Jika dibandingkan kamera poket dengan megapixel lebih kecil dan kamera ponsel dengan megapixel lebih besar, kualitasnya masih lebih bagus kamera poket’. Percaya ?

Untuk membuktikannya, gunakan fitur zooming pada masing-masing hasil foto yang dihasilkan baik oleh sebuah kamera digital bermegapixel kecil dengan kamera ponsel bermegapixel besar. Biasanya hasil ditampakkan pada sebuah gambar dari kamera ponsel sedikit lebih kabur dari hasil sebuah kamera digital.
Namun bagaimana apabila kini dua vendor kamera ternama mencoba peruntungan mereka sekaligus memperluas pasar dengan merilis kamera berbasis Android?

Nikon Coolpix S800c. ini adalah kamera pertama yang dirilis oleh Nikon dengan berbasiskan sistem operasi Android. Tidak dijelaskan Nikon menggunakan versi Android yang mana, namun jika dilihat secara sepintas dari spesifikasi yang dipajang di halaman web site resmi mereka, tampak jelas apabila Android yang disuntikkan sebagai firmware ponsel bukanlah jualan utamanya.

Nikon S800c

Menyajikan detail spectek yang memang hanya mampu dipahami oleh seorang penggemar fotografi, Nikon CoolPix S800c tampaknya ingin melanjutkan generasi kamera CoolPix dimana dari segi desain yang diusung memang tak jauh berbeda dengan sebelumnya.

Memanfaatkan Image Sensor CMOS 16 MP, merupakan sebuah modal awal bahwa resolusi ini belum mampu disamai oleh berbagai ponsel pintar dari sekian banyak brand yang mengadopsi sistem operasi Android. Masuk ke jenis lensa yang digunakan, NIKKOR dengan perbesaran 10x Optical Zoom menjadi jaminan bahwa secara kualitas, Nikon memang tak ingin di-cap main-main. Demikian halnya dengan fitur Autofokus yang mampu mendeteksi 9 area sekaligus, face priority dan Subject tracking.

Demi memuaskan hasrat penyimpanan gambar bagi penggunanya, kamera Nikon CoolPix S800c menyediakan dua opsi penyimpanan yaitu Internal sebesar 1,7 GB dan eksternal memory berjenis sdcard.
Beberapa kemampuan Scene yang disediakan secara default oleh Nikon mencakup light, beach, black and white copy, close up, dusk/dawn, easy panorama, landscape, night, party/indoor, snow, sports dan sunset. Sedangkan kemampuan editing mencakup border, crop, D-Lighting, filter fffects, quick retouch, rotate image, skin softening dan small picture.

Untuk menyajikan menu yang menggunakan sistem operasi Android, Nikon CoolPix S800c hadir dengan mengusung layar sentuh jenis OLED 3,5” yang masih dapat dilihat meskipun berada dibawah panas matahari. Sedang dukungan perekaman video yang mampu dihasilkan sudah mengadopsi format HD 1080p 30 fps. Selebihnya tidak disebutkan dukungan perangkat akan kartu simcard atau koneksi wireless lainnya yang barangkali bisa berguna untuk melakukan share hasil foto.

Jika Nikon CoolPix S800c merupakan sebuah perangkat kamera berbasis Android, maka untuk yang satu ini formatnya masih agak kebingungan. Android Kamera atau Kamera Android ?

Kami katakan begitu mengingat perangkat yang satu ini memiliki sejumlah fitur yang nyaris sama dengan teknologi yang disematkan dalam sebuah ponsel pintar berbasiskan sistem operasi Android namun juga mengusung teknologi kamera yang seperti halnya Nikon, belum mampu ditandingin oleh sejumlah ponsel pintar lainnya.

Samsung Galaxy Camera GC100. Jika dilihat dari namanya, barangkali yang terlintas dikepala kawan tentu ponsel pintar Galaxy series milik Samsung yang dibekali dengan fitur kamera kelas atas, demikian halnya kami. Namun jika menilik spesifikasinya lebih jauh, image sensor sebesar 16 MP dengan autofocus dan 21x optical zoom plus pop-up Xenon flash, tampaknya sudah meyakinkan pikiran apalagi saat melihat desain keseluruhan yang memang murni menggunakan gaya kamera ala Samsung.

Samsung G camera

Jika pada kamera Nikon tadi spesifikasi terkait Android dan fitur pendukungnya tergolong minim, tidak demikian halnya dengan Samsung Galaxy Camera ini. Setidaknya untuk versi Android yang dipergunakan sudah mengadopsi versi terbaru 4.1 Jelly Bean dengan besaran CPU Quad Core 1,4 GHz Cortex A9. Familiar ?

Tidak hanya itu saja, namun ada juga layar sentuh 16 M warna dengan size 4,8” berjenis Super Clear LCD capaitive dan menggunaan User Interface TouchWiz tampaknya makin mengesankan kami bahwa kamera ini memang mengusung teknologi ponsel pintar Samsung Galaxy series. Ditambah kapasistas memory internal 8 GB, RAM 1 GB dan dukungan slot memory eksternal microSD hingga 64 GB. Plus kemampuan layanan data (ketersediaan simcard) HSDPA dan HSUPA serta Wi-Fi, hotspot dan Bluetooth makin menegaskan image yang ingin ditunjukkan oleh Samsung. Hanya saja, soal kemampuan telepon dan sms-nya saja yang ditiadakan.

Mengingat kehadiran sistem operasi Android pada perangkat Samsung Galaxy Camera GC100 memang dianggap serius, maka tidaklah heran jika persoalan aplikasi yang dihadirkan didalamnya memang jauh lebih spesifik dan mendukung kemampuan fotografi penggunanya.

Apabila secara desain Samsung Galaxy Camera GC100 ini hadir dengan penampilan kamera pocket, jangan salah apabila soal kemampuan bisa dikatakan setara kengan kamera profesional lantaran ada opsi pengaturan lensa secara manual, mencakup shutter speed, white balance, iso dan pilihan lainnya.

Bagaimana dengan opsi pengambilan gambar panorama ? aplikasi yang disediakan akan memandu pengguna dalam mengambil objek gambar dengan memberikan petunjuk ketepatan pemindahan serta memadukannya secara apik. Demikian halnya dengan pilihan scene mode dan filtering, semua bisa digunakan sedemikian mudahnya layaknya menggunakan ponsel biasa.

Menilik permukaan bodi kamera, sedikitnya hanya terdapat tombol power dan shutter di sisi atas perangkat lengkap dengan tombol zooming disekeliling tombol shutter. Di sisi kanan perangkat terdapat satu tombol flash yang jika ditekan akan memunculkan opsi Xenon Flash dari sisi atas kamera. Sedangkan di sisi kiri perangkat terdapat jack audio, port charger dan strap. Sedang pada sisi belakang atau tampilan layar menu mengadopsi desain tablet dan ponsel Samsung terkini yang meniadakan tombol fisik.

Untuk penawaran harga jual dari perangkat Samsung Galaxy Camera GC100 ini kabarnya berada di kisaran 5,5 juta rupiah, setara dengan harga ponsel Samsung Galaxy series high end yang dirilis dua bulan terakhir, sedangkan Nikon menawarkannya dengan harga yang jauh lebih terjangkau, 3,5 juta rupiah saja. Nah, siap beralih ke Kamera Android ? atau Android Kamera ?

Mengenal Samsung Galaxy Note 10.1 (bagian 3)

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan Review dan tampilan Screenshot perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1, berikut sesi terakhir yang bisa dipaparkan untuk bisa mengenalnya lebih jauh, dengan harapan kelak bakalan berguna terutama bagi mereka yang ingin memburunya sebagai pilihan.

Masih memanfaatkan stylus pen bawaan, setidaknya terdapat satu bonus games yang dapat dimainkan dengan menggunakan perangkat tersebut. Crayon Physics. Model permainan yang kurang lebih sama dengan games buatan Rovio Amazing Alex dimana pengguna dapat menggambarkan garis ataupun kotak untuk menggiring target ke sasarannya.

Jika games satu ini masih belum jua memuaskan hasrat untuk bermain games dengan memanfaatkan Styles Pen bawaan, di Samsung Apps tersedia puluhan alternatif lainnya yang dapat diunduh baik secara free atau gratis maupun berbayar lewat potong pulsa.

Apabila dalam Samsung Apps masih jua belum memuaskan, silahkan hunting lewat S-Suggest dengan kategori yang sama.

Terakhir, jika ngomongin MultiTasking setidaknya fitur PopUp Play yang rilis pula di versi S III dapat dinikmatin pula pada perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 ini. demikian halnya dengan Mini apps yang tak kalah banyaknya.

Mengenal Samsung Galaxy Note 10.1 (bagian 2)

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan kembali Review dan tampilan Screenshot perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1, berikut beberapa lanjutan yang bisa dipaparkan untuk bisa mengenalnya lebih jauh, dengan harapan kelak bakalan berguna terutama bagi mereka yang ingin memburunya sebagai pilihan.

Seperti halnya Galaxy Note series lainnya, perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 ini pun dibekali dengan fitur khusus S Pen yang dapat dimanfaatkan dengan menggunakan stylus bawaan di sisi pojok kanan bawah perangkat. Aplikasi S Pen ini berfungsi untuk banyak pekerjaan termasuk diantaranya membuat rumusan dalam format tabel.

Selain input by Text dan Stylus, S Pen dapat juga dilengkapi dengan berbagai macam format catatan dari foto, video, clipboard, maps hingga clip art, text box dan shape.

Untuk bisa lebih memanfaatkan perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 ini, disertakan pula fitur MultiTasking dalam arti sebenarnya, lewat Multi Screen yang mampu melibatkan aplikasi S Pen dengan berbagai aplikasi lainnya seperti Browser, gallery, video, maps atau documents app.

dan apabila dibutuhkan, virtual keyboard siap membantu pengguna dalam berbagai bentuk baik fullscreen, lite hingga terbagi menjadi dua area seperti yang terlihat pada gambar berikut :

Mengenal Samsung Galaxy Note 10.1 (bagian 1)

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti biasa, melanjutkan Review perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1, blog www.pandebaik.com bakal menyajikan beberapa Screenshot layar untuk bisa mengenalnya lebih jauh, yang kelak bakalan berguna terutama bagi mereka yang ingin memburunya sebagai pilihan.

Screenshot pertama hadir dari layar depan alias Homescreen milik TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 yang sudah dipermak dengan menggunakan Chameleon Launcher. untuk tampilan ini pengguna mampu menghiasi layar depan dengan berbagai berita dan cerita dari halaman atau portal yang diinginkan baik versi resmi ataupun blog pribadi. lantaran mengadopsi layar cukup lebar, maka tampilan pun jadi lebih lega.

Bosan dengan tampilan Touchwiz, pengguna bisa menggantinya dengan Launcher lain seperti Apex Launcher yang satu ini. Fungsi tambahan lain yang dimiliki oleh Launcher adalah pemberian folder untuk lebih mengorganisir halaman depan atau homescreen dan juga pemilihan berbagai macam theme.

more Widget. Dibandingkan seri sebelumnya, perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 membawa lebih banyak Widget dengan perwajahan menarik untuk menghiasi tampilan halaman depan Homescreen pada layar.

Terakhir ada OS Android yang digunakan oleh perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 ini masih mengadopsi versi 4.0.4 yang kabarnya dalam waktu dekat bakalan mendapat Update ke versi 4.1 Jelly Bean. Namun sejauh ini baru mendapatkan pembaharuan per Oktober lalu.

Samsung Galaxy Note 10.1, more Power with Big Screen

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Menjelang akhir tahun 2011 lalu, Samsung tampak percaya diri melepas salah satu perangkat Android papan atasnya yang berbanderol iklan seakan sedikit kebingungan. “It’s a Phone ? It’s a Tablet ? It’s a Galaxy Note…”

Berselang setahun kemudian, Samsung kembali merilis kelanjutan dari perangkat yang dibekali dengan teknologi stylus tersebut. Alih-alih melanjutkan seri Android berlayar 5 inchi, Samsung malah menambah lebar layar perangkat menjadi 10.1 bersaing dengan kompetitor Android lainnya dan tentu saja ‘the New iPad 3.

Namun rupanya tak hanya menambah lebar pada ukuran layar, Samsung Galaxy Note seri kedua ini pula menambahkan kecepatan dapur pacu menjadi empat inti prosesor alias Quad Core Exynos 1,4 GHz. Tak hanya itu, demi membuatnya makin superior sekaligus menjadi perangkat yang pertama mengadopsi teknologi ini, Galaxy Note 10.1 dibekali Memory RAM sebesar 2 GB. Kabarnya di tahun 2013 nanti besaran Memory ini akan menjadi standar baku minimal bagi perangkat ponsel maupun tabletPC yang dirilis oleh Samsung.

Meski sistem operasi Android versi 4.1 codename Jelly Bean telah diedarkan secara luas, namun perangkat satu ini masih setia menggunakan versi sebelumnya, 4.0.4 codename Ice Cream Sandwich yang memang jauh lebih stabil untuk saat ini. Namun, kabar resmi dari Samsung bahwa dalam waktu dekat, Galaxy Note 10.1 ini merupakan salah satu perangkat yang bakalan mendapatkan update terkini ke Jelly Bean.

Walau demikian, terdapat sejumlah perbedaan fitur yang dapat dinikmati pada Samsung Galaxy Note 10.1 ini bila disandingkan dengan perangkat lain yang menggunakan sistem operasi yang sama. Diantaranya opsi untuk bekerja dengan memanfaatkan Multi Screen, dimana layar dapat membagi area kerja menjadi dua aplikasi yang dijalankan secara bersamaan dan berdampingan. Ini akan jauh lebih memudahkan pengguna yang kerap melakukan aktifitas Multitasking di perangkat terdahulu, tanpa perlu berpindah-pindah layar dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Tak lupa fitur Pop Up Play yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan sejumlah layar aplikasi dalam satu halaman homescreen.

Mengingat perangkat ini mengusung nama Note dalam serinya, maka teknologi stylus yang disebut dengan istilah S-Pen-pun menjadi salah satu ciri khas dalam pengoperasiannya. Beberapa aplikasi yang dibekali untuk mendukung pemanfaatan media ini adalah S Note, S Planner, Polaris Office, Cryon Physics serta aplikasi berbayar yang diunggulkan banyak pihak, Photoshop Touch. Adapun lisensi aplikasi terakhir dapat digunakan secara penuh oleh Pengguna sebagai bonus dari Samsung pada perangkat edisi ini. Semua aplikasi tersebut akan muncul secara otomatis pada layar, sesaat setelah stylus dikeluarkan dari salah satu sudut perangkat. Apabila dibutuhkan, Pengguna dapat melakukan pengaturan ulang untuk memilih aplikasi mana saja yang akan muncul dalam bar samping saat stylus digunakan.

Teknologi S Pen ini merupakan kerjasama lanjutan pihak Samsung dengan Wakom, sebuah brand perangkat tablet ternama yang bergerak dalam bidang desain. Itu sebabnya secara presisi goresan yang dilakukan, tergolong sangat baik bahkan mampu membedakan penekanan yang dilakukan oleh pengguna untuk menghasilkan ketebalan garis yang berbeda-beda.

Secara dimensi, Galaxy Note 10.1 sedikit lebih lebar bila disandingkan dengan perangkat Samsung Galaxy series dengan layar 10.1 inchi sebelumnya. Namun dari segi ketebalan, tampaknya bukan lagi menjadi satu prioritas utama yang kini dipegang oleh perangkat iPhone 5 besitan Apple. Sayangnya, dalam pemilihan material yang digunakan, Samsung Galaxy Note 10.1 tidak mencerminkan kesan elegan seperti seri Note sebelumnya, bahkan setali tiga uang dengan perangkat Galaxy S III terakhir, yang hadir dalam bentuk plastik sehingga mengesankan murahnya perangkat dan rentan akan benturan.

Diluar penambahan sejumlah fitur baru seperti yang disebut diatas, hampir tak ada perbedaan spesifikasi jeroan yang dibekali oleh Samsung dari para pendahulunya. Katakan saja kamera belakang 5 MP dengan kualitas standar, video 720p @30 fps, koneksi wireless dan bluetooth tanpa NFC, dukungan slot memori tambahan hingga 64 GB hingga besaran daya baterai 7000 mAh.

Dengan harga jual di kisaran 6,7 juta, tampaknya Samsung Galaxy Note 10.1 ini bakalan bersaing dengan the New iPad dari Apple yang tempo hari pernah pula kami ulas secara khusus. Sayangnya, kami belum sempat membandingkan hasil benchmarking kedua perangkat secara langsung, dimana hasil rata-rata Samsung Galaxy Note 10.1 menunjukkan poin 12660 untuk pengujian menggunakan AnTuTu Benchmark.

Custom ROM Samsung Galaxy Ace : CM9 GalaxyICS ACE Alpha 3

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah puas menikmati tampilan dan performa Custom ROM The Myth #2, kini giliran CM9 Alpha 3 yang dapat diunduh dari halaman Handy Information.

Seperti halnya The Myth #2, CM9 kali ini mengadopsi tampilan Android versi 4.0 Ice Cream Sandwich dengan basis Cyanogen Mod 9 Custom Rom. Jadi saat disandingkan dengan tampilan The Myth, versi CM9 ini lebih cenderung mengarah ke tampilan original milik ICS ketimbang khas milik Samsung.

Lantaran berbasis CM9, maka beberapa tampilan icon khas milik CM hadir pula disajian Menu dan beberapa fitur bawaan Samsung Galaxy Ace, seperti Radio dan Music. Membawa sedikitnya 4 (empat) fitur tambahan diluar SuperUser yang menandakan perangkat sudah ter-Root pasca instalasi, menyisakan dua catatan yang barangkali patut menjadi pertimbangan.

Pertama, Kamera tidak dapat berfungsi dengan baik. Artinya memang pengguna tidak dapat menggunakan kamera untuk berbagai kebutuhan, baik mengambil gambar, virtual games, dan sejenisnya. Penjelasan ini sebenarnya pun telah diperingatkan sejak awal dalam halaman yang sama. Jadi, jangan heran jika ini terjadi.

Kedua, persoalan Keyboard. Kerap error saat melakukan pengetikan. Kadang tombol S seperti ditekan saat mulai menulis, kadang pula hang saat digunakan. Jadi, silahkan pertimbangkan kembali.

Namun bagi mereka yang termasuk dalam kategori pengguna tahap mahir, disediakan pula opsi Terminal Emulator yang dapat digunakan untuk meng-inputkan bahasa dewa serta memperoleh kustomisasi perangkat lebih lanjut. :p

Custom ROM Samsung Galaxy Ace : PRADA UI 3.0

Category : tentang TeKnoLoGi

Selain The Myth #2, Custom Rom berikut merupakan pilihan yang barangkali bisa saya rekomendasikan untuk dicoba diinstalasikan pada perangkat Samsung Galaxy Ace yang kawan gunakan. PRADA UI 3.0.

Mengambil User Interface perangkat Android LG Prada 3.0 P940 yang dirilis bulan Desember 2011 lalu, tampilan menu serta homescreen didominasi dengan lis icon berwarna putih serta latar belakang hitam gelap. Tampilan ini sama persis dengan tampilan LG Prada sejak awal kemunculannya pada Januari 2007 melalui seri KE850, Prada pertama.

Seperti halnya ponsel tersebut, Custom Rom kali ini mengadopsi basis yang sama, OS Android versi 2.3 GingerBread yang telah dimodifikasi ke Cyanogen Mod 7.2. Dengan demikian secara kecepatan akses hampir tidak ditemui lag atau jeda saat penggunaan maupun operasionalnya lebih jauh. Sekedar informasi bahwa pasca instalasi, Prada UI 3.0 menyisakan space internal storage sebesar 117 MB dari 178 MB yang tersedia.

Dalam aplikasi bawaan, terdapat setidaknya lima aplikasi tambahan diluar icon SuperUser yang menandakan perangkat telah di-Root oleh sistem. Adapun aplikasi tersebut antara lain DSP Manager yang berfungsi sebagai menu pengaturan suara pada headset, speaker maupun Bluetooth A2DP, File Manager yang memerlukan instalasi Open Intens tambahan dari Market untuk mendukung multi extensions pada perangkat, Prada UI fitur untuk mengganti tampilan Wallpaper, Theme Chooser untuk melakukan penggantian Theme atau Tema, dan Torch, pengalihfungsi perangkat menjadi sebuah senter.

Dalam menu Pengaturan, pengguna dapat menemukan Cyanogen Mod Setting untuk melakukan pengaturan perangkat lebih lanjut dari display, interface, lockscreen hingga performance perangkat. selain itu tersedia pula opsi untuk menonaktifkan fungsi Lockscreen dan pemindahan status bar ke sisi bawah perangkat layaknya layar Tablet Android.

Hampir tidak kami temukan adanya kelemahan atau kekurangan yang berarti pada operasional perangkat termasuk opsi penggunaan kamera dan juga Tethering Portable Hotspot, yang sempat tidak berfungsi secara normal dengan memanfaatkan Custom Rom sebelumnya.

Custom ROM Samsung Galaxy Ace : The Myth #2

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Sehari pasca rencana ‘Eksplorasi Custom ROM pada perangkat Samsung Galaxy Ace dimulai, giliran menyasar The Myth part 2 yang dapat diunduh dari halaman TheMythAce seperti yang direkomendasikan oleh Ketut Kumajaya di beberapa halaman forum. Tema dari Custom ROM The Myth #2 ini adalah Go Green.

Sesuai temanya, The Myth #2 menyajikan pewarnaan hijau rumput/daun di hampir semua elemen tampilan. Dari Homescreen, lis garis menu hingga beberapa font active. Mengambil DDKQ8 & XWKTM sebagai basis rom, The Myth #2 yang memang diperuntukkan secara khusus bagi perangkat Samsung Galaxy Ace ini memiliki layout khas ala Android 4.0 Ice Cream Sandwich.

Tidak hanya itu, untuk launcher-nya pun mengambil Touchwiz 3 khas milik Samsung. Jadi bagi yang sudah sangat mengenal perangkatnya jauh sebelumnya dijamin gag bakalan pangling dengan cara penggunaan dan pengoperasiannya.

Jika pada WP7 Custom Rom menyisakan 90 MB internal storage, tidak demikian halnya dengan The Myth #2. Hanya 65 MB saja. Meski demikian, selama pengujian hampir tidak ada lag atau hang seperti yang dialami sebelumnya. Maka bisa ditebak, umur pemanfaatan Custom Rom The Myth #2 jauh lebih panjang dari perkiraan awal.

Pasca Instalasi, terlihat beberapa aplikasi bawaan Samsung dihilangkan dari perangkat. Diganti dengan 6 (enam) utility tambahan diantaranya A2SDGUI, CWM, Go Tieng Viet (keyboard input), Solid Explorer, The Myth Updater dan Tweaks. Ditambah beberapa update untuk Google Play 3.4.7, Google Quick Search Box, Voice Search, Google Maps 6.4.0 dan Flash 11.

Untuk bisa melakukan instalasi Custom ROM The Myth #2, pihak pengembang mensyaratkan OS Android versi 2.3 GingerBread sudah terinstalasi pada perangkat Samsung Galaxy Ace. Itu artinya, perangkat harus diUpgrade terlebih dahulu dari OS versi Originalnya yang masih menggunakan 2.2 Froyo.

Setelah itu, pengguna bisa mengunduh The Myth #2 ROM ditambah aplikasi CWM recovery yang dapat diunduh dari halaman yang sama, pada User and Tools Area. Setelah itu, copy dan letakkan kedua file tersebut pada sdcard perangkat.

Langkah ketiga, matikan perangkat, dan masuk ke halaman Recovery Mode (tekan dan tahan tombol Home dan Power secara bersamaan hingga halaman Recovery muncul, baru kemudian lepaskan), lalu pilih ‘update from zip’ dan cari file CWM Recovery.

Di halaman CWM Recovery lakukan ‘full wipe (wipe data/factory reset) kemudian pilih ‘Install zip from sdcard’ dan pilih ‘TheMyth Rom’. Langkah terakhir, lakukan Reboot untuk menyelesaikan proses.

Perlu diketahui bahwa dalam proses instalasi The Myth ROM #2, dibutuhkan beberapa langkah lagi yang dapat diikuti dan dilengkapi sesuai keinginan pengguna.

Sayangnya untuk pengaturan Keyboard yang dapat diakses melalui app Go Tieng Viet tadi, menggunakan bahasa yang sulit untuk dipahami, jadi mending biarkan saja. Demikian halnya dengan Solid Explorer yang membutuhkan Download ulang dari Market lantaran bawaan diklaim sudah expired :p

Custom ROM Samsung Galaxy Ace : WindowsPhone7 UI for Ace! v2.0

Category : tentang TeKnoLoGi

Target pertama saat keputusan mengeksplorasi Custom ROM pada perangkat Samsung Galaxy Ace ini muncul adalah mencoba versi WP7 alias Windows Phone 7 yang dapat diunduh melalui salah satu Thread Forum XDA Developers.

Beberapa features yang katanya hadir dalam Custom ROM ini adalah WP7 UI yang berasal dari WP7 Launcher dilengkapi dengan fitur Fonts, tampilan Alarms, Notifications, Ringtones, Boot Animation, Calculator, Dialer, Contacts, FaceBook, Email, Messaging, Setting dan Camera ala WP7. Fitur lainnya yang ikut hadir disini adalah Tweak Manager, Ad Free dan A2sd yang sudah built in. Yang artinya dalam kondisi berhasil terinstalasi, ponsel dalam keadaan sudah di Root.

Beberapa janji yang tampil dalam iklan si pengembang sih lumayan ‘menggoda, diantaranya LagFree, Stable, Very Fast, Excellent Multi Tasking dan menyisakan 90 MB free space internal. Namun sayangnya tidak semua bisa dibenarkan.

Dalam beberapa kali percobaan, Lag masih terjadi pada penggunaan Samsung Galaxy Ace baik saat offline, apalagi online. Entah mengapa bisa demikian, yang pasti saya malah jauh lebih nyaman menggunakan OS versi 2.3 GingerBread terdahulu. Begitu juga dengan fitur Camera yang kerap force closed.

Bisa ditebak, target pertama ‘Eksplorasi Custom ROM pada perangkat Samsung Galaxy Ace ini tidak bertahan lama. Gag sampe sehari. Apalagi fungsi Tethering Portable Hotspotnya kerap mengalami Lag dan Hang.

Ohya, untuk mengambil Screenshotnya, menggunakan cara yang serupa dengan perangkat iOS yaitu menekan secara bersamaan tombol Home dan Lock.